PROGRAM SEMESTER (PROMES)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Madrasah : ................................................
Nama Penyusun : ................................................
NIP : ................................................
Mata pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Fase D, Kelas / Semester : IX (Sembilan) / I (Ganjil) & II (Genap)
PROGRAM SEMESTER DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Satuan Madrasah : …………………………….
Tahun Pelajaran : 20... / 20...
Fase D, Kelas/Semester: IX (Sembilan) / I (Ganjil)
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir fase ini ada 5 periode yang menjadi tema pembelajaran, yakni periode Rasulullah Saw., periode Khulafaurasyidin, Islam pada periode
klasik, Islam pada periode pertengahan, dan periode Islam di Nusantara. Pada elemen periode Rasulullah Saw., peserta didik mampu memahami misi
dan strategi dakwah Rasulullah Saw. di Mekah dan Madinah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagai inspirasi menerapkan semangat ukhuwah
Islamiyah dalam kebhinekaan. Pada elemen periode Khulafaurasyidin, peserta didik mampu memahami berbagai peristiwa yang terjadi pada masa
Khulafaurasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat di kehidupan masa kini dan masa
depan. Pada elemen periode klasik, peserta didik mampu memahami perkembangan peradaban Islam di masa Daulah Umayyah, meneladani peran
ilmuwan muslim dalam menumbuhkembangkan kreativitas jiwa pembelajar, serta meneladani jiwa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz dalam
menjunjung tinggi nilai keadilan dan prinsip demokrasi di kehidupan masa kini dan masa depan. Memahami sejarah berdiri dan berkembangnya
peradaban Islam pada masa Daulah Abbasiyah, meneladani peran ilmuwan serta ulama sebagai inspirasi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan menjunjung tinggi nilai agama demi kemajuan peradaban bangsa. Pada elemen periode pertengahan peserta didik mampu memahami
sejarah berdiri dan berkembangnya peradaban Islam pada masa Daulah Ayyubiyah, meneladani peran ilmuwan dalam kemajuan peradabannya,
meneladani sikap keperwiraan serta kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai inspirasi dalam memegang teguh prinsip toleransi kehidupan
berbangsa dan bernegara. Pada elemen periode Islam di Nusantara, peserta didik mampu memahami sejarah penyebaran Islam di Nusantara, peran
Wali Sanga dan pesantren dalam dakwah Islam di Nusantara, nilai-nilai kearifan lokal, serta meneladani pendiri organisasi kemasyarakatan Islam
sebagai inspirasi dalam menumbuhkan dan merawat nasionalisme di lingkungannya.
Elemen Capaian Pembelajaran
Periode Rasulullah Saw. Memahami sejarah dakwah Rasulullah Saw. di Mekah dan Madinah sebagai rahmat bagi seluruh alam
yang menjadi inspirasi dalam menerapkan semangat ukhuwah Islamiyah dalam kebhinekaan.
Periode Khulafaurasyidin Memahami prestasi Khulafaurasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan sikap saling menghargai dan
Elemen Capaian Pembelajaran
menghormati perbedaan pendapat di kehidupan masa kini dan masa depan.
Periode Klasik (650 M-1250 M) Memahami perkembangan peradaban Islam pada masa Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah, peran
ulama dan ilmuwan muslim, kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz dalam menumbuhkembangkan
kreativitas jiwa pembelajar, inspirasi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjunjung
tinggi nilai agama untuk kemajuan peradaban bangsa.
Periode Pertengahan (1250 M-1800 M) Memahami sejarah peradaban Islam pada masa Daulah Ayyubiyah dan ilmuwan Daulah Ayyubiyah
sebagai inspirasi dalam memegang teguh prinsip berpikir maju, moderat, dan solutif dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Periode Islam di Nusantara Memahami sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia, peran Wali Sanga, peran lembaga pesantren
dalam dakwah Islam di Indonesia, nilai-nilai kearifan lokal, pendiri organisasi kemasyarakatan Islam
Indonesia sebagai inspirasi dalam menumbuhkan dan merawat jiwa nasionalisme di lingkungannya.
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Bab 1 : Sejarah Islam di Indonesia
Peserta didik mampu menganalisis kondisi
sosial, budaya, dan religi masyarakat
Nusantara sebelum masuknya Islam dengan
penuh rasa cinta pada sejarah bangsa.
Peserta didik mampu mengidentifikasi jalur
perdagangan dan perkawinan sebagai saluran
awal penyebaran Islam yang dilandasi cinta
dan interaksi damai.
Peserta didik mampu menjelaskan peran jalur
pendidikan (pesantren) dan tasawuf dalam
menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah dan
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
ilmu secara mendalam.
Peserta didik mampu mengapresiasi jalur seni
budaya dan politik sebagai wujud dakwah
yang kreatif dan bijaksana.
Peserta didik mampu membandingkan
berbagai teori masuknya Islam ke Nusantara
(Mekah, Persia, Gujarat, Cina) dengan sikap
kritis dan terbuka.
Peserta didik mampu menyimpulkan corak
keislaman di Nusantara yang unik dan
mengambil ibrah dari keseluruhan proses
Islamisasi sebagai wujud cinta pada agama dan
tanah air.
Bab 2 : Kerajaan Islam di Indonesia
Peserta didik mampu menganalisis sejarah
Kerajaan Samudera Pasai dan Malaka sebagai
gerbang Islam di Nusantara dengan semangat
cinta pada pelopor peradaban.
Peserta didik mampu menjelaskan puncak
kejayaan dan perjuangan Kerajaan Aceh
Darussalam sebagai wujud cinta tanah air.
Peserta didik mampu menganalisis peran
Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam
pertama di Jawa dan pusat dakwah Walisanga.
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Peserta didik mampu mendeskripsikan transisi
kekuasaan dari Demak ke Pajang dan
meneladani kearifan para pemimpinnya.
Peserta didik mampu membandingkan sejarah
Kerajaan Banten dan Cirebon sebagai dua
kekuatan maritim di pesisir utara Jawa.
Peserta didik mampu menganalisis masa
keemasan Kerajaan Mataram Islam di bawah
kepemimpinan Sultan Agung.
Peserta didik mampu meneladani jiwa
kepahlawanan Sultan Hasanuddin dari
Kerajaan Gowa-Tallo dalam mempertahankan
kedaulatan bangsa.
Peserta didik mampu menjelaskan peran
Kerajaan Ternate dan Tidore di Indonesia
bagian timur dan mengambil ibrah dari
persaingan dan persatuan mereka.
Bab 3 : Peran Pesantren dalam Dakwah Islam di Indonesia
Peserta didik mampu menjelaskan hakikat
pesantren sebagai lembaga pendidikan
bercorak keislaman dan keaslian Indonesia
dengan penuh rasa cinta pada warisan budaya.
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan
menganalisis lima komponen pokok yang
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
membentuk ekosistem pesantren.
Peserta didik mampu menjelaskan peran
sentral kiai dan proses pembentukan karakter
santri sebagai inti dari pendidikan pesantren.
Peserta didik mampu menganalisis peran
pesantren sebagai pusat dakwah dan kaderisasi
ulama (pencetak para da'i).
Peserta didik mampu mengidentifikasi
persebaran dan meneladani sejarah pesantren-
pesantren penting di Pulau Jawa.
Peserta didik mampu mengidentifikasi
persebaran dan meneladani sejarah pesantren-
pesantren penting di luar Jawa serta
menyimpulkan kontribusi pesantren bagi
Indonesia.
Bab 4 : Nilai-Nilai Islam dan Kearifan Lokal
Peserta didik mampu menjelaskan konsep
akulturasi dan implementasi nilai-nilai Islam
dalam kehidupan masyarakat Indonesia dengan
penuh cinta pada proses sejarah.
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan
menganalisis makna di balik kearifan lokal
bernuansa Islam di Suku Jawa.
Alokasi Juli Agustus September Oktober November Desember
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Peserta didik mampu membandingkan kearifan
lokal bernuansa Islam di Suku Madura dan
Suku Sunda.
Peserta didik mampu menganalisis kearifan
lokal bernuansa Islam di Suku Melayu yang
kaya akan nilai-nilai syiar.
Peserta didik mampu membandingkan kearifan
lokal bernuansa Islam di Suku Bugis dan Suku
Minang.
Peserta didik mampu menyajikan hasil
eksplorasi kearifan lokal dan menyimpulkan
pentingnya merawat keberagaman sebagai
wujud cinta tanah air.
JUMLAH JAM PELAJARAN
PROGRAM Mengetahui, ..........., ......................... 20.. SEMESTER
DEEP Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
Mata Pelajaran : Sejarah
.......................................... .......................................... Kebudayaan
NIP. ................................ NIP. ................................ Islam (SKI)
Satuan Madrasah :
…………………………….
Tahun Pelajaran : 20... / 20...
Fase D, Kelas/Semester: IX (Sembilan) / II (Genap)
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir fase ini ada 5 periode yang menjadi tema pembelajaran, yakni periode Rasulullah Saw., periode Khulafaurasyidin, Islam pada periode
klasik, Islam pada periode pertengahan, dan periode Islam di Nusantara. Pada elemen periode Rasulullah Saw., peserta didik mampu memahami misi
dan strategi dakwah Rasulullah Saw. di Mekah dan Madinah sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagai inspirasi menerapkan semangat ukhuwah
Islamiyah dalam kebhinekaan. Pada elemen periode Khulafaurasyidin, peserta didik mampu memahami berbagai peristiwa yang terjadi pada masa
Khulafaurasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat di kehidupan masa kini dan masa
depan. Pada elemen periode klasik, peserta didik mampu memahami perkembangan peradaban Islam di masa Daulah Umayyah, meneladani peran
ilmuwan muslim dalam menumbuhkembangkan kreativitas jiwa pembelajar, serta meneladani jiwa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz dalam
menjunjung tinggi nilai keadilan dan prinsip demokrasi di kehidupan masa kini dan masa depan. Memahami sejarah berdiri dan berkembangnya
peradaban Islam pada masa Daulah Abbasiyah, meneladani peran ilmuwan serta ulama sebagai inspirasi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan menjunjung tinggi nilai agama demi kemajuan peradaban bangsa. Pada elemen periode pertengahan peserta didik mampu memahami
sejarah berdiri dan berkembangnya peradaban Islam pada masa Daulah Ayyubiyah, meneladani peran ilmuwan dalam kemajuan peradabannya,
meneladani sikap keperwiraan serta kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai inspirasi dalam memegang teguh prinsip toleransi kehidupan
berbangsa dan bernegara. Pada elemen periode Islam di Nusantara, peserta didik mampu memahami sejarah penyebaran Islam di Nusantara, peran
Wali Sanga dan pesantren dalam dakwah Islam di Nusantara, nilai-nilai kearifan lokal, serta meneladani pendiri organisasi kemasyarakatan Islam
sebagai inspirasi dalam menumbuhkan dan merawat nasionalisme di lingkungannya.
Elemen Capaian Pembelajaran
Periode Rasulullah Saw. Memahami sejarah dakwah Rasulullah Saw. di Mekah dan Madinah sebagai rahmat bagi seluruh alam
yang menjadi inspirasi dalam menerapkan semangat ukhuwah Islamiyah dalam kebhinekaan.
Periode Khulafaurasyidin Memahami prestasi Khulafaurasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan sikap saling menghargai dan
menghormati perbedaan pendapat di kehidupan masa kini dan masa depan.
Periode Klasik (650 M-1250 M) Memahami perkembangan peradaban Islam pada masa Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah, peran
ulama dan ilmuwan muslim, kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz dalam menumbuhkembangkan
kreativitas jiwa pembelajar, inspirasi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjunjung
tinggi nilai agama untuk kemajuan peradaban bangsa.
Periode Pertengahan (1250 M-1800 M) Memahami sejarah peradaban Islam pada masa Daulah Ayyubiyah dan ilmuwan Daulah Ayyubiyah
sebagai inspirasi dalam memegang teguh prinsip berpikir maju, moderat, dan solutif dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara.
Periode Islam di Nusantara Memahami sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia, peran Wali Sanga, peran lembaga pesantren
dalam dakwah Islam di Indonesia, nilai-nilai kearifan lokal, pendiri organisasi kemasyarakatan Islam
Indonesia sebagai inspirasi dalam menumbuhkan dan merawat jiwa nasionalisme di lingkungannya.
Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Bab 5 : Walisanga dalam Dakwah Islam di Indonesia
Peserta didik mampu menganalisis biografi
dan peran dakwah Sunan Gresik dan Sunan
Ampel sebagai peletak dasar dakwah
Walisanga.
Peserta didik mampu membandingkan metode
dakwah Sunan Bonang dan Sunan Giri yang
berfokus pada kaderisasi dan pengembangan
budaya.
Peserta didik mampu menganalisis metode
Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
dakwah Sunan Drajat dan Sunan Kalijaga yang
menekankan pada kepedulian sosial dan
kearifan budaya.
Peserta didik mampu membandingkan strategi
dakwah Sunan Kudus dan Sunan Muria yang
ahli dalam menyesuaikan diri dengan kondisi
masyarakat.
Peserta didik mampu menganalisis peran unik
Sunan Gunung Jati sebagai wali sekaligus
pemimpin politik (raja).
Peserta didik mampu menyintesiskan peran
kolektif Walisanga dalam berbagai bidang dan
mengambil ibrah dari perjuangan mereka
sebagai wujud cinta pada ulama dan bangsa.
Bab 6 : Syaikh Abdur Rauf As-Singkili & Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Peserta didik mampu menganalisis biografi
dan perjalanan intelektual Syaikh Abdur Rauf
As-Singkili sebagai pelopor Tarekat
Syattariyah di Indonesia.
Peserta didik mampu mengidentifikasi karya-
karya utama dan peran dakwah Syaikh Abdur
Rauf As-Singkili di Kerajaan Aceh.
Peserta didik mampu menganalisis biografi
dan perjalanan intelektual Syaikh Muhammad
Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
Arsyad Al-Banjari sebagai "Matahari Agama"
dari Banjar.
Peserta didik mampu mengidentifikasi karya
monumental dan peran dakwah Syaikh
Muhammad Arsyad Al-Banjari, serta
mengambil ibrah dari kedua tokoh.
Bab 7 : Pendiri Organisasi Keagamaan di Indonesia
Peserta didik mampu menganalisis biografi
dan perjalanan intelektual KH. Ahmad Dahlan
sebagai motor penggerak pembaruan Islam.
Peserta didik mampu menjelaskan proses
pendirian Muhammadiyah serta kontribusinya
dalam bidang pendidikan dan sosial sebagai
wujud cinta pada sesama.
Peserta didik mampu menganalisis biografi
dan perjalanan intelektual KH. Hasyim Asy'ari
sebagai penjaga tradisi dan benteng
ahlussunnah wal jama'ah.
Peserta didik mampu menjelaskan latar
belakang dan proses pendirian Nahdlatul
Ulama (NU) serta perannya dalam perjuangan
kemerdekaan.
Peserta didik mampu membandingkan
landasan pemikiran, fokus gerakan, dan amal
Alokasi Januari Februari Maret April Mei Juni
Alur dan Tujuan Pembelajaran
Waktu 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
usaha Muhammadiyah dan NU.
Peserta didik mampu menyimpulkan peran
bersama kedua organisasi sebagai pilar penjaga
Islam dan Indonesia, serta merefleksikan
pentingnya ukhuwah (persaudaraan).
JUMLAH JAM PELAJARAN
Mengetahui, ..........., ......................... 20..
Kepala Madrasah Guru Mata Pelajaran
.......................................... ..........................................
NIP. ................................ NIP. ................................