MISA PERINGATAN ARWAH 1000 Hari
Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono
Jumat, 04 Juli 2026
Pada umumnya, doa peringatan arwah seribu hari merupakan doa peringatan arwah yang
terakhir diselenggarakan. Doa peringatan arwah 1000 hari meninggalnya Bapak Fransiskus
Xaverius Murdijono mau merayakan iman kita akan Allah Sumber dan Tujuan segala
sesuatu. Allah menjadi Sumber Asal usul, Tujuan dan Kepenuhan segala sesuatu yang ada dan
segala sesuatu yang hidup. Seluruh sejarah kehidupan umat manusia mengalir dari Allah,
bersama Allah, dan menuju Allah. Dan pada akhir zaman, misteri karya keselamatan Allah
yang terlaksana melalui Kristus akan diselesaikan dan dipenuhi, di mana “Allah menjadi semua
di dalam semua (1 Kor. 15:28)”. Doa peringatan seribu hari menyatakan iman kita akan
kepenuhan karya keselamatan Allah dalam Kristus, dan akan karunia kehidupan bersama
Allah yang abadi sebagai Tujuan seluruh perjalanan hidup kita.
Dengan penuh iman kita berdoa kepada Allah:
1. Untuk Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono yang telah meninggal agar ia
menikmati kepenuhan keselamatan Allah, yakni kehidupan bersama Allah dan Orang
Kudus di surga;
2. Untuk keluarga, seluruh umat dan masyarakat agar mampu menjalani panggilan dan
perutusannya masing-masing dalam semangat kasih dan solidaritas untuk
menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini.
PERARAKAN MASUK - nyanyian Pembuka (Jikalau Gandum)
TANDA SALIB
I: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
SALAM
I: Semoga rahmat Tuhan kita Yesus
Kristus, cinta kasih Allah,
dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.
1
PENGANTAR
I: Saudara-saudari yang terkasih,
Rangkaian peringatan arwah untuk Bapak Fransiskus Xaverius
Murdijono telah mencapai hari yang ke-1000. Menurut tradisi budaya kita,
peringatan arwah seribu hari ini merupakan akhir dan puncak rangkaian
peringatan arwah. Dalam pengertian ini, kita sebenarnya mau merayakan
iman kita akan Allah, Sang Sumber dan Tujuan kehidupan segala sesuatu.
Hidup kita berasal dari Allah, dan akhirnya juga menuju kepada Allah.
Uskup kita Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono telah bersatu dengan
Sang Sumber dan Tujuan Hidup. Kita mohon, agar Uskup kita kini boleh
menjadi berkat bagi kita yang masih mengembara di dunia ini, secara
khusus bagi keluarga, sanak-saudaranya dalam mengarungi suka-duka
kehidupan di dunia ini, sampai akhirnya boleh berjumpa kembali di tempat
akhir tujuan peziarahan setiap insan, yakni Tuhan Allah di surga.
Kini, marilah kita mohon belas kasih dan pengampunan atas dosa kita.
TOBAT – Tuhan Kasihanilah Kami (Lauda Sion)
DOA KOLEKTA
I: Marilah kita berdoa (hening)
Allah Bapa Mahabaik,
berkat kebangkitan Putra Tunggal-Mu Engkau membuka jalan
menuju kepada-Mu. Ulurkanlah tangan kanan-Mu untuk menolong
kami agar kami terlindung dari segala kejahatan; dan semoga hamba-
Mu: Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono, yang telah Engkau
panggil seribu hari yang lalu ke dalam sukacita surgawi, boleh
bangkit bersama Yesus Kristus, Putra-Mu untuk menikmati
kebahagiaan kekal di surga bersama semua Orang Kudus. Dengan
pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan
Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah,
sepanjang segala masa
U: Amin.
BACAAN PERTAMA – Kis. 14:5-18
Kami memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan
2
sia-sia dan berbalik kepada Allah yang hidup.
L: Bacaan dari Kisah Para Rasul:
Waktu Paulus dan Barnabas berada di Ikonium orang-orang
Ikonium yang telah mengenal Allah dan orang-orang Yahudi
bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan
suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari Paulus dan
Barnabas dengan batu. Setelah mengetahuinya, menyingkirlah
rasul-rasul itu ke kota-kota Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan
daerah sekitarnya.
Di situ mereka memberitakan Injil. Di Listra ada seorang yang
duduk saja, karena lemah kakinya; ia lumpuh sejak dilahirkan dan
belum pernah dapat berjalan. Ia duduk mendengarkan, ketika
Paulus berbicara. Paulus menatap dia, dan melihat bahwa ia
beriman dan dapat disembuhkan. Lalu kata Paulus dengan suara
nyaring. “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak
berdiri, lalu berjalan kian kemari.
Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus,
mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia. “Dewa-dewa telah
turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas
mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena
Paulus yang berbicara.
Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar
kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan
bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan kurban
bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
Mendengar itu, Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian
mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil
berseru, “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian?
Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu!
Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya
kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada
Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan
segala isinya.
Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa
menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak
3
menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu
dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan
musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan
makanan dan kegembiraan.”
Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir
tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan
kurban kepada mereka.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan - Mzm. 115:1-2.3-4.15-16; R:1
Refren: Bukan kepada kami, ya Tuhan,
tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.
Mazmur:
1. Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada
kami, tetapi kepada nama-Mulah beri
kemuliaan,
oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-
Mu! Mengapa bangsa-bangsa akan
berkata,
“Di mana Allah mereka?”
2. Allah kita di Surga;
Ia melakukan apa yang dikehendaki-
Nya!. Berhala-hala mereka adalah perak
dan emas, buatan tangan manusia.
Bait Pengantar Injil
S: Alleluya. U: Alleluya.
S: Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kamu dan
akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan
kepadamu.
U: Alleluya.
4
INJIL – Yoh. 14:21-26
Penghibur yang akan diutus oleh Bapa, Dialah yang akan mengajarkan segala
sesuatu kepadamu.
I: Inilah Injil Suci menurut Yohanes:
U: Dimuliakanlah Tuhan
I: Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-
Nya, “Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah
yang mengasihi Aku. Dan barang siapa mengasihi Aku, ia akan
dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan
menyatakan diri-Kepadanya.”
Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya, “Tuhan, apakah
sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan
bukan kepada dunia?”
Jawab Yesus, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-
Ku. Bapa-Ku akan mengasihi Dia, dan kami akan datang kepadanya,
dan diam bersama-sama dengan dia. Barang siapa tidak mengasihi
Aku, dia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu
bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
Semua Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama
dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang diutus oleh
Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu
kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah
Kukatakan kepadamu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U: Terpujilah Kristus.
DOA UMAT
I: Saudara-saudari, saudara kita Bapak Fransiskus Xaverius
Murdijono telah mengakhiri pengabdiannya di dunia. Ia dipanggil
pulang Sang Pemilik Kehidupan, yakni Allah sendiri. Dalam
5
kesempatan mengenang dipanggilnya saudara kita, marilah kita
berdoa kepada-Nya :
L: Di peringatan arwah seribu hari ini, semoga Bapa telah menerima dan
mempersatukan Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono dalam
persekutuan Orang Kudus. Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga Bapa juga menerima arwah Ibu Theresia Ngatini yang telah 9
tahun lalu pergi untuk menghadap-Mu. Semoga Engkau memberikan
kedamaian jiwa bersama dengan para kudus-Mu di surga. Marilah kita
mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga Bapa melimpahkan berkat bagi keluarga yang ditinggalkan
sehingga melalui berkat-Mu, keluarga dapat menjalani peziarahan
hidup dengan penuh sukacita. Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga Bapa juga memberikan pertolongan bagi jiwa-jiwa yang masih
membutuhkan bantuan sehingga pada akhirnya mereka dapat
menerima pancaran kasih yang berasal dari-Mu sendiri. Marilah kita
mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
L: Semoga Bapa juga memberikan kebahagiaan bagi keluarga-keluarga
Kristiani yang sampai hari ini masih berjuang untuk menghidupi
Cinta Kasih dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
I: Demikianlah, ya Bapa, ungkapan doa kami. Sertailah dan dampingilah
kami dalam peziarah hidup ini dengan damai-Mu yang sejati. Dengan
pengantaraan Kristus Tuhan kami.
Persiapan Persembahan – (Persembahan Hidupku)
6
DOA ATAS PERSEMBAHAN
I: Allah Bapa, Sumber Kesucian,
terimalah doa yang kami panjatkan kepada-Mu bersama dengan
persembahan ini untuk memohon keselamatan abadi bagi hamba-Mu:
Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono yang telah seribu hari
menghadap-Mu. Sucikanlah kami dengan rahmat-Mu agar pantas
menerima Sakramen Cinta Kasih-Mu yang agung. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
U: Amin.
PREFASI II Arwah
I: Tuhan bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.
I: Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
U: Sudah kami arahkan.
I: Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U: Sudah layak dan sepantasnya.
I: Sungguh pantas dan
benar, layak dan
menyelamatkan,
bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa
Yang Kudus, Allah Yang Maha Kuasa dan Kekal, dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
Sebab, Dia menerima maut
seorang diri supaya kami semua
tidak mati; bahkan Dia sudah rela
wafat seorang diri, supaya kami
semua hidup bagi-Mu untuk
selamanya.
Sebab itu,
Bersama paduan suara para Malaikat, kami
7
memuji-Mu dan dengan sukacita berseru:
U: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan
DOA SYUKUR AGUNG II
Imam dengan tangan terentang, berkata:
S: Sungguh kuduslah Engkau,
Tuhan, sumber segala
kekudusan.
Ia mengatupkan tangan, lalu sambil mengulurkan tangan di atas bahan
persembahan (semua Konselebran mengulurkan tangan kanan ke arah
persembahan), bersama semua Konselebran berkata:
I: Maka kami mohon:
kuduskanlah persembahan
ini dengan pencurahan
Roh-Mu,
Ia mengatupkan tangan, lalu membuat satu kali tanda secara serentak di
atas roti dan piala sambil berkata:
Agar bagi kami
menjadi Tubuh dan Darah
Tuhan kami, Yesus Kristus.
Ia mengatupkan tangan.
Dalam rumusan berikut, kata-kata Tuhan diucapkan dengan cermat dan jelas
sesuai tuntutan hakikat kata-kata tersebut.
I: Ketika Dia diserahkan
untuk menanggung sengsara dengan rela,
Ia mengambil roti, dan sambil memegang, mengangkatnya sedikit di atas altar,
melanjutkan:
8
Dia mengambil roti,
dan sambil mengucap syukur,
Dia memecah-mecahkan
lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya,
seraya berkata:
Ia membungkuk sedikit (para Konselebran mengulurkan tangan kanan ke
arah hosti pada kata-kata)
TERIMALAH DAN MAKANLAH KAMU SEMUA: INILAH
TUBUHKU,
YANG DISERAHKAN BAGIMU.
Ia memperlihatkan Hosti Suci yang sudah dikonsekrasikan kepada umat, para
Konselebran memandang-Nya, (putra altar dapat membunyikan bel/gong),
kemudian ia meletakkan kembali di atas patena, kemudian berlutut
menyembah – para Konselebran menghormati-Nya dengan membungkuk
khidmat.
Sesudah itu, ia melanjutkan:
Demikian pula, sesudah perjamuan,
Ia mengambil piala, dan sambil mengangkatnya sedikit di atas altar, ia
melanjutkan:
Dia mengambil piala,
sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu,
memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya
berkata:
Ia membungkuk sedikit (para Konselebran mengulurkan tangan kanan ke
arah piala pada kata-kata)
TERIMALAH DAN MINUMLAH KAMU SEMUA: INILAH
PIALA DARAHKU,
DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG
9
DITUMPAHKAN BAGIMU
DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI
PENGAMPUNAN DOSA.
LAKUKANLAH INI
SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
Ia memperlihatkan Piala kepada umat (putra altar dapat membunyikan
bel/gong), lalu ia meletakkan kembali di atas korporale, kemudian berlutut
menyembah. Lalu, ia berkata:
Anamnese 2a Do=F
1 2 3... 5 3 21 1 ǁ
S: Ma-ri- lah mewartakan misteri i- man ki- ta.
1 2 3... 5 3 2 2'
U: Se- ti- ap kali kami makan ro- ti i- ni
1. . . 3 2 3 3'
dan minum dari pi-a- la i- ni,
3 2 1... 23 2'
Wa-fat-Mu, Tuhan, kami war-ta- kan
4 3 2 1 21 1 }
hingga Engkau da- tang.
Lalu, ia dengan tangan terentang, berkata:
I: Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami
mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala
keselamatan.
Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap
Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang
10
menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat
oleh Roh Kudus.
Imam dengan tangan terentang berkata:
I: Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi agar
Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan
dengan Paus kami, Leo 14, Uskup kami Robertus serta semua
rohaniwan.
I: Ingatlah akan hamba-Mu, Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono
yang telah Engkau panggil 1000 hari lalu dari dunia ini ke hadirat-Mu.
Perkenankanlah ia yang menjadi satu dengan Putra-Mu dalam
kematian juga menjadi serupa dengan Dia dalam kebangkitan.
I: Ingatlah juga akan saudara-saudari kami,
yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua
orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah
mereka dalam cahaya wajah-Mu.
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima
dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda
Allah, Santo Yosef, mempelainya, Para Rasul dan semua Orang Kudus,
sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu. Semoga kami
pun Engkau perkenankanturut serta memuji dan memuliakan Dikau.
Ia mengatupkan tangan.
dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.
Selebran Utama mengangkat patena dengan Hosti, sedangkan Diakon –
atau satu dari Konselebran kalau Diakon tidak ada - mengangkat Piala.
Sementara itu, Selebran Utama bersama semua Konselebran berkata:
I: Dengan pengantaraan Dia bersama Dia, dan dalam Dia, bagi-Mu,
Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh
Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
U: Amin.
BAPA KAMI – (Kotabaru)
DOA DAMAI
11
ANAK DOMBA ALLAH
DOA SESUDAH KOMUNI
I: Marilah kita berdoa (hening)
Allah Bapa Mahakuasa, kami telah menyambut rezeki surgawi
pada peringatan 1000 hari hamba-Mu Bapak Fransiskus
Xaverius Murdijono semoga berkat Ekaristi suci ini kami
bertekun dalam iman, harapan, dan kasih, dan saudara kami
Bapak Fransiskus Xaverius Murdijono menjadi pendoa bagi
kami yang masih melanjutkan pengabdian kami di dunia. Semoga
kami semua siap sedia untuk selalu untuk menyambut kehadian-
Mu yang menyelamatkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan
kami.
U: Amin.
DOA PEMBERKATAN BUNGA TABUR
I: Ya Bapa. Keidnahan dan keharuman bunga melambangkan kemuliaan
dan keharuman nama-Mu. Kami mohon, berkatilah bunga ini yang akan
kami taburkan pada makam hamba-Mu yang telah Engkau panggil.
Semoga taburan bunga ini dan keharumannya menghadirkan kemuliaan-
Mu yang memenuhi bumi dan hamba-Mu ini. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
U: Amin.
PENGUMUMAN
AMANAT PENGUTUSAN
BERKAT
I: Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita mengakhiri perayaan
Ekaristi dan doa kita untuk Bapak FX Murdijono, dengan mohon berkat
dari Tuhan.
I: Tuhan bersamamu.
U: Dan bersama rohmu.
I: Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberkati Saudara sekailan: Bapa dan
12
Putra dan Roh Kudus
U: Amin
PENGUTUSAN
I: Saudara-saudari, pergilah, misa sudah selesai
U: Amin
Nyanyian Penutup – (Ndherek Dewi Mariyah)
13