0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan21 halaman

Analisis Halusinasi Pendengaran Pasien

Dokumen ini adalah laporan analisis proses interaksi antara perawat dan pasien dengan halusinasi pendengaran di RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Tujuan interaksi adalah untuk membina hubungan saling percaya dan mengajarkan pasien cara mengontrol halusinasi melalui teknik menghardik dan bercakap-cakap. Pertemuan kedua menunjukkan kemajuan pasien dalam mengatasi halusinasi dengan cara yang telah diajarkan.

Diunggah oleh

restiandiputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan21 halaman

Analisis Halusinasi Pendengaran Pasien

Dokumen ini adalah laporan analisis proses interaksi antara perawat dan pasien dengan halusinasi pendengaran di RSJD Dr. Amino Gondohutomo. Tujuan interaksi adalah untuk membina hubungan saling percaya dan mengajarkan pasien cara mengontrol halusinasi melalui teknik menghardik dan bercakap-cakap. Pertemuan kedua menunjukkan kemajuan pasien dalam mengatasi halusinasi dengan cara yang telah diajarkan.

Diunggah oleh

restiandiputri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN


PADA PASIEN NY.W DI RUANG CITROANGGODO
DI RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO
KOTA SEMARANG

Disusun Oleh:
Sepiyah
(420101250A44)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) CIREBON
TAHUN 2025/2026
Analisis Proses Interaksi (API)

Inisial Pasien : Ny. W Nama Mahasiswa : Sepiyah


Status Interaksi : Perawat dan Pasien Tanggal : 02-12-2025
Lingkungan : Ruang Citroanggodo
Jam : 09.00 s/d 09.20 WIB
Deskripsi Pasien : Halusinasi Pendengaran
Tujuan : Klien mampu :
- Membina hubungan saling percaya
- Mengenali halusinasi yang dialami : isi, frekuensi, waktu, perasaan dan respon
- Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik

STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 1 MENGAJARKAN PASIEN MENGHARDIK

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P: selamat pagi Mbah ! P: tersenyum kearah klien Merasa ragu apakah mau Merasa terkejut karena Pada awal interaksi
menerima kehadiran disapa oleh perawat harus didahului atau
perawat. dimulai dengan
K: selamat pagi Mbak K: menatap kearah perawat Agak ragu dan mencoba membina hubungan
sambil tersenyum. Merasa senang karena pasien untuk tidur lagi tetapi duduk saling percaya.
mau menjawab salam. kembali.
P: ”Perkenalkan nama Sepiyah P: sambil duduk dan Perawat tetap menjaga Klien berespon positif Memperkenalkan diri
Mahasiswa yang sedang PKL dari mengajak berjabat tangan posisi tubuh dengan dengan menjawab salam dan mengatakan nama
STIKes Cirebon. Boleh saya tau dengan pasien Ny.W terapeutik. yang disampaikan oleh panggilan yang disukai
nama mbak?” perawat. dapat meningkatkan
K: mau berjabat tangan dan rasa percaya kepada
K: “Waalaikumsalam, salam menatap kewajah perawat orang lain
kenal mbak saya Ny.W mbak”

P: ”Baik mbak W sebelum kita P: sambil tersenyum dan Perawat mencoba untuk Klien tampak terlihat mulai Membuka diri bagi
berjabatan tangan. membuka diri dan mencoba menampakan rasa percaya perawat untuk
mengobrol mbak senang saya
menggali identitas pasien dengan perawat memudahkan dan
panggil dengan sebutan apa?” membina hubungan
K: sikap terbuka namun saling percaya dengan
K: ”Panggil mbah W aja mbak”
masih ragu klien
P: ”Baik Mbah bagaimana kalau
P: Suara jelas, tetap
kita mengobrol mengenai keadaan
tersenyum,
mbah? Apa mbah W bersedia? mempertahankan sikap Menunjukan sikap terbuka Klien sudah menanamkan
terbuka, memandang klien dengan klien sikap terbuka dengan
Kurang lebih kita mengobrol 10-
dengan bersahabat perawat
30 menit”
K: Suara klien terdengar
K: ”Iya mbak, saya bersedia”
jelas dan lantang juga
P: ”Mbak mau mengobrol memandang perawat dengan
serius
dimana?”
K: ”Disini saja mbak”
(Dibelakang halaman ruangan)
P: ”Mbah, kalau saya boleh tau P: : Memandang klien Menunjukan sikap terbuka Klien sudah menanamkan Perawat mencoba
dengan sikap bersahabat dan dengan klien sikap terbuka dengan menggalih kondisi klien
saat ini yang dirasakan
mempertahankan sikap perawat dengan pertanyaan
bagaimana?” terbuka terbuka, memberi
kesempatan klien
K: ”Sekarang saya sedang cemas
K: Memandang perawat mengeksplorasikan apa
mbak, semalam saya mendengar mendengarkan dan yang dirasakan klien.
menjawab pertanyaan, muka
suara-suara”
tampak mulai rileks dan
bercerita.
P: ”Suara itu bilang apa mbah?”
P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi
K: ”Saya dengar suara yang mata, sambil mengangguk klasifikasi terhadap masalah penjelasan dan terlihat ingin isi, waktu, frekuensi,
perlahan, dengan suara yang dihadapi klien mengungkapkan situasi dan respon
nyuruh saya buat ganti kain kafan
penuh perhatian permasalahan yang terjadi pasien jika halusinasi
yang dulu saya pernah sobek
K: Bercerita dengan suara
dikuburan, saya juga sering liat
jelas namun sedikit terbelit-
pocong yang kain kafannya saya belit
sobek itu”

P: ”Lalu, apakah suara itu sering


muncul mbah?”
P: Mendengarkan Perawat mencoba menggali Klien menjelaskan tentang Klasifikasi dari klien
K: ”Suaranya muncul kalau saya
penjelasan dari klien dengan lebih jauh tentang halusinasi hal yang ditanyakan perawat menandakan klien
lagi sendiri mbah sehingga serius pendengaran yang diamai sudah mencoba berpikir
oleh klien rasional. Hal ini
membuat saya gelisah”
dilakukan perawat
K: Mendengarkan dan untuk meningkatkan
menjawab pertanyaan
P: ”Ketika suara itu muncul, apa perawat, memandang pengakuan klien
perawat terhadap suatu masalah.
yang mbah lakukan?”
K: ”Saya membaca Isthigfar dan
surat-surat pendek seperti An-
P: Mendengarkan Perawat mencoba menggali Klien menjelaskan tentang
Nas, Al-Ikhlas Mbak” keterangan yang lebih jauh tentang halusinasi hal yang ditanyakan perawat
disampaikan klien pendengaran yang diamai
P: ”Terus apakah suara itu
oleh klien
menghilang?”
K: ”Kadang hilang kadang juga
K: Menjawab pertanyaan
nggak Mbak, saya terkadang takut klien dengan sedih dan
gelisah
dan membawanya tidur Mbak”

Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan


P: ”Mbah, saya ada cara untuk
P: Mempertahankan sikap mengajarkan cara pernyataan perawat Mencegah atau
mengatasi suara itu dengan cara terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol mengkontrol halusinasi
halusinasi pendengaran pendengaran yang
menghardik. Saya ajarkan ya
yang dialami oleh pasien dialami oleh klien
mbak, setelahnya Mbah coba
K : Mendengarkan
tirukan ya?”
penjelasan perawat,
K: ”Iya mbak” memandang perawat dengan
serius
P: ”Jadi, saat Mbah mendengar
bisikan tersebut Mbah langsung
P: Menjelaskan cara Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan
usir bisikannya dengan cara
menghardik halusinasi mengajarkan cara pernyataan perawat dengan Mencegah atau
menutup kedua mata dan telinga mencegah/mengontrol fokus mengkontrol halusinasi
sambil berkata ’pergi pergi jangan halusinasi pendengaran pendengaran yang
K: Tampak fokus yang dialami oleh pasien dialami oleh klien
ganggu saya! Kamu itu suara
mendengarkan
palsu, kamu itu tidak nyata’. Gitu
ya Mbah. Diulangi terus menerus
sampai suara itu hilang. Sekarang
coba Mbah tirukan ya”
K: ” Pergi pergi! Jangan ganggu
P: Meminta klien untuk
saya! Kamu palsu!”
memeragakannya Klien memeragakan cara
P : “Nah benar Mbah seperti itu. Perawat mencoba untuk menghardik suara
mengajarkan cara Mencegah atau
Nanti kalau suara bisikan itu
mencegah/ mengontrol mengkontrol halusinasi
muncul lagi, Mbah coba cara halusinasi pendengaran pendengaran yang
K: Memeragakan cara yang dialami klien dialami oleh klien
tersebut sampai suara itu hilang”
menghardik dengan tangan
K : “Iya Mbak” menutup kedua telingan
oleh klien

P: Bagaimana perasaan Mbah P: Tersenyum , Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk
setelah kita belajar menghardik mempertahankan sikap evaluasi/ validasi perasaan dari perawat mengevaluasi/validasi
tadi? terbuka setelah melakukan cara perasaan klien setelah
menghardik melakukan cara
K: ya saya senang sekarang tau K: Mengungapkan menghardik
caranya seperti itu mbak perasaannya setelah belajar
cara menghardik
P: “Barangkali suara bisikan itu
muncul kembali jangan lupa
dipraktekan ya Mbah, dan cara ini
juga dimasukan ke jadwal harian P: Tersenyum, menawarkan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Memasukan cara
Mbah ya” untuk belajar cara lain pada evaluasi/ validasi perasaan dari perawat menghardik kedalam
klien setelah melakukan cara jadwal kegiatan harian
K: “Iya Mbak” menghardik klien agar klien dapat
melakukan cara
P: “Mbah, saya kan sudah K: Klien tersenyum dan menghardik secara
bersedia teratur jika suara itu
mengajarkan cara menghardik.
muncul kembali
Bagaimana kalau besok kita
belajar lagi cara mengontrol suara
bisikan tersebut?”
K: “Iya baik mbak”

P: “Mbah mau jam berapa? P: Kontrak waktu dengan Perawat melakukan kontrak Klien bersedia untuk belajar Kontrak untuk kegiatan
klien yang akan datang yaitu cara lain untuk mengontrol selanjutnya.
K: “ngga tau mba”
belajar cara bercakap-cakap halusinasi

P: bagaimana jam 9 saja setelah


K: Klien bersedia,
senam ? menyetujui kontrak akan
datang, mengangguk dan
K: boleh mbak
tersenyum.
P: Baiklah Mbak besok saya akan
kesini di jam 09.00 sampai jumpa
besok. Saya pamit, permisi.
K : iya mbak
STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 2 MENGAJARKAN PASIEN BERCAKAP-CAKAP
Pertemuan :2
Tanggal : 03-12-2025
Nama klien : Ny.W
Ruangan : Citroanggodo
Jam : 09.00 s/d 09.20 WIB
Deskripsi Pasien : Halusinasi Pendengaran
Tujuan : Klien mampu :
- Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P: “Selamat pagi Mbah, saya P: Duduk bersebelahan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Pada awal interaksi
tersenyum, dan menyentuh percakapan dengan sikap berinteraksi harus didahului atau
perawat Sepiyah yang kemarin
tangan klien terbuka dimulai dengan
mengobrol dengan Mbah, masih membina hubungan
saling percaya.
ingat saya?”
K: Melihat kearah perawat
K: “Iya mbak, saya masih inget dan tersenyum tipis, dan
menjawab pertanyaan Klien sudah mulai
sama Mbak”
perawat membuka diri dengan
P: “Bagaimana kabar Mbah hari perawat. Ini merupakan
awal yang baik untuk
ini, apakah masih mendengar
mengetahui lebih dalam
suara-suara?” lagi tentang masalah
yang dihadapinya
K: “Baik Mbak, masih Mbak tapi
sudah berkurang”

P: ”Mbah, sesuai kesepakatan P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
mata, samil mengangguk klasifikasi terhadap penjelasan dan terlihat ingin memastikan ucapan
kemarin, hari ini saya akan
perlahan, dengan suara masalah yang dihadapi mengungkapkan klien. Kontrak waktu,
mengajarkan Mbak bagaimana penuh perhatian klien serta membuat permasalahan yang dihadapi topik dan tempat
K: Memandang perawat, kontrak pertemuan dan merupak cara untuk
cara mengontrol halusinasi
mendengarkan dan menentukan topik menjalin hubungan
dengan cara bercakap-cakap atau menjawab pertanyaan, muka pembicaraan yang terapeutik
tampak rileks
berbicara dengan orang lain. Jika
Mbah bersedia mau dimana kita
berbincang-bincang ? dan mau
Klien sudah membuat
berapa lama?” suatu keputusan
sederhana
K: ”Iya Mbak, boleh. Saya mau
disini saja ”

P: Baiklah bagaimana kalau kita P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi
mempertahankan sikap menggali lebih jauh pertanyaan perawat isi, waktu, frekuensi,
ngobrol 20 menit. Jadi, setiap kali
terbuka, suara jelas tentang halusianasi situasi dan respon
Mbah mulai mendengar suara pendengaran yang klien pasien jika halusinasi
K: Mendengarkan dan alami
bisikan itu mbah bisa langsung
menjawab pertanyaan
mengajak teman atau perawat perawat, memandang
perawat
yang ada disini untuk mengobrol
agar suara bisikan itu tidak
terdengar lagi. Jangan merasa
takut. Suara itu tidak akan muncul
jika Mbah aktif berbicara dengan
teman-teman mbak.
Contohnya begini: ”tolong saya
P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien menjawab pertanyaan Mencegah atau
mulai dengar suara-suara. Ayo
mempertahankan sikap mengajarkan cara perawat mengkontrol halusinasi
ngobrol dengan saya!” Seperti itu, terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol pendengaran yang
halusinasi pendengaran dialami oleh klien
apakah Mbah mengerti? Nanti
K: Mendengarkan dan yang dialami oleh pasien
dicoba ya” menjawab pertanyaan
perawat, memandang
K: ”Iya Mbak, nanti saya coba,
perawat
kalau suara bisikan itu muncul
kembali saya denger suara-suara,
Ayo, ngbrol dengan saya!”

P: Ya, begitu bagus! Latih terus ya P: Mempertahankan sikap Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Mencegah atau
terbuka evaluasi/ validasi perasaan perawat mengkontrol halusinasi
Mbah”
setelah melakukan cara pendengaran yang
K: boleh menghardik dialami oleh klien
K: Mengungkapkan
P: Bagaimana perasaan Mbah perasaannya setelah
setelah latihan cara yang kedua melakukan cara bercakap-
untuk mengontrol halusinasi cakap
sengan bercakap-cakap?

K: Senang bisa melakukannya.


P: Coba Mbah sebutkan lagi P: Memperhatikan klien, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk
berapa cara mencegah dan mempertahankan sikap evaluasi/ validasi perasaan pertanyaan perawat mengevaluasi/validasi
ngengontrol suara bisikan itu, terbuka setelah melakukan cara perasaan klien setelah
terus Mbah peragakan caranya. menghardik melakukan cara
menghardik
K: Yang kesatu tutup telinga dan
bilang” Pergi, pergi saya tidak K: Menyebutkan dan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi
mau dengar kamu suara palsu” memperagakan cara evaluasi subjektif perawat subjektif (kognitif) dan
terus Ngobrol dengan teman mencegah suara dengan (kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
“Tolong saya mulai dengarsuara- bercakap-cakap objektif (psikomotor) klien (psikomotor) klien
suara. Ayo ngobrol dengan saya!” tentang cara menghardik tentang cara bercakap-
cakap
P: Wah bagus Mbah, untuk
selanjutnya ada 2 cara lagi untuk
mengontrol halusinasi dengan
cara beraktivitas dan meminum
obat.

P: Kita masukan cara bercakap- P: Tersenyum, Perawat memasukan cara Klien mengangguk dan Memasukan cara
cakap ke dalam jadwal kegiatan mempertahankan sikap menghardik suara ke mendengarkan pernyataan menghardik ke dalam
harian ya, bila suara itu muncul terbuka, suara jelas dalam jadwal kegiatan klien jadwal kegiatan harian
kembali Mbah bisa lakukan cara harian klien dan perawat klien agar klien dapat
bercakap-cakap ya dengan teman. melakukan rencana tindak melakukan
lanjut kepada klien carabercakap-cakap
K: Iya mbak secarateratur jika suara
itu muncul
P: Baiklah Mbak, bagaimana
kalau besok kita bertemu lagi
untuk latihan cara ke 3, bersedia? K: Menyetujui kontrak yang Perawat melakukan Klien mengangguk dan Kontrak untuk kegiatan
Mau jam berapa? akan datang, mengangguk kontrak yang akan datang mendengarkan pernyataan selanjutnya
dan tersenyum yaitu melakukan kegiatan klien
K: Jam 09:00 saja Mbak setelah yang terjadwal dengan
senam orang lain

P: Baik, saya pamit ya Mbah P: Perawat pamit


STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 3 MELAKUKAN AKTIVITAS
Pertemuan :3
Tanggal : 04-12-2025
Nama klien : Ny.W
Ruangan : Citroanggodo
Jam : 09.00 s/d 09.20 WIB
Deskripsi Pasien : Halusinasi Pendengaran
Tujuan : Klien mampu :
- Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT BERPUSAT PADA
KLIEN
P: ”Selamat pagi Mbah, bagaimana P: tersenyum berdiri Merasa ragu apakah mau Merasa terkejut karena Pada awal interaksi harus
sejenak di samping Ny. menerima kehadiran disapa oleh perawat didahului atau dimulai
kabarnya hari ini?”
W perawat. dengan membina hubungan
K: ”Alhamdulillah baik mbak” Agak ragu dan saling percaya.
Merasa senang karena mencoba untuk tidur
P: ”Apakah masih ingat saya?”
K: menatap kearah pasien mau men jawab lagi tetapi duduk
K: ”Masih ingat, mbak Sepiyah bukan pasien sambil salam. kembali.
tersenyum.
?”
P: ”Iya betul, senang sekali Mbah
masih ingat saya
P: ”Mbah masih ingat kemarin kita P: Mengangguk pelan, Melakukan validasi Mampu Evaluasindiperlukan untuk
menunjukan terhadap pemahaman klien mengungkapkan menilai efektivitas terapi
sudah belajar cara mengendalikan
ekspresinpeduli. perasaan setelah sebelumnya
halusinasi dengan cara bercakap- melakukan Latihan.
cakap, apakah ibu sudah
mempraktekkannya?
K: ”Sudah mbak”
P: ”Bagaimana perasaan Mbah setelah
mengobrol dengan teman?”
K: ”Merasa lebih tenang dan tidak
kesepian dan tidak takut Mbak”
P: ”Apakah Mbah masih mendengar
suara bisikan itu?”
K: ”Masih mbak, tapi udah jarang K: Lebih tenang dan
sekali’’ tidak merasa takut

P: ”Mbah, sekarang saya latih dalam P: Mencatat, Perawat menggali pola Klien tampak jujur Menggali aktivitas harian
mengangguk, dan aktivitas klien untuk menggambarkan membantu menentukan
melakukan aktivitas terjadwal ya. Jadi
mempertahankan sikap menentukan intervensi aktivitas hariannya Jadwal aktivitas terstruktur
kegiatan Mbah selama disini apa saja? terbuka yang sesuai
Bisa Mbah sebutkan?
K: ”Merapihkan tempat tidur, kalau
pagi senam tapi saya tadi tidak ikut
senam tadi, setelah itu berbicara
K:menyebutkan
dengan teman sambil menonton TV”
kegiatan yang
P: “Kenapa tidak ikut senam pagi ibu? dilakukannya
Apakah Mbah mengobrol atau
melakukan aktivitas lainnya?”
K: “Saya sedang mual-mual dan
muntah kepala saya juga pusing, kalau
tidak mual saya suka mengobrol
dengan teman teman yang ada disini”
P : “Jadi setiap pagi Mbah harus rutin P: Tersenyum, Perawat memberikan Klien menunjukan Aktivitas terstruktur
menjelaskan dan sedikit edukasi sesuai kebutuhan kesiapan untuk menurunkan frekuensi
melakukan kegiatan seperti senam
memberi pujian verbal klien untuk mengontrol mengikuti aaktivitas halusinasi dengan
atau melakukan olahraga kecil, dan halusinasinya terjadwal mengalihkan focus klien ke
kegiatan nyata
setelahnya bisa membaca buku atau
menggambar diruang tengah serta K: klien kooperatif dan
dapat di pahami
Mbah bisa mengobrol dengan teman
agar tidak menyendiri dan mendengar
suara bisikan-bisikan itu lagi”

K : “Baik mbak, saya akan coba”


P: ”Mbah , semua yang saya sudah P: Memberi senyum Perawat membuat rencana Klien tampak senang, Penjadwalan aktivitas
hangat dan kontak mata tindak lanjut dan merasa diperhatikan meningkatkan rasa kontrol
ajarkan kepada Mbah tentang
mengorganisasikan jadwal dan bersedia mengikuti danmenurunkan
aktivitas klien rencana
bagaimana cara mengontrol halusinasi kecenderungan munculnya
halusinasi
jangan sampai terlupa ya. Semua kita
masukkan ke dalam kegiatan harian
Mbah, supaya tidak mendengar suara
bisikan itu lagi dan Mbahbisa lekas
pulang ya”

K: menganggukan
K : “Iya mbak, terimakasih banyak.
kepala dan tersenyum
Aamiin”
STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 4 MELATIH PASIEN MENGGUNAKAN OBAT SECARA TERATUR.
Pertemuan :4
Hari/tanggal : 5 Desember 2025
Nama klien : Ny. M
Ruangan : Citroanggodo
Tujuan : Klien mampu mengetahui manfaat pengobatan

KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT RASIONAL


VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P:”Selamat pagi mbah, bagaimana P: tersenyum berdiri Merasa ragu apakah mau Merasa terkejut karena Pada awal interaksi harus
kabarnya hari ini?”\ sejenak di samping menerima kehadiran disapa oleh perawat didahului atau dimulai
K: ”Alhamdulillah baik mbak” klien perawat. kembali dengan membina
hubungan saling percaya.
Merasa senang karena
Px: menatap kearah pasien mau men jawab
perawat sambil salam.
tersenyum.
P: ”Apakah mbak masih ingat saya?” P: sambil duduk dan Merasa senang karena Klien mau untuk berjabat Menambah rasa percaya
K: ”Masih ingat, mbak sep” mengajak berjabat klien mau berjabat tangan sambil senyum klien terhadap lawan
P: ”Iya mbak betul, senang sekali tangan dengan pasien tangan bicara
mbak masih ingat saya”
K: mau berjabat tangan
dan menatap kewajah
perawat
P: “Apakah mbak masih mendengar P: sambil tersenyum Merasa tenang dengan Klien terlihat tenang Menunjukkan sikap
suara-suara bisikan?” dan berjabatan tangan. ekspresi klien selama interaksi
K:”Sudah tidak mbak, karenakan berlangsung
Kata mbak jangan sampai
merasa sepi”
P: ”Iya betul mbak, bagus’’ K: sikap terbuka kepada
perawat

P: ”Hari ini kegiatan apa saja yang P: sambil tersenyum Berharap klien akan Klien bersemangat dalam Mengulik kegiatan untuk
sudah mbak lakukan?” menunjukkan rasa menjawab bahwa dirinya bercerita mengetahui saran yang
penasaran melakukan aktivitas diberikan diterapkan atau
K:”Tadi saya sudah mandi, makan sesuai saran yang tidak
minum, minum obat dan senam K: klien dengan diberikan
mbak” bersemangat
menceritakan
kegiatannya

P: ”Wah iya mbak bagus Mbah, tadi P: perawat meyakinkan Merasa senang karena Klien bercerita dengan Mengkonfirmasi
klien untuk mau klien kooperatif dan ekspresi semangat Apakah klien siap dan mau
sudah minum obat juga ya”
mengetahui terapi obat menyimak apa yang akan menerima materi yang
K: ”Iya mbak” yang dikonsumsinya disampaikan akan disamapikan
P: ”Kira-kira Mbah tahu tidak obat
K: Klien mau untuk
apa saja yang diminum?” dijelaskan mengenai
pengobatannya
K: ”Tidak tahu”
P: ”Nah saya akan jelaskan ya,
bagaimana kalau sekarang kita
mengobrol tentang obat yang
diberikan untuk Mbah selama disini”
K: ”Boleh Mbak”
P: ”Nah jadi yang obat yang biasa
Mbah minum itu namanya
Risperidone, obat ini berguna untuk P: perawat mencoba Merasa senang karena Klien senang sambil Mengevaluasi pemahaman
untuk mengevalusi klien mampu menyimak mengangguk klien mengenai materi
menstabilkan mood dan membantu
klien apakah menyimak dengan baik tanpa menunjukkan dirinya yang telah disampaikan
mengurangi gejala psikotik. atau fokusnya fokusnya teralihkan menyimak dengan baik
teralihkan
K: ”Oh gitu Mbak”
P: ”Iya mbak, semuanya sudah
K: klien mampu
diresepkan oleh dokter”
menjawab
K: ”Oh begitu ya mbak” menynjukkan ia
memahami yang di
P: ”Betul Mbah jadi selain 3 cara
sampaikan
yang sudah saya ajarkan pada Mbah
untuk mengontrol halusinasi tidak
lupa juga untuk meminum obat
secara teratur yang sudah diberikan
oleh dokter ya agar pengobatannya
lebih maksimal, sampai disini ada
yang ingin Mbah tanyakan?”
K: ” Tidak Mbak, itu sudah cukup.
Terimakasih ya sudah dijelaskan”
P: ”Iya Mbah sama-sama.
Terimakasih kembali mbak, rajin
meminum obat ya Mbah”
K: ”Nggih Mbak”

Anda mungkin juga menyukai