0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

PBL dan Video Tingkatkan Motivasi Belajar Inggris

Dokumen ini membahas praktik pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dibantu dengan video dan PPT untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Bancak. Penulis, Ahmad Syafi’i, menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk pemilihan metode dan media yang inovatif. Hasil dari praktik ini menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Diunggah oleh

Yuni Trilestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan10 halaman

PBL dan Video Tingkatkan Motivasi Belajar Inggris

Dokumen ini membahas praktik pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang dibantu dengan video dan PPT untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Bancak. Penulis, Ahmad Syafi’i, menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran serta langkah-langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk pemilihan metode dan media yang inovatif. Hasil dari praktik ini menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Diunggah oleh

Yuni Trilestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BEST PRACTICE

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM


PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN
VIDEO PEMBELAJARAN PPT PADA MATERI ANNOUNCEMENT
TEXT KELAS X TKR 1 SMK NEGERI 1 BANCAK
TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023

DISUSUN OLEH
NAMA GURU : Ahmad Syafi’i, S. PdI
NO. UKG : 201503142143

PENDIDIKAN PROFESI GURU


UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Tahun 2022
BEST PRACTICE
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL
PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN
VIDEO PEMBELAJARAN PPT PADA MATERI ANNOUNCEMENT
TEXTKELAS X TKR 1SMK NEGERI 1 BANCAK TAHUN PELAJARAN
2022 / 2023

Lokasi : SMK N 1 Bancak


Lingkup Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan
Tujuan yang ingin dicapai : Tujuan yang hendak dicapai dalam praktik
pembelajaran ini adalah:
Dengan menggunakan model pembelajaran
Problem Based Learning berbantuan video
pembelajaran dan PPT dapat meningkatkan
motivasi belajar peserta didik dalam
pembelajaran pada materi Announcemennt
text
Penulis : Ahmad Syafi’i, [Link]
Tanggal : 16 Desember 2022

A. Situasi
Motivasi memegang peranan yang penting dalam proses belajar.
Apabila guru dan orang tua dapat memberikan motivasi yang baik pada
peserta didik, maka dalam diri peserta didik akan timbul dorongan dan hasrat
untuk belajar lebih baik. Menurut Uno (2011), motivasi belajar adalah
dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk
mengadakan tingkah laku, pada umumnya dengan berupa indikator atau
unsur-unsur yang mendukung. Indikator-indikator tersebut, antara lain adanya
hasrat dan keinginan, dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan
cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar dan lingkungan belajar yang
kondusif. Sedangkan menurut Syafi'i (2021), motivasi belajar siswa dapat
dilihat dari minat dan perhatian siswa dalam pelajaran, Semangat siswa untuk
melakukan tugas belajarnya, tanggungjawab siswa dalam mengerjakan tugas-
tugas, reaksi yang ditunjukkan siswa dari respon yang diberikan guru, serta
rasa senang dalam mengerjakan tugas sekolah.
Memberikan motivasi yang baik dan sesuai, dapat menyadar kan
peserta didik akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan
pembelajaran terebut. Motivasi belajar juga dirarapkan mampu menggugah
semangat belajar, terutama bagi peserta didik yang masih kurang bersemangat
dalam belajar dikarenakan adanya pengaruh negatif dari luar diri siswa.
Selanjutnya dapat membentuk kebiasaan peserta didik untuk senang dalam
belajar, sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat.
Latar belakang masalah dalam praktik pembelajaran adalah:
1. Peserta didik kurang bersemangat mengikuti proses pembelajaran
2. Tujuan peserta didik bersekolah hanya untuk mendapatkan ijazah
3. Peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran
4. Peserta didik belum percaya diri menanyakan tentang materi pelajaran
yang belum difahami
5. Peserta didik belum percaya diri melakukan presentasi di depan kelas
6. Pembelajaran hanya berpusat pada guru sebagai sumber belajar
7. Model pembelajaran yang digunakan guru cenderung monoton
8. Guru belum mengoptimalkan penggunaan LKPD pada proses
pembelajaran sehingga menimbulkan ketidaktertarikan siswa terhadap
mata pelajaran Bahasa Inggris, karena menganggap mata pelajaran
Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.
Praktik pembelajaran ini menurut saya penting untuk dibagikan karena
saya kira banyak rekan guru yang mengalami permasalahan yang sama
dengan permasalahan yang saya alami, sehingga praktik ini diharapkan selain
bisa memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi atau
inspirasi bagi rekan guru lain.
Di dalam praktik pembelajaran, saya yang berperan sebagai guru
mempunyai tanggung jawab untuk melakukan proses pembelajaran secara
efektif, dengan menggunakan metode, media, dan model pembelajaran yang
tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta
didik bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

B. Tantangan
Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan kajian literatur,
wawancara Guru dan Kepala sekolah, maka ada beberapa tantangan yang
terjadi yaitu :
1. Kurangnya motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa
Inggris
2. Siswa kurang percaya diri dan merasa dirinya kurang pintar.
3. Pembelajaran masih berpusat pada guru
4. Guru kurang inovatif dalam memilih model pembelajaran.
Dari penyebab diatas tantangan yang dihadapi oleh
guru adalah guru harus mampu memberikan motivasi dan
kebermaknaan materi dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik
serta pemilihan metode, media dan model pembelajaran yang yang tepat
dan inovatif.
Kegiatan praktik pembelajaran ini, juga harus memiliki
dukungan dari beberapa pihak yaitu, dari kepala sekolah selaku
pimpinan yang memberikan izin, fasilitas mengenai kegiatan pembelajaran
yang saya laksanakan, dukungan dari dosen pembimbing (Ibu Yulia.), dari
guru pamong (Ibu Dwi Setyorini) serta rekan sejawat berupa masukan-
masukan yang membangun. Sarana dan prasarana yang ada sangat
membantu kelancaran kegiatan pembelajaran. Selain itu dukungan penuh
dari peserta didik yang sangat antusias dalam proses pembelajaran juga
sangat membantu dalam praktik pembelajaran ini.
Berdasarkan tantangan tersebut bisa disimpulkan bahwa tantangan
yang dihadapi tidak hanya melibatkan guru dan peserta didik. Berikut yang
terlibat dalam pembelajaran :
1. Guru sebagai perancang perangkat pembelajaran dan pelaksana
pembelajaran
2. Peserta didik sebagai pelaksana pembelajaran.
3. Rekan sejawat sebagai pemberi saran dan masukan.
4. Kepala sekolah sebagai pemberi kebijakan
5. Wakilkepala sekolah bagian kurikulum sebagai pemberi izin
6. Dosen pembimbing dan guru pamong sebagai pemberi masukan-
masukan yang membangun.

C. Aksi
Berdasarkan tantangan yang dihadapi guru,langkah-langkah yang
harus dilakukan yaitu:
1. Pemilihan model pembelajaran inovatif
Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model pembelajaran
inovatif adalah dengan memahami karakteristik peserta didik dan
karakteristik materi pembelajaran. Adapun model pembelajaran inovatif
yang dipilih yaitu model Problem Based Learning (PBL). Menurut
Anggraini, V. D., & Mukhadis, A (2013) mengatakan penggunaan model
pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi
belajar dan hasil belajar siswa. Proses pemilihan model ini yaitu
mempelajari model-model pembelajaran inovatif melalui kajian literatur
(jurnal elektronik), mempelajari kemampuan awal dan kebiasaan gaya
belajar peserta didik , serta karakteristik materi [Link]
umber daya yang diperlukan yaitu, website goggle cendikia,buku guru
dan buku siswa Bahasa Inggris kelas X SMK.
2. Pemilihan media pembelajara inovatif
Strategi yang dilakukan yaitu menggunakan media pembelajaran
inovatif bermuatan TPACK berupa penggunaan PPT dan Video
pembelajaran. Menurut Winata, H. (2017) mengatakan motivasi belajar
dapat ditingkatkan melalui peningkatan penggunaan media pembelajaran.
Proses pembuatan media pembelajaran inovatif ini dibuat mandiri oleh
guru. Sedangkan sumber daya yang diperlukan untuk membuat media
pembelajaran inovatif ini yaitu,buku guru dan buku siswa Bahasa Inggris
kelas X SMK, jaringan internet, laptop dan gawai.
3. Pemilihan metode pembelajaran yang variatif
Strategi yang dilakukan yaitu menggunakan beberapa kombinasi
metode pembelajaran yang variatif seperti metode ceramah interaktif ,
diskusi, demonstrasi,dan penugasan. Menurut Ariati, J. (2017)
mengatakan penggunaan metode pembelajaran, diketahui bahwa metode
ini memberikan banyak keuntungan kepada siswa. Keuntungan yang
diperoleh antara lain adalah dengan meningkatnya motivasi belajar siswa.
Proses penggunaan metode ini dilakukan berdasarkan karakteristik
peserta didik dan materi pembelajaran. Sumber daya yang diperlukan
untuk penggunaan metode pembelajaran variatif ini adalah melibatkan
siswa secara langsung, buku guru dan buku siswa Bahasa Inggris kelas X
SMK, Bahan Ajar yang dibuat oleh guru serta ruang kelas.
4. Meningkatkan motivasi belajar siswa
Strategi yang dilakukan guru untuk meningkatkan motivasi belajar
peserta didik dalam proses pembelajaran yaitu merancang pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik dan melaksanakan pembelajaran yang
menyenangkan. Proses yang dilakukan guru yaitu dimulai dengan
pengembangan rencana aksi berupa Modul Ajar berisikan kegiatan –
kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kemudian
direalisasikan menjadi pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.
Sumber daya yang diperlukan adalah Modul Ajar, LKPD, serta
kompetensi dan kreativitas guru.

D. Refleksi Hasil dan Dampak


Setelah penggunaan model pembelajaran PBL didapatkan hasil:
1. Nilai sikap
Dari 35 peserta didik sudah memiliki nilai sikap yang sangat baik,
terdapat 11 peserta didik yang mendapatkan nilai akhir 100 dan 24 peserta
didik dengan nilai akhir 87,5. Penilaian sikap dinilai dari sikap keaktifan
dan bekerjasama dalam proses pembelajaran. Nilai sikap dari 35 peserta
didik terlihat dalam diagram lingkaran dibawah ini:
2. Nilai pengetahuan
Pada materi ini dari 35 peserta didik, sudah 100% mendapatkan
nilai di atas KKM. Untuk KKM yg ditetapkan di sekolahan kami, mapel
Bahasa Inggris adalah 61. Peserta didik yang mendapatkan nilai 69 ada 3,
nilai 75 ada 6, nilai 81 ada 11, nilai 88 ada 2, nilai 93 ada 2 dan nilai 100
ada 11. Nilai terendah 69 dan nilai tertinggi 100.

3. Nilai keterampilan
Ketrampilan siswa dari 35 siswa, sudah 100% mendapatkan nilai di
atas KKM. Untuk KKM yg ditetapkan di sekolahan kami, mapel Bahasa
Inggris adalah 61. Nilai ketrampilan dari 35 peserta didik terlihat dalam
diagram lingkaran dibawah ini:

4. Nilai motivasi belajar peserta didik


Berdasarkan permasalahan-permasalahan dalam proses
pembelajaran yang dialami oleh siswa kelas X TKR 1SMK Negeri 1
Bancak, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris materi
Announcement textdengan menggunakan model pembelajaran Problem
Based Learning berbantuan video pembelajaran PPT dapat meningkatkan
motivasi belajar peserta didik dilihat dari data lembar obvervasi motivasi
belajar peserta didik serta adanya kenaikan penilaian dari siklus 1 ke
siklus 2.

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan setelah


melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based
Learning dengan pendekatan saintifik yang dikolaborasikan dengan
penggunaan media pembelajaran audio visual berupa penayangan video dan
menyelipkan ice breaking efektif untuk meningkatkan motivasi belajar
peserta didik hal ini dibuktikan dengan perubahan sikap peserta didik yang
sebelumnya pasif, kurang bersemangat, enggan bertanya, dan cenderung
bermain sendiri atau mengganggu temannya saat proses pembelajaran, peserta
didik aktif bekerja sama dan berdiskusi dengan teman sekelompoknya, bisa
melatih peserta didik berpikir kritis serta bisa menampilkan hasil diskusi di
depan kelas dengan melakukan presentasi.
Dalam proses pembelajaran berlangsung, dengan menggunakan
model Problem Based Learning mendapat respon dari lingkungan sekitar
yaitu dari peserta didik dan teman sejawat, yaitu:
1. Dari rekan Guru dan Kepala Sekolah, kegiatan pada saat pembelajaran
menarik karena menggunakan media pembelajaran berupa LCD
proyektor dan penayangan video. Guru secara keseluruhan sudah dapat
melaksanakan pembelajaran dengan baik. Hal tersebut terlihat dari
peserta didik terlibat aktif saat belajar kelompok atau diskusi. Selain itu
respon dari rekan guru dan kepala sekolah juga sangat baik dan
sangat mengapresiasi kegiatan ini denganharapan akan terus
berkelanjutan tidak hanya sebagai tugas dari kegiatan PPL melainkan
pada setiap pembelajaran dan memberikan dampak positif.
2. Dari peserta didik, mereka merasa senang dalam pembelajaran karena
dapat terlibat langsung dalam diskusi. Selain itu peserta disdik juga
sangat puas dengan kegiatan pembelajaran ini. Hal ini bisa dilihat dari
kegiatan refleksi setelah pembelajaran. Peserta didik memberikan
refleksi bahwa pembelajaran materi Announcement texttidak sesulit
yang dibayangkan , bahkan pembelajaran berlangsung sangat
menyenangkan.

DAFTAR PUSTAKA
 Anggraini, V. D., & Mukhadis, A (2013). Problem Based Learning, Motivasi
Belajar, kemampuan awal, dan hasil belajar siswa SMK. Jurnal Ilmu
Pendidikan, 19(2).
 Ariati, J (2017). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Metode Pembelajaran
Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA 1 Pangkalan Kerinci
Riau. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro.
 Syafi'i, M. (2021). Hubungan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar
Bahasa Inggris. Jurnal Cendikia : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris, Vol.05
No.01 Hal. 65-74.
 Uno, Hamzah B. 2011. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi
Aksara.
 Winata, H. (2017). Media pembelajaran mempunyai pengaruh terhadap
motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran
(JPMamper), 2(1), 27-33.

Anda mungkin juga menyukai