Analisis Halusinasi Pendengaran Pasien
Analisis Halusinasi Pendengaran Pasien
Disusun Oleh:
Sepiyah
(420101250A44)
P: ”Baik mbak W sebelum kita P: sambil tersenyum dan Perawat mencoba untuk Klien tampak terlihat mulai Membuka diri bagi
berjabatan tangan. membuka diri dan mencoba menampakan rasa percaya perawat untuk
mengobrol mbak senang saya
menggali identitas pasien dengan perawat memudahkan dan
panggil dengan sebutan apa?” membina hubungan
K: sikap terbuka namun saling percaya dengan
K: ”Panggil mbah W aja mbak”
masih ragu klien
P: ”Baik Mbah bagaimana kalau
P: Suara jelas, tetap
kita mengobrol mengenai keadaan
tersenyum,
mbah? Apa mbah W bersedia? mempertahankan sikap Menunjukan sikap terbuka Klien sudah menanamkan
terbuka, memandang klien dengan klien sikap terbuka dengan
Kurang lebih kita mengobrol 10-
dengan bersahabat perawat
30 menit”
K: Suara klien terdengar
K: ”Iya mbak, saya bersedia”
jelas dan lantang juga
P: ”Mbak mau mengobrol memandang perawat dengan
serius
dimana?”
K: ”Disini saja mbak”
(Dibelakang halaman ruangan)
P: ”Mbah, kalau saya boleh tau P: : Memandang klien Menunjukan sikap terbuka Klien sudah menanamkan Perawat mencoba
dengan sikap bersahabat dan dengan klien sikap terbuka dengan menggalih kondisi klien
saat ini yang dirasakan
mempertahankan sikap perawat dengan pertanyaan
bagaimana?” terbuka terbuka, memberi
kesempatan klien
K: ”Sekarang saya sedang cemas
K: Memandang perawat mengeksplorasikan apa
mbak, semalam saya mendengar mendengarkan dan yang dirasakan klien.
menjawab pertanyaan, muka
suara-suara”
tampak mulai rileks dan
bercerita.
P: ”Suara itu bilang apa mbah?”
P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi
K: ”Saya dengar suara yang mata, sambil mengangguk klasifikasi terhadap masalah penjelasan dan terlihat ingin isi, waktu, frekuensi,
perlahan, dengan suara yang dihadapi klien mengungkapkan situasi dan respon
nyuruh saya buat ganti kain kafan
penuh perhatian permasalahan yang terjadi pasien jika halusinasi
yang dulu saya pernah sobek
K: Bercerita dengan suara
dikuburan, saya juga sering liat
jelas namun sedikit terbelit-
pocong yang kain kafannya saya belit
sobek itu”
P: Bagaimana perasaan Mbah P: Tersenyum , Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk
setelah kita belajar menghardik mempertahankan sikap evaluasi/ validasi perasaan dari perawat mengevaluasi/validasi
tadi? terbuka setelah melakukan cara perasaan klien setelah
menghardik melakukan cara
K: ya saya senang sekarang tau K: Mengungapkan menghardik
caranya seperti itu mbak perasaannya setelah belajar
cara menghardik
P: “Barangkali suara bisikan itu
muncul kembali jangan lupa
dipraktekan ya Mbah, dan cara ini
juga dimasukan ke jadwal harian P: Tersenyum, menawarkan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Memasukan cara
Mbah ya” untuk belajar cara lain pada evaluasi/ validasi perasaan dari perawat menghardik kedalam
klien setelah melakukan cara jadwal kegiatan harian
K: “Iya Mbak” menghardik klien agar klien dapat
melakukan cara
P: “Mbah, saya kan sudah K: Klien tersenyum dan menghardik secara
bersedia teratur jika suara itu
mengajarkan cara menghardik.
muncul kembali
Bagaimana kalau besok kita
belajar lagi cara mengontrol suara
bisikan tersebut?”
K: “Iya baik mbak”
P: “Mbah mau jam berapa? P: Kontrak waktu dengan Perawat melakukan kontrak Klien bersedia untuk belajar Kontrak untuk kegiatan
klien yang akan datang yaitu cara lain untuk mengontrol selanjutnya.
K: “ngga tau mba”
belajar cara bercakap-cakap halusinasi
P: ”Mbah, sesuai kesepakatan P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
mata, samil mengangguk klasifikasi terhadap penjelasan dan terlihat ingin memastikan ucapan
kemarin, hari ini saya akan
perlahan, dengan suara masalah yang dihadapi mengungkapkan klien. Kontrak waktu,
mengajarkan Mbak bagaimana penuh perhatian klien serta membuat permasalahan yang dihadapi topik dan tempat
K: Memandang perawat, kontrak pertemuan dan merupak cara untuk
cara mengontrol halusinasi
mendengarkan dan menentukan topik menjalin hubungan
dengan cara bercakap-cakap atau menjawab pertanyaan, muka pembicaraan yang terapeutik
tampak rileks
berbicara dengan orang lain. Jika
Mbah bersedia mau dimana kita
berbincang-bincang ? dan mau
Klien sudah membuat
berapa lama?” suatu keputusan
sederhana
K: ”Iya Mbak, boleh. Saya mau
disini saja ”
P: Baiklah bagaimana kalau kita P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi
mempertahankan sikap menggali lebih jauh pertanyaan perawat isi, waktu, frekuensi,
ngobrol 20 menit. Jadi, setiap kali
terbuka, suara jelas tentang halusianasi situasi dan respon
Mbah mulai mendengar suara pendengaran yang klien pasien jika halusinasi
K: Mendengarkan dan alami
bisikan itu mbah bisa langsung
menjawab pertanyaan
mengajak teman atau perawat perawat, memandang
perawat
yang ada disini untuk mengobrol
agar suara bisikan itu tidak
terdengar lagi. Jangan merasa
takut. Suara itu tidak akan muncul
jika Mbah aktif berbicara dengan
teman-teman mbak.
Contohnya begini: ”tolong saya
P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien menjawab pertanyaan Mencegah atau
mulai dengar suara-suara. Ayo
mempertahankan sikap mengajarkan cara perawat mengkontrol halusinasi
ngobrol dengan saya!” Seperti itu, terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol pendengaran yang
halusinasi pendengaran dialami oleh klien
apakah Mbah mengerti? Nanti
K: Mendengarkan dan yang dialami oleh pasien
dicoba ya” menjawab pertanyaan
perawat, memandang
K: ”Iya Mbak, nanti saya coba,
perawat
kalau suara bisikan itu muncul
kembali saya denger suara-suara,
Ayo, ngbrol dengan saya!”
P: Ya, begitu bagus! Latih terus ya P: Mempertahankan sikap Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Mencegah atau
terbuka evaluasi/ validasi perasaan perawat mengkontrol halusinasi
Mbah”
setelah melakukan cara pendengaran yang
K: boleh menghardik dialami oleh klien
K: Mengungkapkan
P: Bagaimana perasaan Mbah perasaannya setelah
setelah latihan cara yang kedua melakukan cara bercakap-
untuk mengontrol halusinasi cakap
sengan bercakap-cakap?
P: Kita masukan cara bercakap- P: Tersenyum, Perawat memasukan cara Klien mengangguk dan Memasukan cara
cakap ke dalam jadwal kegiatan mempertahankan sikap menghardik suara ke mendengarkan pernyataan menghardik ke dalam
harian ya, bila suara itu muncul terbuka, suara jelas dalam jadwal kegiatan klien jadwal kegiatan harian
kembali Mbah bisa lakukan cara harian klien dan perawat klien agar klien dapat
bercakap-cakap ya dengan teman. melakukan rencana tindak melakukan
lanjut kepada klien carabercakap-cakap
K: Iya mbak secarateratur jika suara
itu muncul
P: Baiklah Mbak, bagaimana
kalau besok kita bertemu lagi
untuk latihan cara ke 3, bersedia? K: Menyetujui kontrak yang Perawat melakukan Klien mengangguk dan Kontrak untuk kegiatan
Mau jam berapa? akan datang, mengangguk kontrak yang akan datang mendengarkan pernyataan selanjutnya
dan tersenyum yaitu melakukan kegiatan klien
K: Jam 09:00 saja Mbak setelah yang terjadwal dengan
senam orang lain
P: ”Mbah, sekarang saya latih dalam P: Mencatat, Perawat menggali pola Klien tampak jujur Menggali aktivitas harian
mengangguk, dan aktivitas klien untuk menggambarkan membantu menentukan
melakukan aktivitas terjadwal ya. Jadi
mempertahankan sikap menentukan intervensi aktivitas hariannya Jadwal aktivitas terstruktur
kegiatan Mbah selama disini apa saja? terbuka yang sesuai
Bisa Mbah sebutkan?
K: ”Merapihkan tempat tidur, kalau
pagi senam tapi saya tadi tidak ikut
senam tadi, setelah itu berbicara
K:menyebutkan
dengan teman sambil menonton TV”
kegiatan yang
P: “Kenapa tidak ikut senam pagi ibu? dilakukannya
Apakah Mbah mengobrol atau
melakukan aktivitas lainnya?”
K: “Saya sedang mual-mual dan
muntah kepala saya juga pusing, kalau
tidak mual saya suka mengobrol
dengan teman teman yang ada disini”
P : “Jadi setiap pagi Mbah harus rutin P: Tersenyum, Perawat memberikan Klien menunjukan Aktivitas terstruktur
menjelaskan dan sedikit edukasi sesuai kebutuhan kesiapan untuk menurunkan frekuensi
melakukan kegiatan seperti senam
memberi pujian verbal klien untuk mengontrol mengikuti aaktivitas halusinasi dengan
atau melakukan olahraga kecil, dan halusinasinya terjadwal mengalihkan focus klien ke
kegiatan nyata
setelahnya bisa membaca buku atau
menggambar diruang tengah serta K: klien kooperatif dan
dapat di pahami
Mbah bisa mengobrol dengan teman
agar tidak menyendiri dan mendengar
suara bisikan-bisikan itu lagi”
K: menganggukan
K : “Iya mbak, terimakasih banyak.
kepala dan tersenyum
Aamiin”
STRATEGI PELAKSANAAN (SP) 4 MELATIH PASIEN MENGGUNAKAN OBAT SECARA TERATUR.
Pertemuan :4
Hari/tanggal : 5 Desember 2025
Nama klien : Ny. M
Ruangan : Citroanggodo
Tujuan : Klien mampu mengetahui manfaat pengobatan
P: ”Hari ini kegiatan apa saja yang P: sambil tersenyum Berharap klien akan Klien bersemangat dalam Mengulik kegiatan untuk
sudah mbak lakukan?” menunjukkan rasa menjawab bahwa dirinya bercerita mengetahui saran yang
penasaran melakukan aktivitas diberikan diterapkan atau
K:”Tadi saya sudah mandi, makan sesuai saran yang tidak
minum, minum obat dan senam K: klien dengan diberikan
mbak” bersemangat
menceritakan
kegiatannya
P: ”Wah iya mbak bagus Mbah, tadi P: perawat meyakinkan Merasa senang karena Klien bercerita dengan Mengkonfirmasi
klien untuk mau klien kooperatif dan ekspresi semangat Apakah klien siap dan mau
sudah minum obat juga ya”
mengetahui terapi obat menyimak apa yang akan menerima materi yang
K: ”Iya mbak” yang dikonsumsinya disampaikan akan disamapikan
P: ”Kira-kira Mbah tahu tidak obat
K: Klien mau untuk
apa saja yang diminum?” dijelaskan mengenai
pengobatannya
K: ”Tidak tahu”
P: ”Nah saya akan jelaskan ya,
bagaimana kalau sekarang kita
mengobrol tentang obat yang
diberikan untuk Mbah selama disini”
K: ”Boleh Mbak”
P: ”Nah jadi yang obat yang biasa
Mbah minum itu namanya
Risperidone, obat ini berguna untuk P: perawat mencoba Merasa senang karena Klien senang sambil Mengevaluasi pemahaman
untuk mengevalusi klien mampu menyimak mengangguk klien mengenai materi
menstabilkan mood dan membantu
klien apakah menyimak dengan baik tanpa menunjukkan dirinya yang telah disampaikan
mengurangi gejala psikotik. atau fokusnya fokusnya teralihkan menyimak dengan baik
teralihkan
K: ”Oh gitu Mbak”
P: ”Iya mbak, semuanya sudah
K: klien mampu
diresepkan oleh dokter”
menjawab
K: ”Oh begitu ya mbak” menynjukkan ia
memahami yang di
P: ”Betul Mbah jadi selain 3 cara
sampaikan
yang sudah saya ajarkan pada Mbah
untuk mengontrol halusinasi tidak
lupa juga untuk meminum obat
secara teratur yang sudah diberikan
oleh dokter ya agar pengobatannya
lebih maksimal, sampai disini ada
yang ingin Mbah tanyakan?”
K: ” Tidak Mbak, itu sudah cukup.
Terimakasih ya sudah dijelaskan”
P: ”Iya Mbah sama-sama.
Terimakasih kembali mbak, rajin
meminum obat ya Mbah”
K: ”Nggih Mbak”