Rencana Pembelajaran PJOK Kelas 2
Rencana Pembelajaran PJOK Kelas 2
RENCANA PEMBELAJARAN
MENDALAM (DEEP LEARNING)
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: HENDRA, S. Pd
• Satuan Pendidikan: SD NEGERI 1 SEPIT
• Tahun Ajaran: 202 /202
• Mata Pelajaran: PJOK
• Fase: A
• Kelas/Semester: 2/1
• Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
B. 8 Dimensi Profil Kelulusan
Pilih dimensi profil kelulusan yang relevan:
• [✓] Kesehatan: Peserta didik memiliki pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga
kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas fisik.
• [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan gerakan dasar secara mandiri dan
bertanggung jawab atas kesehatan diri.
• [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam aktivitas fisik kelompok.
• [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan perasaan terkait aktivitas fisik
dengan jelas.
• [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu mengeksplorasi berbagai variasi gerakan dan memecahkan
masalah gerak.
• [ ] Keimanan dan Ketakwaan
• [ ] Kewargaan
• [ ] Penalaran Kritis
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai pelajaran, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang pagi ini sudah melakukan
7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat?
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangun tidur sendiri tanpa dibangunkan orang tua?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Misalnya sholat, berdoa, atau ibadah
lainnya?"
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sudah bergerak, olahraga kecil, atau membantu orang tua?
Angkat tangan!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum ke sekolah, siapa yang sudah membaca buku atau mengulang pelajaran
sebentar?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Nah, penting sekali sarapan ya! Siapa yang pagi ini sudah sarapan
makanan sehat dan bergizi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian sudah membantu ibu/bapak membersihkan rumah
atau berinteraksi dengan tetangga? Ceritakan!"
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan bangun dengan badan segar?"
Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat memicu kesadaran peserta didik tentang kebiasaan positif
dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai PJOK.
Peserta didik mempraktikkan keterampilan gerak fundamental dan menerapkannya dalam berbagai situasi
gerak yang berbeda. Peserta didik mengeksplorasi berbagai cara menggerakkan tubuh. Peserta didik
memanipulasi objek dengan bagian tubuh dan dalam ruang yang berbeda, serta menyimpulkan
efektivitasnya.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis gerak lokomotor (berjalan, berlari, melompat), non-lokomotor
(membungkuk, meregang), dan manipulatif (melempar, menangkap, menendang) secara mandiri.
2. Mempraktikkan keterampilan gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dengan
koordinasi dan keseimbangan yang baik.
3. Menerapkan keterampilan gerak fundamental dalam berbagai permainan sederhana dan situasi
gerak yang berbeda.
4. Mengeksplorasi berbagai variasi cara menggerakkan tubuh dan memanipulasi objek.
5. Menyimpulkan efektivitas penggunaan bagian tubuh dan ruang dalam melakukan gerakan.
6. Menunjukkan sikap kolaboratif dan sportif saat beraktivitas fisik bersama teman.
7. Menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah, dipadukan
dengan pendekatan Deep Learning.
keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas, serta mengaitkan materi dengan nilai-nilai personal
dan kehidupan sehari-hari peserta didik.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang kalian rasakan saat tubuhmu bergerak? Apakah ada bagian tubuh yang terasa lebih kuat
atau lebih lentur?"
• "Coba pejamkan mata sejenak dan bayangkan gerakan yang paling kalian suka. Bagaimana
rasanya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan kolaboratif, serta menciptakan
pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
Fase 1: Orientasi pada Masalah dan Eksplorasi Gerak (Minggu 1-2: Gerak
Lokomotor)
• Pemberian Masalah Kontekstual (15 menit): Guru memberikan skenario/masalah sederhana
yang melibatkan gerak lokomotor, misalnya "Bayangkan kita ingin bermain 'Bentengan' di
lapangan. Gerakan apa saja yang akan kita butuhkan untuk bisa menang?"
• Eksplorasi Bebas (20 menit): Peserta didik diajak untuk mengeksplorasi berbagai cara berjalan,
berlari, dan melompat secara bebas di area yang telah ditentukan. Guru mengamati dan
memberikan dorongan positif. "Coba bergerak seperti kelinci! Sekarang seperti kura-kura!"
• Diskusi Kelompok (15 menit): Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan
variasi gerakan yang mereka temukan dan mana yang paling efektif untuk skenario yang diberikan.
Guru berkeliling memberikan bimbingan.
• Presentasi dan Demonstrasi (10 menit): Setiap kelompok mendemonstrasikan variasi
gerakan mereka dan menjelaskan alasannya.
Fase 2: Pembelajaran Konsep dan Latihan Terbimbing (Minggu 3-4: Gerak Non-
Lokomotor dan Manipulatif)
• Pengenalan Konsep (15 menit): Guru menjelaskan konsep gerak nonlokomotor (misalnya,
membungkuk untuk mengambil bola) dan manipulatif (melempar, menangkap, menendang)
dengan demonstrasi yang jelas.
• Latihan Stasiun (30 menit): Peserta didik bergerak ke beberapa stasiun latihan.
o Stasiun 1 (Non-Lokomotor): Latihan membungkuk, meregang, memutar tubuh dengan
panduan guru. o Stasiun 2 (Manipulatif - Melempar/Menangkap): Berpasangan
melempar dan menangkap bola plastik/karet. Guru menekankan fokus mata dan posisi
tangan. o Stasiun 3 (Manipulatif - Menendang): Menendang bola ke sasaran (kardus
atau kun).
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa gerakan adalah bahasa tubuh yang penting untuk
kesehatan dan interaksi sosial. Dengan menguasai gerak fundamental, mereka tidak hanya menjadi
lebih kuat dan terampil, tetapi juga dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai permainan dan aktivitas
sehari-hari, serta menjaga tubuh tetap sehat sepanjang hidup. Pemahaman ini juga mencakup kesadaran
bahwa setiap gerakan memiliki tujuan dan dapat dieksplorasi dengan kreatif.
Selanjutnya, gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan di tempat tanpa berpindah posisi,
seperti membungkuk, meregang, memutar, atau mengayunkan anggota tubuh. Gerakan-gerakan ini
melatih kelenturan, keseimbangan, dan kekuatan otot inti kita. Terakhir, gerak manipulatif adalah
gerakan yang melibatkan
penguasaan objek dengan bagian tubuh, seperti melempar, menangkap, menendang, memukul, atau
menggiring. Gerakan manipulatif ini sangat penting untuk bermain bola, memegang benda, atau melakukan
berbagai tugas yang membutuhkan koordinasi mata dan tangan.
Dengan menguasai ketiga jenis gerak fundamental ini, kita akan menjadi pribadi yang lebih terampil dalam
bergerak, lebih bugar, dan lebih percaya diri untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas fisik dan
olahraga. Pembelajaran gerak fundamental juga melatih kemampuan berpikir kreatif dalam menemukan
berbagai variasi gerakan, serta melatih kolaborasi saat kita bermain bersama teman.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Gerakan apa yang paling membuatku merasa senang dan mengapa?"
2. "Apa yang paling sulit bagiku hari ini, dan bagaimana aku bisa memperbaikinya?"
3. "Bagaimana aku akan menggunakan gerakan yang sudah kupelajari di rumah atau di permainan
lain?" Refleksi Pendidik
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan efektif? Bagian mana yang perlu ditingkatkan?"
2. "Bagaimana saya dapat memfasilitasi setiap peserta didik agar lebih aktif dan terlibat dalam
pembelajaran?"
3. "Strategi pembelajaran apa yang paling berhasil dalam menciptakan mindful, meaningful, and
joyful learning?"
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Nama
Kelompok:
Anggota Kelompok:
1. .........................
2. .........................
3. .........................
4. .........................
Tugas Diskusi Kelompok dan Desain Permainan:
Bayangkan kalian adalah perancang permainan hebat!
1. Diskusikan bersama kelompokmu, permainan apa yang paling kalian sukai di sekolah atau di
rumah.
2. Identifikasi gerakan apa saja yang paling banyak digunakan dalam permainan tersebut (misalnya,
berlari, melompat, melempar, menangkap, membungkuk). Tuliskan di kolom bawah ini:
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
3. Kemampuan mendemonstrasikan
gerakan dalam permainan
Remedial
• Bagi peserta didik yang masih kesulitan, guru dapat:
o Memberikan bimbingan personal atau kelompok kecil. o Mengulang latihan gerak dasar
dengan fokus pada aspek yang masih sulit. o Menggunakan media atau alat bantu yang lebih
sederhana. o Memberikan pengulangan dan praktik yang lebih sering dalam konteks
permainan yang lebih santai.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Sugiyanto. (2010). Pendidikan Jasmani Adaptif. Jakarta: Direktorat Jenderal Olahraga.
2. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
3. Webinar atau artikel tentang Deep Learning dalam konteks pendidikan dasar. Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang petualangan yang melibatkan gerakan aktif.
3. Video pendek atau animasi tentang pentingnya bergerak dan olahraga yang disesuaikan untuk
anak-anak.
Q. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep secara
mendalam, bukan hanya menghafal fakta, serta mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti
berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi.
2. Gerak Fundamental: Gerakan dasar yang menjadi pondasi bagi gerakan yang lebih kompleks,
meliputi lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif.
3. Lokomotor: Gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat (contoh: berjalan, berlari,
melompat).
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga,
dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Waseso, P. (2017). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Anak Sekolah Dasar. Jakarta: Rineka
Cipta.
3. Tomlinson, C. A. (2017). How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms.
ASCD.
Modul Ajar Deep Learning PJOK
Aturan dan Kolaborasi dalam Gerak
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun: HENDRA, S. Pd
• Satuan Pendidikan: SD NEGERI 1 SEPIT
• Tahun Ajaran: 202 /202
• Mata Pelajaran: PJOK
• Fase: A
• Kelas/Semester: 2/1
• Alokasi Waktu: 18 JP (Jam Pelajaran)
• [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dan menghargai perbedaan
dalam tim saat beraktivitas fisik.
• [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, aturan, dan umpan balik secara jelas
dalam konteks aktivitas jasmani.
• [✓] Kewargaan: Peserta didik memahami dan menerapkan nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan
keadilan (fair play) dalam beraktivitas fisik.
• [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu bertanggung jawab atas peran mereka dalam kelompok
dan mengikuti aturan yang disepakati.
• [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis dan memahami pentingnya aturan serta
strategi kolaborasi dalam permainan.
• [ ] Kesehatan
• [ ] Keimanan dan Ketakwaan
• [ ] Kreativitas
"Halo anak-anak hebat! Sebelum kita mulai bergerak, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang pagi ini sudah
menjadi Anak Indonesia Hebat dengan melakukan hal-hal ini? Angkat tangan ya!
1. Bangun Tidur: "Siapa yang tadi pagi bangun tidur dengan semangat, tanpa perlu dibangunkan
berkali-kali?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Misalnya sholat, berdoa, atau kegiatan
spiritual lainnya sesuai keyakinan kalian?"
3. Berolahraga: "Ada yang tadi pagi sudah bergerak, entah itu membantu orang tua, jalan pagi, atau
melakukan sedikit peregangan? Olahraga itu penting lho!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum berangkat sekolah, siapa yang sudah membaca buku cerita, mengulang
pelajaran, atau mencari tahu hal baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Penting sekali mengisi perut dengan makanan sehat! Siapa yang
pagi ini sudah sarapan makanan sehat dan bergizi agar energik?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah, apakah kalian sudah membantu ibu/bapak, atau berinteraksi dengan
tetangga? Kita harus peduli sesama ya."
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan bangun dengan badan segar sehingga
siap belajar dan bermain hari ini?"
Melalui pertanyaan ini, guru memotivasi peserta didik untuk mengembangkan kebiasaan positif dan
mengaitkannya dengan nilai-nilai yang mendukung fair play dan kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pentingnya mematuhi peraturan dalam berbagai aktivitas jasmani.
2. Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku fair play (jujur, sportif, tidak curang) dalam permainan.
3. Menerapkan peraturan permainan sederhana secara konsisten saat berpartisipasi.
4. Menganalisis dampak dari tidak mematuhi peraturan dalam suatu permainan.
5. Menunjukkan sikap kolaboratif dengan teman saat melakukan aktivitas kelompok.
6. Mengembangkan strategi sederhana untuk bekerja sama dalam tim (misalnya, berbagi tugas,
berkomunikasi).
7. Berkomunikasi secara efektif dengan teman dan guru selama aktivitas jasmani.
8. Menyimpulkan manfaat fair play dan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dalam
permainan.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek, dipadukan dengan
pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi kelompok, simulasi permainan, bermain peran, presentasi proyek, refleksi.
Pendekatan Deep Learning: Fokus pada pemahaman mendalam tentang konsep fair play dan kolaborasi
melalui pengalaman nyata, mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang dampak tindakan
mereka, mengembangkan empati, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi baru. Hal ini juga
mendorong pengembangan keterampilan 4C (Komunikasi, Kolaborasi, Berpikir Kritis, Kreativitas).
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang kamu rasakan saat bermain bersama teman? Apakah kamu memerhatikan bagaimana
temanmu bermain?"
• "Bagaimana perasaanmu jika ada teman yang tidak mengikuti aturan main?"
• Perencanaan Proyek (20 menit): Setiap kelompok mulai merencanakan "Proyek Permainan
Fair Play". Mereka diminta memilih satu permainan sederhana dan memodifikasinya agar
menonjolkan aspek fair play dan kolaborasi. Mereka harus menuliskan aturan permainan yang
jelas dan strategi kolaborasi yang akan diterapkan.
Fase 3: Pelaksanaan Proyek dan Pengujian (Minggu 5-6: Aplikasi dan Evaluasi)
• Praktik Proyek Permainan (30 menit): Setiap kelompok mempraktikkan permainan fair play
yang mereka desain. Kelompok lain bertindak sebagai pengamat, memberikan umpan balik tentang
penerapan aturan dan kolaborasi. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan penguatan.
• Modifikasi dan Penyempurnaan (20 menit): Berdasarkan umpan balik, setiap kelompok
memodifikasi dan menyempurnakan aturan serta strategi kolaborasi dalam permainan mereka.
• Presentasi dan Demonstrasi Proyek (20 menit): Setiap kelompok mempresentasikan
permainan mereka kepada kelas, menjelaskan aturan, strategi kolaborasi, dan mendemonstrasikan
bagaimana fair play diterapkan.
Guru dan teman-teman lain dapat bertanya dan memberikan apresiasi.
Penutup (15 menit per JP)
1. Refleksi Diri dan Kelompok (5 menit): Guru membimbing peserta didik merefleksikan
pembelajaran hari itu. "Apa yang paling berkesan saat bermain fair play? Bagaimana rasanya
bekerja sama dengan teman?"
2. Umpan Balik dan Penguatan Konsep (5 menit): Guru memberikan umpan balik positif,
menguatkan kembali pentingnya aturan, fair play, dan kolaborasi dalam setiap aktivitas.
3. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam, serta
mengingatkan peserta didik untuk terus menerapkan fair play dan kolaborasi dalam kehidupan
sehari-hari.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa aturan dan kerjasama adalah kunci untuk menciptakan
pengalaman bermain dan beraktivitas yang menyenangkan, adil, dan bermanfaat bagi
semua. Dengan menerapkan fair play dan kolaborasi, mereka belajar menjadi individu yang bertanggung
jawab, sportif, dan mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, tidak hanya dalam PJOK tetapi
juga dalam kehidupan sehari-hari. Mereka akan menyadari bahwa bermain tidak hanya tentang menang,
tetapi tentang proses yang jujur dan interaksi yang positif.
Selain aturan, ada juga yang namanya sikap fair play. Fair play artinya bermain dengan jujur, sportif, dan
tidak curang. Misalnya, jika bolanya keluar lapangan karena tendangan kita, kita harus berani mengakui.
Atau jika teman kita terjatuh, kita harus menolongnya, bukan malah menertawakannya. Fair play juga
berarti kita menghargai keputusan wasit dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Sikap fair play
membuat kita jadi pemain yang dihormati dan disukai teman-teman. Terakhir, ketika kita bermain dalam
tim atau kelompok, kolaborasi atau kerjasama itu sangat penting. Kolaborasi berarti kita bekerja
bersama, saling membantu, dan berbagi tugas untuk mencapai tujuan yang sama. Contohnya, dalam
permainan bentengan, ada yang bertugas menjaga benteng, ada yang menyerang, dan ada yang
membantu teman. Semua punya peran penting! Dengan bekerja sama, kita bisa mencapai tujuan yang
lebih besar, dan permainan jadi lebih menyenangkan karena semua merasa menjadi bagian dari
keberhasilan bersama.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa yang aku pelajari hari ini tentang bermain adil dan bekerja sama?"
2. "Gerakan apa yang paling menantang bagiku saat bermain bersama teman, dan bagaimana aku
mengatasinya?"
3. "Bagaimana aku akan menerapkan sikap fair play dan kolaborasi ini di luar pelajaran PJOK?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya aturan dan
kolaborasi? Bagaimana saya bisa mengukur ini lebih baik?"
2. "Bagaimana saya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk
mempraktikkan fair play dan strategi kolaborasi secara mandiri?"
3. "Apakah aktivitas yang dirancang sudah cukup bermakna dan menyenangkan bagi semua peserta
didik, termasuk yang memiliki gaya belajar berbeda?"
Kemudian, modifikasi permainan itu agar lebih menonjolkan fair play dan kolaborasi.
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
2. Kemampuan mengidentifikasi
manfaat kolaborasi
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
2. Fisher, R. (2005). Teaching Children to Think. Cheltenham: Nelson Thornes.
(Tentang pengembangan berpikir kritis)
3. Artikel atau jurnal terkait pendekatan Project-Based Learning dan Deep Learning dalam
pendidikan dasar.
Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang olahraga atau permainan yang mengajarkan nilai sportivitas dan
kerjasama.
3. Video pendek atau animasi tentang aturan dalam permainan dan pentingnya bekerja sama.
Q. Glosarium
1. Fair Play: Sikap jujur, sportif, dan adil dalam permainan atau olahraga.
2. Kolaborasi: Proses bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
3. Proyek: Tugas atau aktivitas yang melibatkan penyelidikan mendalam, pemecahan masalah, dan
menghasilkan suatu produk.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga,
dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Dewantara, K. H. (1961). Pendidikan. Jakarta: Balai Pustaka. (Konsep pendidikan yang relevan
dengan pengembangan karakter)
3. Larmer, J., Mergendoller, J., & Boss, S. (2015). Setting the Standard for Project Based Learning:
A Proven Approach to Rigorous Classroom Instruction. ASCD.
• [✓] Kesehatan: Peserta didik memiliki pemahaman dan kesadaran akan pentingnya menjaga
kesehatan fisik dan mental melalui partisipasi aktif dalam berbagai aktivitas jasmani.
• [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mengenali dan memilih aktivitas fisik yang mereka sukai
serta melakukannya secara mandiri untuk menjaga kebugaran.
• [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu mengeksplorasi dan menciptakan variasi gerakan atau
permainan baru dari aktivitas jasmani yang ada.
• [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menjelaskan manfaat aktivitas fisik kepada teman dan
keluarga.
• [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu berpartisipasi dan bekerja sama dalam aktivitas jasmani
kelompok.
• [ ] Keimanan dan Ketakwaan
• [ ] Kewargaan
• [ ] Penalaran Kritis
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai beraktivitas hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa yang sudah
melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat pagi ini? Mari kita cek bersama!
1. Bangun Tidur: "Siapa yang pagi ini bangun tidur sendiri dengan semangat, tanpa harus
dibangunkan berulang kali?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Ingat, beribadah itu penting untuk hati
dan pikiran kita."
3. Berolahraga: "Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan pagi ini? Misalnya, membantu
Ibu menyapu atau berjalan kaki ke sekolah? Angkat tangan!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum berangkat, siapa yang sudah membuka buku atau belajar sesuatu yang
baru? Belajar itu seru, lho!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Nah, ini penting! Siapa yang sudah sarapan makanan sehat dan
bergizi untuk mengisi energi agar kuat beraktivitas?"
6. Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa tetangga atau membantu anggota keluarga di
rumah pagi ini? Berinteraksi dengan orang lain itu menyenangkan!"
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan cukup, sehingga pagi ini badan terasa
segar dan siap untuk belajar dan bermain?" Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat memicu
kesadaran peserta didik tentang kebiasaan positif dan mengintegrasikannya dengan nilai-nilai
pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani dan mengeksplorasi manfaatnya.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi berbagai jenis aktivitas jasmani sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari
(misalnya, bermain lompat tali, berlari, bersepeda, menari).
2. Mempraktikkan partisipasi aktif dalam setidaknya tiga jenis aktivitas jasmani sederhana dengan
antusias.
3. Mengeksplorasi manfaat fisik (misalnya, membuat badan kuat, tidak mudah sakit), mental
(misalnya, membuat hati senang, mengurangi stres), dan sosial (misalnya, bermain bersama teman)
dari aktivitas jasmani.
4. Menyimpulkan hubungan antara aktivitas jasmani yang teratur dengan kesehatan dan kebugaran
tubuh.
5. Mengomunikasikan manfaat aktivitas jasmani kepada orang lain dengan bahasa sederhana.
6. Mengembangkan ide-ide kreatif untuk variasi aktivitas jasmani yang menyenangkan.
7. Menunjukkan sikap positif dan motivasi intrinsik untuk bergaya hidup aktif.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri), dipadukan dengan
pendekatan Deep Learning.
Metode: Observasi, eksplorasi, eksperimen sederhana, diskusi kelompok, presentasi mini, demonstrasi.
Pendekatan Deep Learning: Mendorong peserta didik untuk aktif menyelidiki dan menemukan sendiri
manfaat aktivitas jasmani melalui pengalaman langsung, mengaitkan pengetahuan baru dengan kehidupan
nyata, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas dalam bergerak, dan kesadaran akan
kesehatan diri.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang tubuhmu rasakan setelah kamu bergerak atau berlari? Apakah ada perbedaan saat kamu
diam?"
• "Coba pejamkan mata sejenak, dan rasakan detak jantungmu setelah kamu melompat-lompat kecil.
Bagaimana rasanya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan kolaboratif, serta menciptakan
pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
Fase 1: Orientasi dan Perumusan Masalah (Minggu 1-2: Mengenal Aktivitas Fisik)
• Stimulasi dan Observasi (15 menit): Guru menayangkan gambar atau video singkat tentang
berbagai aktivitas jasmani anak-anak (bermain di taman, menari, bersepeda). Peserta didik diminta
mengamati dan menyebutkan aktivitas apa saja yang mereka lihat.
• Perumusan Pertanyaan Inkuiri (20 menit): Guru memfasilitasi diskusi untuk merumuskan
pertanyaan kunci. "Mengapa anak-anak itu bergerak? Apa yang mereka dapatkan dari bergerak?"
Guru membimbing menuju pertanyaan seperti: "Apa saja aktivitas yang bisa membuat badan kita
sehat?" dan
"Mengapa tubuh kita perlu bergerak?"
• Eksplorasi Awal (25 menit): Peserta didik diajak mencoba berbagai aktivitas jasmani sederhana
secara bergiliran di beberapa pos (misalnya: pos lompat tali, pos lari zig-zag, pos menari bebas
mengikuti musik). Guru mengamati partisipasi dan ekspresi peserta didik.
• Diskusi Awal (10 menit): Peserta didik berbagi pengalaman mereka dari eksplorasi awal.
"Aktivitas mana yang paling kamu sukai? Bagaimana perasaanmu setelah bergerak?"
Fase 2: Pengumpulan Data dan Eksperimen (Minggu 3-4: Menjelajahi Manfaat Fisik & Mental)
• Eksperimen Sederhana (20 menit): Peserta didik dibagi kelompok. Setiap kelompok
melakukan eksperimen sederhana untuk merasakan manfaat fisik.
o Eksperimen 1: Lari di tempat selama 1 menit, lalu rasakan detak jantung dan napas.
Bandingkan dengan saat istirahat. o Eksperimen 2: Lakukan gerakan peregangan, lalu
rasakan kelenturan tubuh.
• Pengamatan Diri (15 menit): Peserta didik mengisi lembar pengamatan diri sederhana tentang
apa yang mereka rasakan (misalnya: "Jantungku berdetak lebih cepat," "Badanku jadi hangat," "Aku
merasa lebih bersemangat").
• Diskusi dan Analisis Data (25 menit): Kelompok mendiskusikan hasil eksperimen dan
pengamatan mereka. Guru membimbing untuk mengaitkan aktivitas fisik dengan manfaat fisik
(jantung kuat, otot lentur, badan bugar).
• Aktivitas Bersih-bersih Aktif (10 menit): Peserta didik diajak berpartisipasi dalam "Aktivitas
Bersih-bersih Aktif" di area kelas atau sekolah (misalnya, mengelap meja, menyapu). Ini
menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari juga merupakan bentuk aktivitas jasmani yang
bermanfaat.
Fase 3: Perumusan Kesimpulan dan Komunikasi (Minggu 5-6: Manfaat Sosial &
Gaya Hidup Aktif)
• Diskusi Manfaat Sosial (15 menit): Guru memfasilitasi diskusi tentang manfaat sosial dari
aktivitas jasmani, seperti bermain bersama teman, melatih kerja sama, dan bersosialisasi. "Apa
bedanya bermain sendirian dan bermain bersama teman? Lebih seru yang mana?"
• "Karya Cipta Gerakku" (25 menit): Dalam kelompok, peserta didik merancang sebuah "Karya
Cipta Gerakku" – sebuah urutan gerakan pendek atau permainan sederhana yang menonjolkan
manfaat fisik, mental, dan sosial. Mereka harus bisa menjelaskan mengapa gerakan itu bermanfaat.
• Presentasi dan Demonstrasi (20 menit): Setiap kelompok mempresentasikan "Karya Cipta
Gerakku" mereka dan mendemonstrasikannya. Mereka juga menjelaskan manfaat yang mereka
temukan dari aktivitas tersebut.
• Kampanye Mini "Ayo Bergerak!" (10 menit): Peserta didik secara individu atau berpasangan
membuat slogan atau gambar sederhana untuk mengajak teman-teman lain agar rajin bergerak
dan hidup aktif.
Penutup (15 menit per JP)
1. Refleksi Diri dan Kelompok (5 menit): Guru membimbing peserta didik merefleksikan
pembelajaran hari itu. "Apa manfaat paling penting yang kamu temukan dari bergerak? Apakah
kamu senang beraktivitas hari ini?"
2. Umpan Balik dan Penguatan Konsep (5 menit): Guru memberikan umpan balik positif dan
menguatkan kembali konsep pentingnya gaya hidup aktif untuk kesehatan dan kebahagiaan.
3. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam, serta
mengingatkan peserta didik untuk terus menerapkan gaya hidup aktif di rumah dan di mana pun
mereka berada.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa bergerak dan beraktivitas fisik secara teratur adalah kunci
untuk memiliki tubuh yang sehat, pikiran yang jernih, dan hati yang gembira. Mereka tidak
hanya akan mengetahui manfaatnya, tetapi juga merasakannya secara langsung, sehingga termotivasi
untuk menjadikan gaya hidup aktif sebagai kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini
akan menumbuhkan kesadaran diri tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Ada banyak sekali manfaat dari aktivitas jasmani. Pertama, badan kita jadi kuat dan tidak mudah sakit.
Otot-otot kita menjadi lebih kencang, dan jantung kita menjadi lebih sehat, sehingga kita punya banyak
energi untuk belajar dan bermain. Kedua, bergerak juga membuat hati dan pikiran kita senang. Saat
kita bergerak, tubuh mengeluarkan zat yang membuat kita merasa bahagia dan mengurangi rasa bosan
atau sedih. Jadi, kalau lagi sedih atau bosan, coba deh ajak teman untuk bermain atau berlari-lari!
Selain itu, bergerak juga membantu kita bertemu dan bermain bersama teman. Kita bisa belajar
bekerja sama, berbagi, dan bersenang-senang bersama. Jadi, jangan malas bergerak ya! Ajak teman-
temanmu untuk melakukan berbagai aktivitas jasmani yang seru dan bermanfaat. Dengan begitu, kita bisa
punya tubuh yang sehat, hati yang gembira, dan banyak teman! Mari jadikan bergerak sebagai bagian dari
gaya hidup kita sehari-hari.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Aktivitas fisik apa yang paling aku sukai hari ini, dan mengapa aku menyukainya?"
2. "Apa yang aku rasakan di tubuhku setelah banyak bergerak? Apakah aku merasa lebih segar atau
lelah?"
3. "Bagaimana aku akan menerapkan apa yang aku pelajari hari ini agar tubuhku tetap sehat di
rumah?"
Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan peningkatan dalam partisipasi aktif dan pemahaman tentang
manfaat aktivitas jasmani?"
2. "Strategi atau aktivitas mana yang paling efektif dalam memotivasi peserta didik untuk
mengeksplorasi dan merasakan manfaat gerak?"
3. "Bagaimana saya bisa lebih memfasilitasi setiap peserta didik agar dapat menemukan cara bergerak
yang paling menyenangkan bagi mereka?"
Anggota Kelompok:
1. .........................
2. .........................
3. .........................
4. .........................
Tugas Kelompok: Proyek "Karya Cipta Gerakku" Petunjuk:
Mari kita menjadi penemu gerakan! Bersama kelompokmu, ciptakan sebuah urutan gerakan pendek atau
permainan sederhana yang kalian suka dan bisa membuat tubuh sehat.
4. Gambarlah salah satu adegan paling seru dari "Karya Cipta Gerakku" kalian!
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
3. Kemampuan
mengidentifikasi dan menjelaskan
manfaat (fisik, mental, sosial)
1. Kemampuan menunjukkan
D. Refleksi dan pemahaman tentang pentingnya gaya
Pemahaman hidup aktif
Remedial
• Bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami manfaat atau kurang aktif
berpartisipasi, guru dapat: o Memberikan bimbingan personal dengan fokus pada aktivitas yang
paling mereka sukai. o Menggunakan alat bantu visual yang lebih menarik untuk menjelaskan
manfaat. o Melibatkan mereka dalam aktivitas yang membutuhkan sedikit gerakan namun
memberikan hasil yang jelas (misalnya, menanam bunga untuk merasakan gerak menggali dan
membawa air). o Memberikan penguatan positif yang konsisten untuk setiap usaha kecil yang
mereka lakukan.
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,
dan Teknologi.
2. OECD. (2018). The Future of Education and Skills: Education 2030. Paris:
OECD Publishing. (Konsep deep learning dalam konteks pendidikan abad 21)
3. Artikel atau jurnal terkait Inquiry-Based Learning dan promosi gaya hidup aktif pada anak usia dini.
Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang petualangan yang melibatkan aktivitas fisik atau olahraga.
3. Video animasi atau lagu anak-anak tentang pentingnya bergerak dan menjaga kesehatan.
Q. Glosarium
1. Gaya Hidup Aktif: Pola hidup yang melibatkan partisipasi rutin dalam berbagai aktivitas fisik
untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
2. Inkuiri: Proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui penyelidikan, pertanyaan, dan
eksplorasi.
3. Manfaat Fisik: Dampak positif aktivitas jasmani terhadap kesehatan tubuh, seperti kekuatan otot,
kebugaran jantung, dan kelenturan.
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga,
dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. National Association for Sport and Physical Education (NASPE). (2014).
National Standards for K-12 Physical Education. Reston, VA: SHAPE
America. (Referensi standar internasional untuk PJOK)
3. Waseso, P. (2017). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Anak Sekolah Dasar. Jakarta: Rineka
Cipta.
"Halo anak-anak hebat! 🌟 Sebelum kita memulai petualangan belajar hari ini, Ibu/Bapak ingin tahu, siapa
yang pagi ini sudah menjadi Anak Indonesia Hebat dengan melakukan hal-hal ini? Angkat tangan tinggi-
tinggi ya!
1. Bangun Tidur: "Siapa yang pagi ini bangun tidur sendiri dengan semangat, tanpa perlu
dibangunkan berkali-kali oleh Bunda atau Ayah?"
2. Beribadah: "Siapa yang sudah melakukan ibadah pagi ini? Ingat, beribadah itu penting untuk
menenangkan hati dan pikiran kita."
3. Berolahraga: "Ada yang sudah bergerak atau berolahraga ringan pagi ini? Misalnya, membantu
Ibu menyapu atau berjalan kaki ke sekolah? Keren sekali!"
4. Gemar Belajar: "Sebelum berangkat, siapa yang sudah membuka buku atau mencari tahu hal
baru? Semangat belajarnya top!"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Nah, ini penting! Siapa yang sudah sarapan makanan sehat dan
bergizi agar energik dan siap belajar serta bermain?"
6. Bermasyarakat: "Apakah kalian sudah menyapa tetangga atau membantu anggota keluarga di
rumah pagi ini? Peduli sesama itu indah!"
7. Tidur Cepat: "Semalam, siapa yang tidur lebih awal dan cukup, sehingga pagi ini badan terasa
segar dan siap untuk belajar dan bermain?" Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, guru dapat memicu
kesadaran peserta didik tentang kebiasaan positif yang mendukung gaya hidup sehat dan aman,
serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengenali gaya hidup aktif dan sehat, manfaat komponen makanan bergizi seimbang dan
informasi gizi pada produk makanan yang berdampak pada kesehatan, situasi dan potensi yang berisiko
terhadap kesehatan dan keselamatan dan strategi mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi ciri-ciri gaya hidup aktif dan sehat (misalnya, cukup tidur, makan bergizi, rajin
berolahraga).
2. Mengelompokkan jenis-jenis makanan ke dalam kategori makanan bergizi seimbang (makanan
pokok, lauk-pauk, sayur, buah).
3. Menganalisis informasi gizi sederhana pada kemasan produk makanan (misalnya, tanggal
kedaluwarsa, bahan-bahan sederhana yang dikenali) yang berdampak pada kesehatan.
4. Menjelaskan manfaat mengonsumsi makanan bergizi seimbang bagi tubuh.
5. Mengidentifikasi situasi dan potensi yang berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan di
lingkungan sekitar (misalnya, bermain di tempat berbahaya, makanan basi, orang asing).
6. Mempraktikkan strategi dasar mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya saat
menghadapi situasi berisiko.
7. Mengomunikasikan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan diri dengan bahasa yang
mudah dipahami.
8. Membuat pilihan sederhana untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah, dipadukan
dengan pendekatan Deep Learning.
Metode: Diskusi kasus, studi kasus mini, simulasi, bermain peran, proyek mini, refleksi.
Pendekatan Deep Learning: Mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah
terkait kesehatan dan keselamatan, mengembangkan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep
tersebut, menumbuhkan kesadaran diri, serta melatih keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab terhadap pilihan hidup sehat dan aman.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Perhatian)
• "Apa yang kamu rasakan di tubuhmu setelah sarapan pagi ini? Apakah badanmu terasa lebih
berenergi?" 🤔
• "Coba pejamkan mata sejenak, dan bayangkan makanan kesukaanmu. Apakah makanan itu
membuat badanmu kuat atau justru cepat lelah?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan kolaboratif, serta menciptakan
pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan dengan alokasi waktu 18 JP.
Pendahuluan (15 menit per JP)
1. Penyambutan dan Doa (5 menit): Guru menyambut peserta didik dengan ceria, mengajak
berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru bisa mengajak melakukan gerakan tepuk tangan
kesehatan.
2. Apersepsi dan Pertanyaan Pemantik (5 menit): Guru memulai dengan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning) untuk memancing diskusi awal tentang pentingnya
kesehatan dan keselamatan. Misalnya, "Siapa yang mau punya badan sehat dan kuat? Bagaimana
ya caranya?"
3. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik, menekankan bahwa mereka akan belajar
cara memilih makanan sehat, menjaga diri agar aman, dan tahu bagaimana mencari bantuan. "Hari
ini kita akan menjadi detektif kesehatan dan keamanan, mencari tahu rahasia agar kita selalu sehat
dan aman!"
Kegiatan Inti (60-70 menit per JP)
Kegiatan inti akan dibagi dalam beberapa pertemuan (total 18 JP) untuk mendalami konsep gaya hidup
sehat, gizi, dan keselamatan.
Fase 1: Orientasi pada Masalah & Identifikasi Gaya Hidup Sehat (Minggu 1-2:
Makanan Bergizi Seimbang)
• Pemberian Studi Kasus Mini (15 menit): Guru menampilkan gambar "Piring Makanku"
(gambar piring dengan makanan lengkap: nasi, ayam/ikan, sayur, buah) dan "Piring Temanku"
(gambar piring dengan makanan kurang sehat: mie instan, permen).
Gambar
Guru bertanya: "Menurut kalian, piring mana yang membuat badan lebih sehat? Kenapa?"
• Diskusi Kelompok (20 menit): Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil.
Masing-masing kelompok mendiskusikan "Piring Makanku" dan "Piring Temanku", mengidentifikasi
makanan sehat dan tidak sehat, serta memprediksi dampaknya. Guru memfasilitasi diskusi.
• "Belanja Sehat" (25 menit): Guru menyiapkan kartu bergambar berbagai jenis makanan (nasi,
roti, ayam, telur, tempe, tahu, brokoli, wortel, apel, pisang, permen, keripik, minuman bersoda).
Peserta didik diminta memilih makanan untuk sarapan/makan siang yang paling sehat dan
menempelkannya di "Piringku Sehat". Guru menjelaskan konsep gizi seimbang (makanan pokok,
lauk-pauk, sayur, buah).
• Refleksi Awal (10 menit): Peserta didik membagikan pilihan makanan mereka dan menjelaskan
alasannya.
Fase 2: Pemecahan Masalah & Analisis Risiko (Minggu 3-4: Informasi Gizi & Situasi Berisiko)
• Eksplorasi Kemasan Makanan (20 menit): Guru membawa beberapa kemasan makanan
ringan/minuman. Dalam kelompok, peserta didik diminta mencari informasi sederhana pada
kemasan (misalnya, tanggal kedaluwarsa, nama makanan, gambar). Guru menekankan pentingnya
membaca tanggal kedaluwarsa.
• Studi Kasus Risiko Kesehatan (15 menit): Guru memberikan gambar atau cerita pendek
tentang situasi berisiko terkait makanan (misalnya, anak makan jajanan yang jatuh ke tanah, makan
makanan basi). Peserta didik berdiskusi tentang bahaya dan cara menghindarinya.
• Simulasi "Bahaya di Sekitar Kita" (20 menit): Guru menampilkan kartu situasi berisiko di
lingkungan (misalnya, bermain pisau, bermain di pinggir jalan, memegang benda tajam, orang asing
menawarkan permen). Peserta didik diminta mengidentifikasi bahaya dan berdiskusi bagaimana
menghindarinya.
• Diskusi Strategi Mencari Bantuan (15 menit): Guru membimbing diskusi tentang pentingnya
mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya (orang tua, guru, satpam sekolah,
tetangga yang dikenal) jika menghadapi situasi berisiko atau merasa tidak aman.
Fase 3: Pembuatan Solusi & Presentasi (Minggu 5-6: Kampanye Gaya Hidup Sehat
& Aman)
• Proyek Mini "Pahlawan Kesehatan dan Keamanan" (30 menit): Dalam kelompok, peserta
didik merancang sebuah "Kampanye Mini" tentang gaya hidup sehat dan aman. Produk kampanye
bisa berupa poster sederhana, nyanyian pendek, drama singkat, atau yel-yel. Tema kampanye bisa
fokus pada: o Pentingnya makan sehat o Bahaya makanan basi/tidak higienis o Cara menghindari
bahaya di jalan/lingkungan o Pentingnya mencari bantuan orang dewasa
• Praktik dan Persiapan Presentasi (20 menit): Setiap kelompok melatih presentasi atau
penampilan kampanye mereka. Guru memberikan bimbingan.
• Presentasi Kampanye (20 menit): Setiap kelompok mempresentasikan "Kampanye Mini
Pahlawan Kesehatan dan Keamanan" mereka kepada kelas.
Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan.
Penutup (15 menit per JP)
1. Refleksi Diri dan Kelompok (5 menit): Guru membimbing peserta didik merefleksikan
pembelajaran hari itu. "Apa yang paling penting yang kamu pelajari tentang menjaga kesehatan dan
keselamatan? Bagaimana kamu akan melakukannya mulai sekarang?"
2. Umpan Balik dan Penguatan Konsep (5 menit): Guru memberikan umpan balik positif dan
menguatkan kembali konsep pentingnya gaya hidup sehat dan kemampuan menjaga diri dari risiko.
3. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam, serta
mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kesehatan dan berhati-hati di mana pun mereka
berada.
• Lembar Pengamatan Piringku Sehat: Penilaian pilihan makanan yang ditempelkan peserta
didik di piring sehat mereka.
• Simulasi/Bermain Peran: Penilaian kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi risiko dan
mempraktikkan cara mencari bantuan.
Asesmen Sumatif
• Produk Proyek Mini "Kampanye Pahlawan Kesehatan dan Keamanan": Penilaian
terhadap kreativitas produk kampanye (poster, nyanyian, drama) dan kejelasan pesan yang
disampaikan. (Rubrik penilaian terlampir di LKPD)
• Presentasi Proyek: Penilaian kinerja kelompok saat mempresentasikan kampanye mereka,
termasuk kemampuan komunikasi dan kerja sama.
• Tes Lisan/Tertulis Sederhana: Peserta didik diminta menyebutkan minimal 3 contoh makanan
sehat dan 2 contoh situasi berisiko serta cara mencari bantuan.
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa memilih gaya hidup sehat dan aman adalah tanggung
jawab pribadi yang akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Mereka akan
menyadari bahwa setiap pilihan makanan dan tindakan yang mereka ambil memiliki dampak langsung pada
kesehatan dan keselamatan mereka. Dengan pengetahuan ini, mereka akan menjadi agen perubahan
kecil yang mampu membuat keputusan cerdas untuk menjaga diri mereka tetap sehat, kuat, dan aman dari
berbagai risiko di sekitar.
Gambar
Kita harus ingat, makan sehat itu bukan cuma bikin kenyang, tapi juga bikin tubuh kita punya banyak energi
untuk belajar dan bermain.
Selain itu, kita juga harus pintar membaca informasi gizi pada produk makanan. Coba deh lihat
kemasan makanan atau minuman yang ada di rumah. Di sana ada tulisan tentang tanggal kedaluwarsa. Itu
sangat penting! Kalau sudah lewat tanggalnya, makanan itu bisa jadi tidak aman untuk dimakan dan bikin
kita sakit perut. Kita juga perlu tahu bahan-bahan makanan yang kita makan, agar kita tahu apakah
makanan itu baik atau tidak untuk tubuh kita. Memilih makanan dengan bijak adalah langkah awal untuk
hidup sehat.
Terakhir, kita juga harus selalu waspada terhadap situasi dan potensi yang berisiko terhadap
kesehatan dan keselamatan kita. Misalnya, bermain di jalan raya itu berbahaya, atau menerima
makanan/minuman dari orang yang tidak kita kenal. Kita harus selalu berhati-hati dan jika merasa tidak
aman atau ada bahaya, segera mencari bantuan kepada orang dewasa terpercaya seperti Ayah,
Bunda, guru, atau paman dan bibi yang kita kenal baik. Ingat, keselamatan kita adalah yang utama!
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik
1. "Apa satu hal penting yang akan aku lakukan mulai hari ini untuk menjaga kesehatan tubuhku?" 💪
2. "Situasi berbahaya apa yang paling harus aku waspadai, dan kepada siapa aku akan meminta
bantuan?"
3. "Bagaimana perasaanmu setelah tahu cara memilih makanan sehat dan menjaga diri agar tetap
aman?" Refleksi Pendidik
1. "Apakah peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keterkaitan antara
pilihan makanan/tindakan dengan kesehatan dan keselamatan mereka?"
2. "Metode pembelajaran apa yang paling efektif dalam menumbuhkan kesadaran dan kemampuan
peserta didik untuk membuat pilihan sehat dan aman?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan konsep ini ke dalam kehidupan sehari-hari peserta
didik, tidak hanya di pelajaran PJOK?"
Anggota Kelompok:
1. .........................
2. .........................
3. .........................
4. .........................
Tugas Kelompok: Proyek "Pahlawan Kesehatan dan Keamanan" Bagian 1: Diskusi
Detektif Kesehatan!
1. Coba sebutkan 3 jenis makanan yang paling sehat menurut kelompokmu dan mengapa?
o Makanan 1: ..................... (Kenapa sehat? ...........................) o Makanan 2: .....................
(Kenapa sehat? ...........................) o Makanan 3: ..................... (Kenapa sehat? ...........................)
2. Diskusikan, di mana saja tempat yang berbahaya untuk bermain di sekitar sekolah atau
rumahmu? Tuliskan 2 tempat dan alasannya. o Tempat Berbahaya 1: ..................... (Kenapa
berbahaya?
...........................)
o Tempat Berbahaya 2: ..................... (Kenapa berbahaya?
...........................)
Bagian 2: Mari Berkreasi untuk Kampanye!
Buatlah sebuah kampanye mini yang mengajak teman-temanmu untuk hidup sehat dan aman. Kalian
bisa memilih salah satu cara di bawah ini:
Skala Likert:
• 1 = Sangat Kurang
• 2 = Kurang
• 3 = Cukup
• 4 = Baik
• 5 = Sangat Baik
2. Kemampuan
mengidentifikasi situasi berisiko dan
cara mencari bantuan
Remedial
• Bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami konsep atau kurang berpartisipasi,
guru dapat: o Memberikan bimbingan personal dengan menggunakan media visual yang lebih
konkret (misalnya, membawa contoh makanan asli).
o Melakukan simulasi berulang dengan skenario yang lebih sederhana dan spesifik. o
Membuat kartu bergambar tentang "Siapa yang Bisa Membantuku?" dengan wajah orang
dewasa terpercaya. o Memberikan tugas identifikasi sederhana di rumah (misalnya, minta
bantuan orang tua untuk mencari tanggal kedaluwarsa pada 3 produk makanan).
P. Bahan Bacaan
Pendidik
1. Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2021). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan
Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi.
2. WHO. (2020). Global Strategy on Diet, Physical Activity and Health. (Dokumen terkait promosi
gizi dan aktivitas fisik).
3. Artikel atau jurnal terkait pendidikan kesehatan dan keselamatan anak usia dini.
Peserta Didik
1. Buku teks PJOK Kelas 2 SD yang relevan.
2. Buku cerita bergambar tentang petualangan menjaga kesehatan atau keselamatan (misalnya,
tentang pahlawan yang makan sehat, atau anak yang berani mencari bantuan).
3. Video animasi edukasi tentang gizi seimbang atau tips aman di rumah/jalan.
Q. Glosarium
1. Gizi Seimbang: Susunan hidangan lengkap yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah
yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2. Situasi Berisiko: Keadaan atau kondisi yang memiliki potensi bahaya dan dapat mengancam
kesehatan atau keselamatan.
3. Orang Dewasa Terpercaya: Orang dewasa yang dikenal baik dan dapat diandalkan untuk
meminta bantuan atau perlindungan (misalnya orang tua, guru, keluarga dekat).
R. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga,
dan Kesehatan Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
2. Setiati, S. (2019). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
3. Slamet, R. (2020). Pendidikan Keselamatan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.