MAKALAH
PERKEMBANGAN TRANSPORTASI DI INDONESIA
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi
Dosen Pengampu: Gary Raya Prima,. [Link], M.T
Disusun oleh:
Nama : Muhamad Arviansyah Rohmana
NPM : 197011034
Kelas : B
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIK MALAYA
2019
Kata pengantar
Segala puji dan syukur, kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
nikmat sehat dan kesempatan serta rahmat dan hidayahnya yang senantiasa
tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini. Sholawat serta salam kita
panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya,
sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robal alamin.
Saya menyampaikan terima kasih kepada dosen mata kuliah Dasar-Dasar
Rekayasa Transportasi, yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini
dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga
saya dapat menyelesaikannya makalah ini dengan tepat waktu.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
terdapat kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan
datang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya
dan bagi para pembaca pada umumnya.
Ciamis, Oktober 2019
Penulis
i
Daftar Isis
Kata Pengantar.................................................................................................i
Daftar Isi.........................................................................................................ii
BAB I Pendahuluan........................................................................................1
A. Latar Belakang....................................................................................1
B. Rumusan maslah.................................................................................1
C. Tujuan ................................................................................................1
BAB II Pembahasan.......................................................................................2
A. Pengertian Transportasi......................................................................2
B. Sejarah dan Perkembangan Transportasi di Indonesia.......................3
BAB III Penutupan.........................................................................................5
A. Kesimpulan.........................................................................................5
B. Saran...................................................................................................5
Daftar pustaka.................................................................................................6
ii
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Kebutuhan transportasi merupakan kebutuhan turunan akibat aktivitas
ekonomi, sosial, dan sebagainya. Dalam kerangka makro-ekonomi, transportasi
merupakan tulang punggung perekonomian nasional, regional, dan lokal, baik di
perkotaan maupun di pedesaan. Harus diingat bahwa sistem transportasi memiliki
sifat sistem jaringan di mana kinerja pelayanan transportasi sangat dipengaruhi
oleh integrasi dan keterpaduan jaringan.
Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang
peranan vital dalam aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah
satu dengan daerah yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih
mudah dan cepat bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana
mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk
mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia. Melalui transportasi penduduk
antara wilayah satu dengan wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi
yang rata maupun hasil pembangunan yang ada.
Sektor transportasi dikenal sebagai salah satu mata rantai jaringan
distribusi barang dan penumpang telah berkembang sangat dinamis serta berperan
didalam menunjang pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya maupun
pertahanan keamanan. Pertumbuhan sektor ini akan mencerminkan pertumbuhan
ekonomi secara langsung sehingga transportasi mempunyai peranan yang penting
dan strategis. Keberhasilan sektor transportasi dapat dilihat dari kemampuannya
dalam menunjang serta mendorong peningkatan ekonomi nasional, regional dan
lokal, stabilitas politik termasuk mewujudkan nilai-nilai sosial dan budaya yang
diindikasikan melalui berbagai indikator transportasi antara lain: kapasitas,
kualitas pelayanan, aksesibilitas keterjangkauan, beban publik dan utilisasi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud denngan transportasi?
2. Bagaimana sejarah serta transportasi di Indonesia?
C. Tujuan Makalah
Tujuan Penulisan makalah ini adalah pengentahuan sejarah dan perkembangan
transportasi Di Indonesia.
1
2
BAB II
Pembahasan
A. Pengertian Transportasi
Pengertian transportasi secara etimologi berasal dari kata lain yaitu
Transportate, dimana trans berarti sebrang/lokasi/ tempat lain. Sedangkan portate
memiliki arti mengangkut atau membawa. Sedangkan secara termminologi,
pengertoian transportasi adalah suatu alat atau suatu proses perpindahan manusia
atau barang dari suatu tempat ketempat lain dengan menggunakan alat bantu
kendaraan darat, laut, maupun udara, baik umum maupun pribadi dengan
menggunakan mesin ataupun tidak mengunakan mesin. Berikut ini adalah
pengertian transportasi menurut para ahli:
Menurut Salim (2000) transportasi adalah kegiatan pemindahan barang (muatan)
dan penumpang dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam transportasi ada dua
unsur yang terpenting yaitu pemindahan/pergerakan (movement) dan secara fisik
mengubah tempat dari barang (comoditi) dan penumpang ke tempat lain.
Menurut Miro (2005) transportasi dapat diartikan usaha memindahkan,
mengerakkan, mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari suatu tempat ke
tempat lain, di mana di tempat lain ini objek tersebut lebih bermanfaat atau dapat
berguna untuk tujuan-tujuan tertentu.
Pada Transportasi ada lima unsur pokok transportasi, yaitu:
a) Manusia, yang membutuhkan transportasi
b) Barang, yang diperlukan manusia
c) Kendaraan, sebagai sarana transportasi
d) Jalan, sebagai prasarana transportasi
e) Organisasi, sebagai pengelola transportasi
Pada dasarnya, ke lima unsur di atas saling terkait untuk terlaksananya
transportasi, yaitu terjaminnya penumpang atau barang yang diangkut akan
sampai ke tempat tujuan dalam keadaan baik seperti pada saat awal diangkut.
Dalam hal ini perlu diketahui terlebih dulu ciri penumpang dan barang, kond isi
sarana dan konstruksi prasarana, serta pelaksanaan transportasi.
3
B. Sejarah Dan Perkembangan Transportasi Di Indonesia
1. Transportasi Air
Di Indonesia, sebagai negara bahari, perahu dan kapal merupakan alat transportasi
dan komunikasi penting sejak awal peradaban Nusantara. Tak heran, alat
transportasi yang paling banyak ragamnya di Indonesia adalah perahu dan kapal.
Setiap daerah berpantai di Indonesia memiliki jenis perahu tradisional dengan
bentuk dan ornamen khas. Misalnya, Pinisi dari Makasar, Sope dari Jakarta, Alut
Pasa dari Kalimantan Timur, Lancang Kuning dari Riau, Gelati dari Perairan Bali,
dan Kora-kora dari Maluku.
Di beberapa daerah di Indonesia, misalnya Kalimantan, jalur penghubung utama
antarwilayah adalah sungai. Transportasi utama yang banyak digunakan adalah
perahu. Mulai dari perahu kecil yang disebut kelotok atau ketingting yang bisa
memuat 10 penumpang, hingga bus air berupa perahu panjang (long boat) yang
bisa mengangkut puluhan penumpang.
2. Transportasi Darat
Di Pulau Jawa, yang menjadi pusat perkembangan peradaban Nusantara sejak
abad ke-4, jalur perhubungan yang berkembang adalah jalur darat. Kuda banyak
dipakai untuk bepergian karena kekuatan dan kecepatannya. Alat transportasi
yang berkembang pun menggunakan jasa kuda, misalnya, kereta kuda yang
kemudian berkembang menjadi andong atau delman. Sedangkan untuk
mengangkut barang, selain menggunakan jasa kuda, juga ada pedati yang ditarik
sapi atau kerbau.
Awal masuknya transportasi darat modern di Indonesia dimulai pada masa
pendudukan Belanda, di pusat pemerintahannya saat itu yang berada di Batavia
atau Jakarta. Pemerintah Belanda membangun jalur kereta api dengan rute
Batavia-Buitenzorg (Bogor), tahun 1873.
Sedangkan alat transportasi yang digunakan di dalam kota adalah trem yang
digerakkan oleh mesin uap. Trem merupakan angkutan massal pertama yang ada
di Jakarta. Pada 1910, Jakarta sudah mempunyai jaringan trem.
Tahun 1960-an, Presiden Sukarno memerintahkan penghapusan trem karena
dianggap tidak cocok lagi untuk kota sebesar Jakarta. Trem pun digantikan bus-
bus besar.
Untuk transportasi jarak dekat, ada oplet dan becak. Ada pula bemo yang mulai
dipakai sejak tahun 1962. Tahun 1970-an, muncul helicak dan bajaj. Meski sudah
dilarang beroperasi, kita masih bisa menemukan beberapa jenis alat transportasi
ini.
4
Saat ini, alat transportasi darat yang biasa dimanfaatkan masyarakat adalah bus
dan kereta listrik. Pemerintah pun berusaha mengembangkan transportasi massal
yang modern dan murah seperti bus TransJakarta. Di masa depan, rencananya,
akan ada monorel yang lebih cepat dan canggih.
Meski sarana transportasi sudah semakin canggih, alat transportasi tradisional
seperti andong atau delman masih banyak kita temui. Misalnya, di Yogyakarta.
3. Transpostasi Udara
Sejarah transportasi udara di Indonesia terkait dengan sejarah kemerdekaan.
Untuk kemudahan transportasi, pada 1948, mantan presiden Soekarno membeli
dua pesawat tipe DC-3 dari Singapura. Pembelian pesawat tersebut didanai para
pengusaha asal Aceh. Wilayah Aceh kala itu merupakan bagian Indonesia yang
belum tersentuh Belanda.
Sebagai bentuk penghargaan kepada Aceh, dua pesawat tersebut dinamai
RI-001 Seulawah Agam dan RI-002 Seulawah Inong. Pesawat tersebut melakukan
penerbangan pertama pada 26 Januari 1949 dengan rute penerbangan Calcutta-
Rangoon. Kedua pesawat tersebut menjadi cikal bakal perusahaan penerbangan
pertama tanah air yaitu Garuda Indonesia.
Industri penerbangan nasional dirintis tahun 1946 di Yogyakarta oleh tim
Angkatan Udara Republik Indonesia yang dipelopori Wiweko Soepono, Nurtanio
Pringgoadisurjo, dan J. Sumarsono. Salah satu hasil rancangannya adalah pesawat
Si Kumbang yang melakukan penerbangan pertama pada 1 Agustus 1954.
Pada 26 April 1976 industri pesawat terbang itu berkembang menjadi PT.
Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) yang didirikan dengan DR. B.J.
Habibie. Salah satu hasil karya IPTN adalah prototipe pesawat turbo N-250 yang
pertama kali terbang selama 55 menit, pada 10 Agustus 1995. Namun industri
pesawat terbang ini harus berhenti karena kekurangan dana akibat krisis moneter
pada 1997.
Seiring dengan munsulnya era kebebasan perusahaan-perusahaan transportasi
mulai berkembang. Banyak bermunculan perusahaan-perusahaan transportasi di
Indonesia. Disamping itu pemerintah indonesi juga mendirikan pabrik karoseri
atau pabrik perakitan alat-alat transportasi. Pendirian pabrik ini membawa
kemajuan transportasi yang sangat pesat di Indonesia. Bahkan sampai era
sekarang transportasi di Indonesia mengalami puncaknya hingga memunculkan
masalah kepadatan arus lalulintas dijalan . jalan-jalan menjadi padat dengan
bertambahnya alat-alat transportasi.
5
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan
Transportasi merupakan salah satu unsur penting penunjang pemenuhan
kebutuhan manusia. Saat transportasi lumpuh pada seseorang maka orang tersebut
akan sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
B. Saran
Pada era globalisasi ini kita ketahui bahwa di Indonesia dalam transportasi darat,
mayoritas orang-orang pasti akan membawa kendaraan pribadinya untuk
melakukan transportasinya dikarenakan masih banyak kekurangan pada kendaraan
angkutan umum. Hal ini malah menimbulkan berbagai macam permaslahan, salah
satunya adalah kemacetan. Dalam hal ini pemerintah harus menaruh perhatian
lebih pada kendaraan angkutan umum, agar masyarakat mau beralih dari
kendaraan pribadi ke kendaraan angkutan umum. Dan tak kalah penting adalah
infrastruktur transportasi yang harus lebih memadai agar para pelaku transportasi
merasa nyaman saat melakukan aktivitasnya.
6
Daftar Pustaka
Media Online
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]
[Link]