0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Program Remedial Ilmu Pengetahuan Alam SMP

Dokumen ini adalah program perbaikan dan pengayaan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX di SMPN Satu Atap 1 Nanggung tahun pelajaran 2024/2025. Program ini bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan remedial dan pengayaan sesuai dengan standar penilaian pendidikan. Pelaksanaan kegiatan meliputi diagnosis kesulitan belajar, pemberian perlakuan remedial, dan pelaporan hasil kepada kepala sekolah dan orangtua/wali.

Diunggah oleh

febri fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Program Remedial Ilmu Pengetahuan Alam SMP

Dokumen ini adalah program perbaikan dan pengayaan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas IX di SMPN Satu Atap 1 Nanggung tahun pelajaran 2024/2025. Program ini bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan belajar melalui kegiatan remedial dan pengayaan sesuai dengan standar penilaian pendidikan. Pelaksanaan kegiatan meliputi diagnosis kesulitan belajar, pemberian perlakuan remedial, dan pelaporan hasil kepada kepala sekolah dan orangtua/wali.

Diunggah oleh

febri fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM

KELAS : IX

SATUAN PENDIDIKAN : SMPN SATU ATAP 1 NANGGUNG

TAHUN PELAJARAN : 2024/2025

NAMA GURU : ISHAK PRIHATNA


PROGRAM PERBAIKAN

A. Latar Belakang

Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam


rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Peraturan Pemerintah nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (PP No. 19/2005) menetapkan 8 standar
yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan.
Dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
BAB XVI pasal 57 dan 58 yang dijabarkan dalam lampiran Permendiknas RI No 20 tahun
2007 point (E) yaitu penilaian oleh pendidik diantaranya pendidik berkewajiban
memanfaatkan hasil evaluasi untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
belajar peserta didik.
Secara khusus, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut,
kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah melaksanakan kegiatan
pembelajaran ditetapkan dalam standar isi dan standar kompetensi kelulusan. Standar isi
memuat Capaian Kompetensi (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang harus dikuasai
peserta didik dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Standar kompetensi lulusan (SKL)
berisikan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan.
Berkenaan dengan materi yang harus dipelajari, diatur dalam Alur Tujuan Pembelajaran
dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dikembangkan oleh pendidik.
Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut pasti dijumpai
adanya peserta didik yang mengalami kesulitan atau masalah belajar. Untuk mengatasi
masalah-masalah tersebut, sekolah menyelenggarakan program remedial atau perbaikan.

B. Kriteria.
Sesuai dengan Permendikbudristek no 21 tahun 2022 tentang standar penilaian
pendidikan, peserta didik setelah mengikuti sumatif satu Tujuan Pembelajaran mendapat
nilai kurang dari KKTP, diwajibkan mengikuti pembelajaran perbaikan yang
diselenggarakan oleh pendidik, sedangkan bagi peserta didik yang telah mencapai KKTP
diperbolehkan untuk meminta pengayaan.
C. Bentuk Kegiatan Remedial

Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain:

1. Memberikan tambahan penjelasan atau contoh


Peserta didik kadang-kadang mengalami kesulitan memahami penyampaian materi
pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang disajikan hanya sekali, apalagi
kurang ilustrasi dan contoh. Pemberian tambahan ilustrasi, contoh dan bukan
contoh untuk pembelajaran konsep misalnya akan membantu pembentukan konsep
pada diri peserta didik.

2. Menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya


Penggunaan alternatif berbagai strategi pembelajaran akan memungkinkan peserta
didik dapat mengatasi masalah pembelajaran yang dihadapi.

3. Mengkaji ulang pembelajaran yang lalu.


Penerapan prinsip pengulangan dalam pembelajaran akan membantu peserta didik
menangkap pesan pembelajaran. Pengulangan dapat dilakukan dengan
menggunakan metode dan media yang sama atau metode dan media yang berbeda.

4. Menggunakan berbagai jenis media


Penggunaan berbagai jenis media dapat menarik perhatian peserta didik. Perhatian
memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Semakin memperhatikan,
hasil belajar akan lebih baik. Namun peserta didik seringkali mengalami kesulitan
untuk memperhatikan atau berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Agar perhatian
peserta didik terkonsentrasi pada materi pelajaran perlu digunakan berbagai media
untuk mengendalikan perhatian peserta didik.

D. Pelaksanaan Kegiatan Remedial

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik
yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Sehubungan dengan itu, langkah-
langkah yang perlu dikerjakan dalam pemberian pembelajaran remedial meliputi dua
langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan
perlakuan (treatment) pembelajaran remedial.
Diagnosis kesulitan belajar bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar peserta
didik. Kesulitan belajar dapat dibedakan menjadi kesulitan ringan, sedang dan berat.
1) Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada peserta didik yang kurang
perhatian di saat mengikuti pembelajaran.
2) Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami
gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga,
lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dsb.
3) Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada
diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra¸tuna daksa, dsb.
Teknik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes
prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostik, wawancara,
pengamatan, dsb.
Setelah diketahui kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik, langkah berikutnya
adalah memberikan perlakuan berupa pembelajaran remedial. Bentuk-bentuk kegiatan
pelaksanaan pembelajaran remedial antara lain: Pemberian pembelajaran ulang dengan
metode dan media yang berbeda, pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan
perorangan, pemberian tugas-tugas latihan secara khusus, pemanfaatan tutor sebaya.
Pelaksanaan perbaikan dapat berupa tatap muka ulang, penugasan dan diakhiri dengan tes
ulang.
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan remedial sebagai berikut :
a. Pelaksanaan sumatif
b. Analisis hasil belajar / ketuntasan belajar
Menginventarisis tadik yang belum mencapai KKTP dianalisis per indikator dan
dikelompokkan sesuai dengan indikator yang belum dicapai
c. Tindak lanjut ( Remedial) bagi peserta didik yang belum mencapai KKTP
Jika ¿ 80 % tadik mencapai KKTP dinyatakan secara klasikal materi ajar tuntas
[dilakukan perbaikan individual] dan jika < 80% secara klasikal materi ajar belum
tuntas [dilakukan perbaikkan klasikal]. Teknik pelaksanaan penugasan / pembelajaran
remedial
 Penugasan individu diakhiri dengan tes (lisan/tertulis) bila jumlah peserta didik
yang mengikuti remedial maksimal 20%.
 Penugasan kelompok diakhiri dengan tes individual (lisan/tertulis) bila jumlah
peserta didik yang mengikuti remedi lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%.
 Pembelajaran ulang diakhiri dengan tes individual (tertulis) bila jumlah peserta
didik yang mengikuti remedi lebih dari 50 %.

E. Waktu Pelaksanaan
Untuk perbaikan dilaksanakan setelah pelaksanaan ulangan harian pada jam efektif
atau di luar jam pelajaran selama 2 x 40 menit

F. Penilaian
Penilaian dilakukan sesuai dengan standar penilaian yaitu dengan tes dan/atau
nontes. Penentuan nilai akhir : bagi tadik yang mengikuti perbaikan / remedial nilai akhir
diambil tidak melebihi KKTP
G. Pelaporan.
Hasil kegiatan baik perbaikan / remedial dicatat dan dilaporkan kepada kepala
sekolah dan orangtua/wali peserta didik

H. Jadwal Perbaikan / Remedial (terlampir)

I. Penutup.
Peserta didik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda. Sesuai
dengan kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda tersebut maka permasalahan yang
dihadapi berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan pembelajaran, pendidik perlu tanggap
terhadap kesulitan yang dihadapi peserta didik.
Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas,
peserta didik yang gagal mencapai tingkat pencapaian kompetensi yang telah ditentukan
perlu diberikan pembelajaran remedial (perbaikan).

Anda mungkin juga menyukai