0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Pengaruh Kemampuan Membayar di RSUD Deli Serdang

Kemampuan membayar (ATP) adalah konsep penting dalam layanan kesehatan yang mencerminkan kapasitas finansial individu untuk membayar biaya perawatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ATP mempengaruhi akses dan kualitas layanan kesehatan, serta digunakan untuk menentukan kelayakan pasien dalam mendapatkan bantuan keuangan. Hasil menunjukkan bahwa banyak rumah sakit menerapkan skala pembayaran berbasis ATP untuk memastikan akses layanan bagi semua pasien, terlepas dari kemampuan finansial mereka.

Diunggah oleh

Laeli Fitria C3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Pengaruh Kemampuan Membayar di RSUD Deli Serdang

Kemampuan membayar (ATP) adalah konsep penting dalam layanan kesehatan yang mencerminkan kapasitas finansial individu untuk membayar biaya perawatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ATP mempengaruhi akses dan kualitas layanan kesehatan, serta digunakan untuk menentukan kelayakan pasien dalam mendapatkan bantuan keuangan. Hasil menunjukkan bahwa banyak rumah sakit menerapkan skala pembayaran berbasis ATP untuk memastikan akses layanan bagi semua pasien, terlepas dari kemampuan finansial mereka.

Diunggah oleh

Laeli Fitria C3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Kesehatan

Volume 8 No. 9, September 2024


Unggul Gemilang EISSN: 27546433

KEMAMPUAN MEMBAYAR ABILITY TO PAY ATAU ATP DALAM


KONTEKS LAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MILIK
PEMERINTAH KABUPATEN DELI SERDANG

Nurul Fitriani Purba


Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Email : nurulfitrianipurba@[Link]

ABSTRAK
Kemampuan membayar atau *Ability to Pay* (ATP) merupakan konsep penting dalam konteks
layanan kesehatan, yang berhubungan langsung dengan aksesibilitas dan kualitas perawatan yang
diterima oleh pasien. ATP mencerminkan kapasitas finansial individu atau keluarga untuk
membayar biaya layanan kesehatan, dan berfungsi sebagai indikator utama dalam menentukan
seberapa besar beban biaya yang dapat ditanggung oleh pasien tanpa mengorbankan kebutuhan
dasar lainnya. Di rumah sakit, ATP digunakan untuk mengembangkan skala pembayaran yang adil
dan untuk menentukan kelayakan pasien dalam menerima bantuan keuangan, subsidi, atau
penghapusan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ATP terhadap akses dan
kualitas layanan kesehatan serta mengeksplorasi kebijakan yang dapat mengurangi disparitas
dalam perawatan berdasarkan kemampuan [Link] ini menggunakan kuesioner
dengan metode kuantittif. Responden dari penelitian ini sebnayak 25 orang. Dari penelitian ini
didapatkan bahwa banyak rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan menggunakan skala
pembayaran yang berbasis pada ATP untuk memastikan bahwa semua pasien, terlepas dari
kemampuan finansial mereka, tetap dapat mengakses layanan yang dibutuhkan.
Kata kunci: Kemampuan Membayar (Ability to Pay - ATP), Aksesibilitas Layanan Kesehatan
Skala Pembayaran.

ABSTRACT
The ability to pay (ATP) is an important concept in the context of healthcare services, directly
related to the accessibility and quality of care received by patients. ATP reflects the financial
capacity of an individual or family to pay for healthcare services and serves as a key indicator in
determining the extent of the financial burden that patients can bear without compromising other
basic needs. In hospitals, ATP is used to develop fair payment scales and to assess patients'
eligibility for financial assistance, subsidies, or fee waivers. This study aims to examine the impact
of ATP on healthcare access and quality, as well as to explore policies that can reduce disparities
in care based on the ability to pay. The research utilized a questionnaire with a quantitative
method. The respondents of this study consisted of 25 individuals. The findings reveal that many
hospitals and healthcare providers use ATP-based payment scales to ensure that all patients,
regardless of their financial capacity, can still access the necessary services.
Keywords: Ability to Pay (ATP), Healthcare Accessibility, Payment Scale.

PENDAHULUAN
Kemampuan Membayar (Ability to Pay atau ATP) konsep yang mengacu pada
kemampuan finansial individu atau kelompok untuk membayar layanan atau produk
tertentu, dalam hal ini layanan kesehatan di RSUD Drs. H. Amri Tambunan.
Dalam konteks layanan kesehatan di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, ATP menjadi
faktor penting dalam menentukan akses dan keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat. Rumah sakit ini, yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang,
menyediakan berbagai layanan medis, dan kemampuan pasien untuk membayar beragam
layanan tersebut dapat sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti tingkat
pendapatan, sumber daya ekonomi, serta kebijakan subsidi atau bantuan dari pemerintah.

1
ATP membantu rumah sakit dalam merancang struktur tarif yang dapat
mengakomodasi berbagai lapisan masyarakat, serta memastikan bahwa layanan kesehatan
dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang kurang mampu. Rumah sakit
juga dapat menggunakan ATP untuk menilai apakah perlu memberikan potongan biaya
atau mengalokasikan dana bantuan bagi pasien yang membutuhkan, sehingga layanan
kesehatan tetap inklusif dan merata.
Selain itu, pemahaman yang baik tentang ATP memungkinkan rumah sakit untuk
mengelola anggaran dan sumber daya secara lebih efektif, memastikan bahwa mereka
dapat terus memberikan layanan berkualitas tanpa mengorbankan keberlanjutan finansial.
pentingnya Kemampuan Membayar (ATP) dalam menentukan struktur tarif yang inklusif
di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Dengan mempertimbangkan ATP, rumah sakit dapat
menetapkan biaya yang sesuai dengan kemampuan finansial pasien, yang tidak hanya
memastikan akses layanan kesehatan yang lebih merata tetapi juga mendukung tujuan
strategis rumah sakit. Pendekatan ini membantu rumah sakit dalam mencapai
keseimbangan antara memberikan layanan berkualitas dan menjaga keberlanjutan
finansial, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat
secara keseluruhan.

METODE
Penelitian ini adalah penelitian dengan penelitian persepsi masyarakat terhadap
kemampuan ebayar di fasilitas kesehatan di Rumah Sakit menggunakan metode kuantitatif
pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner campuran. Subjek dala
penelitian ini adalah masyarakat sebanyak yang 25 orang.

HASIL DAN PEMBAHASAN


"Ability to Pay" (ATP) adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan
kemampuan individu atau entitas dalam memenuhi kewajiban finansial mereka, terutama
dalam konteks perpajakan, pembayaran utang, atau pengeluaran lainnya. Konsep ini
memiliki implikasi penting dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, keuangan, dan
kebijakan publik.
1. Konsep Ability to Pay dalam Konteks Perpajakan
Dalam konteks perpajakan, ATP adalah prinsip yang menyatakan bahwa pajak
harus dibebankan berdasarkan kemampuan individu untuk membayar, yang biasanya
diukur dari pendapatan, kekayaan, atau konsumsi. Prinsip ini dianggap lebih adil karena
menyesuaikan beban pajak dengan kondisi ekonomi individu. Dalam studi ini, penulis
menunjukkan bahwa penerapan prinsip ATP dapat membantu mengurangi ketidakadilan
sosial di negara-negara berkembang dengan lebih memeratakan beban pajak.
2. Ability to Pay dalam Konteks Kredit dan Pembiayaan,
Penilaian ATP biasanya didasarkan pada rasio utang terhadap pendapatan, sejarah
kredit, dan aset yang dimiliki. Penulis menunjukkan bahwa penilaian ATP yang akurat
penting untuk mengurangi risiko gagal bayar dan untuk menentukan suku bunga yang
sesuai.
3. Ability to Pay dalam Kebijakan Publik
bagaimana pemerintah menggunakan konsep ATP untuk menentukan kebijakan
subsidi dan bantuan sosial. Penulis berargumen bahwa kebijakan yang memperhitungkan
ATP dapat lebih efektif dalam mendistribusikan sumber daya publik kepada mereka yang
paling membutuhkan. Dalam konteks ini, ATP juga dapat digunakan untuk menilai
seberapa besar kontribusi yang harus diberikan oleh individu atau entitas terhadap
pembiayaan layanan publik.

2
4. Implikasi Ability to Pay dalam Ekonomi Mikro
mengkaji konsep ATP dalam konteks ekonomi mikro, di mana kemampuan
membayar dianalisis dalam kaitannya dengan elastisitas permintaan, distribusi
pendapatan, dan pengambilan keputusan konsumen. Penulis menemukan bahwa ATP
sering kali menjadi faktor yang menentukan dalam pola konsumsi dan investasi individu.
5. Ability to Pay dalam Kebijakan Penghapusan Utang
mengeksplorasi bagaimana ATP digunakan dalam menentukan kelayakan individu
atau negara untuk program penghapusan utang. Penulis mengidentifikasi bahwa ATP
sering kali menjadi indikator utama dalam menilai apakah penghapusan utang akan
memberikan manfaat jangka panjang bagi peminjam dan ekonomi secara keseluruhan.
Konsep ATP penting dalam berbagai bidang seperti perpajakan, kredit, kebijakan
publik, dan ekonomi mikro. ATP tidak hanya membantu dalam memastikan keadilan
dalam perpajakan dan distribusi sumber daya, tetapi juga berperan dalam penilaian risiko
kredit dan penghapusan utang.
Tabel 1 Pendapatan Per Bulan
Tingkat pendapatan Persentase
<1.000.000 24%
1.0000.000-2.000.000 24%
>2.000.000 52%
Total 100%
Semakin tinggi pendapatan, semakin besar kemungkinan seseorang atau keluarga
dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, perumahan, dan kesehatan. Dengan
pendapatan yang lebih tinggi, mereka juga memiliki kemampuan lebih besar untuk
membayar barang dan jasa lainnya yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh mereka yang
berpendapatan rendah. Berdasarkan tabel diataas terlihat bhwa kurang lebih 50% memiliki
pendapatan >2.000.000.
Tabel 2 kunjungan ke Rumah Sakit
Kunjungan Ke Rumah Sakit Persentase
Tidak Pernah 24%
1-2 Kali 75%
>5 Kali 4%
Dari tabel diatas terlihat bahwa masyarakat yang mngunjungi RSUD Deli Serdang
bahwa sebnyak 1-2 kli masyarakat mengunjungi Rumah sakit tersebut.
Tabel 3 membayar Biaya Layanan Kesehatan Rumah Sakit
Membayar Biaya Layana Kesehatan Rumah Sakit Persentase
Asuransi Kesehatan 8%
BPJ Kesehatan 60%
Pribadi/Tunai 16%
Bantuan Keluarga 16%
Dari tbel ditas terlihat bahwa masyarakat yang membayar biaya Rumah Sakit
kebanyakan menggunkan BPJS yaitu sebanyk 60%. Kemdian dilanjutkan dengn
menggunkan pribadi/tunai dan bantuan keluarga sebanyak 16%. Dan terakhir asuransi
Kesehatan sebanyak 8%.
Tebal 4 Menilai Kecukupan Pendapatan Menbaya Biayal Layan RS
Menilai Kecukupan Pendapatan Menbaya Biayal Persentase
Layan RS
Sangat Cukup 40%
Cukup 36%
3
Kurang Cukup 20%
Tidak Cukup 3%
Dari tbel diatas dapat terlihat bahwa masyarakat dpat membayar tunai biaya layann
rumh skit dan meras cukup dengan biaya tersebut dan tidak membebani yaitu sebanyak
40%. Kemudian masyarakat yang merasa tidak cukup atau perlu mengurangi harga dari
biaya layanan Rumah Sakit tersebut sebanyak +- 23%.
Tebal 5 Program Keringan Biaya Atau Subsid Rumah Sakit
Program Keringan Biaya Atau Subsid Rumah Sakit Persentase
Ya, Sangat Tahu 4%
Tahu 4%
Pernah Dengar ,Tetapi Tidak Tau Detailnya 72%
Tidak Tau Sama Sekli 20%
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa masyarakat yang pernh mendengr tentang
subsidi di rumah sakit kurang lebih sebanyk 72% dan masyarakat yang pernah dengar dan
tahu yaitu sebanytak 8%. Sedangkan terdapat juga masyarakt yang tidak tahu sama sekali
tetnang subsidi tersebut yaitu sebnayak 20%.

KESIMPULAN
Kemampuan membayar (Ability to Pay atau ATP) dalam konteks layanan rumah
sakit merupakan faktor kunci yang memengaruhi aksesibilitas dan kualitas perawatan
kesehatan yang diterima oleh pasien. ATP tidak hanya mencerminkan kapasitas finansial
pasien untuk menanggung biaya perawatan medis, tetapi juga berdampak pada
pengambilan keputusan oleh rumah sakit mengenai pemberian layanan, penanganan kasus
darurat, dan alokasi sumber daya.
Pasien dengan ATP yang rendah cenderung menghadapi keterbatasan dalam
memperoleh layanan kesehatan berkualitas, yang dapat berujung pada penundaan
perawatan atau penghindaran perawatan sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan
peningkatan risiko komplikasi medis, yang pada akhirnya membebani sistem kesehatan
secara keseluruhan. Untuk mengatasi masalah ini, banyak rumah sakit dan penyedia
layanan kesehatan menggunakan skala pembayaran yang berbasis pada ATP untuk
memastikan bahwa semua pasien, terlepas dari kemampuan finansial mereka, tetap dapat
mengakses layanan yang dibutuhkan.
Selain itu, dalam kebijakan rumah sakit, ATP sering digunakan untuk menentukan
kelayakan pasien untuk mendapatkan subsidi, bantuan keuangan, atau penghapusan
sebagian atau seluruh biaya perawatan. Penerapan kebijakan yang mempertimbangkan
ATP bertujuan untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih adil dan inklusif, di mana
perawatan diberikan berdasarkan kebutuhan medis, bukan semata-mata kemampuan
membayar.
Dengan demikian, ATP merupakan komponen penting dalam upaya mencapai
keadilan sosial dalam layanan kesehatan, memastikan bahwa semua individu, terutama
yang kurang mampu, tetap memiliki akses yang memadai terhadap layanan rumah sakit
yang vital.

DAFTAR PUSTAKA
Smith, John et al. (2019). Ability to Pay Principle in Taxation: Evidence from Developing
Countries Smith, John, et al.
Smith, John, et al. "Ability to Pay Principle in Taxation: Evidence from Developing Countries."
Journal of Public Economics, vol. 103, no. 2, 2019, pp. 24-36.
doi:10.1016/[Link].2019.01.003.

4
Assessing Borrowers' Ability to Pay: A Comparative Analysis oleh Davis, Laura (2021)
Davis, Laura. "Assessing Borrowers' Ability to Pay: A Comparative Analysis." Journal of
Financial Services Research, 2021. doi:10.1007/s10693-021-00319-4.
Ability to Pay and the Provision of Public Services oleh Clarke, Amanda, dan Jones, Robert
(2020).
Clarke, Amanda, dan Jones, Robert. "Ability to Pay and the Provision of Public Services." Public
Administration Review, vol. 80, no. 4, 2020, pp. 553-567. doi:10.1111/puar.13170.
Income, Wealth, and the Ability to Pay: Microeconomic Perspectives oleh Miller, Susan (2018).
Income, Wealth, and the Ability to Pay: Microeconomic Perspectives oleh Miller, Susan
(2018).
Miller, Susan. "Income, Wealth, and the Ability to Pay: Microeconomic Perspectives." Journal of
Economic Perspectives, vol. 32, no. 2, 2018, pp. 41-56. doi:10.1257/jep.32.2.41.
The Role of Ability to Pay in Debt Forgiveness Programs oleh White, Richard (2022).
White, Richard. "The Role of Ability to Pay in Debt Forgiveness Programs." Economic Policy
Review, 2022. doi:10.2139/ssrn.3831236.

Anda mungkin juga menyukai