0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Tutorial Arsitektur Komputer P3

Dokumen ini adalah tutorial tentang arsitektur komputer yang mencakup pengeditan file teks, instalasi assembler dan simulator P3, serta langkah-langkah untuk merakit dan menjalankan program Assembly. Tutorial ini juga menjelaskan proses debugging program Assembly dan penggunaan simulator untuk menganalisis kode. Referensi untuk pengembangan kode dalam Assembly P3 juga disediakan.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan8 halaman

Tutorial Arsitektur Komputer P3

Dokumen ini adalah tutorial tentang arsitektur komputer yang mencakup pengeditan file teks, instalasi assembler dan simulator P3, serta langkah-langkah untuk merakit dan menjalankan program Assembly. Tutorial ini juga menjelaskan proses debugging program Assembly dan penggunaan simulator untuk menganalisis kode. Referensi untuk pengembangan kode dalam Assembly P3 juga disediakan.

Diterjemahkan oleh

ScribdTranslations
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SARJANA TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER

Pengantar Arsitektur Komputer

Tutorial P3

2015 / 2016

INSTITUT TEKNIK TINGGI


Paulo Lopes, José Costa (ditinjau pada 2015 oleh Rodrigo Miragaia Rodrigues)
Pendahuluan ke Arsitektur Komputer
2015/2016

Konten
Pengeditan file teks ......................................................................................1
{"Instalar o assembler e simulador do P3":"Instalasi assembler dan simulator P3"}
Merakit dan menjalankan sebuah program...........................................................................2
Men-debug program Assembly (debugging)...........................................................3
Referensi ...............................................................................................................6

1
Pengantar Arsitektur Komputer
2015/2016

Pengeditan berkas teks

Di beberapa poin dalam tutorial ini, Anda harus melakukan pengeditan file teks. Untuk itu
Anda dapat memilih editor yang Anda sukai (misalnya, vi, emacs, dll.). Dalam hal ini.
tutorial ini akan memberikan pengantar singkat tentang editor emacs. Editor ini termasuk dalam
hampir semua distribusi Linux dan juga beberapa versi MacOS. Di
windows harus menginstal emacs. Sebagai alternatif, di mana saja dari
sistem operasi, Anda bisa menginstal dan menggunakan editor lain, seperti sublime atau vi,
Anda, di laboratorium, gedit, atau, di Windows, notepad++.

Perlu dicatat bahwa penjelasan singkat ini tidak menggantikan konsultasi tutorial dari
editor emacs.

Untuk mengedit sebuah berkas teks, misalnya dengan nama [Link], Anda harus mulai
dengan menjalankan perintah:

emacs [Link] <enter>

Pada saat ini Anda sudah dapat menggunakan tombol dengan panah ke empat arah untuk
memindahkan kursor, menulis teks baru dan menghapus teks yang ada.

Di emacs ada dua tombol penting untuk menghasilkan perintah yang memungkinkan eksekusi
tugas lain (seperti merekam berkas dan keluar dari editor): tombol "Alt"
(dikenal di emacs sebagai tombol "Meta", dan disingkat sebagai M-). Contohnya M-x
artinya Anda menekan Alt dan x secara bersamaan. Yang lainnya adalah tombol Ctrl,
disingkat sebagai C-.

Os comandos essenciais para editar um ficheiro são:

Simpan berkas: C-x C-s (yaitu, sambil menahan Ctrl, tekan dulu x dan
setelah di s).

Keluar tanpa menyimpan: C-x C-c, diikuti dengan respon untuk dua konfirmasi.

Buka berkas baru untuk diedit di jendela emacs: C-x C-f, setelah itu
ditanya apa nama file yang akan dibuka.

Procurar texto: C-s (para a frente) ou C-r (para trás), seguido do texto a procurar,
dilanjutkan dengan perintah C-s atau C-r berulang kali untuk mencari beberapa kejadian.

Setiap kali perlu membatalkan perintah yang sedang dimasukkan, Anda bisa
gunakan kombinasi C-g (Control-g) untuk kembali ke mode pengeditan berkas.

Pasang assembler dan simulator P3

Para penulis buku menyediakan sebuah assembler dan simulator P3, serta
manual yang bersangkutan, di alamat di bawah ini. Perhatikan bahwa manual ini adalah referensi
penting untuk pengembangan kode dalam Assembly P3.

1
Pengantar Arsitektur Komputer
2015/2016

[Link]

Merakit dan menjalankan sebuah program

Ambil berkas "tutorial_1.as" dan "tutorial_2.as" yang tersedia di halaman


kursi, dan letakkan mereka di dewan tempat assembler berada.

Mulai dari file "tutorial _1.as" jalankan fungsi berikut:

Lakukan perakitan program, sehingga menghasilkan file executable


(tutorial_1.exe) dan berkas referensi (tutorial_1.lis). Untuk itu lakukan seperti jika
sebutkan berikutnya:

> [Link] tutorial_1.as<enter> mendapatkan:


p3as, Versi 1.3, terakhir diubah pada 20 Mar 2006
Perakitan selesai dengan sukses, file objek: tutorial_1.exe
Berkas referensi: tutorial_1.lis

Periksa berkas “tutorial_1.lis” menggunakan editor teks yang Anda pilih. Catat nilainya
dua alamat yang sesuai dengan labelVarTexto1, Palsu, LeCar, Awal e Berhenti.
Verifikasi bahwa peta memori program adalah seperti yang tertera di bawah.

Peta memori:
FFFFh

80DFh (Dummy)
Data
8000j (VarTexto1)

006Bh (Hentikan)
Kode
0044h (Mulai)

0002h (LeCar)
JMP Mulai 0000h

Gunakan simulator p3sim untuk menguji dan menjalankan program. Untuk itu, panggil
simulator dengan cara berikut:

[Link]<enter>

Selanjutnya, lakukan pemuatan program yang dapat dijalankan tutorial_1.exe, melalui


eksekusi opsi Muat Program, yang ada di menu Berkas. Periksa
perubahan konten jendela kode. Analisis kode yang telah dibongkar (yang

2
Pengantar Arsitektur Komputer
2015/2016

temukan di jendela kode) dan bandingkan dengan program sumber (berkas


tutorial_1.as

Ilustrasi 1 – Memuat program.

Sebelum memulai pelaksanaan program, buka jendela Masukan/Keluaran. Untuk itu,


pilih opsi Jendela Teks, yang ada di menu Lihat.

Ilustrasi 2 – Lihat Jendela Teks

Selanjutnya, jalankan program dengan memilih tombol Kore.

Ilustrasi 3 – Tombol Koreksi.

Depurasi program Assembly (debugging)

Kompilasi file tutorial_2.as dan muatkan ke simulator. Biarkan file berjalan


selama beberapa detik dan tekan Berhenti.

3
Pengantar Arsitektur Komputer
2015/2016

Ilustrasi 4 – Tombol Stop.

Anda kemudian dapat memeriksa nilai dari registri R0 hingga R7, khususnya:

R0: 0000h – R0 selalu memiliki nilai 0

R1: 000Fh – Telah dimuat dengan nilai ConstUmByte yang adalah 0Fh.

R2: FFFFh – Telah dimuat dengan nilai 65535 dalam desimal yang merupakan FFFFh dalam
heksadesimal.

R3: FFFFh - Telah dimuat dengan nilai R2 dan karena itu memiliki nilai yang sama dengan
ini.

R4: 0064h – Telah diisi dengan nilai posisi memori


0Fh+8001h=8010h di mana kita memiliki 64h (karakter 'd').

R5: 000Fh – Telah dimuat dengan nilai dari posisi memori 8001h
bersesuaian dengan variabel VarOutroByte yang telah diinisialisasi dengan nilai 0Fh.

R6: AE20h – Telah dimuat dengan nilai posisi memori nol, karena ini adalah
nilai awal dari SP. Pada posisi memori 0000h adalah kata pertama dari
instruksi "MOV R0, LetraA", yang dikodekan dengan AE20h.

R7: 0000h – Telah dimuat dengan nilai dari posisi memori 000Ch (nilai dari
PC) + 0Fh (ConstUmByte) = 0001Bh yang terletak di zona program
tidak diinisialisasi dan karena itu memiliki nilai nol.

Anda juga dapat melihat konten memori. Misalnya, perhatikan nilai yang ada
di posisi 8003h dari memori.

M[8003h]: 0041h - Merupakan nilai ASCII dari huruf ‘A’ karakter pertama dari
urutan karakter dari 'Arsitektur Komputer'.

Anda juga dapat mengubah keadaan awal prosesor. Misalnya, melalui penggunaan
do comandoEscreve Registo, do menuDepuração, inicialize os registos R1 a R7 com o
nilai FFFFh. Menggunakan sekarang perintahMenulis Memori, dari menu yang sama,
inialisasi posisi memori yang sesuai dengan variabelVarUmByte e
VarOutroByte, juga dengan nilai FFFFh.

4
Pengenalan Arsitektur Komputer
2015/2016

Ilustrasi 5 – Menulis Register dan Menulis memori.

Ulangi eksekusi program menggunakan perintah Restart diikuti dengan Run.


Bandingkan informasi dari catatan dengan nilai sebelumnya.

Harus mendapatkan:

R0: 0000h – Sama.


R1: 000Fh – Sama.
R2: FFFFh – Sama.

R3: FFFFh – Sama.


R4: 0064h – Igual.
R5: FFFFh – Diisi dengan nilai dari posisi memori 8001h yang ini
vez diinisialisasi dengan nilai FFFFh.
R6: AE20h – Sama.
R7: 0000h – Sama.

Mari kita contohkan penambahan titik pemberhentian (breakpoints).

Tambahkan di akhir program yang disebut, sebelum instruksi Halt: BR Halt, yang berikut ini
kumpulan instruksi:

a) MOV M[VarOutroByte] R4
b) PINDAH R1,VarUmaWord
PINDahkan M[R1], R6
c) PINDAH R1, M[VarOutroByte]
MOV M[VarUmByte] R1

Kompilasi ulang program dan muat ke simulator. Tempatkan sebuah titik dari
berhenti di a). Untuk menempatkan titik berhenti lakukan:

Pilih instruksi di alamat 000Eh, yang sesuai dengan instruksi a), di jendela dengan
program yang dibongkar.

5
Pengantar Arsitektur Komputer
2015/2016

Pilih titik Debugging→Poin penghentian Menu,

Dalam kotak dialog yang muncul di layar, pilih Tambah.

Perintahkan untuk menjalankan program hingga titik penghentian.

Jalankan setiap instruksi langkah demi langkah menggunakan tombol Instruksi,

Periksa efek dari masing-masing kumpulan instruksi. Secara khusus, program:


a) Gunakan mode pengalamatan langsung untuk menyalin isi dari register R4
untuk posisi memoriVarOutroByte.
b) Gunakan mode pengalamatan tidak langsung melalui register untuk menyalin konten dari
penyimpanan R6 untuk posisi memoriKataVarUmaMulailah dengan meletakkan
posisi memori di register R1.
c) Menggunakan dua instruksi pengalamatan langsung untuk menyalin konten dari
posisi memoriVarOutroByteuntuk posisi memoriVarUmByte.
Gunakan register R1 sebagai register tambahan.

Referensi
[1] [Link], [Link], [Link], “Manual Simulasi P3”, IST, 2003

Anda mungkin juga menyukai