DESAIN INTERAKSI
PEMBELAJARAN BAHASA
INDONESIA
Nama : Wulandari
NIM : 22017181
Sesi : 202510170074
Prodi : Sastra Indonesia
Semester : 7 (Ganjil)
Tahun : 2025
MENDESAIN INTERAKSI PEMBELAJARAN
BAHASA INDONESIA/BIPA
A. Interaksi Belajar-Mengajar
1. Pengertian Interaksi Belajar-Mengajar
Interaksi adalah hubungan timbal balik antara individu atau kelompok yang saling memengaruhi,
memberi, dan menerima. Dalam konteks pendidikan, interaksi menjadi hal penting karena
melibatkan hubungan antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Melalui interaksi, guru
dapat mengetahui sejauh mana materi dipahami siswa, sementara siswa memperoleh bimbingan
dan
umpan balik dari guru. Menurut Sardirman (2012), interaksi belajar mengajar merupakan
hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik dalam suatu sistem pengajaran yang
berperan penting untuk menciptakan situasi belajar yang efektif dan bermakna.
2. Komponen – komponen Belajar
Mengajar
Ada beberapa komponen beljar-mengajar, yaitu
(1) tujuan, suatu cita-cita yangingindicapai dari
pelaksanaan suatu kegiatan,
(2) bahan pelajaran, yaitu substansi yangakandisampaikan dalam
proses belajar mengajar,
(3) Kegiatan Belajar Mengajar,
(4) Metodepembelajaran, (5) Sumber
Pembelajaran, dan
(6) Evaluasi.
[Link]-faktor yang Mempengaruhi Interaksi
Belajar-Mengajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi belajar-mengajar menurut E. De Corteadalah
sebagai berikut: (1) guru yang melaksanakan kegiatan instruksional, (2) sistem yangmenjalani
kegiatan
belajar, (3) tujuan, yang telah dirumuskan untuk dicapai, (4) materipelajaran, yang menjadi inti atau
materi interaksi, (5) Metode yang digunakan. Dalam kehidupan sosial faktor yang mempengaruhi
interaksi sosial adalah: (1) mitasi,tindakan ini merupakan peniruan dari tindakan orang lain, seperti
meniru sikap atau tingkah laku maupun pada penampilan seseorang secara fisik; (2) Sugesti. (3)
Identifikasi, (4) Simpati,(5) Empati, (6) Motivasi.
4. Manfaat Interaksi Belajar-Mengajar
Interaksi antara guru dan siswa memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Di era modern,
interaksi langsung perlu terus dijaga karena memberikan berbagai manfaat, antara lain:
[Link] rasa hormat dan kepekaan sosial
Interaksi yang baik menumbuhkan sikap saling menghormati, tenggang rasa, dan kepekaan
sosial antara guru dan siswa, sejalan dengan nilai-nilai santun dan ramah dalam budaya bangsa.
2. Sebagai Motivasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar
Interaksi yang aktif dan metode pembelajaran interaktif dapat menumbuhkan semangat belajar,
mengurangi kebosanan, dan meningkatkan prestasi akademik siswa. Guru berperan penting
menciptakan suasana kelas yang menyenangkan namun tetap serius.
3. Tempat untuk Berkomunikasi dan Berinteraksi
Guru berfungsi sebagai orang tua kedua di sekolah. Melalui interaksi yang terbuka, siswa dapat
bercerita atau berkonsultasi tentang masalah yang dihadapi, sehingga guru dapat membantu
memberikan solusi dan dukungan emosional.
5. Pengaruh Interaksi Guru dan Siswa
Terhadap Prestasi Siswa di Sekolah
Interaksi yang harmonis antara guru dan siswa berperan penting dalam keberhasilan proses
belajar dan pencapaian prestasi siswa. Seperti digambarkan dalam novel Laskar Pelangi karya
Andrea Hirata, hubungan yang hangat antara Bu Mus dan murid-muridnya mampu menciptakan
suasana belajar yang inspiratif dan berbuah prestasi gemilang.
Menurut Sardirman (2012), interaksi belajar mengajar merupakan hubungan timbal balik antara
guru dan siswa dalam proses komunikasi edukatif. Agar interaksi ini berjalan efektif, terdapat
beberapa komponen penting, yaitu:
[Link] instruksional – menetapkan arah dan sasaran pembelajaran.
[Link] pembelajaran – disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter siswa.
[Link] dan alat – mendukung kelancaran penyampaian materi dan memperjelas konsep.
[Link] dan prasarana – mencakup waktu, tempat, dan media pembelajaran yang menunjang.
[Link] – menilai sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai.
Manfaat interaksi yang baik:
[Link] siswa: mempermudah pemahaman materi, meningkatkan motivasi belajar, menciptakan
rasa aman, memudahkan komunikasi dengan guru, dan menumbuhkan kepatuhan serta
moral yang baik.
[Link] guru: membantu memahami karakter siswa, memudahkan bimbingan, menumbuhkan
semangat kerja, memperlancar penyampaian materi, dan mencegah sikap pilih kasih.
Dengan demikian, interaksi guru dan siswa yang positif akan menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan, memperkuat hubungan emosional, serta meningkatkan prestasi dan karakter
siswa di sekolah (Nita Oktifa, 2022).
B. Model pembelajaran dalam
Kurikulum 2013
[Link] Model Pembelajaran
Menurut Miftahul Huda, model pembelajaran adalah gambaran keseluruhan proses yang kompleks, berisi berbagai teknik dan
prosedur. Rusman menambahkan bahwa model merupakan seperangkat materi dan prosedur yang memiliki dasar teori tertentu
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model yang tepat dapat meningkatkan motivasi, keaktifan, dan kemampuan berpikir tingkat
tinggi siswa.
2. Motivasi Belajar
Sardiman mendefinisikan motivasi belajar sebagai daya penggerak dalam diri siswa yang menjamin keberlangsungan dan arah
kegiatan belajar. Uno menyebut motivasi sebagai dorongan internal dan eksternal yang mendorong perubahan perilaku. Motivasi
belajar adalah dorongan dari dalam dan luar diri siswa untuk menumbuhkan semangat belajar agar tujuan tercapa
3. Pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013
Pengetahuan diperoleh siswa melalui proses aktif mencari informasi dari
berbagai sumber. Guru berperan sebagai perancang, pembimbing,
fasilitator, dan motivator. Pendekatan saintifik diterapkan melalui lima
langkah:
1. Mengamati – memperoleh informasi menggunakan pancaindra
(observasi kualitatif & kuantitatif).
2. Menanya – siswa mengajukan pertanyaan untuk menumbuhkan rasa
ingin tahu.
3. Mengumpulkan informasi – siswa mencari informasi melalui berbagai
sumber atau eksperimen.
4. Menalar/Mengasosiasi – menganalisis data secara kritis dan logis
untuk menemukan simpulan.
5. Mengomunikasikan – mempresentasikan hasil belajar untuk dikritisi
dan dibahas.
Model-Model Pembelajaran dalam K13
a. Project Based Learning (PjBL)
Pembelajaran berbasis proyek yang menuntut siswa melakukan penelitian untuk memecahkan masalah secara kritis.
Langkah-langkah:
[Link] proyek
[Link] langkah
[Link] jadwal
[Link] dan monitoring
[Link] laporan & presentasi
[Link] proyek
b. Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran berbasis masalah yang menuntut siswa membangun pengetahuan melalui proses investigasi terhadap masalah autentik.
Langkah-langkah:
[Link] masalah
[Link] siswa untuk penelitian
[Link] investigasi
[Link] dan mempresentasikan hasil
[Link] dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
c. Discovery Learning
Pembelajaran yang menuntut siswa menemukan konsep melalui proses berpikir intuitif dan ilmiah.
Langkah-langkah:
[Link]
[Link] statement
[Link] collection
[Link] processing
[Link]
[Link]
C. Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013
Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajardapat berupa buku
siswa, silabus, RPP, LKS/LKPD, instrumen evaluasi, dan media pembelajaran. Berikut dijelaskan lebih rinci.
1. Buku siswa
Buku siswa merupakan buku yang digunakan oleh siswa sebagai sumber belajar. Buku ini menjabarkan
usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapaikompetensi yang diharapkan.
2. Silabus
Menurut e-book berjudul Model Pembelajaran Sains yang disusun oleh Dr. Rachmat Morado Sugiarto,
silabus adalah suatu rencana pembelajaran pada kelompok mata Pelajaran tertentu yang mencakup standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran,kegiatan pembelajaran, indikator dalam penilaian,
alokasi waktu.
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah perangkat yang lebih lengkap memberikan gambaran
tentang kegiatan pembelajaran. Guru merancang RPP untuksemua pertemuan yang disesuaikan dengan
penjadwalan di satuan pendidikan. RPP disusunberdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali
pertemuan atau lebih.
a. Prinsip-prinsip RPP
Selain definisi di atas RPP pun mempunyai prinsip-prinsip seperti yang dikemukakanoleh NanangHanafiah dan Cucu Suhana (2012:122) yaitu:
memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorongpartisipasi aktif peserta didik, mengembangkan membaca dan menulis proses,
memberikan umpan balik dan tindak lanjut, keterkaitan dan keterpaduan, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagaimana dalam permendikbud No 22 (2016) adalah prinsip penyusunan RPP dalam menyusun RPP hendaknya memperhatikan prinsip-
prinsip sebagai berikut: (a) perbedaan individual peserta didik antar lain kemampuan awal tingkat intelektual, bakat,potensi, minat, motivasi,
belajar kemampuan sosial, gaya belajar, kebtuhan kecepatan belajar,latar belakang budaya, norma, nilai dan lingkungan peserta didik; (b)
partisipasi aktif peserta didik; (c) berpusat pada peserta didik untuk mendorong semangat belajar motivasi, minat, kreatifitas,inisiatif inovatif,
dan kemandirian; (d) pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca dan
menulis, pemahaman keberagaman bacaan dan berekspresi dalamberbagai bentuk tulisan; (e) Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP
memuat rancangan program pemberianumpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi;
b. Karakteristik RPP
Terdapat beberapa karakteristik dari sebuah di antaranya:
(1) RPP harus memenuhi komponen dan struktur minimal sebagai berkut:materi ajar, metode pembelajara, langkah-langkah pembelajaran,
sumber dan penialaian hasil belajar.(
(2) Komponen-komponen RPP saling berhubungan dalam menunjang pencapaian indicator kompetensin dasar.
(3) RPP penyajian cakupan, tingkatan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan materi yangsesuai dengan tingkatan perkembangan peserta
didik.
(4) RPP menyajikan metode dan langkah-langkah pembelajaran yang aktif, kreatif, efektifdan menyenangkan .
(5) RPP menyajikan penialain hasil belajar yang beragam aspek dan teknik penilaian.
(6) RPP menyajikan sumber belajar yang beragam dan mudah diperoleh.
(7) Keseluruhan komponen RPP dapat digunakan guru atau disesuaikan dengan perubahan yang terjadi di sekolah
dan tuntutan masyarakat.
c. Langkah Penyusunan RPP
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terdapat langkah-Langkah sebagai dijelaskan oleh
Nanang Hanifiah dan Cucu Suhana (2012 hlm:122) langkah-langkah minimal dan menyusun pelaksanaan
pembelajaran dimulai dari mencantumkan identitas,tu juan pembelajaran, materi pembelajaran, metode
pembelajaran, dan penilaian, setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing tetapi semua
merupakan satu kesatuan penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut:1) Mencantumkan identitas.2)
Merumuskan tujuan pembelajaran.3) Menentukan materi pembelajaran.4) Menentukan model pembelajaran.5)
Menetapkan kegiatan pembelajaran (kegiatan awal, kegiatan inti, kegiatan penutup), 6) Memilih sumber belajar7)
Menentukan penilaian.
Berdasarkan beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa langkah-langkahpenyusunan RPP terdiri
atas:1) Identitas sekolah, mata pelajaran atau tema atau subtema, kelas atau semester, materi pokok, alokasi waktu,
tujuan Pelajaran, kompetensi dasar dan indicator, langkah-langkah pembelajaran, metode pembelajaran, media dan
sumber belajar, penutup, dan penilaian.
4. Lembar Kegiatan Siswa/Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKS/LKPD)
a. Pengertian LKS/LKPD
Menurut Fahrie (2012) Lembar kerja siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yangdigunakan
sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik dalam
kajian tertentu
b. Fungsi LKPD
Fungsi LKPD menurut Prastowo (2014: 205) yaitu: (a) sebagai bahan ajar yang bisameminimalkan
peran pendidik, namun lebih mengaktifkan peserta didik; (b) sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta
didik untuk memahami materi yang diberikan; (c) sebagaibahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk
berlatih; (d) memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.
c. Tujuan Penyusunan LKPD
Tujuan Penyusunan LKPD Menurut Prastowo (2014: 206) yaitu: (a) menyajikanbahan ajar yang
memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan;(b) menyajikan tugas-tugas yang
meningkatkan penguasaan peserta didik terhadap materiyang diberikan; (c) melatih kemandirian belajar peserta
didik; (d). memudahkan pendidikdalam memberikan tugas kepada peserta didik.
d. Kriteria Kualitas LKPD
Menurut Darmodjo (Widjajanti, 2008: 2-5) terdapat 3 kriteria kualitas LKPD yangmeliputi syarat Didaktik, syarat
konstruksi, dan syarat teknik.
e. Langkah-langkah menyusun LKPD
Menurut Prastowo (2014: 212-215) langkah-langkah menyusun LKPD yaitu:1) Melakukan analisis
kurikulum, .2) Menyusun peta kebutuhan LKPD, 3) Menentukan judul-judul LKPD; 4) Penulisan LKPD.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menulis LKPD, adalah sebagaiberikut: (a) Merumuskan kompetensi
dasar; (b) Menentukan alat penilaian; (c)Menyusun materi; (d) Memperhatikan struktur LKPD (struktur LKPD
terdiri atas enam komponen,yaitu judul, petunjuk belajar (petunjuk peserta didik), kompetensi yang akan
dicapai,informasi pendukung, tugas-tugas dan langkah-langkah kerja, serta penilaian).
5. Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB)
Instrumen dalam lingkup evaluasi diartikan sebagai perangkat yang digunakan olehguru guna menilai
tingkat ketercapai tujuan pembelajaran yang diperoleh dari hasil belajarsiswa yang meliputi 3 ranah yakni ranah
kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai cakupankompetensi tiap siswa.
a. Pengertian Instrumen Penilaian
Instrumen penilaianini merupakan perangkat yang digunakan oleh guru untuk mengumpulkan data,
menganalisismengukur, serta mengimplementasikan berbagai informasi yang diperoleh guna
menentukantingkat ketercapai tujuan pembelajaran yang telah dilaksanakan yang diperoleh melaluikompetensi
pengetahuan, Keterampilan, dan sikap sebagai cakupan kompetensi tiap siswa.
b Prinsip-Prinsip Intrumen Penilaian
Dalam kegiatan penilaian, ada beberapa prinsip yang menjadi penongkat keberhasilandan harus dijadikan
pedoman guru ketika melakukan kegiatan penilaian, yaitu;
1) Valid; validitas kerap dimaknai dengan kesahihan.
2) Reliabilitas; reliabilitas sering diartikan sebagai taraf kepercayaan dan keajegan.
3) Adil dan Obyektif; penilaian perlu mengutamakan rasa keadilan dan obyektifitas siswa,tidak adanya perbedaan
antara jenis kelamin, perbedaan budaya, serta berbagai hal yangmemberikan dedikasi pada pembelajaran.
4) Kontinyu (terus menerus); penilaian yang dilakukan secara bertkesinambungan oleh guruakan memberikan
gambaran yang lebih jelas tentang keadaan siswa.
5) Praktibilitas; tes memiliki taraf praktibilitas yang tinggi jika tes tersebut bersifat praktisdan mudah
pengadministrasiannya.
6) Terfokus pada kompetensi; proses penilaian memiliki tujuan agar dapat menilaipencapaian kemampuan yang
diraih oleh siswa terkait dengan kemampuan kognitif, afektif,psikomotorik serta nilai yang tercermin dari kebiasaan
berpikir, tindakan serta tingkah laku.
7) Mendidik; penilaian diharapkan dapat menyumbangkan pengaruh positif terhadapperolehan hasil belajar siswa.
8) Transparan; penilaian sebaiknya dilaksanakan secara terbuka untuk berbagai kalangan dandapat dipertanggung
jawabkan, sehingga ketentuan akan keberhasilan maupun kegagalanbelajar siswa nyata untuk kelompok orang yang
berkepentingan.
9) Bermakna; penilaian diharapkan mempunyai makna saling berhubungan dan memilikipengaruh bagi semua
pihak.
c. Teknik Instrumen Penilaian
Teknik instrumen penilaian merupakan cara yang digunakan dalam melakukanpenilaian terhadap aspek
yang dinilai. Secara keseluruhan teknik penilaian meliputi teknik tesdan teknik non tes.
d. Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi/ Higher Order Thinking Skill (HOTS)
1) Pengertian Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)
Order Thinking Skill (HOTS) merupakan suatu proses berpikir siswa dalam level kognitifyang lebiih yang
dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran. HOTS mencakup
keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berpikirkreatif, keterampilan beragumen, dan keterampilan
mengambil keputusan. Tujuan utama dari HOTS adalah bagaimana cara meningkatkan keterampilan berpikirsiswa
pada level yang lebih tinggi. 2) Indikator Keterampilan Berpikir tingkat Tinggi (HOTS)
Keterampilan berpikir dibagi menjadi dua tingkat yaituberpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill
/HOT) dan berpikir tingkat rendah LowOrder Tingking (LOT). Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS)
memiliki arti pengaplikasian pikiran yang lebih luas guna menciptakan atau mendapatkan sesuatu yangbaru.
Menurut Krathwohl dalam A revision of Bloom’s Taxonomy, indikator untuk mengukur keterampilan berpikir
tingkat tinggi meliputi menganalisis (C4), mengevaluasi (C5)dan mengkreasi (C5).
4) Langkah-Langkah Penyusunan Soal HOTS
Berikut langkah-langkah penyusunan soal HOTS: a) Menganalisis KD; b) Menyusun Kisi-Kisi; kisi-kisi
penyusunan soal digunakan guru untuk menyusun soalHOTS. Secara umum, kisi-kisi tersebut memandu
guru
dalam: (1) memilih KD yang dapat dibuat soal HOTS; (2) menentukan lingkup materi dan materi yang terkait
dengan KD yang akan diuji; (3) merumuskan indiktor soal; (4) menentukan nomor soal; (5) menentukan level
kognitif (L1 untuk tingkat kognitif C1 dan C2, L2 untuk tingkat C3 dan C4, dan L3 untuk tingkat kognitif C4,
C5,dan C6); (6) menentukan bentuk soal yang akan digunakan; c) Memilih Stimulus Yang Tepat dan
Kontetekstual; d) Menulis Butir Pertanyaan Sesuai dengan Kisi-Kisi Soal; e) Membuat Pedoman Penskoran
(rubrik) Atau Kunci
Jawaban.
e. E-Quiz
1) Pengertian E-Quiz
E-Quiz merupakan serangkaian jenis tes yang memanfaatkan media elektronik sepertismartphone,
komputer atau laptop. E-Quiz didasarkan pada sistem manajemen konten sederhana dimana pertanyaan danjawaban
dapat ditentukan, data pribadi dan organisasi dapat di simpan dan sistem aturan pada skor kinerja dapat dijalankan.
2) Aplikasi Quizizz
a) Pengertian Quizizz
Perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti adanya komputer, smartphone,tablet dan perangkat
pintar lainnya, membuat pelajaran dapat terlaksana dalam berbagai konteks. Quizizz adalah salah satu platform online
berbasis game yang dapat di manfaatkanoleh guru dalam dunia pendidikan yang dapat memunculkankeaktifan di ruang
kelas sertadapat membuat kelas lebih interaktif.
b) Karakteristik dan Penerapan Quizizz
Karakteristik Quizizz adalah tidak ada batasan pengguna dalam mengembangkan danmenentukan jumlah
pertanyaan dalam quiz, tiap opsi pertanyaan dapat disisipkan gambar,audio ataupun video di bagian latar belakang
pertanyaaan. Selain itu terdapat lebih dari 4 opsijawaban serta dari setiap opsi jawaban dapat disisipkan gambar,
audio ataupun video dibagian latar belakang opsi jawaban. Aplikasi Quizizz memiliki karakteristik permainan
seperti terdapat meme, avatar,tampilan tema yang beragam, dan backsound musik yang dapat membantu siswa agar
tertarikdan terhibur selama proses pembelajran.
6. Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala bentuk alat atau bahan yang digunakan dalamproses
pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Menurut Gagne &
Briggs (1979:19) media pembelajaran meliputi alat yang baik secarafisik digunakan untuk menyampaikan
isi materi pembelajaran, yang terdiri dari buku,tape recorder, kaset, video, video recorder, film, slide
(gambar bingkai), foto, gambar, grafik,televisi, dan komputer. Media pembelajaran kreatif dan inovatif
mampu meningkatkan pemahaman dan interaksiantar siswa, sehingga menyediakan media yang
menarik
perlu dicoba untuk membangkitkansuasana belajar yang lebih menyenangkan. Berikut ini dijelaskan
media koran digital untukasah kemampuan berpikir kritis, papan atau buku interaktif, Google
Classroom,
dan aplikasiedukasi berbasis teknologi.
KESIMPULAN
Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 menuntut guru untuk tidak hanya berperan sebagai penyampai
materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan interaksi belajar yang aktif dan
bermakna. Penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa, seperti Project Based Learning
dan Problem Based Learning, memungkinkan peserta didik terlibat secara langsung dalam proses
belajar melalui kegiatan berpikir, berdiskusi, dan bekerja sama. Keberhasilan pembelajaran sangat
bergantung pada kesiapan perangkat ajar yang dirancang secara matang serta pemanfaatan teknologi
pembelajaran yang relevan. Apabila seluruh komponen tersebut diterapkan secara terpadu, proses
pembelajaran akan berjalan lebih efektif dan mampu mengembangkan kompetensi peserta didik
secara menyeluruh
OPINI
Menurut saya, penerapan pembelajaran yang efektif dalam Kurikulum 2013 tidak dapat dilakukan
secara instan, karena memerlukan kesiapan guru dalam merancang strategi, perangkat, dan media
pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Guru perlu terus meningkatkan
kompetensi profesional dan pedagogiknya agar mampu mengelola kelas yang aktif dan inovatif. Selain
itu, dukungan sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi secara bijak menjadi faktor penting agar
model pembelajaran yang diterapkan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas
pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Terima Kasih