0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Pembentukan Akhlak Karimah dalam Pendidikan

Dokumen ini membahas pembentukan akhlak karimah sebagai proses pendidikan untuk menciptakan individu berperilaku mulia sesuai ajaran Islam. Implementasi akhlak karimah dilakukan di keluarga, sekolah, masyarakat, dan individu dengan tantangan dari pengaruh globalisasi dan teknologi. Rencana aksi dalam pembelajaran mencakup strategi keteladanan, pembiasaan, dan evaluasi untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

murni0124
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Pembentukan Akhlak Karimah dalam Pendidikan

Dokumen ini membahas pembentukan akhlak karimah sebagai proses pendidikan untuk menciptakan individu berperilaku mulia sesuai ajaran Islam. Implementasi akhlak karimah dilakukan di keluarga, sekolah, masyarakat, dan individu dengan tantangan dari pengaruh globalisasi dan teknologi. Rencana aksi dalam pembelajaran mencakup strategi keteladanan, pembiasaan, dan evaluasi untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

murni0124
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA : SAMSUDIN,[Link].

MODUL PROFESIONAL PPG DALAM JABATAN


BATCH 3 KEMENAG

TAHUN 2025

UNIVERSITAS DATOKARAMA PALU


1. Deskripsi dari materi topik: pembentukan akhlak karimah

Deskripsi Materi

Pembentukan akhlak karimah adalah proses pendidikan dan pembiasaan untuk melahirkan
pribadi yang berperilaku mulia sesuai ajaran Islam. Akhlak karimah mencakup sikap, ucapan,
dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, tanggung jawab, kasih
sayang, kesederhanaan, serta ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam Islam, akhlak karimah menempati kedudukan yang sangat penting, bahkan Rasulullah
SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh karena itu, pembentukan akhlak
bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga sekolah, masyarakat, dan lingkungan sosial.

Pokok Materi

1. Pengertian Akhlak Karimah

o Akhlak yang baik dan mulia, sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dan sunnah.

o Lawan dari akhlak madzmumah (akhlak tercela).

2. Dasar Akhlak Karimah

o Al-Qur’an dan Hadis.

o Keteladanan Rasulullah SAW sebagai uswah hasanah.

3. Bentuk Akhlak Karimah

o Akhlak kepada Allah: taat, syukur, tawakal.

o Akhlak kepada diri sendiri: jujur, sabar, rendah hati.

o Akhlak kepada sesama: tolong-menolong, adil, menghormati orang tua, guru,


dan sesama.

o Akhlak terhadap lingkungan: menjaga alam, kebersihan, dan kelestarian hidup.

4. Strategi Pembentukan Akhlak

o Pendidikan berbasis keteladanan.

o Pembiasaan sikap dan perilaku baik.

o Penegakan disiplin dan tanggung jawab.

o Penguatan iman, ilmu, dan amal.

5. Tujuan Pembentukan Akhlak Karimah

o Membentuk pribadi yang beriman, berilmu, dan beramal saleh.

o Melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat dan bermanfaat bagi


masyarakat.

o Mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan berkeadilan.


2. Analisis implementasi/penerapan materi Topik: Pembentukan Akhlak
Karimah
1. Analisis Implementasi di Lingkungan Keluarga

• Peran keluarga sangat penting karena menjadi madrasah pertama bagi anak.
• Implementasi dilakukan melalui:
o Keteladanan orang tua dalam berkata dan bertindak.
o Pembiasaan seperti berdoa, jujur, disiplin, saling menghormati.
o Kontrol dan bimbingan agar anak tidak terjerumus pada akhlak
tercela.
• Tantangan: pengaruh gadget, media sosial, dan lingkungan luar sering lebih
kuat daripada pengawasan orang tua.

2. Implementasi di Sekolah

• Sekolah menjadi tempat strategis untuk membentuk akhlak siswa melalui:


o Pendidikan agama dan budi pekerti.
o Kegiatan pembiasaan: salat berjamaah, salam-sapa, budaya antre,
menjaga kebersihan.
o Keteladanan guru sebagai role model.
o Program ekstrakurikuler yang mengajarkan kerja sama, kepemimpinan,
dan tanggung jawab.
• Tantangan: orientasi sekolah yang kadang hanya menekankan prestasi
akademik, sehingga pendidikan karakter kurang diperhatikan.

3. Implementasi di Masyarakat

• Masyarakat berperan membentuk lingkungan sosial yang mendukung akhlak


karimah.
• Implementasi bisa berupa:
o Gerakan sosial seperti gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan
kegiatan keagamaan.
o Norma sosial yang menekankan sopan santun, toleransi, dan
persaudaraan.
• Tantangan: masih adanya budaya hedonis, individualis, serta perilaku
intoleransi yang bisa merusak pembentukan karakter.

4. Implementasi dalam Kehidupan Pribadi

• Pembentukan akhlak karimah harus dimulai dari kesadaran diri.


• Caranya:
o Meningkatkan keimanan melalui ibadah yang konsisten.
o Mengendalikan hawa nafsu agar tidak terjerumus pada akhlak tercela.
o Introspeksi diri (muhasabah) dan memperbaiki kekurangan.
• Tantangan: godaan duniawi, pergaulan negatif, dan lemahnya kontrol diri.
Kesimpulan Analisis
Implementasi pembentukan akhlak karimah harus berjalan sinergis antara keluarga,
sekolah, masyarakat, dan individu. Keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan yang
baik merupakan kunci utama. Namun, tantangan globalisasi, teknologi, dan krisis
moral menuntut usaha ekstra agar nilai-nilai akhlak karimah tetap terjaga dan dapat
membentuk generasi berkarakter kuat.
3. pengalaman praktis yang mendukung maupun bertentangan dengan materi
Topik: Pembentukan Akhlak Karimah

Pengalaman yang Mendukung

1. Di kelas, guru membiasakan siswa memberi salam dan berjabat tangan sebelum
pelajaran dimulai. Hal ini menumbuhkan sikap hormat, sopan, dan ukhuwah di
antara siswa dan guru.
2. Kegiatan doa bersama sebelum dan sesudah belajar menanamkan nilai religius
dan rasa syukur kepada Allah.
3. Program Jumat Bersih di sekolah melatih tanggung jawab, kepedulian, dan
kebersihan lingkungan.
4. Keteladanan guru, misalnya bersikap sabar dan jujur, membuat siswa meniru
perilaku tersebut dalam keseharian.

Pengalaman yang Bertentangan

1. Masih ada sebagian siswa yang kurang disiplin, misalnya terlambat masuk kelas,
tidak mengerjakan tugas, atau melanggar aturan sekolah.
2. Adanya perilaku kurang menghargai guru atau teman, seperti berbicara
kasar, mengejek, atau kurang sopan.
3. Pengaruh media sosial yang membuat sebagian siswa lebih fokus pada gadget
dibandingkan pembiasaan akhlak mulia.
4. Ada guru/pendidik yang kurang konsisten memberi teladan (misalnya marah
berlebihan, tidak tepat janji), sehingga mengurangi efektivitas pembentukan
akhlak.

Dari pengalaman tersebut dapat disimpulkan bahwa pembentukan akhlak karimah


membutuhkan keteladanan nyata, pembiasaan terus-menerus, dan dukungan
lingkungan. Jika ada perilaku yang bertentangan, maka perlu dilakukan pendekatan
persuasif, bimbingan, serta kerja sama antara guru, orang tua, dan masyarakat.
[Link] uraian tentang tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson
learn) dari Topik: Pembentukan Akhlak Karimah

Tantangan yang Dihadapi


1. Pengaruh globalisasi dan teknologi
o Informasi bebas dari internet & media sosial dapat memengaruhi pola
pikir dan perilaku negatif siswa.
2. Krisis keteladanan
o Tidak semua guru, orang tua, atau tokoh masyarakat konsisten
memberi teladan akhlak mulia.
3. Lingkungan pergaulan
o Pergaulan bebas, bullying, dan pengaruh teman sebaya sering lebih kuat
daripada nasihat guru/orang tua.
4. Minimnya pembiasaan
o Akhlak mulia tidak cukup hanya diajarkan, tetapi harus dibiasakan.
Tantangan muncul jika sekolah/rumah kurang konsisten menanamkan
budaya positif.
5. Orientasi pendidikan
o Fokus yang berlebihan pada pencapaian akademik sering membuat
pendidikan karakter kurang diperhatikan.

Hikmah (Lesson Learn)


1. Keteladanan adalah kunci utama
o Anak lebih mudah meniru daripada hanya mendengar nasihat.
Guru/orang tua harus menjadi model nyata akhlak karimah.
2. Pembiasaan lebih efektif daripada teori
o Akhlak tumbuh dari rutinitas positif (doa bersama, salam, gotong
royong, disiplin) yang dilakukan terus-menerus.
3. Sinergi lingkungan sangat penting
o Keluarga, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama agar
pembentukan akhlak tidak timpang.
4. Kontrol diri dan iman sebagai benteng
o Ibadah yang baik menumbuhkan kesadaran diri untuk menghindari
akhlak tercela.
5. Pendidikan akhlak relevan sepanjang zaman
o Meski tantangan berubah, nilai akhlak karimah tetap menjadi
kebutuhan dasar bagi terciptanya pribadi berkarakter kuat dan
masyarakat yang damai.
[Link] Aksi dalam Pembelajaran
1. Perencanaan
• Kompetensi Dasar (KD): Meneladani akhlak karimah dalam kehidupan sehari-
hari.
• Tujuan Pembelajaran:
o Siswa mampu memahami konsep akhlak karimah.
o Siswa mampu menampilkan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-
hari di sekolah maupun di rumah.
• Materi Pokok: Akhlak kepada Allah, diri sendiri, sesama, dan lingkungan.

2. Strategi & Metode


• Strategi: Pembelajaran berbasis keteladanan dan pembiasaan.
• Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, role play (bermain peran),
pembiasaan (doa bersama, salam, kerja bakti).

3. Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
• Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
• Apersepsi: guru mengaitkan dengan pengalaman nyata, misalnya pentingnya
jujur atau sopan santun.
b. Kegiatan Inti
• Eksplorasi: Siswa mendiskusikan contoh akhlak mulia dalam kehidupan sehari-
hari.
• Elaborasi: Guru memberi studi kasus (misalnya: bagaimana sikap ketika
melihat teman kesulitan atau saat menemukan barang yang bukan miliknya).
• Konfirmasi: Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan nilai-nilai akhlak
karimah dari hasil diskusi.
c. Kegiatan Penutup
• Refleksi: siswa menyampaikan perilaku baik apa yang sudah dilakukan hari ini.
• Penugasan: membuat jurnal harian akhlak (mencatat perilaku baik dan kurang
baik yang dialami).
• Doa penutup untuk memohon akhlak yang baik.

4. Kegiatan Pendukung
• Program Harian: Doa bersama, memberi salam, antre dengan tertib.
• Program Mingguan: Jumat Bersih, sedekah Jumat, kultum singkat.
• Program Khusus: Pesantren kilat, lomba akhlak mulia (misalnya siswa teladan,
siswa paling disiplin).

5. Evaluasi
• Penilaian Sikap: observasi langsung guru terhadap kejujuran, kedisiplinan,
sopan santun.
• Penilaian Produk: jurnal akhlak siswa.
• Penilaian Proses: keterlibatan siswa dalam kegiatan gotong royong, doa
bersama, dan pembiasaan lainnya.

Anda mungkin juga menyukai