Klasifikasi Suara Kucing dan Anjing dengan CNN
Klasifikasi Suara Kucing dan Anjing dengan CNN
E-ISSN: 2807-1271
321
Emanuella et al.
IJCCSISSN
Untuk lebih memahami hasil yang didapatkan, disajikan subsampling[5]. Kemudian sub sampling tersebut diolah ke
confusion matrix, kurva ROC dan report classification. dalam suatu pemetaan fitur. Hasil dari pemetaan tersebut
Model CNN untuk klasifikasi memerlukan label kelas dan diklasifikasikan ke dalam pilihan solusi yang tersedia[6].
ukuran data yang sama sehingga kumpulan data (dataset)
B. Komponen Arsitektur dan Klasifikasi
dibangun dengan melakukan generation pada data dengan
mengambil panjang suara yang sama pada 2 kelas, 1) Convolution 2D
kemudian dilakukan ekstraksi fitur dengan MFCC untuk
membantu mendapatkan banyak informasi dalam data
audio. Setelah data dibagi untuk training dan validasi
kemudian membuat model CNN dan melatih data serta
memprediksi model.
322
Emanuella et al.
IJCCSISSN
4) Dropout bentuk yang sama untuk setiap sampel. Sehingga
dalam penelitian ini menggunakan data audio 2
detik dengan metode pengambilan acak dari semua
sampel.
8) Feature Extraction
Raw audio wave yang diekstrak menggunakan
librosa tidak terlalu informatif karena pada
dasarnya hanya terdiri dari data satu dimensi yang
disimpan dalam array yang hanya mewakili
amplitudo setiap bit. Namun, kita perlu juga untuk
mempertimbangkan pitch audio tersebut sehingga
Gambar 6. Droupout. untuk mengekstrak informasi nada berdasar audio
yang diberikan digunakan fungsi mfcc(). Mel
Dropout mengacu pada pengabaian neuron Frequency Cepstral Coefficients (MFCC)
selama fase pelatihan dari rangkaian neuron merupakan metode ekstraksi fitur untuk
tertentu yang dipilih secara acak, dropout mendapatkan lebih banyak informasi dalam data
digunakan untuk mencegah overfitting. Dropout audio. MFCC sebagai vektor ciri yang baik untuk
mengubah konsep dari mempelajari semua bobot merepresentasikan suara dan sinyal yang telah
bersama-sama menjadi mempelajari sebagian kecil terbukti bermanfaat untuk pengenalan suara,
bobot dalam network di setiap iterasi pelatihan. MFCC dapat digunakan untuk mengekstrak data
sinyal suara sehingga bisa didapatkan ciri yang
5) Flatten
terdapat pada data sinyal suara. Pada MFCC
diterapkan transpose dan output dari fitur ini
ditunjukkan dengan gambar heatmap yang nantinya
akan dilakukan klasifikasi pada gambar tersebut.
9) Label Preprocessing
Sebelum membangun arsitektur kira perlu
memberi label-encode dan one-hot-encode dari
Gambar 7. Flatten. setiap sampel dengan representasi 0 dan 1 karena
nilai dalam array generate masih dalam bentuk
Flatten merupakan salah satu operasi pada tensor data kategorikal yang sama sekali tidak dapat
dengan membentuk kembali tensor menjadi bentuk diolah untuk neural network.
yang sama dengan jumlah elemen yang terdapat 10) Normalization
dalam tensor. Ini sama dengan array element 1d.
Normalisasi data yang kami gunakan yaitu Min-
6) Dense Max Normalization. Cara kerjanya setiap nilai pada
sebuah fitur dikurangi dengan nilai minimum fitur
tersebut, kemudian dibagi dengan rentang nilai atau
nilai maksimum dikurangi nilai minimum dari fitur
tersebut.
(1)
Gambar 8. Dense.
11) Data Split
Dense merupakan lapisan layer pada jaringan Tahap pasca persiapan, data dibagi menjadi
saraf yang terhubung secara dalam, artinya setiap dataset train dan test menggunakan Hold-Out
neuron pada lapisan padat tersebut menerima dengan pembagian masing-masing 70% dan 30%.
masukan dari semua neuron pada lapisan Model CNN yang dalam kemudian dilatih pada
sebelumnya. Dense merupakan lapisan yang paling data train dan memprediksi model dengan diuji
umum digunakan dalam model. pada data test.
7) Data Generation 12) Evaluation
Semua audio memiliki panjang yang berbeda
sehingga menjadi masalah karena dalam
pengklasifikasian hanya menerima data dengan (2)
323
Emanuella et al.
IJCCSISSN
kompetisi Anjing vs Kucing dari Kaggle. Terutama
menyelidiki dua pendekatan untuk mengatasi masalah ini.
(3) Yang pertama adalah model pengenalan pola tradisional.
Kami mengekstrak beberapa fitur buatan manusia seperti
warna dan Dense-SIFT, merepresentasikan gambar
(4) menggunakan model bag of words, lalu melatih
pengklasifikasi Support Vector Machines (SVM). Untuk
pendekatan kedua, kami menggunakan Deep Convolutional
Neural Networks (CNN) untuk mempelajari fitur gambar
dan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation (BP) terlatih
dan SVM untuk klasifikasi. Kami mencoba berbagai
Dalam hasil pelatihan dilakukan pengujian eksperimen untuk meningkatkan performa kami pada set
seperti menguji precision, accuracy, f1-score, loss data pengujian, dan akhirnya mendapatkan akurasi terbaik
function dan confusion matrix. Dengan matriks 94.00% dengan pendekatan kedua[9].
menampilkan tabel hasil prediksi pada data test, f1-
(Pandeya, Kim and Lee, 2018) melakukan penelitian
score sebagai poin data yang diprediksi sebagai
tentang Klasifikasi suara kucing domestik menggunakan
persentase dari semua prediksi, precision
Learned Features dari Deep Neural Nets. Dimana dalam
mengukur seberapa akurat prediksi tersebut, loss
penelitiannya menggunakan dua jenis fitur yang dipelajari
function untuk mengevaluasi cara algoritma
dari deep neural networks; satu dari convolutional neural
memodelkan data.
net (CNN) pada data musik dengan transfer learning dan
C. Penelitian yang Relevan lainnya dari unsupervised convolutional deep belief network
yaitu (CDBN) hanya dilatih pada kumpulan suara kucing.
(Lee et al., 2017) Pada penelitian ini dilakukan Klasifikasi
Dengan membandingkan kinerja klasifikasi faktor-faktor.
Audio untuk Pengenalan audio-visual (AVR) Menggunakan
Dimana jumlah data yang ditingkatkan dengan augmentasi,
Arsitektur CNN tingkat sampel. Dimana dalam
fitur yang dipelajari dari CNN terlatih atau CDBN tanpa
penelitiannya mengusulkan penggunaan arsitektur jaringan
pengawasan, GAP atau FDAP konvensional, dan
saraf konvolusional 3D (3D CNN). Dengan menggunakan
pembelajaran mesin algoritma yang digunakan untuk
arsitektur jaringan yang relatif kecil dan kumpulan data
klasifikasi. Selain itu, fitur yang dipelajari dari CNN terlatih
yang jauh lebih kecil untuk pelatihan, metode yang kami
dan produksi CDBN tanpa pengawasan hasil yang baik
usulkan melampaui kinerja metode serupa yang ada untuk
dalam percobaan. Oleh karena itu, dengan kombinasi dari
pencocokan audio-visual, yang menggunakan CNN 3D
semua faktor positif tersebut, diperoleh hasil terbaik dengan
untuk representasi fitur. Metode yang diusulkan mencapai
akurasi 91,13%, f1-score 0,91, dan area bawah kurva
peningkatan relatif lebih dari 20% pada tingkat kesalahan
0,995.(AUC)[1].
yang sama dan lebih dari 7% pada presisi rata-rata
dibandingkan dengan metode mutakhir[2]. (Singh, 2020) Dalam penelitian Sing mengenai Klasifikasi
Suara Hewan Menggunakan Convolutional Neural Network
(Torfi et al., 2017) Penelitian Investigasi Berbagai Model
mengusulkan kerangka kerja berbasis jaringan saraf
Berbasis CNN untuk Klasifikasi Suara Burung yang Lebih
konvolusional yang fleksibel untuk klasifikasi audio hewan.
Baik juga dilakukan oleh trofi. Dimana dalam studi ini,
Model didorong oleh ideologi untuk mengidentifikasi suara
membandingkan yang berbeda model klasifikasi dan secara
binatang dalam file audio dengan memaksa jaringan untuk
selektif memadukannya untuk lebih meningkatkan kinerja
memperhatikan efek audio inti yang ada dalam audio untuk
klasifikasi suara burung. Tiga jenis frekuensi waktu
menghasilkan Mel-spectrogram. Kerangka yang dirancang
Representasi (TFR) suara burung diselidiki dengan tujuan
mencapai akurasi 98% saat mengklasifikasikan audio hewan
untuk mengkarakterisasi komponen akustik yang berbeda
pada set data berlabel mingguan. Teknologi mutakhir dalam
burung: Spektogram mel, spektogram berbasis komponen
penelitian ini adalah membangun kerangka kerja yang
harmonik, dan spesifikasi berbasis komponen perkusi
bahkan dapat berjalan pada mesin dasar dan tidak
trogram. Selain TFR yang berbeda, arsitektur pembelajaran
memerlukan perangkat kelas atas untuk menjalankan
mendalam yang berbeda, Sub Spectral Net, digunakan untuk
klasifikasi[5].
mengklasifikasikan suara burung. Hasil percobaan pada
pengklasifikasian 43 jenis burung menunjukkan bahwa (Maccagno et al., 2021) Melakukan penelitian mengenai
fusing diseleksi dalam model pembelajaran secara efektif Klasifikasi audio di situs konstruksi dengan arsitektur yang
dapat meningkatkan kinerja klasifikasi. Model gabungan sama dalam penelitian ini yaitu CNN. Dalam penelitian
terbaik kami dapat mencapai a akurasi seimbang 86,31% mereka mendemonstrasikan bahwa dimungkinkan untuk
dan skor F1 tertimbang 93,31%[4]. menerapkan pendekatan saraf sudah diuji dalam klasifikasi
suara lingkungan ke yang lebih spesifik dan tantangan-
(Liu, Liu and Zhou, 2018) Melakukan penelitian terkait
domain lenge, yaitu salah satu lokasi konstruksi,
Klasifikasi gambar pada Anjing dan Kucing. Dalam
memperoleh hasil yang lumayan tinggi. Sampai saat ini,
penelitian, mereka mengembangkan algoritma untuk
arsitektur yang diusulkan telah diujicobakan pada lima kelas
mengklasifikasikan gambar anjing dan kucing, yaitu
perolehan akurasi 97%[7].
324
Emanuella et al.
IJCCSISSN
III. METODE PENELITIAN TABEL 1
Program Kerja
A. Alur Kerja
C. Sumber Data
Dalam penelitian ini dataset yang kami ambil berasal
dari [Link]
dogs. Dataset ini merupakan dataset yang berisi suara
kucing dan anjing yang terdiri dari 164 file WAV suara
kucing dengan audio 1323 detik serta 113 file WAV suara
anjing dengan audio 598 detik.
TABEL 2
Informasi Dataset
No Data Jumlah Data
1 Cats 164
2 Dogs 113
C. Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian Beberapa perangkat yang
digunakan untuk mengerjakan tugas ini adalah sebagai
berikut :
1) Perangkat Lunak
Google Collab
Google Collaboratory atau Google Collab
merupakan tools yang berbasis cloud dan free
untuk tujuan penelitian. Google Collab dibuat
dengan environment jupyter dan mendukung
hampir semua library yang dibutuhkan untuk
klasifikasi pada penelitian ini.
2) Perangkat Keras
Gambar 9. Alur Kerja.
Laptop Asus dengan spesifikasi:
B. Lokasi dan Waktu Intel(R) Core(TM) i7-8565U CPU @ 1.80GHz
1.99 GHz
Lokasi Penelitian dilakukan di Kota Makassar dan Maros
pada tanggal 17 Mei 2021 - Selesai. Penelitian dilakukan di RAM 8 GB
lokasi tersebut untuk melakukan klasifikasi pada dataset 64 bit operating system
Audio Cats and Dogs dengan menggunakan CNN Pada
waktu yang telah ditentukan. Perangkat keras ini digunakan untuk mencari
sebuah dataset untuk diolah dan dilakukan
klasifikasi pada penelitian ini.
325
Emanuella et al.
IJCCSISSN
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 2) Hasil Klasifikasi
A. Model Klasifikasi Membuat confusion matrix untuk mengevaluasi
performa model. Dari gambar terlihat ada yang salah
Membuat pengklasifikasi dengan model CNN di mana
klasifikasi, 5 data cat yang diprediksi sebagai dog
dalam penelitian ini menggunakan gambar heatmap seperti
dan 6 data dog diprediksi sebagai cat.
yang ada ditampilkan sebelumnya. Dengan fungsi
summary() bisa dilihat detail dari arsitektur.
B. Evaluasi Kinerja
1) Fitting Data
Setelah meng compile model, kemudian data
dilatih dengan menggunakan 50 epochs dan Gambar 13. ROC Curve.
diperoleh hasil plotting .
Berikut hasil report klasifikasi yang menampilkan
precision, recall, f1-score, support, accuracy, macro
avg, dan weight avg.
C. Pembahasan
Dari hasil penelitian dilakukan pada Dataset Audio Cat
and Dog yang berisi tentang suara hewan pada kucing dan
anjing. Dataset ini berjumlah 277 wav, yang terbagi atas 2
kelas yaitu kucing dan anjing. Upaya klasifikasi yang
dilakukan metode klasifikasi dengan menerapkan arsitektur
CNN. Pada penelitian ini dilakukan teknik pra-proses,
generate data, ekstraksi fitur dan klasifikasi audio melalui
hasil ekstraksi fitur gambar heatmap. Dilakukan klasifikasi
ini, untuk dapat mengenali suara hewan pada kucing dan
anjing dengan hasil yang cukup baik dengan proses training
Gambar 11. Plot Hasil Fitting Data. dan testing yang berbanding 70:30. Dengan hal itu,
didapatkan evaluasi model dengan akurasi tertinggi 93,8
326
Emanuella et al.
IJCCSISSN
untuk validasi tertinggi 90 serta untuk epoch terakhir dengan
akurasi 92,2 dan validasi 87,7 untuk ROC curve yang
didapatkan yaitu 87,8 dan untuk masing-masing kelas
terklasifikasi dengan baik.
V. KESIMPULAN
Metode praproses dan metode klasifikasi dengan
menggunakan Convolutional Neural Network cukup baik
untuk menentukan kebenaran dari klasifikasi data audio. Hal
ini terbukti dengan hasil akurasi sebesar 88%. Perubahan
tingkat confusion tidak mempengaruhi hasil akurasi. Hal ini
membuktikan bahwa klasifikasi menggunakan metode CNN
relatif baik terhadap perubahan parameter yang dilakukan.
Dengan menggunakan data training yang baik dan optimal,
maka subset dari data training tersebut juga akan
menghasilkan klasifikasi yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Y. R. Pandeya, D. Kim, and J. Lee, “Domestic cat sound
classification using learned features from deep neural nets,”
Appl. Sci., vol. 8, no. 10, pp. 1–17, 2018.
[2] J. Lee, T. Kim, J. Park, and J. Nam, “Raw Waveform-based
Audio Classification Using Sample-level CNN
Architectures,” no. Nips, 2017.
[3] A. Torfi, S. M. Iranmanesh, N. Nasrabadi, and J. Dawson,
“3D convolutional neural networks for cross audio-visual
matching recognition,” IEEE Access, vol. 5, pp. 22081–
22091, 2017.
[4] J. Xie, K. Hu, M. Zhu, J. Yu, and Q. Zhu, “Investigation of
Different CNN-Based Models for Improved Bird Sound
Classification,” IEEE Access, vol. 7, pp. 175353–175361,
2019.
[5] N. Singh, “Classification of Animal Sound Using
Convolutional Neural Classification of Animal Sound Using
Convolutional Neural Network Network,” 2020.
[6] S. Li, Y. Yao, J. Hu, G. Liu, X. Yao, and J. Hu, “An ensemble
stacked convolutional neural network model for
environmental event sound recognition,” Appl. Sci., vol. 8, no.
7, 2018.
[7] C. Molnár et al., “Classification of dog barks: A machine
learning approach,” Anim. Cogn., vol. 11, no. 3, pp. 389–400,
2008.
[8] A. Maccagno, A. Mastropietro, U. Mazziotta, M. Scarpiniti,
Y. C. Lee, and A. Uncini, “A CNN Approach for Audio
Classification in Construction Sites,” Smart Innov. Syst.
Technol., vol. 184, no. June, pp. 371–381, 2021.
[9] B. Liu, Y. Liu, and K. Zhou, “Image Classification for Dogs
and Cats,” IEEE Comput. Soc. Conf., vol. 1, no. 1, pp. 1–10,
2018.
327