0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan69 halaman

Analisis Uji Tarik dan Elastisitas Material

Dokumen ini membahas berbagai analisis mekanika material, termasuk uji tarik, perpanjangan elastis, dan perhitungan tegangan pada berbagai struktur. Beberapa contoh kasus melibatkan kabel lift, balok elastis, dan penggunaan crane untuk mengangkat beban. Selain itu, terdapat perhitungan koefisien keamanan dan elastisitas material yang digunakan dalam aplikasi teknik.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan69 halaman

Analisis Uji Tarik dan Elastisitas Material

Dokumen ini membahas berbagai analisis mekanika material, termasuk uji tarik, perpanjangan elastis, dan perhitungan tegangan pada berbagai struktur. Beberapa contoh kasus melibatkan kabel lift, balok elastis, dan penggunaan crane untuk mengangkat beban. Selain itu, terdapat perhitungan koefisien keamanan dan elastisitas material yang digunakan dalam aplikasi teknik.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RESSION MATERIAL

TRACTION SEDERHANA-TEKANAN SEDERHANA


CISAILLEMENT-TORSIONSIMPLE-FLEXION SIMPLE

[Link] SIMPLE:
T1-Analisis uji tarik :

Data: Tabel di bawah ini merangkum hasil dari uji tarik


dilakukan pada sebuah sampel dengan bahan yang tidak diketahui:

F(KN) 0 15 18 23.5 28.5 31.5 34 35 42 45 50 56 52 41


∆L(mm) 0 0.2 0.25 0.5 1.1 1.5 2 7.6 10.1 15.3 30.5 40.5 50.8 RU

Diameter awal sampel adalah 15mm dan panjang yang diuji adalah
250mm.

Hypothèse : La répartition des contraintes dans les sections droites de


tabung percobaan adalah seragam.

Pekerjaan yang diminta:

1°) Gambarkan grafik gaya F sebagai fungsi dari perpanjangan ∆L. Tempatkan [Link] Fr

2°) Menurunkan grafik dari batasan Ϭ berdasarkan perpanjangan relatif ε


Justifier.

3°) Menentukan modul elastisitas longitudinal dari material.

4°) Menentukan ketahanan terhadap keretakan R r, batas elastis Re dan


perpanjangan persen A% dari paduan ini. Tempatkan R eet Rrdi atas grafik.

5°) Apa keluarga dari bahan ini?


SOLUSI T1:

1°) grafik (F,∆L)


× × .
Ϭ= dengan S0= = =176,7mm2

ε= ave L0=250mm

2°) grafik (Ϭ, ε)


.
Ϭ 1= = .
=13,3 daN/mm2, ε1= = =210-3

Ϭ
3°) E = =Ϭ Ϭ

,
Jadi: E= .
= 6650 daN/mm2

4°) Re= =13,3 daN/mm2

Rr = =31,7 daN/mm2
× ,
A % =100 = jadi A%=20,32%

5°) ini adalah bahan yang ulet: paduan Aluminium

T2 - Sebuah kabel lift dari sebuah gedung memiliki panjang 30 m. Itu terkena
pada beban maksimum 10.000N. Berat kabel itu sendiri akan diabaikan.

Kita beri Rpe=50N/mm2dengan koefisien keamanan 10(n)

Kabel terbuat dari baja E=2.105N/mm2.

1°) Hitung diameter minimal kabel.

2°) Hitung perpanjangan elastis maksimumnya.

SOLUSI T2 :

1°) d, diameter minimal

Kondisi resistensi terhadap ekstensi


Ϭmax= ≤Rpe=

×
S≥ dengan S=

×
d≥ ×
⇔ d ≥ 15,96 mm⇒ d = 16 mm

2°) Perpanjangan elastis maksimum ∆L :

Ϭ =E.i=E. , atau Ϭ = ⇒ E. =

× ×
Dari mana ∆L =
×
= ×

× ,
S= =201mm2

∆L =7.5mm

T3- Alat yang disederhanakan di bawah ini mewakili alat otot


terdiri dari dua pengungkit ① dan ② dari baja, dihubungkan dalam bentuk C. Ujung A dan
B des tuas terhubung satu sama lain dengan tali karet berdiameter
dan panjang pada keadaan diam L0dinomori ③.

Operator memberikan gaya pada setiap pegangan tuas horizontal


seperti yang ditunjukkan pada gambar. Panjang tali menjadi L=1.2L0.

1- Hitunglah tegangan di bagian tali.


2- Hitung usaha tarik tali.
3- Menentukan aksi F yang dilakukan oleh operator pada pegangan.
Diberikan: d=5mm Ekonstanta=11N/mm2
SOLUSI T3 :
1-keterpaksaan dalam bagian kanan :
× (
Ϭ =Ekonst..i= = =) ( , )
=2.2N/mm2
usaha tarik tali
× ×
Ϭ= , S = = =19.625mm2⇒ F=ϬS=2.2×19.625 = 43.175N
3-l’action F yang dilakukan oleh operator.
F=F=43.175N.

T4- Sebuah balok horizontal kaku dengan panjang L dipasang pada dua batang
silinder elastis vertikal AB dan CD dengan tinggi yang sama h1.
Setiap batang AB dan CD memiliki panjang h1, sebuah bagian tetap
S1modul elastisitas E1 dan sebuah resistor Re1 .
Batang vertikal IJ melewati tengah balok AC melalui sebuah lubang
dilakukan untuk tujuan ini. Batang ini memiliki di J sebuah penyangga yang menonjol.
permukaan bawah balok AC sejauh 2mm.
Batang IJ memiliki panjang h2, sebuah bagian konstan S2 modul
dari elastisitas E2dan sebuah resistor Re2.
Kami mengabaikan bobot bebas AC, AB, CD, dan IJ.
Kita menerapkan beban P, yang melewati tengah AC, vertikal (gambar 1)
Beban diterapkan pada AC.
1- Hitung beban P1diperlukan agar balok AC bisa menyentuh
secara sederhana bahu IJ. Menentukan tegangan normal.
2- Untuk beban P2ditemukan bahwa IJ memanjang sebesar ∆h2.

2.1 Berikan hubungan yang ada antara ∆h1et ∆hdua.

2.2 Hitung P2pour ∆h2=2.5mm

3- Apa beban maksimum P3harus mendukung balok AC yang mematuhi


elastisitas sempurna dari batang AB, CD, dan IJ.

Aplikasi digital :

h1=3m h2=2,5m

S1=78mm2 S2=175mm2
E1=2105N/mm2 E2=8104N/mm2

Re1=360N/mm2 Re2=260N/mm2

SOLUSI T4:

1. Perhitungan beban P1
=
P1=
AN: P1=10800 N
Ketegangan normal Ϭ
Ϭ= = = 133,33 N/mm2

2.1 Hubungan antara ∆h1et ∆h2

∆h1=∆h2+ 2

2.2 Perhitungan beban P2

P2= +
AN P2=60800 N

3. perhitungan beban maksimum P3agar AB dan CD elastis


Ϭ1≤ Re1
Ϭ
P3=2Ϭ1S1+ Ϭ2S2⇒ Ϭ2 =( )

Ϭ Ϭ
2.1 atau = +2

( )
( )
≤Re1

AN : P3≤75200 N

Pmaks=75200 N

P3agar IJ tetap elastis.

б2≤ Re2
Ϭ
б1= ( )

( Ϭ ) Ϭ
= +2

( )
)
≤Re2

P3≤150800 N

Pmax3=150800N

Beban P3maxi yang diizinkan yang memenuhi kedua syarat adalah75200 N.

T5 -Untuk semua masalah kita akan mengambilg=10 dan E 2.105N/mm2

Sebuah crane dari lokasi konstruksi untuk mengangkat beban berat menggunakan kabel dalam
stahl XC70 yang terdiri dari beberapa kawat berukuran 1,5mm2.

Kita mempertimbangkan sepotong kabel AB dengan panjang L0=5m .A di ujung A


sebuah kabel menggantung beban 3,6 ton.

Kami mengabaikan berat sendiri kabel.

1. Berikan jenis beban yang dialami oleh bagian AB.

Hitung usaha permintaan F.


2. Menentukan tegangan dalam bagian lurus kabel dengan mengetahui bahwa ia
memanjang sejauh 1,5 mm.

3. Menentukan jumlah kawat yang membentuk kabel.


Beban maksimum yang diizinkan adalah 9,6 ton. Kita mempertimbangkan sebuah kabel
terdiri dari 400 kawat berukuran 1.5 mm2; kami memberikan Re=80daN/mm2

4. Hitung koefisien keamanan yang diterapkan.

5. Hitung perpanjangan relatif kabel untuk beban 9,6 ton.

SOLUSI T5 :

Bagian AB dikenakan tarik.

L’effort F de traction.

F = P = mg = 3.6103×10 = 36000 N
2. Kontraint dalam seksi lurus.

∆L = 1,5 mm

Ϭ=i.E =

. ×
Ϭ= =60 N/mm2

3. Jumlah konduktor yang membentuk kabel.

S = S0×n

Atau Ϭ = ⇒S= Ϭ
= =600mm2

S0×n = 600⇒ n = .
400 fils

4. Koefisien keamanan

Fmaks=9,6 ton

n = 400 fils

Re=80daN /mm2

Kondisi ketahanan

Ϭmaks≤

Ϭmaks = =160 N/mm²

s×160 ≤ Re⇒s ≤ 800/160 =5

s=5

5. Perpanjangan relatif ∆L

b =E i =

б=

⇒ E ∆L S = L0Fmaks⇒ ∆L = =96103×5103= 6mm


T6. Seekor domba Forge dengan massa 500Kg diangkat dengan menggunakan sabuk.
cuir (lihat fig.). Pada saat memulai, tarikan harus mengalahkan baik berat dari
mouton dan inersia massanya (F = mΥ). Kita mengakui bahwa gerakan
percepatan mulai secara uniform Υ = 3m/s2

1. Hitung usaha tarik yang diperlukan N dengan menganggap g = 10m/s2

2. Sabuk memiliki penampang persegi panjang S = 2600mm2dan lebar l =


130mm. Selama periode awal,

2.1 Menentukan tegangan normal ekstensi.

2.2 Calculer l’épaisseur e de la courroie.

2.3 Apa koefisien keamanan yang diadopsi mengingat bahwa ketahanan terhadap
batas elastis kulit adalah 30N/mm2

3. Panjang awal sabuk adalah L0selama periode pemula


est 1,01L0Hitung panjang sabuk untuk L0= 3m dan modul
d’elasticitas longitudinal kulit.

SOLUSI T6 :

1. Usaha penarikan N:

N=F+P

F = m =500×3 = 1500 N

P = mg = 500×10 = 5000 N

N = 1500 + 5000 = 6500 N

2.
2.1. La contrainte normale d’extension

Ϭmaks= = 2,5 N /mm2

2.2. Ketebalan e

S =e×l⇒ e = = =20 mm

2.3. Koefisien keamanan s

Kondisi ketahanan

Ϭmaks≤ ⇒s=Ϭ = =12

3.- Panjang L

L = 1,01 L0=1.01× 3 =3.03m

-Modul elastisitas E
Ϭ
Ϭmaks= saya E⇒ E = et i = = ⇒ E =Ϭ = .
.
=250N/mm²

T7. Sebuah batang silindris berongga dari baja konstruksi memiliki diameter
eksterior d dan ketebalan e. Ia mengalami beban dari
tarikan dengan beban konstan Fmaks= 15000 N. Kita melihat bahwa batang
memanjang sebesar 0,6mm. Batang baja memiliki karakteristik sebagai berikut: Re=
240 N/mm2, E = 2.105N/mm², diameter d = 25 mm dan panjang L0= 2m.

1. Menentukan ketebalan e dari batang dengan penampang.


2. Hitung tegangan pada penampang lurus dan pemanjangan relatif.
3. Hitung koefisien keamanan.
SOLUSI T7 :

1. ketebalan e.
×
Ϭmaks= =iE= , S = πe d⇒ = ,e= . × . × ×
= 3.18

2. Pembatasan di bagian kanan.


× .
Ϭmaks = = = = 60 N /mm2.

3. Koefisien keamanan s.

Kondisi ketahanan :

Ϭmaks ≤ ⇒s≤ Ϭ
= = 4.

T8. 1. Hitung tegangan normal Ϭ yang dialami kabel tambang akibat dari
son enroulement sur une poulie de diamètre D.
Kita akan mengakui bahwa dalam kabel, semuanya terjadi seolah-olah setiap kawat penyusun
kabel melilit sendiri di atas pulley, yang mendekati kenyataan.

Aplikasi digital :

Kabel : -6 torons de 6 fils chacun

-diameter kawat d = 3.9mm

- Rr==180 da N/mm2

- E = 2.104 daN /mm2 Puli D= 4 m

NB: Pengalaman menunjukkan bahwa serat ABC mempertahankan panjang yang sama.

2. Hitung tegangan normal Ϭ pada bagian lurus kabel akibat


bahwa ia mendukung beban sebesar 120KN.

3. Apa yang terjadi di bagian kabel yang digulung.


SOLUSI T8 :

1. Kontraksi normal Ϭ :

Ϭ = i E dengan i = ,

ΔL = L – L0
( ) ( )
L0= = πR, dengan R = ⇒ L0=

L =

ΔL =

= ( )

. × .
Ϭ= ( )
= .
=194,81 N/mm2(kompresi)

Ϭ = i E⇒ i =

L=π( +d)

ΔL = +πd– – =
. × .
Ϭ= = .
=194,81 N/mm2(traksi)

2. Tegangan normal jika F = 120KN


× × ×
Ϭ = , dengan S = = 9 π d2= 429,8mm2

.
Ϭ= .
= 279,18 N/mm2

3. Pihak terlibat :-tarikan ϭ10 jadi 194,82 + 279,18 = 474 N/mm2

-kompresi ϭ2-194,82 + 279,18 = 84,36 N/mm2

T9.

Untuk mengangkat beban dengan berat P=7500 N menggunakan derek, digunakan sebuah
kabel ① salah satu ujungnya terpasang pada tiang derek di A dan ujung lainnya
ujung pada winch ② dengan diameter D (D = 0,4m) yang digerakkan oleh motor
hidraulik .Puli tengah 3 berputar bebas di sekitar porosnya .

Bagian kabel AB dan CD adalah vertikal, bagian EF adalah horizontal.


kabel menahan katrol ④ di mana pengait ⑤ dipasang
isi P(lihat skema di atas).
Kabel terdiri dari 36 kawat baja berkekuatan tinggi berdiameter 0,75mm.
diameter masing-masing. Karakteristik baja adalah: Rr=1100N/mm2,
E=220000N/mm2.

Berat sendiri kabel, katrol, dan kait diabaikan. Les


gesekan yang disebabkan oleh kontak pulley - kabel juga diabaikan.

Mekanisme ini dipelajari dalam posisi skema.

1. Mengisolasi keseluruhan katrol ④ + kait ⑤ dan bagian kabel yang dibatasi


K’K dapat menentukan tegangan T dari kabel.

Hitung tegangan normal di bagian lurus AB dari kabel. Apa itu


jadi koefisien keamanan terhadap Rrdari kabel.

2. Hitung dalam Nm momen yang dihasilkan oleh mesin.


Mesin hidrolik berputar pada kecepatan 300 rpm, hitunglah
kekuatan mesin.
3. Diperkirakan bahwa tidak ada konsentrasi tegangan.
Menentukan:
kontra normal di pelat kait pada tingkat I.I.
Kekangan normal di dalam pelat kait pada tingkat J ’J.
Tegangan tangensial pada sumbu diameter 12mm dari pulley

SOLUSI T9 :
T+ T +P = 0

T + T – P = 0⇒ 2T = P

T== = 3750 N

Keterpaksaan normal Ϭ di bagian AB.


. × .
Ϭmaks= ; S = = 15.89mm2

Ϭmaks= .
=236N/mm2

-koefisien keamanan.

Kondisi tahanan

Ϭmaksimal≤ ⇒ s ≤ Ϭ
⇒s= =4.66≅ 5

2.- Pasangan motor Cm


× .
Cm= = =750 N.m

Daya P

P = Cm×Ш
× . ×
Ш= = ⇒ P = Cm× = = 23550w = 23.550Kw

Konsentrasi tegangan

-kontraint normal Ϭmaksdalam pelat kunci pada tingkat I'I


. ×
Ϭmaks= ,S= = =113mm2

Ϭmaks= =66.37 N/mm2

-keterpaksaan Ϭmaksdalam J’J

Ϭmaks= , ⇒S =πle = 3,14×35×5= 219,8mm2

Ϭmaks= = .
=34.25mm2
-gaya tangen Ʈ maks

Ʈ maks= , S =2×113 =226mm2

Ʈ maks= =33,18 N/mm2

T10.

Sebuah balok berbentuk tabung dengan diameter luar dan dalam D dan d, milik
sebuah rangka logam, dikenakan uji tarik dengan usaha konstan
N.

Balok dengan panjang L memanjang sebesar ΔL.

1. Hitung perpanjangan relatif.

2. Hitung tegangan normal pada penampang lurus.

3. Menentukan gaya normal N.

App.N :

D = 65mm d = 0.6 D L = 6m
ΔL= 2mm

E= 2.105N/mm2 Re= 36N/mm2 Re=60N/mm2.

SOLUSI T 10:

1. perpanjangan relatif i atau £.

i== .
=0.33.10-3

2. gaya normal dalam sebuah penampang lurus.


SOLUSI T7 :

1. ketebalan e.
×
Ϭmaks= =iE= , S = πe d⇒ = ,e= . × . × ×
= 3.18

2. Pembatasan di bagian kanan.


× .
Ϭmaks = = = = 60 N /mm2.

3. Koefisien keamanan s.

Kondisi ketahanan :

Ϭmaks ≤ ⇒s≤ Ϭ
= = 4.

T8. 1. Hitung tegangan normal Ϭ yang dialami kabel tambang akibat d


son enroulement sur une poulie de diamètre D.
Kita akan mengakui bahwa dalam kabel, semuanya terjadi seolah-olah setiap kawat penyusun
kabel melilit sendiri di atas pulley, yang mendekati kenyataan.

Aplikasi digital :

Kabel : -6 torons de 6 fils chacun

-diameter kawat d = 3.9mm

- Rr==180 da N/mm2

- E = 2.104 daN /mm2 Puli D= 4 m

NB: Pengalaman menunjukkan bahwa serat ABC mempertahankan panjang yang sama.

2. Hitung tegangan normal Ϭ pada bagian lurus kabel akibat


bahwa ia mendukung beban sebesar 120KN.

3. Apa yang terjadi di bagian kabel yang digulung.


SOLUSI T11 :

1. Muatan P

Kondisi ketahanan :

Ϭmaks≤ Rep=

Ϭmaksimum= ⇒ ≤ ⇒ P≤

× × . ×
S= =188,4mm2

× .
P= = 31400N

2. AB = 4m = L ΔL = 3.2mm

2.1. Perpanjangan relatif


.
Saya= = =8.10-4

2.2. Tegangan normal dalam penampang lurus.

Ϭ = i E =8.10-4×2.105=160 N /mm2

2.3. Beban F

Ϭmaks= ⇒ F = ϬmaksS = 160×188.4 = 30144 N


2.4. Verifikasi kondisi ketahanan

Ϭmaks≤

≤166,7>160N/mm2

Jadi Kondisi terpenuhi.

T12. Perangkat yang digambarkan pada gambar 1 memungkinkan untuk menggantung suatu beban
P; itu terdiri dari:

- dari kawat baja 1

E1= 200000N/mm2; L1 =1m ; RE1= 1200N/mm2Bagian ini adalah S1


=20mm2

- sebuah tabung terbuat dari paduan aluminium 2.

E2= 80000N/mm2;L2 = 600mm ; Re2= 300N/mm2; bagian ini adalah S2


=120mm2

1. Beban P berapa yang harus digantung agar tabung menyentuh


bout du fil .

2. Kami berencana untuk menghitung beban P batas agar kedua bagian


tetap elastis. Dalam hal ini P1 dan P2 adalah yang didukung
① ②

2.1. Berikan hubungan yang ada antara ΔL1 dan ΔL2.

2.2. Tulis kondisi agar ① tetap elastis dan hitung P.

2.3. Tulis kondisi agar ② tetap elastis dan hitung P.


2.4. Menyimpulkan.
SOLUSI T12:

1. Beban P

Ϭ2 =

Ϭ2 = i2 E2⇒ P= i2 E2 S2
. × ×
I2 = ⇒P = = = 16000N

2. Perhitungan beban P.

2.1. Hubungan antara ΔL1 dan ΔL2.

ΔL2 = ΔL1 + 1

2.2. Perhitungan P agar ① tetap elastis.


P = P1 + P2

Ϭ 1= ⇒ P1 =Ϭ1S1

Ϭ2 = ⇒ P2= Ϭ2 S2

P = P1 + P2 = +
Ϭ Ϭ
ΔL1= et ΔL2 =

ΔL2 = ΔL1 + 1
Ϭ Ϭ
= +1

Ϭ1= ≤Re1

P≤ = 13600N

2.3. Perhitungan P jika ② tetap elastis

Ϭ1S1 + Ϭ2S2 = P

= +1

Ϭ2≤RE2

Ϭ2 = ≤ Re2

P≤

P≤41000N

2.4. Kesimpulan beban P yang diperlukan adalah P≤ 41000 N.

T13. Kita mengajukan sebuah tabung dengan panjang L0= 100mm dan section
konstanta S0= 75 mm2pada percobaan penarikan sederhana. Sampel terbuat dari baja
.Mesin merekam diagram F(ΔL) di bawah ini.

Déterminer les caractéristiques mécaniques suivantes de l’acier considéré :

-modul E

Resistansi Reet Rr
SOLUSI T 13:

Fmaks= 2775daN Ϭ =i E = ⇒E=

Fm = 1762,5daN -E= = 0.58.105 N/mm2

.
Fe = 1000daN -Re= = 1762.5 75

S0= 75mm2 = 23,5 daN/mm2

ΔL = 0,063mm -Rr= =

L0= 100mm = 13,33daN/mm2

T14. Sebuah batang baja, dengan penampang melintang bulat, dikenakan pada sebuah
permintaan tarikan dengan gaya F=706500 N. Perbandingan diameter
(diameter luar D dan diameter dalam d) adalah =0.5. Panjang awal
dari batang adalah L0=5m. Ia kemudian memanjang sebesar ΔL=3mm
diberikan: E=2105N/mm2

1. Hitung perpanjangan relatif.

2. Hitung tegangan normal di bagian kanan.

3. Hitung nilai sektion yang benar dan tentukan diameter luar


dan interior.

4. Menentukan koefisien keamanan yang diadopsi.

Diberikan: Re=360 N/mm2

SOLUSI T14 :

1. Perpanjangan relatif i :

i== .
=0.6.10-3

2. Gaya normal pada bagian.

Ϭ = i E = 0.6.10-3×2,105= 120N/mm2

3. Nilai dari bagian kanan.

Ϭ= ⇒ S =Ϭ= = 5887,5mm2

( . ) .
S= ( )= =
× .
D2= .
= . × .
=10000⇒ D = 100 mm

d = 0.5×100 = 50mm

4. Koefisien keamanan s

Kondisi resistensi:

Ϭmaks≤

s≤Ϭ = =3
T15. Untuk mengangkat pipa dengan menggunakan katrol, kita mengadopsi perangkat
digambarkan secara skematis oleh gambar di bawah ini.

Setiap dari dua tali sling, dengan diameter luar 21mm, adalah
terdiri dari 6 untai dengan 37 kawat berdiameter 1mm, terbuat dari baja berkualitas tinggi

resistensi yang dililit pada inti tekstil. Hitung:

Beban P maksimum yang dapat diangkat dengan aman diadopsi untuk


sudut Θ nilai-nilai berikut:

Θ = 60°
Θ = 120°
Bandingkan dan simpulkan.
Karakteristik baja:
R = 1600 N/mm2; E = 2.105N/mm2
Koefisien keamanan yang diadopsi: s = 6 terhadap R.
Kita anggap tidak ada efek inersia. Kita abaikan berat sendiri.
dari sling dan pengaruh sudut lilitan kabel dan ikatan.

SOLUTION T15 :

Beban P maksimum.

Jika kita membuat bagian;

Pada :
Tcos + Tcos -P=0

2Tcos =P

P = 2Tkos

Kondisi ketahanan :

Ϭmaks = ≤

× × × .
S= = = 174,27mm2

. ×
T≤ = 46472 N

- Jika Ө = 60°, P = = T =46472 N


Si Ө = 120°, P = =-T

T16. Sebuah batang baja dengan diameter 12.5mm dan panjang


1m mendukung beban tarikan sebesar 1500daN.

1. Menentukan tegangan dan perpanjangan pada batang baja


E=20.000daN/mm2.

2. Batang baja diganti dengan yang lain dari aluminium. Kami ingin
agar ini memiliki perpanjangan yang sama (di bawah beban F yang sama) dengan batang
sebelumnya.

Tentukan diameter d dari batang aluminium ini .Ealu=


7500daN/mm2

3. Menentukan batasan dalam batasan.

4. Hitung perbandingan berat dua batang. Massa jenis dari


besi memiliki berat 7800 kg/m3dan yang dari aluminium 2800kg/m3.
SOLUTION T16 :

1.

tekanan normal Ϭ.
. × .
Ϭ =F/S , S = = =123mm2

Ϭ= =122N/mm2

-perpanjangan ΔL

Ϭ=iE= ⇒ ΔL = Ϭ = .
×
= 0.61mm

2. baja diganti dengan aluminium

Diameter d.
×
Ϭ=iE= = ⇒S= . ×
=328mm2

×
S= ⇒ 4 S = πd2⇒ d2= = .
= 418⇒ d =√418

d = 20,44 mm

3. Ketegangan normal.

Ϭ== =46 N/mm2

4. Laporan berat P1et P2.

P1=m1g , 1m
=µ1V1= µ1S1L1
P2= m2g , m
2= µ2V2= µ2S2L2

×
= = = ×
1.04

T17. Di pusat pengerjaan, sebuah silinder pneumatik memungkinkan untuk menjamin penjepitan sebuah komponen.
saat
masuknya batangnya. Oleh karena itu, ini diminta untuk tarik. Gaya yang dihasilkan memiliki
Intensitas F = 500N. Batang memiliki diameter d = 20mm, dan dibuat dari baja X 2.

1) Hitung nilai dari section S dari batang.

2) Hitung nilai tekanan normal s di dalam suatu penampang batang.

T18.
Saat pengencangannya, sebuah baut H, M10-50 mengalami tekanan tarik. Memang, gaya dari
Serrage menyebabkan pemanjangan sekrup. Gaya ini memiliki intensitas F = 500N.

1) Hitung nilai dari bagian S dari sekrup (pertimbangkan diameter dari bagian tersebut)
Di mana sekrup akan putus.
2) Hitung nilai dari tegangan normal s pada bagian dari sekrup.
[Link] :
C1. Sebuah batang silinder terdiri dari poros berongga (kosong) yang mana
dimensi ditentukan sebagai berikut: d1=20mm, d2=15mm

Panjang batangnya adalah 30cm.

Ia terbuat dari baja dengan modulus Young: 2.105N/mm2.

Kekuatan dorongan maksimum dari silinder (keluaran batang) adalah 8000N,


menghitung :

1. Keterikatan normal dalam batang.

2. Pemendekan batang.

3. Batas elastis dari bahan yang dipilih dengan faktor keamanan 5.

SOLUSI C1 :

1. Ketegangan normal

. ×( )
Ϭ = ; S= =137,4 mm2

Ϭ= .
= 58,22 N/mm2

2. Pemendekan ΔL

Ϭ=iE= ⇒ ΔL = Ϭ = . ×
= 8.710-3mm

3. Batas elastis Re

Kondisi ketahanan

Ϭ≤ ⇒ Re≥ Ϭ s = 58,22×5 = 291,1N/mm2

C2. Sebuah paku, yang dipasang pada mesin press hidrolik, dapat menahan beban
dekompresi maksimum 40000 N.

Pakuan tersebut terbuat dari baja 20NC6.

Batas elastisnya adalah 98 daN/mm2.

Kami mengadopsi koefisien keamanan 4 untuk perhitungan punch.


1. Hitung tegangan seragam Ϭ0di tingkat bagian berbahaya.

2. Menentukan faktor bentuk kt.

3. Hitung tegangan maksimum.

4. Periksa kondisi ketahanan terhadap kompresi dari punch.

SOLUSI C2.

1. Kontraint Ϭ0.

Ϭ0= ;S= = × 3,14=314mm2

Ϭ0= =127,4 N/mm2

2. Faktor bentuk kt

Ϭmax ≤ ktϬ0

Namun kondisi resistansi adalah Ϭmaks≤

KtϬ0≤

⇒ Kt ≤ Ϭ
= × .
=1.92

3. Pembatasan maksimum.

Ϭmaks= ktϬ0=1.92×127.4 =244.608 N/mm2


4. Verifikasi kondisi ketahanan.

Ϭmaks≤

244.608 ≤ =245

Dari mana ia diperiksa.

C3. Sebuah perangkat dengan pelat terdiri dari sekrup pengencang③, sekrup dari
pengaturan ② dan dua braket④ dan⑤ yang dianggap sepenuhnya kaku.

1. STATIK

Dengan menerapkan gaya 600daN di titik A, tabung tembaga 1 adalah


0,075mm.

Mempelajari keseimbangan kuda ④ untuk menentukan usaha yang dilakukan oleh


dua sekrup ② dan ③ di B dan C. (gaya aksi vertikal)

2. Traksi – KOMPRENSI

a) Menentukan batasan pada kedua baut.

Baut② dan③ memiliki diameter nominal yang sama yaitu 10 mm.

b) Sekrup② tertekan sepanjang b = 49mm dan sekrup③ tertekan pada


panjang a = 29mm. Kita akan mengambil E= 2.105N/mm2.
Tentukan deformasi pada kedua sekrup.

SOLUSI C 3 :

1.

Studi keseimbangan

A1/4 B2/4C3/4

A1/4rencana penyangga - arah vertikal.

B2/4rencana dukungan -- arah vertikal.

Rencana dukungan C3/4 -- arah vertikal.

− → ∥ ∥
A1/4 A V ↓ 6000N
B2/4 B V ? ?
C3/4 C V ? ?

Tindakan kontak: A1/4- B2/4– C3/4

Tindakan jarak jauh: tidak ada

1erahukum : ∑Fex= 0

2èmeloi : ∑M = 0

-∑F = 0, A1/4 + B2/4+ C3/4= 0

-∑Mc= 0,∥ 1/4∥×100 - ∥ B2/4∥×50 = 0⇒ ∥B2/4∥ = 2×6000 = 12000


NKetik sebuah persamaan di sini.
-6000 +12000 -∥ C3/4∥ = 0 ,⇒ ∥C3/4∥ = 6000 N

∙ − → ∥ ∥
A1/4 A V ↓ 6000 N
B2/4 B V ↑ 12000 N
C3/4 C V ↓ 6000 N

2. a) d2= d3=10mm

Keterbatasan normal.
. ×
Ϭ 2= , S2= = 78,5 mm2.

Ϭ2 = .
=153 N/mm2.

Ϭ3= , 3=
S 78.5mm2.

Ϭ3= .
=76,43 N/mm.2

b) a0=29mm, b = 49mm.

Δa = Ϭ = ×
= 0,22mm.

Ϭ . ×
Δb = = = 0,18mm.

C4. Alat Penilaian Kami bermaksud untuk mempelajari silinder hidrolik (ci-
dessous) dengan efek ganda. Ini berfungsi di bawah tekanan efektif
p=5(5N/mm2).

Silinder ① dan batang ② terbuat dari XC32 yang memiliki karakteristik dalam pengujian tarik
dan dalam kompresi adalah sebagai berikut: E= 200 000N/mm2; Re = 300 N/mm2.

Kita mengabaikan tahanan pasif karena kedap air di tingkat piston 3 dan
la tige ②.

1. kita mengisolasi batang ② dan piston ③. Dalam hal penerimaan di A (batang


keluar),

1.1 berikan jenis permintaan yang dikenakan pada keseluruhan terisolasi (kami memiliki
simulasikan keseluruhan terisolasi pada balok).

1.2 menentukan aksi dalam C mengetahui bahwa hasil dari upaya yang disebabkan oleh
tekanan melalui sumbu dan bernilai F=p.s; F dalam N; s adalah penampang dalam mm2Kita memberikan
diameter piston D=110mm.

2. Hitung pada kompresi tegangan normal di bagian G. Diberikan


F=47500 N dan diameter batang d=20mm.

Dikira tidak ada konsentrasi tegangan. Apakah balok tersebut


dalam zona deformasi elastis?

Mengapa?
3. Hitung variasi panjang yang sesuai dengan tekanan ini, mengetahui
bahwa panjang awal batang l=400mm.

4. Sebenarnya ada konsentrasi tegangan di tingkat bahu.


(k=2.2)

Hitung maksimum tegangan.

Apa yang kita lihat?

5. Kami bermaksud untuk menghitung nilai baru dari d agar batang tersebut tahan.
Maka kita mengambil koefisien keselamatan sebesar 3 untuk mencegah kecelakaan.
ubah pas (2.2).

5.1 Tulis kondisi ketahanan.

5.2 Hitung nilai d (diameter batang).

SOLUSI C4 :

1.2 dan 3 terpisah

1.1 tipe permintaan: kompresi

1.2 Kompresi di titik C


F=F' =p.s

× × .
S= = =9498,5mm2

F=F’=5×9498.5=47492.5 N

2. F=47500 N d=20mm

Keterbatasan pada kompresi


× .
Ϭ= ;S= = 314mm2

Ϭ= =151,3 N/mm2

Balok tidak berada dalam zona deformasi elastis karena Ϭmaks≤ Re

3. Variasi panjang ΔL
Ϭ . ×
Ϭ =i E = ⇒ ΔL = = = 0,303mm

4.Ϭmaks=kϬ =2.2×151.2 =332.86 ›Re

Zona elastis telah terlampaui.

5. s=3 k=2.2

5.1 Kondisi ketahanan

Ϭmaks≤ ou kϬ ≤

5.2 Nilai dari d

Ϭ=

KFs ≤ ReS

Dengan S = πd2/4

. × ×
S≥ = =1045
× ×
Et S= =1045, d² ≥ .
=1331.21⇒ d =√1331,21

Et d = 37 atau 38mm

C5

Dua tabung ① dan ② disesuaikan dengan panjang yang sama L0dikenakan


di
kompresi sederhana. Piring ③ dan ④ membagi beban F pada
dua tabung.

1. Menentukan usaha F1et F2didukung oleh tabung ① dan ② dengan mengetahui bahwa
perpanjangannya adalah ΔL.

2. Hitung diameter D dari tabung ①.

AN. E1=7.104N/mm² E2=2.105N/mm² F=65000N ΔL =6.10-3mm

SOLUSI C 5:

penentuan F1et F2

F = F1+F2
× ×
Ϭ1= = i1E1= ⇒ F1=

× ×
Ϭ2= =i2E2= ⇒ F2=

S2= =176,625 mm²

. × × .
F2= =5298.75=5299 N
F= F1+ F2⇒ F1= F – F2=65000 – 5299 = 59701 N

2. Diameter D
× × × ×
F1= ⇒ S1= ×
= . ×
= = 5685.81mm²

S1= ⇒ D² - 25² = ⇒ D²=7243.06 + 25² =7868.06

D = √7868.06 = 88.70≃ 89 mm

C 6.

Kami melakukan perakitan pipa ① dan ② dengan menggunakan sebuah baut yang terbuat dari
dari sebuah sekrup H.M10 dan sebuah moer H.M10. Kedua tabung tersebut identik dalam
dimensi dan terbuat dari bahan yang sama. Setiap tabung memiliki ketebalan e0et une
bagian St.

Pada perakitan, sebelum melakukan pengetatan. Ketebalan pipa adalah 2 × e0


berkaitan dengan panjang AB antara kepala dan mur baut yang berada tepat di
kontak dengan ① dan ② di A dan B. AB = l0=2×e0

Dikencangkan mur setengah putaran, langkahnya adalah p=1mm.

1. Berikan jenis beban yang diterapkan pada batang baut 3.

Apa jenis deformasi yang dihasilkan?

2. Berikan jenis permintaan yang diterapkan pada pipa.


Apa jenis deformasi yang dihasilkan?

3. Berikan hubungan yang ada antara dua deformasi.


Ϭ
4. Dengan menerapkan hukum Hooke dan mengetahui bahwaϬ = menghitung: tekanan
Ϭbdalam baut, tegangan Ϭtdalam tabung dan panjang baru l
entre la tête et l’écrou

AN :

Boulon : Sb= 78 mm² tubes : St=358 mm²

L0=60 mm e0=30 mm

Eb= 2.105N/mm² Et=1000 N/mm²

SOLUSI C6 :

1. type de sollicitation : traction

- type de déformation : allongement ΔL =L-l0

2. jenis permohonan: kompresi

- jenis deformasi : pemendekan Δe = e-e


0

3. Hubungan antara kedua deformasi :

ΔL = L - l0; Δe =2 e0– e ; 2 e0= l0

Δe =l0 – e =L –ΔL -e

4. Hukum Hooke
Ϭ
Ϭ
=

Ou ΔL =0,5×1=0,5mm
.
Ϭb=ibEb= Eb= 0.5 =1667 N/mm²

Δe =0.5mm

e=30-0.5=29.5mm
.
= =16,7.10-3

Ϭt=itEt=16,7.10-3×1000=16,7N/mm²

C 7. Sebuah elemen mesin terdiri dari dua bagian silindris koaksial.

-sebuah silinder padat ① terbuat dari baja, dengan penampang konstan S1dan modul elastisitas
E1;

-sebuah silinder berongga ② terbuat dari paduan aluminium, dengan penampang tetap S2et de
modul elastisitas E2

Panjang bersama mereka adalah L. Sebuah muatan→diterapkan pada himpunan ini


antara pelat P1et P2. Ketidakstabilan tidak mungkin. Berat sendiri
gesin dan piringan dapat diabaikan dibandingkan dengan kekuatan lainnya.

1. Hitung tegangan normal Ϭ1dalam silinder ① dan Ϭ2di dalam


silinder ②.

2. Hitung pemendekan dari keseluruhan panjang L.

3. Kita mengadopsi koefisien keamanan 4 dan 3 secara berturut-turut untuk


silinder ① dan ②.

Periksa kondisi ketahanan untuk setiap silinder.

AN:

-silinder ① baja E1=2.105N/mm² S1=500mm² Re1=400N/mm²

-silinder ② paduan E2=7.104N/mm² S2=200 mm² Re2=260 N/mm²

-L=250mm F =50.103N
SOLUSI C7:

1. Kendala
.
Ϭ 1= = = 100 N/mm²

.
Ϭ 2= = =250 N/mm²

2. Pemendekan ΔL

-siklin penuh

Ϭ1=i1E1= ×E1⇒ ΔL= Ϭ ×L = ×


=0.125mm

-silinder berongga:

Ϭ2=i2E2= ×
⇒ ΔL =Ϭ ×= ×
=0.89mm

3. Verifikasi kondisi ketahanan

Kondisi ketahanan :

Ϭmaks≤

-silinder penuh :

Ϭ 1≤ =100=Ϭ1⇒ kondisi terpenuhi

-silinder berongga :Ϭ2≤ =87 ˂ Ϭ2⇒ kondisi tidak terpenuhi


[Link] SIMPLE :
CI1.

Dua plat logam ① dan ②, dengan ketebalan e, terhubung oleh


couvres joints ③ dan ④ dengan ketebalan yang sama (lihat gambar). L hubungan dijamin
dengan paku rivet

Kumpulan ini terkena tekanan tarik→ .

Diameter d dari paku keling didefinisikan berdasarkan e, melalui rumus semi-


eksperimental: d = e et d en mm

1. Menentukan diameter d dari riveting

2. Setiap rivet memiliki dua bagian pada pemotongan (S1et S2) .

Hitung S1et S2.

3. Hitung jumlah total rivet yang diperlukan untuk memastikan sambungan.

Kita memberikan batasan praktis pada geseran Rpg

F=12.000daN e= 12mm Rpg=100N/mm²

SOLUSI CI1:

1. Penentuan diameter d
×
d= = = 20 mm
2. Perhitungan luas S1et S2

S1=S2= =² . ×
= ²314 mm²

3. Perhitungan jumlah total paku keling

Setiap rivet memiliki dua permukaan yang dipotong S1et S2, dan kita mengisolasi pelat 1, ada

rivet yang tertekan.

≤ Rpg

n≥ = ×
=3,82

angka genap yang langsung lebih besar


n = 4 paku keling

C 2. Sur une presse le poinçon de la fig réalise un trou oblong dans une tôle
d'épaisseur de 3mm .La résistance à la rupture par cisaillement est Rpg
=25daN/mm²

a. Hitung luas pelat yang dipotong oleh punch

b. menentukan usaha→ perlu untuk melakukan perforasi

c. menghitung tegangan kompresi di dalam penusuk


SOLUSI CI2 :

a. la section cisaillée

S=P×e

P=perimètre=P1+ P2

P1=C=keliling suatu lingkaran=2πR=2π =πd

P2=2×100

P=πd+2×100

S=e(πd+2×100)=3(3.14×20+2×100)=788.4mm²

[Link] Fminiperlu

kondisi ketahanan

τmaxi≤ Rpgdengan τmaksimal


= ≤ Rpg⇒ Fmini≤ Rpg×S =250×788.4=197100 N

c. batasan kompresi pada matras

Ϭmaks=

²
Sp=100×2 + =2314mm²

Ϭmax= =85.2 N/mm²

CI3. Untuk memotong lubang silindris dengan diameter d dalam pelat 2, kita
gunakan alat 1 yang disebut pengetuk

Pelat 2 ditempatkan di antara punch 1 yang dikenakan tindakan→ d’une presse et le


bâti 3 dari ini.

Jadi memotong lembaran baja lunak, yang tahan bantingnya terhadap patah oleh
gelincir adalah τrdengan sebuah pahat (dari baja yang sangat keras yang telah diproses) yang tahan terhadap
keretakan akibat tekanan adalah Rr’.

Dapat dipahami bahwa jika ketebalan e dari pelat yang akan dipotong melebihi batas tertentu
nilai, cap akan dinyatakan tidak berlaku sehingga menyebabkan masalah.
1. Menetapkan hubungan antara d e dan karakteristik kedua logam
(poinçon dan pelat) agar poinçon tidak mengalami kerusakan.

(Kami akan mengambil koefisien keamanan s = 2,5, dibandingkan dengan Rrdu poinçon)

2. Untuk sebuah paku d= 30mm, terbuat dari baja Rr=100daN


/mm². Berapa ketebalan
dari lembaran τr= 50 daN/mm² apakah bisa dipotong?

SOLUSI CI3 :

1. hubungan antara e dan d.

Jadilah S1permukaan paku


²
S 1=

Jadi S2permukaan pelat

S2= πde

Kondisi ketahanan untuk paku

.Ϭmaks≤

Ϭmax = = ²

²
4 ²
≤ ⇒F≤

kondisi pemotongan lembaran logam


τ ˃ τr

τ= = ⇒ F˃ τrπde

²
πdeτr ≤ ⇒e ≤

2. penentuan ketebalan e
×
e≤ × . ×
=6mm

emaks=6mm

CI4.

Untuk mentransmisikan sepasang motor Cmdari sebuah pohon 1 ke pohon 2 kita menggunakan sebuah
goupille 3 silinder dengan diameter d yang kemudian dipotong.

1. hitung usaha geser dari pin.

2. hitung diameter minimum dengan mengetahui bahwa pin terbuat dari baja.

NB: Rpg=34 N/mm², Cm = 160 N.m , D = 60 m

SOLUSI CI4:

1. Upaya tajam T

τmaks=

² ² ×
S = 2S0; S0= ⇒ S= d'où τmax = ²

S0bagian dipotong

Cm=2TD⇒ T =
AN: T = ×
=1334 N

2. Diameter dmini

Kondisi kaku

τmaks≤ Rpg ⇒ ²
≤ Rpg⇔ d²≥

d≥ = 5mm

CI5. Verifikasi sebuah kunci

Clavette melakukan penghubungan lengkap yang dapat dibongkar antara pulley dan poros
mesin lihat fig.

Données : P=3kw N =3000tr/mn

Bahan kunci:

Re=340N/mm² s=2.5, a=8, b=7, l=24, ф=26

Tekanan pemadatan = 40N/mm²

1. menghitung torsi mesin

2. menghitung resultan di P dari aksi kontak antara pulley dan kunci

3. menghitung tegangan tangensial

4. memeriksa ketahanan kunci terhadap pemotongan

5. hitung tekanan pada sisi kunci

6. memeriksa ketahanan kunci pada pemadatan


SOLUSI CI5 :

1. Pasangan motor

P=C ѡ , ѡ = =

P=C ⇒ C=
×
AN : C= . ×
=9,55 Nm

2. perhitungan resultan T di titik P

Σm/o(Fekstensi=0

Cm– Cr= 0
× . ×
Cm= Cr = ⇒T= = = 734,6
N=735N

3. perhitungan tegangan geser


.
τ= dengan S = a×L⇒ τ= ×
= 3.82N/mm²

4. pemeriksaan ketahanan

τmaks≤ Ʈ

. . ×
τmaks≤ = .
= 68

τmaks≤ 68 N/mm²⇒ 38 ˂68 jadi kondisi terpenuhi

5. Perhitungan tekanan pada sisi kunci.

P = ; S=b×l=24×7=168mm2

P= =4.37N/mm2
6. perhitungan tekanan matage pada sisi kunci
× × .
P= dengan S= ⇒P== ×
= 8,75N/mm² ˂ 40 N/mm² kondisi
diverifikasi

CI6. Penggabungan

Sebuah poros berongga 2 yang dipasangkan dengan poros padat 1 melalui pin.
transmet sepasang Cm= 250 Nm. Diameter of the solid shaft d = 40mm. The
goupille 3 terbuat dari baja 45SCD6. Ketahanan terhadap selip adalah Rpg=130 N/mm².

Hitung diameter1dari pin untuk memenuhi kriteria ketahanan.


Apa yang dapat kita simpulkan?

SOLUSI CI6 :

Cm= Td⇒ T = = = 6250 N

Kondisi kekakuan
²
τmaks= , S=

× × ×
τmaks≤ Rpg ⇒ ²
≤ Rpg⇒ d1≥ = . ×
=7.83mm⇒ d1=8mm

CI7 : Manchon keamanan pada gambar di bawah ini antara pohon-pohon


transmisi 1 dan 2 dilakukan dari sebuah selongsong silinder 3 dan
dua pin 4 dan 5.

Diameter batangnya adalah 40mm. Torsi maksimum yang ditransmisikan adalah 30daN.m.

Jika pasangan melebihi nilai ini, pin harus dipotong.


1. Menentukan dan menunjukkan bagian yang terpotong dari pin.

2. Menentukan usaha F dari pemotongan bagian-bagian sebelumnya.

Batas batasan pada pemotongan dari manset pin adalah


30daN/mm². Menentukan diameter d dari pin.

SOLUSI CI7 :

1. Bagian yang dipotong:

²
S1=

²
S2=

²
S=S1+S2=

2. Usaha geser F

.
Cr=Td⇒ T = = =7500 N

3. Diameter pin

τmaks≤Rpg
²
τmaks= , dengan S= ⇒ ²
≤Rpg ⇒ ²≥

×
d≥ = . ×
=5,65mm⇒ d=6mm
CI8. Tuas 1 dari gambar terhubung dalam rotasi ke poros 2 melalui
dari sebuah klavette 3 yang memiliki dimensi 16×10×30.

1. Tunjukkan bagian potong kunci. Tentukan usaha geser yang melaluinya.


clavette. Operator memberikan tekanan sebesar 90daN.

2. Hitung tegangan geser di bagian yang terpotong.

SOLUSI CI8 :

1. Bagian yang dipotong dari kunci

penentuan usaha geser

Cm− Cr=0
625 F – 25 T = 0⇒ T = 25 F = 25×900 = 22500 N

2. perhitungan tegangan geser

τ= = = ×
= 46,87 N/mm²

CI9. POINÇONNAGE
Kami ingin mengebor lubang persegi 10x10 dalam sebuah pelat
3mm baja dengan ketahanan terhadap geser adalah
Rg=200Mpa.

Hitung luas yang terpotong:

Hitung usaha minimum untuk pengeboran:

Hitung tegangan kompresi pada punch:

Hitung batas elastis minimum untuk bantuan ini


dengan koefisien keamanan 2:

CI10 . SOLDERING

Sebuah kaki dengan ukuran 100x20 dirakit oleh


pengelasan pada suatu dukungan sesuai dengan gambar di samping.

Logam pengisi memiliki tahanan terhadap gesekan


Rg de 150 Mpa.
Koefisien keamanan adalah s = 4
Hitunglah penampang yang dipotong:

Hitunglah resistansi Rpg dari logam pengisi:

Sampai usaha apa perakitan dapat bertahan:

Mulailah kembali perhitungan dengan mengganti 2


dikelilingi oleh kabel perifer a=5

CI11. MONTASE DI ATAS CUKUP


Artikulasi di samping terdiri dari 2 batang dengan penampang
persegi panjang 15x30, dihubungkan oleh sumbu yang diperkokoh.

Usaha maksimum yang ditanggung oleh sambungan ini adalah 10000N.

Sumbu tersebut sesuai dengan standar ISO 2341, terbuat dari baja.
S255.
Anda akan mengambil koefisien keamanan sebesar 3.

Gambarlah satu atau beberapa bagian yang dipotong dengan warna merah pada gambar.
Hitung diameter minimum poros, lalu pilih sebuah
diameter standar dalam tabel.

CI12. MONTASE DI CHAPE

Pada sendi ini, poros harus mendukung sebuah usaha dari


geseran sebesar 15000N. Itu terbuat dari S275, dan Anda akan mengambil sebuah
koefisien keamanan sebesar 2.

Gambarlah bagian-bagian yang dipotong dengan warna merah pada


dessin.
Hitung diameter minimum poros, lalu pilih sebuah
diameter standar dalam tabel.

CI13 . CLAVETAGE

Karakteristik perakitan:
Pohon Ø30
Torsi maksimum yang harus diteruskan: 180Nm
Bahan kunci: E295
Clavette bentuk B
Koefisien keamanan = 5
Gambar pada bagian atas kekuatan yang akan
memotong kunci

Gambarkan pada perspektif di sebelah bagian ditekan

Hitung gaya geser

Hitung luas minimum dari kunci ini

Recherchez dans le tableau la section


dinormalisasi untuk diameter ini
Hitung panjang minimum

CI14 .TEMA: MOTOR REDUKTOR


Clavetage pohon-roda gigi
11 1 Roulement 17 BC 02 100 Cr 6 NF E 27-125
10 1 Pohon sekrup dengan 2 benang 10 Ni Cr 6 NF E 27-125
9 1 Roda gigi 12 BE 32 100 Cr 6 NF E 27-125
8 1 Ecrou berbentuk M12 C 40 NF E 27-656
7 1 Penutup S 235 Z = 20 lekukan
6 1 Pohon keluaran 38 Cr 4 NF E 22-304
5 4 Vis CHC M8 C 30
4 1 Clavette paralel bentuk B, 6x6x20 C25
3 1 Roda berlubang Cu Sn 8 Z = 40 lekukan
2 2 Demi korpus reduktor A-S 7G
1 1 Motor Leroy Somer MFA S 275
Rep. Nbre Désignation Materi Pengamatan

Untuk melatih rotasi poros keluaran 6, roda 3 memberi tekanan pada kunci 4 sebuah
usaha dengan intensitas T = 375 N.
Upaya ini menyebabkan kunci mengalami deformasi permanen karena geser yang dapat
pergi sampai putus.
Data: Rg = 0,5 Re
Koefisien keamanan: k = 10

1-Mencari dalam buku "Panduan untuk Penggambar Industri" nilai dari


batas elastis dari bahan penyusun kunci.
Re =………………Mpa
2-Dengan membaca masalah yang diberikan dengan seksama, berikan nilai dari kekuatan
geser diterapkan pada sumbu, nyatakan nilai ini dalam Newton.
T =……………… N
3-Hitung luas penampang yang terkena geseran.
Perhitungan : ……………………………………………………………………………
S =……………… mm 2
4-HitungRg.
Perhitungan : ……………………………………………………………………………
Rg =……………… MPa
5-HitungRpg.
Perhitungan : ……………………………………………………………………………
Rpg =………………… MPa
6-Mencari kondisi resistansi dari sebuah komponen yang tertekan oleh geseran dan
tuliskan di bawah ini :
…………………………………………………………………………………
7-Hitunnglah kekuatan dan katakan apakah kondisi ketahanan dipenuhi.
Perhitungan : ……………………………………………………………………………
t=……………… Mpa
Conclusion :
………………………………………………………………………
……………………………………………
C15 .Palu sambungan berbaut
Jadi sambungan engsel di bawah ini yang porosnya memiliki diameter 8mm, mendukung
efforts F1 =
F2 = 180daN, sumbu penghubung terbuat dari baja E335
permintaan
1. Resistansi elastis Re dari poros ini.
2. Resistansi Rg.
3. Permukaan bagian yang dipotong dari sumbu.
4. Tegangan geser pada sumbu ini.
5. Koefisien keamanan dari sambungan ini.
6. Sudut geser, dengan mengetahui bahwa modul Coulomb adalah G = 80000N/mm²

CI16. Pengelasan
Jadilah perakitan di bawah ini dari komponen 1 dan 2, dengan bantuan 2
rivet silindris padat dengan kepala bulat dari baja S275, menopang
upaya dengan intensitas F1 = F2 = 100daN, keamanan pada ini
instalasi akan dilakukan pada pukul 4, kami meminta:
a. Resistansi elastis Re dari paku ini.
b. Resistansi elastis Rg.
c. Ketahanan praktis terhadap geser.
d. Pembatasan geser yang mungkin.
e. Luas minimum dari penampang paku
f. Diameter minimal dari rivet
CI17. Sumbu artikulasi yang direkatkan
Jadi sambungan engsel di bawah ini yang porosnya memiliki diameter
8mm, mendukung usaha intensitas F1 = F2 = 180daN, poros
d'articulation terbuat dari baja E335 diminta:
a. Resistensi elastis Re dari poros ini.
b. Resistansi Rg.
c. Permukaan bagian yang terpotong dari sumbu.
d. Tegangan geser pada sumbu ini.
e. Koefisien keamanan sambungan ini.
CI18. Clavetage
Penghubung rotasi antara poros 1 dan lubang 3 di bawah ini adalah
didapatkan melalui kunci paralel berbentuk B. Gaya geser
berat 650daN. Kunci tersebut terbuat dari baja C35 dan lebar 12mm.
Keamanan pada pemasangan ini harus 6, kita meminta:
a. Resistor Rg dari kunci ini.
b. Ketahanan praktis terhadap geseran.
c. Luas minimum dari penampang kunci.
d. Panjang minimum dari kunci.
e. Sudut geser maksimum dari bagian yang dipotong.
CI19. Perakitan dengan paku rivet
Kami ingin melakukan perakitan bagian 1 dan 4 dengan menggunakan dua
penutup sambungan 2 dan 3 dan riveting dengan diameter 16mm. Upaya A dan B
sama dan intensitasnya adalah 12000daN. Baja dari riveting adalah
pilih S275 dan keamanan pada instalasi ini adalah 4. Hitung
jumlah paku keling yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik.
CI20. Perakitan dengan pengelasan
Jadilah perakitan 2 bagian dengan menggunakan kawat las
ketebalan a = 3,5mm. Gaya pada 2 buah adalah 8000daN. La
resistensi elastis terhadap geser dari pengelasan adalah 325MPa dan
Keamanan pada instalasi adalah 3. Hitung panjang kabel tersebut.
soudure yang diperlukan.

CI21. Poinçonnage lempeng


Kita ingin mengebor lembaran dengan ketebalan e =
4mm dari baja S355, lubang yang akan ditekan adalah
diameter 20mm. Berapa usaha yang harus dilakukan
dengan punch? Apa yang akan menjadi ketegangan dari
kompresi pada paku?
CI22. Manset keselamatan
Untuk melindungi rantai transmisi pertanian, Anda
gunakan perangkat keamanan yang termasuk selongsong 3
et 2 paku 4 dan 5, yang harus terpotong jika torsi pada
transmettre melebihi nilai maksimum yang ditetapkan. Diameter
diameter pohon 1 adalah 20mm. Nilai maksimum torsi pada
transmisi ditetapkan pada 60N.m. Pin memiliki yang sama
diameter d, mereka terbuat dari baja S185.
a. Hitung usaha geser pada pin yang disebabkan oleh
pasangan.
b. Hitung diameter pin.
CI23. Persambungan
Transmisi tenaga antara dua poros
koaksial 1 dan 2 dilakukan melalui sebuah
penggabungan kaku dengan pelat. Hubungan antara keduanya
plateaux dilakukan dengan baut yang disesuaikan dalam 3, di mana yang
tige memiliki diameter 8mm. Torsi yang ditransmisikan oleh ini
penggandengan adalah 240N.m.
a. Hitung usaha geser pada seluruh
bagian yang terpotong dari n baut.
b. Baja dari baut adalah S235, koefisien keamanan
pada instalasi ini akan menjadi 3, hitung jumlahnya
baut yang diperlukan.
CI24. Rantai pengikat
Sistem yang diusulkan di sebelah ini menggambarkan sebuah tautan dari
rantai transmisi. Siku terdiri dari
2 flasque 1
et 2 yang hubungannya dijamin oleh 2 poros dari
diameter masing-masing
5mm.
Usaha ketegangan yang dapat diterima oleh rantai F adalah
400 daN.
[Link] sumbu 3 dengan menggambarnya sendiri dan lakukan
muncul mereka
bagian yang terpotong dengan meletakkan usaha.

[Link] tegangan geser dalam sebuah


bagian

[Link] SIMPLE :
TO1. Sebuah batang pengaduk cat dipasang di ujung mandrel pada
sebuah bor perbaikan. Panjang batangnya adalah 700mm, daya
transmisi adalah 500 watt untuk 1500 rpm. Tegangan geser
dapat diterima adalah Rpg=5daN/mm².
1. Hitung modul torsi.
2. Menentukan diameter minimum batang.

3. Hitung sudut torsi antara kedua ujung batang


G=8000daN/mm².

4. Hitung diameter batang dalam kasus di mana sudut satuan dari torsi tidak
tidak boleh melebihi nilai 0.1⁰/m.
5. Menyimpulkan.
SOLUSI TO1 :

1. modul torsi

τmaks= ≤ Rpg

Mt=Cmatau P=Cmѡ dengan ѡ = =

30
P= , Cm = ⇒ 0 ≤Rpg

× ×
D'où -= ( ) =modul torsi , ( )≥ = =63.69mm3
. × ×

2. penentuan diameter mini

×
( ) ≥63,69mm3=64mm3, Saya0= ,V=⇒ ( )= = ≥63.69⇒d3≥ .

×
d≥ .
6,65mm

dmini=7mm

3. sudut torsi antara ujung α


Ʈ × ×
Τmaks= ,θ = ⇒ τmaks= ,α= = ×
=0.118rd⇒α=6,76⁰

4. diameter baru d

Kondisi kekakuan

θ≤θlim
× ×
mt=GI0θ ⇒ ≤θbatas, ×
≤θlim⇒
× × × × × ×
d4≥ × × ×
⇒d≥ . × × .
=22,10mm

5. kesimpulan

Kami mengadopsi diameter 22mm yang lebih sesuai dengan kondisi.


TO2. Sebuah pohon berongga dengan diameter luar D=50mm dan dalam d=30mm memiliki
panjang L=1500mm.

1. hitung modul torsi dari penampang lurus

2. Mengetahui bahwa ketegangan tangen adalah 30N/mm², hitung momen.


motor ditransmis oleh poros ini

3. deduksi dari hasil sebelumnya kekuatan yang diteruskan mengingat bahwa


kecepatan putaran adalah 1200 rpm

4. Dari sudut mana bagian ekstrem berputar satu sama lain?


prendra G=8.104N/mm²)

5. menghitung nilai diameter luar D dari poros dalam kasus di mana


θ=0,75°/m dan tegangan tangensial τ=30N/mm²

Berapa diameter pohon penuh dalam kondisi yang sama, hitung.


jadi rasio berat antara pohon berlubang dan penuh.

SOLUSI TO2:

1. Modul torsi Ѡ
.
Ѡ= Saya0= (D4−d4)= (504̶ 304=533800mm4

V= =25⇒ Ѡ=21352mm3

2. perhitungan torsi mesin

τmaks= ⇒ mt= τmaks× Ѡ=30×21352=640560Nmm=640.560Nm

3. perhitungan daya mesin


. × . ×
P=mt×ѡ = = =80454.34W

4. sudut torsi α
× ×
τmaksimal= ⇒ θ= = ⇒ α= = ×
=0.0225rd⇒ α=1.28⁰

5. perhitungan nilai diameter luar D


×
τmaks= ⇒D= = × .
=57.25=58mm

6…perhitungan diameter pohon penuh

D=d=58mm

....laporan tentang berat .

(̶ )× ²̶ ² ²̶ ²
= = = ²×
= ²
= =0.64
²
⇒ <1

TO3. Sebuah pohon silindris dengan diameter d=30mm dikenakan pada momen
torsi mt=100Nm. Poros ini terbuat dari baja E24 dengan modul G=8.104N/mm², de
Re=240N/mm². Laporan =0.5

1. hitung sudut deformasi satuan dalam ⁰/m.

2. hitung tegangan tangensial maksimum.

3. menentukan kemudian koefisien keamanan yang diadopsi.


4. Kita ingin membor porosnya atau menggantinya dengan poros berbentuk berongga dari baja E24.
diameter dalam d=30mm. Dalam hal ini, kita menetapkan D=λd, hitung diameter
eksterior agar tegangan tangensial maksimum sama dengan yang ditemukan di
pertanyaan 2.

5. apa perbandingan berat antara kedua pohon

6. temukan sudut unit deformasi dari batang berongga.

SOLUSI TO3 :

1. perhitungan sudut torsi

Mt=GθIO⇒ θ=
× ×
AN : θ= × . ×
=1.5710-5rd/mm=0.9⁰/m

2. perhitungan τmaks

τmaks=Gθ
× . × ×
AN : τmaks= =18.84N/mm²

3. perhitungan koefisien keamanan

Kondisi ketahanan
. . . ×
τmaks≤ ⇒ s≤ = .
=6,36

4. perhitungan D
( )
τmaks= , saya0= (D4-d4),V= ⇒ = D3(1 ̶ )= λ3d3(λ4̶ 1 ) = d3(λ41 )

τmaks×πd3(λ41̶ )=16mtλ ⇒ τmaks×πd3(λ4̶1) ̶ 16mtλ =0

1.6.106(λ4̶1) ̶ 16.105λ=0⇒ λ4̶ λ ̶ 1=0⇔ λ=1.22

D=1,22×30=36,6mm

5. laporan berat

r= = = =

6. perhitungan θ

mt=GθI0⇒ θ= ( ̶ ̶)
=1.29.10 -8rd/mm

TO5. Untuk mentransfer daya dari mesin ke penerima, kita menggunakan


sebuah poros transmisi dengan diameter d=30mm dan panjang L=150mm. Ini
pohon terbuat dari baja dengan E=20.104N/mm² dan G=80.000N/mm².

Motor memiliki daya 45 kW dan frekuensi putaran


N=1500tr/mn.

Untuk keamanan pohon, kita menetapkan kondisi-kondisi berikut:

a)-keterbatasan torsi pada poros tidak boleh melebihi 60N/mm²

b)- sudut unitas torsi dari poros tidak boleh melebihi 2⁰/m

1. menghitung torsi mesin yang dihasilkan oleh mesin

2. periksa syarat a) dan b)


3. Untuk melindungi mesin, digunakan pengatur torsi yang terdiri dari sebuah
manchon goupillé. Goupil yang digunakan memiliki diameter dg=7.2mm. La
kontraint untuk putus akibat geser dari pin adalah τr=250N/mm².Le
apakah manchon yang digunakan dapat mentransmisikan daya mesin? berikan alasan Anda
jawaban.

SOLUSI TO5 :

1. perhitungan torsi mesin

C=

× ×
AN : C= . ×
=286,62Nm

2. pemeriksaan kondisi a dan b

a. Kondisi ketahanan
× . ×
τmaks= = = × .
=54,09N/mm²

τmaks≤ 60N/mm²

kondisi ini terpenuhi

[Link] kekakuan
× × .
θ= = = × . ×
=0.000045rd/mm=4.510-5rd/mm

θ=2.58 ⁰ > 2 ⁰

kondisi ini tidak terpenuhi

3. pemeriksaan pin
Geser paku

Mt=dT ⇒ T=

Atau T=τr×Sg=

Pasangan transmis C

C=dT= dτrdg²

.
AN : C= ×30×250×(7.2) =305,2Nm

C > 286,62 Nm yang dihasilkan oleh sebuah mesin ya, manset yang digunakan dapat mentransmisikan.

tre kekuatan mesin.

TO6. Sebuah batang silinder digunakan dalam torsi untuk peran


per oleh dalam sistem suspensi elastis. Salah satu ujungnya (B) dapat
pivoter. Ia dikenakan pada pasangan torsi melalui sebuah tuas.
AB, di bawah pengaruh sebuah gaya→ . Ujung lainnya C terikat pada rangka 3
dengan sebuah pin berdiameter dg.

Hubungan antara tuas 1 dan poros dengan diameter d dilakukan melalui sebuah kunci
paralel bentuk B, a×b×L.

1. menghitung momen torsi

2. hitung panjang L dari kunci pas

3. menghitung usaha geser pada paku

4. menghitung tegangan di bagian lurus pin

5. berapa koefisien keamanan yang diadopsi untuk pin relatif terhadap τr.

AN :
Gaya A = 25daN

Levier AB=a=160mm

Clavette a=6mm b=6mm

τe=0.5ReRe=24daN/mm²

s=2.5

Pohon d=20mm

Goupille : dg=6mm τr=30daN/mm²

SOLUSI TO6 :

perhitungan torsi

mt=A×a=250×160=4104Nmm=40Nm.

2. panjang L dari kuncir

τmaks= S=a×l, mt=T ⇒ T=

Kondisi resistensi
× × ⨯ ⨯ .
τmaks≤ ⇔ ×
≤ ⇒l≥ ×
, τe = 0.5 Re, l ≥ . × ⨯
= . ⨯ ⨯ ⨯

l=13.89=14mm

3. usaha yang memotong pin

mt=dgT⇒ T = = = 6667N

4. kendala dalam bagian lurus dari pin


×
τmaks= = =. ×
=235,9=236 N/mm²

5. perhitungan koefisien keamanan untuk pin

Kondisi ketahanan

τmaks≤ ⇒ s≤ = =1.27, s=2

TO7. Gambar di bawah ini menunjukkan sebuah pohon 1 dengan panjang l=AB. Pohon ini dipandu
berputar dalam dua penyangga A dan B. Dianggap bahwa tidak ada gesekan
di tingkat palang. Ujung masuk dari poros menerima roda gigi 2 dari
diameter d2dan ujung keluarnya menerima sebuah pulley dengan diameter [Link]
diameter batang adalah [Link] tangensial roda penggerak (tidak
direpresentasikan) pada puncak 2 adalah Ft=4000N

Tegangan pada benang "tarik" dan "dorong" dari sabuk adalah masing-masing
T et t (T=2t)

1. menghitung torsi poros 1

2. deduksi nilai T dan t

3. Modul torsi poros adalah 1,470 cm3

Hitung diameter d1(bulatkan nilai ke bilangan bulat terdekat)

4. hitung kemudian tegangan torsi di bagian lurus poros

5. Menentukan derajat per meter sudut torsi antara dua bagian


berjarak 160mm.

B..Kami memutuskan untuk menentukan diameter baru d1dari pohon. Momen dari
torsi batang bernilai 100Nm. Kami menetapkan sebagai kondisi bahwa tegangan
R yang dapat diterimapg50N/mm² dan sudut torsi batas adalah θ.batas=0.75⁰/m

Hitung nilai baru dari1, untuk dipilih. G=8.104N/mm².


SOLUSI TO7 :

1. perhitungan torsi Mt

Mt=Ft. =4000× =132000Nmm

2. Nilai T dan t

Mt=(T-t). dengan T=2t

×
Mt=(2t-t). ⇒ t= = =1760N

T=2t=1760×2=3520N

2. perhitungan diameter d1

1.470= ⇒ =1.470⇔ = 1.470

d= 16 × 1.470/3.14=19.56=20mm

4. perhitungan tegangan torsi

τmaks= = =89.8N/mm²

5. perhitungan sudut torsi


α=θL Saya0=
. . × ×
α= .
= = . × ×
=0.018rd
.

α=0.018rd⇒ α=1.03⁰

[Link] diameter baru d1

×
τmaks≤ Rpg⇒ ≤ Rpg⇒ ≤ Rpg⇒ d≥ ⇒ ≥ . ×
21,68mm atau

d=22mm

Perhitungan diameter baru berdasarkan kondisi kekakuan

×
θ ≤ θlim, .
≤ θbatas⇒ ≤ θlim⇒ d ≥ × ×
, θbatas= 0.75⁰/m=1.310-5

×
d≥ . × × . × .
, d ≥ 31.46⇒ d = 32mm

Pilihan: d = 32mm

[Link] STATIS/MOMEN
KUADRATIK :
M1. R(0,x,y) adalah suatu sistem koordinat ortonorm dan S adalah permukaan datar di bidang (x,y).

1. menghitung momen statis S terhadap sumbu OX

2. menghitung momen statis S terhadap sumbu OY (dimensi


data dalam mm)

3. Dapatkan koordinat G pusat gravitasi S dalam sistem koordinat R(x,y)

4. Menentukan momen kuadratik IGxdari S terhadap sumbu Gx(Gx/ /OX)


SOLUTION :

0 0
G1 , G2
10 40
S1=20×50 =1000mm²

S2=20×40 =800mm²

1. Perhitungan wSAPI

Wsapi=yg1S1+ yg2S2= 10×(50×20) + 40×(20×40) = 42.000

2. Perhitungan woy
Woy=0 Oy melewati pusat gravitasi S

XG=3. Penentuan koordinat G

Wsapi jantan=YG×S S = S1+ S2

Wsapi= YG((S1+ S2)


.
YG= =( × × )
=23,33 mm

Whai= XG×S =0

0 G . dalam R(o,x,y)

4. Penentuan IGX

× ×
SayaGXSaya0×S1+ S1d1² + I0×S2+ S2×d2²= + (20×50)(13,33)² + +
(20×40)(16.67)² = 54.104mm4
M2. Kita mempertimbangkan sebuah permukaan datar S dan dua sistem koordinat ortonormal R(o,x,y) dan

R(G,x,y) : G adalah pusat gravitasi dari permukaan S. Dimensi dalam


mm.

1.1. Hitung :WGX;WSAPI;WOY

1.2. Hitung IGXet IGYkemudian dengan menerapkan teorema Huygens tentukan Isapi
dan sayaoy

Anda mungkin juga menyukai