Pengertian Hambatan Listrik (sifat kelistrikan bahan)
Hambatan suatu bahan adalah ukuran resistensi bahan untuk mengalirkan arus listrik. Arus
listrik mengalir didalam kawat penghantar jika terdapat beda potensial antara ujung-ujung
penghantar itu. Pada tahun 1826, George Simon Ohm menyelidiki hubungan antara kuat
arus listrik dengan tegangan dan didapatkan bahwa kuat arus yang mengalir di dalam suatu
penghantar berbanding lurus dengan beda potensial ujung-ujung penghantar tersebut.
Semakin besar beda potensialnya maka semakin
besar arus yang mengalir pada penghantar tersebut,
akan tetapi besar perbandingan antara beda potensial
dengan arusnya akan selalu tetap uantuk penghantar
yang sama.
Perbandingan tegangan listrik dengan kuat arus I nya tetap. Hasil
bagi ini dinamakan hambatan listrik atau resistansi dengan satuan
ohm (W).
Hambatan listrik pada kehidupan sehari-hari digunakan untuk
membatasi arus dalam suatu rangkaian. Muatan listrik dapat
mengalir jika melalui kawat penghantar yang elektron-elektronnya bergerak bebas.
Aliran arus listrik dalam sebuah kawat penghantar dapat diibaratkan seperti halnya air yang
mengalir dalam suatu paralon. Semakin panjang paralon semakin besar hambatannya,
tetapi jika diameter paralon diperbesar hambatan semakin kecil.
Menurut hukum Ohm, hambatan adalah perbandingan antara arus yang mengalir dengan
tegangan yang diberikan.
Hambatan jenis (resistivitas) adalah faktor kesebandingan (merupakan ciri khas suatu bahan)
antara R bahan tersebut dan panjangnya pada arah arus yang melewati (l), serta kebalikan luas A.
Nilai hambatan jenis berbeda untuk masing-masing zat.
Harga hambatan R bergantung pada panjang penghantar ( ) , jenis hambatan () dan
berbanding terbalik dengan luas penampang penghantar (A).
Secara matematis dapat dituli
Dimana :
R = hambatan penghantar (W)
= hambat jenis (Wm)
A = luas penampang penghantar (m2)
= panjang penghantar (m)
Dibawah ini adalah tabel hambat jenis beberapa bahan
Tabel.1 Nilai Hambat Jenis Berbagai Bahan/Zat
Konduktor
Konduktor adalah bahan yang dapat dengan mudah menghantarkan arus listrik sehingga
konduktor sering disebut juga penghantar listrik yang baik. Pada konduktor yang baik,
jumlah elektron-elektron bebas, yaitu elektron-elektron yang mempunyai energi cukup
besar (terletak pada lintasan yang paling luar) adalah banyakdan bebas bergerak, misalkan
pada bahan tembaga, setiap atom tembaga menyumbangkan 1 elektron bebas.
Tembaga sebagai zat yang memiliki nomor atom 29, mempunyai satu elektron bebas pada
kulit [Link] ini yang bertugas untuk menghantarkan listrik ketika penghantar
tersebut diberi tegangan
Penghantar dalam teknik elektronika adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, baik
berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifatnya yang konduktif maka disebut konduktor.
Konduktor yang baik adalah yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Konduktor adalah
bahan yang sangat baik kemampuannya dalam menghantarkan listrik, hampir seluruh
logam logam adalah konduktor.
contoh beberapa jenis konduktor
Contoh konduktor diantaranya adalah emas, perak, tembaga, alumunium, seng, besi
berturut-turut memiliki tahanan jenis semakin membesar. Jadi sebagai penghantar emas
adalah sangat baik, tetapi karena sangat mahal harganya, maka secara ekonomis tembaga
dan alumunium paling banyak digunakan
Isolator
Tidak semua bahan dapat mengalirkan arus listrik, hal tersebut tidak berarti bahwa arus
listrik tidak mengalir dalam rangkaian tertutup. Hal ini disebabkan karena hambatan jenis
penghantar terlalu besar sehingga sulit menghantarkan arus listrik.
Isolator adalah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hampir seluruh bahan
non logam adalah isolator. Contoh isolator adalah asbes, kayu kering, gelas, plastik, karet
dll.
contoh isolator penggunaan keramik sebagai isolator
Dalam bahan isolator , elektron-elektron tidak bebas bergerak . Hal ini karena setiap atom
dari bahan isolator terikat dengan kuat. Pada isolator, setiap muatan elektron dipegang erat
oleh inti atomnya, sehingga pada suhu ruangan/normal tidak mungkin adanya pengaliran
arus listrik.
Apabila isolator diberi tegangan besar sehingga menghasilkan energi listrik yang mampu
mengatasi energi pengikat elektron, elektron akan dapat berpindah. Dengan demikian
isolator dapat mengalirkan arus [Link] hal itu di katakan bahwa pada tegangan
yang tinggi, isolator dapat berfungsi sebagai konduktor.
Semikonduktor
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara
isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur
yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan bersifat sebagai konduktor. Bahan
semikonduktor yang sering digunakan adalah silikon (Si), germanium (Ge), dan gallium
arsenide.
bahan pembuat semikonduktor berbentuk wafer
Terdapat dua jenis semikonduktor yaitu semikonduktor intrinsik dan ekstrinsik,
semikonduktor intrinsik biasanya hanya terdiri dari Ge atau Si saja, sedangkan
semikonduktor ekstrinsik gabungan dari dua jenis bahan atau lebih.
Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat
diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut materi doping).
Salah satu alasan utama kegunaan semikonduktor dalam elektronik adalah sifat
elektroniknya dapat diubah banyak dalam sebuah cara terkontrol dengan menambah
sejumlah kecil ketidakmurnian. Ketidakmurnian ini disebut dopant
Pada umumnya, komponen dasar aktif elektronika terbuat dari bahan-bahan semikonduktor
misalnya dioda, transistor, dan IC (Integreted Circuit)
komponen elektronika berbahan dasar semikonduktor
Pada semikonduktor murni atau intrinsik, perpindahan muatan berarti terjadinya pengaliran
arus. Perpindahan muatan terjadi karena dua sebab yaitu : karena adanya perpindahan
elektron bebas dan karena adanya perpindahan hole (lubang), kedua-duanya bisa terjadi
bersama-sama. Dalam semikonduktor jenis ini banyaknya elektron bebas sama dengan
banyaknya hole yang terjadi.
Atom semikonduktor murni pada suhu nol mutlak (-2730 C atau 0 Kelvin), bersifat sama
dengan isolator, tetapi apabila suhu menjadi naik, semikonduktor dapat mengalir arus,
walaupun sangat kecil sekali
Terdapat dua jenis semikonduktor ekstrinsik, yaitu jenis p dan jenis n.
Semikonduktor jenis p adalah semikonduktor yang terdiri dari campuran atom-atom yang
tidak memiliki elektron bebas dan bersifat menerima elektron. Misalnya unsur Ge
bercampur dengan gallium (Ga). Pada semikonduktor jenis p , lubang (hole) bertindak
sebagai muatan positif , oleh karena itu komponen ini sering disebut sebagai pembawa
muatan minoritas.
Semikonduktor jenis n adalah semikonduktor intrinsik yang bercampur dengan atom lain
sehingga kenaikan jumlah elektron negatif yang bebas. Misalnya unsur Si dengan arsen (Ar).
Pada semikonduktor jenis n , lubang (hole) bertindak sebagai muatan negatif , oleh karena
itu komponen ini sering disebut pembawa muatan minoritas , sedangkan elektron sebagai
muatan positif disebut pembawa muatan mayoritas.
Penggabungan semikonduktor jenis p dan jenis n pada komponen elektronika diantaranya
adalah dioda, dan transistor
Dioda Transistor
Jumat, 29 Januari 2010
Hambatan Jenis
Hambatan jenis (resistivitas) adalah faktor kesebandingan (merupakan ciri khas suatu bahan)
antara R bahan tersebut dan panjangnya pada arah arus yang melewati (l), serta kebalikan luas A.
Nilai hambatan jenis berbeda untuk masing-masing zat.
Berdasarkan nilai hambatan jenis, sebuah benda dapat dikelompokkan menurut kemampuannya
menghantarkan listrik. Penghantar listrik yang baik disebut konduktor. Contohnya adalah
tembaga, besi, emas, larutan garam (NaCl), larutan asam (H2SO4), dan larutan basa (NaOH).
Sedangkan penghantar listrik yang tidak baik disebut isolator. Contohnya adalah mika, plastik,
alkohol, minyak tanah, karet, dan larutan gula. Benda yang dapat berfungsi sebagai konduktor
atau isolator disebabkan perlakuan yang diberikan kepadanya disebut semikonduktor. Contohnya
adalah selenium (Se), Silikon (Si), dan germanium (Ge).
1. Hambatan adalah perlawanan yang dilakukan suatu bahan terhadap aliran arus searah,
besarnya sama dengan penurunan tegangan pada bahan tersebut dibagi arus yang melaluinya.
Wujud dari hambatan ini berupa peralatan listrik, nilai hambatan pada kawat penghantar atau
memang komponen yang sengaja dipasang pada rangkaian listrik. Hambatan disimbolkan
dengan R, dengan satuan ohm (Ω)
2. Penghambat/resistor adalah alat yang dibuat untuk menghasilkan hambatan. Hambatan dari
resistor berfungsi sebagai pengatur beda potensial/arus listrik. Berdasarkan bahan utamanya
resistor dibagi menjadi 2 yaitu, resistor karbon dan resistor kumparan. Berdasarkan nilai yang
dihasilkan, resistor dibagi menjadi beberapa macam diantaranya fixed resistor, resistor yang
hambatannya dapat diubah, potensio, LDR, dan thermal resistor.
3. Rangkaian penghambat seri adalah dua hambatan atau lebih yang disusun secara berurutan dan
tak bercabang. Kuat arus yang mengalir di setiap titiknya sama besar. Tujuan rangkaian seri
adalah untuk memperbesar hambatan dan membagi beda potensial. Hambatan pada rangkaian
seri dapat di tentukan dengan rumus Rs = R1 + R2 + R3 + …
Rangkaian penghambat paralel adalah dua hambatan atau lebih yang disusun secara
berdampingan, bercabang, dan memiliki lebih dari satu jalur listrik. Rangkaian paralel bertujuan
untuk membagi arus listrik.
Rangkaian kombinasi adalah rangkaian gabungan dari rangkaian penghambat seri dan rangkaian
penghambat paralel
Oleh bymuf
Hambatan Kawat
Tentunya kamu sudah mengetahui bahwa penghantar dalam suatu rangkaian akan
mengalirkan arus listrik jika mempunyai beda potensial. Menurutmu, apakah arus yang
mengalir dalam penghantar tersebut tidak mengalami hambatan apapun? Coba perhatikan
animasi berikut ini.
Di dalam kawat penghantar arus listrik dihasilkan oleh aliran elektron.
Muatan positif tidak bergerak karena terikat kuat di dalam inti atom.
Ketika ujung-ujung kawat penghantar mendapat beda potensial, elektron akan
mengalir melalui ruang di antara sela-sela muatan positif yang diam.
Tumbukan elektron dengan muatan positif sering terjadi sehingga menghambat
aliran elektron dan mengurangi arus listrik yang dihasilkan.
Makin panjang kawat penghantar makin banyak tumbukan elektron yang terjadi
(dialami), sehingga makin besar pula hambatan yang dialami elektron.
Akibatnya makin kecil arus yang mengalir.
Kesimpulannya , nilai hambatan kawat penghantar dipengaruhi oleh:
Panjang kawat,
Luas penampang kawat, dan
Jenis kawat.
FAKTOR PANJANG KAWAT
Bagaimanakah pengaruh panjang kawat terhadap besarnya hambatan?
Untuk memperjelas coba pasangkan dengan cara menggeser batang yang ada di samping
kanan gambar rangkaian ke kiri gambar rangkaian (dengan klik and drag).
Kawat yang panjang hambatannya besar sehingga menyebabkan kuat arus kecil dan nyala
lampu redup. Jadi hambatan kawat sebanding dengan panjang kawat.
FAKTOR JENIS PENGHANTAR
Bagaimanakah pengaruh hambat jenis kawat terhadap besarnya hambatan?
Untuk memperjelas coba pasangkan dengan cara menggeser batang yang ada di samping
kanan gambar rangkaian ke kiri gambar rangkaian (dengan klik and drag).
Kawat yang jenisnya berbeda, hambatannya juga berbeda. Hal itu dikarenakan kawat yang
hambatan jenisnya besar akan menyebabkan hambatan kawat penghantar juga besar
FAKTOR LUAS PENAMPANG
Bagaimanakah pengaruh luas penampang kawat terhadap besarnya hambatan?
Untuk memperjelas coba pasangkan dengan cara menggeser batang yang ada di samping
kanan gambar rangkaian ke kiri gambar rangkaian (dengan klik and drag).
Hambatan makin kecil, apabila luas penampang kawat besar. Hambatan makin besar jika
luas penampang makin kecil
Apa yang dapat kamu simpulkan setelah memperhatikan simulasi tadi?
Kalau kamu belum begitu jelas maka dapat kita simpulkan bahwa hambatan kawat dapat
dipengaruhi oleh :
1. Panjang kawat.
o Kawat yang panjang hambatannya besar sehingga menyebabkan kuat arus
kecil dan nyala lampu redup. Jadi hambatan kawat sebanding dengan panjang
kawat
2. Jenis kawat.
o Kawat yang jenisnya berbeda, hambatannya juga berbeda. Hal itu
dikarenakan kawat yang hambatan jenisnya besar akan menyebabkan
hambatan kawat penghantar juga besar. Lihat Tabel hambat jenis berikut:
o Tabel –1. Hambatan jenis beberapa zat.
3. Luas Penampang kawat.
o Hambatan kawat makin kecil, apabila luas penampang kawat besar.
Hambatan kawat makin besar jika luas penampang makin kecil.
Bagaimana hubungan antara hambatan kawat penghantar, panjang kawat, luas penampang
kawat, dan jenis kawat jika dirumuskan secara matematis?
Perumusan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:
R=ρ l
---
A
Dengan:
R = hambatan kawat satuan ohm (Ω)
ρ = hambatan jenis kawat satuan ohm meter (Ω .m)
l = panjang kawat satuan meter (m)
A = luas penampang kawat satuan meter kuadrat (m2)
Kamu tentunya tahu mengapa transmisi jaringan listrik jarak jauh menggunakan tegangan
sangat tinggi pada kawat yang sangat panjang?
Penggunaan kawat penghantar yang panjang menyebabkan turunnya tegangan listrik.
Tegangan listrik yang diberikan pada kawat yang panjang tidak dapat mengubah besar
hambatan, tetapi hanya mengubah besar arus listrik yang mengalir melalui kawat itu. Jika
kawat penghantar itu panjang, kuat arus listrik yang mengalir kecil seiring turunnya
tegangan listrik. Oleh karena itu diperlukan tegangan yang tinggi sampai ribuan megavolt
untuk mengalirkan arus listrik.
Hal ini diterapkan pada jaringan kabel listrik yang panjangnya mencapai ratusan kilometer.
Oleh : konduktor. Isolatao, semikondukto
MENGENAL JENIS KONDUKTOR / PENGHANTAR LISTRIK
Ditulis tanggal : 15 - 11 - 2011 | 09:30:40
Seperti telah kita ketahui, bahwa untuk pelaksanaan penyaluran energi listrik dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu berupa saluran udara dan kabel tanah. Pada saluran Udara, terutama
hantaran udara telanjang biasanya banyak menggunakan kawat penghantar yang terdiri atas:
kawat tembaga telanjang (BCC, singkatan dari Bare Cooper Cable), Aluminium telanjang (AAC,
singkatan dari All Aluminium Cable), Campuran yang berbasis aluminium (Al-Mg-Si),
Aluminium berinti baja (ACSR, singkatan dari Aluminium Cable Steel Reinforced) dan Kawat
baja yang berisi lapisan tembaga (Cooper Weld).
Sedangkan pada saluran kabel tanah, biasanya banyak menggunakan kabel dengan penghantar
jenis tembaga dan aluminium, perkembangan yang sangat dominan pada saluran kabel tanah
adalah dari sisi bahan isolasinya, dimana pada saat awal banyak menggunakan isolasi berbahan
kertas dengan perlindungan mekanikal berupa timah hitam, kemudian menggunakan minyak
( jenis kabel ini dinamakan GPLK atau Gewapend Papier Lood Kabel yang merupakan standar
belanda dan NKBA atau Normal Kabel mit Bleimantel Aussenumheullung yang merupakan
standar jerman, dan jenis bahan isolasi yang terkini adalah isolasi buatan berupa PVC (Polyvinyl
Chloride) dan XLPE (Cross-Linked Polyethylene). Jenis bahan isolasi PVC dan XLPE pada saat
ini telah berkembang pesat dan merupakan bahan isolasi yang andal.
Di waktu yang lalu, bahan yang banyak digunakan untuk saluran listrik adalah jenis tembaga
(Cu). Namun karena harga tembaga yang tinggi dan tidak stabil bahkan cenderung naik,
aluminium mulai dilirik dan dimanfaatkan sebagai bahan kawat saluran listrik, baik saluran
udara maupun saluran kabel tanah. Lagipula, kawat tembaga sering dicuri karena bahannya dapat
dimanfaatkan untuk pembuatan berbagai produk lain.
Suatu ikhtisar akan disampaikan dibawah ini mengenai berbagai jenis logam atau campurannya
yang dipakai untuk kawat saluran listrik, yaitu:
• Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik mengenai daya
hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.
• Brons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar listrik
yang rendah. Sering dipakai untuk kawat pentanahan.
• Aluminium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya adalah
daya hantar listrik agak rendah dan kawatnya sedikit kaku. Harganya sangat kompetitif.
Karenanya merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bahwa secara praktis
kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi listrik arus kuat yang baru dari pada
menggunakan tembaga.
• Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium Cable Steel
Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang dilengkapi dengan unit kawat baja pada inti
kabelnya. Kawat baja itu diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel. ACSR ini banyak
digunakan untuk kawat saluran hantar udara.
• Aldrey, jenis kawat campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya sekitar 0,4 %
– 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % - 0,35 %) dan ferum (konsentrasinya antara
0,2 % - 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan mekanikal yang sangat besar, namun daya hantar
listriknya agak rendah.
• Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.
• Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat
pentanahan.
Berdasarkan ikhtisar diatas, dapat dikatakan bahwa bahan yang terpenting untuk saluran
penghantar listrik adalah tembaga dan aluminium, sehingga kedua bahan tersebut banyak
digunakan sebagai kawat pengantar listrik, baik saluran hantar udara maupun kabel tanah
Jenis Bahan Konduktor (jenis bahan konduktor teknik listrik)
1.1 Jenis Bahan Konduktor
Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai
berikut:
1. Konduktifitasnya cukup baik.
2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.
3. Koefisien muai panjangnya kecil.
4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar.
Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai konduktor, antara lain:
1. Logam biasa, seperti: tembaga, aluminium, besi, dan sebagainya.
2. Logam campuran (alloy), yaitu sebuah logam dari tembaga atau aluminium yang diberi
campuran dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain, yang gunanya untuk menaikkan kekuatan
mekanisnya.
3. Logam paduan (composite), yaitu dua jenis logam atau lebih yang dipadukan dengan cara
kompresi, peleburan (smelting) atau pengelasan (welding).
1.2 Klasifikasi Konduktor
1.2.1 Klasifikasi konduktor menurut bahannya:
1. kawat logam biasa, contoh:
a. BBC (Bare Copper Conductor).
b. AAC (All Aluminum Alloy Conductor).
2. kawat logam campuran (Alloy), contoh:
a. AAAC (All Aluminum Alloy Conductor)
b. kawat logam paduan (composite), seperti: kawat baja berlapis tembaga (Copper Clad Steel)
dan kawat baja berlapis aluminium (Aluminum Clad Steel).
3. kawat lilit campuran, yaitu kawat yang lilitannya terdiri dari dua jenis logam atau lebih,
contoh: ASCR (Aluminum Cable Steel Reinforced).
1.2.2 Klasifikasi konduktor menurut konstruksinya:
1. kawat padat (solid wire) berpenampang bulat.
2. kawat berlilit (standart wire) terdiri 7 sampai dengan 61 kawat padat yang dililit menjadi satu,
biasanya berlapis dan konsentris.
3. kawat berongga (hollow conductor) adalah kawat berongga yang dibuat untuk mendapatkan
garis tengah luar yang besar.
1.2.3. Klasifikasi konduktor menurut bentuk fisiknya:
1. konduktor telanjang.
2. konduktor berisolasi, yang merupakan konduktor telanjang dan pada bagian luarnya diisolasi
sesuai dengan peruntukan tegangan kerja, contoh:
a. Kabel twisted.
b. Kabel NYY
c. Kabel NYCY
d. Kabel NYFGBY
1.3 Karakteristik Konduktor
Ada 2 (dua) jenis karakteristik konduktor, yaitu:
1. karakteristik mekanik, yang menunjukkan keadaan fisik dari konduktor yang menyatakan
kekuatan tarik dari pada konduktor (dari SPLN 41-8:1981, C, maka berselubung AAAC-S pada
suhu sekitar 30untuk konduktor 70 mm kemampuan maksimal dari konduktor untuk
menghantar arus adalah 275 A).
2. karakteristik listrik, yang menunjukkan kemampuan dari konduktor terhadap arus listrik yang
melewatinya (dari SPLN 41-10 : 1991, untuk konduktor 70 mm2 berselubung AAAC-S pada
suhu sekitar 30o C, maka kemampuan maksimum dari konduktor untuk menghantar arus
adalah 275 A).
1.3.1 Konduktivitas listrik
Sifat daya hantar listrik material dinyatakan dengan konduktivitas, yaitu kebalikan dari
resistivitas atau tahanan jenis penghantar, dimana tahanan jenis penghantar tersebut
didefinisikan sebagai:
R.A
ρ = ----------
l
dimana;
A : luas penampang (m2)
l : Panjang penghantar (m)
Ώ : tahanan jenis penghantar (ohm.m)
R : tahanan penghantar (ohm)
ρ : konduktivitas
1
a = ------
ρ
Menyatakan kemudahan – kemudahan suatu material untuk meneruskan arus listrik. Satuan
konduktivitas adalah (ohm meter). Konduktivitas merupakan sifat listrik yang diperlukan dalam
berbagai pemakaian sebagai penghantar tenaga listrik dan mempunyai rentang harga yang
sangat luas. Logam atau material yang merupakan penghantar listrik yang baik, memiliki
konduktivitas listrik dengan orde 107 ([Link]) -1 dan sebaliknya material isolator memiliki
konduktivitas yang sangat rendah, yaitu antara 10-10 sampai dengan 10-20 (ohm.m)-1.
Diantara kedua sifat ekstrim tersebut, ada material semi konduktor yang konduktivitasnya
berkisar antara 10-6 sampai dengan 10-4 (ohm.m)-1. Berbeda pada kabel tegangan rendah,
pada kabel tegangan menengah untuk pemenuhan fungsi penghantar dan pengaman terhadap
penggunaan, ketiga jenis atau sifat konduktivitas tersebut diatas digunakan semuanya.
------------------------------------------------------------------------------------------
Logam Konduktivitas listrik ohm meter
Perak ( Ag ) ………………………. 6,8 x 107
Tembaga ( Cu ) ………………….. 6,0 x 107
Emas ( Au ) …………………….. .. 4,3 x 107
Alumunium ( Ac ) ………………. .. 3,8 x 107
Kuningan ( 70% Cu – 30% Zn )… 1,6 x 107
Besi ( Fe ) ………………………… 1,0 x 107
Baja karbon ( Ffe – C ) …………. 0,6 x 107
Baja tahan karat ( Ffe – Cr ) …… 0,2 x 107
Tabel 1. Konduktivitas Listrik Berbagai Logam dan Paduannya Pada Suhu Kamar.
1.3.2 Kriteria mutu penghantar
Konduktivitas logam penghantar sangat dipengaruhi oleh unsur – unsur pemadu, impurity atau
ketidaksempurnaan dalam kristal logam, yang ketiganya banyak berperan dalam proses
pembuatan pembuatan penghantar itu sendiri. Unsur – unsur pemandu selain mempengaruhi
konduktivitas listrik, akan mempengaruhi sifat – sifat mekanika dan fisika lainnya. Logam murni
memiliki konduktivitas listrik yang lebih baik dari pada yang lebih rendah kemurniannya. Akan
tetapi kekuatan mekanis logam murni adalah rendah.
Penghantar tenaga listrik, selain mensyaratkan konduktivitas yang tinggi juga membutuhkan
sifat mekanis dan fisika tertentu yang disesuaikan dengan penggunaan penghantar itu sendiri.
Selain masalah teknis, penggunaan logam sebagai penghantar ternyata juga sangat ditentukan
oleh nilai ekonomis logam tersebut dimasyarakat. Sehingga suatu kompromi antara nilai teknis
dan ekonomi logam yang akan digunakan mutlak diperhatikan. Nilai kompromi termurahlah
yang akan menentukan logam mana yang akan digunakan. Pada saat ini, logam Tembaga dan
Aluminium adalah logam yang terpilih diantara jenis logam penghantar lainnya yang memenuhi
nilai kompromi teknis ekonomis termurah.
Dari jenis–jenis logam penghantar pada tabel 1. diatas, tembaga merupakan penghantar yang
paling lama digunakan dalam bidang kelistrikan. Pada tahun 1913, oleh International
Electrochemical Comission (IEC) ditetapkan suatu standar yang menunjukkan daya hantar
kawat tembaga yang kemudian dikenal sebagai International Annealed Copper Standard
(IACS). Standar tersebut menyebutkan bahwa untuk kawat tembaga yang telah dilunakkan
dengan proses anil (annealing), mempunyai panjang 1m dan luas penampang 1mm2, serta
mempunyai tahanan listrik (resistance) tidak lebih dari 0.017241 ohm pada suhu 20oC,
dinyatakan mempunyai konduktivitas listrik 100% IACS.
Akan tetapi dengan kemajuan teknologi proses pembuatan tembaga yang dicapai dewasa ini,
dimana tingkat kemurnian tembaga pada kawat penghantar jauh lebih tinggi jika dibandingkan
pada tahun 1913, maka konduktivitas listrik kawat tembaga sekarang ini bisa mencapai diatas
100% IACS.
Untuk kawat Aluminium, konduktivitas listriknya biasa dibandingkan terhadap standar kawat
tembaga. Menurut standar ASTM B 609 untuk kawat aluminium dari jenis EC grade atau seri
AA 1350(*), konduktivitas listriknya berkisar antara 61.0 – 61.8% IACS, tergantung pada kondisi
kekerasan atau temper. Sedangkan untuk kawat penghantar dari paduan aluminium seri AA
6201, menurut standar ASTM B 3988 persaratan konduktivitas listriknya tidak boleh kurang dari
52.5% IACS. Kawat penghantar 6201 ini biasanya digunakan untuk bahan kabel dari jenis All
Aluminium Alloy Conductor (AAAC).
Disamping persyaratan sifat listrik seperti konduktivitas listrik diatas, kriteria mutu lainnya yang
juga harus dipenuhi meliputi seluruh atau sebagian dari sifat – sifat atau kondisi berikut ini,
yaitu:
a. komposisi kimia.
b. sifat tarik seperti kekuatan tarik (tensile strength) dan regangan tarik (elongation).
c. sifat bending.
d. diameter dan variasi yang diijinkan.
e. kondisi permukaan kawat harus bebas dari cacat, dan lain-lain.
B. HUKUM OHM
Arus listrik dapat mengalir pada rangkaian listrik apabila dalam rangkaian itu terdapat beda
potensial dan rangkaiannya tertutup. Hubungan antara kuat arus listrik dengan beda potensial
listrik pertama kali diteliti oleh ahli Fisika dari Jerman bernama Georg Simon Ohm (1789–1854).
Hasil penelitiannya dikenal dengan nama Hukum Ohm. Untuk memahami lebih mendalam
tentang Hukum Ohm, lakukan tugas berikut secara berkelompok. Sebelumnya bentuklah
kelompok yang terdiri 4 orang; 2 laki-laki dan 2 perempuan.
Hubungan antara beda potensial (V) dengan kuat arus (I) dapat dinyatakan dengan grafik, seperti
pada Gambar 8.3. Garis kemiringan merupakan perbandingan antara ordinat dengan absis yang
besarnya selalu tetap. Jika nilai perbandingan yang besarnya tetap itu didefinisikan sebagai
hambatan listrik (disimbolkan dengan huruf R) maka dapat dinyatakan dengan rumus.
Rumus di atas dikenal dengan nama Hukum Ohm yang menyatakan bahwa, besar kuat arus
listrik yang mengalir sebanding dengan beda potensial listrik dan berbanding terbalik dengan
hambatan. Untuk lebih memahami Hukum Ohm perhatikan contoh soal berikut.
C. DAYA HANTAR LISTRIK Kamu sudah mengetahui bahwa dua ujung penghantar yang
mempunyai beda potensial dapat mengalirkan arus listrik. Menurutmu, apakah arus yang
mengalir dalam penghantar tersebut tidak mengalami hambatan apapun? Untuk mengetahui
jawabannya, ikutilah uraian berikut.
Di dalam kawat penghantar arus listrik dihasilkan oleh aliran elektron. Muatan positif tidak
bergerak karena terikat kuat di dalam inti atom. Ketika ujung-ujung kawat penghantar mendapat
beda potensial, elektron akan mengalir melalui ruang di antara sela-sela muatan positif yang
diam. Tumbukan elektron dengan muatan positif sering terjadi sehingga menghambat aliran
elektron dan mengurangi arus listrik yang dihasilkan. Makin panjang kawat penghantar makin
banyak tumbukan elektron yang dialami, sehingga makin besar pula hambatan yang dialami
elektron. Akibatnya makin kecil arus yang mengalir.
Oleh karena itu, hambatan kawat penghantar dipengaruhi oleh panjang kawat, luas penampang
kawat, dan jenis kawat. Bagaimanakah pengaruh panjang kawat, luas penampang kawat, dan
jenis kawat terhadap besarnya hambatan?
Untuk mengetahui pengaruh panjang kawat, luas penampang kawat, dan jenis kawat terhadap
besarnya hambatan, lakukan Kegiatan 8.2 secara kelompok. Sebelumnya bentuklah kelompok
yang terdiri 4 siswa; 2 laki-laki dan 2 perempuan.
Percobaan di atas apabila dilakukan dengan cermat, akan menunjukkan bahwa hambatan kawat
penghantar sebanding dengan panjang kawat. Kawat yang panjang hambatannya besar sehingga
menyebabkan kuat arus kecil dan nyala lampu redup. Besar hambatan kawat penghantar
bergantung pada jenis kawat. Kawat yang jenisnya berbeda, hambatannya juga berbeda. Hal itu
dikarenakan kawat yang hambatan jenisnya besar akan menyebabkan hambatan kawat
penghantar juga besar. Hambatan jenis beberapa jenis bahan disajikan pada Tabel 8.1.
Apabila Kegiatan 8.2 dilakukan dengan menggunakan kawat sejenis dengan panjang yang sama,
tetapi luas penampangnya berbeda maka dihasilkan hambatan yang berbeda pula. Hambatan
makin kecil, apabila luas penampang kawat besar. Hubungan antara hambatan kawat penghantar,
panjang kawat, luas penampang kawat, dan jenis kawat secara matematis dirumuskan.
Apakah pengaruh penggunaan kawat penghantar yang panjang pada jaringan listrik PLN?
Penggunaan kawat penghantar yang panjang menyebabkan turunnya tegangan listrik. Tegangan
listrik yang diberikan pada kawat yang panjang tidak dapat merubah besar hambatan, tetapi
hanya merubah besar arus listrik yang mengalir melalui kawat itu. Jika kawat penghantar itu
panjang, kuat arus listrik yang mengalir kecil seiring turunnya tegangan listrik. Oleh karena itu
diperlukan tegangan yang tinggi untuk mengalirkan arus listrik. Hal ini diterapkan pada jaringan
kabel listrik yang panjangnya mencapai ratusan kilometer. Agar listrik dapat dinikmati
konsumen diperlukan tegangan listrik yang tinggi sampai ribuan megavolt.
Hambatan jenis setiap bahan berbeda-beda. Bahan yang mempunyai hambatan jenis besar
memiliki hambatan yang besar pula, sehingga sulit menghantarkan arus listrik. Berdasarkan daya
hantar listriknya (konduktivitas listrik), bahan dibedakan menjadi tiga, yaitu konduktor, isolator,
dan semikonduktor.
Konduktor adalah bahan yang mudah menghantarkan arus listrik. Bahan konduktor memiliki
hambatan kecil karena hambatan jenisnya kecil. Bahan konduktor memiliki elektron pada kulit
atom terluar yang gaya tariknya terhadap inti atom lemah. Dengan demikian, apabila ujung-
ujung konduktor dihubungkan dengan tegangan kecil saja elektron akan bergerak bebas sehingga
mendukung terjadinya aliran elektron (arus listrik) melalui konduktor. Contohnya: tembaga,
perak, dan aluminium.
Isolator merupakan bahan yang sulit menghantarkan arus listrik. Bahan isolator memiliki
hambatan besar karena hambatan jenisnya besar. Bahan isolator memiliki elektron-elektron pada
kulit atom terluar yang gaya tariknya dengan inti atom sangat kuat. Apabila ujung-ujung isolator
dihubungkan dengan tegangan kecil, elektron terluarnya tidak sanggup melepaskan gaya ikat
inti. Oleh karena itu, tidak ada elektron yang mengalir dalam isolator, sehingga tidak ada arus
listrik yang mengalir melalui isolator. Plastik, kaca, karet busa termasuk isolator. Dapatkah
isolator bersifat seperti konduktor?
Semikonduktor adalah bahan yang daya hantar listriknya berada di antara konduktor dan isolator.
Semikonduktor memiliki elektron-elektron pada kulit terluar terikat kuat oleh gaya inti atom.
Namun tidak sekuat seperti pada isolator. Bahan yang termasuk semikonduktor adalah karbon,
silikon dan germanium. Karbon digunakan untuk membuat komponen elektronika, seperti
resistor. Silikon dan germanium digunakan untuk membuat komponen elektronika, seperti diode,
transistor, dan IC (integrated circuit).
Bahan-bahan apakah yang termasuk konduktor, isolator, dan semikonduktor? Untuk lebih
memahami tentang konduktor dan isolator, lakukan kegiatan berikut secara berkelompok.
Sebelumnya bentuklah kelompok yang terdiri 4 orang; 2 laki-laki dan dua perempuan.