TRACERSTUDY
[Link]
AGENDA RAPAT (diskusi)
1. IKU DIKTI sesuai peraturan pemerintah
2. Pembentukan tim kerja tracerstudy
3. Pembuatan sk tracer study
4. Mekanisme pengambilan data tracerstudy
5. Format laporan tracerstudy per-periode
6. Durasi waktu input data alumni 2019 – 2022
7. Data tracerstudy dibutuhkan dalam akreditasi
[Link]
Tracer Study merupakan kegiatan penelusuran jejak lulusan yang dilakukan oleh perguruan tinggi untuk memperoleh
informasi mengenai kondisi lulusan setelah menyelesaikan studi, khususnya terkait transisi dari dunia pendidikan ke
dunia kerja. Tracer Study menjadi instrumen strategis dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi karena mampu
menyediakan data empiris tentang relevansi kurikulum, capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta kesesuaian
kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan dunia industri.
Secara konseptual, Tracer Study bertujuan untuk mengidentifikasi profil lulusan, masa tunggu kerja, jenis dan sektor
pekerjaan, tingkat pendapatan awal, relevansi bidang pekerjaan dengan bidang studi, serta tingkat kepuasan pengguna
lulusan. Selain itu, Tracer Study juga mengumpulkan umpan balik dari lulusan terkait pengalaman pembelajaran selama
kuliah, kontribusi mata kuliah terhadap kompetensi kerja, serta saran perbaikan terhadap kurikulum, metode
pembelajaran, dan layanan akademik. Informasi ini sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan dalam
pengembangan dan penyempurnaan program studi.
Dalam praktiknya, Tracer Study umumnya dilaksanakan satu hingga tiga tahun setelah lulusan menyelesaikan
pendidikan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring, wawancara, atau survei berbasis sistem
informasi terintegrasi. Instrumen Tracer Study dirancang secara terstruktur, mencakup aspek identitas lulusan, riwayat
pekerjaan, relevansi kompetensi, soft skills dan hard skills, serta persepsi lulusan terhadap kualitas proses pembelajaran
di perguruan tinggi. Validitas dan reliabilitas instrumen menjadi faktor penting agar data yang diperoleh akurat dan
dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
[Link]
[Link]
Hasil Tracer Study memiliki peran signifikan dalam berbagai kepentingan institusional. Pertama, sebagai bahan evaluasi
internal untuk peningkatan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement). Kedua, sebagai dokumen
pendukung akreditasi program studi dan institusi, khususnya dalam pemenuhan indikator kinerja utama (IKU) dan
standar akreditasi. Ketiga, sebagai dasar penguatan jejaring dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja
(DUDIKA). Keempat, sebagai sumber data untuk perumusan kebijakan akademik dan strategis perguruan tinggi.
Dengan demikian, Tracer Study bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen evaluatif yang memiliki nilai
strategis dalam menjamin relevansi, daya saing, dan keberlanjutan mutu lulusan perguruan tinggi. Pelaksanaan Tracer
Study yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis teknologi informasi akan meningkatkan kredibilitas institusi serta
memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menghadapi dinamika kebutuhan global dan nasional.