[Link]
id/
Tracer Study merupakan kegiatan penelusuran lulusan yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan oleh
perguruan tinggi sebagai bagian integral dari sistem penjaminan mutu internal dan eksternal. Tracer Study bertujuan
untuk memperoleh data dan informasi yang akurat, objektif, serta terukur mengenai kondisi lulusan setelah
menyelesaikan pendidikan, khususnya terkait transisi ke dunia kerja, relevansi kompetensi, dan keberterimaan lulusan
oleh pengguna. Dalam konteks akreditasi BAN-PT/LAM, Tracer Study menjadi instrumen penting untuk menilai
ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL) serta kesesuaian antara profil lulusan dengan kebutuhan pemangku
kepentingan.
Pelaksanaan Tracer Study difokuskan pada lulusan yang telah bekerja atau berwirausaha dalam rentang waktu satu
hingga tiga tahun setelah kelulusan. Data yang dihimpun mencakup masa tunggu memperoleh pekerjaan, jenis dan
sektor pekerjaan, tingkat pendapatan awal, kesesuaian bidang kerja dengan bidang studi, serta tingkat kepuasan
pengguna terhadap kinerja lulusan. Selain itu, Tracer Study juga mengakomodasi umpan balik lulusan terkait kontribusi
proses pembelajaran, kurikulum, metode pembelajaran, dan layanan akademik dalam membentuk kompetensi
profesional, soft skills, dan etika kerja.
[Link]
Metode pengumpulan data Tracer Study dilaksanakan melalui survei daring menggunakan instrumen kuesioner
terstandar yang dirancang berdasarkan indikator akreditasi dan kebijakan nasional pendidikan tinggi. Instrumen tersebut
disusun secara valid dan reliabel, serta dikelola melalui sistem informasi yang terdokumentasi dengan baik. Proses
pengolahan dan analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan temuan yang dapat
digunakan sebagai dasar evaluasi dan perbaikan mutu. Hasil Tracer Study kemudian disosialisasikan dan dimanfaatkan
oleh program studi dan institusi sebagai bahan tindak lanjut dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi,
Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP).
Hasil Tracer Study memiliki kontribusi strategis dalam pemenuhan standar dan kriteria akreditasi BAN-PT/LAM,
khususnya terkait luaran dan capaian tridarma, relevansi kurikulum, serta kepuasan pengguna lulusan. Data Tracer Study
digunakan sebagai bukti dukung dalam penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri
(LED), sekaligus sebagai dasar penyempurnaan kurikulum berbasis OBE dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dengan demikian, Tracer Study tidak hanya berfungsi sebagai alat pelaporan, tetapi juga sebagai instrumen utama dalam
menjamin keberlanjutan mutu, relevansi, dan daya saing lulusan perguruan tinggi.
[Link]
Tracer Study merupakan instrumen evaluasi strategis yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan oleh
perguruan tinggi dalam rangka mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), pemenuhan
Indikator Kinerja Utama (IKU), serta penguatan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM). Tracer Study
berfungsi untuk menghimpun data empiris mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, khususnya
terkait keberhasilan transisi ke dunia kerja, relevansi kompetensi lulusan, dan kesesuaian capaian pembelajaran dengan
kebutuhan pemangku kepentingan.
Dalam kerangka SPMI, Tracer Study menjadi bagian integral dari siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian,
dan Peningkatan (PPEPP). Data dan informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar evaluasi mutu luaran pendidikan,
khususnya ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), efektivitas kurikulum berbasis Outcome-Based Education
(OBE), serta kualitas proses pembelajaran. Hasil Tracer Study dimanfaatkan untuk merumuskan tindak lanjut perbaikan
kurikulum, strategi pembelajaran, dan layanan akademik guna menjamin peningkatan mutu secara berkelanjutan.
[Link]
Dalam konteks Indikator Kinerja Utama (IKU), Tracer Study memiliki kontribusi langsung terutama pada IKU 1, yaitu
persentase lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak, berwirausaha, atau melanjutkan studi dalam jangka waktu
tertentu setelah kelulusan. Informasi mengenai masa tunggu kerja, kesesuaian bidang kerja, serta tingkat pendapatan
awal lulusan menjadi bukti kinerja institusi dalam menghasilkan lulusan yang berdaya saing dan relevan dengan
kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, umpan balik pengguna lulusan juga mendukung pencapaian IKU
terkait kualitas dan relevansi lulusan.
Selanjutnya, dalam implementasi kebijakan MBKM, Tracer Study berperan untuk mengevaluasi dampak kegiatan
pembelajaran di luar program studi, seperti magang, proyek industri, kewirausahaan, asistensi mengajar, dan bentuk
pembelajaran lainnya terhadap kesiapan kerja lulusan. Data Tracer Study digunakan untuk menilai sejauh mana
pengalaman MBKM berkontribusi terhadap penguatan kompetensi teknis, keterampilan non-teknis (soft skills), serta
kemampuan adaptasi lulusan di dunia kerja. Temuan ini menjadi dasar penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan
dunia industri serta penyempurnaan kebijakan implementasi MBKM di tingkat program studi dan institusi.
Dengan demikian, Tracer Study tidak hanya berfungsi sebagai alat pelaporan, tetapi juga sebagai instrumen pengambilan
keputusan strategis dalam pengelolaan mutu pendidikan tinggi. Pelaksanaan Tracer Study yang terintegrasi dengan
SPMI, IKU, dan MBKM akan memperkuat akuntabilitas institusi, meningkatkan relevansi lulusan, serta memastikan
keberlanjutan mutu dan daya saing perguruan tinggi.