0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan24 halaman

Jenis dan Cara Penggunaan Multimeter

Dokumen ini menjelaskan tentang jenis-jenis multimeter, yaitu digital dan analog, serta cara penggunaannya. Multimeter digital menawarkan akurasi tinggi dan lebih banyak opsi pengukuran, sedangkan multimeter analog lebih sederhana dan sering digunakan dalam aplikasi sehari-hari. Selain itu, dokumen ini juga mencakup fungsi-fungsi multimeter seperti mengukur arus, tegangan, hambatan, dan frekuensi sinyal.

Diunggah oleh

rpp magnet
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan24 halaman

Jenis dan Cara Penggunaan Multimeter

Dokumen ini menjelaskan tentang jenis-jenis multimeter, yaitu digital dan analog, serta cara penggunaannya. Multimeter digital menawarkan akurasi tinggi dan lebih banyak opsi pengukuran, sedangkan multimeter analog lebih sederhana dan sering digunakan dalam aplikasi sehari-hari. Selain itu, dokumen ini juga mencakup fungsi-fungsi multimeter seperti mengukur arus, tegangan, hambatan, dan frekuensi sinyal.

Diunggah oleh

rpp magnet
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jenis Multimeter

Yohansli Noya dalam jurnalnya yang berjudul Multimeter Digital, Multimeter


Analog (Fungsi dan Kegunaan) menjelaskan secara rinci dua jenis
multimeter sebagai berikut:

ADVERTISEMENT
A. Multimeter Digital
Multimeter digital memiliki akurasi yang tinggi dan kegunaan yang lebih
banyak jika dibandingkan dengan multimeter [Link] satuannya
lebih teliti dan opsi pengukuran lebih banyak sehingga tidak terbatas pada
ampere (A), volt (V), dan ohm (O) saja. Hasil ukurannya juga lebih cermat
karena menggunakan display 4 digit sehingga mudah membaca dan
memakainya.

Multimeter ini biasa dipakai pada penelitian atau pekerjaan mengukur yang
memerlukan kecermatan tinggi. Namun kekurangannya adalah susah
memonitor tegangan yang tidak stabil.

Cara menggunakan multimeter digital:

Putar saklar pemilih pada posisi skala yang kita butuhkan setelah alat ukur
siap dipakai.
Hubungkan probenya ke komponen yang akan kita ukur setelah
disambungkan dengan alat ukur.
Catat angka yang tertera pada multimeter digital.
B. Multimeter Analog
Multimeter Analog lebih banyak dipakai untuk kegunaan sehari-hari, seperti
servis TV atau komputer kebanyakan menggunakan jenis analog ini. Bila
melakukan pengukuran tegangan yang bergerak naik-turun, sebaiknya
menggunakan multimeter analog.

Kelebihannya adalah tampilan yang lebih simple membuatnya mudah


dibaca. Namun memang akurasinya rendah, jadi untuk pengukuran yang
memerlukan ketelitian tinggi sebaiknya menggunakan multimeter digital.

Cara Menggunakan Multimeter Analog:

Saat memulai setiap pengukuran, hendaknya jarum menunjukkan angka


nol apabila kedua penjoloknya dihubungkan. Putar penala mekanik apabila
jarum belum tepat pada angka nol (0).
Putar saklar pemilih ke arah besaran yang akan diukur, misalnya ke arah
DC mA apabila akan mengukur arus DC, ke arah AC V untuk mengukur
tegangan AC, dan ke arah DC V untuk mengukur tegangan DC.
Saat mengukur tahanan (resistor), saklar pemilih diarahkan ke skala ohm
dan nolkan dahulu dengan menggabungkan probe positif dan negatif.
Apabila belum menunjukkan angka nol cocokkan dengan memutar ADJ
Ohm. Kemudian sambungkan penjolok warna merah ke positif dan
penjolok warna hitam ke negatif.
Saat pengukuran besaran DC, jangan sampai terbalik kutub positif dan
negatifnya karena bisa menyebabkan alat ukurnya rusak.
Fungsi Multimeter
Fungsi multimeter diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Mengukur Arus Listrik


Mengukur arus listrik dapat dikatakan sebagai fungsi utama multimeter.
Perhatikan tipe arus apa yang akan diukur, sebab alat ukur multimeter
mempunyai dua jenis arus listrik yaitu arus listrik DC (Direct Current) dan
arus listrik AC (Alternating Current). Hal ini bertujuan untuk menghindari
atau meminimalkan resiko kerusakan komponen yang mungkin terjadi.

2. Mengukur Tegangan Listrik


Fungsi lain dari multimeter ialah sebagai alat ukur tegangan atau voltase
yang dihasilkan dari komponen listrik. Batas maksimum pengukuran ini
digunakan sebagai batasan, agar pada saat mengukur suatu komponen
nilai tegangannya tidak melebihi kemampuan batas ukur.

3. Mengukur Hambatan Listrik


Multimeter juga mampu mengukur suatu resistansi atau hambatan dari
resistor. Sama halnya dengan mengukur tegangan, multimeter juga
memiliki batas ukur untuk mengukur hambatan.

4. Fungsi Hfe
Tidak semua multimeter memiliki fungsi Hfe. Fungsi Hfe digunakan untuk
mengetahui nilai penguat dari suatu transistor dan sebagai pengukur
transistor tipe NPN dan tipe PNP.

5. Mengukur Nilai Kapasitansi


Multimeter juga memiliki kemampuan untuk mengukur nilai kapasitansi
pada suatu kapasitor. Sama halnya dengan fungsi lainnya, untuk mengukur
nilai kapasitansi terdapat nilai batas maksimumnya. Oleh karena itu,
pastikan kembali kapasitor yang akan diukur jangan sampai melewati batas
maksimumnya.
6. Mengukur Frekuensi Sinyal
Multimeter juga dapat digunakan untuk mengukur frekuensi sinyal untuk
mendapatkan nilai frekuensi yang tepat, dari sinyal yang dikirimkan oleh
suatu komponen elektronik.

Cara Penggunaan Multimeter


A. Mengukur Tegangan DC
Atur Selektor pada posisi DCV / (Arus searah, mengukur baterai).
Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di
cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di
batas ukur 50V.
Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas
ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan
dicek, probe warna merah pada posisi (+) dan probe warna hitam pada titik
(-) tidak boleh terbalik.
Baca hasil ukur pada multimeter.
B. Mengukur Tegangan AC
Atur Selektor pada posisi ACV / (Arus Bolak-balik, mengukur listrik).
Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan di
cek, jika tegangan yang di cek sekitar 12Volt maka atur posisi skala di
batas ukur 50V.
Jika mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas
ukur pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan
dicek. Pemasangan probe multimeter boleh terbalik.
Baca hasil ukur pada multimeter.
C. Mengukur kuat arus DC
Atur Selektor pada posisi DCA/ (Arus searah, mengukur baterai).
Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan di cek,
misalnya arus yang di cek sekitar 100mA maka atur posisi skala di batas
ukur 250mA atau 500mA.
Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur
oleh multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada
multimeter akan putus dan multimeter sementara tidak bisa dipakai dan
fuse (sekring) harus diganti dulu.
Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat pengukuran
tegangan DC dan AC, karena mengukur arus berarti kita memutus salah
satu hubungan catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu
menjadikan multimeter sebagai penghubung.
Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya
dan probe (+) pada input tegangan (+) dari beban/rangkaian yang akan
dicek pemakaian arusnya.
Baca hasil ukur pada multimeter.
Nah detikers, itulah tadi penjelasan lengkap mengenai multimeter. Semoga
membantu, ya!

Baca artikel detikbali, "Multimeter Adalah: Jenis Multimeter Beserta Cara


Penggunaannya" selengkapnya .

Download Apps Detikcom Sekarang [Link]

Memahami Simbol-Simbol pada Alat Multimeter


Digital
Multimeter digital adalah alat yang sangat berguna dalam dunia
elektronik dan listrik. Alat ini digunakan untuk mengukur berbagai
parameter elektrik, seperti tegangan, arus, dan hambatan. Saat Anda
mengoperasikan multimeter digital, Anda akan melihat berbagai simbol
yang mengindikasikan pengaturan dan fungsi yang berbeda. Dalam
artikel ini, kita akan menjelaskan beberapa simbol umum pada multimeter
digital beserta pengertian dan fungsinya.
Simbol-Simbol Yang Ada di
Multimeter Digital
Simbol Volt (V)
Simbol ini biasanya mewakili pengukuran tegangan. Tegangan adalah
perbedaan potensial antara dua titik dalam suatu sirkuit. Saat Anda ingin
mengukur tegangan, pilih mode yang sesuai pada multimeter, dan simbol
V akan muncul di layar. Kemudian, Anda dapat menghubungkan probe
multimeter ke sirkuit yang ingin diukur.

Simbol Ampere (A)


Simbol ini mengindikasikan pengukuran arus listrik. Arus listrik adalah
aliran elektron dalam suatu sirkuit. Ketika Anda ingin mengukur arus, pilih
mode yang sesuai pada multimeter, dan simbol A akan muncul. Anda
perlu memutuskan sirkuit dan menghubungkan multimeter dalam
rangkaian yang sesuai.

Simbol Ohm (Ω)


Simbol ini digunakan untuk mengukur hambatan dalam sirkuit. Hambatan
mengukur sejauh mana sirkuit menghalangi aliran arus. Ketika Anda ingin
mengukur hambatan, pilih mode ohm pada multimeter, dan simbol Ω
akan muncul. Anda dapat menghubungkan probe multimeter ke kedua
ujung komponen atau kabel yang ingin Anda ukur hambatannya.

Simbol HFE (β)


Simbol ini berkaitan dengan pengukuran hFE atau “beta” pada transistor
bipolar. HFE mengukur penguatan arus transistor. Ketika Anda ingin
mengukur hFE, gunakan mode transistor pada multimeter, dan simbol β
akan muncul. Anda dapat menghubungkan probe multimeter ke kaki
transistor yang sesuai.

Simbol Diode (∆)


Simbol ini digunakan untuk mengukur diode dan transistor dalam mode uji
dioda. Saat Anda ingin menguji diode atau transistor, pilih mode dioda
pada multimeter, dan simbol ∆ akan muncul. Ini membantu Anda
memeriksa apakah dioda atau transistor berfungsi dengan benar.

Simbol Hertz (Hz)


Simbol ini digunakan dalam mode pengukuran frekuensi. Frekuensi
mengukur seberapa sering suatu sinyal berulang dalam satu detik. Ketika
Anda ingin mengukur frekuensi, pilih mode hertz pada multimeter, dan
simbol Hz akan muncul. Anda perlu menghubungkan probe multimeter ke
sirkuit yang menghasilkan sinyal frekuensi.

Baca Juga: Cara Menggunakan Multimeter Digital


Yang Baik dan Benar
Kesimpulan
Memahami simbol-simbol pada multimeter digital adalah langkah penting
dalam penggunaannya. Setiap simbol mewakili fungsi dan pengukuran
yang berbeda dalam alat ini. Dengan mengetahui simbol-simbol ini, Anda
dapat dengan lebih efektif menggunakan multimeter digital untuk
mendiagnosis masalah elektronik dan listrik dalam berbagai aplikasi.
Ingatlah untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang tepat dan
berhati-hati saat bekerja dengan aliran listrik.

Fungsi, Jenis, Bagian dan Cara


menggunakan AVO meter
By Gian Anshori

Fungsi dan Kepanjangan dari AVO meter

AVOmeter merupakan singkatan dari Amper-Volt-Ohm meter. Jadi


pengertian AVOmeter adalah suatu alat yang dapat digunakan
untuk mengukur tiga jenis besaran listrik, yaitu Arus (Amper),
Tegangan (Volt) dan Hambatan/ Resistansi (Ohm).

AVO meter dan Multimeter

Karena dapat digunakan untuk mengukur beberapa jenis besaran


listrik maka alat ini juga disebut sebagai Multimeter atau
Multitester.

Namun tidak semua Multimeter adalah AVO meter, karena


Multimeter yang sekarang beredar dipasaran ada juga yang
dilengkapi dengan tambahan pengukur besaran listrik lainnya
seperti Capasitansi dan lain-lain.

Jenis AVO meter


AVO meter maupun Multimeter ada dua jenis, yaitu Analog dan
Digital. Untuk penggunaannya tentu saja lebih mudah yang
digital, karena hasil pengukuran akan dengan mudah dapat kita
baca.

Namun lain halnya dengan yang jenis analog, karena kita harus
membaca penunjukan jarum dari hasil pengukuran.

Alat ukur jenis digital memang lebih mudah dalam pembacaan


hasilnya, namun dari segi keakurasian hasil pengukuran jenis
Analog lebih unggul.

Bagian-Bagian AVO Meter

Sebelum membahas cara menggunakan AVO meter, kita perlu


tau terlebih dahulu bagian-bagian penting dari AVO meter berikut
ini :
1. Batas Skala

Bagian ini berfungsi sebagai tempat kita membaca hasil


pengukuran yang kita lakukan. Pada batas skala ini terdapat
beberapa garis skala, sehingga sebelum membacanya kita harus
menentukan dulu garis skala mana yang akan kita gunakan.

Untuk menentukan garis skala yang kita gunakan, tergantung dari


apa yang akan kita ukur, hal ini dapat kita lihat dari kode pada
bagian ujung sebelah kanan dari masing-masing garis skala.

Temukan lebih banyak

Tester

Multimeter

AVO meter
multimeter

Alat

AVO Meter

AVOmeter

alat

Avometer

peralatan

Misalkan kita akan mengukur Resistansi (Ohm) maka garis skala


yang kita lihat adalah garis skala yang paling atas (garis dengan
simbol Ω ).

Khusus untuk pengukuran Resistansi (Ohm) pembacaan garis


skala dari kanan ke kiri, sedangkan untuk pengukuran lainnya
seperti Arus (A) dan Tegangan (V) dari kiri ke kanan.

2. Jarum Penunjuk
Jarum penunjukkan berfungsi sebagai penunjuk hasil pengukuran
pada alat ukur analog. Agar hasil pembacaan jarum penunjukan
ini akurat maka sebelum melakukan pengukuran pastikan jarum
penunjukan berada tepat pada titik nol.

Apabila posisi awal jarum tidak pada posisi nol, kita bisa
mengaturnya dengan memutar sekrup pengatur posisi jarum
(Zero Adjust Srew) menggunakan obeng pipih.

Temukan lebih banyak

alat

AVO meter

Avometer

AVOmeter

Tester

Multimeter

AVO Meter

Alat

peralatan

multimeter

Khusus untuk pengukuran Ohm kita dapat melakukan


pengkalibrasian dengan menghubungkan probe (+) dan (-),
kemudian mengatur posisi nol jarum pada sebelah kanan dengan
memutar Zero Adjust Knob.

3. Zero Adjust Srew

Bagian ini berupa sekrup yang berfungsi untuk mengatur posisi


awal jarum penunjukan agar berada tepat pada titik nol yang ada
disebelah kiri. Cara mengaturnya dengan cara memutar sekrup
tersebut menggunakan obeng pipih.

4. Batas Ukur (Tegangan DC, Arus DC, Tegangan AC dan


Resistansi)

Temukan lebih banyak

AVO meter

Alat

AVO Meter

AVOmeter

Tester

Avometer

Multimeter

peralatan

multimeter

alat
Pada AVOmeter umumnya terdapat beberapa jenis satuan yaitu;
DCV, DCmA, ACV dan Ohm (Ω), dimana masing-masing satuan
memiliki beberapa batas ukur. Batas ukur yang kita gunakan
harus diperhatikan jangan sampai lebih kecil dari kemungkinan
nilai yang akan kita ukur.

Misalkan kita hendak mengukur tegangan listrik di rumah kita.


Maka batas ukur mana yang kita pilih? Misalkan pada batas ukur
satuan AC V terdapat pilihan 12, 30, 120, 300 dan 600

Sebagaimana kita ketahui tegangan listrik dari PLN di rumah kita


berkisar 220 Volt. Sehingga batas ukur yang kita gunakan harus
lebih besar dari itu, sehingga dari pilihan yang disebut di atas kita
pilih batas ukur 300 V.

Temukan lebih banyak

peralatan

multimeter

AVO Meter

Alat

Tester

AVO meter

AVOmeter

Multimeter

Avometer
alat

Apabila kita tidak mengetahui kisaran nilai dari besaran yang kita
ukur maka sebaiknya kita pilih saja batas ukur yang terbesar dan
secara bertahap kita turunkan sampai didapat nilai yang bisa
terbaca secara akurat.

5. Selector Switch

Bagian ini berfungsi sebagai pemilih satuan yang akan diukur


beserta batas ukur yang akan digunakan. Pada AVO meter
umumnya ada 4 jenis satuan yaitu; DCV, DCmA, ACV dan Ohm
(Ω).

Dalam penentuan selector ini harus benar-benar diperhatikan,


karena kesalahan dalam pemilihan jenis satuan dan batas
ukurnya dapat berakibat kerusakan pada AVOmeter tersebut.

6. Probe

Probe adalah seutas kabel yang ujungnya dihubungkan dengan


logam seperti paku. Probe berfungsi untuk menghubungkan AVO
meter dengan titik yang akan diukur.

Pada umumnya probe pada multimeter ada 2 yaitu merah dan


hitam. Probe merah dihubungkan pada terminal positif (+)
sedangkan probe hitam pada terminal negatif (-).
7. Zero Adjust Knob

Bagian ini berupa tombol putar yang berfungsi untuk mengatur


posisi jarum penunjukan pada saat pengukuran pada satuan ohm
meter, atau disebut juga sebagai tombol kalibrasi.

8. Lubang Probe

Merupakan tempat untuk memasangkan/ memasukkan probe


berwarna merah (+) dan probe berwarna hitam (-).

Cara Mengukur Arus DC Menggunakan AVO meter

Pada AVO meter ataupun Multimeter umumnya hanya


pengukuran Arus listrik searah (Direct Current/DC) yang tersedia.
Sejauh ini saya belum pernah menjumpai AVOmeter atau
Multimeter yang meyediakan pengukuran Arus Bolak
Balik (Alternating Cutrent/AC).

Hal ini dikarenakan untuk pengukuran Arus AC akan lebih efektif


dan aman dengan menggunakan alat ukur Tang Amper atau
Clamp Tester.

Berikut langkah-langkah melakukan pengukuran Arus :

1. Pastikan posisi awal jarum menunjuk pada angka 0 (Sebelah


kiri). Apabila tidak silahkan putar zero adjust screw untuk
mengaturnya.
2. Posisikan selector switch sesuai satuan yang akan di ukur
yaitu DC A atau = DC, pada batas ukur yang terbesar.
3. Putuskan hubungan salah satu jalur kabel menuju beban
(lampu)
4. Hubungkan probe AVOmeter seperti gambar di atas
5. Baca hasil penunjukkan jarum secara tegak lurus agar
didapat pembacaan yang akurat
6. Apabila hasil simpangan penunjukan jarum hanya bergerak
sedikit (kecil), turunkan batas ukur secara bertahap sampai
didapatkan simpangan penunjukan jarum yang lebih jauh.
Cara Mengukur Tegangan AC Menggunakan AVO meter

Berikut langkah-langkah melakukan pengukuran Tegangan AC :

1. Pastikan posisi awal jarum menunjuk pada angka 0 (Sebelah


kiri). Apabila tidak silahkan putar zero adjust screw untuk
mengaturnya.
2. Posisikan selector switch sesuai satuan yang akan di ukur
yaitu ACV atau ~ AC pada batas ukur yang terbesar.
3. Hubungkan probe AVOmeter seperti gambar di atas
4. Baca hasil penunjukkan jarum secara tegak lurus agar
didapat pembacaan yang akurat
5. Apabila hasil simpangan penunjukan jarum hanya bergerak
sedikit (kecil), turunkan batas ukur secara bertahap sampai
didapatkan simpangan penunjukan jarum yang lebih jauh.

Cara Mengukur Tegangan DC Menggunakan AVO meter

Berikut langkah-langkah melakukan pengukuran Tegangan DC :


1. Pastikan posisi awal jarum menunjuk pada angka 0 (Sebelah
kiri). Apabila tidak silahkan putar zero adjust screw untuk
mengaturnya.
2. Posisikan selector switch sesuai satuan yang akan di ukur
yaitu DCV atau = AC, pada batas ukur yang terbesar.
3. Hubungkan probe AVOmeter seperti gambar di atas
4. Baca hasil penunjukkan jarum secara tegak lurus agar
didapat pembacaan yang akurat.
5. Apabila hasil simpangan penunjukan jarum hanya bergerak
sedikit (kecil), turunkan batas ukur secara bertahap sampai
didapatkan simpangan penunjukan jarum yang lebih jauh.

Cara Mengukur Hambatan/ Resistansi Menggunakan AVO


meter

Berikut langkah-langkah melakukan pengukuran Hambatan/


Resistansi :
1. Posisikan selector switch sesuai satuan yang akan di ukur
yaitu Ω (Ohm), pada batas ukur yang terbesar.
2. Lakukan pengkalibrasian AVOmeter dengan cara
menempelkan ujung probe (+) dan probe (-) lalu pastikan
posisi jarum menunjukkan 0 Ω (paling kanan)
3. Apabila posisi jarum tidak tepat pada 0 Ω silahkan putar zero
adjust knob untuk mengaturnya.
4. Hubungkan probe AVOmeter seperti gambar di atas
5. Baca hasil penunjukkan jarum secara tegak lurus agar
didapat pembacaan yang akurat.(ingat khusus ohm,
pembacaan dari kanan ke kiri)
6. Apabila hasil simpangan penunjukan jarum
hanya bergerak sedikit (kecil), turunkan
batas ukur secara bertahap sampai
didapatkan simpangan penunjukan jarum
yang lebih jauh.

Cara Cek Koneksi / Hubung Singkat

Selain untuk mengukur besaran listrik (arus, tegangan dan


hambatan), AVOmeter juga digunakan untuk mengecek koneksi
atau hubung singkat. Contohnya saat kita akan mengecek kondisi
penghantar (kabel) apakah masih bagus/terhubung atau sudah
rusak/putus.

Untuk pengecekan koneksi/hubung singkat ini kita gunakan


pemilihan selector switch pada posisi Ω (Ohm). Pada beberapa
merk AVO meter ada juga yang menambahkan fungsi buzzer,
yaitu apabila kondisi hubung maka buzzer akan berbunyi.

Berikut langkah-langkah melakukan pengecekan koneksi/ hubung


singkat :

1. Posisikan selector switch pada Ω (Ohm) atau Buzz


2. Lakukan pengkalibrasian AVOmeter dengan cara
menempelkan ujung probe (+) dan probe (-) lalu pastikan
posisi jarum menunjukkan 0 Ω (paling kanan).
3. Apabila posisi jarum tidak tepat pada 0 Ω silahkan putar zero
adjust knob untuk mengaturnya.
4. Hubungkan probe AVOmeter seperti gambar di atas
5. Apabila penunjukkan jarum adalah 0 Ω (paling kanan) atau
terdengar suara bippp... maka penghantar tersebut masih
terhubung (nyambung). Ingat khusus ohm, pembacaan dari
kanan ke kiri.
Sekian penjelasan tentang jenis, bagian dan cara
menggunakan AVO meter, semoga tulisan ini
bermanfaat.

Anda mungkin juga menyukai