0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan50 halaman

Metodologi QFD dalam Perancangan Produk

Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi yang digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan dan keinginan pelanggan ke dalam desain produk dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kepuasan konsumen. Proses QFD melibatkan riset pasar dan penggunaan matriks seperti House of Quality untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan persyaratan teknis. Manfaat dari QFD termasuk peningkatan keandalan produk, pengurangan biaya perancangan, dan peningkatan komunikasi dalam tim pengembangan produk.

Diunggah oleh

achmad sukri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
27 tayangan50 halaman

Metodologi QFD dalam Perancangan Produk

Quality Function Deployment (QFD) adalah metodologi yang digunakan untuk menerjemahkan kebutuhan dan keinginan pelanggan ke dalam desain produk dengan tujuan meningkatkan kualitas dan kepuasan konsumen. Proses QFD melibatkan riset pasar dan penggunaan matriks seperti House of Quality untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan persyaratan teknis. Manfaat dari QFD termasuk peningkatan keandalan produk, pengurangan biaya perancangan, dan peningkatan komunikasi dalam tim pengembangan produk.

Diunggah oleh

achmad sukri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANCANGAN PRODUK

Quality Function Deployment


(QFD)

1
1. Quality Function Deployment (QFD)

Quality Function Deployment (QFD) merupakan serangkaian aktivitas


perencanaan dan komunikasi, QFD berfokus pada pengembangan
ketrampilan untuk merancang, menciptakan, dan memasarkan produk yang
dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan.
Konsep ini menggunakan bagan yang terperinci untuk menterjemahkan
presepsi kualitas ke dalam karakteristik produk, yang kemudian
dijadikan persyaratan tahap perekayasaan dan produksi.
Alat rancangan dasar berupa suatu bagan yang disebut House of Quality.
Perancangan tersebut diawali dengan melakukan riset pemasaran untuk
menentukan atribut produk secara spesifik yang diinginkan dari segmen
pasar yang telah ditetapkan, derajat kepentingan relative masing-masing
atribut, dan menentukan presepsi pelanggan terhadap pesaing dan produk
perusahaan pada masing-masing atribut yang ada.

2
Konsep Quality Funcion Deployment (QFD) dikembangkan
untuk menjamin bahwa produk yang memasuki tahap
produksi benar-benar akan dapat memenuhi
kebutuhan pelanggan, dengan jalan membentuk
tingkat kualitas yang diperlukan dan kesesuaian
maksimum pada setiap tahap pengembangan produk.

Fokus utama QFD adalah melibatkan pelanggan pada


proses pengembangan produk.

3
2. Pengertian QFD

1. QFD adalah merupakan metodologi untuk menterjemahkan keinginan dan kebutuhan


konsumen ke dalam suatu rancangan produk yang memiliki persyaratan teknis dan
karakteristik kualitas tertentu (Akao, 1990; Urban, 1993).
2. QFD adalah metodologi terstruktur yang digunakan dalam proses perancangan dan
pengembangan produk untuk menetapkan spesifikasi kebutuhan dan keinginan
konsumen, serta mengevaluasi secara sistematis kapabilitas produk atau jasa dalam
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen (Cohen, 1995).
3. QFD adalah sebuah sistem pengembangan produk yang dimulai dari merancang
produk, proses manufaktur, sampai produk tersebut ke tangan konsumen, dimana
pengembangan produk berdasarkan keinginan konsumen (Djati, 2003).
4. (QFD) adalah suatu proses atau mekanisme terstruktur untuk menentukan
kebutuhan pelanggan dan menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan pelanggan ke dalam
kebutuhan teknis yang relevan, dimana masing-masing area fungsional dan level
organisasi dapat mengerti dan bertindak (Gasperz ,1997).

4
3. Tujuan QFD

Tujuan QFD adalah memenuhi sebanyak


mungkin harapan konsumen dan
berusaha melampaui harapan tersebut
dengan merancang produk baru agar dapat
berkompetisi dengan produk dari kompetitor
untuk kepuasan konsumen.

5
4. Manfaat QFD

Manfaat yang dapat diperoleh dari QFD dalam proses


perancangan produk:
a. Meningkatkan keandalan produk
b. Meningkatkan kualitas produk
c. Meningkatkan kepuasan konsumen
d. Memperpendek time to market
e. Mereduksi biaya perancangan
f. Meningkatkan komunikasi
g. Meningkatkan produktivitas
h. Meningkatkan keuntungan perusahaan

6
5. Keunggulan QFD

a. Menyediakan format standar untuk menerjemahkan kebutuhan


konsumen menjadi persyaratan teknis, sehingga dapat memenuhi
kebutuhan konsumen.
[Link] tim perancang untuk memfokuskan proses
perancangan yang dilakukan pada fakta-fakta yang ada, bukan
intuisi.
c. Selama proses perancangan, pembuatan keputusan ‘direkam’
dalam matriks-matriks sehingga dapat diperiksa ulang serta
dimodifikasi di masa yang akan datang.

7
6. Proses QFD

Pada aplikasinya, proses QFD dibagi menjadi empat fase


(Crow,2005). Model empat fase ini menerjemahkan
keinginan pelanggan melalui beberapa tahap menuju
proses perancangan produk.
Setiap fase pada gambar berikut memiliki matriks yang terdiri
dari kolom vertikal yang berisi Whats dan baris
horisontal yang berisi Hows. Whats adalah kebutuhan
pelanggan dan Hows adalah cara untuk mencapainya.

8
Gambar 1. Model empat fase dalam QFD

9
7. House of Quality (HoQ)

HoQ adalah salah satu matrik yang digunakan


untuk menghubungkan antara kebutuhan
pelanggan pada sisi kiri matrik dan technical
response terhadap kebutuhan yang dinyatakan
pada bagian atas matrik .
Bentuk dasar matriks HoQ ditampilkan pada gambar
berikut

10
Gambar 2. Matriks HoQ 11
Tabel 1. Isian bagian matriks HoQ

No Bagian Matriks HoQ Isi


1. Customer Requirement Atribut kebutuhan pelanggan
2. Technical Requirements Karakteristik produk yang relevan dan dapat diukur
3. Planning Matrix Gambaran persepsi pelanggan berdasar survei
pelanggan, meliputi tingkat kepentingan
pelanggan, performansi perusahaan dan
kompetitor, serta tingkat kepuasan yang
diharapkan (goal)
4. Interrelationship Matrix Gambaran hubungan antara kebutuhan
pelanggan dan kebutuhan teknik
5. Technical Correlation / Roof Identifikasi apakah kebutuhan teknik saling
Matrix mendukung atau merintangi satu sama lain
6. Technical Priorities, Catatan prioritas dari masing-masing kebutuhan
benchmarks and targets teknik dan target yang ditetapkan

12
Tahap-tahap pembuatan House of Quality menurut Cohen (1995) adalah:
a. Memasukkan atribut-atribut kualitas produk yang diinginkan oleh pelanggan (customer
requirements) ke bagian vertikal dari HoQ yang menunjukkan Whats.
b. Memasukkan nilai kepentingan relatif dari masing-masing kebutuhan pelanggan tersebut ke
dalam kolom customer importance pada planning matrix.
c. Memasukkan nilai performansi relatif/tingkat kepuasan pelanggan dari perusahaan dan
pesaingnya ke dalam current satisfaction performance dan competitor satisfaction performance
pada planning matrix.
d. Menentukan kebutuhan-kebutuhan teknis (technical requirements) yang berupa technical
relations sebagai terjemahan dari customer requirements dan menetapkan target dari masing-
masing kebutuhan teknis.
e. Memasukkan technical relations ke dalam bagian HoQ yang menunjukkan Hows.
f. Menentukan arah perbaikan untuk setiap technical
requirements. Ada tiga kemungkinan arah perbaikan
yaitu:
1)More is better artinya semakin besar nilai maka hasil akan lebih baik
2)Target is the best artinya nilai maksimal ada pada target
3)Less is better artinya semakin kecil nilai maka hasil yang diperoleh lebih baik
g. Menentukan hubungan antara customer requirements dan technical requirements. Hubungan
ini disimbolkan dalam impact symbol seperti ada pada Tabel 2 (Cohen, 1995).

13
Tabel 2. Impact Symbol

Simbol Arti Nilai


Blank Tidak ada hubungan 0
Hubungan lemah 1
Hubungan moderat 3
Hubungan kuat 9

14
h. Menentukan hubungan antara technical requirements yang
diposisikan pada technical correlation matrix, yaitu dengan
menentukan apakah Hows/ technical requirements saling
mendukung satu sama lain atau ada konflik yang terjadi.

Terdapat lima simbol untuk menunjukkan hubungan ini


Simbol dapat dilihat pada Tabel 3.

15
Tabel 3. Simbol pada technical correlation matriks

Simbol Arti
+ Hubungan positif
Blank Tidak ada hubungan
- Hubungan negatif

16
i. Menetapkan goal yang akan dicapai oleh
perusahaan yang nilainya diperoleh dari
harapan pelanggan atas produk tersebut.
j. Menghitung improvement ratio.
Penghitungan improvement ratio
dengan menggunakan persamaan

17
Improvement Ratio = Goal/ (Current
Satisfaction Performance)

18
Skala tingkat perubahan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Nilai yang mendekati 100 menunjukkan tidak perlu ada perbaikan, karena
performansi saat ini hampir sama dengan nilai target
2) Nilai yang mendekati 1,20 menunjukkan tingkat perubahan dalam perbaikan sedang
karena performansi saat ini mendekati nilai target
3) Nilai yang mendekati 1,50 menunjukkan tingkat perubahan yang tinggi karena
kinerja saat ini masih jauh dari target

k. Menentukan sales point yaitu angka yang menunjukkan kemampuan setiap atribut
dalam mempengaruhi penjualan produk. Kriteria penentuan sales point ditentukan
dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan : angka 1 menunjukkan tidak
adanya pengaruh, angka 1,2 menunjukkan adanya pengaruh sedangkan angka 1,5
menunjukkan adanya pengaruh yang kuat.

19
l. Menghitung raw Weight
Raw weight dihitung dengan persamaan:
Raw Weight = Impotance Rating x Improvement Ratio x Sales
Point

Kemudian dihitung normalized raw weight yang


merupakan persentase dari masing-masing atribut produk
tersebut.

20
m. Menghitung absolute importance dari masing-masing
technical requirements.

Absolute importance = relationship strength x


importance rating

n. Menghitung relative importance dengan cara


menghitung persentase masing-masing nilai absolute
importance untuk memperoleh urutan technical
requirements.

21
7. Concept Selection Matrix

Dalam melakukan pemilihan konsep produk dapat


digunakan concept selection matrix. Produk konsep
ditampilkan pada bagian atas matrik. Berbagai alternatif
konsep dievaluasi dengan kriteria yang ada di kolom sebelah
kiri dengan memberikan simbol pada masing-masing alternatif
konsep yang sesuai.

22
8. Model dan Prototipe

Istilah Prototipe dan model sering digunakan secara


bergantian, yang berarti setiap skala penuh pra-produksi
representasi dari sebuah desain, apakah fungsional atau
tidak. Lebih mudah menggunakan model untuk
menggambarkan representasi non-fungsional
dan prototipe untuk menggambarkan barang
fungsional. (Prototipe=tiruan Produk)

Model penampilan adalah skala penuh, non-fungsional


representasi yang terlihat, sedekat mungkin, identik dengan
produk baru prospektif. Pemodelan dan prototyping melayani
berbagai tujuan di seluruh upaya pembangunan24.
Model dan prototipe diperlukan karena keterbatasan
pekerjaan teoritis dan media buatan. Sebuah
produk dapat dirancang dan mulai digunakan
disimulasikan pada komputer, tapi tidak benar-benar
tahu bagaimana itu akan bekerja sampai item tersebut
dibuat dan dilakukan dalam lingkungan yang
diinginkan.
Prototyping dan pemodelan adalah upaya untuk
memulai hampir semua proyek dan terus ke
dalam kegiatan produksi.

25
Peran Desain Industri

Desain Industri (ID) adalah layanan “profesional


menciptakan dan mengembangkan konsep dan
spesifikasi yang mengoptimalkan fungsi, nilai dan
penampilan produk serta sistem untuk kepentingan
bersama baik pengguna dan produsen.

Desain industri yang baik dapat menciptakan manfaat produk


tambahan melalui pemilihan bahan dan arsitektur desain.
Desainer industri memiliki pelatihan ekstensif dalam seni,
serta pelatihan di bidang teknik dasar, manufaktur dan
proses fabrikasi, dan praktek pemasaran.

26
Ada 5 gol/tujuan penting desainer industri ketika mengembangkan produk baru:
a. Utility: user interface itu produk harus aman, mudah digunakan, dan intuitif.
Setiap fitur harus berbentuk sehingga mengkomunikasikan fungsinya untuk
pengguna.
b. Penampilan: bentuk, garis, proporsi, dan warna yang digunakan
untuk mengintegrasikan produk ke seluruh bagian.
c. Kemudahan Pemeliharaan: Produk juga harus dirancang untuk
berkomunikasi bagaimana mereka harus dipertahankan dan diperbaiki.
d. Biaya Rendah: fitur berdampak besar pada perkakas dan biaya
produksi, sehingga mereka harus dipertimbangkan bersama-sama oleh
tim.
e. Komunikasi: desain produk harus mengkomunikasikan filosofi desain dan
misi perusahaan melalui kualitas visual dari produk.

27
Desainer industri terlibat dalam proyek pengembangan
produk sejak awal. Antusiasme dalam tim pengembangan
meningkat ketika desainer industri mengembangkan konsep
menarik di awal proyek.
Ketika anggota memiliki konsep nyata untuk bekerja, upaya untuk
berhenti menjadi latihan, dan sebaliknya, menjadikan hidup
lebih bermakna.

28
Langkah-langkah Pembuatan Quality
Function Deployment (QFD)
1. Evaluasi Produk

Produk MT-02520 (Alat yang akan dibuat) Produk SB-81 (Alat Pembanding/Pesaing)
Benchmarking
No Atribut
1 2 3 4

1 Dimensi Produk

2 Desain
Keterangan
3 Kapasitas Produksi Produk SB-81

4 Kualitas Produksi Produk MT-025200

5 Umur Produk

6 Keamanan Produk

7 Kemudahan Perawatan

8 Daya Beli Kosnumen


2. Perhitungan Objective Produk
Untuk perhitungan dari IR, RII, Weight dan %Weight dilakukan pada masing – masing atribut, adapun rumus
yang digunakan adalah sebagai berikut:
𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒
𝐼𝑅 =
𝐸𝑣𝑎𝑙𝑢𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒
Seperti perhitungan nilai IR pada atribut dimensi produk, diketahui nilai evaluation score adalam 3 dan Target
Value = 4, maka nilai IR yang didapatkan adalah sebagai berikut:
4
𝐼𝑅 = = 1,33
3
Sedangkan untuk penentuan nilai RII merupakan nilai dari average identifikasi voice of customer pada masing –
masing atribut. Sehingga untuk mencari nilai weight dari atribut digunakan rumus sebagai berikut
𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = IR x RII
Contoh perhitungan nilai weight dari dari atribut dimensi produk:

𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = 1,33 x 3,23 = 4,307


Perhitungan ini berlaku untuk setiap atribut yang lainnya, jika dari masing - masing atribut sudah mempunyai
nilai bobot, maka keseluruhan dari nilai bobot atribut dijumlahkan dan menjadi total weight. Dari total weight
dapat dihitung persentase weight dari masing – masing atribut. Berikut merupakan contoh perhitungan dari
artribut dimensi produk:
𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡
%𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = 𝑥 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡

4,307
%𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = 𝑥 100% = 16,9 %
25,511
3. Penentuan Respon Teknis

No. Atribut Respon Teknis


1 Dimensi Produk Ukuran kerangka dan cerobong
Kompleksitas produk
2 Desain
Estetika (warna dan bentuk)
Besar Batu penggilas
3 Kapasitas produksi
Diameter rumah penggilas
Pemilihan jenis material dan komponen SB-
4 Kualitas produk
81
Pemilihan jenis material dan komponen SB-
5 Umur produk
81
Adanya rumah pelindung mesin dan pulley
6 Keamanan Produk
Kekuatan assembly
Ketersediaan spare part
7 Kemudahan Perawatan
Kompleksitas produk
Pemilihan jenis material dan komponen SB-
Daya beli konsumen
8 81
(harga produk)
Kompleksitas produk
4. Matriks Interaksi
5. Interaksi Antar Respon Teknis
5. Penyusunan Konsep
No. Respon Teknis Konsep Ide
Tinggi kerangka tidak terlalu besar yaitu
70 cm
Ukuran kerangka dan luas lubang cerobong tidak terlalu besar
1
cerobong yaitu 33 cm x 33 cm
Lebar kaki kerangka tidak terlalu besar
yaitu 55cm
Assembly menggunakan Bolt dan Nut
serta Pengelasan
Kompleksitas produk
Komponen SB-81 tidak lebih dari 3 level
2
BOM Tree
Menggunakan kombinasi 2 warna dan
Estetika (warna dan
3 tidak seluruh komponen diberi warna
bentuk)
agar tidak menambah biaya produksi
Diameter batu penggilas berdiameter
4 Besar Batu penggilas
sedang yaitu 15 cm
Diameter menyesuaikan besarnya batu
5 Diameter rumah penggilas
penggilas (diberikan allowance 0,5-1 cm)
Material dipilih dengan kekuatan yang
tidak terlalu tinggi sesuai batas minimal
untuk menghasilkan produk yang tahan
lama
Material dibeli dengan harga distributor
Pemilihan jenis material bukan retailler
6
dan komponen SB-81
Material yang digunakan antara ST-37
hingga ST-60
Menggunakan motor penggerak AC
dengan putaran = 1440 rpm dan daya =
0,25 HP
Langkah-langkah Pembuatan Quality
Function Deployment (QFD)
5. Eliminasi Atribut
“Mesin Penggiling Rempah”
Responden Rata-
No Atribut
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 rata
1 Dimensi produk 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 2 3 3,13
2 Desain 4 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3,57
3 Kapasitas Produksi 3 4 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 4 4 3 4 3,37
4 Kualitas Produk 4 4 3 4 3 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 4 3 3,63
5 Daya Listrik Produk 3 2 3 3 3 2 4 4 4 2 3 2 4 4 3 4 3 3 2 2 2 3 3 2 2 4 4 3 2 2 2,9
6 Umur Produk 3 4 4 3 4 3 3 4 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 2 3 4 4 3 4 3 3 3 4 2 3 3,17
7 Keamanan Produk 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3,57
8 Kemudahan
3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3,33
Perawatan
9 Daya Beli Konsumen
(Harga Produk) 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3,47

10 Garansi Produk 3 2 3 3 2 3 4 2 2 3 3 2 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 3 2 2 4 2,73

Tidak ada atribut yang dihapus karena


score tidak ada yg kurang dari 2
1. Evaluasi Produk

Mesin Penggiling Rempah Universal Fritter (Alat Pembanding/Pesaing)


(Alat yang akan dibuat)
Spesifikasi Alat Pembanding/Pesaing
Nama Alat
Pesaing

Fungsi Alat Spesifikasi


Pesaing Alat Pesaing
No Atribut Evaluation Score Target Value
1 Dimensi produk 4 4
2 Desain 4 4
3 Kapasitas Produksi 2 4
4 Kualitas Produk 2 4
5 Daya Listrik Produk 3 3
6 Umur Produk 2 3
7 Keamanan Produk 3 4
8 Kemudahan Perawatan 3 4
9 Daya Beli Konsumen (Harga
4 4
Produk)
10 Garansi Produk 3 3

Evaluation Score = Alat Pembanding/Pesaing


Target Value = Alat yg dibuat
2. Perhitungan Objective Produk
Untuk perhitungan dari IR, RII, Weight dan %Weight dilakukan pada masing – masing atribut, adapun rumus
yang digunakan adalah sebagai berikut:
𝑇𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒
𝐼𝑅 =
𝐸𝑣𝑎𝑙𝑢𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑆𝑐𝑜𝑟𝑒
Seperti perhitungan nilai IR pada atribut dimensi produk, diketahui nilai evaluation score adalah 4 dan Target
Value = 4, maka nilai IR yang didapatkan adalah sebagai berikut:
4
𝐼𝑅 = = 1
4
Sedangkan untuk penentuan nilai RII merupakan nilai dari average identifikasi voice of customer pada masing –
masing atribut. Sehingga untuk mencari nilai weight dari atribut digunakan rumus sebagai berikut
𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = IR x RII
Contoh perhitungan nilai weight dari dari atribut dimensi produk:

𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = 1 x 3,13 = 3,13


Perhitungan ini berlaku untuk setiap atribut yang lainnya, jika dari masing - masing atribut sudah mempunyai
nilai bobot, maka keseluruhan dari nilai bobot atribut dijumlahkan dan menjadi total weight. Dari total weight
dapat dihitung persentase weight dari masing – masing atribut. Berikut merupakan contoh perhitungan dari
artribut dimensi produk:
𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡
%𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡 = 𝑥 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑊𝑒𝑖𝑔ℎ𝑡

𝟑, 𝟏𝟑
%𝑾𝒆𝒊𝒈𝒉𝒕 = 𝒙 𝟏𝟎𝟎% = 𝟕, 𝟐 %
𝟒𝟑, 𝟕𝟓
Tabel Rekapitulasi Perhitungan Objective Produk
Evaluation Target Weight
No Atribut IR RII Weight
Score Value (%)
1 Dimensi produk 4 4 1,00 3,13 3,13 7,2
2 Desain 4 4 1,00 3,57 3,57 8,2
3 Kapasitas Produksi 2 4 2,00 3,37 6,73 15,4
4 Kualitas Produk 2 4 2,00 3,63 7,27 16,6
5 Daya Listrik Produk 3 3 1,00 2,90 2,90 6,6
6 Umur Produk 2 3 1,50 3,17 4,75 10,9
7 Keamanan Produk 3 4 1,33 3,57 4,76 10,9
8 Kemudahan
3 4 1,33 3,33 4,44 10,2
Perawatan
9 Daya Beli Konsumen
4 4 1,00 3,47 3,47 7,9
(Harga Produk)
10 Garansi Produk 3 3 1,00 2,73 2,73 6,2
TOTAL 32,87 43,75 100,0
3. Penentuan Respon Teknis
No Atribut Respon Teknis
1 Dimensi produk Ukuran produk sekitar 1m
2 Desain Mudah dipindah-pindah
Terdapat tombol intermitten dan on/off
Tutup tabung yang transparan
3 Kapasitas Produksi Kapasitas 5-6 liter
4 Kualitas Produk Tabung terbuat dari steinless steel untuk food grade
Anti karat
Pisau baja yang tajam
5 Daya Listrik Produk Daya maksimal 1300 watt
6 Umur Produk Kuat dan tahan lebih dari 10 tahun
7 Keamanan Produk Seluruh bagian tertutup dengan stainless steel
8 Kemudahan Perawatan Tabung yang mudah dibersihkan
Bila terjadi kerusakan mudah dibuka
9 Daya Beli Konsumen Harga 5-6 juta rupiah
(Harga Produk)
10 Garansi Produk Bergaransi 1 tahun
4. Matriks Interaksi / House of Quality (HoQ)
5. Penyusunan Konsep
No Spesifikasi Produk Hasil QFD
1 Kualitas Produk Tabung terbuat dari steinless steel food grade
Anti karat
Pisau baja yang tajam
2 Kapasitas Produksi Kapasitas 5-6 liter
3 Keamanan Produk Seluruh bagian tertutup stainless steel
4 Umur Produk Kuat dan tahan lebih dari 10 tahun
5 Kemudahan Perawatan Tabung yang mudah dibersihkan
Bila terjadi kerusakan mudah dibuka
6 Desain Mudah dipindah-pindah
Terdapat tombol intermitten dan on/off
Tutup tabung yang transparan
7 Daya Beli (Harga Produk) Harga 5-6 juta rupiah

8 Dimensi produk Ukuran produk yang tidak terlalu besar


9 Daya Listrik Produk Daya maksimal 1300 watt
10 Garansi Produk Bergaransi 1 tahun

Diurutkan dan didetailkan berdasarkan HoQ


Terima Kasih

50

Anda mungkin juga menyukai