0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan2 halaman

Jenis dan Fungsi Prototype dalam Pengembangan

Dokumen ini menjelaskan tiga jenis prototipe: low-fidelity, medium-fidelity, dan high-fidelity, masing-masing dengan tingkat detail dan fungsionalitas yang berbeda. Selain itu, prototipe memiliki fungsi penting seperti mengidentifikasi masalah awal, menguji fungsi dan desain, menghemat waktu dan biaya, meningkatkan kepuasan pengguna, serta mendukung inovasi. Prototipe memungkinkan pengembang untuk melakukan perbaikan awal dan mendapatkan umpan balik dari pengguna sebelum peluncuran produk atau layanan.

Diunggah oleh

Ariel Nabila Cakep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan2 halaman

Jenis dan Fungsi Prototype dalam Pengembangan

Dokumen ini menjelaskan tiga jenis prototipe: low-fidelity, medium-fidelity, dan high-fidelity, masing-masing dengan tingkat detail dan fungsionalitas yang berbeda. Selain itu, prototipe memiliki fungsi penting seperti mengidentifikasi masalah awal, menguji fungsi dan desain, menghemat waktu dan biaya, meningkatkan kepuasan pengguna, serta mendukung inovasi. Prototipe memungkinkan pengembang untuk melakukan perbaikan awal dan mendapatkan umpan balik dari pengguna sebelum peluncuran produk atau layanan.

Diunggah oleh

Ariel Nabila Cakep
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROTOTYPE

Jenis-jenis Prototype:
 Low-Fidelity Prototype
Merupakan prototipe awal dengan tingkat kesederhanaan tinggi,
biasanya digunakan untuk menggambarkan ide dasar atau konsep.
Contohnya adalah sketsa, wireframe kertas, atau model kasar tanpa
fungsi.
 Medium-Fidelity Prototype
Prototipe tingkat menengah yang memiliki elemen desain dan
fungsionalitas lebih jelas dibanding low-fidelity. Biasanya dibuat
menggunakan alat digital atau mockup yang sudah interaktif tetapi
belum sepenuhnya berfungsi seperti produk akhir.
 High-Fidelity Prototype
Merupakan prototipe yang hampir menyerupai produk akhir, baik dari
segi desain maupun fungsi. High-fidelity prototype dibuat dengan
detail mendekati sempurna dan dapat diuji seperti versi final dari
produk atau layanan.

Fungsi Prototype
1. Mengidentifikasi Masalah Awal:
Prototype membantu menemukan potensi masalah sejak tahap
awal pengembangan, baik dalam produk fisik maupun layanan.
2. Menguji Fungsi dan Desain:
o Dalam barang: Menguji bagaimana produk berfungsi dan
tampil sebelum diproduksi massal.
o Dalam jasa: Menguji alur dan efisiensi proses layanan.
3. Menghemat Waktu dan Biaya:
Prototype memungkinkan pengembang melakukan perbaikan di
awal, mengurangi risiko perubahan besar di tahap akhir.
4. Meningkatkan Kepuasan Pengguna:
Dengan prototype, pengguna dapat memberikan umpan balik
sebelum produk atau layanan diluncurkan.
5. Mendukung Inovasi:
Membuka peluang untuk mencoba ide-ide baru tanpa risiko
besar, baik dalam barang maupun jasa.

Anda mungkin juga menyukai