MODUL AJAR IPAS KELAS VI
INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul
Nama Penyusun Muhamad Syahri,[Link].I
Satuan Pendidikan MI AL-ISHLAH PULOKULON
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Jenjang/Kelas MI / VI (Enam)
Bab/Topik Spesifik Bab 2 / Cerita tentang Indonesia Kita
Alokasi Waktu 27 Jam Pelajaran (JP) @35 menit
B. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik mengetahui bahwa Indonesia adalah negara yang
Awal merdeka dan mungkin mengenal beberapa nama pahlawan nasional
(misalnya, Ir. Soekarno, Pangeran Diponegoro). Namun,
pemahaman mereka mengenai kronologi penjajahan, bentuk-bentuk
perlawanan, dan peristiwa kunci menuju kemerdekaan masih
bersifat parsial dan perlu diperdalam.
Minat Sebagian besar peserta didik tertarik pada cerita kepahlawanan,
pertempuran, dan biografi tokoh-tokoh inspiratif. Minat ini dapat
dipantik melalui media visual seperti gambar, peta historis, dan
kegiatan bermain peran atau drama.
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan pembelajaran sejarah yang dinamis dan
Belajar naratif, bukan sekadar penghafalan tanggal dan nama. Mereka perlu
dibantu untuk melihat hubungan sebab-akibat antarperistiwa melalui
alat bantu visual seperti lini masa (timeline) dan peta. Pembelajaran
berbasis proyek (proyek drama) akan sangat efektif untuk
menghidupkan cerita sejarah dan menanamkan nilai-nilai
kepahlawanan.
C. Materi Pelajaran
Poin-poin utama materi yang akan dipelajari dalam bab ini meliputi:
1. Kedatangan Bangsa-Bangsa Asing: Latar belakang dan tujuan kedatangan bangsa
Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda) ke Nusantara, yang berpusat pada pencarian
rempah-rempah (Gold, Glory, Gospel).
2. Perlawanan terhadap Penjajah: Bentuk perlawanan di berbagai daerah (contoh:
Perang Diponegoro), lahirnya Pergerakan Nasional (Budi Utomo, Sumpah Pemuda),
hingga masa pendudukan Jepang.
3. Proklamasi Kemerdekaan: Peristiwa-peristiwa penting di sekitar proklamasi, peran
para tokoh golongan tua dan muda, serta makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
D. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mensyukuri karunia kemerdekaan sebagai hasil
kepada Tuhan YME, & perjuangan para pahlawan dan rahmat Tuhan YME,
Berakhlak Mulia serta meneladani akhlak mulia para pahlawan.
Berkebinekaan Global Mengenal dan menghargai sejarah bangsa sebagai
bagian dari interaksi dengan bangsa-bangsa lain di
dunia, serta mengambil pelajaran dari peristiwa
tersebut.
Gotong Royong Berkolaborasi secara aktif dan peduli dalam proyek
kelompok (membuat lini masa, pagelaran drama) untuk
mencapai tujuan pembelajaran bersama.
Bernalar Kritis Menganalisis alasan mengapa perjuangan kedaerahan
sering mengalami kegagalan dan membandingkannya
dengan kekuatan perjuangan yang terorganisasi secara
nasional.
Kreatif Menghasilkan gagasan orisinal dalam menyusun
naskah dan memerankan tokoh sejarah dalam pagelaran
drama.
E. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Peserta didik mengenal budaya, sejarah, baik tokoh maupun
Pembelajaran periodisasinya di Indonesia serta menghubungkan dengan
(Elemen konteks kehidupan saat ini. Peserta didik juga dapat
Pemahaman IPAS) menceritakan kembali bagaimana perjuangan bangsa
Indonesia melawan imperialisme dan mencapai kemerdekaan.
Lintas Disiplin Bahasa Indonesia: Membaca teks narasi sejarah, menuliskan
Ilmu kembali informasi, membuat naskah drama. SBdP:
Merancang dan mementaskan drama kolosal, membuat
properti dan kostum. PPKn: Memahami nilai-nilai persatuan
dan kesatuan dalam Sumpah Pemuda dan Proklamasi.
Tujuan 1. Mengenal sejarah, baik tokoh maupun periodisasinya di
Pembelajaran Bab Indonesia serta menghubungkan dengan konteks kehidupan
Ini saat ini.
2. Menceritakan kembali bagaimana perjuangan bangsa
Indonesia melawan imperialisme dan mencapai kemerdekaan.
3. Merefleksikan semangat juang para pahlawan dan
meneladani perjuangan pahlawan yang diimplementasikan
dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL),
(Pendekatan Deep Pembelajaran Berbasis Narasi (Narrative-Based Learning).
Learning) Metode:
• Pembelajaran Bermakna (Meaningful): Menghubungkan arti
'penjajahan' di masa lalu dengan bentuk-bentuk 'penjajahan'
modern (misal: budaya, ekonomi). Merefleksikan semangat
Sumpah Pemuda dalam konteks persatuan di kelas.
• Pembelajaran Menyenangkan (Joyful): Belajar melalui
pembuatan lini masa visual yang kreatif, analisis tokoh
pahlawan idola, dan pementasan drama kolosal.
• Pembelajaran Penuh Kesadaran (Mindful): Mengajak siswa
hening sejenak untuk membayangkan dan merasakan
semangat para pahlawan saat momen-momen genting (misal:
saat Sumpah Pemuda atau detik-detik Proklamasi).
Pemanfaatan Opsional: Menonton video dokumenter singkat atau film
Digital animasi tentang perjuangan kemerdekaan untuk memberikan
gambaran visual yang lebih hidup.
PENGALAMAN BELAJAR (RINCIAN PER PERTEMUAN)
Blok 1: Awal Mula Cerita (Topik A: Kedatangan Bangsa Bangsa Asing)
Pertemuan 1-3: Jejak Para Penjelajah di Nusantara
Kegiatan Awal (15 menit)
[Link] Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Guru meminta peserta didik
untuk mengamati sebuah benda di kelas yang berasal dari luar negeri (jika ada)
atau gambar rempah-rempah (cengkeh, pala).
[Link] pemantik: "Menurut kalian, mengapa orang dari negara yang sangat
jauh mau datang ke Indonesia ribuan tahun lalu hanya untuk mencari benda ini
(rempah-rempah)?"
[Link] menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan menelusuri jejak bangsa asing
di Indonesia dan mencari tahu alasan kedatangan mereka.
Kegiatan Inti (75 menit)
[Link] Peta (Meaningful Learning): Peserta didik secara berkelompok
mengamati peta jalur penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa. Mereka
menelusuri rute dari Eropa menuju Indonesia.
[Link]: "Mengapa mereka menempuh perjalanan laut yang begitu jauh dan
berbahaya? Apa yang mereka cari?" Guru mengarahkan diskusi pada konsep 3G
(Gold, Glory, Gospel).
[Link] Lini Masa (Joyful Learning): Peserta didik dalam kelompok membuat
sebuah lini masa (timeline) visual di kertas karton, menandai periode kedatangan
bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda. Mereka menambahkan gambar atau
simbol sederhana untuk setiap peristiwa.
Kegiatan Penutup (15 menit)
[Link] kelompok memajang lini masanya (Gallery Walk). Peserta didik berkeliling
untuk melihat hasil karya kelompok lain.
[Link] singkat: "Bagaimana perasaanmu jika ada tamu datang ke rumahmu, lalu
lama-kelamaan ingin menguasai rumahmu?" Ini menjadi pengantar untuk topik
perlawanan.
Blok 2: Api Perjuangan (Topik B: Macam Macam
Perlawanan)
Pertemuan 4-6: Dari Daerah hingga Nasional
Kegiatan Awal (10 menit)
[Link] mengulas kembali tentang awal kedatangan bangsa asing yang berujung pada
penjajahan.
[Link] bertanya, "Jika kalian berada di posisi rakyat Indonesia saat itu, apa yang
akan kalian lakukan?"
Kegiatan Inti (85 menit)
[Link] Tokoh Pahlawan (Meaningful Learning): Guru menyajikan cerita
singkat tentang dua pahlawan dari daerah berbeda (misal: Pangeran Diponegoro
dan Tuanku Imam Bonjol).
[Link] didik dalam kelompok berdiskusi untuk membandingkan: "Apa persamaan
semangat juang mereka? Mengapa perlawanan mereka pada akhirnya dapat
dipatahkan oleh penjajah?" Diskusi diarahkan pada kesimpulan bahwa perjuangan
masih bersifat kedaerahan dan mudah diadu domba.
[Link] Bermakna (Meaningful Learning): Guru menjelaskan titik balik
perjuangan, yaitu lahirnya kesadaran untuk bersatu secara nasional, ditandai
dengan lahirnya Budi Utomo dan Sumpah Pemuda.
[Link] Sumpah Pemuda (Joyful Learning): Kelas secara bersama-sama
mengucapkan kembali ikrar Sumpah Pemuda dengan penuh semangat untuk
merasakan gelora persatuan saat itu.
Kegiatan Penutup (10 menit)
[Link] didik menyimpulkan perbedaan mendasar antara perjuangan sebelum dan
sesudah tahun 1908.
[Link]: "Apa makna 'persatuan' bagi kalian di kelas ini?"
Blok 3: Detik Detik Menuju Kemerdekaan (Topik C: Kemerdekaan)
Pertemuan 7-9: Jalan Menuju Proklamasi
Kegiatan Awal (10 menit)
[Link] menampilkan gambar bendera Merah Putih dan bertanya, "Apa makna
bendera ini bagi kita semua? Kapan pertama kali bendera ini dikibarkan secara
resmi sebagai bendera negara merdeka?"
Kegiatan Inti (85 menit)
[Link] Kasus Peristiwa Rengasdengklok (Meaningful Learning): Guru
menceritakan secara naratif peristiwa Rengasdengklok, menyoroti perbedaan
pendapat antara golongan muda dan golongan tua.
[Link] Sederhana (Joyful Learning): Kelas dibagi menjadi dua kelompok besar:
"Golongan Muda" dan "Golongan Tua". Mereka berdebat sederhana tentang
kapan waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan. Ini membantu
siswa memahami dilema yang dihadapi para pahlawan.
[Link] Tokoh Proklamasi: Peserta didik secara berpasangan mencari tahu peran
tokoh-tokoh kunci (Soekarno, Hatta, Achmad Soebardjo, Fatmawati, Sayuti
Melik, dll.) dan menuliskan kontribusi mereka.
[Link] Penuh Kesadaran (Mindful Learning): Guru memutar lagu "Indonesia
Raya" atau musik instrumental yang khidmat, lalu meminta siswa memejamkan
mata dan membayangkan suasana pada 17 Agustus 1945 saat teks Proklamasi
dibacakan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
[Link] didik menceritakan kembali proses lahirnya Proklamasi secara singkat.
[Link]: "Sikap pahlawan mana yang paling menginspirasimu? Mengapa?"
ASESMEN
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal Tanya Jawab Lisan: Guru menanyakan, "Siapa pahlawan
(Diagnostik) Indonesia yang kamu kenal? Apa yang kamu ketahui tentang
penjajahan?" untuk mengukur pengetahuan awal.
Asesmen Penilaian Kinerja: Rubrik penilaian untuk proyek pembuatan "Lini
Formatif Masa Sejarah". Aspek yang dinilai: kelengkapan informasi,
(Proses) kronologi, kreativitas, dan kerja sama kelompok.
Observasi: Catatan anekdotal guru mengenai partisipasi siswa
dalam diskusi, debat sederhana, dan analisis tokoh.
Asesmen Proyek Utama (Kinerja): Pagelaran seni pertunjukan berupa
Sumatif (Akhir drama kolosal tentang salah satu fragmen perjuangan bangsa
Bab) (misal: perumusan teks proklamasi). Penilaian menggunakan
rubrik yang mencakup aspek: penguasaan naskah, penjiwaan
karakter, kerja sama tim, dan kreativitas properti.
PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Kegiatan Pengayaan:
o Peserta didik yang lebih cepat memahami dapat ditantang untuk membuat biografi
singkat (satu halaman) tentang pahlawan nasional yang kurang populer atau
pahlawan dari daerahnya sendiri.
o Melakukan riset sederhana tentang peninggalan sejarah masa penjajahan yang ada
di kota/daerah mereka.
Kegiatan Remedial:
o Bagi peserta didik yang kesulitan memahami kronologi, guru menyediakan kartu-
kartu peristiwa dan tokoh untuk diurutkan menjadi sebuah alur cerita yang benar.
o Menonton bersama film dokumenter atau animasi sejarah dengan bimbingan dan
jeda untuk diskusi di setiap segmen penting.
REFLEKSI DIRI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK
Refleksi Diri Peserta Didik:
Setelah mempelajari bab ini, jawablah pertanyaan berikut di buku tulismu:
1. Dari semua cerita perjuangan yang telah kita pelajari, kisah mana yang paling
menyentuh hatimu? Mengapa?
2. Sikap apa dari para pahlawan yang ingin kamu tiru dalam kehidupanmu sehari-hari
(misalnya di sekolah atau di rumah)?
3. Menurutmu, apakah kita hari ini masih perlu "berjuang"? Berjuang untuk apa?
4. Apa bagian yang paling menyenangkan dari belajar sejarah di bab ini?
Refleksi Diri Pendidik:
1. Apakah metode naratif (bercerita) dan bermain peran berhasil membuat peserta didik
lebih antusias belajar sejarah?
2. Bagaimana saya bisa lebih efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep
abstrak seperti "nasionalisme" dan "diplomasi"?
3. Apakah setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi
aktif dalam kegiatan kelompok dan diskusi?
4. Apa yang bisa saya perbaiki dalam mengelola proyek besar seperti pagelaran drama
agar lebih terorganisasi dan bermakna bagi semua peserta didik?
Mengetahui, …………………… 2025
Kepala MI Al-Ishlah Guru Mata Pelajaran
(Ahmad Arrifa’I, [Link].I) Muhamad Syahri,[Link].I
NIP.197306282007101003 NIP. -