0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Strategi Keperawatan untuk Diare Pasien

Dokumen ini menjelaskan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk pasien dengan diare, termasuk proses keperawatan, komunikasi terapeutik, dan langkah-langkah observasi. Tindakan keperawatan meliputi identifikasi penyebab diare, pemeriksaan fisik, pemberian cairan oral, serta edukasi tentang makanan yang harus dihindari. Evaluasi dan rencana tindak lanjut juga diuraikan untuk memastikan pemulihan pasien.

Diunggah oleh

emaskaya52
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Strategi Keperawatan untuk Diare Pasien

Dokumen ini menjelaskan strategi pelaksanaan tindakan keperawatan untuk pasien dengan diare, termasuk proses keperawatan, komunikasi terapeutik, dan langkah-langkah observasi. Tindakan keperawatan meliputi identifikasi penyebab diare, pemeriksaan fisik, pemberian cairan oral, serta edukasi tentang makanan yang harus dihindari. Evaluasi dan rencana tindak lanjut juga diuraikan untuk memastikan pemulihan pasien.

Diunggah oleh

emaskaya52
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI PELAKSANAAN

TINDAKAN KEPERAWATAN KE-1

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien:
.……………………………………………………………………………………………………………….................
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Diagnosa Keperawatan
…………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………......
3. Tujuan Khusus
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
[Link] Keperawatan
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
ORIENTASI
1. Salam Terapeutik
“Selamat pagi (tunggu respon pasien menjawab: “pagi, ners.”). Mba/mas perkenalkan
nama saya ners Juli, mas/mba bisa panggil saya ners Juli. (non verbal: tatap mata
dengan pasien supaya terbangun hubungan saling percaya). Baik, bagaimana
perasaan mba/mas hari ini? (Jenis komunikasi terapeutik: terbuka. Respon pasien:
“Kurang baik, ners”). (Respon ners: Baik, terimakasih sudah memberitahu tentang
perasaan mba/mas hari ini). Sebelum itu, bisa sebutkan nama lengkap, usia,
mba/mas nya? (Jenis komunikasi terapeutik: terbuka.) Mba/mas nya, suka dipanggil
apa ini? Oh ya, saya yang bertugas hari ini pada pukul 07.00-14.00, di IGD Rs. A”.
2. Evaluasi/Validasi
“Mba/mas, bisa beritahu saya keluhannya apa? (Jenis kalimat terapeutik: terbuka)
(Respon pasien: Saya merasa lemas, diare 10x sehari)
3. Kontrak: Topik, waktu, dan tempat
“Baik, mas/mba setelah ini saya akan melakukan pemeriksaan fisik kepada mas/mba,
pemeriksaan ini dilakukan sekitar 10-15 menit di ruangan ini apakah mas/mba
bersedia?(Jenis kalimat terapeutik: tertutup). (Respon px: “Iya, bersedia Ners”).
Fase Kerja: Langkah-langkah Tindakan Keperawatan
A. OBSERVASI
1. Identifikasi penyebab diare
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Bisa Mbak ceritakan kapan diare mulai terjadi dan apa saja yang Mbak
konsumsi sebelum diare muncul?” (Sambil memegang pundak pasien.) TERMASUK
JENIS KOMUNIKASI NON VERBAL MENANYAKAN PERTANYAAN TERBUKA (OPEN
ENDED QUESTION )
Pasien: “Diare mulai sejak kemarin setelah makan jajanan di luar.”
Validasi Perawat: “Baik, terima kasih Mbak sudah menjelaskan dengan jelas.
Informasi ini sangat membantu.”
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah Mbak juga mengalami demam atau muntah?”
Pasien: “Iya, muntah dua kali.”
Validasi Perawat: “Baik, terima kasih Mbak. Jawaban Mbak sangat membantu kami
memahami kondisi Mbak.” (Sambil melakukan kontak mata).
2. Identifikasi riwayat pemberian makanan
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Bagaimana pola makan Mbak dalam dua hari terakhir?”
Pasien: “Saya makan nasi, ayam geprek, lalu sempat jajanan es di luar.”
Validasi: “Terima kasih Mbak, penjelasan ini sangat membantu.”
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah Mbak makan makanan pedas atau asam sebelumnya?”
Pasien: “Iya, 2 hari yang lalu saya makan bakso mercon.” (Sambil merintih
kesakitan.)
Validasi: “Baik, terima kasih, itu penting untuk kami ketahui.”
3. Identifikasi gejala invaginasi
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Apakah Mbak pernah tiba-tiba menangis keras atau terlihat sangat
lemas?”
Pasien: “Engga, ners”
Perawat : “Oalah beigitu ya mba/mas” TERMASUK JENIS KOMUNIKASI ACCEPTING
Validasi: “Terima kasih Mbak, itu informasi penting bagi kami.”
4. Monitor warna, volume, frekuensi, konsistensi feses
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Bisakah Mbak ceritakan seperti apa bentuk dan warna BAB nya?”
Pasien: “Cair, warna kuning ke hijauan, sudah sekitar 7 kali sejak pagi.”
Validasi: “Terima kasih, laporan Mbak sangat jelas.”
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah ada lendir atau darah pada BAB nya?”
Pasien: “Tidak ada.”
Validasi: “Baik, terima kasih sudah mengamati dengan teliti.”
5. Monitor tanda hypovolemia
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Bagaimana kondisi Mbak? Apakah merasa lebih lemas dari biasanya?”
Pasien: “Iya, saya merasa sangat lemas.”
Validasi: “Terima kasih Mbak, itu observasi yang sangat membantu.”
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah Mbak minum lebih sedikit dari biasanya?”
Pasien: “Iya, saya sulit minum.”
Validasi: “Baik, terima kasih sudah memperhatikan pola minumnya.”
6. Monitor iritasi kulit perianal
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Apakah Mbak melihat bagian sekitar anus tampak merah atau perih?”
Pasien: “Tidak tahu,Ners. Karena saya tidak bisa menjangkau untuk melihat.”
Validasi: “Baik, nanti bisa di cek kan keluarga nya atau orang terdekatnya.” (Sambil
tersenyum tipis.) TERMASUK JENIS KOMUNIKASI NON VERBAL MEMBERIKAN
INFORMASI (GIVING INFORMATION)
Pasien : “Tapi saya takut ners”
Perawat : “ mbak merasa takut karena sakit ya?” TERMASUK JENIS KOMUNKASI
REFLEKSI (REFLECTING).
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah pada sekitar anus Mbak terasa perih atau panas?”
Pasien: “Iya, terasa perih dan panas, Ners.” (Sambil memegang perut merintih
kesakitan.)
Validasi: “Baik, terima kasih. Itu tanda yang perlu kita tangani.”
7. Monitor jumlah dan pengeluaran diare
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Kira-kira berapa kali Mbak BAB dalam 24 jam terakhir?”
Pasien: “Sekitar 10 kali.”
Validasi: “Baik, terima kasih sudah menghitung dengan teliti.”
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah frekuensinya makin sering dibanding kemarin?”
Pasien: “Iya, lebih sering.”
Validasi: “Terima kasih Mbak, itu sangat membantu.”
8. Monitor keamanan penyiapan makanan
Pertanyaan Terbuka
Perawat: “Bagaimana cara Mbak menyiapkan makanan ketika di rumah?”
Pasien: “Biasanya saya masak sendiri, tapi kemarin beli makanan di luar.”
Validasi: “Terima kasih Mbak, penjelasan ini sangat penting.”
Pertanyaan Tertutup
Perawat: “Apakah sering menyimpan makanan di ruang terbuka tanpa penutup?”
Pasien: “Tidak ners dirumah saya selalu menyimpan dan menutup makanan saya”
Validasi: “Terima kasih Mbak, itu informasi yang sangat membantu.”
Perawat : Baik, menurut mba/mas, dari beberapa pertanyaan yang saya berikan
tadi, faktor utama penyebab diare yang paling berdampak, yang mana ya mba/mas?
Pasien: Itu ners, jadi menurut saya faktor yang mengakibatkan saya diare itu lebih ke
makanan pedes.
Diagnosa Pasien : baik mba/mas, ditinjau dari gejala dan keluhan mba/mas tadi
dapat disimpulkan bahwasanya penyebab utama dari gejala diare mba/mas yaitu
malabsorpsi, karena makanan pedas tadi ya mba/mas.
Tujuan Khusus (TUK)
Contoh :
"Baik mba/mas, setelah ini kita tentukan tindakan keperawatanya agar frekuensi
dari BAB Mba/mas menurun, targetnya adalah, Dalam 5 hari, diare dan kembung
berkurang. Kita juga akan bantu mengenali makanan yang cocok selama perawatan,
dan BAB kita usahakan jadi 2-3 kali sehari dengan bentuk lebih padat.

“Untuk memvalidasi hasil diagnosa mba/mas, selanjutnya kita akan melakukan


perencanaan pemeriksaan fisik pada mba/mas. Apakah mba/mas bersedia? (jenis
komunikasi terapeutik: terapeutik silence) (non verbal: px tampak berpikir). Jika iya,
kita akan melakukan monitoring tanda dan gejala syok akibat kekurangan cairan.
Untuk pemeriksaan yang dilakukan pengukuran nadi. Apakah mba/mas bersedia?
(Jenis komunikasi terapeutik: restating) (Respon px: “saya bersedia”). Setelah itu, kita
akan memberikan cairan oral berupa oralit, dan anjuran untuk menghindari makanan
pedas, gas, dan mengandung laktosa. (Jenis komunikasi terapeutik: giving
information). (Respon px: “Baik ners, saya akan melakukan edukasi yang dianjurkan”).
Dan rencana terakhir kita, adalah berkolaborasi dengan dokter terkait pemberian obat
sesuai dengan apa yang dirasakan mba/mas nya. (Respon px: Baik ners, terimakasih
atas perhatiannya) (Jenis komunikasi terapeutik: Summarizing).”

Implementasi

 Melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi pemeriksaan TTV (Tanda-Tanda Vital), yaitu
meliputi tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan.
“Saya akan memeriksa tekanan darah dan nadi Mbak/mas dulu ya. Tolong relaks kan tangan
Mbak/mas. Ini penting untuk menilai apakah Mbak/mas kekurangan cairan.”
 Pemberian cairan oral berupa oralit
‘’mbak ini obat oralit di minum ketika sesudah bab ya supaya mengurangi frekuensi diare’
 “Baik ners, kalo obatnya habis bagaimana ners”
 Ketika oralit ini habis mbak/mas bisa membuat sendiri dengan mennggunakan ½ sendok teh
garam dan 6 sendok teh gula dengan 1 liter air hangat”
 Mengedukasi pasien cara menghindari makanan yang pedas, gas, dan mengandung laktosa
“setelah pemeriksaan ini, mbak/mas diharapkan mengurangi makan makanan yang pedas
seperti mie pedas,rujak,buah buahan yang mengandung gas dan makanan dan minuman
yang mengandung laktosa seperti susu”
 “Baik Ners”
 Berkolaborasi dengan dokter terkait pemberian obat sesuai dengan gejala yang dirasakan
pasien
“setelah ini peresepan obat akan disiapkan oleh dokter,nanti bisa di ambil di bagian apoteker
dan diminum sesuai anjuran dokter”
 “Siap ners, Terimakasih”

TERMINASI
1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
Subyektif:
“Bagaimana perasaan mbak/mas setelah saya berikan edukasi? (Jenis komunikasi
terapeutik: Refleksi). (Respon px: ”Baik, ners. Saya jadi lebih tau, atas penyakit saya.”)
(Non verbal: mengelus Pundak px)
Obyektif:
“Saya melihat mbak/mas nya, membaik daripada sebelumnya ya? (Jenis komunikasi
terapeutik: tertutup.) (Respon px: “iya, ners saya juga merasakan seperti itu”). Baik
terimakasih, atas perasaan yang disampaikan.”
2. Rencana Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil
tindakan yang telah dilakukan)
“Jika sudah memahami apa yang saya sampaikan. Mba/mas, bisa mengikuti anjuran
yang telah diberikan seperti minum oralit, menghindari makan makanan pedas,
obatnya tetap diminum ya, dan nanti saya akan memonitoring nadi mbak/mas nya,
setiap 4 jam sekali. (Jenis komunikasi terapeutik: giving information). (Respon px:
Baik, ners)”
4. Kontrak yang akan datang (Topik, waktu, dan tempat)
“Menindaklanjuti rencana lanjutan kita, nanti saya akan datang jam 10 pagi untuk
memantau kondisi mba/mas, apakah sudah lebih baik atau tidak. (Jenis komunikasi
terapeutik: offering self) (Baik ners, respon px). Untuk tempatnya, apakah nyaman di
Ruang ini lagi? (Jenis komunikasi terapeutik: terbuka). Baik, terimakasih mbk/mas.
Saya pamit undur diri.”

Anda mungkin juga menyukai