0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan107 halaman

Pelatihan SolidWorks: Panduan Lengkap

Dokumen ini adalah modul pelatihan untuk SolidWorks yang mencakup pengenalan software, sejarah, antarmuka, jenis dokumen, dan berbagai fitur serta alat yang digunakan dalam desain 3D. SolidWorks adalah software CAD yang digunakan untuk merancang bagian dan rakitan permesinan, serta membuat gambar teknik. Modul ini juga memberikan langkah-langkah praktis untuk membuat sketsa, gambar teknik, dan menggunakan fitur-fitur penting dalam SolidWorks.

Diunggah oleh

Raliannoor Amd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan107 halaman

Pelatihan SolidWorks: Panduan Lengkap

Dokumen ini adalah modul pelatihan untuk SolidWorks yang mencakup pengenalan software, sejarah, antarmuka, jenis dokumen, dan berbagai fitur serta alat yang digunakan dalam desain 3D. SolidWorks adalah software CAD yang digunakan untuk merancang bagian dan rakitan permesinan, serta membuat gambar teknik. Modul ini juga memberikan langkah-langkah praktis untuk membuat sketsa, gambar teknik, dan menggunakan fitur-fitur penting dalam SolidWorks.

Diunggah oleh

Raliannoor Amd
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PELATIHAN

SOLIDWORKS

ADI SANGGORO TRAINING CENTER


2025
PENDAHULUAN
MENGENAL SOLIDWORKS

SolidWorks adalah software desain yang digunakan untuk memodelkan dan


menciptakan gambar dalam 2D dan gambar 3D dalam tiap part (bagian) ataupun
assembly (rakitan).

Gambar 1.1 Halaman Depan Solidworks

Apa Itu Solidworks?

SOLIDWORKS adalah salah satu CAD software yang dibuat oleh DASSAULT
SYSTEMES digunakan untuk merancang part permesinan atau susunan part
permesinan yang berupa assembling dengan tampilan 3D untuk merepresentasikan
part sebelum real part nya dibuat atau tampilan 2D (drawing) untuk gambar proses
permesinan.

Sejarah Solidworks

SolidWorks diperkenalkan pada tahun 1995 sebagai pesaing untuk program CAD
seperti Pro / ENGINEER, NX Siemens, I-Deas, Unigraphics, Autodesk Inventor,
Autodeks AutoCAD dan CATIA, dengan harga yang lebih murah. SolidWorks
Corporation didirikan pada tahun 1993 oleh Jon Hirschtick, dengan merekrut tim
insinyur untuk membangun sebuah perusahaan yang mengembangkan perangkat
lunak CAD 3D, dengan kantor pusatnya di Concord, Massachusetts, dan merilis
produk pertama, SolidWorks 95, pada tahun 1995.

ADI SANGGORO TRAINING CENTER (ASTC)

Instagram/Tiktok = @[Link] 1
Pada tahun 1997 Dassault Systèmes, yang terkenal dengan CATIA CAD software,
mengakuisisi perusahaan dan sekarang ini memiliki 100% dari saham SolidWorks.
SolidWorks dipimpin oleh John McEleney dari tahun 2001 hingga Juli 2007, dan
sekarang dipimpin oleh Jeff Ray.

Mengenal Interface Solidworks

Seperti aplikasi lain untuk menampilkan pekerjaan Solidworks juga menggunakan


Windows. Windows pada Solidworks secara garis besar terbagi atas dua panel
utama. Satu panel yang menampilkan non-graphical data dan panel yang lain
menampilkan informasi dan mempresentasikan dari part, assembly, dan drawing.

Gambar1.2 Interface Solidworks

2
Mengenal Jenis Jenis Dari Solidworks Document

A. Part Merupakan dokumen SolidWorks untuk membuat 1 bagian


gambar dalam 3 dimensi.

B. Assembly merupakan dokumen SolidWorks untuk merakit bagian-


bagian dan dapat pula untuk membuat bagian (part) dalam assembly.

C. Drawing merupakan representasi dalam 2 dimensi pada lembar


dokumen (kertas) dari part maupun assembly.

Mengenal Tools Solidworks 2014

Tampilan Toolbox pada Solidworks terletak pada bagian atas layar. Toolbox berisi
perangkat perangkat bantu yang digunakan selama merancang (mendesain). Berikut
ini penjelasan dari beberapa tools penting yang umum digunakan dalam merancang.

Gambar 1.3 Tools Tampilan Ruang Kerja.

A. Zooming Tools

3
B. View Orientation Tools

C. Display Style Tools

4
D. Sketcth Tools

5
E. Feature Tools

Nama Tools Fungsi

Extrude Boss Untuk membuat bentuk solid dari sketsa yang telah dibuat

Membuat bentuk solid dengan cara diputar terhadap suatu


Revolved Boss
sumbu

Sweap Boss Membuat bentuk solid dengan mengikuti sebuah alur

Lofted Boss Membuat bentuk solid antara dua buah permukaan sketsa

Extrude Cut Memotong bentuk solid yang telah dibuat

Hole wizard Untuk membuat lubang pada bentuk solid yang ada

Memotong bentuk solid dengan cara memutar terhadap


Revolved cut
suatu sumbu

Sweapt Cut Memotong bentuk solid dengan mengikuti sebuah alur

Memotong bentuk solid antara dua permukaan sketsa


Lofted Cut
Membulatkan bagian pinggir dari bentuk solid dengan
Fillet radius tertentu

Linier Pattern Mengulang suatu bentuk solid berdasarkan array linier

Rib Membuat Rib / penguat dari suatu struktur solid

Memiringkan permukaan dari suatu bentuk solid


Draft

Shell Membuat rongga / cangkang dari suatu bentuk solid

Wrap Menutup kontur sketsa diatas permukaan solid

6
Nama Tools Fungsi

Dome Membuat satu atau lebih kubah sebagai bentuk solid

Menggandakan bentuk solid dengan prinsip cermin, harus


mirror
ada sebuah bidang yang bertindak sebagai cermin

Belajar Membuat dan Mengenali bentuk Sketsa (Sketch)

A. Mengenal jenis-jenis plane


a. Front Plane
b. Top Plane
c. Right Plane

Gambar1.5 Pandangan Isometris suatu Part

B. Sketch

Gambar1.6 Kubus Sederhana (Cube)

7
Langkah-langkah pengerjaan:

1. Klik New ( ) (File > New), klik Part ( ), OK.


2. Klik Pada Front Plane, lalu klik Sketch untuk memulai Sketch.

3. Klik Rectangle ( ), lalu buat segiempat dengan ukuran sembarang.

4. Klik Smart Dimension ( ), lalu klik garis benda beri ukuran sisi atas
dan sisi samping dengan ukuran 30 mm. Lalu tekan tombol Enter atau klik
OK.

8
5. Setelah itu pilih menu toolbar yaitu Feature ,lalu klik Extrude Boss/ Base.

Setelah itu pada bagian panel Extrude masukkan nilai Depth sebesar 30 mm,
lalu klik Ok.

6. Kubus Sederhana dengan ukuran 30 x 30 x 30 mm telah selesai.

9
LATIHAN

1. Menggunakan Front plane

Kemudian di Extrude dengan Feature Extrude Boss/Base dengan depth 10


mm.

2. Menggunakan Right Plane dan Ketebalan Gambar sebesar 12 mm.

10
3. Menggunakan Front Plane dan Ketebalan Gambar sebesar 100 mm.

4. Menggunakan Top Plane dan Ketebalan Gambar sebesar 25 mm.

11
MEMBUAT GAMBAR TEKNIK DAN KEPALA GAMBAR

Pendahuluan
Setiap perusahaan atau institusi yang menggunakan gambar teknik / technical
drawing, pasti mempunyai format kepala gambar standar. Untuk membuat kepala
gambar, kita bisa meng customize Drawing Sheet Format di SolidWorks.

Tutorial ini akan menjelaskan cara membuat kepala gambar di SolidWorks

1. Membuka sebuah gambar baru


 Buka SolidWorks > klik New > pilih drawing > klik OK
 Pilih ukuran standar kertas, misal A4 landscape > klik OK

 akan muncul sebuah gambar baru di graphic area & sebuah Model
View property manager.

12
2. Edit Sheet Format
 Langkah selanjutnya adalah mengubah Sheet Format, karena kita tidak
akan bekerja di sheet format, sehingga kita tidak memasukkan sebuah model
dahulu kedalamnya.
 Kita akan keluar dari property manager > klik cancel di property manager.
 Klik kanan di manapun di dalam Drawing Sheet > pilih Edit Sheet Format.
 Jika kita ingin merubah salah satu text di dalam Sheet Format, seumpama
kita akan mengganti text Revision dengan Revisi.
 Di dalam tittle block, klik 2x text Revision > text akan muncul di dalam Edit
Box > ganti text dengan Revisi > klik di luar area text untuk menyimpan
perubahan.
 Klik text sekali lagi > di dalam property manager klik Font > ganti jenis
Font dan ukurannya.

13
 Klik sekali lagi di luar text area untuk menyimpan perubahan.
 untuk menambah text di dalam Sheet Format > klik Insert > Annotation

> klik Note ( ) > muncul text box > tempatkan text box ke dalam area
yang diinginkan > seumpama kita akan membuat text nama perusahaan.
 Tulis nama perusahaan di dalam text box > atur jenis font dan ukuran.

 Klik di luar text box untuk meyimpan perubahan.

 Untuk membuat garis baru > klik Sketch > klik Line ( )

14
 Untuk menghapus text atau garis, klik text atau garis yang di maksud > klik
kanan > pilih Delete.
 Untuk memindahkan text atau garis, klik text atau garis yang di maksud >
klik kanan > Move the Entities.
 Untuk menyimpan sheet format yang baru tanpa menimpal sheet format
standar > klik File Save sheet format > arahkan ke folder tempat
menyimpan sheet format yang baru > isikan nama file > klik Save.

 Setelah semua perubahan disimpan > kita akan keluar dari Edit Sheet
Format > klik kanan di manapun di Drawing Sheet > pilih Edit Sheet.

15
 Tampilan sesudah keluar dari Edit Sheet Format.

 keluar dari sheet format.

3. Membuat gambar dengan sheet format yang baru


 Untuk memulai gambar dengan kepala gambar baru > klik Open > arahkan
ke folder tempat menyimpan Sheet Format yang baru > klik All File.

16
 Pilih file yang telah kita buat tadi > teknik [Link] file.
 Klik Insert > Drawing View > Model.

 Akan keluar Model View property manager > klik Browse > pilih part yang
hendak kita buat gambarnya > klik Open. (Model yang kita gunakan adalah
part dengan Feature Rib yang telah kita buat sebelumnya).

17
 Atur penempatan part di dalam kertas gambar (Graphic Area)

 Selesai.

18
BAB I
FEATURE EXTRUDE DAN FEATURE RIB

Pada Bab I kita akan mencoba membuat bentuk solid seperti gambar diatas.
Dalam membuat gambar tersebut kita menggunakan serta mempelajari 3 features
yang sederhana ,yaitu :

a) Extruded Boss
b) Extruded Cut
c) Fillet
Berikut merupakan langkah-langkah pengerjaannya:

1. Klik New ( File > New ), kemudian klik Part , dan klik OK.
2. Klik kiri pada Top Plane lalu klik sketch.

3. Buat sebuah Rectangle atau persegi yang ada di dalam kotak dialog skecth
dengan ukuran sesuai gambar :

19
4. Setelah sketch sesuai dengan gambar kemudian klik Features, dan klik
Extrude Boss seperti gambar dibawah.

Kemudian pada bagian panel extruded masukkan depth dengan angka 10


mm, lalu tekan enter atau Ok.

5. Setelah selesai kita buat sketch baru dengan cara kita klik kiri atau kanan
sisi depan gambar lalu pilih sketch.

Setelah itu kita buat gambar seperti contoh berikut ini ;

20
Setelah sketch sesuai dengan contoh diatas, kemudian kita Extrude dengan
ketebalan atau depth sebesar 10 mm.

6. Setelah itu kita akan membuat lubang pada sisi depan part. Cara membuat
sketch s a m a seperti pada point 5, dan kemudian kita buat sebuah sketch
lingkaran dengan diameter 10 mm.

Kemudian masuk ke Features dan klik Extrude cut dengan kedalaman atau
Depth sebesar 10 mm.

7. Kita buat sketch baru pada sisi atas gambar dengan cara sama seperti membuat
sketch pada bagian samping sebelumnya. Kemudian buat skecth dua buah
lingkaran seperti gambar dibawah ini.

Lalu masuk Features dan klik Extrude cut dengan kedalaman atau Depth
sebesar 10 mm.

21
8. Kita buat sketch pada bagian depan part dengan cara sama seperti membuat
sketch pada bagian samping sebelumnya. Buat sketch seperti pada gambar
dibawah ini dan kemudian di Extrude Cut sebesar 40 mm

9. Klik Feature Fillet lalu pada angka radius kita ubah dengan radius 6 mm
dan klik pada bagian seperti gambar contoh berikut :

Lalu kembali masuk Feature Fillet dan pada angka radius kita ubah dengan
radius 3 mm dan klik pada bagian seperti gambar contoh berikut:

10. Setelah selesai hasilnya akan seperti gambar di bawah ini , dan jangan lupa
untuk menyimpannya karena akan di gunakan pada Bab berikutnya.

22
FEATURE RIB

Pola pembuatan komponen (part) di dalam SolidWorks.


Secara umum, pembuatan part/komponen di dalam SolidWorks melalui
tahapan sebagai berikut:

1. Menentukan Plane
2. Membuat Sketch
3. Menentukan Dimension
4. Keluar (exit) dari sketch
5. Memilih Feature
6. Menentukan nilai parameter di dalam Feature Manager Design Tree

Fitur Rib adalah fitur untuk membuat sebuah sirip tipis yang menempel
pada permukaan pejal. Pada umumnya rib digunakan untuk memperkuat atau
mencegah lengkungan pada design kita. Fitur Rib memerlukan 3 hal: Sketch, arah
rib dan ketebalan rib. Sketch untuk rib harus mempunyai 3 syarat: kurva terbuka
tunggal (bukan kurva tertutup), sketch tidak saling memotong & tidak
bersebelahan, ujung sketch menempel pada permukaan “parent feature” &
membentuk daerah tertutup.

23
Ada 2 tipe fitur Rib: Straight dan Rotational. Fitur Rib ini dapat di akses

dengan 2 cara: klik ikon Rib di features toolbar atau pilih Insert > features
> Rib di pull-down menu. Dalam memilih Sketch yang akan dibuat rib, kita dapat
memilih sketch yang telah kita buat sebelumnya lalu masuk ke tool Rib atau
sebaliknya, kita masuk ke tool Rib dahulu baru membuat atau memilih sketch.

Di dalam tutorial ini kita akan membuat part seperti pada gambar di atas,
pembuatan part tersebut terdiri dari feature Extruded Boss/Base, Shell, Rib, dan
Circular pattern.
1. Membuat kotak dengan Etruded Boss/Base
 Buka SolidWork >klik New >pilih Part >klik Ok
 Pilih Top Plane > klik sketch > pilih view Normal To
 Klik Rectangle, buat kotak dengan ukuran 30 x 30 mm, perhatikan
letak titik Origin > sesuaikan ukuran dengan Smart Dimension.

 Exit sketch > klik features > pilih Exture Boss/Base > masukan
nilai Depth 10 mm dalam Extruded property manager.

24
 Klik OK

2. Membuat Shell pada kotak

 Klik shell pada barisan toolbar features >masukan nilai 2 mm pada


thinkness di shell property manager > pilih face to Remove pada bagian atas
kotak.

 klik OK

25
3. Membuat Rib

 Klik Sketch > pilih Front Plane > klik view Normal To.
 Klik Line > klik Hidden Line Visible > titik 1 koordinat (13,10).

 Titik 2 dengan koordinat (-7,2)

 Exit Sketch > klik Features > pilih Rib > akan keluar Rib Property
Manager > masukkan nilai Rib Thickness 2 mm > klik OK

26
4. Membuat Circular Patern
 membuat Axis of Revolution
 klik Front Plane > klik Sketch > pilih view Normal To > klik Line, buat
garis vertical dari titik Origin, seperti gambar.


 Kemudian Exit Sketch dan buat Axis dengan klik Insert > pilih Reference
Geometry > klik Axis > pilih garis yang telah di buat pada Sketch
sebelumnya.
 Klik Features > pilih Circular Pattern.
 Didalam property manager > pilih Pattern Axis : Axis 1 > klik Equal
Spacing > masukan nilai 4 dalam Number of Instances > masukan features
Rib yang sebelumnya sudah kita buat dalam kotak features to paterns > klik
OK.

27
5. Part yang sudah selesai seperti gambar dibawah ini.

28
BAB II
FEATURE REVOLVE

Bab ini akan menjelaskan penggunaan feature revolve secara umum. Langkah
awalnya adalah membuat sketch yang akan digunakan sebagai profile (gambaran
secara geometris).

1. Membuat sketch untuk profile yang akan menggunakan feature revolve:


a. Buka SolidWorks, klik New.
b. Pilih Part, klik Ok.
c. Klik icon Revolve Boss/Base pada toolbar feature, pilih front.
d. Mulai membuat sketch seperti pada gambar dibawah. Gunakan Line dan
Center Line untuk membuat garis dan Smart Dimension untuk menarik
ukuran. Klik pada center line untuk menarik ukuran dalam diameter.

Catatan: pastikan membuat sketch tertutup dengan tidak ada garis (line) yang tidak
tersambung.

29
2. Menggunakan Feature Revolve :

a. Keluar dari sketch ( ) yang telah dibuat sebelumnya, atau bisa


langsung menuju pada feature revolve. Command Manager > Features >
Revolve Boss/Base. Maka akan muncul panel pada sebelah kiri seperti pada
gambar.
Line7 adalah objek pada sketch yang
digunakan sebagai garis tengah atau
sumbu putar yang biasanya
menggunakan garis putus-putus (center
line).

b. Lalu klik Ok.

30
3. Menggunakan Fillet.
a. Pada part yang telah dibuat sebelumnya, feature fillet bisa langsung
digunakan tanpa menerapkan sketch. Pada Command Manager > Features

> Fillet ( ).

b. Klik pada sudut luar atas part, dan beri ukuran (radius) kelengkungan
sebesar 3mm.

4. Menggunakan Feature Revolve Cut.


a. Pilih Right Plane, klik Sketch, pilih View Normal To. Lalu dengan Line
gambar sesuai dengan gambar dibawah

b. Menggunakan feature revolve cut. Command Manager > Features >


Revolve Cut. Pilih garis dengan panjang 28 mm sebagai sumbu putar (axis
of revolution) dengan putaran 360 derajat.

31
c. Klik Ok.

32
BAB III
FEATURE SWEEP & FEATURE CURVES

Curve digunakan untuk membuat alur gambar yang berbentuk curva


seperti halnya membuat pegas, baut dan sebagainya. Karena dalam SolidWorks
pembuatan bentuk melingkar dan mengular tidak bisa tanpa menggunakan Curve.
Langkah pertama Kita akan mencoba membuat Pegas Sederhana.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat pegas seperti di bawah ini:

1. Klik New ( File > New ), klik Part , OK.


Sebelum mulai menggambar kita akan mengubah standar ukuran yaitu,
Klik

2. Option (Tools > Option…), pilih Document Properties tab. Pilih


Units, pada Unit System pilih IPS (Inch, pound, second), OK.
3. Klik Pada Top Plane lalu klik sketch

4. Klik Circle (lingkaran ), Klik titik origin sebagai titik awal, geser
kursor ke sebelah kanan sampai membentuk sebuah lingkaran. Klik

33
sembarang titik untuk mengakhiri. Kemudian Klik Smart Dimension dan
isikan ukuran yang diinginkan dalam contoh ini diameter lingkaran adalah
0.50 inchi.

5. Ubah pandangan gambar menjadi Isometric View.

6. Klik Features , kemudian klik Curves dan pilih Helix And Spiral.

Pilih Pitch and Revolution pada kotak perintah


Defined By. Kemudian Pada bagian
Parameters klik Constant Pitch. Untuk
menentukan tinggi pegas isikan pada kotak
Pitch nilai 0,10 inchi dan untuk menentukan
jumlah alur yang diinginkan isikan pada kotak
Revolutions nilai 4, serta Start Angle bernilai
0,0 deg . kemudian klik Ok atau Centang.

34
7. Pilih Right Plane, kemudian pilih view Normal To.
8. Klik Sketch kemudian klik Circle.
9. Gambar lingkaran dengan titik pusat seperti terlihat pada
gambar di bawah ini. Klik Smart Dimension untuk
memberi ukuran lingkaran ini dengan diameter 0,05 inchi.

10. Klik Exit Sketch.


11. Klik Features , kemudian klik Sweept Boss/Base .

35
12. Kemudian pada Property Manager kita pilih sketch 2 sebagai gambar
utama (profile) dan sketch 1 (helix/spiral ) sebagai Patch, seperti gambar
berikut:

13. Kemudian klik Ok atau Centang Untuk melihat hasilnya bisa kita ubah
menjadi pandangan Isometric.

Setelah berhasil membuat pegas dengan solidworks selanjutnya kita akan


mencoba berlatih membuat baut (Nut) menggunakan solidworks. Dalam
Pembuatannya juga menggunakan curve serta sweept cut dan feature yang lainnya.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat baut seperti di bawah ini:

1. Klik New ( File > New ), klik Part , OK.


2. Klik Pada Right Plane lalu klik sketch

36
3. Selanjutnya pilih Polygon , bentuk sebuah Polygon segi enam dengan
ukuran sembarang yang ber pusat pada titik Origin dan berikan ukuran pada
lingkaran polygon sebesar 20 mm.

4. Lalu klik features, kemudian klik Extrude Boss/Base dengan ukuran depth
sebesar 10 mm.
5. Setelah b e r b e n t u k s o l i d , kemudian k l i k p e r m u k a a n d e p a n
d a r i p r o f i l segi enam tersebut lalu klik sketch.

6. Buat lingkaran yang berpusat di pusat segi enam. beri ukuran diameter
lingkaran sebesar 18 mm, kemudian masuk feature , klik extrude bos/Base
dengan ketebalan 1 mm.

37
7. Langkah selanjutnya kita buat lingkaran pada permukaan lingkaran
yang telah kita buat. dengan memberi ukuran diameter lingkaran 14 mm.

Kemudian masuk feature dan klik Extrude bose/Base dengan ketebalan 30


mm.
8. Setelah selesai extrude , klik Chamfer

Dan kita lanjutkan seperti gambar di bawah ini . Masukkan ukuran


champer 1.00 mm dan kemudian klik ok.

38
9. Klik menu Helix and Spiral pada menu bar.

Kemudian klik permukaan lingkaran bawah baut sehingga pada panel tree
akan muncul sebuah Sketch [Link] buat lingkaran yang sepusat dengan
lingkaran bawah baut dan beri ukuran 14 mm.

Setelah selesai klik Exit Sketch sehingga akan muncul bentuk spiral pada
baut.
10. Pada panel Helix & Spiral masukkan data sebagai berikut :
Devined By : Height and Pitch
Constant Pitch ( pitch tidak berubah sepanjang pegas )
Heigth : 27 mm

39
Pitch : 2.5 mm
Start Angle 0
Centang pada reverse direction Counterclockwise (berputar berlawanan
arah dengan arah jarum jam) Kemudian tekan Enter atau ok.

11. Pada Panel Tree, klik Top Plane dan klik Sketch, dalam sketch tersebut
kita akan membuat sebuah segitiga dengan menggunakan Polygon sebagai
bentuk/profil ulir pada ujung spiral yang sebelumnya telah dibuat dengan
ukuran segitiga sebesar 1.60 mm seperti gambar di bawah ini. Kemudian
klik Exit Sketch.

40
12. Selanjutnya masuk Feature > Sweept Cut, kemudian untuk kolom profil
klik Segi tiga , dan untuk kolom patch klik profil Spiral dan tekan enter
atau ok.

13. Untuk tahap terakhir, buat sketch baru pada permukaan segi enam pada
atas baut, kemudian buat sebuah lingkaran dengan ukuran sama besar
dengan polygon.

41
14. Klik Feature > Extrude Cut, pada panel beri centang pada pilihan Flip
Side To Cut dan aktifkan pilihan Draft yang diberi angka 60 derajat.

Jika sudah selesai kemudian enter atau Ok.


15. Selesai , maka hasil akhir dari pekerjaan anda adalah seperti ini:

42
BAB IV
HELICAL GEAR

A. Membuat Sketch
1. Klik New, lalu klik Part, klik OK
2. Klik Front Plane dan Klik Sketch

3. Klik Circle, dan buatlah sketch pada sumbu utama (origin). Klik Smart
4. Dimension, klik lingkarannya dan aturlah diameternya sebesar 1.0 in

43
B. Melakukan Extruded Boss/Base
1. Klik Features, lalu Extruded Boss/Base dan aturlah D1 0.30 in, klik OK

2. Klik pada sisi depan dan pilih Normal To.

3. Klik pada sisi depan dan pilih Sketch.

4. Klik pada Centerline (sumbu) dan buatlah sket garis vertical.

44
5. Klik Line ( ) dan buatlah sket profil gear.

6. Klik Smart Dimension ( ), atur ukurannya seperti pada gambar di


bawah ini.

7. Klik Exit Sketch ( ) dan ubahlah pandangan menjadi Isometric.

45
8. Klik scroll mouse button dan putarlah ke sisi yang sebaliknya.

9. Klik sisi belakang dan pilihlah Normal To. Klik sekali lagi pada sisi ini dan
pilihlah Sketch.

10. Selanjutnya tekan CTRL dan sambil klik semua garis profil gearnya.

11. Klik Convert Entities ( ). Untuk menghilangkan hubungan sketh


antar kedua sisi, maka kliklah Display/Delete

Relations ( ) dan klik Delete All.

46
12. Klik dan drag semua garis sketchnya.

13. Selanjutnya Klik pada Rotate Entities,

14. Klik Center of rotation box

15. Dan klik origin (center part).

16. Pada pilihan parameter, atur angka sebesar 10 derajat rotasi. Lalu klik OK

47
17. Klik Exit Sketch ( ) kemudian ubahlah pandangan menjadi
Isometric.

C. Melakukan Lofted Boss/Base


1. Klik Features, lalu pilih Lofted Boos/Base.

2. Klik kedua sudut pada masing-masing profil gear, klik OK

D. Membuat Penggandaan Feature dengan Pattern


1. Klik Circular Pattern.

48
2. Kemudian klik sisi lingkarannya

3. Atur jumlahnya sebesar 22 dan OK .

E. Melubangi Objek dengan Exrtruded Cut


1. Klik pada sisi depan dan pilihlah Normal To.

2. Klik lagi sisi depan dan pilih Sketch.

49
3. Buatlah sketh Circle ( ) pada pusat lingkaran. Klik Smart

Dimension ( ), dan atur ukurannya 0.40 in.

4. Klik Features, lalu pilih Extruded Cut ( ) dan atur Direction pada

Through All kemudian OK .

5. Klik sisi depan dan pilih Sketch

6. Klik Rectangle, pilih Center Rectangle dan buatlah sketch dengan ukuran
seperti pada gambar di bawah.

50
7. Klik Features, lalu Extruded Cut ( ) dan atur Direction ke dalam
Through All.

8. Klik OK .

51
BAB V
PERAKITAN KOMPONEN (ASSSEMBLY)

Solidworks tidak hanya digunakan untuk merancang dan menggambar


sebuah komponen/part, namun salah satu kelebihannya adalah anda dapat merakit
beberapa komponen menjadi sebuah benda / peralatan baru.
Pada bagian ini anda akan belajar merakit bracket sederhana yang terdiri
dari 6 buah komponen. Dan komponen tersebut telah di siapkan oleh kami, anda
tinggal membukanya pada assembly.

MERAKIT SLIDER MEKANIS

A. Pola pembuatan perakitan (Assembly) di dalam SolidWorks


Secara umum, proses perakitan (assembly) pada SolidWorks dimulai dengan:
1. Memilih part (insert component)
2. Memasangkan part tersebut (mate)
 Coincident
 Concentric
 Perpendicular
 Parallel
 Tangent
3. Menguji mate/constraint yang sudah di buat.
 Rotate component  Move component
Dalam tutorial ini akan dijelaskan proses Assembly step by step dari beberapa
part sederhana, didalam merakit “Slider Mekanis” ini, kita akan membutuhkan
4 part yaitu:

52
1. Base

2. Block

3. Connecting Rod (Conrod)

4. Crank Shaft (Crank)

53
B. Langkah-langkah membuat Part Slider Mekanis.
Part pertama: Base
Langkah-langkahnya dalam pembuatan part pertama adalah:

1. Open SolidWork,
2. Klik New, pilih Part, kemudian klik OK
3. Klik Sketch, pilih Top Plane, klik Rectangle
4. Buat persegi panjang ukuran 10 x 100, gunakan Smart Dimension untuk
mendapat ukuran yang di inginkan

5. Exit Skecth, klik Feature, pilih Extruded Boss/Base (akan muncul


Extruded property manager).
6. Isikan 10 mm ke dalam kolom Depth.

7. Buat pin di salah satu sisi memanjang dari part tersebut, klik Extruded
Boss/Base, kemudian pilih salah satu Plane pada part tersebut.
8. Klik Circle, masukkan Radius = 2.5 dalam kolom radius di property
manager
9. Klik OK.

54
10. Klik view Normal To, klik Smart Dimension, kemudian letakkan Circle
tepat ditengah- tengah dengan jarak part.

11. Klik OK, klik Exit Sketch (akan keluar Extuded property manager )
12. Di dalam kolom Depth masukkan angka 5 mm, lalu klik OK.
13. Pilih view Isometric.
14. Simpan part yang telah jadi dengan nama “Base”

Part Kedua: Block


Langkah-langkahnya dalam pembuatan kedua adalah:
1. Klik New, pilih Part, lalu klik OK
2. Klik Sketch, pilih Top Plane, klik Rectangle

55
3. Buat kotak ukuran 10 x 10, gunakan Smart Dimension untuk mendapat
ukuran yang diinginkan.

4. Exit Skecth, klik Feature, pilih Extruded Boss/Base (akan keluar


Extruded property manager).
5. Isikan 10 mm ke dalam kolom Depth.

6. Buat pin di salah satu sisi memanjang dari part tersebut, klik Extruded
Boss/Base, pilih salah satu Plane pada part tersebut.
7. Klik Circle, masukkan Radius = 2.5 mm dalam kolom radius di property
manager, lalu klik OK.

56
8. Pilh view Normal To, klik Smart Dimension, letakkan Circle tepat di
tengah-tengah dengan jarak masing-masing 5 mm dari tepi. Atau cari titik
tengahnya agar lebih mudah.

9. Klik OK, klik Exit Sketch (akan muncul Extuded property manager)
10. Di dalam kolom Depth masukkan 10 mm, klik OK.

57
11. Pilih view Isometric.

12. Simpan part yang telah jadi dengan nama “Block”

Part ke tiga: Connecting Rod (Conrod)


Langkah-langkahnya dalam pembuatan part ketiga adalah:
1. Klik New, pilih Part, klik OK
2. Klik Sketch, pilih Front Plane, klik Circle
3. Buat 2 lingkaran sejajar dengan jari-jari 5 mm, gunakan Smart Dimension
buat jarak antar lingkaran sebesar 60 mm.

4. Buat 2 garis penghubung 2 lingkaran tersebut.

5. Trim sisi dalam lingkaran tersebut, pilih tools, kemudian Trim, trim to
closest (arahkan pointer ke garis di sisi dalam lingkaran tersebut hingga
berubah warna merah).

58
6. Klik OK, lalu pilih Features, selanjutnya pilih Extruded Boss/Base
7. Di dalam Extrude property manager, masukkan 5 mm di dalam kolom
Depth, klik OK untuk keluar.

8. Klik Extruded Cut, pilih Plane di sebelah atas part.

9. Pilih Plane Normal To, Klik Circle.


10. Masukkan nilai 2.5 mm di dalam kolom Radius.

11. Pilih Plane Isometric, Exit Sketch (akan keluar property manager).

59
12. Masukkan nilai 5 mm di dalam kolom Depth, Klik OK untuk keluar.
13. Klik Extruded Boss/Base.

14. Pilih Plane Normal To, Klik Circle.


15. Buat lingkaran sejajar dengan lingkaran pertama.
16. Masukan nilai 2,5 mm pada kolom Radius.

17. Klik OK.


18. Pilih View Isometric, Exit Sketch (akan muncul Extrude property
manager).
19. Masukkan nilai 5 mm pada kolom Depth.

20. Save part yang telah jadi dengan nama Conrod.

60
Part ke empat: Crank Shaft (Crank).
Langkah-langkahnya dalam pembuatan part keempat sebagai berikut:
1. klik New, pilih Part, klik OK.
2. Klik Sketch, pilih Front Plane, klik Circle.
3. Buat 2 lingkaran sejajar dengan jari-jari 5 mm, gunakan Smart Dimension
Buat jarak 40 mm.

4. Buat garis penghubung 2 lingkaran tersebut.

5. Trim sisi dalam 2 lingkaran tersebut, pilih tools, klik sketch tools, klik
trim, pilih trim to closest, arahkan pointer pada garis di sisi dalam
lingkaran tersebut hingga berubah warna merah.

6. Klik OK, sselanjutnya pilih Features, pilih Extrude Boss/Base.


7. Di dalam Extrude property manager, masukkan 5 mm di dalam kolom
Depth.
8. Klik OK untuk keluar.

61
9. Klik Extruded Cut pilih Plane di sebelah atas part.
10. Pilih Plane Normal To, klik Circle.
11. Masukkan nilai 2.5 mm di dalam kolom radius.

12. Buat lingkaran dengan jari-jari 2.5 mm pada jarak 40 mm.

13. Pilih Plane Isometric, Exit Sketch (akan keluar property manager).
14. Masukkan nilai 5 mm di dalam kolom Depth, Klik OK untuk keluar.

62
15. Save part yang telah jadi dengan nama “Crankshaft”.

Setelah ke 4 part tersebut jadi, langkah selanjutnya adalah menggabungkan part-


part tersebut.

Menggabungkan antara Base dengan Block (Mate).


1. Buka SolidWorks, klik New, pilih assembly, klik OK
2. Akan keluar Insert Component property manager > klik Browse > pilih
part (Base) > open.

3. Secara default, Part pertama akan di tandai sebagai fix part, part selanjutnya
akan di tandai sebagi Float Part.
4. Klik Insert Component di Assembly toolbar, klik Browse di Insert
Component property manager, pilih part Block, Open.

63
5. Klik Mate di assembly toolbar (akan keluar Mate property
manager)

6. Pada Standard Mates, pilih Coincident,


7. Pada Mate selection, pilih plane pada bagian atas Base dan plane pada
bagian bawah Block, klik OK untuk keluar.

55
8. Pada kolom Mate di Mate property manager akan Nampak
Mate yang telah kita ubah sebelumnya.

9. Kita akan mendefinikan Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standard
Mates, pada Mate Selection, pilih kedua sisi pada Base dan Block yang
berhadap-hadapan, seperti pada gambar di bawah.

10. Klik OK, klik OK untuk keluar dari Mate property manager.
11. Print screen dari mate pertama = coincident1

56
12. Print screen dari mate kedua = coincident2

13. Kita akan mengecek gerak dari part Block, klik Move Component akan
keluar Move Component property manager, pilih component dan drag
untuk menggerakkannya, pilih Block.

14. Kita akan melihat Block hanya dapat bergerak lurus segaris dengan
bidang atas dari Base.

57
C. Menggabungkan masing-masing part.
Menggabungkan antara part Base dan part Crank.
1. Putar View dengan Rotate View, hingga Nampak seperti gambar

2. Klik Insert Component, insert component property manager akan


muncul.
3. Klik Browse, pilih Crank , klik Open, lalu tempatkan Crank di sebelah
kanan dari assembly yang telah di bentuk.

4. Klik Mate, kemudian pada Standard Mates pilih Concentric (kolom


Mate Selections akan aktif), lalu pilih pin pada Base.

58
5. Pada mate selectiions yang kedua pilih lubang pada Crank.

6. Klik Ok.

7. Pada Standard Mates yang kedua pilih Coincident, pada mate selections
yang pertama pilih bidang sisi dalam dari Base.

59
8. Putar view dengan Rotate View, sehingga sisi Crank yang menghadap
ke Base nampak, untuk mate selections yang kedua pilih bidang ini.

9. Klik OK untuk keluar dari Mate property manager, putar assembly sekali
lagi dengan Rotate view, klik Rotate components, pilih Crank lalu drag
component untuk mencoba hasil Mate terakhir tadi.

Menggabungkan part connecting rod dengan assembly.


1. Klik Insert component, pilih Insert component property manager akan
muncul.
2. Klik Browse, pilih Conrod, klik Open lalu tempatkan Conrod di
sebelah kanan dari assembly yang telah dibentuk.

60
3. Klik Rotate Component putar Conrod hingga pin pada Conrod menghadap
lubang pada Crank, klik Ok untuk keluar dari Rotate Component
Property Manager.

4. Klik Mate, selanjutnya pada Standard Mates pilih Concentric (kolom Mate
Selections akan aktif), pilih lubang pada Crank.

5. Pada mate selection.

61
6. PadaStandard Mates yang kedua kita pilih Coincident, pada Mate
Selections yang pertama pilh bidang sisi luar dari Crank.

7. Putar view dengan Rotate View, sehingga sisi Conrod yang menghadap
ke Base nampak. (untuk mate selections yang kedua pilih bidang ini).

8. Klik Ok.

62
9. Putar view dengan Rotate View sekali lagi.

10. Buat mate yang terakhir untuk menggabungkan pin di block dengan lubang
di Conrod pada feature Standard Mates (assembly features), klik
Concentric pada mate selection yang pertama pilih pun pada Block.

11. Pada mate selection yang kedua pilih lubang pada Conrod.

63
12. Klik Ok.

13. Klik OK untuk keluar dari Mate property manager, proses perakitan telah
selesai.
14. Klik Rotate Component pilih Crank, Drag Crank tersebut.

15. Selesai.

64
D. Simulasi dari Perakitan Slider Mekanis

Setelah kita selesai membuat sebuah “Assembly” di SolidWorks, kita dapat


melakukan simulasi dari assembly tersebut. Ada 4 macam simulasi di
SolidWorks:

1. Rotary Motor
2. Linear Motor
3. Linear Spring
4. Gravity
Kita akan mempelajari simulasi Rotary Motor dari assembly “Slider Mekanis”.

E. Langkah kerja Simulasi dari Perakitan Slider Mekanis.

1. Buka SolidWorks, klik Open, pilih file assembly yang akan di buat
simulasi geraknya (contoh: slider mekanis), klik open.
2. Klik toolbar Simulation (klik Insert, klik simulation).

3. Terdapat 4 pilihan : Linear motor, Rotary motor, Linear spring dan


Gravity, pada assembly ini kita akan menggunakan Simulasi “Rotary
motor”, klik Rotary motor (Rotary motor property manager akan muncul
di sebelah kiri).

65
4. Pada kolom Direction Reference, pilih Crank, klik sisi luar dari Crank.

5. Klik tombol Reverse Direction jika arah putaran yang kita kehendaki
berbeda.

6. Atur kecepatan dengan menggeser tombol di sebelah bawah dari direction


reference. Geser ke kiri untuk kecepatan yang lebih rendah atau sebaliknya.

66
7. Pada SolidWorks dengan release yang lebih baru, kita bisa memasukkan
kecepatan secara manual, misal 2.3 derajat/detik.
8. Klik Ok untuk keluar dari Rotary motor propert manager, di
FeatureManager design tree akan keluar Simulation dengan
RotaryMotor1.

9. Klik Simulation, klik Calculate Simulation.

10. SolidWorks akan menghitung simulasi yang telah kita tentukan


sebelumnya, klik Stop Record or [Link] or Playback untuk
keluar dari Calculate Simulation.

67
11. Klik Replay Simulation.

12. Akan keluar jendela “animation controller”.

13. Di dalam jendela “animation controller” ini terdapat tombol Start;


Rewind; Play; Fast Forward; End; Pause; Stop; Save; Normal; Loop;
Reciprocate; Slow Play; Fast Play.
14. Klik Play untuk melihat Simulasi gerak dengan Rotary Motor.
15. Klik Save untuk menyimpan dalam bentuk video dengan format AVI.
16. Selesai.

68
BAB VI
EXPLODED VIEW & DRAWING ASSEMBLY

Pada bab ini kita akan mempelajari tentang explode view, animasi dalam
assembly dan pembuatan drawing assembly.

Latihan
Rakitlah beberapa file yang diberikan tentor hingga menjadi gambar seperti berikut

Berikut beberapa langkah dalam pembelajaran ini:


1. Open file. Dengan gambar seperti gambar diatas. ( latihan pada bab
sebelumnya ).

69
2. Pertama kita akan belajar explode
view assembly. Klik Assembly >
Explode View, lalu akan muncul
menu explode.

3. Kemudian kita klik salah satu part, akan muncul sumbu 3 [Link] sumbu
tersebut kita dapat menggeser part menjadi explode view

Lakukan hal tersebut ke part lain..sehingga menghasilkan explode view.

Setelah selesai bisa centang atau ok.


Drawing Assembly
1. Langsung saja klik file > make drawing from part/assembly.

70
2. Pada sheet format/size pilih A4-Landscape, lalu OK.

3. Langsung saja tarik pandangan isometric ke dalam kertas gambar.

4. Kemudian kita ubah tampilan gambar hingga seperti berikut, dengan skala 1:2

71
5. Klik annotation > table dan pilih bill of material.

Kemudian klik gambar nya ,lalu akan muncul panel properti nya, lalu klik OK.
6. Akan muncukl tabel bill of material . apabila ada yang kurang, dapat di edit, dengan
cara klik kanan pada tabel bill material. Maka akan menjadi gambar seperti ini.
7. Masukkan gambar dengan pandangan atas dan [Link] cara model view.

8. Kemudian kita akan membuat alternatif position dengan cara pada pandangan
kanan klik kanan > drawing view> alternative position .maka akan muncul panel
[Link] enter dan akan masuk kedrawing seperti berikut, dan langsung
geser bentuk i=hingga seperti berikut dan enter.

72
Setelah enter akan masu ke menu drawing kembali dan akan menjadi seperti ini
gambarnya.

Lalu save ke pdf, sebelum di save anda dapat mengedit sheet formatnya terlebih
dahulu.

73
BAB VII
PENGGUNAAN TOOLBOX

A. Membuat Part
Langkah awal membuat Part seperti pada gambar dibawah ini, lalu simpan (save)
pada directory yang telah ditentukan:
Part 1

Gambar 1. Base Plate

74
Part 2

Gambar 2. Mounting

Part 3

Gambar 3. Buhsing

84
Part 4

Gambar 4. Roller

B. Menggabungkan seluruh Part yang telah dibuat sebelumnya (Assembly).


1. Buka SolidWorks, klik New, pilih Assembly, lalu klik Ok.
2. Pada Command Manager, pilih Assembly Tab, klik Insert Component, lalu
Browse, pilih Part1 > Open.

3. Selanjutnya membuka Part2 seperti yang dilakukan pada langkah sebelumnya,


pada Insert Component, klik Browse lalu pilih Part2 > Open. (Sebanyak dua
part).

85
4. Klik Mate ( ) pada assembly toolbar (maka akan muncul Mate Property
Manager).
5. Pilih Standard Mates > Coincident. (Secara otomatis akan diarahkan pada
Mate Selection).
6. Pada Mate Selection, pilih garis sudut dalam pada Part1 dan garis sudut bawah
pada Part2, klik Ok.

7. Selanjutnya mendefinisikan Mate yang kedua, klik Coincident pada kolom


Standart Mates. Pilih sisi atas lubang pada Part1 dan sisi bawah lubang pada
Part2, klik Ok.

86
8. Selanjutnya untuk menggabungkan Part2 yang kedua, pilih Coincident. Pada
Mate Selection, pilih garis sudut dalam pada Part1 dan garis sudut bawah pada

Part2, kemudian klik Flip Mate Alignment ( ) untuk memutar balik hadap
Part2 yang kedua, lalu klik Ok.

9. Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standard Mates. Pilih sisi atas lubang
pada Part1 dan sisi bawah lubang pada Part2, klik Ok.

87
10. Klik Ok ( ), untuk keluar dari Mate Property Manager.
11. Klik Insert Component pada assembly toolbar, klik Browse kemudian pilih
Part3 > Open (sebanyak dua part).

88
12. Klik Insert Componen pada assembly toolbar, klik Browse kemudian pilih
Part4 > Open.

13. Klik Mate ( ) pada assembly tollbar (akan muncul Mate property
manager).
14. Pilih Standart Mates, pilih Concentric.
15. Pada Mate Selection, pilih permukaan dalam pada lubang Part2 dan permukaan
lingkaran luar pada Part3 yang pertama, klik Ok.

16. Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standart Mates. Pilih kedua sisi
pada Part2 dan Part3 yang saling berhadapan, klik Ok.

89
17. Selanjutnya untuk menggabungkan Part3 yang kedua, pilih Concentric.
18. Pada Mate Selection, pilih permukaan dalam pada lubang Part2 dan permukaan
lingkaran luar pada Part3 yang kedua, klik Ok.

90
19. Mate kedua, klik Coincident pada kolom Standart Mates. Pilih kedua sisi pada
Part2 dan Part3 yang saling berhadapan, klik Ok.

20. Selanjutnya menggabungkan Part4, klik Coincident pada kolom Standart


Mates. Pilih garis lubang bagian dalam pada Part3 dan garis lubang pada Part4,

kemudian klik Flip Mate Alignment ( ) untuk memutar balik Part4, klik
Ok.

21. Klik Ok, untuk keluar dari Mate Property Manager.

91
C. Menggunakan Toolbox.
Sebelum memberi kelengakapan pada Part yang sudah di Assembly, hal selanjutnya
yang dilakukan adalah memunculkan Toolbox. Pada View Palette sebelah kanan,
pilih tab Design Library, klik Toolbox, lalu klik pada tulisan Add in Now.

1. Memberi baut (bolt).


a. Setelah Toolbox dibuka, selanjutnya mengambil peralatan (sudah jadi) di
library yang akan digunakan pada part assembly.
b. Pada Toolbox, pilih ISO > Bolts and Screws > Hex Bolts and Screws >
Hex Flange Bolt ISO 4612. Drag & drop pada drawing area.
c. Pada configuration component, isi properties dengan M6 (ukuran headbolt
/ kepala baut), dan Length (Panjang baut) 12 mm. Klik Ok.

92
d. Tempatkan baut pada part assembly.

e. Menambahkan baut (bolt) yang selanjutnya, klik tab Design Library >
Toolbox > ISO > Bolts and Screws > Hex Bolts and Screws > Hex Bolts
and Screws Grade AB ISO 4014. Drag & drop pada drawing area.

93
f. Pada configuration component, isi properties dengan M6 (ukuran headbolt
/ kepala baut), dan Length (Panjang baut) 45 mm. Klik Ok.
g. Tempatkan baut pada part assembly.

94
2. Memberi mur (nut).
Selanjutnya pemberian mur (nut) pada part assembly, cara pengambilan mur
sama seperti langkah-langkah mengambil baut sebelumnya. Yaitu dengan:
a. Klik Design Library, pilih Toolbox > ISO > Nuts > Hex Nuts > Hex Nuts
Grade C ISO – 4034. Drag & drop pada drawing area.
b. Pada configuration component, isi properties dengan M6 (ukuran headbolt
/ kepala baut), dan Length (Panjang baut) 45 mm. Klik Ok.

c. Letakkan mur pada part assembly.

95
BAB VIII
MATERIAL DAN ANALYSIS

SolidWorks tidak hanya digunakan untuk merancang atau menggambar


benda namun dalam suatu perancangan kita harus mengetahui massa benda kita dan
dapat memperhitungkan tegangan-tegangan yang akan terjadi sehingga kita dapat
mengetahui apakah komponen tersebut yang kita rancang baik atau tidak.
Sehingga dalam SolidWorks hal tersebut dapat kita pelajari. Dengan
tambahan informasi material, material ini yang telah disediakan oleh SolidWorks,
sehinggga dapat membantu menjalankan aplikasi ini. Berikut ini adalah tahap-
tahap dalam mempelajari Massa material dan analisys:

 Kita akan membuat sebuah balok sederhana. Klik new, klik part, lalu ok.
 Klik front plane ,lalu buat sketsa seperti berikut menggunakan front plane.

 Klik feature > extrude boss/base, lalu kita beri ketebalan 150 mm, lalu
enter atau ok. dan akan mejadikan gambar solid seperti berikut:

96
A. Menghitung massa benda
Dari part yang telah kita buat. Langsung saja tanpa dikeluarkan kita ketahap
menghitung massa benda
1. Kita akan memberi jenis material untuk benda tersebut. Klik kanan material
pada Panel Tree. lalu klik edit material.

Selanjutnya memilih material , pilih alumunium 6061 alloy. Kemudian apply


dan close.

2. Klik menu Evalute > mass properties.

97
Maka akan muncul panel mass properties dari part yang telah anda buat.

Dari panel tersebut anda bisa mendapatkan massa dari part yang telah anda
buat yaitu 162 gram.
B. Analisys Tegangan
Dari part yang telah kita buat. Langsung saja tanpa dikeluarkan kita ke tahap
Analisys tagangan benda tersebut.
1. Klik Evalute kemudian klik Simulation Expres Analisys Wizard, maka akan
muncul menu analisys dan langsung saja di next.

98
2. Kemudian pilih add feature. Kemudian kita pilih face yang di depan.

Klik OK. kemudian kita next


3. Klik add force. Lalu pilih sisi atas

Masukkan besar gaya yang diterima benda. sebesar 1200 N. Kemudian ok


dan pilih next
4. Untuk material karena dari pertama adalah allumunium 6061 alloy, maka
langsung kita next.
5. Kemudian kita run simulation, dan akan muncul hasil simulasinya.

99
Langkah pembuatan partnya
1. gambar part dengan font plane , kemudian di revolve

2. Gambar bodi kedua dengan right plane dan straight slot , lalu di revolve

Sehingga akan berbentuk sebagai berikut :

3. Kemudian buat bentuk sweep dengan sketsa sebagai berikut

100
Kemudian di circular pattern menjadi bentuk seperti berikut

Kemudian di fillet 3 mm pada bagian sweep


Dan chamfer 4 mm x 2 mm pada bagian bentuk silinder dalam

4. Buat sketch pada bagian atas seperti berikut , kemudian kita extrude kearah
atas sebesar 6 mm ,dan ke bawah diganti menjadi up to next

101
5. Kemudian pada tempat setalah extrude kita beri lubang dengan diameter 9 mm.

Kemudian kita fillet 1 mm pada bagian sambungan

6. Terus kita beri lubang pada titik tengah bagian bawah gambar mengunakan
extrude cut dengan kedalaman 12.7 mm

dan gambar telah selesai.

102

Anda mungkin juga menyukai