RENCANA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Pendekatan Deep Learning
A. INFORMASI UMUM MODUL
Nama Penyusun :
Instansi/Sekolah :
Jenjang / Kelas : SD / VI
Bab/ Semester : 2/1
Materi : Konsep Rasio
Alokasi Waktu : 5 JP X 2 Pertemuan (10 x 35 menit)
Tahun Pelajaran : 2025/ 2026
B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase C
Pada akhir Fase C, peserta didik memperluas pemahaman dan intuisi bilangan (number
sense) dan operasi aritmetika pada bilangan cacah; membandingkan dan mengurutkan
pecahan, mengubah bentuk pecahan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan
pecahan; serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli.
Mereka dapat mengisi nilai yang belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang
berkaitan dengan operasi aritmetika; mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola
bilangan membesar yang melibatkan perkalian dan pembagian; menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan kelipatan persekutuan terkecil (KPK), faktor persekutuan terbesar
(FPB) dan yang berkaitan dengan uang; serta bernalar secara proporsional menggunakan
operasi perkalian dan pembagian dalam menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio
dan/atau yang terkait dengan proporsi. Mereka dapat menentukan keliling, luas,
mengonstruksi dan mengurai dari bangun datar dan gabungan; mengenali visualisasi
spasial; membandingkan karakteristik antarbangun datar dan antar bangun ruang, serta
menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem berpetak. Mereka dapat
mengurutkan, membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak benda dan data
hasil pengukuran dalam bentuk beberapa tampilan untuk mendapatkan informasi serta
menentukan seberapa mungkin kejadian dalam suatu percobaan acak.
Fase C Berdasarkan Elemen
Bilangan Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan
pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) pada
bilangan cacah sampai 1.000.000. Mereka dapat membaca,
menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan,
mengurutkan, melakukan komposisi dan dekomposisi
bilangan tersebut. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan uang. Mereka dapat melakukan
operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian bilangan cacah sampai 100.000. Mereka juga
dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan KPK
dan FPB. Peserta didik dapat membandingkan dan
mengurutkan berbagai pecahan termasuk pecahan campuran,
melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan,
serta melakukan operasi perkalian dan pembagian pecahan
dengan bilangan asli. Mereka dapat mengubah pecahan
menjadi desimal, serta membandingkan dan mengurutkan
bilangan desimal (satu angka di belakang koma)
Aljabar Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengisi nilai yang
belum diketahui dalam sebuah kalimat matematika yang
berkaitan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagian pada bilangan cacah sampai 1000 (contoh : 10 x
… = 900, dan 900 : … = 10) Peserta didik dapat
mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan pola bilangan
membesar dan mengecil yang melibatkan perkalian dan
pembagian. Mereka dapat bernalar secara proporsional untuk
menyelesaikan masalah sehari-hari dengan rasio satuan.
Mereka dapat menggunakan operasi perkalian dan
pembagian dalam menyelesaikan masalah seharihari yang
terkait dengan proporsi.
Pengukuran Pada akhir fase C, peserta didik dapat menentukan keliling
dan luas berbagai bentuk bangun datar (segitiga, segiempat,
dan segibanyak) serta gabungannya. Mereka dapat
menghitung durasi waktu dan mengukur besar sudut.
Geometri Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengonstruksi dan
mengurai bangun ruang (kubus, balok, dan gabungannya) dan
mengenali visualisasi spasial (bagian depan, atas, dan
samping). Mereka dapat membandingkan karakteristik antar
bangun datar dan antar bangun ruang. Mereka dapat
menentukan lokasi pada peta yang menggunakan sistem
berpetak.
Analisa Data Pada akhir fase C, peserta didik dapat mengurutkan,
danPeluang membandingkan, menyajikan, dan menganalisis data banyak
benda dan data hasil pengukuran dalam bentuk gambar,
piktogram, diagram batang, dan tabel frekuensi untuk
mendapatkan informasi. Mereka dapat menentukan kejadian
dengan kemungkinan yang lebih besar dalam suatu
percobaan acak.
Tujuan Pembelajaran
● memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa asio
untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua
besaran;
● menentukan kesamaan rasio dengan menggunakan tabel
rasio;
● menentukan rasio satuan; dan
● menentukan rasio bagian terhadap bagian dan rasio bagian
terhadap keseluruhan.
Pertanyaan Pemantik
● Bagaimana menyatakan rasio dari dua besaran yang
berbeda?
● Bagaimana menyelesaikan permasalahan terkait rasio
dengan melibatkan operasi hitung perkalian dan
pembagian?
● Bagaimana memodelkan permasalahan ke dalam tabel
rasio?
● Bagaimana menerapkan konsep faktor bilangan dalam
menyatakan kesamaan rasio?
● Bagaimana cara menentukan rasio satuan?
8 Profil Lulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan
keberadaan tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual
dalam kehidupan sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati
aturan dan norma social dalam kehidupan
bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab
social, serta berkomitmen untuk menyelesaikan
masalah nyata yang terkait, keberlanjutan manusia dan
lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan
reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta
memproses informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif,
fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau
informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan
bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif
dengan orang lain secara gotong roying untuk mencapai
tujuan Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung
jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses
dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mngetasi
hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat
bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat,
dan mampu menjaga keseimbangan Kesehatan mental
dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan
batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi
untrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik
lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif
dalam berbagai situasi.
Kata kunci Rasio, kesamaan rasio, rasio pada durasi waktu, rasio satuan,
kotak rasio, tabel rasio
Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :
Peserta didik Reguler 21 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian
jumlah anggota kelompok ketika jumlah siswa
sedikti atau lebih banyak)
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan
● Presentasi
pembelajaran
- Asesmen individu ● Produk
- Asesmen kelompok
● Tertulis
● Unjuk Kerja
● Tertulis
Metode dan Aktivitas Sarana dan Prasarana
● Penemuan terbimbing ● Ruang Kelas, White board, Alat tulis
● Eksplorasi
● Diskusi
Model Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan
peserta didik :
● Tatap muka ● Individu
● Berkelompok (Lebih dari dua orang)
Ketersediaan Materi :]
● Pengayaan untuk peserta didik berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
● Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep:
YA/TIDAK
Materi Pembelajaran
Bab 2 Rasio
A. Konsep Rasio
1. Membandingkan Benda
2. Pengertian Rasio
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
● Buku Matematika kelas VI SD
2. Sumber Alternatif
● Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di
lingkungan sekitar dan disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan bahan tayang
d. Mempersiapkan lembar kerja siswa
Panduan Pembelajaran :
A. Konsep Rasio
Sebelum mempelajari materi mengenai konsep rasio, guru diharapkan dapat menjelaskan
pengalaman belajar yang akan didapat peserta didik setelah mempelajari subbab ini.
Setelah mempelajari subbab ini, peserta didik dapat:
● memahami konsep rasio dan menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan
hubungan perbandingan antara dua besaran.
Pendahuluan
🧠 Mindful (Sadar Sepenuh Hati)
● Pembelajaran diawali dengan doa bersama untuk membangun kesadaran spiritual
dan kesiapan mental peserta didik.
👉 Salah satu peserta didik ditunjuk secara bergantian setiap minggu untuk
memimpin doa, membangun rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
“Hari ini, mari kita berdoa bersama agar pembelajaran berjalan lancar. Siapa
yang mau memimpin doa hari ini?”
● Guru mengajak peserta didik untuk menyadari kehadirannya hari itu melalui ice
breaking reflektif ringan, seperti:
“Apa kabar kalian hari ini? Coba tunjuk jari kalau kamu sedang merasa
bahagia. Kalau masih mengantuk, yuk tarik napas dalam-dalam dan
hembuskan perlahan.”
😊 Joyful (Belajar dengan Bahagia)
● Guru menyapa siswa satu per satu sambil mengecek kehadiran, memberikan
apresiasi kecil seperti:
“Selamat pagi, Dimas! Kamu terlihat semangat sekali hari ini. Sudah siap
belajar?”
● Sambil mempersiapkan alat dan bahan, guru mengajak dengan nada ringan dan
antusias:
“Ayo, siapa yang sudah siap dengan buku dan pensilnya? Angkat tangan,
yuk!”
🌱 Meaningful (Belajar yang Bermakna)
● Guru menyampaikan kompetensi, ruang lingkup materi, tujuan, manfaat
pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, serta metode penilaian dengan cara yang
kontekstual dan komunikatif.
Guru bisa menyampaikan lewat cerita pendek atau gambar ilustrasi yang dekat
dengan kehidupan siswa:
“Hari ini kita akan belajar bagaimana membagi dan mengalikan bagian dari
sesuatu. Misalnya, membagi kue, menyiram tanaman, atau berbagi air
minum. Wah, ternyata pelajaran kita bisa membantu kehidupan sehari-hari
ya!”
● Guru menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian sebagai karakter utama
yang ingin dibangun selama proses pembelajaran.
Kegiatan ini disampaikan dengan pertanyaan terbuka dan mengajak siswa berpikir:
“Kalau kita belajar bareng, kadang teman kita butuh bantuan. Siapa yang
siap jadi teman yang suka membantu hari ini?”
“Kalau kamu merasa bisa, berani nggak mencoba dulu sendiri sebelum
minta bantuan?”
A, Memahami konsep:
▪ Peserta didik diarahkan untuk membaca bacaan
▪ Peserta didik menyebutkan isi bacaan
▪ Peserta didik menyimak tayangan materi berupa video, film atau animasi yang
bersumber dari youtube atau sumber lainnya sesuai dengan materi pembelajaran.
▪ Tanya jawab peserta didik dengan guru tentang materi bersangkutan
B, Mengaplikasikan
▪ Peserta didik dapat menceritakan Kembali isi video, film atau animasi dengan
Bahasa sendiri mengenai materi pembelajaran.
▪ Untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam materi pembelajaran,
peserta didik mengisi LKPD dengan teman sekelompoknya, melalui game
(permainan menarik) yang dipandu oleh guru; KSE (manajemen diri)
▪ Peserta didik melakukan ice breaking dipandu oleh guru
▪ Peserta didik dapat mencari referensi atau sumber dalam mengerjakan LKPD
melalui pengamatan lingkungan sekolah, buku, internet dan lainnya
▪ Tiap kelompok melaporkan hasil diskusi LKPD secara bergantian didepan kelas.
Jika tidak memungkinkan guru dapat berkeliling ke tiap kelompok melihat hasil
diskusinya; KSE (Kesadaran Pengambilan Keputusan Yang Bertanggung
Jawab)
Merefleksikan
▪ Peserta didik mendapatkan asesmen sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam
kegiatan tersebut sesuai rubrik
▪ Peserta didik mendapatkan feedback atau umpan balik atas pekerjaanya dari guru dan
teman Contoh umpan balik dar guru; KSE (Keterampilan relasi)
▪ Peserta didik juga mendapat penguatan (reinforcement) dari guru tentang materi
tersebut
Kegiatan Pembelajaran
A. Pengenalan konsep
Ingatkan peserta didik tentang materi faktor dan kelipatan suatu bilangan serta materi
penulisan bentuk pecahan dari gambar yang diberikan.
Perkenalkan bab ini dengan menceritakan kepada peserta didik terkait Gerakan
Menanam Satu Juta Pohon. Selanjutnya disampaikan bahwa dalam menanam pohon
perlu diperhatikan susunan serta pengaturan jarak. Susunan dan pengaturan jarak
tersebut melibatkan pengetahuan dan pemahaman terkait rasio. Guru dapat
menambahkan dengan menjelaskan kegunaan lain dari rasio dalam kehidupan sehari-
hari, contohnya pada penulisan resep makanan atau minuman, perhitungan harga
barang, dan lain-lain.
Gunakan bagian Mengingat Kembali mengenai faktor dan kelipatan suatu bilangan serta
bentuk pecahan yang sudah dipelajari di kelas sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan
berikut dapat digunakan untuk mengaktifkan prapengetahuan peserta didik:
• Apakah perbedaan dari faktor dan kelipatan suatu bilangan?
• Apakah 2 merupakan faktor atau kelipatan dari 10?
• Sebutkan tiga bilangan yang merupakan kelipatan dari bilangan 6.
1 2
• Buatlah gambar yang menunjukkan pecahan dan .
3 6
Untuk mengawali pembelajaran, ajak peserta didik menceritakan pengalaman mereka
saat membeli bibit pohon atau barang lain. Selanjutnya minta peserta didik menjawab
pertanyaan pada bagian permasalahan.
Jika terdapat dua paket pohon dengan harga yang berbeda, bagaimana kalian
menentukan bibit pohon yang akan dibeli?
Tujuan akhir yang diharapkan dari aktivitas pemanasan ini adalah peserta didik dapat
menjawab bahwa dalam membeli bibit pohon atau barang lainnya melibatkan
perbandingan, seperti membandingkan harga, harga yang lebih murah dan lebih mahal.
Lalu, membandingkan kuantitas yang diperoleh dengan harga tertentu.
Terkait membandingkan benda, guru dapat menyampaikan bahwa inilah salah satu materi
yang akan dipelajari pada subbab ini.
B. Mengaplikasikan
Ajak peserta didik melakukan aktivitas Eksplorasi 2.1 secara mandiri atau berpasangan.
Melalui metode discovery learning pada kegiatan menentukan paket bibit pohon yang
akan dibeli, peserta didik diharapkan dapat memahami dan membedakan secara mandiri
mengenai membandingkan yang melibatkan konsep penjumlahan dan pengurangan atau
yang melibatkan konsep perkalian dan pembagian.
Konteks yang digunakan pada kegiatan Eksplorasi 2.2 tetap berkaitan dengan bibit
pohon, yaitu peserta didik diminta mengamati gambar yang menunjukkan sejumlah pohon
yang ditanam dengan dua jenis pohon yang berbeda. Peserta didik diberi kesempatan
untuk berdiskusi dengan teman agar dapat menemukan kembali konsep rasio dan
menggunakan bahasa rasio untuk menjelaskan hubungan perbandingan antara dua
besaran. Pada materi konsep rasio, peserta didik perlu diingatkan bahwa rasio dan
pecahan itu dua hal yang berbeda, tetapi rasio dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.
1. Membandingkan Benda
Pada kegiatan Eksplorasi 2.1, peserta didik diminta untuk mengamati dan
membandingkan dua paket bibit pohon yang ada pada gambar di bawah ini.
a. Paket A
b. Paket B
c. Alternatif jawaban:
Paket bibit pohon yang sebaiknya dibeli Artus adalah paket A.
Karena pada paket A, harga satu bibit pohon kurang lebih dua belas ribuan rupiah,
sedangkan pada paket B, harga satu bibit pohon sebesar kurang lebih tiga belas ribuan
rupiah.
Dapat terjadi peserta didik memberikan jawaban bahwa Paket B yang memiliki harga per
bibit yang lebih murah. Hal ini disebabkan dalam membandingkan banyak bibit dan harga
bibit per paket, peserta didik hanya membandingkan langsung bilangan yang merupakan
banyak bibit dan harga bibit. Maka dari itu, guru diharapkan dapat menekankan bahwa
dalam menentukan harga satu bibit yang lebih murah adalah dengan menentukan terlebih
dahulu harga satu bibit pada tiap paket.
Berdasarkan kegiatan Eksplorasi 2.1, berapa harga satu bibit pada kedua paket bibit
pohon pada Gambar 2.4?
Bagi peserta didik yang mengalami kesulitan terkait membandingkan benda yang
melibatkan konsep perkalian dan pembagian, guru dapat memberikan contoh lain.
2. Pengertian Rasio
a. Jenis pohon apa yang lebih banyak ditanam? Pohon cemara
b. Berapa banyak pohon pucuk merah yang ada pada Gambar 2.5? 4
c. Berapa banyak pohon cemara yang telah ditanam? 6
d. Tuliskan perbandingan banyak pohon pucuk merah dan cemara.
4:6=2:3
e. Tuliskan perbandingan banyak pohon cemara dan pucuk merah.
6:4=3:2
Jika lahan diperluas dan akan ditanam pohon pucuk merah sebanyak 14 pohon, berapa
pohon cemara yang ditanam? Diskusikan bersama teman satu kelompok kalian.
Alternatif jawaban:
Rasio pohon pucuk merah terhadap cemara adalah 2:3.
Jika pucuk merah ditanam sebanyak 14 pohon, maka cemara ditanam sebanyak 21
pohon.
Jika diketahui jumlah pohon pucuk merah, bagaimana cara menentukan jumlah pohon
cemara? Sebaliknya, jika diketahui jumlah pohon cemara, bagaimana cara menentukan
jumlah pohon pucuk merah?
Dapat terjadi peserta didik salah atau tidak dapat menentukan hubungan antara jumlah
pohon cemara dan pucuk merah. Untuk itu, guru dapat membimbing peserta didik dalam
mengamati kembali Gambar 2.5 yang ada pada buku siswa. Guru dapat meminta peserta
didik untuk melakukan penambahan atau pengurangan pada jumlah pohon cemara pada
gambar tersebut. Selanjutnya, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menentukan jumlah pohon pucuk merah.
C. Refleksi
Bagi peserta didik yang masih mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan
yang ada pada Eksplorasi 2.1, guru diharapkan dapat memberikan contoh
tambahan dalam menentukan rasio terkait konteks pohon cemara dan pucuk
merah. Misalnya, guru dapat menyebutkan angka tertentu sebagai jumlah pohon
cemara, lalu peserta didik diminta untuk menentukan jumlah pohon pucuk merah.
Dapat juga diberi kesempatan kepada peserta didik yang menyebutkan angka
tertentu sebagai jumlah pohon pucuk merah, dan dilanjutkan peserta didik lain
yang menentukan jumlah pohon cemara.
Penutup
● Peserta didik membuat resume secara kreatif dengan bimbingan guru.
● Peserta didik mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan pemahaman
terhadap materi
● Guru menutup pembelajaran dengan mempersilakan peserta didik untuk berdoa dan
mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan YME ( Jika pembelajaran di jam
terakhir)
Pelaksanaan Asesmen
Sikap
� Melakukan observasi selama kegiatan berlangsung dan menuliskannya pada
jurnal, baik sikap positif dan negatif.
� Melakukan penilaian antarteman.
� Mengamati refleksi peserta didik.
Pengetahuan
� Memberikan tugas tertulis, lisan, dan tes tertulis
Keterampilan
� Presentasi
� Proyek
� Portofolio
Rubrik Penilaian :
Tabel Penilaian Sikap
Aspek yang dinilai
1 2 3
No NPD Berdoa Bersyukur Kesadaran bahwa n Ket
sebelum dan terhadap hasil ilmu yang
setelah kerja yang telah diperoleh adalah
pelajaran diperoleh pemberian Tuhan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
n
Ns = x 100 = …
12
Keterangan:
n adalah total penilaian (jumlah skor)
N adalah Nilai untuk masing-masing siswa
NPD adalah nama peserta didik
1. Indikator berdoa sebelum dan setelah pelajaran
Indikator Berdoa
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak ikut berdoa
2 Peserta didik ikut berdoa, tetapi tidak bersungguh-sungguh
3 Peserta didik ikut berdoa, tetapi kurang bersungguh-sungguh
4 Peserta didik ikut berdoa dengan bersungguh-sungguh
2. Indikator bersyukur terhadap hasil kerja yang telah diperoleh
Indikator Bersyukur
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak mengucapkan rasa syukur
2 Peserta didik mengucapkan rasa syukur tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik mengucapkan rasa syukur tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik mengucapkan rasa syukur dengan sungguh-sungguh
3. Indikator kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
Indikator Kesadaran
Skor Keterangan
1 Peserta didik tidak menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian
Tuhan
2 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi tidak sungguh-sungguh
3 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
tetapi kurang sungguh-sungguh
4 Peserta didik menyadari bahwa ilmu yang diperoleh adalah pemberian Tuhan
dengan sungguh-sungguh
Refleksi Guru:
Refleksi diri berupa pertanyaan pada diri sendiri.
a. Apakah pembelajaran sudah dapat melibatkan peserta didik dengan aktif?
b. Apakah metode yang digunakan mampu meningkatkan kemampuan peserta didik?
c. Apakah media yang digunakan dapat membantu peserta didik mencapai
kemampuan?
d. Apa yang bisa dilakukan agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berfikir
kritis?
Refleksi Peserta Didik:
Dari aktivitas yang telah kalian lakukan pada subbab ini, jawablah pertanyaan berikut.
a. Ada berapa cara yang kalian ketahui untuk menyatakan rasio? Tuliskan.
b. Tuliskan contoh rasio dari ukuran atau jumlah benda yang ada di sekitar kalian.
(minimal 2)
Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
� Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi
pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas
mencapai Capaian Pembelajaran (CP).
� Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan
peserta didik.
� Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan
belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan atau pendalaman
materi
Remedial
� Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang capaian pembelajarannya
belum tuntas.
� Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum tuntas.
� Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum tuntas dalam bentuk
pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok, pemanfaatan tutor
sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil
analisis penilaian.
C. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta Didik:
1. Temukan informasi dari teman sekelas kalian, lalu jawablah pertanyaan berikut.
a. Berapa banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu?
…..
b. Berapa banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu? …..
c. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan
kelahiranmu terhadap banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan
kelahiranmu (dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
d. Tuliskan rasio banyak siswa yang lahir dua bulan setelah bulan kelahiranmu
terhadap banyak siswa yang lahir di bulan yang sama dengan bulan kelahiranmu
(dalam bentuk yang paling sederhana).
….. : ….. = …. : …..
2. Berikut daftar banyak pengunjung yang sedang antre di beberapa wahana di taman
hiburan.
Jawablah pertanyaan di bawah ini.
a. Tuliskan rasio banyak pengunjung yang antre di wahana roller coaster terhadap
komidi putar.
….. : …. = ….. : …..
b. Berapakah banyak pengunjung yang antre di wahana bianglala, jika diketahui
rasio pengunjung yang antre di wahana bianglala terhadap
roller coaster adalah 4 : 3 ?
Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana bianglala sebanyak …..orang.
c. Berapakah banyak pengunjung yang antre di wahana rumah hantu, jika diketahui
rasio pengunjung yang antre di wahana rumah hantu terhadap komidi putar adalah
2 : 6? Lakukan langkah seperti pada nomor b.
Jadi, jumlah pengunjung yang antre di wahana rumah hantu sebanyak ….. orang.
3. Banyu ingin mengundang teman-teman datang ke rumah untuk merayakan ulang
tahunnya. Banyu menyiapkan 6 liter minuman untuk 15 orang teman yang datang di
pagi hari. Di siang hari, akan datang teman sebanyak 10 orang, berapa liter minuman
yang harus disiapkan?
Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik :
Buku Panduan Guru dan siswa Matematika untuk Sekolah Dasar Kelas VI SD,
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun
2022
Glosarium:
Rasio adalah angka yang menunjukkan perbedaan atau perbandingan dua buah besaran.
Kesamaan rasio merupakan perbandingan senilai sama dengan pecahan senilai.
Rasio merupakan cara untuk membandingkan dua atau lebih besaran nilai dari suatu
benda meskipun tak saling berkaitan. Contoh sederhananya, ketika hendak membuat nasi
perbandingan antara beras dan airnya adalah 1:2.
Mengetahui …………, ………….2025
Kepala Sekolah Guru Kelas 6
—---------------------- ====================
Baratto, Stefan, Barry Bergman, dan Donald Hutchison. 2010. Hutchison’s Basic
Mathematical Skills with Geometry. USA: The McGrawHill Companies, Inc.
Bay-Williams, Jennifer M., John J. SanGiovanni, Sherri Martinie, dan Jennifer Suh.
2022. Figuring out Fluency- Multiplication and Division with Fractions and Decimals:
A Classroom Companion. Vol. 3. California: Corwin.
Fosnot, Catherine Twomey, dan Maarten Dolk. 2002. Young Mathematicians at Work:
Constructing Fractions, Decimals, and Percents. Portsmouth, NH: Heinemann.
Gregg, Jeff, dan Diana Underwood Gregg. “Measurement and Fair-Sharing
Models
for Dividing Fractions.” Mathematics Teaching in the Middle School 12, no. 9 (2007):
490–96. [Link]
Keijzer, R, F van Galen, K Gravemeijer, M Abels, T Dekker, J.A Shew, B.R. Cole,
J Brendeful, dan M.A Pligge. 2006. Fraction Times. Wisconsin. Chicago:
Encyclopædia Britannica, Inc. Copyright, 2006.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2018. Senang Belajar Matematika SD/MI
Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lamon, Susan J. 2006. Teaching Fractions and Ratios for Understanding: Essential
Content Knowledge and Instructional Strategies for Teachers. Edisi ke-4. New York:
Routledge Taylor & Francis Group. [Link]
Lappan, Glenda, James T Fey, William M Fitzgerald, Susan N Friel, dan Elizabeth
Difanis Phillips. 2005. Connected Mathematics 2: Bits and Pieces II. Using Fraction
Operations. Boston, Massachusetts: Pearson Prentice Hall.
Neagoy, Monica. 2017. Unpacking Fractions: Classroom-Tested Strategies to Build
Students’ Mathematical Understanding. Alexandria, VA: ACSD.
Petit, Marjorie M., Roberts E. Laird, Edwin L. Marsden, dan Caroline B. Ebby. 2016.
A Focus on Fractions. Bringing Research to the Classroom. Second Edi. London:
Routledge Taylor & Francis Group.
Pusat Kurikulum dan Perbukuan. 2018. Belajar Bersama Temanmu MATEMATIKA
untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Volume 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kurikulum dan
Perbukuan.
Small, Marian. 2015. Building Proportional Reasoning across Grades and Math Strands.
Ney York: Teachers College Press, Columbia University.
Walle, John A. Van de, Karen S. Karp, dan Jennifer M. Bay-Williams. 2016. Elementary
and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally: California Edition. 9th
Editio. Pearson Education.
Daftar Sumber Gambar
[Link]
[Link]
royal_caravan_hotel_trawas_mojokerto_907652/