0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Pengalaman Mengajar dan Refleksi Diri

Pengalaman penulis dalam program kampus mengajar dan PPL mengajarkan pentingnya keluar dari zona nyaman untuk meningkatkan keterampilan mengajar. Penulis menyadari perlunya penguasaan materi, komunikasi yang efektif, dan persiapan pembelajaran yang matang untuk beradaptasi dengan berbagai jenjang pendidikan. Proses belajar ini meningkatkan kepercayaan diri penulis dan mendorong kontribusi aktif di lingkungan kerja, serta memperkuat pandangan bahwa menjadi guru adalah tentang terus belajar dan beradaptasi.

Diunggah oleh

fitri ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

Pengalaman Mengajar dan Refleksi Diri

Pengalaman penulis dalam program kampus mengajar dan PPL mengajarkan pentingnya keluar dari zona nyaman untuk meningkatkan keterampilan mengajar. Penulis menyadari perlunya penguasaan materi, komunikasi yang efektif, dan persiapan pembelajaran yang matang untuk beradaptasi dengan berbagai jenjang pendidikan. Proses belajar ini meningkatkan kepercayaan diri penulis dan mendorong kontribusi aktif di lingkungan kerja, serta memperkuat pandangan bahwa menjadi guru adalah tentang terus belajar dan beradaptasi.

Diunggah oleh

fitri ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

B.1.

Ceritakan pengalaman Anda keluar dari zona nyaman untuk meningkatkan performa

Pengalaman saya keluar dari zona nyaman berawal dari saya mengikuti program kampus
mengajar Angkatan 4 di SDN 4 Plumpang kota tuban Ketika saya semester 4. Dalam
program ini, saya mendapat tugas untuk mengajar dan meningkatkan literasi dan
numerasi siswa. Saya ditugaskan di kelas 4 dan 5 SD secara bergantian karena sekolah
merasa bahwa literasi dan numerasi. Awalnya syaa merasa cukup canggung dan gugup
karena bekkum terbiasa menghadapi anak-anak yang sangat aktif dan memiliki fokus
konsentrasi yang cukup pendek. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai bisa
memahami karakter dan cara belajar yang mereka sukai.

Setelah menyelesaikan program tersebut, saya Kembali mendapat kesempatan yang


menantang pada saat PPL, dimana saya mendapat Amanah untuk mengajar kelas 2 SD di
SDN Sidorejo 1 Tuban, dimana perbedaan yang terjadi sangat terlihat. Setelah mengajar
kelas tinggi yang bis akita ajak untuk belajar melalui metode yang cukup mudah,
asedangkan anak di kelas rendah lebih membutuhkan metode pembelajaran yang bisa
membuat mmereka tertarik mengikuti pembelajaran. Namun, saya mencoba berdiskusi
dengan guru kelas mereka untuk mengkaji ulang materi dan strategi pembelajaran agar
suasana kelas lebih kondusif dan interaktif.

Tantangan lainnya datang Ketika saya mencoba mengajar di jenjang TK, dimana anak-
anak yang baru mengenal dunia sekolah dan masih belum terbiasa dengan lingkungan
sekolah menjadi tantangan paling sulit. Anak-anak pada usia tersebut cenderung masih
suka bermain dan belum terlalu teratrik untuk belajar, sehingga metode pembelajaran dan
media pembelajaran menjadi hal penting pada saat mengajar, supaya siswa merasa
tertarik mengikuti pembelajaran. Dari pengalaman itu saya belajar untuk lebih
menyesuaikan diri, terbuka terhadap tantangan baru dan memahami bahwa setiap
pengalam merupakan guru terbaik untuk diri sendiri.

B.2. Bagaimana Anda secara reflektif mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan

Dari berbagai pengalaman yang saya alami, saya mulai menyadari bahwa ada beberapa
hal penting yang harus dikembangkan dari dalam diri saya. Saat mengajar dikelas
rendah, saya sadar bahwa saya masih kurang sbaar dalam menhadapi siswa yang kurang
focus dan sering bermain sendiri. Tapi setelah masuk dikelas tinggi, saya merasa
berkomunikasi dan kemampuan penguasaan materi masih belum cukup kuat. Anak-anak
dalam kelas tinggi membutuhkan penjelasan yang logis dan sistematis, bukan sekedar
kegiatan belajar yang menyenangkan seperti dikelas bawah. Dari itu, saya merasa bahwa
penguasaan kelas, cara komunikasi dan pemahaman materi saya masih kurang dalam
pembelajaran.

Saya juga mulai reflektif tergadap cara saya mempersiapkan pembelajaran. Dulu saya
cenderung mengajar secara spontan tanpa persiapan yang matang. Tapi setelah beberapa
kali menghadapi situasi tak terduga, saya menyadari bahwa rencana pembelajaran sangat
penting untuk keberlangsungan pembelajaran.
B.3. Apa langkah-langkah yang Anda lakukan dan bagaimana Anda mengaplikasikan hal
tersebut dalam praktik ?

Setelah mengetahui apa saja yang perlu dikembangkan, saya mulai mengambil langkah
untuk memperbaiki hal tersebut. Pertama, saya mulai membiasakan diri untuk membuat
rencana pembelajaran sebelum mengajar. Saya mulai mencoba menulis tujuan
pembelajaran, metode pembelajaran dan membuat media pembelajaran supaya siswa bisa
lebih focus untuk mengikuti pembelajaran. Cara ini menjadikan saya lebih siap
menghadapi berbagai situasi. Kedua, saya melatih komunikasi dan interaksi secara
langsung dengan siswa, saya memberikan ruang untuk siswa supaya aktif bertanya.

Ketiga, saya mencari beberapa referensi pembelajaran inovatif melalui media sosial.
Setelah belajar, saya mencoba mempraktekan secara langsung pada saat pembelajaran
berlangsung. Langkah terakhir yang bisa saya lakukan yakni mendapat beberapa
konsultasi dan pendapat dari mentor maupun guru senior. Setiap selesai belajar, saya
selalu meminta umpan balik tentang apa yang perlu saya perbaiki agar bisa lebih baik
kedepannya.

4. Bagaimana proses belajar itu berdampak pada perkembangan diri dan cara Anda
berkontribusi di lingkungan kerja atau pembelajaran?

Proses belajar ini snagat berdampak besar bagi saya. Saya enjadi pribadi yang jauh lebih
percaya diri saat menghadapi tantangan. Sikap ini membuat saya berani untuk mencoba
hal-hal baru. Di lingkungan kerja, saya juga menjadi lebih aktif untuk berkontribusi.
Saya juga ikut membantu teman-teman yang lain dalam menyiapkan materi dan media
yang akan digunkan dalam proses pembelajaran. Keluar dari zona nyaman mebuat saya
menjadi lebih fleksibel dan terbuka terhadap perubahan.

Hal yang paling bereksan yaitu pandangan saya terhadap profesi guru, diana saya sadar
bahwa menjadi guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga harus belajar dan
beradaptasi dengan perubahan secara menerus. Pengalaman mengajar dari berbagai
jenjang membuat saya memahami bahwa setiap siswa mempunyai kebutuhan yang
berbeda dan cara belajar yang berbeda. Menjadi pengajar yang baik bukan hanya
keinginan saya, tetapi pengajar yang terus belajar sepanjang hayat untuk berkembag
bersama peserta didik saya.

Anda mungkin juga menyukai