KE
STARKES 2024
dr Elsa Christy,[Link],FISQua,CHAE
- 368 -
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
c) Rumah sakit memiliki upaya D Bukti upaya untuk 10
untuk mendeteksi, mencegah mendeteksi, mencegah dan 5
dan menurunkan kesalahan menurunkan kesalahan obat 0
obat dalam meningkatkan dalam meningkatkan mutu
mutu proses penggunaan proses penggunaan obat,
obat. antara lain: FMEA (Failure
Mode and Effect Analysis),
daftar risiko beserta tindak
lanjutnya atau metode lainnya.
d) Seluruh staf rumah sakit D Bukti pelatihan tentang 10
dilatih terkait kesalahan obat kesalahan obat (medication 5
(medication error). error) kepada staff yang terkait. 0
7. Komunikasi dan Edukasi (KE)
Gambaran Umum
Perawatan pasien di rumah sakit merupakan pelayanan yang kompleks
dan melibatkan berbagai tenaga medis dan tenaga kesehatan serta
pasien dan keluarga. Keadaan tersebut memerlukan komunikasi yang
efektif, baik antar Profesional Pemberi Asuhan (PPA) maupun antara
Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dengan pasien dan keluarga.
Setiap pasien memiliki keunikan dalam hal kebutuhan, nilai dan
keyakinan. Rumah sakit harus membangun kepercayaan dan
komunikasi terbuka dengan pasien. Komunikasi dan edukasi yang
efektif akan membantu pasien untuk memahami dan berpartisipasi
dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengobatan
yang dijalaninya. Keberhasilan pengobatan dapat ditingkatkan jika
pasien dan keluarga diberi informasi yang dibutuhkan dan dilibatkan
dalam pengambilan keputusan serta proses yang sesuai dengan
harapan mereka.
Rumah sakit menyediakan program edukasi yang didasarkan pada misi
rumah sakit, layanan yang diberikan rumah sakit, serta populasi
pasien. Profesional Pemberi Asuhan (PPA) berkolaborasi untuk
memberikan edukasi tersebut. Edukasi akan efektif apabila dilakukan
sesuai dengan pilihan pembelajaran yang tepat, mempertimbangkan
keyakinan, nilai budaya, kemampuan membaca, serta bahasa.
Edukasi yang efektif diawali dengan pengkajian kebutuhan edukasi
pasien dan keluarganya. Pengkajian ini akan menentukan jenis dan
- 369 -
proses edukasi yang dibutuhkan agar edukasi dapat menjadi efektif.
Edukasi akan berdampak positif bila diberikan sepanjang proses
asuhan. Edukasi yang diberikan meliputi pengetahuan dan informasi
yang diperlukan selama proses asuhan maupun setelah pasien
dipulangkan. Dengan demikian, edukasi juga mencakup informasi
sumber-sumber di komunitas untuk tindak lanjut pelayanan apabila
diperlukan, serta bagaimana akses ke pelayanan gawat darurat bila
dibutuhkan. Edukasi yang efektif menggunakan berbagai format yang
sesuai sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pasien dan keluarga,
misalnya informasi diberikan secara tertulis atau audiovisual, serta
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Standar ini akan membahas lebih lanjut mengenai:
a. Pengelolaan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
b. Komunikasi dengan pasien dan keluarga.
a. Pengelolaan kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit
1) Standar KE 1
Rumah sakit menetapkan tim atau unit Promosi Kesehatan
Rumah Sakit (PKRS) dengan tugas dan tanggung jawab sesuai
peraturan perundangan.
2) Maksud dan Tujuan KE 1
Setiap rumah sakit mengintegrasikan edukasi pasien dan
keluarga sebagai bagian dari proses perawatan, disesuaikan
dengan misi, pelayanan yang disediakan, serta populasi
pasiennya. Edukasi direncanakan sedemikian rupa sehingga
setiap pasien mendapatkan edukasi yang dibutuhkan oleh
pasien tersebut. Rumah sakit menetapkan pengaturan
sumber daya edukasi secara efisien dan efektif. Oleh karena
itu, rumah sakit dapat menetapkan tim atau unit Promosi
Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), menyelenggarakan
pelayanan edukasi, dan mengatur penugasan seluruh staf
yang memberikan edukasi secara terkoordinasi.
Staf klinis memahami kontribusinya masing-masing dalam
pemberian edukasi pasien, sehingga mereka dapat
berkolaborasi secara efektif. Kolaborasi menjamin bahwa
informasi yang diterima pasien dan keluarga adalah
komprehensif, konsisten, dan efektif. Kolaborasi ini
- 370 -
didasarkan pada kebutuhan pasien, oleh karena itu mungkin
tidak selalu diperlukan. Agar edukasi yang diberikan dapat
berhasil guna, dibutuhkan pertimbangan- pertimbangan
penting seperti pengetahuan tentang materi yang akan
diedukasikan, waktu yang cukup untuk memberi edukasi,
dan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif.
3) Elemen Penilaian KE 1
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
a) Rumah Sakit menetapkan R Regulasi tentang 10
regulasi tentang pelaksanaan pelaksanaan PKRS di rumah -
PKRS di rumah sakit sesuai sakit sesuai poin a) – b) pada 0
poin a) – b) pada gambaran gambaran umum.
umum.
b) Terdapat penetapan tim atau D Tim atau unit Promosi 10
unit Promosi Kesehatan Kesehatan Rumah Sakit -
Rumah Sakit (PKRS) yang (PKRS) beserta Uraian tugas, 0
mengkoordinasikan Tanggung Jawab dan
pemberian edukasi kepada wewenang
pasien sesuai dengan
peraturan perundang-
undangan.
c) Tim atau unit PKRS D 1. Proses penyusunan 10
menyusun program kegiatan program kegiatan Promosi 5
promosi kesehatan rumah kesehatan RS 0
sakit setiap tahunnya, 2. Program Promkes RS yang
termasuk kegiatan dukasi disusun setiap tahun
rutin sesuai dengan misi termasuk kegiatan
rumah sakit, layanan, dan edukasi rutin sesuai
populasi pasiennya. dengan misi rumah sakit,
layanan, dan populasi
pasiennya.
d) Rumah sakit telah D Bukti penerapan pemberian 10
menerapkan pemberian edukasi kepada pasien dan 5
edukasi kepada pasien dan keluarga menggunakan 0
keluarga menggunakan media, format, dan metode
media, format, dan metode yang yang telah ditetapkan
yang telah ditetapkan. melalui Observasi/ simulasi
b. Komunikasi Dengan Pasien dan Keluarga
1) Standar KE 2
Rumah sakit memberikan informasi kepada pasien dan
- 371 -
keluarga tentang jenis asuhan dan pelayanan, serta akses
untuk mendapatkan pelayanan.
2) Maksud dan Tujuan KE 2
Pasien dan keluarga membutuhkan informasi lengkap
mengenai asuhan dan pelayanan yang disediakan oleh rumah
sakit, serta bagaimana untuk mengakses pelayanan tersebut.
Hal ini akan membantu menghubungkan harapan pasien
dengan kemampuan rumah sakit. Rumah sakit memberikan
informasi tentang sumber alternatif asuhan dan pelayanan di
tempat lain, jika rumah sakit tidak dapat menyediakan
asuhan serta pelayanan yang dibutuhkan pasien. Akses
mendapatkan informasi kesehatan diberikan secara tepat
waktu, dan status sosial ekonomi perawatan pasien tidak
menghalangi pasien dan keluarga untuk mendapatkan
informasi yang dibutuhkan.
3) Elemen Penilaian KE 2
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti skoring
a) Tersedia informasi untuk D Dokumen bukti adanya 10
pasien dan keluarga informasi untuk pasien dan 5
mengenai asuhan dan keluarga mengenai asuhan 0
pelayanan yang disediakan dan pelayanan yang
oleh rumah sakit serta akses disediakan oleh rumah sakit
untuk mendapatkan serta informasi akses untuk
layanan tersebut. Informasi mendapatkan layanan
dapat disampaikan secara tersebut. Informasi dapat
langsung dan/atau tidak disampaikan secara langsung
langsung. dan/atau tidak langsung.
b) Rumah sakit menyampaikan D Bukti penyampaian informasi 10
informasi kepada pasien dan berupa form edukasi/form 5
keluarga terkait alternatif rujukan yang telah terisi 0
asuhan dan pelayanan di kepada pasien dan keluarga
tempat lain, apabila rumah terkait alternatif asuhan dan
sakit tidak dapat pelayanan di tempat lain,
memberikan asuhan dan apabila rumah sakit tidak
pelayanan yang dibutuhkan dapat memberikan asuhan
pasien. dan pelayanan yang
dibutuhkan pasien.
c) Akses mendapatkan D Bukti informasi kesehatan 10
informasi kesehatan telah diberikan secara tepat 5
- 372 -
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti skoring
diberikan secara tepat waktu dan status sosial 0
waktu, dan status sosial ekonomi perawatan pasien
ekonomi perawatan pasien tidak menghalangi pasien dan
tidak menghalangi pasien keluarga untuk mendapatkan
dan keluarga untuk informasi yang dibutuhkan
mendapatkan informasi pada rekam medik
yang dibutuhkan.
d) Terdapat bukti pemberian D Dokumen bukti di rekam 10
informasi untuk pasien dan medik tentang pemberian 5
keluarga mengenai asuhan informasi untuk pasien dan 0
dan pelayanan di rumah keluarga mengenai asuhan
sakit.
4) Standar KE 3
Rumah sakit melakukan pengkajian terhadap kebutuhan
edukasi setiap pasien, beserta kesiapan dan kemampuan
pasien untuk menerima edukasi.
5) Maksud dan Tujuan KE 3
Edukasi berfokus pada pemahaman yang dibutuhkan pasien
dan keluarga dalam pengambilan keputusan, berpartisipasi
dalam asuhan dan asuhan berkelanjutan di rumah. Untuk
memahami kebutuhan edukasi dari setiap pasien beserta
keluarganya, perlu dilakukan pengkajian. Pengkajian ini
memungkinkan staf rumah sakit untuk merencanakan dan
memberikan edukasi sesuai kebutuhan pasien. Pengetahuan
dan keterampilan pasien dan keluarga yang menjadi
kekuatan dan kekurangan diidentifikasi untuk digunakan
dalam membuat rencana edukasi.
Pengkajian kemampuan dan kemauan belajar
pasien/keluarga meliputi:
a) Kemampuan membaca, tingkat Pendidikan;
b) Bahasa yang digunakan (apakah diperlukan penerjemah
atau penggunaan bahasa isyarat);
c) Hambatan emosional dan motivasi;
d) Keterbatasan fisik dan kognitif;
e) Kesediaan pasien untuk menerima informasi; dan
f) Nilai-nilai dan pilihan pasien.
Hasil pengkajian tersebut dijadikan dasar oleh staf klinis
- 373 -
dalam merencanakan dan melaksanakan pemberian
informasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga. Hasil
pengkajian didokumentasikan di rekam medis pasien agar
PPA yang terlibat merawat pasien dapat berpartisipasi dalam
proses edukasi.
6) Elemen Penilaian KE 3
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
a) Kebutuhan edukasi pasien dan D Pengkajian tentang 10
keluarga dinilai berdasarkan penilaian kebutuhan 5
pengkajian terhadap edukasi pasien dan 0
kemampuan dan kemauan keluarga yang berdasarkan
belajar pasien dan keluarga pengkajian terhadap
yang meliputi poin a) – f) pada kemampuan dan kemauan
maksud dan tujuan, dan belajar pasien dan keluarga
dicatat di rekam medis. yang meliputi poin a) –
f) pada maksud dan tujuan,
dan dicatat di rekam medis.
b) Hambatan dari pasien dan D Pengkajian terhadap 10
keluarga dalam menerima hambatan dari pasien dan 5
edukasi dinilai sebelum keluarga dalam menerima 0
pemberian edukasi dan dicatat edukasi pada rekam medis
di rekam medis.
c) Terdapat bukti dilakukan D Pengkajian kemampuan 10
pengkajian kemampuan dan dan kemauan belajar 5
kemauan belajar pasien/keluarga, serta hasil 0
pasien/keluarga, serta hasil pengkajian digunakan PPA
pengkajian digunakan PPA untuk membuat
untuk membuat perencanaan perencanaan kebutuhan
kebutuhan edukasi. edukasi pada rekam medis
7) Standar KE 4
Edukasi tentang proses asuhan disampaikan kepada pasien
dan keluarga disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan
bahasa yang dimengerti oleh pasien dan keluarga.
8) Maksud dan Tujuan KE 4
Informasi dan edukasi yang diberikan kepada pasien dan
keluarga sesuai dengan bahasa yang dipahaminya sesuai
hasil pengkajian.
Mereka ikut terlibat dalam pembuatan keputusan dan
berpartisipasi dalam asuhannya, serta dapat melanjutkan
- 374 -
asuhan di rumah. Pasien/keluarga diberitahu tentang hasil
pengkajian, diagnosis, rencana asuhan dan hasil pengobatan,
termasuk hasil pengobatan yang tidak diharapkan.
Pasien dan keluarga diedukasi terkait cara cuci tangan yang
aman, penggunaan obat yang aman, penggunaan peralatan
medis yang aman, potensi interaksi antara obat dan
makanan, pedoman nutrisi, manajemen nyeri, dan teknik
rehabilitasi serta edukasi asuhan lanjutan di rumah.
9) Elemen penilaian KE 4
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
a) Terdapat bukti bahwa D Bukti bahwa edukasi telah 10
edukasi yang diberikan diberikan kepada pasien dan 5
kepada pasien dan keluarga keluarga dengan cara dan 0
telah diberikan dengan cara bahasa yang mudah dipahami.
dan bahasa yang mudah W - Pasien
dipahami. - Keluarga
b) Terdapat bukti bahwa D Bukti pemberian penjelasan 10
pasien/keluarga telah kepada pasien dan keluarga 5
dijelaskan mengenai hasil mengenai hasil pengkajian, 0
pengkajian, diagnosis, diagnosis, rencana asuhan, dan
rencana asuhan, dan hasil hasil pengobatan, termasuk hasil
pengobatan, termasuk hasil pengobatan yang tidak
pengobatan yang tidak diharapkan pada rekam medis
diharapkan. W - PPA
- Pasien
- Keluarga
c) Terdapat bukti edukasi D Bukti pelaksanaan edukasi 10
kepada pasien dan keluarga kepada pasien dan keluarga 5
terkait dengan cara cuci terkait dengan: 0
tangan yang aman, 1. Cara cuci tangan yang aman,
penggunaan obat yang 2. Penggunaan obat yang aman,
aman, penggunaan 3. Penggunaan peralatan medis
peralatan medis yang aman, yang aman,
potensi interaksi obat-obat 4. Potensi interaksi obat-obat
dan obat-makanan, dan obat-makanan,
pedoman nutrisi, 5. Pedoman nutrisi,
manajemen nyeri, dan 6. Manajemen nyeri,
teknik rehabilitasi serta 7. Teknik rehabilitasi
edukasi asuhan lanjutan di Serta edukasi asuhan lanjutan di
rumah. rumah.
W - PPA
- 375 -
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
- Pasien
- Keluarga
10) Standar KE 5
Metode edukasi dipilih dengan mempertimbangkan nilai yang
dianut serta preferensi pasien dan keluarganya, untuk
memungkinkan terjadinya interaksi yang memadai antara
pasien, keluarga pasien dan staf.
11) Maksud dan Tujuan KE 5
Proses edukasi akan berlangsung dengan baik bila
mengunakan metode yang tepat. Pemahaman tentang
kebutuhan edukasi pasien serta keluarganya akan
membantu rumah sakit untuk memilih edukator dan metode
edukasi yang sesuai dengan nilai dan preferensi dari pasien
dan keluarganya, serta mengidentifikasi peran
pasien/keluarga.
Dalam proses edukasi pasien dan keluarga didorong untuk
bertanya/berdiskusi agar dapat berpartisipasi dalam proses
asuhan. Materi edukasi yang diberikan harus selalu
diperbaharui dan dapat dipahami oleh pasien dan keluarga.
Pasien dan keluarga diberi kesempatan untuk berinteraksi
aktif sehingga mereka dapat memberikan umpan balik untuk
memastikan bahwa informasi dimengerti dan bermanfaat
untuk diterapkan. Edukasi lisan dapat diperkuat dengan
materi tertulis agar pemahaman pasien meningkat dan
sebagai referensi untuk bahan edukasi selanjutnya.
Rumah sakit harus menyediakan penerjemah sesuai dengan
kebutuhan pasien dan keluarga. Bila di rumah sakit tidak
ada petugas penerjemah maka dapat dilakukan kerja sama
dengan pihak ketiga diluar rumah sakit.
12) Elemen Penilaian KE 5
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
a) Rumah sakit memiliki proses D Bukti pelaksanaan verifikasi 10
untuk memastikan bahwa untuk memastikan bahwa 5
pasien dan keluarganya pasien dan keluarganya 0
- 376 -
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
memahami edukasi yang paham edukasi yang
diberikan. diberikan, melalui wawancara
b) Proses pemberian edukasi di D Bukti dalam rekam medik 10
dokumentasikan dalam tentang pelaksanaan edukasi 5
rekam medik sesuai dengan yang sesuai dengan metode 0
metode edukasi yang dapat edukasi yang dapat diterima
diterima pasien dan pasien dan keluarganya.
keluarganya.
c) Materi edukasi untuk pasien D Bukti berupa materi edukasi 10
dan keluarga selalu tersedia untuk pasien dan keluarga 5
dan diperbaharui secara yang selalu tersedia dan 0
berkala. diperbaharui secara berkala.
W Tim PKRS
d) Informasi dan edukasi D Bukti bahwa informasi dan 10
disampaikan kepada pasien edukasi yang disampaikan 5
dan keluarga dengan kepada pasien dan keluarga, 0
menggunakan format yang menggunakan format yang
praktis dan dengan bahasa praktis dan dengan bahasa
yang dipahami pasien dan yang dipahami pasien dan
keluarga. keluarga.
e) Rumah sakit menyediakan D Bukti daftar penerjemah 10
penerjemah (bahasa dan (bahasa dan bahasa isyarat) 5
bahasa isyarat) sesuai dengan sesuai dengan kebutuhan 0
kebutuhan pasien dan pasien dan keluarga.
keluarga.
13) Standar KE 6
Dalam menunjang keberhasilan asuhan yang
berkesinambungan, upaya promosi kesehatan harus
dilakukan berkelanjutan.
14) Maksud dan Tujuan KE 6
Setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit, pasien
terkadang membutuhkan pelayanan kesehatan
berkelanjutan. Untuk itu rumah sakit perlu mengidentifikasi
sumber-sumber yang dapat memberikan edukasi dan
pelatihan yang tersedia di komunitas, khususnya organisasi
dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan
dukungan promosi kesehatan serta pencegahan penyakit.
Fasilitas pelayanan Kesehatan tersebut mencakup Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal ini dilakukan agar
- 377 -
tercapai hasil asuhan yang optimal setelah meninggalkan
rumah sakit.
15) Elemen penilaian KE 6
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
a) Rumah sakit mengidentifikasi D Bukti daftar Faskes dan 10
sumber-sumber yang ada di praktik mandiri untuk 5
komunitas untuk mendukung mendukung promosi 0
promosi kesehatan kesehatan dan edukasi yang
berkelanjutan dan edukasi menunjang asuhan pasien
untuk menunjang asuhan yang berkelanjutan
pasien yang berkelanjutan.
b) Rumah sakit telah memiliki D MOU atau Kerjasama dengan 10
jejaring di komunitas untuk jejaring di komunitas untuk 5
mendukung asuhan pasien mendukung asuhan pasien 0
berkelanjutan. berkelanjutan.
c) Memiliki bukti telah D Bukti tentang pemberian 10
disampaikan kepada pasien edukasi rujukan lanjutan di 5
dan keluarga tentang edukasi komunitas 0
lanjutan di komunitas.
Rujukan edukasi tersebut
dilaksanakan oleh jejaring
utama yaitu Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama
(FKTP).
d) Terdapat bukti edukasi D Bukti tentang pemberian 10
berkelanjutan tersebut edukasi berkelanjutan 5
diberikan kepada pasien sesuai diberikan kepada pasien 0
dengan kebutuhan. sesuai dengan kebutuhan.
16) Standar KE 7
Profesional Pemberi Asuhan (PPA) mampu memberikan
edukasi secara efektif.
17) Maksud dan Tujuan KE 7
Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang memberi asuhan
memahami kontribusinya masing-masing dalam pemberian
edukasi pasien. Informasi yang diterima pasien dan keluarga
harus komprehensif, konsisten, dan efektif. Profesional
Pemberi Asuhan (PPA) diberikan pelatihan sehingga terampil
melaksanakan komunikasi efektif.
- 378 -
18) Elemen penilaian KE 7
Elemen Penilaian Kelengkapan Bukti Skoring
a) Profesional Pemberi Asuhan D Bukti bahwa Profesional 10
(PPA) telah diberikan pelatihan Pemberi Asuhan (PPA) telah 5
dan terampil melaksanakan diberikan pelatihan dan 0
komunikasi efektif. terampil dalam
melaksanakan komunikasi
efektif berupa TOR, Materi,
Undangan, Sertifikat, Notulen
dan Bukti Pelaksanaan
lainnya
b) PPA telah memberikan edukasi D Bukti dalam rekam medik 10
yang efektif kepada pasien dan bahwa Profesional Pemberi 5
keluarga secara kolaboratif. Asuhan (PPA) telah 0
memberikan edukasi yang
efektif kepada pasien dan
keluarga secara kolaboratif.
C. Kelompok Sasaran Keselamatan Pasien
Gambaran Umum
Sasaran Keselamatan Pasien wajib diterapkan di rumah sakit untuk
mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien serta meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan sesuai dengan standar WHO Patient Safety (2007) yang
digunakan juga oleh pemerintah. Tujuan SKP adalah untuk mendorong
rumah sakit melakukan perbaikan-perbaikan yang menunjang tercapainya
keselamatan pasien. Sasaran sasaran dalam SKP menyoroti bidang-bidang
yang bermasalah dalam pelayanan kesehatan, memberikan bukti dan solusi
hasil konsensus yang berdasarkan nasihat para pakar serta penelitian
berbasis bukti.
Di Indonesia secara nasional untuk seluruh Fasilitas pelayanan Kesehatan,
diberlakukan Sasaran Keselamatan Pasien Nasional yang terdiri dari:
1. Sasaran 1 mengidentifikasi pasien dengan benar;
2. Sasaran 2 meningkatkan komunikasi yang efektif;
3. Sasaran 3 meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus
diwaspadai
4. Sasaran 4 memastikan sisi yang benar, prosedur yang benar, pasien
yang benar pada pembedahan/tindakan invasif;
5. Sasaran 5 mengurangi risiko infeksi akibat perawatan kesehatan; dan
6. Sasaran 6 mengurangi risiko cedera pasien akibat jatuh.