Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
*Corresponding Author
Diajukan : 31 Juli 2023
Disetujui : 6 Agustus 2023
Dipublikasi : 1 Januari 2024
ABSTRACT
Firm valuation reflects investors' assessment of a company's performance prospects in
relation to its stock price. A higher firm valuation indicates increased prosperity for shareholders
and signifies a company's attractiveness to investors. This research aims to conduct a thorough
analysis of how institutional ownership, profitability, and capital structure affect the valuation of
companies. The research specifically targets businesses within the property and real estate sector
that are listed on the Indonesia Stock Exchange from 2017 to 2022. Employing a quantitative
approach, the study employs purposive sampling to select a sample of 15 companies, resulting in
a total of 90 observations. Data analysis is conducted using panel data regression, facilitated by
Eviews 12 software. The research findings reveal that, when considered collectively, institutional
ownership, profitability, and capital structure variables jointly contribute to influencing firm
valuation. However, the outcomes of individual variable testing indicate that profitability
significantly impacts firm valuation, whereas institutional ownership and capital structure do not
exhibit a substantial influence on firm valuation.
PENDAHULUAN
Pasar modal merupakan wadah dalam dunia keuangan yang mempertemukan pihak-pihak yang
ingin menjual dan membeli aset jangka panjang dengan waktu minimal satu tahun, antara lain
saham, obligasi, reksa dana, waran, dan jenis instrumen pasar modal lainnya (Anggusti, 2020).
Penawaran saham perusahaan kepada investor terus meningkat dilihat dengan bertambahnya
perusahaan yang terdaftar setiap tahunnya. Salah satu entitas tercatat pada Bursa Efek Indonesia
yaitu sektor properti dan real estate bergerak dibidang pengembangan layanan dan mendukung
pembangunan perumahan, apartemen, perkantoran, real estate dan lainnya. Investasi dalam sektor
ini dianggap menjanjikan karena nilai asetnya terus meningkat dan memiliki risiko yang relatif
rendah, sehingga menarik bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam jangka panjang
(Setyaningsih, 2021).
Pada era industri yang semakin kompetitif, perusahaan dihadapkan pada persaingan yang ketat,
sehingga memaksa manajemen untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tujuan perusahaan terbagi
menjadi jangka pendeknya yang berupaya memaksimalkan laba perusahaan dan angka panjang
yang memfokuskan pada kesejahteraan pemegang saham (Dwiastuti & Dillak, 2019). Harga saham
menjadi gambaran pada kenaikan nilai bagi pemegang saham yang dapat dicapai suatu perusahaan
(Majidah & Habiebah, 2019). Nilai perusahaan menjadi suatu ukuran signifikan dalam
pengambilan keputusan investasi, analisis kinerja perusahaan, dan penilaian pertumbuhan usaha,
dan menentukan nilai bagi pemegang saham serta pihak lain yang terkait dengan entitas perusahaan
(Wardoyo, Luthfi Islahuddin, et al., 2022). Hubungan harga saham dengan nilai perusahaan
menjadi salah satu ukuran bagi nilai perusahaan secara keseluruhan entitas. Wardoyo et al (2021)
penilaian investor sangat penting terhadap harga saham yang meningkat karena diikuti dengan
bertambah nilai pada nilai perusahaan. Bagi perusahaan yang telah melaksanakan penawaran umum
saham dan mencapai penilaian perusahaan paling sesuai, menggambarkan kesejahteraan pemegang
saham sesuai tujuan perusahaan yang diinginkan (Iman et al., 2021).
Sebelumnya melansir dari tim riset CNBC Indonesia, beberapa emiten di sektor tersebut,
termasuk PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), mengalami kinerja perusahaan yang buruk pada
tahun 2019 karena laba bersih negatif akibat masalah dalam penjualan tanah, bangunan, dan hotel,
serta tingkat keuangan tinggi serta besarnya beban bunga pada tahun 2018 berdampak pada laba
bersih di tahun 2019 (Ayuningtyas, 2019). Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi faktor yang
mempengaruhi nilai perusahaan diantaranya kepemilikan institusional, profitabilitas, serta struktur
modal pada perusahaan properti dan real estate dalam rentang waktu antara tahun 2017 hingga
2022.
Berbagai riset menyatakan kepemilikan institusional mempunyai perngaruh pada nilai
perusahaan (Purba, 2021; Wafiyudin et al., 2020). Namun, beberapa riset lain menyimpulkan
kepemilikan institusional tidak berdampak pada nilai perusahaan (Mastuti & Prastiwi, 2021;
Widianingrum & Dillak, 2023). Riset yang dilakukan oleh (Nurhaliza & Azizah, 2023; Pambudi &
Meini, 2023; Tanjung, 2023) menyatakan profitabilitas dapat mempengaruhi terhadap nilai
perusahaan. Namun, didasarkan oleh temuan (Ayu Yuniastri et al., 2021; Dharmawan et al., 2023)
profitabilitas tidak berdampak kepada nilai perusahaan. Struktur modal berdampak kepada nilai
perusahaan didasarkan penelitian (Amro & Asyik, 2021; Nurhaliza & Azizah, 2023; Riki et al.,
2022), sebaliknya temuan yang menghasilkan struktur modal mempengaruhi secara negatif dan
signifikan pada nilai perusahaan didasarkan oleh (Damayanti & Darmayanti, 2022; Ilyas & Hertati,
2022). Namun, (Fakhr e Alam Afridi et al., 2022) menghasilkan struktur modal tidak
mempengaruhi nilai perusahaan.
Penelitian ini terdapat perbedaan pada penelitian sebelumnya yakni dengan mengganti proksi
yang dipakai sebagai pengukuran nilai perusahaan yakni Tobin’s Q. Tobin’s Q dianggap paling
rasional dari sejumlah rasio pengukuran lainnya karena berfungsi untuk menilai kinerja nilai
perusahaan serta menggambarkan sejauh mana manajeman efektif dalam mengelola aset
perusahaan serta mendorong pertumbuhan investasi (Arief et al., 2020).
STUDI LITERATUR
Signalling Theory menjelaskan tentang informasi yang diberikan manajer perusahaan guna
terjadi asimetri informasi (Sintyana & Artini, 2019). Asimetri informasi dapat terjadi karena satu
pihak memiliki lebih banyak informasi dibandingkan pihak lainnya (Farida et al., 2019). Pemegang
saham mendapat informasi mengenai prospek perusahaan yang dilihat melalui laporan keuangan,
terdapat informasi baik atau buruk tergantung situasi perusahaan (Maulidia & Asyik, 2020).
Sehingga informasi yang disampaikan penting untuk para pemegang saham atau yang memiliki
kepentingan, oleh karena itu, informasi perlu berisi mengenai detail, cacatan dan pandangan
menyeluruh mengenai sejarah, kondisi terkini dan proyeksi perusahaan di masa depan untuk
menjaga keberlangsungan perusahaan (Piristina & Khairunnisa, 2019). Kusumawati & Setiawan
(2019) menyatakan teori sinyal berhubungan dengan nilai perusahaan karena informasi yang
disampaikan perusahaan dapat mempengaruhi persepsi investor dan keputusan berinvestasi.
Nilai perusahaan merupakan persepsi masyarakat pada pertumbuhan perusahaan terjadi karna
mekanisme permintaan serta penawaran pada pasar modal sehingga tercermin dalam harga saham
(Dewi & Abundanti, 2019). Berdasarkan riset dari Wardoyo, Luthfi Islahuddin, et al (2022) nilai
perusahaan berperan penting apabila nilai tersebut meningkat, menghasilkan kenaikan harga
saham, dan memberikan keuntungan untuk para pemegang saham. Pengukuran nilai perusahaan
lewat harga saham juga akan mempengaruhi keyakinan pemegang saham terhadap potensi dan
kinerja bisnis perusahaan, baik saat ini maupun di masa depan. Karena, perusahaan harus menjaga
atau meningkatkan stabilitas harga sahamnya. Bagi investor, perusahaan yang memiliki sumber
daya berlimpah cenderung mendapatkan penilaian yang baik (Sukmadilaga et al., 2020).
Kepemilikan institusional bersifat komparatif atau adanya perbandingan kepemilikan dengan
lembaga lain. Kepemilikan institusional dapat mempengaruhi meningkatnya kontrol pada kinerja
manajeman perusahaan (Yusmaniarti et al., 2021). Menurut riset dari Mastuti & Prastiwi (2021)
semakin tinggi tingkat pengawasan yang dilakukan pihak institusi, semakin efektif penggunaan aset
perusahaan untuk menghindari pemborosan yang dilakukan oleh manajemen. Kepemilikan
institusional yang efektif persentasenya lebih dari 5%, sehingga pengawasan kinerja manajemen
optimal dan menghindari perilaku yang akan merugikan pemegang saham (Widianingrum &
Dillak, 2023). Peningkatan pengawasan oleh pihak institusi dapat mengendalikan serta memotivasi
manajemen untuk menunjukkan kinerja baik maka akan terjadi peningkatan pada nilai perusahaan
(Widilestariningtyas & Ahmad, 2021).
H1 : Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
Profitabilitas mencerminkan mengenai peluang dimasa depan yang dihasilkan dari penjualan,
penggunaan, atau pemanfaatan modal perusahaan (Wardoyo et al., 2021). Keberhasilam
perusahaan ketika mencapai laba atau keuntungan ketika periode waktu tertentu merupakan
gambaran dari profitabilitas (Novika & Siswanti, 2022). Profitabilitas dijadikan indikator sebagai
pengukuran kemampuan perusahaan untuk meraih keuntungan atau laba. Tingkat profitabilitas
tinggi menjadi alternatif menarik bagi investor dan calon investor yang tengah mencari peluang
investasi yang menguntungkan, sehingga memberikan efek positif pada harga saham serta nilai
keseluruhan perusahaan (Sofiatin, 2020).
H2 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
Struktur modal adalah suatu bagian dari sumber pendanaan perusahaan dalam memdanai
operasional dan investasi perusahaan. Bagian penting dari struktur modal adalah ekuitas dan utang
(Amro & Asyik, 2021). Menurut teori MM yang dikemukakan pada tahun 1958 dalam situasi
tertentu, struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Riset yang dikaji oleh Amro &
Asyik (2021) menyimpulkan bahwasanya struktur modal memiliki dampak pada nilai perusahaan
sebab dengan pendapatan yang tinggi dapat mengurangi beban pajak dengan cara meningkatkan
proporsi utang. Oleh sebab itu, perusahaan diminta untuk mengelola struktur modal dengan baik
agar menyeimbangkan risiko serta pengembalian bagi pemegang saham secara optimal (Irawati et
al., 2022).
H3 : Struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
METODE
Riset ini mengunakan informasi guna menganalisis 82 perusahaan yang berada dibidang
properti dan real estate di BEI dengan periode waktu 2017 hingga 2022. Metode yang ditentukan
untuk memilih sampel yakni metode purposive sampling (Hapsari et al., 2021), dibawah ini kriteria-
kriteria yang dijadikan acuan dalam penelitian :
No Kriteria Total
1. Perusahaan sektor properti dan real estate sudah tercatat pada 82
BEI tahun 2017-2022.
2. Perusahaan sektor properti dan real estate tidak konsisten (38)
mempublikasikan laporan keuangan pada BEI tahun 2017-
2022.
3. Perusahaan sektor properti dan real estate tidak konsisten (29)
menghasilkan laba tahun 2017-2022.
Jumlah Sampel 15
Tahun Penelitian 6
Total Observasi 90
Nilai perusahaan dapat dilakukan melalui harga saham dengan memanfaatkan rasio penilaian.
Penggunaan Tobin’s Q terjadi dalam mengevaluasi kinerja nilai perusahaan serta mencerminkan
kinerja manajeman dalam mengelola aktiva yang terdapat dalam perusahaan berupa aset serta
pertumbuhan investasi perusahaan (Arief et al., 2020). Tobin’s Q digunakan karena dianggap
paling rasional dari rasio lainnya dimana rasio ini memasukkan unsur kewajiban sebagai dasar
perhitungan. Pengukuran menurut Toni & Silvia (2021) menggunakan rumus seperti dibawah ini:
𝑀𝑉𝐸 + 𝐷𝑒𝑏𝑡
𝑇𝑜𝑏𝑖𝑛′ 𝑠 𝑄 =
𝑇𝐴
Pemegang saham institusional dianggap memiliki kemampuan pengawasan yang handal,
presentase yang cukup besar dari pihak institusional diharapkan dapat mempengaruhi maupun
mengubah keputusan dari kinerja manajemen (Kusumawati & Setiawan, 2019). Kepemilikan
institusional dihitung dengan membandingkan jumlah kepemilikan saham institusional dengan
keseluruhan saham yang beredar. Pengukuran ini diterapkan dalam riset Dewi & Abundanti
(2019), dengan menggunakan rumus seperti dibawah ini:
Y X1 X2 X3
Mean 1.127264 0.646969 0.056881 0.765206
Maximum 5.402060 0.966184 0.199723 3.788211
Minimum 0.326504 0.161618 0.000997 0.043337
Std. Dev. 0.833781 0.207060 0.044376 0.733688
Observations 90 90 90 90
Source: informasi telah diproses, Eviews 12 (2023)
Mengacu pada temuan analisis statistik deskriptif, menunjukkan bahwa nilai perusahaan serta
kepemilikan institusional, profitabilitas, dan struktur modal memiliki nilai mean lebih tinggi
daripada standar deviasi. Dapat diartikan bahwa data perusahaan cenderung mengelompok ataupun
tidak bervariasi secara signifikan.
Mengacu pada temuan uji multikolinearitas menunjukkan nilai korelasi antara variabel kepemilikan
institusional, profitabilitas, dan struktur modal di bawah 0,8. Dapat diartikan data tersebut lolos
gejala multikolinearitas.
Temuan uji chow menampilkan angka probabilitas chi-square 0.0000 < 0,05, sehingga model
regresi data panel yang dipakai yakni fixed effect model.
Mengacu pada pengujian hausman memperlihatkan angka probabilitas cross section random
0.7004 > 0,05. Bahwasanya model regresi data panel yang dipakai yakni random effect model.
Temuan uji lagrange multipier memperlihatkan angka (Breusch-Pagan) 0.0000 < 0,05. Artinya
terpilih model regresi yakni random effect model maka menjadi model paling tepat digunakan untuk
penelitian ini.
Mengacu pada temuan uji random effect model, dapat diperoleh persamaan model regresi data panel
yang menjelaskan pengaruh kepemilikan institusional, profitabilitas dan struktur modal terhadap
nilai perusahaan.
Uji F
Pada tabel 7, temuan uji koefisien determinan memperlihatkan bahwa mempeoleh adjusted
R-Squared sebanyak 0.183175 ataupun 18,32%. Artinya variabel independen dapat menerangkan
variabel dependen senilai 18,32% dan 81,68% sisanya diterangkan varaibel lain diluar penelitian.
Berikut temuan uji F memperoleh nilai prob (F-statistic) 0.000136 < 0.05, artinya H0 ditolak dan
H1 diterima. Maknanya secara simultan variabel independen memiliki pengaruh pada variabel
dependen.
Uji t
Pada tabel 7, temuan uji parsial (uji t) menghasilkan bahwa:
a. Nilai nilai probabilitas kepemilikan institusional (X1) 0.8567 > 0.05, maknanya
kepemilikan institusional tidak berdampak pada nilai perusahaan.
b. Nilai nilai probabilitas profitabilitas (X2) 0.0000 < 0.05, maknanya profitabilitas
berdampak positif pada nilai perusahaan.
c. Nilai nilai probabilitas struktur modal (X3) 0.9330 > 0.05, maknanya struktur modal tidak
memiliki pengaruh pada nilai perusahaan.
PEMBAHASAN
Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Nilai Perusahaan
Pada temuan uji t memperlihatkan koefisien regresi untuk kepemilikan institusional -0.105943
dan probabilitas bernilai 0.8567 > 0.05, berarti H0 diterima, hal ini mengindikasi bahwa
kepemilikan institusional secara parsial tidak berdampak signifikan pada nilai perusahaan.
Meskipun beberapa riset seperti yang dilakukan oleh (Purba, 2021; Wafiyudin et al., 2020)
mengindikasi dampak kepemilikan institusional mempengaruhi nilai perusahaan, namun berbagai
riset lainnya, seperti yang dilakukan oleh (Mastuti & Prastiwi, 2021; Widianingrum & Dillak,
2023), menunjukkan bahwasanya kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh signifikan
pada nilai perusahaan.
Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Pada hasil uji t memperlihatkan koefisien regresi profitabilitas adalah 5.652562 dan probabilitas
bernilai 0.0000 < 0.05, artinya H2 diterima, ini mengindikasikan bahwasanya profitabilitas
berdampak positif yang signifikan pada nilai perusahaan secara parsial. Berbagai riset dikaji oleh
(Nopianti & Suparno, 2021; Nurhaliza & Azizah, 2023; Pambudi & Meini, 2023; Tanjung, 2023)
KESIMPULAN
Pengolahan data menggunakan software Eviews 12 dari perusahaan sektor properti dan real
estate terdaftar di (BEI) tahun 2017 hingga 2022. Penelitian ini menghasilkan temuan kepemilikan
institusional, profitabilitas dan struktur modal secara bersamaan mempengaruhi nilai perusahaan.
Namun, jika dianalisis secara parsial temuan menunjukkan bahwasanya faktor profitabilitas
memiliki pengaruh positif yang signifikan kepada nilai perusahaan. Sementara itu, kepemilikan
institusional juga struktur modal tidak mempengaruhi yang signifikan pada nilai perusahaan.
Berdasarkan penelitian, diberikan saran kepada perusahaan properti dan real estate yang tercatat di
BEI agar tetap menjaga serta meningkatkan tingkat keuntungan perusahaan pada setiap tahun.
Tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan menarik minat dari para investor
untuk berinvestasi atau meningkatkan investasi dalam perusahaan tersebut.
REFERENSI
Amro, P. Z. N., & Asyik, N. F. (2021). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Struktur
Modal Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 10(7).
Anggusti, M. (2020). Dasar dasar Pasar Modal (Issue 8).
[Link]
e=1&isAllowed=y
Arief, H., Saratian, E. T. P., Nugroho, D. A., Ashshidiqy, N., & Kolis, D. N. (2020). Pengaruh
ROA, DER dan Tobin’s Q-Ratio Terhadap Harga Saham Pada Industri Pertambangan Migas
di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis, 6(2), 174–183.
Ayu Yuniastri, N. P., Endiana, I. D. M., & Kumalasari, P. D. (2021). Pengaruh Profitabilitas,
Kebijakan Deviden, Keputusan Investasi, Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap
Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Periode 2017-2019. Karya Riset Mahasiswa Akuntansi, 1(1), 69–79.
Ayuningtyas, D. (2019, April 2). Memotret Kinerja Emiten Properti 2018, Siapa Jawaranya? CNBC
Indonesia. [Link]
kinerja-emiten-properti-2018-siapa-jawaranya
Damayanti, N. M. E., & Darmayanti, N. P. A. (2022). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas,
Profitabilitas, Dan Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Transportasi Dan Logistik. E-
Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 11(8), 1462–1482.
[Link]
Dewi, L. S., & Abundanti, N. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Kepemilikan Institusional
dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Manajemen, 8(10), 6099–
6118.
Dharmawan, I. D., Gede, I., Putra, C., Santosa, M. E. S., Ekonomi, F., Universitas, B., & Denpasar,
M. (2023). Pengaruh Profitabilitas, Struktur Modal, Likuiditas, Kebijakan Dividen, serta
Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia. Kumpulan Hasil Riset Mahasiswa Akuntansi (KHARISMA), 5(Juni),
352–362.
Dwiastuti, D. S., & Dillak, V. J. (2019). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kebijakan Hutang, dan
Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 11(1), 137–146.
[Link]
Fakhr e Alam Afridi, Yousaf Khan, Dr. Sheeba Zafar, & Ms. Bushra Ayaz. (2022). The Effect of
Firm Size, Investment Opportunity Set, and Capital Structure on Firm Value. International
Journal of Social Science & Entrepreneurship, 2(2), 32–46.
[Link]
Farida, A. L., Roziq, A., & Wardayati, S. M. (2019). Determinant Variables Of Enterprise Risk
Management (ERM), Audit Opinions And Company Value On Insurance Emitents Listed In
Indonesia Stock Exchange. International Journal of Scientific & Technology Research, 8(7),
288–293.
Hapsari, D. W., Yadiati, W., Suharman, H., & Rosdini, D. (2021). Intellectual Capital and
Environmental Uncertainty on Firm Performance: The mediating role of the value chain.
Quality - Access to Success, 22(185), 169–176. [Link]
Ilyas, M., & Hertati, L. (2022). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Struktur Modal Dan Kebijakan
Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Era Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Keuangan Dan
Perbankan (JIKA), 11(2), 190–205.
Iman, C., Nurfatma, F., & Pujiati, N. (2021). Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Nilai
Perusahaan. Jurnal Ekonomi & Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika, 9(2).
Irawati, D. M., Hermuningsih, S., & Maulida, A. (2022). Analisis Pengaruh Struktur Modal,
Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal
Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 4(3), 813–827.
[Link]
Kusumawati, E., & Setiawan, A. (2019). Pengaruh Kepemilikan Manajerial , Kepemilikan
Institusional, Pertumbuhan Perusahaan , Likuiditas , dan Profitabilitas Terhadap Nilai
Perusahaan. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 4(2), 136–146.
[Link]
Majidah, & Habiebah, I. U. (2019). Apakah Corporate Governance Disclosure, Intellectual Capital,
Dan Karakteristik Perusahaan Merupakan Faktor Determinan Nilai Perusahaan? (Studi
Empiris Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 7(1),
161–168. [Link]
Mastuti, A. N., & Prastiwi, D. (2021). Pengaruh Kepemilikan Institusional Dan Ukuran Dewan
Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Profitabilitas. Jurnal Penelitian Teori & Terapan
Akuntansi (PETA), 6(2), 222–238.
Maulidia, L., & Asyik, N. F. (2020). Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Dan Likuiditas Terhadap
Financial Distress Pada Perusahaan Food and Beverage Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmu
Dan Riset Akuntansi, 9(2), 1–15.
[Link]
Nopianti, R., & Suparno. (2021). Struktur Modal Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan.
Jurnal Akuntansi, 8(1), 51–61. [Link]
Novika, W., & Siswanti, T. (2022). Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang Dan Perputaran
Persediaan Terhadap Profitabilitas (Studi Empiris Perusahaan Manufaktur – Subsektor
Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei Periode Tahun 2017-2019). Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Akuntansi, 2(1), 43–56.
Nurhaliza, N., & Azizah, S. N. (2023). Analisis Struktur Modal, Kepemilikan Manajerial,
Pertumbuhan Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Riset
Keuangan Dan Akuntansi, 9(1), 31–44.
Pambudi, S. G., & Meini, Z. (2023). The Effects of Profitability, Liquidity and Firm Size on Firm
Value, With Sustainability Report as the Moderating Variable. Jurnal Ekonomi, 12(1), 318–
326.
Piristina, F. A., & Khairunnisa, K. (2019). Analisis Pengaruh Kebijakan Dividen, Keputusan
Investasi Dan Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal ASET (Akuntansi
Riset), 11(1), 123–136. [Link]