"Hampir sampai ke longhua!!" teriak salah satu kru kapal yang membuat Asher bersemangat.
"Yes!! dua hari lagi sampe, cape banget sialan tiap hari ngepel, angkat jangkar, bersihin lumut,
di ganggu lonte, ha... tai!!"
Malam pun tiba, Asher dan kru merayakan keberhasilan mereka dengan minum minum bir.
Disaat yang lain tertawa sambil minum bir, Asher hanya diam di pojokan. bukan karena dia
introvert apalagi karena ga kuat minum, dia mojok karena takut di apa apain sama Stevani.
Saat Asher termenung Stevani menghampirinya bukan untuk menggodanya atau untuk
mencabulinya, dia duduk disana sekedar ingin mengobrol ringan dengan Asher.
"Asher kenapa kamu kepengen keliling dunia?" tanya Stevani dengan penasaran.
Belum sempat Asher menjawab Stevani menyuruhnya diam. Stevani tau hal apapun yang
menjadi alasan anak muda seperti Asher memilih untuk hidup bebas pasti menyakitkan untuk
diingat.
Melihat sikap Stevani, Asher sadar kalau sebenarnya Stevani adalah wanita yang peka dan
penyayang, Tapi semua kelebihan nya tertutup oleh sifatnya yang mesum.
Setelah beberapa saat bercanda ringan dan tertawa bersama, Stevani menceritakan masa
lalunya.
"Asher aku itu sebenarnya cinta kamu."
"Jujur walaupun aku tau kalau aku yang sekarang itu udah terlalu rusak untuk kamu, tapi hati
seseorang ga ada yang bisa atur."
"Dulu, Sebelum aku jadi pelaut kaya sekarang aku cuma wanita desa biasa."
"Semua nya normal, hidup terasa ngebosenin pas itu."
"Sampai suatu siang tiba tiba aja papa ku bilang kalau dia jodohin aku sama anak pedagang
kaya disana."
"Terus gimana?Kamu terima?"
tanya Asher sambil mendekat ke arah Stevani.
"Ya jelas engga lah!! aku tu sukanya cowo ganteng tinggi dan baik, kayak Asher contohnya,"
ucap Stevani sambil menyentil hidung Asher.
Asher tertawa dan membalas menyentil dahi Stevani.
Stevani lanjut bercerita.
"Karena pas itu aku ga tau gimana kerasnya hidup aku mutusin buat lari."
"Hari hari awal terasa indah, apapun yang kulakukan tak ada yang larang."
"Hingga setahun berlalu, aku ditipu diseret dan di jadiin lacur karena paras ku yang cantik."
"Dan aku ga lepas dari status budak sampe sekarang, aneh ya hidup yang kita pikir udah sial
masih bisa lebih sial."
"Sekarang pemilik aku Craig, jadi hampir setiap malam aku melayani semua kru penting di
kapal."
"Jujur aku senang di kapal ini."
"Semua org ramah baik dan ceria, walau sering badai dan nyeremin, tapi karena Craig dan kru
penting itu etearian jadi sampai sekarang masih aman."
"Gitu kisahku, aku ceritain bukan karena mau di kasihani, tapi aku mau perpisahan kita diisi
dengan kenangan indah."
"Yaudah aku layanin Craig dan kru penting dulu, Bye!!"
Stevani meninggalkan Asher yang hanya terdiam sendirian.
Tess.
Suara hujan terdengar di dek kapal, Asher yang mendengar hal itu bersiap untuk menurunkan
jangkar dan melipat layar.
Asher memanggil kru kapal yang sedang minum minum dengan bahagia untuk menurunkan
jangkar bersama.
Mereka keluar dan bersiap melakukan tugasnya, tapi yang terlihat diluar bukan awan mendung
apalagi badai.
Jdarr!!
Petir menyambar menyinari langit malam sepersekian detik. Asher dan kru kapal membeku
ketakutan, kaki Mereka berat seperti di rantai, mulut mereka dengan gagap mencoba berteriak.
Hingga akhirnya salah satu kru berteriak dan memecah keheningan.
"Monster!!"
Semua kru berhamburan lari ke dalam kapal.
Asher yang masih membeku ketakutan, terdiam di dek kapal.
Monster berbentuk ular panjang itu mengangkat ekornya yang sebesar tiang kapal.
Bersiap mencambuk dek kapal Dengan ekornya.
Syung!!
Asher menutup matanya.
Belum sempat ekor besar ular itu terkena dek kapal, Luis salah satu dari tiga ajudan Craig yang
sedang menggendong Stevani yang telanjang di tubuhnya, melempar bola api dari tangannya.
Duar!! Ekor ular tersebut terbakar yang membuat nya mendesis keras.
Luis menurunkan Stevani yang lemas dan berkeringat, kemudian menyuruhnya untuk
membawa Asher kedalam kapal.
Stevani menarik Asher sekuat tenaga, tapi Asher tak berkutik dan hanya membatu melihat
pertarungan Luis dan monster ular.
Monster ular yang merasa terpojok mengeluarkan duri dari tubuhnya, dan menembak nya
secara membabi buta.
Luis dengan sigap menghancurkan semua duri besar yang mengarah kepada nya dengan bola
api.
Bam!.. bam!.. bam!..
Sial salah satu duri itu terbang kearah Asher.
Luis yang hendak menolong Asher di cambuk oleh ekor monster ular.
Bylurr!! Luis jatuh kedalam laut
Wush!! duri besar terbang ke arah Asher dan Stevani, Asher yang masih membeku ketakutan
hanya terdiam melihat duri itu semakin mendekat.
Jleb!!
Stevani melindungi Asher dengan tubuhnya, Asher kaget segala perasaan aneh mengalir di
kepalanya, Darah Stevani yang terus bercucuran di depan nya tercium oleh nya, amis pikirnya.
Air mata jatuh dari mata nya Asher bingung apa yang terjadi, dia melihat wajah Stevani yang
tersenyum kecil.
Dia menangis dan berteriak, Stevani yang masih hidup menepuk pipi nya dengan pelan.
"Ja.. ja.. jangan menangis.. wajah mu.. yang tampan bisa jelek nanti.."
"Tapi.. tapi.."
Stevani menyuruh Asher menurunkan kepalanya, Asher yang masih menangis menurutinya,
Stevani mengangkat kepalanya dan menciumnya, kemudian jatuh dengan lemas, Stevani mati
dengan senyuman di wajahnya.
Asher berteriak histeris seolah langit mendengar teriakannya hujan lebat turun membasahi
dirinya, darah Stevani yang ada di bibirnya luntur perlahan, Luis berteriak.
"Selamat kan mayatnya!!"
Asher tersadar, mengusap matanya yang kini membengkak dan berlari sambil memeluk mayat
Stevani kedalam kapal.
Asher menaruh mayat Stevani dan
Dengan marah Asher berlari ke kantor Craig dan berteriak.
"Craig!! bajingan!!"
Terlihat Craig sedang tertidur lelap di kasur nya.
Asher marah dan menarik pria besar itu dari kasurnya.
Craig terbangun dan merasa marah. tapi perasaan marah nya hilang seketika saat melihat
wajah Asher.
Craig memeluk Asher dan bertanya.
"Dimana!!"
Asher menunjuk ke dek kapal, Craig memakai bajunya mengambil pedangnya dan melompat ke
atap kamarnya.
Atapnya bolong hingga ke atas dek kapal.
Luis yang melihat Craig yang muncul sambil membawa Nicolas dan Bob merasa lega.
Pertarungan ronde dua dengan monster laut pun dimulai.
Craig berlari kearah monster ular itu dan mengayunkan pedangnya sambil melompat.
Ting!! Sisik monster ular itu terlalu keras.
"Bob rantai!!"
Teriak Craig.
Bob mengeluarkan rantai berwarna putih dari telapak tangannya, dan menjerat monster ular itu.
Nicolas merapal mantra dan mengayunkan tangan nya kebawah.
Duar!! Petir menyambar tubuh monster ular itu.
Merasa terpojok monster ular itu menutup mulutnya dan bersiap melakukan serangan, lehernya
mengembang hingga mulut nya.
Sadar apa yang ingin di lakukan monster ular tersebut Craig menarik Luis yang kelelahan dari
laut dan berteriak ke Bob.
"Bob lepas kan dan buat perisai!!"
Bob dengan sigap membuat perisai besar yang melindungi dek kapal,
Sesaat sebelum perisai sepenuhnya menutupi dek kapal Craig melempar Luis kedalam nya dan
menyelam ke dalam laut.
Huff.. Bomm!! Semburan air kuat keluar dari mulut monster ular itu, Kapal terdorong 10 meter.
Menyadari serangan nya di tangkis Monster ular itu menyelam kedalam air dan mencoba
melarikan diri.
Craig berenang secepat hiu dan memeluk ekor monster ular tersebut.
Monster ular itu memberontak.
Craig berenang kepermukaan sambil menarik ekor monster ular itu.
Sampai di permukaan air Craig melempar monster ular itu ke langit dan berteriak.
"Sekarang!!"
Bob melempar pedang raksasa, Luis melempar bola api sebesar kapal, dan Nicolas
menyambar dengan petir ke arah monster ular itu.
Monster ular raksasa itu matang dan menjadi kudapan mewah ala hotel bintang lima untuk
makhluk bawah laut.
__________________****_________________
Beberapa hari berlalu Asher yang masih syok turun dari kapal Craig di kanton kerajaan
longhua.
Craig dan kru kapal mengucapkan selamat tinggal padanya, tapi Asher yang masih terpukul
dengan kematian Stevani hanya menunduk dan berjalan pelan sambil membawa tasnya.
"Bapak!!" teriak Bibo yang hampir terlupakan author.
"Jangan sedih gitu cuma karena bapak g sempat ngew- sama mbak itu"
Asher yang malu menarik Bibo keluar tas dan melemparnya.
Kru kapal yang melihat itu tertawa, melihat hal itu Entah kenapa semua perasaan suram yang
dimiliki Asher seketika sirnah, dia berjalan ke arah Craig dan mengajak bersalaman sebagai
tanda perpisahan.
Craig tersenyum kecil
Plak!!
Luis menepuk punggung Asher yang membuat nya kesakitan dan berkata.
"Laki tuh harusnya TOS!!"
Luis dan Asher melakukan tos dan tertawa
Setelah berbincang sebentar tentang pemakaman Stevani dengan kru kapal Asher pergi sambil
melambaikan tangan.
___________________****________________
"Bapak!! kita sekarang dimana??"
"Bapak!! nanti makan apa??"
"Bapak!! se-"
"Bisa diam dulu ga!! cerewet amat jadi boneka"
"Bukan pak Aku cuma mau bilang di sana ada gerbang," Bibo menunjuk ke arah kiri.
Asher melihat ke arah yang di tunjuk Bibo.
Melihat gerbang kota Asher merasa lega akhirnya bisa beristirahat setelah setengah hari
berjalan tanpa henti.
Asher dengan bersemangat berlari menuju gerbang kota Kanton diikuti Bibo yang terbang di
belakang nya, tapi baru hendak Asher masuk ke kota dia dihentikan para penjaga.
"Berikan KIE mu (kartu identitas etearian)."
"Ha? apa itu KIE?"
"Jangan bercanda!! kalau kamu tidak memiliki KIE silahkan pergi!!"
"Sialan! mana punya aku KIE atau apalah, tau pun kaga aku itu apa,"
Asher bergumam sambil pergi menjauh.
Setelah menunggu beberapa jam dan mencoba masuk saat pergantian penjaga, Asher tidak
berhasil masuk dan selalu di tanyai tentang KIE.
Asher yang marah dan frustasi mencoba menerobos gerbang, tapi Bibo menghentikan nya.
"Pak orang pintar ga bakal gunain cara kasar kayak nerobos."
Mendengar kata kata bijak dari Bibo Asher kembali tenang dan memutuskan bertanya ke
penjaga gerbang tentang KIE.
belum sempat bertanya, tiba tiba seorang pria menarik nya dan menawarkan sesuatu
kepadanya.
Asher melihat benda di tangan pria tersebut, dan memutuskan mengikuti nya.
Setelah berjalan masuk sedikit kedalam hutan, pria misterius tersebut menyebutkan namanya.
"Aku Wen Ting yun seorang penjual KIE ilegal" ucapnya sambil menyodorkan kartu ke Asher.
Asher dengan otak pintarnya mengeluarkan uang dari tasnya dan berkata.
"Hitung sendiri!"
Ucapnya sambil menyodorkan uang dengan wajah sombong.
Saat Wen Ting yun sedang menghitung uang, Asher menanyakan tentang KIE kepada nya.
Kemudian Wen Ting yun menjelaskan.
"Tuan muda lihat boneka yang terbang di belakang tuan muda?"
"karena boneka itu, Penjaga mengira tuan muda sebagai etearian terdaftar dan meminta KIE,"
Asher melihat ke arah Bibo dan menyalahkannya.
"Ini semua salah mu!!"
Ujarnya sambil memukul kepala Bibo.
Bibo yang tidak terima di salahkan menangis dan masuk kedalam tas.
"Sudah tuan muda!!"
Wen Ting yun berkata sambil mengembalikan 5 koin perak ke Asher.
Asher kaget tapi mencoba terlihat tenang, dengan tangan yang sedikit berkeringat dan hati
yang tidak ikhlas Asher mengambil KIE miliknya yang seharga 50 koin perak.
_________________****__________________
Malam sudah tiba, Asher yang kini sudah di dalam kota, memesan kamar vip untuk tiga hari
seharga 5 koin perak, yang sudah termasuk makanan mewah untuk sarapan makan siang dan
malam.
Tentu ini terlalu boros, tapi Asher dengan otak pintarnya pasti bisa mendapat pekerjaan dengan
gaji tinggi, Setidaknya itu pikirnya.
Suara berisik di lantai bawah telah hilang, bau bir yang menyengat tercium di udara Asher yang
kini sudah terbangun turun ke lantai bawah untuk sarapan.
Saat sedang sarapan perut babi panggang, Asher menanyakan beberapa hal kepada pemilik
penginapan.
Tapi dengan acuh tak acuh, pemilik penginapan tersebut memberikan Asher air dan
meninggalkannya.
"Kasar amat!! aku dah bayar loh yaudah lah karena makanannya enak ku diemin aja dah,"
Asher bergumam dengan kesal.
Setelah selesai makan seorang tamu duduk di sebelah Asher, dia di layani dengan cara yang
sama dengan Asher.
Asher yang bingung sekaligus penasaran, bertanya kepada tamu tersebut.
"Bang!! ini emang judes gitu pemilik penginapan nya?"
tanya Asher sambil memberi nya sedikit bir.
"Haha, ga usah terlalu baik" ucap tamu itu sambil mengambil bir pemberian Asher.
Setelah itu tamu tersebut menjelaskan situasi kota Kanton dan pemilik penginapan.
"Jadi dulu anak pemilik penginapan pernah di perkosa orang kerajaan lain, yah saat itu aku lihat
dengan mata kepala sendiri."
"Kamu pasti pengen nanya kenapa ga di bantu warga."
Asher mengangguk pelan.
"Jadi 18 tahun lalu, semenjak kerajaan Long Hua kalah perang lawan aliansi Utara dan barat,
mereka membuat perjanjian."
"Ga usah ku jelasin panjang lebar, intinya kerajaan Long Hua di jajah dengan alasan
perdagangan sama aliansi Utara dan barat."
"Semenjak itu pendatang dari luar benua selalu berbuat onar, dan salah satu korbannya anak
pemilik penginapan."
"Aku masih ingat pemandangan itu, ditengah para tamu seorang pedagang kaya menyeret anak
pemilik penginapan, dan memperkosanya di tengah jalan."
"Puluhan org melihat kala itu termasuk aku, tapi tak ada satupun yang berani menolong."
"Setelah pedagang kaya itu puas dia memberikan wanita malang itu ke penonton, dan yah
kamu tau dia digilir sampai mati."
"Jujur aku ikut juga tapi siapa sih yang bisa nolak rejeki!" ujar tamu itu dengan suara besar dan
tanpa rasa bersalah.
Mendengar cerita itu Asher yang teringat Stevani tidak bisa menahan amarahnya, dia
mencengkram kerah tamu itu dan bersiap memukulnya.
Pemilik penginapan menghentikan Asher, dan menarik nya ke dalam ruangan nya.
Tamu tersebut tertawa puas, dan meninggalkan penginapan itu tanpa membayar makanannya.
Asher marah ke pemilik penginapan itu, dia menghempaskan tangan pemilik penginapan, dan
bersiap mendatangi tamu bajingan tadi.
"Berhenti!!"
Teriak pemilik penginapan dengan suara gemetar.
Asher yang melihat air mata wanita tua itu hanya bisa terdiam.
Pemilik penginapan yang bernama
Jiang rong menjelaskan siapa tamu tadi.
"Aku Jiang rong, orang yang mau kamu pukul tadi bernama Jonathan, dia bos mafia di kota
liyu."
"Aku ga peduli siapa dia!!"
Plak!!
"Cukup Jiang he yang jadi korban!!"
Teriak wanita tua itu dengan mata berkaca-kaca.
Asher menurut dan menenangkan diri.
__________________****_________________
Setelah istirahat tiga hari, Asher pergi dari penginapan itu dan mencari pekerjaan di balai kota,
setelah melamar kesana kesini hasil nya nihil, tidak ada satupun tempat yang mau menerima
orang asing dari benua lain.
Bibo yang tak tahan melihat kebodohan Asher keluar dari tas dan berkata.
"Bapak bodoh!! kenapa ga kerja di tempat nenek tua!?"
"Ga mau, aku benci org yg pasrah sama keadaan!!"
"Dasar bodoh!!" ujar Bibo dengan kesal.
Asher yang kesal mendengar perkataan Bibo mencoba memukul nya, tapi Bibo menghindari
semua pukulan Asher.
"Lagian bapak kenapa mau di tipu org,"
Bibo mengucapkan hal yang tidak dimengerti oleh Asher sambil menghindari pukulannya.
"Apa maksud mu?"
Asher bertanya setelah berhenti memukul.
"Itu loh Wen siapa itu."
"Wen Ting yun?."
"Iya!!"
Asher bingung dan bertanya.
"Emang kenapa sama dia?" ujar nya sambil menggelengkan kepalanya kekiri.
"Dia kan penjaga yang g kasih kamu masuk, lagian di gerbang kan ada tulisan daftar KIE
gratis."
"Ha?? sialan aku di tipu!!"
Ucap Asher sambil menghentakkan kakinya ke tanah.
"Kenapa g kasih tau?"
Tanya Asher dengan kesal.
"Bapak nyalahin aku selalu!! ngapain aku kasih tau mending baca buku!!"
Bibo menjawab sambil masuk kedalam tas.
Asher yang merasa bodoh, hanya bisa terdiam di tengah jalan seperti orang putus cinta.
Beberapa hari berlalu, Asher yang tidak mendapat satu pun pekerjaan menjadi seorang
gelandangan.
Continue..
Sorry kalau ada yang salah atau apa, misalnya kurang puas sama tulisan ku bisa di komen dan
aku mau jelasin bentar setting dunia ni novel
Jadi ada 4 benua kepisah sama laut...
Di Utara kekaisaran tsar, di barat western union, di timur kerajaan longhua, di selatan eathearia
kingdom...
Asher tinggal di kota pesisir eldrict di eathearia kingdom...
Mata uang di novel ni pake koin emas perak sama perunggu..
Nilai nya 1 emas 10 perak 1 perak 10 perunggu...
Dah gitu aja hehe... Jangan lupa di vote ya