0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Program Pembelajaran Pengayaan Siswa

Dokumen ini menjelaskan tentang program pengayaan dalam pendidikan yang bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai standar kompetensi melalui pembelajaran yang interaktif dan menantang. Terdapat tiga jenis pembelajaran pengayaan: kegiatan eksploratori, keterampilan proses, dan pemecahan masalah, serta langkah-langkah identifikasi kemampuan peserta didik yang perlu dilakukan sebelum memberikan pengayaan. Penilaian hasil belajar pengayaan dilakukan dalam bentuk portofolio dan dilaporkan kepada kepala sekolah dan orangtua/wali peserta didik.

Diunggah oleh

febri fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan5 halaman

Program Pembelajaran Pengayaan Siswa

Dokumen ini menjelaskan tentang program pengayaan dalam pendidikan yang bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai standar kompetensi melalui pembelajaran yang interaktif dan menantang. Terdapat tiga jenis pembelajaran pengayaan: kegiatan eksploratori, keterampilan proses, dan pemecahan masalah, serta langkah-langkah identifikasi kemampuan peserta didik yang perlu dilakukan sebelum memberikan pengayaan. Penilaian hasil belajar pengayaan dilakukan dalam bentuk portofolio dan dilaporkan kepada kepala sekolah dan orangtua/wali peserta didik.

Diunggah oleh

febri fauzi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM PENGAYAAN

A. Latar Belakang
Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Peraturan Pemerintah
nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 standar yang
harus dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. Kedelapan standar dimaksud meliputi
standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan
standar penilaian pendidikan.
Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, kompetensi yang
harus dikuasai oleh peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ditetapkan
dalam standar isi dan standar kompetensi lulusan. Standar isi (SI) memuat Capaian
Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) yang harus dikuasai peserta didik dalam
mempelajari mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi lulusan (SKL) berisikan
kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Sementara
berkenaan dengan materi yang harus dipelajari, disajikan dalam Alur Tujuan Pembelajaran
dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dikembangkan oleh guru. Menurut
pasal 6 PP. 19 Th. 2005, terdapat 5 kelompok mata pelajaran yang harus dipelajari peserta
didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk jenis pendidikan umum,
kejuruan, dan khusus. Kelima kelompok mata pelajaran tersebut meliputi: agama dan
akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu pengetahuan dan teknologi;
estetika; jasmani, olah raga, dan kesehatan.
Dalam rangka membantu peserta didik mencapai standar isi dan standar
kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas,
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.
Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut tidak jarang
dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan berlebih untuk
mengoptimalkan perkembangan prakarsa, kreativitas, partisipasi, kemandirian, minat,
bakat, keterampilan fisik, dsb. Untuk mengantisipasi potensi lebih yang dimiliki peserta
didik tersebut, setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran
pengayaan.

B. Kriteria
1. Sesuai dengan Permendikbudristek no 21 tahun 2022 tentang Standar Penilaian
Pendidikan, peserta didik setelah mengikuti penilaian harian satu Kompetensi Dasar
dan nilainya telah mencapai KKTP diperbolehkan untuk meminta pengayaan.
C. Jenis Pembelajaran Pengayaan
Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
1. Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada
peserta didik. Sajian dimaksud berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb,
yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
2. Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan
pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran
mandiri.

3. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan
belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan
pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/ penelitian ilmiah.
Pemecahan masalah ditandai dengan:
a. Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan;
b. Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan;
c. Penggunaan berbagai sumber;
d. Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan;
e. Analisis data;
f. Penyimpulan hasil investigasi.

D. Pelaksanaan Kegiatan Pengayaan


Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian
bantuan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih, baik dalam kecepatan
maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu
ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu pertama mengidentifikasi kelebihan
kemampuan peserta didik, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran
pengayaan.

1. Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar


 Tujuan
Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis
serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara
lain meliputi:

a. Belajar lebih cepat.


Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya
penguasaan kompetensi (CP/TP) mata pelajaran tertentu.

b. Menyimpan informasi lebih mudah


Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah, akan
memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah
diakses untuk digunakan.

c. Keingintahuan yang tinggi


Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik
memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
d. Berpikir mandiri.
Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas
mandiri serta mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.

e. Superior dalam berpikir abstrak.


Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan
pemecahan masalah.

f. Memiliki banyak minat.


Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak
kegiatan.

 Teknik

Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta


didik dapat dilakukan antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara,
pengamatan, dsb.

a. Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat
kecerdasan peserta didik. Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial,
interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal, logik/matematik, kinestetik,
naturalistik, dsb.

b. Tes inventori
Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai
bakat, minat, hobi, kebiasaan belajar, dsb.

c. Wawancara
Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik
untuk menggali lebih dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta
didik.

d. Pengamatan (observasi)
Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta
didik. Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat
pengayaan yang perlu diprogramkan untuk peserta didik.

2. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan

Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara


lain melalui:

1. Belajar kelompok, yaitu sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu
diberikan tugas untuk memecahkan permasalahan, membaca di perpustakaan terkait
dengan KD yang dipelajari pada jam pelajaran sekolah atau di luar jam pelajaran
sekolah. Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik berupa pemecahan
masalah nyata. Selain itu, secara kelompok peserta didik dapat diminta untuk
menyelesaikan sebuah proyek atau penelitian ilmiah.
2. Belajar mandiri, yaitu secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang
diminati, menjadi tutor bagi teman yang membutuhkan. Kegiatan pemecahan
masalah nyata, tugas proyek, ataupun penelitian ilmiah juga dapat dilakukan oleh
peserta didik secara mandiri jika kegiatan tersebut diminati secara individu.

Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui


peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh
kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan
kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.

Perlu dijelaskan bahwa panduan penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini


terutama terkait dengan kegiatan tatap muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa.
Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan
kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah dapat juga
memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan
pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya untuk
bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu peserta didik
mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti
olimpiade internasional fisika, kimia dan biologi.

Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak


lepas kaitannya dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu
tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio,
dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

E. Waktu Pelaksanaan

Untuk pengayaan dilaksanakan setelah pelaksanaan ulangan harian pada jam


efektif atau di luar jam pelajaran dan waktu penyelesaiannya ditentukan oleh peserta
didik.

F. Penilaian
Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan
pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai
nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.

G. Pelaporan
Hasil kegiatan pengayaan dicatat dan dilaporkan kepada kepala sekolah dan
orangtua/wali peserta didik.

H. Jadwal Pengayaan (terlampir)


I. Penutup
Peserta didik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda.
Sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda tersebut maka
permasalahan yang dihadapi peserta didik pun berbeda-beda pula. Dalam melaksanakan
pembelajaran, pendidik perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi maupun kelebihan
yang dimiliki peserta didik.
Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan
pembelajaran tuntas, peserta didik yang lebih cepat mencapai kompetensi yang telah
ditentukan perlu diberi pembelajaran [Link] memberikan pembelajaran
pengayaan, terlebih dahulu pendidik perlu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan yang
dimiliki peserta didik.
Banyak teknik yang dapat digunakan, antara lain menggunakan tes,
wawancara, pengamatan, dsb. Setelah diketahui kelebihan yang dimiliki, peserta didik
diberikan pembelajaran pengayaan. Bentuk pembelajaran pengayaan misalnya
pembelajaran kelompok, belajar mandiri, pembelajaran tematik, dan pemadatan
kurikulum.

Anda mungkin juga menyukai