Pelatihan SolidWorks: Panduan Lengkap
Pelatihan SolidWorks: Panduan Lengkap
SOLIDWORKS
SOLIDWORKS adalah salah satu CAD software yang dibuat oleh DASSAULT
SYSTEMES digunakan untuk merancang part permesinan atau susunan part
permesinan yang berupa assembling dengan tampilan 3D untuk merepresentasikan
part sebelum real part nya dibuat atau tampilan 2D (drawing) untuk gambar proses
permesinan.
Sejarah Solidworks
SolidWorks diperkenalkan pada tahun 1995 sebagai pesaing untuk program CAD
seperti Pro / ENGINEER, NX Siemens, I-Deas, Unigraphics, Autodesk Inventor,
Autodeks AutoCAD dan CATIA, dengan harga yang lebih murah. SolidWorks
Corporation didirikan pada tahun 1993 oleh Jon Hirschtick, dengan merekrut tim
insinyur untuk membangun sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat
lunak CAD 3D, dengan kantor pusatnya di Concord, Massachusetts, dan merilis
produk pertama, SolidWorks 95, pada tahun 1995.
Instagram/Tiktok = @[Link] 1
Pada tahun 1997 Dassault Systèmes, yang terkenal dengan CATIA CAD software,
mengakuisisi perusahaan dan sekarang ini memiliki 100% dari saham SolidWorks.
SolidWorks dipimpin oleh John McEleney dari tahun 2001 hingga Juli 2007, dan
sekarang dipimpin oleh Jeff Ray.
2
Mengenal Jenis Jenis Dari Solidworks Document
Tampilan Toolbox pada Solidworks terletak pada bagian atas layar. Toolbox berisi
perangkat perangkat bantu yang digunakan selama merancang (mendesain). Berikut
ini penjelasan dari beberapa tools penting yang umum digunakan dalam merancang.
A. Zooming Tools
3
B. View Orientation Tools
4
D. Sketcth Tools
5
E. Feature Tools
Extrude Boss Untuk membuat bentuk solid dari sketsa yang telah dibuat
Lofted Boss Membuat bentuk solid antara dua buah permukaan sketsa
Hole wizard Untuk membuat lubang pada bentuk solid yang ada
6
Nama Tools Fungsi
B. Sketch
7
Langkah-langkah pengerjaan:
4. Klik Smart Dimension ( ), lalu klik garis benda beri ukuran sisi atas
dan sisi samping dengan ukuran 30 mm. Lalu tekan tombol Enter atau klik
OK.
8
5. Setelah itu pilih menu toolbar yaitu Feature ,lalu klik Extrude Boss/ Base.
Setelah itu pada bagian panel Extrude masukkan nilai Depth sebesar 30 mm,
lalu klik Ok.
9
LATIHAN
10
3. Menggunakan Front Plane dan Ketebalan Gambar sebesar 100 mm.
11
MEMBUAT GAMBAR TEKNIK DAN KEPALA GAMBAR
Pendahuluan
Setiap perusahaan atau institusi yang menggunakan gambar teknik / technical
drawing, pasti mempunyai format kepala gambar standar. Untuk membuat kepala
gambar, kita bisa meng customize Drawing Sheet Format di SolidWorks.
akan muncul sebuah gambar baru di graphic area & sebuah Model
View property manager.
12
2. Edit Sheet Format
Langkah selanjutnya adalah mengubah Sheet Format, karena kita tidak
akan bekerja di sheet format, sehingga kita tidak memasukkan sebuah model
dahulu kedalamnya.
Kita akan keluar dari property manager > klik cancel di property manager.
Klik kanan di manapun di dalam Drawing Sheet > pilih Edit Sheet Format.
Jika kita ingin merubah salah satu text di dalam Sheet Format, seumpama
kita akan mengganti text Revision dengan Revisi.
Di dalam tittle block, klik 2x text Revision > text akan muncul di dalam Edit
Box > ganti text dengan Revisi > klik di luar area text untuk menyimpan
perubahan.
Klik text sekali lagi > di dalam property manager klik Font > ganti jenis
Font dan ukurannya.
13
Klik sekali lagi di luar text area untuk menyimpan perubahan.
untuk menambah text di dalam Sheet Format > klik Insert > Annotation
> klik Note ( ) > muncul text box > tempatkan text box ke dalam area
yang diinginkan > seumpama kita akan membuat text nama perusahaan.
Tulis nama perusahaan di dalam text box > atur jenis font dan ukuran.
Untuk membuat garis baru > klik Sketch > klik Line ( )
14
Untuk menghapus text atau garis, klik text atau garis yang di maksud > klik
kanan > pilih Delete.
Untuk memindahkan text atau garis, klik text atau garis yang di maksud >
klik kanan > Move the Entities.
Untuk menyimpan sheet format yang baru tanpa menimpal sheet format
standar > klik File Save sheet format > arahkan ke folder tempat
menyimpan sheet format yang baru > isikan nama file > klik Save.
Setelah semua perubahan disimpan > kita akan keluar dari Edit Sheet
Format > klik kanan di manapun di Drawing Sheet > pilih Edit Sheet.
15
Tampilan sesudah keluar dari Edit Sheet Format.
16
Pilih file yang telah kita buat tadi > teknik [Link] file.
Klik Insert > Drawing View > Model.
Akan keluar Model View property manager > klik Browse > pilih part yang
hendak kita buat gambarnya > klik Open. (Model yang kita gunakan adalah
part dengan Feature Rib yang telah kita buat sebelumnya).
17
Atur penempatan part di dalam kertas gambar (Graphic Area)
Selesai.
18
BAB I
FEATURE EXTRUDE DAN FEATURE RIB
Pada Bab I kita akan mencoba membuat bentuk solid seperti gambar diatas.
Dalam membuat gambar tersebut kita menggunakan serta mempelajari 3 features
yang sederhana ,yaitu :
a) Extruded Boss
b) Extruded Cut
c) Fillet
Berikut merupakan langkah-langkah pengerjaannya:
1. Klik New ( File > New ), kemudian klik Part , dan klik OK.
2. Klik kiri pada Top Plane lalu klik sketch.
3. Buat sebuah Rectangle atau persegi yang ada di dalam kotak dialog skecth
dengan ukuran sesuai gambar :
19
4. Setelah sketch sesuai dengan gambar kemudian klik Features, dan klik
Extrude Boss seperti gambar dibawah.
5. Setelah selesai kita buat sketch baru dengan cara kita klik kiri atau kanan
sisi depan gambar lalu pilih sketch.
20
Setelah sketch sesuai dengan contoh diatas, kemudian kita Extrude dengan
ketebalan atau depth sebesar 10 mm.
6. Setelah itu kita akan membuat lubang pada sisi depan part. Cara membuat
sketch s a m a seperti pada point 5, dan kemudian kita buat sebuah sketch
lingkaran dengan diameter 10 mm.
Kemudian masuk ke Features dan klik Extrude cut dengan kedalaman atau
Depth sebesar 10 mm.
7. Kita buat sketch baru pada sisi atas gambar dengan cara sama seperti membuat
sketch pada bagian samping sebelumnya. Kemudian buat skecth dua buah
lingkaran seperti gambar dibawah ini.
Lalu masuk Features dan klik Extrude cut dengan kedalaman atau Depth
sebesar 10 mm.
21
8. Kita buat sketch pada bagian depan part dengan cara sama seperti membuat
sketch pada bagian samping sebelumnya. Buat sketch seperti pada gambar
dibawah ini dan kemudian di Extrude Cut sebesar 40 mm
9. Klik Feature Fillet lalu pada angka radius kita ubah dengan radius 6 mm
dan klik pada bagian seperti gambar contoh berikut :
Lalu kembali masuk Feature Fillet dan pada angka radius kita ubah dengan
radius 3 mm dan klik pada bagian seperti gambar contoh berikut:
10. Setelah selesai hasilnya akan seperti gambar di bawah ini , dan jangan lupa
untuk menyimpannya karena akan di gunakan pada Bab berikutnya.
22
FEATURE RIB
1. Menentukan Plane
2. Membuat Sketch
3. Menentukan Dimension
4. Keluar (exit) dari sketch
5. Memilih Feature
6. Menentukan nilai parameter di dalam Feature Manager Design Tree
Fitur Rib adalah fitur untuk membuat sebuah sirip tipis yang menempel
pada permukaan pejal. Pada umumnya rib digunakan untuk memperkuat atau
mencegah lengkungan pada design kita. Fitur Rib memerlukan 3 hal: Sketch, arah
rib dan ketebalan rib. Sketch untuk rib harus mempunyai 3 syarat: kurva terbuka
tunggal (bukan kurva tertutup), sketch tidak saling memotong & tidak
bersebelahan, ujung sketch menempel pada permukaan “parent feature” &
membentuk daerah tertutup.
23
Ada 2 tipe fitur Rib: Straight dan Rotational. Fitur Rib ini dapat di akses
dengan 2 cara: klik ikon Rib di features toolbar atau pilih Insert > features
> Rib di pull-down menu. Dalam memilih Sketch yang akan dibuat rib, kita dapat
memilih sketch yang telah kita buat sebelumnya lalu masuk ke tool Rib atau
sebaliknya, kita masuk ke tool Rib dahulu baru membuat atau memilih sketch.
Di dalam tutorial ini kita akan membuat part seperti pada gambar di atas,
pembuatan part tersebut terdiri dari feature Extruded Boss/Base, Shell, Rib, dan
Circular pattern.
1. Membuat kotak dengan Etruded Boss/Base
Buka SolidWork >klik New >pilih Part >klik Ok
Pilih Top Plane > klik sketch > pilih view Normal To
Klik Rectangle, buat kotak dengan ukuran 30 x 30 mm, perhatikan
letak titik Origin > sesuaikan ukuran dengan Smart Dimension.
Exit sketch > klik features > pilih Exture Boss/Base > masukan
nilai Depth 10 mm dalam Extruded property manager.
24
Klik OK
klik OK
25
3. Membuat Rib
Klik Sketch > pilih Front Plane > klik view Normal To.
Klik Line > klik Hidden Line Visible > titik 1 koordinat (13,10).
Exit Sketch > klik Features > pilih Rib > akan keluar Rib Property
Manager > masukkan nilai Rib Thickness 2 mm > klik OK
26
4. Membuat Circular Patern
membuat Axis of Revolution
klik Front Plane > klik Sketch > pilih view Normal To > klik Line, buat
garis vertical dari titik Origin, seperti gambar.
Kemudian Exit Sketch dan buat Axis dengan klik Insert > pilih Reference
Geometry > klik Axis > pilih garis yang telah di buat pada Sketch
sebelumnya.
Klik Features > pilih Circular Pattern.
Didalam property manager > pilih Pattern Axis : Axis 1 > klik Equal
Spacing > masukan nilai 4 dalam Number of Instances > masukan features
Rib yang sebelumnya sudah kita buat dalam kotak features to paterns > klik
OK.
27
5. Part yang sudah selesai seperti gambar dibawah ini.
28
BAB II
FEATURE REVOLVE
Bab ini akan menjelaskan penggunaan feature revolve secara umum. Langkah
awalnya adalah membuat sketch yang akan digunakan sebagai profile (gambaran
secara geometris).
Catatan: pastikan membuat sketch tertutup dengan tidak ada garis (line) yang tidak
tersambung.
29
2. Menggunakan Feature Revolve :
30
3. Menggunakan Fillet.
a. Pada part yang telah dibuat sebelumnya, feature fillet bisa langsung
digunakan tanpa menerapkan sketch. Pada Command Manager > Features
> Fillet ( ).
b. Klik pada sudut luar atas part, dan beri ukuran (radius) kelengkungan
sebesar 3mm.
31
c. Klik Ok.
32
BAB III
FEATURE SWEEP & FEATURE CURVES
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat pegas seperti di bawah ini:
4. Klik Circle (lingkaran ), Klik titik origin sebagai titik awal, geser
kursor ke sebelah kanan sampai membentuk sebuah lingkaran. Klik
33
sembarang titik untuk mengakhiri. Kemudian Klik Smart Dimension dan
isikan ukuran yang diinginkan dalam contoh ini diameter lingkaran adalah
0.50 inchi.
6. Klik Features , kemudian klik Curves dan pilih Helix And Spiral.
34
7. Pilih Right Plane, kemudian pilih view Normal To.
8. Klik Sketch kemudian klik Circle.
9. Gambar lingkaran dengan titik pusat seperti terlihat pada
gambar di bawah ini. Klik Smart Dimension untuk
memberi ukuran lingkaran ini dengan diameter 0,05 inchi.
35
12. Kemudian pada Property Manager kita pilih sketch 2 sebagai gambar
utama (profile) dan sketch 1 (helix/spiral ) sebagai Patch, seperti gambar
berikut:
13. Kemudian klik Ok atau Centang Untuk melihat hasilnya bisa kita ubah
menjadi pandangan Isometric.
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat baut seperti di bawah ini:
36
3. Selanjutnya pilih Polygon , bentuk sebuah Polygon segi enam dengan
ukuran sembarang yang ber pusat pada titik Origin dan berikan ukuran pada
lingkaran polygon sebesar 20 mm.
4. Lalu klik features, kemudian klik Extrude Boss/Base dengan ukuran depth
sebesar 10 mm.
5. Setelah b e r b e n t u k s o l i d , kemudian k l i k p e r m u k a a n d e p a n
d a r i p r o f i l segi enam tersebut lalu klik sketch.
6. Buat lingkaran yang berpusat di pusat segi enam. beri ukuran diameter
lingkaran sebesar 18 mm, kemudian masuk feature , klik extrude bos/Base
dengan ketebalan 1 mm.
37
7. Langkah selanjutnya kita buat lingkaran pada permukaan lingkaran
yang telah kita buat. dengan memberi ukuran diameter lingkaran 14 mm.
38
9. Klik menu Helix and Spiral pada menu bar.
Kemudian klik permukaan lingkaran bawah baut sehingga pada panel tree
akan muncul sebuah Sketch [Link] buat lingkaran yang sepusat dengan
lingkaran bawah baut dan beri ukuran 14 mm.
Setelah selesai klik Exit Sketch sehingga akan muncul bentuk spiral pada
baut.
10. Pada panel Helix & Spiral masukkan data sebagai berikut :
Devined By : Height and Pitch
Constant Pitch ( pitch tidak berubah sepanjang pegas )
Heigth : 27 mm
39
Pitch : 2.5 mm
Start Angle 0
Centang pada reverse direction Counterclockwise (berputar berlawanan
arah dengan arah jarum jam) Kemudian tekan Enter atau ok.
11. Pada Panel Tree, klik Top Plane dan klik Sketch, dalam sketch tersebut
kita akan membuat sebuah segitiga dengan menggunakan Polygon sebagai
bentuk/profil ulir pada ujung spiral yang sebelumnya telah dibuat dengan
ukuran segitiga sebesar 1.60 mm seperti gambar di bawah ini. Kemudian
klik Exit Sketch.
40
12. Selanjutnya masuk Feature > Sweept Cut, kemudian untuk kolom profil
klik Segi tiga , dan untuk kolom patch klik profil Spiral dan tekan enter
atau ok.
13. Untuk tahap terakhir, buat sketch baru pada permukaan segi enam pada
atas baut, kemudian buat sebuah lingkaran dengan ukuran sama besar
dengan polygon.
41
14. Klik Feature > Extrude Cut, pada panel beri centang pada pilihan Flip
Side To Cut dan aktifkan pilihan Draft yang diberi angka 60 derajat.
42
BAB IV
HELICAL GEAR
A. Membuat Sketch
1. Klik New, lalu klik Part, klik OK
2. Klik Front Plane dan Klik Sketch
3. Klik Circle, dan buatlah sketch pada sumbu utama (origin). Klik Smart
4. Dimension, klik lingkarannya dan aturlah diameternya sebesar 1.0 in
43
B. Melakukan Extruded Boss/Base
1. Klik Features, lalu Extruded Boss/Base dan aturlah D1 0.30 in, klik OK
44
5. Klik Line ( ) dan buatlah sket profil gear.
45
8. Klik scroll mouse button dan putarlah ke sisi yang sebaliknya.
9. Klik sisi belakang dan pilihlah Normal To. Klik sekali lagi pada sisi ini dan
pilihlah Sketch.
10. Selanjutnya tekan CTRL dan sambil klik semua garis profil gearnya.
46
12. Klik dan drag semua garis sketchnya.
16. Pada pilihan parameter, atur angka sebesar 10 derajat rotasi. Lalu klik OK
47
17. Klik Exit Sketch ( ) kemudian ubahlah pandangan menjadi
Isometric.
48
2. Kemudian klik sisi lingkarannya
49
3. Buatlah sketh Circle ( ) pada pusat lingkaran. Klik Smart
4. Klik Features, lalu pilih Extruded Cut ( ) dan atur Direction pada
6. Klik Rectangle, pilih Center Rectangle dan buatlah sketch dengan ukuran
seperti pada gambar di bawah.
50
7. Klik Features, lalu Extruded Cut ( ) dan atur Direction ke dalam
Through All.
8. Klik OK .
51
BAB V
PERAKITAN KOMPONEN (ASSSEMBLY)
52
1. Base
2. Block
53
B. Langkah-langkah membuat Part Slider Mekanis.
Part pertama: Base
Langkah-langkahnya dalam pembuatan part pertama adalah:
1. Open SolidWork,
2. Klik New, pilih Part, kemudian klik OK
3. Klik Sketch, pilih Top Plane, klik Rectangle
4. Buat persegi panjang ukuran 10 x 100, gunakan Smart Dimension untuk
mendapat ukuran yang di inginkan
7. Buat pin di salah satu sisi memanjang dari part tersebut, klik Extruded
Boss/Base, kemudian pilih salah satu Plane pada part tersebut.
8. Klik Circle, masukkan Radius = 2.5 dalam kolom radius di property
manager
9. Klik OK.
54
10. Klik view Normal To, klik Smart Dimension, kemudian letakkan Circle
tepat ditengah- tengah dengan jarak part.
11. Klik OK, klik Exit Sketch (akan keluar Extuded property manager )
12. Di dalam kolom Depth masukkan angka 5 mm, lalu klik OK.
13. Pilih view Isometric.
14. Simpan part yang telah jadi dengan nama “Base”
55
3. Buat kotak ukuran 10 x 10, gunakan Smart Dimension untuk mendapat
ukuran yang diinginkan.
6. Buat pin di salah satu sisi memanjang dari part tersebut, klik Extruded
Boss/Base, pilih salah satu Plane pada part tersebut.
7. Klik Circle, masukkan Radius = 2.5 mm dalam kolom radius di property
manager, lalu klik OK.
56
8. Pilh view Normal To, klik Smart Dimension, letakkan Circle tepat di
tengah-tengah dengan jarak masing-masing 5 mm dari tepi. Atau cari titik
tengahnya agar lebih mudah.
9. Klik OK, klik Exit Sketch (akan muncul Extuded property manager)
10. Di dalam kolom Depth masukkan 10 mm, klik OK.
57
11. Pilih view Isometric.
5. Trim sisi dalam lingkaran tersebut, pilih tools, kemudian Trim, trim to
closest (arahkan pointer ke garis di sisi dalam lingkaran tersebut hingga
berubah warna merah).
58
6. Klik OK, lalu pilih Features, selanjutnya pilih Extruded Boss/Base
7. Di dalam Extrude property manager, masukkan 5 mm di dalam kolom
Depth, klik OK untuk keluar.
11. Pilih Plane Isometric, Exit Sketch (akan keluar property manager).
59
12. Masukkan nilai 5 mm di dalam kolom Depth, Klik OK untuk keluar.
13. Klik Extruded Boss/Base.
60
Part ke empat: Crank Shaft (Crank).
Langkah-langkahnya dalam pembuatan part keempat sebagai berikut:
1. klik New, pilih Part, klik OK.
2. Klik Sketch, pilih Front Plane, klik Circle.
3. Buat 2 lingkaran sejajar dengan jari-jari 5 mm, gunakan Smart Dimension
Buat jarak 40 mm.
5. Trim sisi dalam 2 lingkaran tersebut, pilih tools, klik sketch tools, klik
trim, pilih trim to closest, arahkan pointer pada garis di sisi dalam
lingkaran tersebut hingga berubah warna merah.
61
9. Klik Extruded Cut pilih Plane di sebelah atas part.
10. Pilih Plane Normal To, klik Circle.
11. Masukkan nilai 2.5 mm di dalam kolom radius.
13. Pilih Plane Isometric, Exit Sketch (akan keluar property manager).
14. Masukkan nilai 5 mm di dalam kolom Depth, Klik OK untuk keluar.
62
15. Save part yang telah jadi dengan nama “Crankshaft”.
3. Secara default, Part pertama akan di tandai sebagai fix part, part selanjutnya
akan di tandai sebagi Float Part.
4. Klik Insert Component di Assembly toolbar, klik Browse di Insert
Component property manager, pilih part Block, Open.
63
5. Klik Mate di assembly toolbar (akan keluar Mate property
manager)
55
8. Pada kolom Mate di Mate property manager akan Nampak
Mate yang telah kita ubah sebelumnya.
9. Kita akan mendefinikan Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standard
Mates, pada Mate Selection, pilih kedua sisi pada Base dan Block yang
berhadap-hadapan, seperti pada gambar di bawah.
10. Klik OK, klik OK untuk keluar dari Mate property manager.
11. Print screen dari mate pertama = coincident1
56
12. Print screen dari mate kedua = coincident2
13. Kita akan mengecek gerak dari part Block, klik Move Component akan
keluar Move Component property manager, pilih component dan drag
untuk menggerakkannya, pilih Block.
14. Kita akan melihat Block hanya dapat bergerak lurus segaris dengan
bidang atas dari Base.
57
C. Menggabungkan masing-masing part.
Menggabungkan antara part Base dan part Crank.
1. Putar View dengan Rotate View, hingga Nampak seperti gambar
58
5. Pada mate selectiions yang kedua pilih lubang pada Crank.
6. Klik Ok.
7. Pada Standard Mates yang kedua pilih Coincident, pada mate selections
yang pertama pilih bidang sisi dalam dari Base.
59
8. Putar view dengan Rotate View, sehingga sisi Crank yang menghadap
ke Base nampak, untuk mate selections yang kedua pilih bidang ini.
9. Klik OK untuk keluar dari Mate property manager, putar assembly sekali
lagi dengan Rotate view, klik Rotate components, pilih Crank lalu drag
component untuk mencoba hasil Mate terakhir tadi.
60
3. Klik Rotate Component putar Conrod hingga pin pada Conrod menghadap
lubang pada Crank, klik Ok untuk keluar dari Rotate Component
Property Manager.
4. Klik Mate, selanjutnya pada Standard Mates pilih Concentric (kolom Mate
Selections akan aktif), pilih lubang pada Crank.
61
6. PadaStandard Mates yang kedua kita pilih Coincident, pada Mate
Selections yang pertama pilh bidang sisi luar dari Crank.
7. Putar view dengan Rotate View, sehingga sisi Conrod yang menghadap
ke Base nampak. (untuk mate selections yang kedua pilih bidang ini).
8. Klik Ok.
62
9. Putar view dengan Rotate View sekali lagi.
10. Buat mate yang terakhir untuk menggabungkan pin di block dengan lubang
di Conrod pada feature Standard Mates (assembly features), klik
Concentric pada mate selection yang pertama pilih pun pada Block.
11. Pada mate selection yang kedua pilih lubang pada Conrod.
63
12. Klik Ok.
13. Klik OK untuk keluar dari Mate property manager, proses perakitan telah
selesai.
14. Klik Rotate Component pilih Crank, Drag Crank tersebut.
15. Selesai.
64
D. Simulasi dari Perakitan Slider Mekanis
1. Rotary Motor
2. Linear Motor
3. Linear Spring
4. Gravity
Kita akan mempelajari simulasi Rotary Motor dari assembly “Slider Mekanis”.
1. Buka SolidWorks, klik Open, pilih file assembly yang akan di buat
simulasi geraknya (contoh: slider mekanis), klik open.
2. Klik toolbar Simulation (klik Insert, klik simulation).
65
4. Pada kolom Direction Reference, pilih Crank, klik sisi luar dari Crank.
5. Klik tombol Reverse Direction jika arah putaran yang kita kehendaki
berbeda.
66
7. Pada SolidWorks dengan release yang lebih baru, kita bisa memasukkan
kecepatan secara manual, misal 2.3 derajat/detik.
8. Klik Ok untuk keluar dari Rotary motor propert manager, di
FeatureManager design tree akan keluar Simulation dengan
RotaryMotor1.
67
11. Klik Replay Simulation.
68
BAB VI
EXPLODED VIEW & DRAWING ASSEMBLY
Pada bab ini kita akan mempelajari tentang explode view, animasi dalam
assembly dan pembuatan drawing assembly.
Latihan
Rakitlah beberapa file yang diberikan tentor hingga menjadi gambar seperti berikut
69
2. Pertama kita akan belajar explode
view assembly. Klik Assembly >
Explode View, lalu akan muncul
menu explode.
3. Kemudian kita klik salah satu part, akan muncul sumbu 3 [Link] sumbu
tersebut kita dapat menggeser part menjadi explode view
70
2. Pada sheet format/size pilih A4-Landscape, lalu OK.
4. Kemudian kita ubah tampilan gambar hingga seperti berikut, dengan skala 1:2
71
5. Klik annotation > table dan pilih bill of material.
Kemudian klik gambar nya ,lalu akan muncul panel properti nya, lalu klik OK.
6. Akan muncukl tabel bill of material . apabila ada yang kurang, dapat di edit, dengan
cara klik kanan pada tabel bill material. Maka akan menjadi gambar seperti ini.
7. Masukkan gambar dengan pandangan atas dan [Link] cara model view.
8. Kemudian kita akan membuat alternatif position dengan cara pada pandangan
kanan klik kanan > drawing view> alternative position .maka akan muncul panel
[Link] enter dan akan masuk kedrawing seperti berikut, dan langsung
geser bentuk i=hingga seperti berikut dan enter.
72
Setelah enter akan masu ke menu drawing kembali dan akan menjadi seperti ini
gambarnya.
Lalu save ke pdf, sebelum di save anda dapat mengedit sheet formatnya terlebih
dahulu.
73
BAB VII
PENGGUNAAN TOOLBOX
A. Membuat Part
Langkah awal membuat Part seperti pada gambar dibawah ini, lalu simpan (save)
pada directory yang telah ditentukan:
Part 1
74
Part 2
Gambar 2. Mounting
Part 3
Gambar 3. Buhsing
84
Part 4
Gambar 4. Roller
85
4. Klik Mate ( ) pada assembly toolbar (maka akan muncul Mate Property
Manager).
5. Pilih Standard Mates > Coincident. (Secara otomatis akan diarahkan pada
Mate Selection).
6. Pada Mate Selection, pilih garis sudut dalam pada Part1 dan garis sudut bawah
pada Part2, klik Ok.
86
8. Selanjutnya untuk menggabungkan Part2 yang kedua, pilih Coincident. Pada
Mate Selection, pilih garis sudut dalam pada Part1 dan garis sudut bawah pada
Part2, kemudian klik Flip Mate Alignment ( ) untuk memutar balik hadap
Part2 yang kedua, lalu klik Ok.
9. Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standard Mates. Pilih sisi atas lubang
pada Part1 dan sisi bawah lubang pada Part2, klik Ok.
87
10. Klik Ok ( ), untuk keluar dari Mate Property Manager.
11. Klik Insert Component pada assembly toolbar, klik Browse kemudian pilih
Part3 > Open (sebanyak dua part).
88
12. Klik Insert Componen pada assembly toolbar, klik Browse kemudian pilih
Part4 > Open.
13. Klik Mate ( ) pada assembly tollbar (akan muncul Mate property
manager).
14. Pilih Standart Mates, pilih Concentric.
15. Pada Mate Selection, pilih permukaan dalam pada lubang Part2 dan permukaan
lingkaran luar pada Part3 yang pertama, klik Ok.
16. Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standart Mates. Pilih kedua sisi
pada Part2 dan Part3 yang saling berhadapan, klik Ok.
89
17. Selanjutnya untuk menggabungkan Part3 yang kedua, pilih Concentric.
18. Pada Mate Selection, pilih permukaan dalam pada lubang Part2 dan permukaan
lingkaran luar pada Part3 yang kedua, klik Ok.
90
19. Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standart Mates. Pilih kedua sisi pada
Part2 dan Part3 yang saling berhadapan, klik Ok.
kemudian klik Flip Mate Alignment ( ) untuk memutar balik Part4, klik
Ok.
91
C. Menggunakan Toolbox.
Sebelum memberi kelengakapan pada Part yang sudah di Assembly, hal selanjutnya
yang dilakukan adalah memunculkan Toolbox. Pada View Palette sebelah kanan,
pilih tab Design Library, klik Toolbox, lalu klik pada tulisan Add in Now.
92
d. Tempatkan baut pada part assembly.
e. Menambahkan baut (bolt) yang selanjutnya, klik tab Design Library >
Toolbox > ISO > Bolts and Screws > Hex Bolts and Screws > Hex Bolts
and Screws Grade AB ISO 4014. Drag & drop pada drawing area.
93
f. Pada configuration component, isi properties dengan M6 (ukuran headbolt
/ kepala baut), dan Length (Panjang baut) 45 mm. Klik Ok.
g. Tempatkan baut pada part assembly.
94
2. Memberi mur (nut).
Selanjutnya pemberian mur (nut) pada part assembly, cara pengambilan mur
sama seperti langkah-langkah mengambil baut sebelumnya. Yaitu dengan:
a. Klik Design Library, pilih Toolbox > ISO > Nuts > Hex Nuts > Hex Nuts
Grade C ISO – 4034. Drag & drop pada drawing area.
b. Pada configuration component, isi properties dengan M6 (ukuran headbolt
/ kepala baut), dan Length (Panjang baut) 45 mm. Klik Ok.
95
BAB VIII
MATERIAL DAN ANALYSIS
Kita akan membuat sebuah balok sederhana. Klik new, klik part, lalu ok.
Klik front plane ,lalu buat sketsa seperti berikut menggunakan front plane.
Klik feature > extrude boss/base, lalu kita beri ketebalan 150 mm, lalu
enter atau ok. dan akan mejadikan gambar solid seperti berikut:
96
A. Menghitung massa benda
Dari part yang telah kita buat. Langsung saja tanpa dikeluarkan kita ketahap
menghitung massa benda
1. Kita akan memberi jenis material untuk benda tersebut. Klik kanan material
pada Panel Tree. lalu klik edit material.
97
Maka akan muncul panel mass properties dari part yang telah anda buat.
Dari panel tersebut anda bisa mendapatkan massa dari part yang telah anda
buat yaitu 162 gram.
B. Analisys Tegangan
Dari part yang telah kita buat. Langsung saja tanpa dikeluarkan kita ke tahap
Analisys tagangan benda tersebut.
1. Klik Evalute kemudian klik Simulation Expres Analisys Wizard, maka akan
muncul menu analisys dan langsung saja di next.
98
2. Kemudian pilih add feature. Kemudian kita pilih face yang di depan.
99
Langkah pembuatan partnya
1. gambar part dengan font plane , kemudian di revolve
2. Gambar bodi kedua dengan right plane dan straight slot , lalu di revolve
100
Kemudian di circular pattern menjadi bentuk seperti berikut
4. Buat sketch pada bagian atas seperti berikut , kemudian kita extrude kearah
atas sebesar 6 mm ,dan ke bawah diganti menjadi up to next
101
5. Kemudian pada tempat setalah extrude kita beri lubang dengan diameter 9 mm.
6. Terus kita beri lubang pada titik tengah bagian bawah gambar mengunakan
extrude cut dengan kedalaman 12.7 mm
102