0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan255 halaman

Pemetaan Pembelajaran Agama Islam 2025

Dokumen ini adalah perangkat pembelajaran untuk semester 1 tahun pelajaran 2025/2026 di MTS Nurul Falah, mencakup berbagai mata pelajaran seperti Akidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Peradaban Islam. Setiap kelas memiliki pemetaan capaian pembelajaran yang terperinci, termasuk modul dan penilaian untuk memastikan pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan. Dokumen ini juga mencakup informasi tentang kepala sekolah dan guru yang bertanggung jawab.

Diunggah oleh

ardho3.5551l
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan255 halaman

Pemetaan Pembelajaran Agama Islam 2025

Dokumen ini adalah perangkat pembelajaran untuk semester 1 tahun pelajaran 2025/2026 di MTS Nurul Falah, mencakup berbagai mata pelajaran seperti Akidah Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Peradaban Islam. Setiap kelas memiliki pemetaan capaian pembelajaran yang terperinci, termasuk modul dan penilaian untuk memastikan pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan. Dokumen ini juga mencakup informasi tentang kepala sekolah dan guru yang bertanggung jawab.

Diunggah oleh

ardho3.5551l
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERANGKAT PEMBELAJARAN

SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2025/2026

MTS NURUL FALAH


1. Cover
2. Kalender
Pendidikan
3. Pekan Efektif
4. Capaian
Pembelajaran
5. Pemetaan CP
6. Alur Tujuan
Pembelajaran
7. Program
Tahunan
8. Program
Semester

Mata Pelajaran : AKIDAH AKHLAK


Kelas/Semester : VIII/1
Tahun : 2025/2026
Guru : SILVIANA, [Link].I

MTS NURUL FALAH


Jl kasuari , gebang patrang
Kabupaten jember jawa timur

Kementerian Agama R2022


PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN SEMESTER I KURIKULUM
MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD NEGERI
SLAWU 01 TAHUN PELAJARAN 2025-
2026

KELAS : I

FASE CAPAIAN MODUL


ELEMEN MATERI PEMBELAJARAN AW
PEMBELAJARAN KE
Al-Qur’an Peserta didik memahami BAB 1 Aku Cinta Al-Qur’an
Hadis huruf hijaiah A. Al-Qur’an Adalah Kitabku
berharakat, huruf hijaiah B. Aku Tahu Huruf Hijaiah
bersambung, Surah al-
Fātiḥah, beberapa surah C. Aku Tahu Harakat
pendek Al-Qur’an, dan
D. Aku Hafal Surah Al-Fatihah
hadis tentang kebersihan.
TES SUMATIF PELAJARAN 1
Aqidah Peserta didik memahami BAB 2 Mengenal Rukun Iman
rukun iman, A. Pengertian Rukun Iman
iman kepada Allah B. Beriman kepada Allah
Swt., beberapa
asmaulhusna, dan iman C. Beriman Kepada Rasul
kepada malaikat. D. Aku Cinta Allah dan Rasul-Nya
PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 2
Ahlak Peserta didik BAB 3 Aku Suka Membaca
memahami akhlak B. Membaca Hamdalah
terhadap Allah Swt.
dengan menyucikan C. Bersikap Santun
dan memuji-Nya D. Mensyukuri Nikmat Allah Swt
dan akhlak terhadap
diri sendiri.
TES SUMATIF PELAJARAN 3
TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1
Fiqih Peserta didik memahami BAB 4 Mengenal Rukun Islam
rukun Islam, A. Mengerti Rukun Islam
syahadatain, tata cara
B. Mengenal Dua Kalimat Syahadat
bersuci, salat fardu,
azan, ikamah, zikir, dan C. Mengartikan Dua Kalimat
berdoa setelah salat. Syahadat
D. Aku Anak Muslim
TES SUMATIF PELAJARAN 4

Sejarah Peserta didik memahami kisah BAB 5 Nabi dan Rasul Panutanku
Peradaban beberapa nabi dan rasul. A. Mengenal Nabi dan Rasul
Islam
B. 25 Nabi dan Rasul

C. Mukjizat Nabi dan Rasul

D. Perilaku Sederhana Nabi dan


Rasul
SUMATIF PELAJARAN 5
SUMATIF AKHIR SEMESTER 1

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam

______________ SILVIANA, [Link].I


PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN SEMESTER I KURIKULUM MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD NEGERI
SLAWU 01 TAHUN PELAJARAN 2025-
2026

KELAS : II

FASE CAPAIAN MODUL


ELEMEN MATERI PEMBELAJARAN AW
PEMBELAJARAN KE
Al-Qur’an Peserta didik memahami BAB 1 Ayo Belajar Al-Qur’an
Hadis huruf hijaiah A. Membaca Surah an-Nās
berharakat, huruf hijaiah
bersambung, Surah al- B. Menghafal Surah an-Nās
Fātiḥah, beberapa surah
pendek Al-Qur’an, dan
hadis tentang kebersihan. C. Pesan Pokok Surah an-Nās
D. Huruf Hijaiah dan Makhārijul
Ḥurūf
TES SUMATIF PELAJARAN 1

Aqidah Peserta didik BAB 2 Mari Mengenal Allah Swt


memahami rukun iman, A. Allah al-Ḥafīẓ
iman kepada Allah
Swt., beberapa B. Allah al-Walī
asmaulhusna, dan iman
kepada malaikat. C. Allah al-‘Alim

D. Allah al-Khabīr
PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 2
Ahlak Peserta didik BAB 3 Ayo Berperilaku Terpuji
memahami akhlak A. Sayang Kepada Sesama
terhadap Allah Swt.
dengan menyucikan B. Empati
dan memuji-Nya
dan akhlak terhadap C. Bertutur Kata yang Lembut
diri sendiri.
D. Jujur
TES SUMATIF PELAJARAN 3
TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1
Fiqih Peserta didik memahami BAB 4 Alhamdulillah, Aku Bisa
rukun Islam, Salat
syahadatain, tata cara A. Azan
bersuci, salat fardu,
B. Iqamah
azan, ikamah, zikir, dan
berdoa setelah salat.
C. Salat Fardu
TES SUMATIF PELAJARAN 4
Sejarah Peserta didik memahami kisah BAB 5 Asyik Belajar Kisah Nabi
Peradaban beberapa nabi dan rasul. Nuh a.s
Islam A. Biografi
B. Dakwah Nabi Nuh a.s

C. Sikap Sabar dan Kerja Keras;

D. Meneladan Kisah Nabi Nuh a.s


TES SUMATIF PELAJARAN 5
TES SUMATIF SEMESTER 1

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam

______________ SILVIANA, [Link].I


PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN SEMESTER I
KURIKULUM MERDEKA PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM SD NEGERI SLAWU 01
TAHUN PELAJARAN 2025-2026

KELAS : III

FASE CAPAIAN MODUL


ELEMEN MATERI PEMBELAJARAN AW
PEMBELAJARAN KE
Al-Qur’an Peserta didik memahami Bab I Asyiknya Belajar Surah Al-
Hadis beberapa 'Alaq
surah pendek, ayat Al- A. Membaca QS. Al-'Alaq Ayat 1-5
Qur’an dan hadis tentang
kewajiban salat dan menjaga B. Mengenal Hukum Bacaan
hubungan baik dengan Qalqalah
sesama.
C. Menulis QS. Al-'Alaq Ayat 1-5

D. Menghafal QS. Al-'Alaq Ayat 1-5

E. Pesan Pokok QS. Al-'Alaq Ayat


1- 5
TES SUMATIF PELAJARAN 1
Aqidah Peserta didik memahami Bab II Ayo Mengenal Tuhan Kita
sifat- sifat A. Sifat Wajib Allah Swt
Allah Swt., beberapa B. Sifat Mustahil Allah Swt
asmaulhusna, iman
C. Sifat Jaiz Allah Swt
kepada kitab- kitab Allah
Swt. dan rasul-rasul Allah D. Ayo Mengenal Allah Swt. Melalui
Swt. Asmaulhusna
TES SUMATIF PELAJARAN 2
Ahlak Memahami akhlak terhadap Bab III Perilaku Terpuji Adalah
Allah Swt. Kepribadianku
dengan berbaik sangka A. Berbakti Kepada Orang Tua
kepada-Nya, akhlak
B. Berbakti Kepada Guru
terhadap orang tua,
keluarga, dan guru C. Menghormati Orang Lain
TES SUMATIF PELAJARAN 3
TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1 ( PTS 1 )
Fiqih Peserta didik memahami Bab IV Aku Bangga Mampu
puasa, salat Berpuasa
jumat dan salat sunah, A. Ketentuan Puasa
balig dan tanggung jawab
yang menyertainya B. Hikmah Puasa
PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 4
Sejarah Peserta didik memahami kisah Bab V Aku Suka Belajar Sejarah
Peradaban Nabi Islam
Islam Muhammad saw. sebelum dan A. Arab Pra-Islam
sesudah menjadi rasul
B. Kisah Nabi Muhammad saw.
periode Makkah.
C. Ayo Melantunkan Selawat, Sya'ir
atau Qasidah
TES SUMATIF PELAJARAN 5
TES SUMATIF SEMESTER 1

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam

______________ SILVIANA, [Link].I


PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN SEMESTER I KURIKULUM MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD NEGERI
SLAWU 01 TAHUN PELAJARAN 2025-
2026
KELAS : IV

FASE CAPAIAN MODUL


ELEMEN MATERI PEMBELAJARAN AW
PEMBELAJARAN KE
Al-Qur’an Peserta didik BAB I Mari Kita Mengaji dan
Hadis memahami beberapa Mengkaji Q.S. Al- Hujurāt
surah pendek, ayat Al- /49:13 dan Hadis tentang
Qur’an dan hadis tentang Keragaman
kewajiban salat dan menjaga B. Memahami Pesan Pokok Q.S. Al-
hubungan baik dengan Ḥujurāt49:13
sesama.
C. Menulis Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13

D. Menghafal Q.S. Al-Ḥujurāt/49:13

E. Hadis tentang Keragaman


TES SUMATIF PELAJARAN 1
Akidah Peserta didik memahami Bab 2 Teladan Mulia Asmaulhusna
sifat- sifat A. Lima Asmaulhusna dan Artinya
Allah Swt., beberapa
asmaulhusna, iman
kepada kitab- kitab Allah B. Berakhlak dengan Asmaulhusna
Swt. dan rasul-rasul Allah
Swt.

TES SUMATIF PELAJARAN 2


Ahlak Memahami akhlak terhadap Bab 3 Indahnya Saling Menghargai
Allah Swt. dalam Keragaman
dengan berbaik sangka A. Keragaman sebagai Sunnatullah
kepada-Nya, akhlak B. Ajaran Kebaikan dalam Islam dan
terhadap orang tua, Selain Islam
keluarga,
C. Saling Menghormati dan
Menghargai Orang yang
Berbeda Agama
TES SUMATIF PELAJARAN 3

TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1 ( PTS 1 )


Fiqih Peserta didik Bab 4 Menyambut Usia Balig
memahami puasa, salat A. Tanda-Tanda Usia Balig Menurut
jumat dan salat sunah, Ilmu Fikih
balig dan tanggung jawab B. Tanda-Tanda Balig
yang menyertainya dalam Pandangan Ilmu
(taklīf). Biologi.
C. Kewajiban Setelah Usia Balig

PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 4


Sejarah eserta didik memahami kisah Bab 5 Kisah Hijrah Nabi
Peradaban Nabi Muhammad saw. ke Madinah
Islam Muhammad saw. A. Sebab-Sebab Hijrah
sebelum dan sesudah Nabi Muhammad saw
menjadi rasul periode B. Kisah Perjalanan Hijrah Nabi
Makkah.
Muhammad saw. ke Madinah
C. Hikmah Hijrah Nabi Muhammad
saw.
TES SUMATIF PELAJARAN 5
TES SUMATIF SEMESTER 1

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam

______________ SILVIANA, [Link].I


NIP -
PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN SEMESTER I KURIKULUM MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD NEGERI
SLAWU 01 TAHUN PELAJARAN 2025-
2026
KELAS : V

FASE CAPAIAN MODUL


ELEMEN MATERI PEMBELAJARAN AW
PEMBELAJARAN KE
Al-Qur’an Peserta didik memahami BAB 1 Menyayangi Anak Yatim
Hadis beberapa A. Membaca Al-Qur’an al-Mā’ūn
surah pendek dan ayat
Al- Qur’an serta hadis
tentang keragaman. B. Menulis dan mengartikan Surah
al-Mā’ūn
C. Pesan Pokok Surah al-Mā’ūn

D. Menghafal Surah al-Mā’ūn

E. Sejuta Asa untuk Yatim

TES SUMATIF PELAJARAN 1


Akidah Peserta didik memahami BAB 2 Lebih Dekat dengan
beberapa Nama-Nama Allah
asmaulhusna, iman A. Ayo mengenal Allah Swt. Melalui
kepada hari akhir, qadāʾ asmaulhusna.
dan qadr. B. Membiasakan perilaku
terpuji asmaulhusna
PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 2
Akhlak Peserta didik BAB 3 Aku Anak Saleh
memahami akhlak A. Indahnya Saling Menghargai
terhadap Allah Swt. dengan
berdoa dan bertawakal
kepada- Nya, akhlak B. Manusia Sebagai Khalifah
terhadap
teman, tetangga, non muslim,
TES SUMATIF PELAJARAN 3
TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1
Fiqih Peserta didik BAB 4 Hidup Lapang
memahami puasa sunah, Dengan Berbagi
zakat, infak, sedekah, A. Zakat fitrah
hadiah, makanan dan
B. Infak dan Sedekah
minuman yang halal dan
haram. C. Hadiah

D. Hikmah berbagi
TES SUMATIF PELAJARAN 4
Sejarah Peserta didik memahami kisah BAB 5 Meneladani
Peradaban Nabi Perjuangan Rasulullah
Islam Muhammad saw. Periode A. Kisah istimewa Fathu Makkah
Madinah dan
khulafaurasyidin. B. Peristiwa Haji Wada

C. Hikmah dalam kisah


TES SUMATIF PELAJARAN 5
TES SUMATIF SEMESTER 1

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam

______________ SILVIANA, [Link].I


PEMETAAN CAPAIAN PEMBELAJARAN SEMESTER I KURIKULUM MERDEKA
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SD NEGERI
SLAWU 01 TAHUN PELAJARAN 2025-
2026
KELAS : VI
FASE CAPAIAN MODUL
ELEMEN MATERI PEMBELAJARAN AW
PEMBELAJARAN KE
Al-Qur’an Peserta didik memahami Bab 1: Belajar Al-Qur’an dan Ḥadiṡ
Hadis beberapa A. Membaca Q.S. Ad-Duha
surah pendek dan ayat B. Menulis Q.S. Ad-Duha
Al- Qur’an serta hadis
tentang keragaman. C. Pesan Pokok Q.S. Ad-Duha
D. Menghafal Q.S. Ad-Duha
TES SUMATIF PELAJARAN 1
Akidah Peserta didik Bab 2: Allah Swt. Maha Segalanya
memahami beberapa A. Makna al-Gaffār, al-‘Afuw, al-
asmaulhusna, iman Wāḥid, dan al-Ṣamad
kepada hari akhir, qadāʾ
B. Cara Allah Mengampuni
dan qadr. Kesalahan Manusia
C. Syarat Untuk Mendapat
Ampunan Allah Swt
PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 2
Akhlak Peserta didik Bab 3: Hidup Damai dengan Saling
memahami akhlak Memaafkan
terhadap Allah Swt. dengan A. Pengertian Maaf dan Memaafkan
berdoa dan bertawakal
kepada- Nya, akhlak B. Pentingnya Menyatakan
terhadap Penyesalan
teman, tetangga, non muslim,
TES SUMATIF PELAJARAN 3
TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1
Fiqih Peserta didik memahami Bab 4: Hukum Halal dan Haram
puasa sunah, A. Definisi Halal dan Haram
zakat, infak, sedekah, B. Dasar Hukum Halal dan Haram
hadiah, makanan dan
minuman yang halal dan C. Sebab-Sebab Halal dan Haram
haram.
D. Penerapan Hukum Halal dan
Haram
TES SUMATIF PELAJARAN 4
Sejarah Peserta didik memahami Bab 5: Jasa Khulafaurrasyidin
Peradaban kisah Nabi untuk Dunia
Islam Muhammad saw. Periode A. Abu Bakar al-Ṣiddiq
Madinah dan B. Umar bin Khattab
khulafaurasyidin.
TES SUMATIF PELAJARAN 5
TES SUMATIF SEMESTER 1

Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam

______________ SILVIANA, [Link].I


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE A - KELAS I

Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Topik/ Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Profil
Konten Pembelajaran
Elemen FASE A Waktu Lulusan

Peserta didik 1. Mengenal dan menyebutkan nama kitab suci 4 x pertemuan Pelajaran 1 / Aku * Keimaman dan * Asesmen
memahami huruf umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Cinta Al-Qur’an ketaqwaan Awal
hijaiah berharakat, A. Al-Qur’an terhadap tuhan Pembelajaran
2. Menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk
huruf hijaiah Adalah Kitabku yang Maha Esa, * Asesmen Proses
bersambung, Surah hidup bagi umat Islam. B. Aku Tahu * Penalaran Kritis Pembelajaran
al-Fātiḥah, beberapa 3. Menunjukkan sikap mencintai Al-Qur’an dengan Huruf Hijaiah * Kreatifitas * Asesmen
Al-Quran dan Hadits

surah pendek Al- menjaga kebersihan dan memperlakukannya C. Aku * Kolaborasi Akhir
Qur’an, dan hadis dengan hormat. Tahu * Kemandirian Pembelajaran
tentang kebersihan Harakat
4. Menghubungkan isi kandungan Al-Qur’an
D. Aku Hafal
dengan kehidupan sehari-hari secara sederhana Surah Al-
(misalnya menjaga kebersihan, berkata baik, dll). Fatihah
5. Mengenal tiga harakat dasar: Fathah ( - ), Kasrah
( - ), dan Dhammah ( - ).
6. Membaca bunyi huruf hijaiyah dengan harakat
dasar dengan benar
7. Dapat menghafal Surah Al-Fatihah dengan
bacaan yang benar (tartil).
Aqidah Peserta didik memahami 1. mempercayai enam rukun iman; 4 x pertemuan Pelajaran 2 / * Keimaman dan * Asesmen
rukun iman, iman 2. membiasakan diri dengan sikap peduli; Mengenal Rukun ketaqwaan Awal
kepada Allah 3. membiasakan diri dengan sikap suka bekerja Iman terhadap tuhan Pembelajaran
Swt., beberapa sama; [Link] yang Maha Esa, * Asesmen Proses
asmaulhusna, dan iman 4. menjelaskan rukun iman dengan baik; Rukun Iman * Penalaran Kritis Pembelajaran
kepada malaikat. 5. menyebutkan macam-macam rukun iman [Link] * Kreatifitas * Asesmen
dengan benar; Kepada Allah * Kolaborasi Akhir
6. menghafal enam rukun iman dengan lancar; [Link] Kepada * Kemandirian Pembelajaran
Rasul
7. menyebutkan ciptaan Allah dengan benar;
[Link] Cinta Allah
8. menyebutkan pengertian rasul dengan benar;
dan Rasul-Nya
dan
9. membuat gambar pohon rukun iman dengan
benar

Ahlak Peserta didik 1. membiasakan diri membaca basmalah; 4 x pertemuan Pelajaran 3 / * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak 2. membiasakan diri membaca hamdalah; Aku Suka ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. 3. membiasakan diri bersikap santun; Membaca terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan menyucikan 4. membiasakan diri perilaku bersyukur; Basmalah dan yang Maha Esa, * Asesmen Proses
dan memuji-Nya dan 5. melafalkan basmalah dengan lancar; Hamdalah * Penalaran Kritis Pembelajaran
akhlak terhadap diri 6. menyebutkan arti basmalah dengan benar; A. Membaca * Kreatifitas * Asesmen
sendiri. Basmalah * Kolaborasi Akhir
7. melafalkan hamdalah dengan lancar;
B. Membaca * Kemandirian Pembelajaran
8. menyebutkan arti hamdalah dengan benar;
Hamdalah
9. memberikan contoh bersikap santun dengan
C. Bersikap Santun
tepat; dan
D. Mensyukuri
10. memberikan contoh cara bersyukur dengan
Nikmat Allah
tepat.
Swt
Fikih Peserta didik [Link] Syahadatain sebagai rukun Islam 4 x pertemuan Pelajaran 4 / * Keimaman dan * Asesmen
memahami rukun Islam, dengan benar rukun Islam dengan benar Mengenal Rukun ketaqwaan Awal
syahadatain, tata cara [Link] sikap yang kuat dan teguh sebagai Islam terhadap tuhan Pembelajaran
bersuci, salat fardu, cerminan rukun Islam dengan benar A. yang Maha Esa, * Asesmen Proses
azan, ikamah, zikir, dan [Link] pengerBan rukun Islam dan MengerB * Penalaran Kritis Pembelajaran
berdoa setelah salat. Syahadatain dengan benar Rukun Islam" * Kreatifitas * Asesmen
4. Merumuskan pengerBan rukun Islam dan B. Mengenal Dua * Kolaborasi Akhir
Syahadatain dengan bahasa sendiri dengan benar Kalimat * Kemandirian Pembelajaran
5. Menunjukkan hafalan rukun Islam dan Syahadat
Syahadatain dengan lancar [Link] C. MengarBkan
syair syahadatain dan arBnya dengan baik Dua Kalimat
[Link] ilusrasi “jalan kereta dan stasiun” Syahadat
rukun Islam secara berkelompok dengan indah D. Aku
Anak
Muslim

SPI Peserta didik 1. Meyakini kebenaran mu’jizat nabi dan rasul 4 x pertemuan Pelajaran 5 / Nabi * Keimaman dan * Asesmen
memahami kisah dengan mantap. dan Rasul Panutanku ketaqwaan Awal
beberapa nabi dan rasul. 2. Menunjukkan sikap sederhana sebagai A. Mengenal Nabi terhadap tuhan Pembelajaran
implementasi pemahaman kisah nabi dan rasul, dan Rasul" yang Maha Esa, * Asesmen Proses
serta mu’jizatnya dengan benar. B. 25 Nabi dan * Penalaran Kritis Pembelajaran
3. Menjelaskan pengertian nabi dan rasul dengan Rasul * Kreatifitas * Asesmen
benar. C. Mukjizat * Kolaborasi Akhir
4. Membedakan pengertian nabi dan rasul dengan Nabi dan Rasul * Kemandirian Pembelajaran
benar. D. Perilaku
5. Menyebutkan 25 nabi dan rasul yang wajib Sederhana Nabi dan
diketahui dengan benar Rasul
6. Menjelaskan pengertian mu’jizat nabi dan rasul
dengan benar.
7. Membenarkan kisah mu’jizat nabi dan rasul
dengan baik.
8. Menyanyikan lagu atau selawatberisi tentang
kisah sederhana nabi dan rasul dengan baik.
9. Menceritakan mu’jizat nabi dan rasul dengan
benar.

Mengetahui Guru Pendidikan Agama Islam


Kepala Sekolah

SILVIANA, [Link].I
NIP -
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE A - KELAS II

Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Topik/ Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Profil
Konten Pembelajaran
Elemen FASE A Waktu Lulusan

Peserta didik * Membaca Surah an-Nas dengan lancar dan benar. 4 x pertemuan Pelajaran 1 / Ayo * Keimaman dan * Asesmen
memahami huruf Menghafal Surah an-Nas dengan benar dan Belajar Al-Qur’an ketaqwaan Awal
hijaiah berharakat, berurutan. A. Membaca terhadap tuhan Pembelajaran
huruf hijaiah Memahami arB Surah an-Nas (permohonan Surah an-Nas yang Maha Esa, * Asesmen Proses
bersambung, Surah perlindungan kepada Allah). B. Menghafal * Penalaran Kritis Pembelajaran
al-Fatiḥah, beberapa * Menyebutkan isi atau pesan pokok Surah an-Nas Surah an-Nas * Kreatifitas * Asesmen
surah pendek Al- secara sederhana. C. Pesan * Kolaborasi Akhir
Al-Quran dan Hadits

Qur’an, dan hadis * Menjelaskan bahwa Surah an-Nas mengajarkan Pokok Surah * Kemandirian Pembelajaran
tentang kebersihan kita untuk berlindung kepada Allah. an-Nas
* Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari D. Huruf Hijaiah
bagaimana menerapkan pesan Surah an-Nas. dan Makharijul Ḥurūf
* Menumbuhkan sikap waspada terhadap godaan
serta kebiasaan berdoa kepada Allah
* Mengenali 28 huruf hijaiyah dengan benar.
* Menyebutkan dan menunjukkan makharijul
ḥurūf (tempat keluarnya huruf) secara sederhana.
* Melafalkan beberapa huruf hijaiyah sesuai
makhraj-nya.
* Menumbuhkan semangat untuk belajar membaca
Al-Qur’an dengan baik dan benar
Aqidah Peserta didik memahami 1. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta 4 x pertemuan Pelajaran 2 I Mari * Keimaman dan * Asesmen
rukun iman, iman didik dapat menerima adanya Allah Swt. Yang Mengenal Allah Swt ketaqwaan Awal
kepada Allah Maha Memelihara, Yang Maha Melindungi, A. Allah al-ḤafTẓ" terhadap tuhan Pembelajaran
Swt., beberapa Yang Maha Mengetahui, dan Yang B. Allah al-WalT yang Maha Esa, * Asesmen Proses
asmaulhusna, dan iman MahatelitiIYang Mahawaspada dengan baik. C. Allah al-‘Alim * Penalaran Kritis Pembelajaran
kepada malaikat. 2. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta D. Allah al-KhabTr * Kreatifitas * Asesmen
didik dapat menunjukkan perilaku tawakal, * Kolaborasi Akhir
bersyukur, rajin belajar, dan rasa ingin tahu * Kemandirian Pembelajaran
sebagai implementasi dari pemahaman makna
asmaulhusna al-ḤafTẓ, al-WalT, al-‘AlTm, dan
al- KhabTr dengan penuh tanggung jawab.
3. Melalui model pembelajaran cooperaBve
script dan metode diskusi, peserta didik dapat
menyebutkan asmaulhusna al- ḤafTẓ, al-WalT,
al-
‘AlTm, dan al-KhabTr beserta artinya dengan benar.
4. Melalui model drill and pracBce dan metode
kerja kelompok, peserta didik dapat membuat
karya berupa kaligrafi al- ḤafTẓ, al-WalT, al-
‘AlTm , dan al-KhabTr beserta artinya dengan
baik dan benar

Ahlak Peserta didik 1. menyakini dengan sungguh-sungguh bahwa 4 x pertemuan Pelajaran 3 I Ayo * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak sikap menyayangi manusia cerminan dari iman; Berperilaku Terpuji ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. 2. menunjukkan sikap menyayangi manusia A. Sayang terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan menyucikan dengan baik; Kepada Sesama yang Maha Esa, * Asesmen Proses
dan memuji-Nya dan [Link] arB sikap menyayangi B. EmpaB * Penalaran Kritis Pembelajaran
akhlak terhadap diri manusia dengan benar; C. Bertutur Kata * Kreatifitas * Asesmen
sendiri. [Link] contoh-contoh sikap menyayangi yang Lembut * Kolaborasi Akhir
manusia dengan baik dan benar; dan D. Jujur * Kemandirian Pembelajaran
[Link] kreasi cerita pendek sederhana mengenai
menyayangi manusia dengan percaya diri
[Link] dengan sungguh-sungguh bahwa
sikap empati cerminan dari iman;
[Link] dengan sungguh-sungguh bahwa
sikap bertutur kata yang lembut cerminan dari
iman
[Link] dengan sungguh-sungguh bahwa
sikap jujur cerminan dari iman
Fikih Peserta didik 1. menjelaskan ketentuan azan dengan benar; dan 3 x pertemuan Pelajaran 4 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami rukun Islam, mempraktikkan azan dengan baik dan benar Alhamdulillah, Aku ketaqwaan Awal
syahadatain, tata cara 2. menjelaskan ketentuan ikamah dengan benar; Bisa Salat terhadap tuhan Pembelajaran
bersuci, salat fardu, dan mempraktikkan ikamah dengan baik dan A. Azan yang Maha Esa, * Asesmen Proses
azan, ikamah, zikir, dan benar. B. Iqamah * Penalaran Kritis Pembelajaran
berdoa setelah salat. 3. terbiasa menjalankan salat dengan terBb; C. Salat Fardu * Kreatifitas * Asesmen
menunjukkan sikap disiplin sebagai implementasi * Kolaborasi Akhir
dari pemahaman tata cara salat dan bacaannya * Kemandirian Pembelajaran
dengan tepat;
4. menjelaskan ketentuan salat fardu dengan
benar;
5. memprakBkkan salat fardu dengan baik
dan benar

Sejarah Peserta didik 1. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik 4 x pertemuan Pelajaran 5 I * Keimaman dan * Asesmen
Peradaban memahami kisah dapat meyakini kebenaran kisah Nabi Nuh Asyik Belajar ketaqwaan Awal
Islam beberapa nabi dan rasul. a.s. dengan baik. Kisah Nabi Nuh terhadap tuhan Pembelajaran
2. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik a.s yang Maha Esa, * Asesmen Proses
dapat menunjukkan sikap sabar dan kerja keras A. Biografi * Penalaran Kritis Pembelajaran
sebagaimana meneladan kisah Nabi Nuh B. Dakwah Nabi * Kreatifitas * Asesmen
a.s. dengan benar; Nuh a.s * Kolaborasi Akhir
3. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik C. Sikap Sabar dan * Kemandirian Pembelajaran
dapat menjelaskan kisah keteladanan Nabi Nuh Kerja Keras;
a.s. dengan baik; D. Meneladan Kisah
4. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik Nabi Nuh a.s
dapat menyusun urutan kartu kisah Nabi Nuh a.s.
dengan benar; dan
5. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta
didik dapat menceritakan kembali kisah Nabi Nuh
a.s. dengan penuh percaya diri

Mengetahui Guru Pendidikan Agama Islam


Kepala Sekolah
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE B – KELAS III
Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Topik/Konten Profil
Pembelajaran
Elemen FASE B Waktu Lulusan

Peserta didik 1. Membaca QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 dengan 5 x pertemuan Pelajaran 1 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami beberapa lancar dan tartil. Asyiknya Belajar ketaqwaan Awal
surah pendek, ayat 2. Menyebutkan huruf-huruf qalqalah. Surah Al-'Alaq terhadap tuhan Pembelajaran
Al- Qur’an dan hadis [Link] secara sederhana apa itu qalqalah A. Membaca QS. yang Maha Esa, * Asesmen Proses
tentang kewajiban dan kapan dibaca. Al- 'Alaq Ayat 1-5 * Penalaran Kritis Pembelajaran
salat dan menjaga 4. MengidenBfikasi bunyi qalqalah dalam bacaan B. Mengenal Hukum * Kreatifitas * Asesmen
hubungan baik Al-Qur’an. Bacaan Qalqalah * Kolaborasi Akhir
dengan sesama. 5. Membaca ayat-ayat yang mengandung hukum C. Menulis QS. * Kemandirian Pembelajaran
qalqalah dengan benar. Al- 'Alaq Ayat 1-
6. Menyalin QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 dengan 5
Al-Quran dan Hadits

tulisan Arab yang rapi dan benar. D. Menghafal QS.


7. Menghafal QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 dengan Al- 'Alaq Ayat 1-5
lancar dan benar. E. Pesan Pokok
8. Menirukan lafal ayat sesuai tajwid dan makhraj. QS. Al-'Alaq Ayat
[Link] semangat dan konsistensi dalam 1-5
menghafal Al-Qur’an.
10. Menumbuhkan cinta terhadap Al-Qur’an
melalui kegiatan hafalan.
11. Menyebutkan isi kandungan QS. Al-‘Alaq
ayat 1–5 secara sederhana.
12. Menjelaskan pesan utama dari ayat-ayat
tersebut.
13. Menyebutkan penBngnya membaca,
menuntut ilmu, dan mengenal Allah sebagai
pencipta.
14. Menunjukkan perilaku cinta belajar dan
hormat terhadap ilmu dan guru.
Aqidah Peserta didik 1. Meyakini bahwa Allah Swt. memiliki sifat 4 x pertemuan Pelajaran 2 I Ayo * Keimaman dan * Asesmen
memahami sifat- sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta asmaulhusna Mengenal Tuhan Kita ketaqwaan Awal
Allah Swt., beberapa dengan benar. A. Sifat Wajib terhadap tuhan Pembelajaran
asmaulhusna, iman 2. Menunjukkan sikap rendah hati sebagai Allah Swt yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada kitab kitab implementasi pemahaman sifat-sifat Allah Swt. B. Sifat Mustahil * Penalaran Kritis Pembelajaran
Allah Swt. dan rasul- dengan baik. Allah Swt * Kreatifitas * Asesmen
rasul Allah Swt 3. Menjelaskan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta C. Sifat Jaiz Allah * Kolaborasi Akhir
asmaulhusna Allah Swt. dengan benar. Swt * Kemandirian Pembelajaran
4. Merasionalkan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, D. Ayo Mengenal
serta asmaulhusna Allah Swt. dengan benar. Allah Swt.
5. Membenarkan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, Melalui
serta asmaulhusna Allah Swt. dengan benar. Asmaulhusna
6. Mendemonstrasikan hafalan sifat wajib, jaiz,
dan mustahil, serta asmaulhusna Allah Swt.
dengan benar

Ahlak Peserta didik Meyakini berbakti kepada orang tua dan guru, dan 3 x pertemuan Pelajaran 3 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak hormat kepada orang lain merupakan perintah Allah Perilaku Terpuji ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. Swt. dengan benar. Adalah terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan berbaik sangka 2. Menunjukkan sikap berbakB kepada orang Kepribadianku yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada-Nya, akhlak tua dan guru, hormat kepada orang lain dengan A. Berbakti Kepada * Penalaran Kritis Pembelajaran
terhadap orang tua, sungguh-sungguh. Orang Tua * Kreatifitas * Asesmen
keluarga, dan guru 3. Menjelaskan pengerBan dan cara berbakB B. Berbakti Kepada * Kolaborasi Akhir
kepada orang tua dan guru, dan hormat kepada Guru * Kemandirian Pembelajaran
orang lain dengan benar. C. Menghormati
4. MengidenBfikasi ciri-ciri orang yang Orang Lain
berbakB kepada orang tua dan guru, dan
hormat kepada orang lain dengan benar.
5. Menemukan cara berbakB kepada orang tua
dan guru, dan hormat kepada orang lain dengan
benar.
6. Merumuskan hikmah berbakB kepada orang
tua dan guru, dan hormat kepada orang lain
dengan benar.
7. Mendemonstrasikan cara berbakB kepada orang
tua dan guru, dan hormat kepada orang lain dengan
benar.
8. Menceritakan kembali pengalaman berbakB
kepada orang tua dan guru, dan hormat kepada
orang lain dengan benar
Fikih Peserta didik memahami 1. Meyakini pelaksanaan puasa sebagai bentuk 2 x pertemuan Pelajaran 4 I * Keimaman dan * Asesmen
puasa, salat jumat dan ketaatan kepada Allah Swt. dengan benar. Aku Bangga ketaqwaan Awal
salat sunah, balig dan 2. Menunjukkan sikap sabar dan mengendalikan Mampu terhadap tuhan Pembelajaran
tanggung jawab diri sebagai hikmah dalam menjalankan ibadah Berpuasa yang Maha Esa, * Asesmen Proses
yang menyertainya puasa dengan benar. A. Ketentuan Puasa * Penalaran Kritis Pembelajaran
(taklTf). 3. Menjelaskan pengertian dan ketentuan puasa B. Hikmah Puasa * Kreatifitas * Asesmen
dengan benar. * Kolaborasi Akhir
4. Membuat bagan tentang ketentuan puasa * Kemandirian Pembelajaran
dengan tepat.
5. Menjelaskan hikmah puasa dengan benar.
[Link] hikmah puasa dengan benar.
[Link] hafalan niat dan doa berbuka
puasa dengan lancar.
[Link] pelaksanaan puasa Ramadan
dalam keluarga masingmasing dengan baik.

Peserta didik 1. Mengetahui Sejarah Arab Pra Islam. 3 x pertemuan Pelajaran 5 I Aku * Keimaman dan * Asesmen
memahami kisah 2. Meyakini kebenaran Agama Islam setelah Suka Belajar ketaqwaan Awal
Nabi Muhammad dengan mantap. Sejarah Islam terhadap tuhan Pembelajaran
Sejarah Peradaban

saw. Sebelum dan 3. Menunjukkan sikap ke-Islamannya sebagai A. Arab Pra-Islam yang Maha Esa, * Asesmen Proses
sesudah menjadi implementasi pemahaman terhadap ajaran agama B. Kisah Nabi * Penalaran Kritis Pembelajaran
rasul periode Islam dengan benar. Muhammad saw. * Kreatifitas * Asesmen
Makkah.
Islam

4. Mengetahui kisah Nabi Muhammad Saw dengan C. Ayo Melantunkan * Kolaborasi Akhir
mantap. Selawat, Sya'ir atau * Kemandirian Pembelajaran
6. Menjelaskan siapakah Nabi Muhammad Saw Qasidah
dengan benar.
7. Membenarkan kisah Nabi Muhammad Saw
dengan baik.
8. Melantunkan Selawat, Sya'ir atau Qasidah.

Mengetahui Guru Pendidikan Agama Islam


Kepala Sekolah

SILVIANA, [Link].-
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE B - KELAS IV

Capaian
Perkiraan Dimensi
Pembelajaran Asesmen
Elemen Tujuan Pembelajaran Alokasi Topik/Konten Profil
Berdasarkan Pembelajaran
Waktu Lulusan
Elemen FASE B
Peserta didik 1. Membaca Q.S. al-ḤujuratI49:13 dengan tartil. 5 x pertemuan Pelajaran 1 I Mari * Keimaman dan * Asesmen
memahami beberapa 2. Menjelaskan pesan pokok Q.S. al-ḤujuratI49:13 Kita Mengaji dan ketaqwaan Awal
surah pendek, ayat Al- dengan baik. Mengkaji Q.S. Al- terhadap tuhan Pembelajaran
Qur'an dan hadis 3. Membuat paparan tentang pesan pokok [Link]- Hujurat I49:13 dan yang Maha Esa, * Asesmen Proses
tentang kewajiban salat ḤujuratI49:13 denganbaik. Hadis tentang * Penalaran Kritis Pembelajaran
Al-Quran dan Hadits

dan menjaga hubungan 4. Menulis Q.S. al-ḤujuratI49:13 dengan baik. Keragaman * Kreatifitas * Asesmen
baik dengan sesama. 5. MenghafalQ.S. al-ḤujuratI49:13 dengan lancar. A. Membaca Q.S. Al- * Kolaborasi Akhir
6. Mempresentasikan paparanQ.S. al-ḤujuratI49:13 ḤujuratI49:13 * Kemandirian Pembelajaran
[Link] membaca Al ur'an dengan tarBl B. Memahami Pesan
dan sikap menghargai keragaman dan perbedaan Pokok Q.S. Al-
sebagai sunatullah. Ḥujurat49:13
C. Menulis Q.S. Al-
ḤujuratI49:13
D. Menghafal
Q.S. Al-
ḤujuratI49:13
E. Hadis tentang
Keragaman
Aqidah Peserta didik 1. Menjelaskan arB Asmaulhusna al-Malik, 2 x pertemuan Pelajaran 2 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami sifat- sifat al- Aziz, al-Quddūs, as-Salam dan al- Teladan Mulia ketaqwaan Awal
Allah Swt., beberapa Mu'min. Asmaulhusna terhadap tuhan Pembelajaran
asmaulhusna, iman 2. Membuat karya berupa kaligrafi al-Malik, al- A. Lima yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada kitab kitab Aziz, al-Quddūs, as-Salam dan al-Mu'min beserta Asmaulhusna dan * Penalaran Kritis Pembelajaran
Allah Swt. dan rasul- artinya secara berkelompok. Artinya * Kreatifitas * Asesmen
rasul Allah Swt 3. Membiasakan sikap suka menahan diri, mandiri, B. Berakhlak dengan * Kolaborasi Akhir
cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib. Asmaul husna * Kemandirian Pembelajaran
4. Meyakini adanya Allah yang Maharaja,
Mahamulia, Mahasuci, Maha sejahtera dan Maha
Pemberi Keamanan.
5. Membiasakan sikap suka menahan diri, mandiri,
cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib.
6. Meyakini adanya Allah yang
Maharaja, Mahamulia, Mahasuci,
7. Mahasejahtera dan Maha Pemberi kedamaian

Ahlak Peserta didik 1. Mendeskripsikan keragaman sebagai 3 x pertemuan Pelajaran 3 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak sunnatullah agar saling mengenal (litaʿarafū) Indahnya Saling ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. dengan benar. Menghargai dalam terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan berbaik sangka 2. Menyebutkan ajaran kebaikan dari agama Keragaman yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada-Nya, akhlak Islam dan agama selain Islam dengan tepat. A. Keragaman * Penalaran Kritis Pembelajaran
terhadap orang tua, 3. Mengungkapkan perasaan mengenai sebagai Sunnatullah * Kreatifitas * Asesmen
keluarga, dan guru pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda B. Ajaran * Kolaborasi Akhir
agama dengan baik. Kebaikan dalam * Kemandirian Pembelajaran
4. Saling menghormaB dan menghargai Islam dan Selain
pemeluk agama yang berbeda baik di lingkungan Islam
sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya C. Saling
dengan benar. Menghormati dan
5. Meyakini bahwa keragaman sebagai Menghargai Orang
sunnatullah dengan benar. yang Berbeda
6. MenghormaB orang lain sebagai cerminan Agama
dari iman dengan baik
Fikih Peserta didik memahami 1. Mampu Memahami konsep baligh. 3 x pertemuan Pelajaran 4 I * Keimaman dan * Asesmen
puasa, salat jumat dan 2. Menyebutkan tanda-tanda usia balig atau Menyambut Usia ketaqwaan Awal
salat sunah, balig dan kedewasaan dengan benar. Balig terhadap tuhan Pembelajaran
tanggung jawab 3. Membuat paparan mengenai tanda-tanda usia A. Tanda-Tanda yang Maha Esa, * Asesmen Proses
yang menyertainya balig dalam pandangan ilmu fikih dan ilmu biologi Usia Balig Menurut * Penalaran Kritis Pembelajaran
(taklif). dengan benar. Ilmu Fikih * Kreatifitas * Asesmen
4. Siswa mampu memahami tanggung jawab bagi B. Tanda-Tanda * Kolaborasi Akhir
orang orang yang sudah baligh (takhlif) . Balig dalam * Kemandirian Pembelajaran
5. Membiasakan sikap bersyukur, taat beribadah Pandangan Ilmu
dan bertangung jawab. Biologi.
C. Kewajiban
Setelah Usia
Balig

Peserta didik 1. Menjelaskan sebab-sebab Nabi Muhammad 3 x pertemuan Pelajaran 5 I Kisah * Keimaman dan * Asesmen
memahami kisah saw. hijrah ke Madinah. Hijrah Nabi ketaqwaan Awal
Nabi Muhammad 2. Menceritakan kisah peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke terhadap tuhan Pembelajaran
saw. Sebelum dan Muhammad saw. ke Madinah. Madinah yang Maha Esa, * Asesmen Proses
Sejarah Peradaban

sesudah menjadi 3. Membuat alur cerita kisah perjalanan hijrah A. Sebab-Sebab * Penalaran Kritis Pembelajaran
rasul periode melalui gambar dan keterangan sederhana. Hijrah Nabi * Kreatifitas * Asesmen
Makkah. 4. Menyimpulkan pelajaran di balik hijrah Nabi Muhammad saw * Kolaborasi Akhir
Islam

Muhammad saw. ke Madinah. B. Kisah Perjalanan * Kemandirian Pembelajaran


5. Meneladani perjuangan Nabi Muhammad saw. Hijrah Nabi
dan para sahabat. Muhammad saw. ke
6. Membiasakan sikap percaya diri, teguh Madinah
pendirian dan bertanggung jawab. C. Hikmah Hijrah
7. Meyakini kebenaran kisah hijrah Nabi Nabi Muhammad
Muhammad saw. ke Madinah saw.

Mengetahui Guru Pendidikan Agama Islam


Kepala Sekolah

SLVIANA, [Link].I
NIP -
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE C - KELAS V

Capaian Perkiraan Dimensi


Asesmen
Elemen Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alokasi Topik/Konten Profil
Pembelajaran
Berdasarkan Waktu Lulusan
Elemen FASE C

Peserta didik 1. Meyakini Surah al-Ma'ūn sebagai firman Allah 5 x pertemuan Pelajaran 1 I * Dimensi * Asesmen
memahami beberapa dengan benar. Menyayangi Beriman, Awal
surah pendek dan ayat 2. Terbiasa membaca Surah al-Ma'ūn dengan Anak Yatim Bertakwa Kepada Pembelajaran
Al-Quran dan Hadits

Al- Qur'an serta hadis benar. A. Membaca Al- Tuhan Yang * Asesmen Proses
tentang keragaman 3. Melafalkan Surah al-Ma'ūn dengan benar. Qur'an al-Ma'ūn Maha Esa, dan Pembelajaran
4. Mengartikan Surah al-Ma'ūn dengan benar. B. Menulis dan Berahlak Mulia * Asesmen
5. Menjelaskan makna isi pokok Surah al-Ma'ūn mengartikan Surah * Dimensi Akhir
dengan benar. al-Ma'ūn Bergotong Pembelajaran
6. Menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan C. Pesan Pokok Royong
perilaku sehari-hari dengan benar. Surah al-Ma'ūn * Dimensi Mandiri
7. Mempraktikkan hadis tentang anak yatim dalam D. Menghafal Surah
bentuk perilaku menyayangi anak yatim dengan al-Ma'ūn
benar. E. Sejuta Asa untuk
Yatim

Aqidah Peserta didik 1. Meyakini asmaulhusna al-Qawiyyu, al- 2 x pertemuan Pelajaran 2 Lebih * Dimensi * Asesmen
memahami beberapa Qayyūm, al-Muhyi, alMumit, dan al-Ba'iś. Dekat dengan Nama- Beriman, Awal
asmaulhusna, iman 2. Menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al- Nama Allah Bertakwa Kepada Pembelajaran
kepada hari akhir, Qayyūm, alMuhyi, al-Mumit, dan al- a'iś. A. Ayo mengenal Tuhan Yang * Asesmen Proses
qadaʾ dan qadr 3. Mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji sebagai Allah Swt. Maha Esa, dan Pembelajaran
bukti keyakinan kepada asmaulhusna al-Qawiyyu, Melalui Berahlak Mulia * Asesmen
al-Qayyūm, al-Muhyi, alMumit, dan al-Ba'iś. asmaulhusna. * Dimensi Akhir
4. Menyimpulkan perilaku terpuji yang sesuai B. Membiasakan Bergotong Pembelajaran
dengan asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al- perilaku terpuji Royong
Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'iś. asmaulhusna * Dimensi Mandiri
5. Membuat tulisan indah asmaulhusna al-
Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumit, dan
al- Ba'iś.
Ahlak Peserta didik [Link] makna hidup indah saling menghargai 2 x pertemuan Pelajaran 3 I Aku * Dimensi * Asesmen
memahami akhlak dan tugas utama sebagai khalifah dengan benar. Anak Saleh Beriman, Awal
terhadap Allah Swt. [Link] perilaku terpuji sebagai bukB A. lndahnya Saling Bertakwa Kepada Pembelajaran
Dengan berdoa dan wujud implementasi dari makna hidup indah saling Menghargai Tuhan Yang * Asesmen Proses
bertawakal menghargai dan tugas utama sebagai Khalifah B. Manusia Sebagai Maha Esa, dan Pembelajaran
kepadaNya, akhlak dengan benar. Khalifah Berahlak Mulia * Asesmen
terhadap teman, 3. Menjelaskan makna hidup indah saling * Dimensi Akhir
tetangga, non muslim, menghargai dan tugas utama sebagai khalifah Bergotong Royong Pembelajaran
hewan, dan tumbuhan dengan benar. * Dimensi Mandiri
[Link] makna saling menghargai dan
tugas utama manusia Sebagai khalifah dengan
benar.
[Link] contoh-contoh perilaku saling
menghargai dan tugas utama sebagai khalifah
dengan benar.
[Link] perilaku-perilaku manusia sebagai
khalifah dalam kehidupan seharihari dilingkungan
terdekat dengan benar.

Fikih Peserta didik 1. Meyakini makna zakat ,infak, sedekah, dan 4 x pertemuan Pelajaran 4 I Hidup * Dimensi * Asesmen
memahami puasa hadiah dengan benar. Lapang Dengan Beriman, Awal
sunah, zakat, infak, 2. Membiasakan perilaku berbagi sebagai Berbagi Bertakwa Kepada Pembelajaran
sedekah, hadiah, bukB menerapkan makna zakat, infak, A. Zakat fitrah Tuhan Yang * Asesmen Proses
makanan dan sedekah, dan hadiah dengan benar. B. lnfak dan Maha Esa, dan Pembelajaran
minuman yang halal 3. Menjelaskan makna zakat, infak, sedekah, dan Sedekah Berahlak Mulia * Asesmen
dan haram. hadiah dengan benar. C. Hadiah * Dimensi Akhir
4. Membedakan makna zakat ,infak, sedekah, dan D. Hikmah berbagi Bergotong Royong Pembelajaran
hadiah dengan benar. * Dimensi Mandiri
5. Menciptakan ide-ide kegiatan yang serupa
dengan makna zakat ,infak, sedekah, dan hadiah
dengan benar.
6. MemprakBkkan makna zakat ,infak
,sedekah, dan hadiah dengan benar.
Peserta didik 1. Meyakini perisiwa Fathu Makkah dan Haji 3 x pertemuan Pelajaran 5 I * Dimensi * Asesmen
memahami kisah Wada dengan benar. Meneladani Beriman, Awal
Nabi Muhammad [Link] perilaku pantangmenyerah Perjuangan Bertakwa Kepada Pembelajaran
saw. Periode sebagaibukti implementasi makna Fathu Makkah Rasulullah Tuhan Yang * Asesmen Proses
Madinah dan dan Haji Wada dengan benar. A. Kisah Maha Esa, dan Pembelajaran
hulafaurasyidin [Link] pengerian perisiwa Fathu istimewa Fathu Berahlak Mulia * Asesmen
Sejarah Peradaban

Makkah dan Haji Wada dengan benar. Makkah * Dimensi Akhir


[Link] sebab-sebab terjadinya perisiwa B. Peristiwa Bergotong Royong Pembelajaran
Fathu Makkah dengan benar. Haji Wada * Dimensi Mandiri
Islam

[Link] perilaku mulia Rasulullah saw. C. Hikmah dalam


Dalam peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada kisah
dengan tepat.
[Link] perilaku terpuji dalam perisiwa
Fathu Makkah dan Haji Wada dengan tepat.
[Link] perisiwa Fathu Makkah dan
Haji Wada dengan perilaku terpuji sehari-hari
dengan benar.

Mengetahui Guru Pendidikan Agama Islam


Kepala Sekolah

MARDIYANTO TRINO WIBOWO, [Link] SILVIANA, [Link].I


NIP 197603291999121001 NIP -
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE C - KELAS VI

Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Topik/Konten Profil
Pembelajaran
Elemen FASE C Waktu Lulusan

Peserta didik 1. Membaca , menulis, dan menghafal Q.S. Aḍ- 4 x pertemuan Pelajaran 1 I * Dimensi * Asesmen
memahami beberapa Ḍuḥa dengan tartil. Belajar Al-Qur'an Beriman, Awal
surah pendek dan ayat 2. Menyebutkan arti Aḍ-Ḍuḥa, jumlah ayat, dan Ḥadiṡ Bertakwa Kepada Pembelajaran
Al-Quran dan Hadits

Al- Qur'an serta hadis kelompok surah, dan tempat turunnya A. Membaca Q.S. Tuhan Yang * Asesmen Proses
tentang keragaman 3. Menjelaskan pesan-pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥa Ad- Duha Maha Esa, dan Pembelajaran
dengan baik, B. Menulis Q.S. Berahlak Mulia * Asesmen
4. Menjelaskan hukum bacaan tafkhim dan tarqiq Ad- Duha * Dimensi Akhir
dengan benar C. Pesan Pokok Bergotong Royong Pembelajaran
5. Menumbuhkan sikap solidaritas dan saling Q.S. Ad-Duha * Dimensi Mandiri
membantu D. Menghafal
6. Menunjukkan sikap terbiasa membaca Al-Qur'an Q.S. Ad-Duha
dengan tartil
7. Menjelaskan kandungan ḥadiṡ keutamaan
memberi dan menerima pemberian
Aqidah Peserta didik 1. Menjelaskan ari dan makna Asmaulhusna al- 3 x pertemuan Pelajaran 2 I Allah * Dimensi * Asesmen
memahami Ghaffar, al-Afuw, al-Waḥid, dan al-Ṣamad Swt. Maha Segalanya Beriman, Awal
beberapa 2. Menjelaskan syarat untuk mendapat ampunan A. Makna al-Gaffar, Bertakwa Kepada Pembelajaran
asmaulhusna, iman Allah al-‘Afuw, al- Tuhan Yang * Asesmen Proses
kepada hari akhir, 3. Membuat karya berupa menulis Asmaulhusna Waḥid, dan al- Maha Esa, dan Pembelajaran
qadaʾ dan qadr al-Ghaffar, al-Afuw, al-Waḥid, dan al- samad Ṣamad Berahlak Mulia * Asesmen
dengan seni kaligrafi B. Cara Allah * Dimensi Akhir
4. Melafalkan Asmaulhusna al-Ghaffar, al- Mengampuni Bergotong Pembelajaran
Afuw, al-Waḥid, dan al-Ṣamad dengan baik dan Kesalahan Manusia Royong
benar C. Syarat Untuk * Dimensi Mandiri
5. Terbiasa menumbuhkan sikap mandiri dan Mendapat Ampunan
bertanggung jawab Allah Swt
6. Menjelaskan ciri-ciri orang yang mengimani
keesaan Allah, al-Waḥid.
7. Menjelaskan mengapa hanya Allah tempat
bergantung, al-Ṣamad.
8. Menjelaskan alasan harus bertabayun dan
bersikap pemaaf
9. Membuat paparan tentang al-Gaffar, al-Afuw, al-
Waḥid, dan al-Ṣamad
Ahlak Peserta didik 1. Menyebutkan ari menyatakan penyesalan dan 2 x pertemuan BPelajaran 3 I * Dimensi * Asesmen
memahami akhlak memaafkan Hidup Damai Beriman, Awal
terhadap Allah Swt. 2. Menjelaskan peningnya adab menyesal dan dengan Saling Bertakwa Kepada Pembelajaran
Dengan berdoa dan memaafkan Memaafkan Tuhan Yang * Asesmen Proses
bertawakal 3. Memerinci ciri-ciri orang yang pemaaf. A. Pengertian Maaf Maha Esa, dan Pembelajaran
kepadaNya, akhlak 4. Menungkapkan hikmah menyatakan dan Memaafkan Berahlak Mulia * Asesmen
terhadap teman, penyesalan dan memaafkan. B. Pentingnya * Dimensi Akhir
tetangga, non muslim, 5. Menerapkan dan memraktekkan menyatakan Menyatakan Bergotong Pembelajaran
hewan, dan tumbuhan penyesalan dan memaafkan dalam kehidupan Penyesalan Royong
sehari-hari * Dimensi Mandiri
Fikih Peserta didik 1. Menjelaskan deinisi halal dan haram 4 x pertemuan Pelajaran 4 I * Dimensi * Asesmen
memahami puasa 2. Menyebutkan dasar hukum halal dan haram Hukum Halal dan Beriman, Awal
sunah, zakat, infak, 3. Menjelaskan sebab-sebab halal dan haram Haram Bertakwa Kepada Pembelajaran
sedekah, hadiah, 4. Membuat paparan tentang hukum halal dan A. Definisi Halal Tuhan Yang * Asesmen Proses
makanan dan haram dan Haram Maha Esa, dan Pembelajaran
minuman yang halal 5. Menerapkan ketentuan halal dan haram dalam B. Dasar Hukum Berahlak Mulia * Asesmen
dan haram. kehidupan sehari-hari Halal dan Haram * Dimensi Akhir
6. Dapat membedakan barangIbenda antara yang C. Sebab-Sebab Bergotong Pembelajaran
haram dan halal Halal dan Haram Royong
D. Penerapan * Dimensi Mandiri
Hukum Halal
dan Haram

Peserta didik 1. Menyebutkan nasab dan gelar Khalifah Abu 2 x pertemuan Pelajaran 5 I Jasa * Dimensi * Asesmen
memahami kisah Bakar dan Umar bin Khatab Khulafaurrasyidin Beriman, Awal
Sejarah Peradaban

Nabi Muhammad 2. Menjelaskan dakwah Khalifah Abu Bakar untuk Dunia Bertakwa Kepada Pembelajaran
saw. Periode dan Umar bin Khattab A. Abu Bakar al- Tuhan Yang * Asesmen Proses
Madinah dan 3. Menjelaskan jasa-jasa Khalifah Abu Bakar Ṣiddiq Maha Esa, dan Pembelajaran
Islam

hulafaurasyidin dan Umar bin Khattab B. Umar bin Khattab Berahlak Mulia * Asesmen
4. Membuat paparan tentang jasa-jasa Khalifah * Dimensi Akhir
Abu Bakar dan Umar bin Khattab Bergotong Pembelajaran
5. Bersikap dan berkarakter dari keteladanan Royong
Khulafaurrasyidin * Dimensi Mandiri

Mengetahui Guru Pendidikan Agama Islam


Kepala Sekolah

MARDIYANTO TRINO WIBOWO, [Link] SILVIANA, [Link].I


NIP 197603291999121001 NIP -

TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah
Ibtidaiyah Mata Pelajaran : Fikih
Fase : A
Kelas : I dan II
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MI
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MATERI TUJUAN PEMBELAJARAN
1 2 3 4 5
FIKIH Mengenal rukun Islam,  Mengenal  Rukun Islam  Memahami rukun Islam untuk
IBADA menumbuhkan keyakinan dan
melafalkan kalimah  Melafalkan
H ketaatan sehingga menjadi
syahadatain, terbiasa  Melakukan pribadi muslim yang tafaqquh
fiddin
melakukan tata cara bersuci,
 Kalimat  Melafalkan kalimah
azan, iqamah, shalat fardhu, syahadata syahadatain sehingga
in tertanam keyakinan bahwa
shalat berjamaah, zikir dan
Allah Swt.............adalah
doa sesudah shalat sebagai satu-
satunya dzat yang patut
prasyarat untuk menjalankan disembah.
agama secara mendasar  Tata cara bersuci  Memahami tata cara berwudlu
agar selalu menjaga kesucian
dengan baik dan benar, perkataan, fikiran serta
sehingga ibadahnya dapat perbuatan dan juga sebagai
prasyarat untuk menjalankan
mempengaruhi cara berfikir, ibadah shalat
bersikap dan bertindak  Memahami hadas , najis dan
cara mensucikannya sehingga
dalam kehidupan tertanam
prilaku hidup bersih dan sehat
dalam kehidupan sehari-hari.
 Azan dan Iqamah  Melafalkan kalimah azan
dan iqamah agar tertanam
sikap taat
sehari-hari. terhadap perintah Allah SWT.
,disiplin, dan tertib dalam
menjalankan ibadah.
 Shalat fardhu  Melakukan shalat fardhu agar
menjadi muslim yang taat
beribadah dan santun dalam
bersikap sehingga bisa menjadi
tauladan bagi teman
sebayanya.
 Shalat berjamaah  Melakukan shalat berjamaah
agar tertanam sikap tertib,
disiplin dan mempunyai
kesalihan sosial yang tinggi.
 Zikir dan doa  Melakukan zikir dan do’a
sesudah sesudah shalat agar menjadi
shalat pribadi yang rendah hati,
sabar dan optimis dalam
menjalankan kehidupan
sehari-hari.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah


Ibtidaiyah Mata Pelajaran : Fikih
Fase : A
Kelas : I dan II
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih
MI Model 1
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN ALUR TUJUAN KELAS ALOKASI
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN WAKTU
3 4 5
FIKIH Mengenal rukun islam
1.1 Mengenal rukun islam 1 16 JP
IBADA Mengenal rukun Islam, untuk menumbuhkan untuk menumbuhkan
H keyakinan dan ketaatan
melafalkan kalimah keyakinan dan ketaatan sehingga menjadi pribadi
sehingga menjadi
syahadatain, muslim yang tafaqquh
pribadi
fiddin
muslim yang tafaqquh
terbiasa melakukan tata fiddin

cara bersuci
azan, iqamah, shalat Melafalkan kalimah 1.2 Melafalkan kalimah 1 16 JP
fardhu, syahadatain sehingga
shalat berjamaah, zikir syahadatain tertanam keyakinan
sehingga tertanam bahwa Allah Swt. adalah
dan doa sesudah shalat keyakinan satu- satunya dzat yang
sebagai bahwa Allah Swt. adalah patut
prasyarat untuk satu-satunya dzat yang disembah.
menjalankan
patut disembah.
agama secara Memahami tata cara 1.3 Memahami tata cara 1 20 JP
mendasar berwudlu agar selalu berwudlu agar selalu
dengan baik dan benar, menjaga kesucian menjaga kesucian
sehingga ibadahnya dapat perkataan, fikiran serta perkataan, fikiran serta
perbuatan dan juga perbuatan dan juga
mempengaruhi cara
berfikir, sebagai prasyarat sebagai prasyarat untuk
untuk menjalankan menjalankan ibadah
bersikap dan bertindak
dalam ibadah shalat shalat
kehidupan sehari-hari.

Melakukan shalat fardhu 1.4 Melakukan shalat fardhu 1 20 JP


agar menjadi muslim agar menjadi muslim
yang taat beribadah dan yang taat beribadah dan
santun dalam bersikap santun dalam bersikap
sehingga bisa menjadi sehingga bisa menjadi
tauladan bagi tauladan bagi
teman sebayanya. teman sebayanya.
Memahami hadas, 2.1 Memahami hadas, najis 2 18 JP
najis dan cara dan cara mensucikannya
mensucikannya sehingga tertanam
sehingga tertanam prilaku hidup bersih dan
prilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan
dan sehat dalam sehari-hari
kehidupan sehari-
hari.
Melafalkan kalimah 2.2 Melafalkan kalimah azan 2 18 JP
azan dan iqamah agar dan iqamah agar
tertanam sikap taat tertanam sikap taat
terhadap perintah terhadap perintah Allah
Allah Swt. Swt. ,disiplin, dan tertib
,disiplin, dan tertib dalam menjalankan
dalam
menjalankan ibadah. ibadah.
Melakukan shalat 2.3 Melakukan shalat 2 18 JP
berjamaah agar berjamaah
tertanam agar tertanam sikap
tertib,
sikap tertib, disiplin dan disiplin dan mempunyai
mempunyai kesalihan kesalihan sosial yang
sosial yang tinggi. tinggi.
Melakukan zikir dan 2.4 Melakukan zikir dan do’a 2 18 JP
do’a sesudah shalat sesudah shalat agar
agar menjadi pribadi menjadi pribadi yang
yang rendah hati, rendah hati, sabar dan
sabar dan optimis optimis dalam
dalam menjalankan menjalankan kehidupan
kehidupan sehari-hari.
sehari-hari.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN FIKIH
Satuan Pendidikan : Madrasah
Ibtidaiyah Mata Pelajaran : Fikih
Fase : A
Kelas : I dan II
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih
MI Model 2
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN ALUR TUJUAN KELAS ALOKASI
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN WAKTU
3 4 5
FIKIH Memahami tata cara 1.1 Memahami tata cara 1 20 JP
IBADA Mengenal rukun Islam, berwudlu agar selalu berwudlu agar selalu
H menjaga kesucian menjaga kesucian
melafalkan
perkataan, fikiran serta perkataan, fikiran serta
perbuatan dan juga perbuatan dan juga
kalimah sebagai prasyarat sebagai prasyarat untuk
syahadatain, untuk menjalankan
menjalankan ibadah ibadah shalat
shalat
terbiasa melakukan tata Melakukan shalat fardhu 1.2 Melakukan shalat fardhu 1 20 JP
cara bersuci azan, agar menjadi muslim agar menjadi muslim
yang taat beribadah dan yang taat beribadah dan
iqamah, shalat fardhu,
santun dalam bersikap santun dalam bersikap
shalat berjamaah, zikir sehingga bisa menjadi sehingga bisa menjadi
dan doa sesudah shalat tauladan bagi tauladan bagi
teman sebayanya. teman sebayanya.
sebagai prasyarat untuk
menjalankan agama
secara mendasar
dengan baik dan benar, Melafalkan kalimah 1.3 Melafalkan kalimah 1 16 JP
sehingga ibadahnya dapat syahadatain syahadatain sehingga
sehingga tertanam tertanam keyakinan
mempengaruhi cara
keyakinan bahwa bahwa Allah Swt. adalah
berfikir, bersikap dan Allah Swt. adalah satu- satunya dzat yang
bertindak dalam satu-satunya dzat patut disembah.
yang patut
kehidupan sehari-hari.
disembah.
Memahami rukun Islam 1.4 Memahami rukun Islam 1 16 JP
untuk menumbuhkan untuk menumbuhkan
keyakinan dan ketaatan keyakinan dan ketaatan
sehingga menjadi sehingga menjadi
pribadi muslim yang pribadi muslim yang
tafaqquh tafaqquh fiddin
fiddin
Memahami hadas, 2.1 Memahami hadas, najis 2 18 JP
najis dan cara dan cara mensucikannya
mensucikannya sehingga tertanam
sehingga tertanam prilaku hidup bersih dan
prilaku hidup bersih sehat dalam kehidupan
dan sehat dalam sehari-
kehidupan sehari- hari.
hari.
Melakukan shalat 2.2 Melakukan shalat 2 18 JP
berjamaah agar berjamaah agar
tertanam sikap tertib, tertanam sikap tertib,
disiplin dan disiplin dan mempunyai
mempunyai kesalihan kesalihan sosial yang
sosial yang tinggi. tinggi.
Melakukan zikir dan do’a 2.3 Melakukan zikir dan do’a 2 18 JP
sesudah shalat agar sesudah shalat agar
menjadi pribadi yang menjadi pribadi yang
rendah hati,
rendah hati, sabar sabar dan optimis
dan optimis dalam dalam menjalankan
menjalankan kehidupan sehari-
kehidupan hari.
sehari-hari.
Melafalkan kalimah 2.4 Melafalkan kalimah azan 2 18 JP
azan dan iqamah agar dan iqamah agar
tertanam sikap taat tertanam sikap taat
terhadap perintah terhadap perintah Allah
Allah Swt., disiplin, dan Swt., disiplin, dan tertib
tertib dalam dalam menjalankan
menjalankan ibadah. ibadah.

Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa
alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan
madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik,
dan lain-lain.
TUJUAN PEMBELAJARAN FIQIH MI FASE B

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase/Kelas : B/III
Tahun Pelajaran : 2022-2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih MI

NO ELEM CAPAIAN KOMPETENSI MATERI KELAS TUJUAN PEMBELAJARAN


EN PEMBELAJARAN
1 FikihPeserta didik membiasakan puasa, Membiasakan 1. Puasa, III dan IV 1. Membiasakan puasa dengan
Iba shalat Jum’at dan berbagai Menganalisis 2. Shalat Jum’at, sesuai syariat agar menjadi
dah shalat sunnah (tarawih, witir, 3. Shalat Sunnah pribadi yang bertaqwa dan
rawatib, tahajud, dhuha dan Tarawih, terbiasa menjalankan pola
‘idain), rukhshah pada shalat Witir, hidup sehat dan kuat.
meliputi jama’, qashar, kondisi Rawatib, 2. Menganalisis pengertian dan
sakit, sehingga kewajiban Tahajud, tata cara puasa sebagai salah
ibadah dijalankan secara Dhuha satu kewajiban seorang
istiqamah dalam kondisi 4. Shalat Idain muslim.
apapun dan dimanapun. Peserta 5. Rukhshah 3. Membiasakan shalat jumat
didik menganalisis tanda tanda Shalat Yang sebagai bagian dari kewajiban
baligh, cara bersuci dari hadats Meliputi seorang muslim laki-laki
besar (haid dan ihtilam) sebagai Jama’, Qashar untuk menjadi insan yang
prasyarat menjalankan ibadah Dan Kondisi bertaqwa
dengan baik dan benar sesuai Sakit 4. Menganalisis ketentuan, tata
syarat dan rukunnya dalam 6. Tanda Tanda cara dan hukum shalat jumat
konteks kehidupan sehari hari. Baligh sebagai bagian dari kewajiban
Dengan ini peserta didik juga 7. Cara Bersuci seorang muslim laki-laki
terbiasa menjalankan pola Dari Haid dan 5. Membiasakan shalat tarawih,
hidup bersih, sehat dan kuat. Ihtilam witir, rawatib, tahajud, dan
dhuha dalam menjalankan
amalan sunnah dibulan
Ramadan dengan istiqomah
6. Menganalisis ketentuan dan
tata cara shalat sunnah
tarawih, witir, rawatib,
tahajud, dan dhuha sebagai
amalan sunnah dibulan
Ramadan
7. Menganalisis tata cara shalat
idain agar terbentuk pribadi
muslim yang bertaqwa dan
meningkatkan rasa syukur dan
persaudaraan sesama muslim
dalam moderasi beragama
8. Membiasakan rukhsah pada
shalat jama’, qashar dan
kondisi sakit sehingga
kewajiban ibadah dapat
dijalankan secara istiqamah
dalam kondisi apapun dan
dimanapun
9. Menganalisis ketentuan
rukhsah pada shalat jama’,
qashar dan kondisi sakit
dengan penuh kesadaran diri
sebagai insan yang bertaqwa.
10. Menganalisis tanda-tanda
balig laki-laki dan perempuan
secara biologis dan kewajiban
beribadah sebagai seorang
muslim
11. Menganalisis pengertian, dan
tata cara bersuci setelah haid
dan ihtilam sebagai prasyarat
menjalankan ibadah dengan
baik dan benar serta terbiasa
menjalankan pola hidup
bersih, sehat dan kuat.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase/Kelas : B/III
Tahun Pelajaran : 2022-2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih MI

ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) TUJUAN ALUR TUJUAN ALOKASI


PEMBELAJARAN (TP) PEMBELAJARAN (ATP) WAKTU
JP PERTE
MUAN
Fikih Peserta didik membiasakan puasa, shalat Jum’at dan 1. Membiasakan puasa n 1. Membiasakan puasa 12 JP 6
Ibadah berbagai shalat sunnah (tarawih, witir, rawatib, sesuai syariat agar sesuai syariat agar
tahajud, dhuha dan ‘idain), rukhshah pada shalat menjadi pribadi yang menjadi pribadi yang
meliputi jama’, qashar, kondisi sakit, sehingga bertaqwa dan terbiasa bertaqwa dan terbiasa
kewajiban ibadah dijalankan secara istiqamah menjalankan pola hidup menjalankan pola hidup
dalam kondisi apapun dan dimanapun. Peserta didik sehat dan kuat. sehat dan kuat.
menganalisis tanda tanda baligh, cara bersuci dari 2. Menganalisis pengertian, 2. Menganalisis pengertian 12 JP 6
hadats besar (haid dan ihtilam) sebagai prasyarat ketentuan dan tata cara ketentuan dan tata cara
menjalankan ibadah dengan baik dan benar sesuai puasa sebagai seorang puasa sebagai seorang
syarat dan rukunnya dalam konteks kehidupan muslim muslim
sehari hari. Dengan ini peserta didik juga terbiasa 3. Menganalisis ketentuan 3. Menganalisis ketentuan 12 JP 6
menjalankan pola hidup bersih, sehat dan kuat. dan tata cara shalat idain dan tata cara shalat idain
agar terbentuk pribadi agar terbentuk pribadi
muslim yang bertaqwa muslim yang bertaqwa
dan meningkatkan rasa dan meningkatkan rasa
syukur dan syukur dan
persaudaraan sesama persaudaraan sesama
muslim dalam moderasi muslim dalam moderasi
beragama beragama
4. Menganalisis ketentuan, 4. Menganalisis ketentuan, 12 JP 6
tata cara dan hukum tata cara dan hukum shalat
shalat jumat sebagai jumat sebagai bagian dari
bagian dari kewajiban kewajiban seorang muslim
seorang muslim laki-laki laki-laki
5. Membiasakan shalat 5. Membiasakan shalat 12 JP 6
tarawih, witir, rawatib, tarawih, witir, rawatib,
tahajud, dan dhuha dalam tahajud, dan dhuha dalam
menjalankan amalan menjalankan amalan
sunnah dibulan Ramadan sunnah dibulan Ramadan
dengan istiqomah dengan istiqomah
6. Menganalisis ketentuan 6. Menganalisis ketentuan 12 JP 6
dan tata cara shalat dan tata cara shalat sunnah
sunnah tarawih, shalat tarawih, shalat tarawih,
tarawih, witir, rawatib, witir, rawatib, tahajud,
tahajud, dan dhuha dan
sebagai amalan sunnah dhuha sebagai amalan
sunnah

Keterangan:
1. Penyusunan ATP dilakukan bersama oleh guru pada satu Fase yang sama dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik di madrasah.
2. ATP merupakan alur urutan pembelajaran, sehingga penyusunannya bersifat fleksibel, TIDAK ADA KEHARUSAN KESERAGAMAN antara satu
madrasah dengan madrasah lain.
…………………, ……………..
Kepala Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran
……………………………. ………………………………….

…………………………….. …………………………………….
NIP. NIP.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase/Kelas : B/IV
Tahun Pelajaran : 2022-2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih MI

ELEME CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) TUJUAN ALUR TUJUAN ALOKASI


N PEMBELAJARAN (TP) PEMBELAJARAN (ATP) WAKTU
JP PERTE
MUAN
Fikih Peserta didik membiasakan puasa, shalat 1. Menganalisis tanda-tanda 1. Menganalisis tanda-tanda 14 JP 7
Ibadah Jum’at dan berbagai shalat sunnah balig laki-laki dan balig laki-laki dan
(tarawih, witir, rawatib, tahajud, dhuha perempuan secara biologis perempuan secara biologis
dan ‘idain), rukhshah pada shalat dan kewajiban beribadah dan kewajiban beribadah
meliputi jama’, qashar, kondisi sakit, sebagai seorang muslim sebagai seorang muslim
sehingga kewajiban ibadah dijalankan 2. Menganalisis pengertian, 2. Menganalisis pengertian, 14 JP 7
secara istiqamah dalam kondisi apapun masa dan tata cara bersuci masa dan tata cara bersuci
dan dimanapun. Peserta didik setelah haid sebagai setelah haid sebagai
menganalisis tanda tanda baligh, cara prasyarat menjalankan prasyarat menjalankan
bersuci dari hadats besar (haid dan ibadah dengan baik dan ibadah dengan baik dan
ihtilam) sebagai prasyarat menjalankan benar serta terbiasa benar serta terbiasa
ibadah dengan baik dan benar sesuai menjalankan pola hidup menjalankan pola hidup
syarat dan rukunnya dalam konteks bersih, sehat dan kuat. bersih, sehat dan kuat.
kehidupan sehari hari. Dengan ini 3. Menganalisis pengertian 3. Menganalisis pengertian 14 JP 7
peserta didik juga terbiasa menjalankan dan tata cara bersuci dan tata cara bersuci
pola hidup bersih, sehat dan kuat. setelah ihtilam sebagai setelah ihtilam sebagai
prasyarat menjalankan prasyarat menjalankan
ibadah dengan baik dan ibadah dengan baik dan
benar serta terbiasa benar serta terbiasa
menjalankan pola hidup menjalankan pola hidup
bersih, sehat dan kuat bersih, sehat dan kuat.

4. Membiasakan rukhsah 4. Membiasakan rukhsah 14 JP 7


pada shalat jama’, qashar pada shalat jama’, qashar
dan kondisi sakit sehingga dan kondisi sakit sehingga
kewajiban ibadah dapat kewajiban ibadah dapat
dijalankan secara dijalankan secara
istiqamah dalam kondisi istiqamah dalam kondisi
apapun dan dimanapun apapun dan dimanapun
5. Menganalisis ketentuan 5. Menganalisis ketentuan 16 JP 8
rukhsah pada shalat jama’, rukhsah pada shalat jama’,
qashar dan kondisi sakit qashar dan kondisi sakit
dengan penuh kesadaran dengan penuh kesadaran
diri sebagai insan yang diri sebagai insan yang
bertaqwa. bertaqwa.
Keterangan:
1. Penyusunan ATP dilakukan bersama oleh guru pada satu Fase yang sama dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik di madrasah.
2. ATP merupakan alur urutan pembelajaran, sehingga penyusunannya bersifat fleksibel, TIDAK ADA KEHARUSAN KESERAGAMAN antara satu
madrasah dengan madrasah lain.
…………………, ……………..
Kepala Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran
……………………………. …………………………………..

…………………………….. …………………………………….
NIP. NIP.
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :C
Kelas : 5 dan 6
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih MI

ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MATERI TUJUAN PEMBELAJARAN

FIQIH IBADAH Mampu menganalisis ketentuan zakat  Menganalisis Zakat Fitrah, infak, dan Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, dan sedekah secara
fitrah, infak, sedekah, dan kurban, serta sedekah faktual berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
menerapkan tata cara haji dan umrah,  Menerapkan
ciptaan Tuhan dan segala aktifitasnya di lingkungan tempat ia
untuk menjalankan perintah agama
tinggal serta menerapkan pengetahuan zakat, infak, dan sedekah
yang memiliki dimensi sosial dan dapat
menumbuhkan perilaku peduli kepada yang telah ia dapat ke masyarakat sebagai cerminan perilaku anak
sesama. Peserta didik juga yang beriman dan berakhlak mulia.
menganalisis ketentuan halal dan
haram, serta dapat membiasakan Kurban Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan pengetahuan secara
mengonsumsi makanan yang halal dan faktual, serta menerapkan tata cara kurban dengan baik dan benar
baik, sehingga ibadahnya dapat sebagai implementasi keimanan dan hidup sehat dengan memakan
mempengaruhi cara berfikir, bersikap,
makanan yang halal, serta mewujudkan rasa saling peduli terhadap
dan bertindak dalam kehidupan sehari-
hari. sesama.

Haji dan umrah Menganalisis ketentuan haji dan umrah berdasarkan kewajiban
sebagai umat Islam, serta dapat menerapkan tata cara haji dan
umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk keimanan kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan di masyarakat sebagai wujud kerukunan
beragama.
Makanan/minuman halal Menganalisis pengetahuan tentang makanan atau minuman yang
dan haram halal dan haram dengan baik sehingga dapat mengidentifikasinya
dan dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari sebagai wujud
keshalihan sosial.

ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MATERI TUJUAN PEMBELAJARAN

FIQIH Peserta didik memahami ketentuan  Memahami Jual beli Memahami ketentuan muamalah jual beli serta
MUAMALAH jual beli, pinjam-meminjam barang mengaplikasikannya di masyarakat untuk menumbuhkan sikap
(‘ariyah), dan memperlakukan barang  Mengaplikasikan
tolong menolong, jujur, amanah dan tanggung jawab dalam
temuan (luqathah), serta terbiasa
aktifitas sosial-ekonomi pada era digital dan global.
menghindari ghashab sehingga aktifitas
sosial ekonomi pada era global
dijalankan secara jujur, amanah, dan ‘Ariyah Memahami ketentuan pinjam-meminjam (‘ariyah), sehingga dapat
tanggung jawab, sesuai aturan fikih menumbuhkan sikap tolong menolong, jujur, amanah dan
sehingga dapat bernilai ibadah dan tanggung jawab dalam aktivitas sosial.
berdimensi ukhrawi dalam konteks
beragama, berbangsa, bernegara, dan Luqathah, Memahami ketentuan luqathah agar tertanam sikap jujur dan
bermasyarakat global. amanah dalam kehidupan sehari-hari

Ghashab Memahami ghashab dan terbiasa menghindarinya dalam


kehidupan sehari-hari
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah
Mata Pelajaran : Fikih
Fase: :C
Kelas : 5 dan 6
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun SKI MI

ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN JP

FIKIH IBADAH Mampu menganalisis ketentuan  Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, dan 5.1 Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, 20
zakat fitrah, infak, sedekah, dan sedekah secara faktual berdasarkan rasa ingin dan sedekah secara faktual berdasarkan rasa
kurban, serta menerapkan tata cara tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan
haji dan umrah, untuk menjalankan dan segala aktifitasnya di lingkungan tempat ia Tuhan dan segala aktifitasnya di lingkungan
perintah agama yang memiliki tinggal serta menerapkan pengetahuan zakat, tempat ia tinggal. Serta menerapkan
dimensi sosial dan dapat infak, dan sedekah yang telah ia dapat ke pengetahuan zakat, infak, dan sedekah yang
menumbuhkan perilaku peduli masyarakat sebagai cerminan perilaku anak telah ia dapat ke masyarakat sebagai
kepada sesama. Peserta didik juga yang beriman dan berakhlak mulia. cerminan perilaku anak yang beriman dan
menganalisis ketentuan halal dan berakhlak mulia.
haram, serta dapat membiasakan
mengonsumsi makanan yang halal  Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan 5.2 Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan 16
dan baik, sehingga ibadahnya dapat pengetahuan secara faktual, serta menerapkan pengetahuan secara faktual, serta
mempengaruhi cara berfikir, tata cara kurban dengan baik dan benar sebagai menerapkan tata cara kurban dengan baik
bersikap, dan bertindak dalam implementasi keimanan dan hidup sehat dan benar sebagai implementasi keimanan
kehidupan sehari-hari. dengan memakan makanan yang halal, serta dan hidup sehat dengan memakan makanan
mewujudkan rasa saling peduli terhadap yang halal, serta mewujudkan rasa saling
sesama. peduli terhadap sesama.

5.3 Menganalisis ketentuan haji dan umrah 20


berdasarkan kewajiban sebagai umat Islam,
 Menganalisis ketentuan haji dan umrah
serta dapat menerapkan tata cara haji dan
berdasarkan kewajiban sebagai umat Islam, umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk
serta dapat menerapkan tata cara haji dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk di masyarakat sebagai wujud kerukunan
keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan di beragama.
masyarakat sebagai wujud kerukunan
beragama. 6.1 Menganalisis pengetahuan tentang makanan 16
atau minuman yang halal dan haram dengan
baik sehingga dapat mengidentifikasinya dan
 Menganalisis pengetahuan tentang makanan dapat menerapkannya di kehidupan sehari-
atau minuman yang halal dan haram dengan hari sebagai wujud keshalihan sosial.
baik sehingga dapat mengidentifikasinya dan
dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari
sebagai wujud keshalihan sosial.
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN JP
FIKIH
MUAMALAH Peserta didik memahami ketentuan  Memahami ketentuan muamalah jual beli dan 6.2 Memahami ketentuan muamalah jual beli 18
jual beli, pinjam-meminjam barang larangan riba, serta mengaplikasikannya di dan larangan riba, serta mengaplikasikannya
(‘ariyah), dan memperlakukan masyarakat untuk menumbuhkan sikap tolong di masyarakat untuk menumbuhkan sikap
barang temuan (luqathah), serta menolong, jujur, amanah dan tanggung jawab tolong menolong, jujur, amanah dan
terbiasa menghindari ghashab dalam aktifitas sosial-ekonomi pada era digital tanggung jawab dalam aktifitas sosial-
sehingga aktifitas sosial ekonomi dan global. ekonomi pada era digital dan global.
pada era global dijalankan secara
jujur, amanah, dan tanggung jawab,  Memahami ketentuan muamalah ‘ariyah, 6.3 Memahami ketentuan muamalah ‘ariyah, 18
sesuai aturan fikih sehingga dapat luqathah, dan ghashab dengan benar sehingga luqathah, dan ghashab dengan benar
bernilai ibadah dan berdimensi di masyarakat dapat diaplikasikan dengan sikap sehingga di masyarakat dapat diaplikasikan
ukhrawi dalam konteks beragama, tolong menolong, jujur, amanah dan tanggung dengan sikap tolong menolong, jujur,
berbangsa, bernegara, dan jawab dalam aktifitas sosial. amanah dan tanggung jawab dalam aktifitas
bermasyarakat global.  Memahami ketentuan luqathah agar tertanam sosial.
sikap jujur dan amanah dalam kehidupan
sehari-hari 6.4 Memahami ketentuan luqathah agar 14
tertanam sikap jujur dan amanah dalam
 Memahami ghashab dan terbiasa kehidupan sehari-hari
menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari
Memahami ghashab dan terbiasa 6.5 Memahami ghashab dan terbiasa 14
menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari menghindarinya dalam kehidupan sehari-
hari

Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai
dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
4. ATP versi 1 dibuat berdasarkan urutan capaian pembelajaran.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Satuan Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase: :C
Kelas : 5 dan 6
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih MI

ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN JP

FIKIH IBADAH Mampu menganalisis ketentuan zakat  Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, dan 5.1Menganalisis pengetahuan tentang makanan 16
fitrah, infak, sedekah, dan kurban, sedekah secara faktual berdasarkan rasa ingin atau minuman yang halal dan haram dengan
serta menerapkan tata cara haji dan tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan baik sehingga dapat mengidentifikasinya dan
umrah, untuk menjalankan perintah dan segala aktifitasnya di lingkungan tempat ia dapat menerapkannya di kehidupan sehari-
agama yang memiliki dimensi sosial tinggal serta menerapkan pengetahuan zakat, hari sebagai wujud keshalihan sosial.
dan dapat menumbuhkan perilaku infak, dan sedekah yang telah ia dapat ke
peduli kepada sesama. Peserta didik masyarakat sebagai cerminan perilaku anak 5.2Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, 20
juga menganalisis ketentuan halal yang beriman dan berakhlak mulia. dan sedekah secara faktual berdasarkan rasa
dan haram, serta dapat ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan
membiasakan mengonsumsi  Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan Tuhan dan segala aktifitasnya di lingkungan
makanan yang halal dan baik, pengetahuan secara faktual, serta menerapkan tempat ia tinggal. Serta menerapkan
sehingga ibadahnya dapat tata cara kurban dengan baik dan benar sebagai pengetahuan zakat, infak, dan sedekah yang
mempengaruhi cara berfikir, implementasi keimanan dan hidup sehat telah ia dapat ke masyarakat sebagai
bersikap, dan bertindak dalam dengan memakan makanan yang halal, serta cerminan perilaku anak yang beriman dan
kehidupan sehari-hari. mewujudkan rasa saling peduli terhadap berakhlak mulia.
sesama.

 Menganalisis ketentuan haji dan umrah 5.3 Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan 16
berdasarkan kewajiban sebagai umat Islam, pengetahuan secara faktual, serta
serta dapat menerapkan tata cara haji dan menerapkan tata cara kurban dengan baik
dan benar sebagai implementasi keimanan
umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk dan hidup sehat dengan memakan makanan
keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan di yang halal, serta mewujudkan rasa saling
masyarakat sebagai wujud kerukunan peduli terhadap sesama.
beragama.
5.4 Menganalisis ketentuan haji dan umrah 20
 Menganalisis pengetahuan tentang makanan berdasarkan kewajiban sebagai umat Islam,
atau minuman yang halal dan haram dengan serta dapat menerapkan tata cara haji dan
baik sehingga dapat mengidentifikasinya dan umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk
dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
sebagai wujud keshalihan sosial. di masyarakat sebagai wujud kerukunan
beragama.
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN JP
FIKIH
MUAMALAH Peserta didik memahami ketentuan  Memahami ketentuan muamalah jual beli serta 6.2Memahami ketentuan muamalah jual beli 18
jual beli, pinjam-meminjam barang mengaplikasikannya di masyarakat untuk serta mengaplikasikannya di masyarakat
(‘ariyah), dan memperlakukan menumbuhkan sikap tolong menolong, jujur, untuk menumbuhkan sikap tolong
barang temuan (luqathah), serta amanah dan tanggung jawab dalam aktifitas menolong, jujur, amanah dan tanggung
terbiasa menghindari ghashab sosial-ekonomi pada era digital dan global. jawab dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
sehingga aktifitas sosial ekonomi era digital dan global.
pada era global dijalankan secara  Memahami ketentuan pinjam-meminjam
jujur, amanah, dan tanggung jawab, (‘ariyah) sehingga dapat menumbuhkan 6.3Memahami ketentuan pinjam-meminjam 18
sesuai aturan fikih sehingga dapat diaplikasikan dengan sikap tolong menolong, (‘ariyah), sehingga dapat menumbuhkan
bernilai ibadah dan berdimensi jujur, amanah dan tanggung jawab dalam sikap tolong menolong, jujur, amanah dan
ukhrawi dalam konteks beragama, aktivitas sosial. tanggung jawab dalam aktivitas sosial.
berbangsa, bernegara, dan  Memahami ketentuan luqathah agar tertanam
bermasyarakat global. sikap jujur dan amanah dalam kehidupan 6.4Memahami ketentuan luqathah agar 14
sehari-hari tertanam sikap jujur dan amanah dalam
kehidupan sehari-hari
 Memahami ghashab dan terbiasa
menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari 6.5Memahami ghashab dan terbiasa 14
Memahami ghashab dan terbiasa
menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari

Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai
dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
4. ATP versi 2 dibuat berdasarkan urutan tingkat pengetahuan yang sedang/akan dihadapi dalam jangka singkat.
CONTOH MODUL AJAR

FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH KELAS
III
FASE B

Disusun oleh
Zainul Ma’arif

P
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH
KELAS III
FASE D

A. AIn. foIrnmfaosirmUmausmi
Umum
Identitas Modul:
Nama Penyusun : Zainul M.
Nama Intitusi : MI …
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Satuan Pendidikan : MTs
Kelas : III/IV (Disesuaikan dengan ATP)
Mata pelajaran : Fikih
Alokasi waktu : 12 JP
Fase :B
Elemen : Fikih Ibadah
Kompetensi awal:
Peserta didik memahami tata cara shalat Idain (Dua hari raya)
Profil Pelajar Pancasila dan PP RA :
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, Berpikir Kritis, Gotong
Royong, Berkeadaban (Taaddub), Keteladanan (Qudwah), Toleransi (Tasamuh)

Sarana dan prasarana:


a. Media:
LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan internet
b. Sumber Belajar:
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

Target Peserta didik : - Peserta didik reguler


- Pesera didik dengan hambatan belajar
- Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah peserta didik : 28 orang
Model Pembelajaran : Discovery learning
Metode : Karya kunjung, market of place, demonstrasi

2
B. Komponen Inti

Tujuan Pembelajaran
Menganalisis ketentuan dan tata cara shalat Idain agar terbentuk pribadi
muslim yang bertaqwa dan meningkatkan rasa syukur dan persaudaraan
sesama muslim dalam moderasi beragama

Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP)


1. Menjelaskan pengertian shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan
menggunakan kata-kata sendiri secara lugas dan tegas.
2. Mengidentifikasi dalil dan hukum tentang shalat Idain
3. Menganalisis tata cara shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) sesuai dengan
ketentuan dan mengomunikasikannya kepada teman-teman sekelasnya
4. Menjelaskan hikmah shalat Idain
5. Mempraktekkan tata cara shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) dengan baik
dan benar sesuai dengan ketentuan

Pemahaman Bermakna
Shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah shalat yang sangat dianjurkan
oleh Rasulullah Saw. untuk dilaksanakan oleh umat Islam.

Kata Kunci
- Shalat Idaian
- Idul Fitri
- Idul Adha

Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa mempelajari materi Shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) ini
penting?
2. Apa perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha?
3. Bagaimana tata cara melaksanakan shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha)?

Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif,
jaringan internet dan link youtube
2. Guru menyiapkan tayangan tentang pengertian shalat Idain (Idul Fitri dan
Idul Adha)
3. Guru menyiapkan tayangan video tentang shalat Idain (Idul Fitri dan Idul
Adha)
4. Apabila memungkinkan guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD).
5. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang pengertian shalat Idain (Idul Fitri
dan Idul Adha)

3
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, pembacaan ayat atau surat
al-Qur’an pilihan.
2. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
3. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan mengenai thaharah
4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.

Kegiatan Inti (50 Menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini
menyajikan garis besar materi tentang pengertian shalat Idain (Idul Fitri
dan Idul Adha) hukim dan dalilnya
2. Peserta didik mengamati infografis dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami infografis
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran pada topik ini adalah karya kunjung, dengan
aktivitas sebagai berikut:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada
kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke
kelompoknya.
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas
pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta
didik memberikan jawaban yang kurang tepat.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha)

Pertemuan 2
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran

4
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang pengertian ketentuan shalat Idain serta
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti (50 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini
menyajikan garis besar materi tentang shalat Idain (Idul Fitri dan Idul
Adha)
2. Peserta didik mengamati infografis tentang syarat dan rukun shalat Idain
dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami infografis
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dengan metode market of place dengan aktivitas sebagai berikut:
a) Guru membagi materi pada masing-masing kelompok.
b) Masing-masing kelompok mendiskusikan materi dan membuat mind
mapping atau bahan yang akan dijual belikan.
c) Peserta didik menentukan anggota yang akan menunggu di “toko”
sebagai penjual dan anggota lain akan masuk ke “toko lain” sebagai
pembeli untuk mengumpulkan informasi.
d) Pembeli kembali ke kelompok masing-masing untuk saling meneliti hasil
belanja kemudian mengajarkan semua topik yang mereka temukan
kepada penunggu “toko”

5. Guru memberikan penguatan tentang tata cara cara shalat Idain dengan
benar.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya melaksanakan shalat Idain sesuai dengan
ketentuan serta hikmah yang terkandung di dalamnya.

Pertemuan 3
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang pengertian ketentuan shalat Idain serta
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti (50 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini
menyajikan garis besar materi tentang hikmah shalat Idain (Idul Fitri dan
Idul Adha)
2. Peserta didik mengamati infografis tentang hikmah shalat Idain (Idul Fitri
dan Idul Adha) dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami infografis

5
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dengan metode market of place dengan aktivitas sebagai berikut:
e) Guru membagi materi pada masing-masing kelompok.
f) Masing-masing kelompok mendiskusikan materi dan membuat mind
mapping atau bahan yang akan dijual belikan.
g) Peserta didik menentukan anggota yang akan menunggu di “toko”
sebagai penjual dan anggota lain akan masuk ke “toko lain” sebagai
pembeli untuk mengumpulkan informasi.
h) Pembeli kembali ke kelompok masing-masing untuk saling meneliti hasil
belanja kemudian mengajarkan semua topik yang mereka temukan
kepada penunggu “toko”

6. Guru memberikan penguatan tentang tata cara cara shalat Idain dengan
benar.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya melaksanakan shalat Idain sesuai dengan
ketentuan serta hikmah yang terkandung di dalamnya.

Pertemuan 4

Kegiatan awal (10 Menit)


1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali tentang pembelajaran
sebelumnya, dan mengaitkan dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.

Kegiatan Inti (50 menit)


1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan materi dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
3. Menyediakan media, bahan dan perlengkapan yang diperlukan
4. Guru mengajak peserta didik agar menuju ke mushalla/masjid untuk
mempraktikkan shalat Idul Fitri atau Idul Adha.
5. Memilih peserta didik untuk menjadi Imam, khatib dan bilal jika
memungkinkan. Bila tidak memungkinkan yang menjadi Imam/khatib bisa
guru.
6. Setiap peserta didik lainnya bertindak sebagai makmum. Masing-masing
peserta didik mengamati pelaksanaan praktik shalat Idain dan mencatat
hasil pengamatan
7. Membuat kesimpulan
8. Guru memberikan penguatan tentang tata cara pelaksanaan shalat Idain

Kegiatan Penutup (10 menit)

6
1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a

Pembelajaran Diferensiasi
 Untuk siswa yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari
berbagai referensi dan literatur lain yang relevan.
 Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
 Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar
kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai
kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar
kepada teman sebaya.

Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum
belajar tentang thaharah (tata cara bersuci), guru memberikan pertanyaan
kepada peserta mengenai thaharah baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1) Apa yang kamu ketahui tentang shalat Idain?
2) Sebutkan jumlah rakaat shalat Idain?
3) Kapan waktu melaksanakan shalat Idul Adha (tanggal Hijriah)?
4) Kapan waktu melaksanakan shalat Idul Fitri (tanggal Hijriah)?
5) Sebutkan hal-hal yang disunnahkan sebelum shalat Idul Fitri?
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Sudah Belum
No. Kompetensi dan Lingkup Materi
(%) (%)
1 Mengenal pengertian shalat Idain
2 Mengetahui jumlah rakaat shlat Idain
3 Mengetahui waktu s shalat Idul Adha
4 Mengetahui waktu s shalat Idul Fitri
5 Mengetahui beberapa hal yang
disunnahkan sebelum shalat Idul Fitri

Tindak lanjut hasil asesmen awal

No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5

7
1 Arman diberi referensi agar
dibaca di rumah
2 Fatimah
3 Zaid
dst

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran
berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi
dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode tanya
jawab dan tikraran
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Aisyah
2 Habibah
3 Lina
4 Rusman
5 dst
Nilai = skor x 25

3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
 Tes : Tertulis
 Non Tes : Observasi

Bentuk Instrumen:
 Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
 Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

8
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

Refleksi Peserta didik

Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi


1. Bagian manakah yang menurut kamu hal
paling sulit dari pelajaran ini?
2. Apa yang akan kamu lakukan untuk
memperbaiki hasil belajarmu?
3. Kepada siapa kamu akan meminta
bantuan untuk memahami pelajaran ini?
4. Jika kamu diminta untuk memberikan
bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang
akan kamu berikan pada usaha yang telah
kamu lakukan?
5. Apakah kamu sudah dapat
mempraktikkan tata cara wudhu dengan
benar?

Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apa saja kesulitan yang dialami guru
4. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
5. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
6. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
7. Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir
kritis pada diri siswa?
8. Apakah kegiatan pembelajaran ini bisa membangun kesadaran siswa tentang
pentingnya memahami tata cara bersuci dengan benar?

Glosarium
Idain = shalat dua hari raya yaitu idul Fitri dan Idul Adha
Idul Fitri = shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada tanggal 1
Syawal setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan

9
Idul Adha = shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada tanggal 10
Dzulhijjah
Sunnah = sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi untuk
muakkadah dilaksanakan

Daftar Pustaka
1. CD Pembelajaran Interaktif, MGMP Fikih MTs Jakarta Timur, 2011
2. Kementerian Agama, Fikih kelas VII Untuk MTs, Jakarta: Kementerian
Agama, 2020
3. Imam Nawawi, Nihaayatuzzain Fii Irsyaadil Mubtadi’iin, (Daru Ihyail Kutub
Al-Arabiyyah Indonesia, tanpa tahun)
4. Ibrahim al-Bajuri, Haasyiyatus Syaikh Ibraahiim al-Baajuuri, (Beirut: Dar Al-
Kotob Al-Ilmiyyah, 2010)
5. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015)

6. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat Jendral


BIMAS Islam, 2012)
7. Tim Tirakat ’14, Ngaji Untuk Bekal Kehidupan Dunia-Akherat, (Kediri: Santri
Salaf Press, 2014)
8. Tim Pembukuan ANFA 2015, Menyingkap Sejuta Permasalahan dalam Fathul
Qarib, (Kediri: ‘Anfa Press, 2015)
9. Syaikh Muhammad bin Qasim, Fath al-Qariib al-Mujiib, (Jakarta: Dar Al-
Kutub Al-Islamiyah, 2014)
10. Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Mukhtaar al-Ahadiits al-Nawawiyah wa al-Hikam
al-Muhammadiyyah, (Surabaya: Darul Ilmi, tanpa tahun)
11. Syaikh Imam Abi Ishaq Ibrahim bin Ali al-Fairuz, al-Muhadzzab, (Beirut: Dar
al-Fikr, 2019)

Daftar Link Youtube

1. [Link]
2. [Link]
3. [Link]
4. [Link]

C. Komponen Lampiran
Lampiran 1. Bahan Ajar
Ketentuan Shalat Idain
1. Pengertian Shalat Idain
Shalat Id adalah shalat dua rakaat yang dilaksanakan setiap tahun sekali pada
dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Shalat ini
dilaksanakan umat Islam untuk menyambut dua hari raya. Adapun kedua
shalat yang dilaksanakan untuk menyambut dua hari raya yaitu:
a. Shalat Idul Fitri
Idul Fitri berasal dari kata ‘iid yang berarti kembali dan fitri berarti berbuka.
Jadi Idul Fitri berarti kembali berbuka. Dikatakan kembali berbuka karena

10
shalat Idul Fitri dilaksanakan setelah umat Islam menunaikan puasa selama
sebulan penuh. Shalat Idul Fitri dikerjakan setiap tanggal 1 Syawal.
Di Indonesia, hari raya Idul Fitri dirayakan secara meriah. Setelah shalat Idul
Fitri biasanya orang-orang bermaaf-maafan dan bersilaturahmi ke tempat
saudara atau tetangga untuk saling bermaaf-maafan.
Nah, sebelum shalat Idul Fitri, ada juga sunnah-sunnah yang bisa
dilaksanakan oleh umat Muslim. Sunnah-sunnah itu antara lain:
1) Mandi sebelum shalat Idul Fitri
2) Memakai wangi-wangian
3) Memakai pakaian paling bagus dari yang dimiliki
4) Makan dan minum terlebih dahulu sebelum shalat Id
5) Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat Id.
6) Mengumandangkan takbir dari terbenamnya matahari akhir bulan
Ramadhan sampai selesainya pelaksanaan shalat Id.

b. Shalat Idul Adha


Shalat Idul Adha adalah shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada tanggal
10 Dzulhijjah. Idul Adha berasal dari kata Id yang artinya kembali dan Adha
berarti berkurban, maksudnya kembali melakukan penyembelihan hewan
kurban, Oleh karenanya Idul Adha juga dapat disebut sebagai Idul Qurban.
Rangkaian shalat Idul Adha ini biasanya dilanjutkan dengan acara
penyembelihan hewan kurban. Kurban yang disembelih bisa berupa kambing,
sapi, kerbau maupun unta. Penyembelihan hewan kurban ini dapat
dilaksanakan selama empat hari yaitu tanggal 10 Dzulhijjah (hari raya Idul
Adha) dan tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik).
Kesunnahan yang dapat dilaksanakan sebelum shalat Idul Adha hampir sama
dengan kesunnahan yang dapat dilaksanakan sebelum shalat Idul
[Link] kesunnahankesunnahan tersebut yaitu:
1) Mandi sebelum shalat Idul Adha
2) Tidak makan dan minum sebelum shalat Id
Berbeda dengan shalat Idul Fitri, sebelum shalat Idul Adha tidak
disunnahkan untuk makan dan minum. Hal ini berdasarkan hadis:
3) Memakai wangi-wangian
4) Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat
shalat Id
5) Mendengarkan kutbah Idul Adha
6) Mengumandangkan takbir mulai tanggal 10 sampai dengan 14 dzulhijjah
Berdasarkan keterangan tersebut dapat kita simpulkan bahwa terdapat
beberapa perbedaan antara kesunnahan yang dilaksanakan sebelum shalat
Idul Fitri dan kesunnahan yang dilaksanakan sebelum shalat Idul Adha.
.
2. Hukum Shalat Idain
Sebagian ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat Id. Namun menurut
jumhur ulama, shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkad artinya sangat
dianjurkan untk dilaksanakan. Oleh karena itu, sebagai pengikut
Rasulullah [Link] selayaknya kita mengikuti Rasulullah Saw. yang
tidak pernah meninggalkan shalat Id.

11
َ َ ْ َ ْ َ ْ . ُ َ ْ َ َ َ َ َ ُ ‫ه‬ ‫ُ ه‬ َ َ َ َ َّ ِّ ُ ْ َ
َ َ ْ ْ َّ ْ ُ َ ‫ه‬ ْ ‫َ ه‬ ُ َ ْ َ َ َ
َ
‫َأ‬
‫ْن َنْخ َِرجْهَْن يَف اَلِْفَطَِر ْواُلْْض ََح‬ ‫لَّْل َعليِه‬ ‫َعْن أَّم َعِطَيَة قالْت أُمُر نا رَس ََّول ْاَُِّلَّل ُصََّل‬
. َِ ‫َل‬
‫َّوَس َم‬ . :َ ْ ‫َا‬ ‫َأ‬ َ ‫اُلْع ُُواِتَق‬
‫وذْواََِت َالَخ ُدوُِر َف ما الَْح يٌَض فَيعُِْتلْن َالُصُْلََة ويْش هدَْن اَلخْت ودعوة المسِلِمْي قلت يا‬ ‫َوُالحَي‬
(‫ )رواه مسلم‬.‫رسول اِلَّل ِإحدانا َل يكون لها ِج لباب قال ِلتلِبسها أختها ِمن ِجلباِبها‬ ‫هض‬
Artinya: Dari Ummu Athiyyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam memerintahkan kepada kami agar mengajak serta keluar
melakukan shalat Idul Fitri dan idul Adha para gadis, wanita haid, dan wanita
yang sedang dipingit" (HR. Muslim)

3. Tata Cara Shalat Idain


Syarat-syarat shalat Id sama dengan syarat shalat fardhu, yang
membedakan dengan shalat fardhu adalah niat, jumlah takbir dan waktu
pelaksanaannya. Adapun ketentuan pelaksanaan shlat id adalah:
a. Shalat Id terdiri dari dua rakaat
b. Sebelum shalat Id tidak disunnahkan azan dan iqomah serta shalat sunnah
qabliyah atau ba’diyah sesudahnya
c. Shalat Id sebaiknya dilakukan dengan berjamaah
d. Shalat Id lebih baik dilaksanakan di masjid jika dapat menampung seluruh
jamaah.
Tata cara pelaksanaan shalat Id antara lain:
a. Niat shalat Id.
Niat shalat Id dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram, namun
disunnahkan melafalkannya

b. Membaca doa iftitah sebagaimana iftitah shalat fardhu.

c. Takbir 7 kali dan di antara takbir disunatkan membaca tasbih yaitu:


‫سبحان الله والحمد لله وال إله إال الله والله أك رت‬
d. Membaca al-Fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surah pendek,
adapun yang lebih utama ialah membaca surah Qaf atau surah al-A’la
e. Setelah membaca surah dilanjutkan ruku’, I'tidal dan diteruskan sujud dua
kali seperti dalam shalat wajib hingga selesai rakaat pertama.
f. Pada rakaat kedua, sesudah berdiri untuk rakaat kedua membaca takbir 5
kali dan di antara takbir disunatkan membaca tasbih. Kemudian membaca
al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surah pendek, adapun yang lebih
utama adalah surah alGhosyiyah.
g. Dilanjutkan dengan ruku, itidal, sujud dua kali, tahiyat akhir dan salam.
h. Setelah selesai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dua kali, pada
khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua
membaca takbir 7 kali.
i. Rukun khutbah shalat Id sama dengan rukun khutbah shalat Jumat

4. Hikmah Shalat Idain


Allah tidak pernah memerintahkan sesuatu secara sia-sia. Segala sesuatu
yang disyariatkan oleh Allah pasti memiliki hikmah dan keutamaan
tersendiri. Adapun hikmah shalat Idainsecara berjamaah adalah:
1. Diampuni dosanya oleh Allah.

12
2. Memupuk rasa persaudaraan.
Dalam menjalankan shalatidain disunnahkan secara berjamaah sehingga
dapat memupuk rasa persaudaraan sesama Muslim.
3. Saling mengenal. Dengan berjamaah kita akan saling mengenal dengan
jamaah lain.
4. Untuk menyebarkan syiar Islam terutama shalat.
5. Sebagai sebuah wadah untuk belajar tentang agama dari para ulama.
6. Saat yang tepat untuk saling memberi semangat, menasehati antar
jama‟ah dalam kebenaran dan kesabaran.
7. Menjaga persatuan dan kesatuan umat Muslim.
8. Menanamkan persamaan derajat. Dalam shalat berjamaah, baik orang
kaya maupun miskin, orang yang punya jabatan tinggi maupun rakyat
jelata mempunyai kedudukan sama.
9. Menguatkan tali silaturrahmi. Dengan berjama‟ah, kita bisa bertemu
banyak orang dan mengetahui kondisi mereka sehingga secara psikologis,
kita akan merasa lebih dekat dengan para jamaah. Hal ini dapat
menguatkan rasa kasih sayang kita kepada sesama.

Lampiran 2. Instrumen Asesmen

Assesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Dimensi Sikap:
a. Unjuk Kerja 1
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode inquiry learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Ahmad
2 Hanif
3 Murniasih
4 Nurul
5 Zubaidah
6 Zaid
7 dst
Nilai = skor x 25

b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Pengertian Shalat
Idain Nama :
Perlu Bimbingan
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
pengertian dan menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
hukum Shalat pengertian dan pengertian dan pengertian dan pengertian dan
Idain hukum shalat hukum shalat hukum shalat hukum shalat
Idain secara Idain secara Idain secara Idain secara
lengkap dengan lengkap namun namun kurang lengkap
bahasa sendiri tekstual lengkap

c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menyebutkan dalil tentang shalat Idain
Nama :

13
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Menyebutkan 2 Menyebutkan 1 Tidak dapat
dalil (Hadis) menyebutkan dalil (al-Qur’an dalil (Hadis) Menyebutkan
tentang Shalat lebih dari 2 dalil dan Hadis) tentang Shalat dalil (Hadis)
Idain (Hadis) tentang tentang Shalat Idain tentang Shalat
Shalat Idain Idain Idain

Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1) Tata cara melaksanakan shalat Idain berbeda dengan shalat fardhu lima
waktu. Tulskan perbedaan-perbedaan tersebut!
2) Berapa jumlah takbir pada rakaat pertama dari Shalat Idul Fitri?
3) Bacaan apa yang dsunnahkan antara beberapa takbir dalam shalat Idain?
4) Tuliskan sunnah-sunnah yang dapat dilaksanakan sebelum shalat Idul
Fitri!
5) Tuliskan nilai-nilai agama Islam (hikmah) yang dapat kamu simpulkan dari
adanya sunnah shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha!

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟
Nilai =
𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (5)

Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

14
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan praktik shalat Idain

No Aspek Yang Dinilai Skor Keterangan


1 Shalat Idul Fitri
a. Peragaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
2 Idul Adha
a. Peragaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum

No Nama Peserta Didik Skor Perolehan Catatan Guru

Mengetahui, ……………,.................................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,

(………………………………) (..............................................)

15
Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.

16
17
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)

Satuan Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :D
Kelas : VII, VIII dan IX
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MTs (Midahwati, Taih Sulaiman, Li Barkah, Niswatul Khoriyah)

Elemen Capaian Pembelajaran Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran


Fikih Peserta didik menganalisis tata Menganalisis Tata cara bersuci Menganalisis tata cara bersuci dari hadas
Ibadah cara bersuci dari hadas dan najis, dari hadas dan najis dan najis untuk membangun pola hidup
ketentuan shalat fardlu, shalat bersih dan sehat dalam konteks
berjamaah, ketentuan puasa,
kehidupan sehari-hari.
i’tikaf, keutamaan zikir dan doa,
berbagai shalat sunah, dan Ketentuan shalat Menganalisis ketentuan shalat fardhu, dan
ketentuan sujud sahwi, sujud fardhu, shalat shalat sunnah serta mengamalkannya
tilawah, dan sujud syukur, sunnah
ketentuan shalat Jumat, shalat dengan baik dan benar untuk
jamak dan qashar, shalat dalam menumbuhkan kesalihan individu, sikap
keadaan tertentu meliputi: kondisi istiqamah dan tanggung jawab dalam
sakit, kondisi genting (khauf) dan kehidupan bermasyarakat.
dalam kendaraan, dan
mengamalkannya dengan baik dan Ketentuan shalat Menganalisis ketentuan shalat berjamaah
benar dalam konteks kehidupan berjamaah untuk menumbuhkan kesalihan sosial dan
sehari-hari pada masyarakat sikap demokratis dan gotong royong
global, sehingga kewajiban ibadah
dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
dijalankan secara istiqamah pada
kondisi apapun dan dimanapun.
Ketentuan shalat Menganalisis ketentuan shalat Jumat
Peserta didik juga akan Jumat untuk menumbuhkan kesalihan sosial
mempraktekkan ketentuan
pemulasaraan jenazah mencakup: sehingga terbangun persatuan dan
memandikan, mengkafani, ukhuwah islamiyah dalam konteks
menyalatkan dan menguburkan kehidupan beragama.
janazah, sehingga dapat
Elemen Capaian Pembelajaran Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran
menjalankan fardlu kifayah sebagai Ketentuan puasa dan Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf
konsekwensi beragama dalam i’tikaf untuk membentuk kepribadian yang jujur
konteks hidup bermasyarakat, dan ikhlas dalam ketaatannya kepada
berbangsa dan bernegara.
Allah Swt. dan rasa empati kepada
Peserta didik terbiasa melakukan
ibadah yang memiliki dimensi sesama.
sosial berupa zakat, infak,
Keutamaan zikir dan Menganalisis keutamaan zikir dan doa
sedekah, hibah, hadiah, kurban,
doa agar tumbuh sikap tawadhu dan optimis
dan akikah sesuai syarat dan
rukunnya dengan baik sebagai dalam kehidupan sehari hari
ekspresi rasa syukur kepada Allah
Swt, sehingga amaliah ibadahnya Ketentuan sujud Menganalisis ketentuan sujud sahwi,
dapat membentuk kepedulian sahwi, sujud tilawah sujud tilawah dan sujud syukur sehingga
sosial dan mempengaruhi cara dan sujud syukur terbentuk pribadi yang taat, tawadhu,
berfikir bersikap dan bertindak tawakkal, dan syukur kepada Allah Swt.
dalam kehidupan sehari-hari
dalam konteks beragama, Ketentuan shalat Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan
berbangsa dan bernegara. jama’ dan qashar qashar sehingga kewajiban shalat
Peserta didik memahami dijalankan pada kondisi apapun dan
ketentuan ibadah haji dan umrah
dimanapun.
sehingga memiliki kesadaran
penghambaan dan ketaatan kepada
Ketentuan shalat Menganalisis ketentuan shalat dalam
Allah Swt secara mutlak dalam
dalam keadaan keadaan tertentu sehingga kewajiban
mengikuti aturan syari’at dalam
tertentu ibadah dijalankan secara istiqamah pada
kehidupan sehari-hari dalam
konteks berbangsa kondisi apapun dan dimanapun
dan bernegara untuk menggapai
ridla Allah Swt. Mempraktekkan ketentuan Mempraktekkan ketentuan pemulasaraan
Peserta didik memahami ketentuan pemulasaraan jenazah dengan baik dan benar agar
halal-haramnya makanan dan jenazah dapat membentuk kepedulian sosial dan
minuman, ketentuan binatang yang gotong royong dalam kehidupan
haram dikonsumsi serta ketentuan beragama dan bermasyarakat.
penyembelihan binatang, agar
Elemen Capaian Pembelajaran Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran
peserta didik selektif memilih Menerapkan Ketentuan zakat Menerapkan ketentuan zakat, sehingga
makanan di era global dan terbiasa dapat membentuk kesadaran dan
mengkonsumsi makanan yang halal ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
dan baik (halal-thayyib) sehingga bermasyarakat yang harmonis dalam
kesucian hati bisa dijaga yang akan kerangka hablum minallah dan hablum
mempengaruhi dalam sikap dan minannas
prilaku sehari-hari menjadi baik.
Ketentuan infak, Menerapkan ketentuan infak, sedekah dan
sedekah dan hadiah hadiah sehingga dapat membentuk
kepedulian social dalam mewujudkan
kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Ketentuan kurban Menerapkan ketentuan kurban dan akikah


dan akikah untuk menumbuhkan sikap syukur,
tanggung jawab dan rela berkurban
sebagai wujud ketaatan pada Allah SWT
dalam kehidupan bermasyarakat.

Memahami Ketentuan ibadah Memahami ketentuan ibadah haji dan


haji dan umrah umrah sehingga terbentuk pribadi yang
religius dan memiliki ketaatan dan
kesetaraan di hadapan Allah Swt

Ketentuan halal Memahami ketentuan halal haramnya


haramnya makanan makanan dan minuman serta binatang
dan minuman serta yang haram dikonsumsi agar selektif
binatang yang haram memilih makanan di era global dan
dikonsumsi terbiasa mengkonsumsi makanan yang
halal dan baik (halal-thayyib)
Ketentuan Memahami ketentuan penyembelihan
penyembelihan binatang agar dapat membentuk sikap
binatang lemah lembut terhadap makhluk hidup
dan menjaga lingkungan
Elemen Capaian Pembelajaran Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran
Fikih Peserta didik mampu menganalisis Menganalisis Pembagian waris Menganalisis pembagian waris sehingga
ketentuan pembagian waris dan dapat memiliki sikap amanah dan adil
Muamalah
muamalah yang meliputi: jual beli, dalam menjalankan ketentuan syariat.
khiyaar, qiraadl, larangan riba, Ketentuan Menganalisis ketentuan muamalah: jual
‘aariyah, wadii’ah, hutang-piutang, muamalah: jual beli, beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan riba
gadai, hiwaalah, ijarah sehingga khiyaar, qiraadl, sehingga menumbuhkan sikap tolong
aktifitas sosial-ekonomi pada era larangan menolong, jujur, amanah dan tanggung
digital dan global dijalankan secara jawab dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
riba,`aariyah,
jujur, amanah dan tanggung jawab era digital dan global.
sesuai aturan fikih, yang dapat wadii'ah, hutang-
piutang, gadai dan Menganalisis ketentuan muamalah selain
bernilai ibadah dan berdimensi
hiwaalah, dan jual beli: `aariyah, wadii'ah, hutang-
ukhrawi dalam konteks beragama,
berbangsa, bernegara dan ijaarah. piutang, gadai dan hiwaalah, dan
bermasyarakat global. ijaarah sehingga menumbuhkan sikap
tolong menolong, jujur, amanah dan
tanggung jawab dalam aktifitas sosial-
ekonomi pada era digital dan global.

Catatan:
1. Rumusan Tujuan Pembelajaran (TP) ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi peserta didik/madrasah
2. Beberapa lingkup materi pada contoh tersebut digabungkan, guru bisa mengembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah, misalnya
pada lingkup materi “Shalat Fardhu dan shalat sunnah” bisa dirinci menjadi “Shalat Fardhu” dan “Shalat Sunnah” secara terpisah.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Satuan Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :D
Kelas : VII, VIII dan IX
Tahun Pelajaran : 2022/2023 Versi 1
Penyusun : Tim Fikih MTs (Zainul Ma’arif, Dede Jubaidah, Ida Zusnani, Basuki Rahmad)

Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

Fikih 7.1 Menganalisis tata cara bersuci dari VII 12


Peserta didik menganalisis tata cara  Menganalisis tata cara bersuci dari hadas
Ibadah bersuci dari hadas dan najis, hadas dan najis untuk membangun pola
dan najis untuk membangun pola hidup
ketentuan shalat fardlu, shalat hidup bersih dan sehat dalam konteks
bersih dan sehat dalam konteks
berjamaah, ketentuan puasa, kehidupan sehari-hari.
kehidupan sehari-hari.
i’tikaf, keutamaan zikir dan doa,
berbagai shalat sunah, dan 7.2 Menganalisis ketentuan shalat fardhu, VII 10
 Menganalisis ketentuan shalat fardhu,
ketentuan sujud sahwi, sujud dan shalat sunnah serta
dan shalat sunnah serta
tilawah, dan sujud syukur, mengamalkannya dengan baik dan
ketentuan shalat Jumat, shalat mengamalkannya dengan baik dan benar
benar untuk menumbuhkan kesalihan
jamak dan qashar, shalat dalam untuk menumbuhkan kesalihan individu,
individu, sikap istiqamah dan tanggung
keadaan tertentu meliputi: kondisi sikap istiqamah dan tanggung jawab
sakit, kondisi genting (khauf) dan jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
dalam kehidupan bermasyarakat.
dalam kendaraan, dan
mengamalkannya dengan baik dan 7.3 Menganalisis ketentuan shalat VII 10
 Menganalisis ketentuan shalat berjamaah
benar dalam konteks kehidupan berjamaah untuk menumbuhkan
untuk menumbuhkan kesalihan sosial
sehari-hari pada masyarakat kesalihan sosial dan sikap demokratis
dan sikap demokratis dan gotong royong
global, sehingga kewajiban ibadah dan gotong royong dalam konteks
dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
dijalankan secara istiqamah pada kehidupan bermasyarakat.
kondisi apapun dan dimanapun.  Menganalisis ketentuan shalat Jumat
Peserta didik juga akan 7.4 Menganalisis ketentuan shalat Jumat VII 10
untuk menumbuhkan kesalihan sosial
mempraktekkan ketentuan untuk menumbuhkan kesalihan sosial
pemulasaraan jenazah mencakup: dan sehingga terbangun persatuan dan
sehingga terbangun persatuan dan
memandikan, mengkafani, ukhuwah islamiyah dalam konteks
ukhuwah islamiyah dalam konteks
menyalatkan dan menguburkan kehidupan beragama.
janazah, sehingga dapat kehidupan beragama.
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

menjalankan fardlu kifayah sebagai  Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf 7.5 Menganalisis keutamaan zikir dan doa VII 8
konsekwensi beragama dalam untuk membentuk kepribadian yang jujur agar tumbuh sikap tawadhu’ dan
konteks hidup bermasyarakat, dan ikhlas dalam ketaatannya kepada optimis dalam kehidupan sehari hari
berbangsa dan bernegara.
Allah Swt. dan rasa empati kepada
Peserta didik terbiasa melakukan 7.6 Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan VII 12
ibadah yang memiliki dimensi sesama.
qashar sehingga kewajiban shalat
sosial berupa zakat, infak,
 Menganalisis keutamaan zikir dan doa dijalankan pada kondisi apapun dan
sedekah, hibah, hadiah, kurban,
dan akikah sesuai syarat dan agar tumbuh sikap tawadhu dan optimis dimanapun.
rukunnya dengan baik sebagai dalam kehidupan sehari-hari.
ekspresi rasa syukur kepada Allah 7.7 Menganalisis ketentuan shalat dalam VII 10
Swt, sehingga amaliah ibadahnya  Menganalisis ketentuan sujud sahwi, keadaan tertentu sehingga kewajiban
dapat membentuk kepedulian sujud tilawah dan sujud syukur sehingga ibadah dijalankan secara istiqamah
sosial dan mempengaruhi cara terbentuk pribadi yang taat, tawadhu, pada kondisi apapun dan dimanapun
berfikir bersikap dan bertindak tawakkal, dan syukur kepada Allah Swt.
dalam kehidupan sehari-hari
dalam konteks beragama,  Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan 8.1 Menganalisis ketentuan sujud sahwi, VIII 12
berbangsa dan bernegara. qashar sehingga kewajiban shalat sujud tilawah dan sujud syukur
Peserta didik memahami
dijalankan pada kondisi apapun dan sehingga terbentuk pribadi yang taat,
ketentuan ibadah haji dan umrah
sehingga memiliki kesadaran dimanapun. tawadhu, tawakkal, dan syukur kepada
penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt.
 Menganalisis ketentuan shalat dalam
Allah Swt secara mutlak dalam
mengikuti aturan syari’at dalam keadaan tertentu sehingga kewajiban 8.2 Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf VIII 10
kehidupan sehari-hari dalam ibadah dijalankan secara istiqamah pada untuk membentuk kepribadian yang
konteks berbangsa kondisi apapun dan dimanapun. jujur dan ikhlas dalam ketaatannya
dan bernegara untuk menggapai kepada Allah Swt. dan rasa empati
ridla Allah Swt.  Mempraktekkan ketentuan pemulasaraan kepada sesama.
Peserta didik memahami ketentuan jenazah dengan baik dan benar agar
halal-haramnya makanan dan dapat membentuk kepedulian sosial dan 8.3 Menerapkan ketentuan zakat, sehingga VIII 14
minuman, ketentuan binatang yang gotong royong dalam kehidupan beragama dapat membentuk kesadaran dan
haram dikonsumsi serta ketentuan dan bermasyarakat. ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
penyembelihan binatang, agar bermasyarakat yang harmonis dalam
peserta didik selektif memilih
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

makanan di era global dan terbiasa  Menerapkan ketentuan zakat, sehingga kerangka hablum minallah dan hablum
mengkonsumsi makanan yang halal dapat membentuk kesadaran dan minannas
dan baik (halal-thayyib) sehingga ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
kesucian hati bisa dijaga yang akan bermasyarakat yang harmonis dalam 8.4 Menerapkan ketentuan infak, sedekah VIII 12
mempengaruhi dalam sikap dan kerangka hablum minallah dan hablum dan hadiah sehingga dapat membentuk
prilaku sehari-hari menjadi baik. minannas. kepedulian social dalam mewujudkan
kehidupan bermasyarakat yang
 Menerapkan ketentuan infak, sedekah harmonis.
dan hadiah sehingga dapat membentuk
kepedulian social dalam mewujudkan 8.5 Memahami ketentuan ibadah haji dan VIII 12
kehidupan bermasyarakat yang harmonis. umrah sehingga terbentuk pribadi yang
religius dan memiliki ketaatan dan
 Menerapkan ketentuan kurban dan kesetaraan di hadapan Allah Swt
akikah untuk menumbuhkan sikap
syukur, tanggung jawab dan rela 8.6 Memahami ketentuan halal haramnya VIII 12
berkurban sebagai wujud ketaatan pada makanan dan minuman serta binatang
Allah Swt. dalam kehidupan yang haram dikonsumsi agar selektif
bermasyarakat. memilih makanan di era global dan
terbiasa mengkonsumsi makanan yang
 Memahami ketentuan ibadah haji dan halal dan baik (halal-thayyib)
umrah sehingga terbentuk pribadi yang
religius dan memiliki ketaatan dan 9.1 Memahami ketentuan penyembelihan IX 10
kesetaraan di hadapan Allah Swt. binatang agar dapat membentuk sikap
lemah lembut terhadap makhluk hidup
 Memahami ketentuan halal haramnya dan menjaga lingkungan
makanan dan minuman serta binatang
yang haram dikonsumsi agar selektif 9.2 Menerapkan ketentuan kurban dan IX 8
memilih makanan di era global dan akikah untuk menumbuhkan sikap
terbiasa mengkonsumsi makanan yang syukur, tanggung jawab dan rela
halal dan baik (halal-thayyib). berkurban sebagai wujud ketaatan pada
Allah Swt. dalam kehidupan
bermasyarakat.
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

 Memahami ketentuan penyembelihan 9.3 Mempraktekkan ketentuan IX 10


binatang agar dapat membentuk sikap pemulasaraan jenazah dengan baik dan
lemah lembut terhadap makhluk hidup benar agar dapat membentuk
dan menjaga lingkungan kepedulian sosial dan gotong royong
dalam kehidupan beragama dan
bermasyarakat

Fikih Peserta didik mampu menganalisis  Menganalisis pembagian waris 9.4 Menganalisis ketentuan muamalah: jual IX 12
ketentuan pembagian waris dan sehingga dapat memiliki sikap amanah beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan
Muamalah
muamalah yang meliputi: jual beli, dan adil dalam menjalankan ketentuan riba sehingga menumbuhkan sikap
khiyaar, qiraadl, larangan riba, syariat. tolong menolong, jujur, amanah dan
‘aariyah, wadii’ah, hutang-piutang, tanggung jawab dalam aktifitas sosial-
gadai, hiwaalah, ijarah sehingga  Menganalisis ketentuan muamalah: jual ekonomi pada era digital dan global.
aktifitas sosial-ekonomi pada era beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan 9.5 Menganalisis ketentuan muamalah IX 12
digital dan global dijalankan secara riba sehingga menumbuhkan sikap selain jual beli: `aariyah, wadii'ah,
jujur, amanah dan tanggung jawab tolong menolong, jujur, amanah dan hutang-piutang, gadai dan hiwaalah,
sesuai aturan fikih, yang dapat tanggung jawab dalam aktifitas sosial- dan ijaarah sehingga menumbuhkan
bernilai ibadah dan berdimensi ekonomi pada era digital dan global. sikap tolong menolong, jujur, amanah
ukhrawi dalam konteks beragama,
dan tanggung jawab dalam aktifitas
berbangsa, bernegara dan  Menganalisis ketentuan muamalah selain
sosial-ekonomi pada era digital dan
bermasyarakat global. jual beli: `aariyah, wadii'ah, hutang- global.
dan ijaarah. sehingga aktifitas piutang, gadai dan hiwaalah, dan
sosial-ekonomi pada era digital dan ijaarah sehingga menumbuhkan sikap 9.6 Menganalisis pembagian waris sehingga IX 12
global dijalankan secara jujur, tolong menolong, jujur, amanah dan dapat memiliki sikap amanah dan adil
amanah dan tanggung jawab tanggung jawab dalam aktifitas sosial- dalam menjalankan ketentuan syariat.
ekonomi pada era digital dan global.

Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi
pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Satuan Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah
Mata Pelajaran : Fikih
Fase :D
Kelas : VII, VIII dan IX
Versi 2
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MTs (Zainul Ma’arif, Dede Jubaidah, Ida Zusnani, Basuki Rahmad)

Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

Fikih VII 12
Peserta didik menganalisis tata  Menganalisis tata cara bersuci dari 7.1 Menganalisis tata cara bersuci dari
Ibadah cara bersuci dari hadas dan najis, hadas dan najis untuk membangun pola hadas dan najis untuk membangun
ketentuan shalat fardlu, shalat hidup bersih dan sehat dalam konteks pola hidup bersih dan sehat dalam
berjamaah, ketentuan puasa,
kehidupan sehari-hari. konteks kehidupan sehari-hari.
i’tikaf, keutamaan zikir dan doa,
berbagai shalat sunah, dan  Menganalisis ketentuan shalat fardhu, 7.2 Menganalisis ketentuan shalat fardhu, VII 10
ketentuan sujud sahwi, sujud
dan shalat sunnah serta dan shalat sunnah serta
tilawah, dan sujud syukur,
ketentuan shalat Jumat, shalat mengamalkannya dengan baik dan mengamalkannya dengan baik dan
jamak dan qashar, shalat dalam benar untuk benar untuk menumbuhkan kesalihan
keadaan tertentu meliputi: kondisi menumbuhkan kesalihan individu, sikap istiqamah dan
sakit, kondisi genting (khauf) dan individu, sikap istiqamah dan tanggung tanggung jawab dalam kehidupan
dalam kendaraan, dan jawab dalam kehidupan bermasyarakat. bermasyarakat.
mengamalkannya dengan baik dan
benar dalam konteks kehidupan  Menganalisis ketentuan shalat 7.3 Menganalisis ketentuan shalat VII 10
sehari-hari pada masyarakat berjamaah untuk menumbuhkan berjamaah untuk menumbuhkan
global, sehingga kewajiban ibadah
kesalihan sosial dan sikap demokratis kesalihan sosial dan sikap demokratis
dijalankan secara istiqamah pada
kondisi apapun dan dimanapun. dan gotong royong dalam konteks dan gotong royong dalam konteks
Peserta didik juga akan kehidupan bermasyarakat. kehidupan bermasyarakat.
mempraktekkan ketentuan
pemulasaraan jenazah mencakup:  Menganalisis ketentuan shalat Jumat 7.4 Menganalisis ketentuan shalat Jumat VII 10
memandikan, mengkafani, untuk menumbuhkan kesalihan sosial untuk menumbuhkan kesalihan sosial
menyalatkan dan menguburkan dan sehingga terbangun persatuan dan dan sehingga terbangun persatuan dan
janazah, sehingga dapat ukhuwah islamiyah dalam konteks ukhuwah islamiyah dalam konteks
menjalankan fardlu kifayah sebagai kehidupan beragama. kehidupan beragama.
konsekwensi beragama dalam
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

konteks hidup bermasyarakat,  Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf 7.5 Menganalisis keutamaan zikir dan doa VII 8
berbangsa dan bernegara. untuk membentuk kepribadian yang agar tumbuh sikap tawadhu dan
Peserta didik terbiasa melakukan jujur dan ikhlas dalam ketaatannya optimis dalam kehidupan sehari hari
ibadah yang memiliki dimensi
kepada Allah Swt. dan rasa empati
sosial berupa zakat, infak, 7.6 Menganalisis ketentuan shalat jama’ VII 12
sedekah, hibah, hadiah, kurban, kepada sesama.
dan qashar sehingga kewajiban shalat
dan akikah sesuai syarat dan
 Menganalisis keutamaan zikir dan doa dijalankan pada kondisi apapun dan
rukunnya dengan baik sebagai
ekspresi rasa syukur kepada Allah agar tumbuh sikap tawadhu dan optimis dimanapun.
Swt, sehingga amaliah ibadahnya dalam kehidupan sehari hari
dapat membentuk kepedulian 7.7 Menganalisis ketentuan shalat dalam VII 10
sosial dan mempengaruhi cara  Menganalisis ketentuan sujud sahwi, keadaan tertentu sehingga kewajiban
berfikir bersikap dan bertindak sujud tilawah dan sujud syukur sehingga ibadah dijalankan secara istiqamah
dalam kehidupan sehari-hari terbentuk pribadi yang taat, tawadhu, pada kondisi apapun dan dimanapun
dalam konteks beragama, tawakkal, dan syukur kepada Allah Swt.
berbangsa dan bernegara. 8.1 Menganalisis ketentuan sujud sahwi, VIII 12
Peserta didik memahami ketentuan  Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan sujud tilawah dan sujud syukur
ibadah haji dan umrah sehingga qashar sehingga kewajiban shalat sehingga terbentuk pribadi yang taat,
memiliki kesadaran penghambaan dijalankan pada kondisi apapun dan tawadhu, tawakkal, dan syukur
dan ketaatan kepada Allah Swt
dimanapun. kepada Allah Swt.
secara mutlak dalam mengikuti
aturan syari’at dalam kehidupan
 Menganalisis ketentuan shalat dalam 8.2 Menerapkan ketentuan zakat, sehingga VIII 10
sehari-hari dalam konteks
berbangsa dan bernegara untuk keadaan tertentu sehingga kewajiban dapat membentuk kesadaran dan
menggapai ridla Allah Swt. ibadah dijalankan secara istiqamah pada ketaatan dalam mewujudkan
Peserta didik memahami ketentuan kondisi apapun dan dimanapun kehidupan bermasyarakat yang
halal-haramnya makanan dan harmonis dalam kerangka hablum
minuman, ketentuan binatang yang minallah dan hablum minannas
haram dikonsumsi serta ketentuan  Mempraktekkan ketentuan
8.3 Menerapkan ketentuan infak, sedekah VIII 14
penyembelihan binatang, agar pemulasaraan jenazah dengan baik dan
dan hadiah sehingga dapat
peserta didik selektif memilih benar agar dapat membentuk
membentuk kepedulian social dalam
makanan di era global dan terbiasa kepedulian sosial dan gotong royong
mewujudkan kehidupan
mengkonsumsi makanan yang halal
bermasyarakat yang harmonis.
dan baik (halal-thayyib) sehingga
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

kesucian hati bisa dijaga yang akan dalam kehidupan beragama dan 8.4 Menganalisis ketentuan puasa dan VIII 12
mempengaruhi dalam sikap dan bermasyarakat. i’tikaf untuk membentuk kepribadian
prilaku sehari-hari menjadi baik. yang jujur dan ikhlas dalam
 Menerapkan ketentuan zakat, sehingga ketaatannya kepada Allah Swt. dan
dapat membentuk kesadaran dan rasa empati kepada sesama.
ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
bermasyarakat yang harmonis dalam * Materi tentang ketentuan puasa
kerangka hablum minallah dan hablum diakhirkan berdasarkan urutan dalam
minannas rukun Islam: … shalat, zakat, puasa, haji

 Menerapkan ketentuan infak, sedekah 8.5 Memahami ketentuan ibadah haji dan VIII 12
dan hadiah sehingga dapat membentuk umrah sehingga terbentuk pribadi
kepedulian social dalam mewujudkan yang religius dan memiliki ketaatan
kehidupan bermasyarakat yang dan kesetaraan di hadapan Allah Swt
harmonis.
8.6 Memahami ketentuan halal haramnya VIII 12
 Menerapkan ketentuan kurban dan makanan dan minuman serta binatang
akikah untuk menumbuhkan sikap yang haram dikonsumsi agar selektif
syukur, tanggung jawab dan rela memilih makanan di era global dan
berkurban sebagai wujud ketaatan pada terbiasa mengkonsumsi makanan yang
Allah SWT dalam kehidupan halal dan baik (halal-thayyib)
bermasyarakat.
9.1 Memahami ketentuan penyembelihan IX 10
 Memahami ketentuan ibadah haji dan binatang agar dapat membentuk sikap
umrah sehingga terbentuk pribadi yang lemah lembut terhadap makhluk hidup
religius dan memiliki ketaatan dan dan menjaga lingkungan
kesetaraan di hadapan Allah Swt
9.2 Menerapkan ketentuan kurban dan IX 8
 Memahami ketentuan halal haramnya akikah untuk menumbuhkan sikap
makanan dan minuman serta binatang syukur, tanggung jawab dan rela
yang haram dikonsumsi agar selektif berkurban sebagai wujud ketaatan
memilih makanan di era global dan pada Allah Swt. dalam kehidupan
bermasyarakat.
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP

terbiasa mengkonsumsi makanan yang 9.3 Mempraktekkan ketentuan IX 10


halal dan baik (halal-thayyib) pemulasaraan jenazah dengan baik
dan benar agar dapat membentuk
 Memahami ketentuan penyembelihan kepedulian sosial dan gotong royong
binatang agar dapat membentuk sikap dalam kehidupan beragama dan
lemah lembut terhadap makhluk hidup bermasyarakat
dan menjaga lingkungan

Fikih Peserta didik mampu menganalisis  Menganalisis pembagian waris 9.4 Menganalisis ketentuan muamalah: IX 12
ketentuan pembagian waris dan sehingga dapat memiliki sikap amanah jual beli, khiyaar, qiraadl, dan
Muamalah
muamalah yang meliputi: jual beli, dan adil dalam menjalankan ketentuan larangan riba sehingga
khiyaar, qiraadl, larangan riba, syariat. menumbuhkan sikap tolong menolong,
‘aariyah, wadii’ah, hutang-piutang, jujur, amanah dan tanggung jawab
gadai, hiwaalah, ijarah sehingga  Menganalisis ketentuan muamalah: jual dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
aktifitas sosial-ekonomi pada era beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan era digital dan global.
digital dan global dijalankan secara riba sehingga menumbuhkan sikap 9.5 Menganalisis ketentuan muamalah IX 12
jujur, amanah dan tanggung jawab tolong menolong, jujur, amanah dan selain jual beli: `aariyah, wadii'ah,
sesuai aturan fikih, yang dapat tanggung jawab dalam aktifitas sosial- hutang-piutang, gadai dan
bernilai ibadah dan berdimensi ekonomi pada era digital dan global. hiwaalah, dan ijaarah sehingga
ukhrawi dalam konteks beragama,
menumbuhkan sikap tolong menolong,
berbangsa, bernegara dan  Menganalisis ketentuan muamalah
jujur, amanah dan tanggung jawab
bermasyarakat global. selain jual beli: `aariyah, wadii'ah, dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
dan ijaarah. sehingga aktifitas hutang-piutang, gadai dan hiwaalah, era digital dan global.
sosial-ekonomi pada era digital dan dan ijaarah sehingga menumbuhkan
global dijalankan secara jujur, sikap tolong menolong, jujur, amanah 9.6 Menganalisis pembagian waris sehingga IX 12
amanah dan tanggung jawab dan tanggung jawab dalam aktifitas dapat memiliki sikap amanah dan adil
sosial-ekonomi pada era digital dan dalam menjalankan ketentuan syariat.
global.
Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan
yang konseptual sampai dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
MODUL AJAR

FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH KELAS
VII
FASE D

Disusun oleh
Zainul Ma’arif

P
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH
KELAS VII
FASE D

[Link] Urmmuamsi
Umum
Identitas Modul:
Nama Penyusun : Zainul Ma’arif
Nama Intitusi : MTsN 31 Jakarta Timur
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Satuan Pendidikan : MTs
Kelas VII
Mata pelajaran : Fikih
Alokasi waktu : 12 JP (480 menit)
Fase :D
Elemen : Fikih Ibadah
Kompetensi awal (hasil asesmen awal):
1. Sebagian peserta didik telah memahami thaharah (bersuci) dari hadas dan
najis dan mempraktikannya, namun belum memahami dengan baik macam-
macam alat bersuci yang bisa digunakan untuk bersuci
2. Sebagian peserta didik terbiasa melaksanakan bersuci dari hadas, namun
belum memahami ketentuan thaharah dengan baik.

Profil Pelajar Pancasila dan PP RA:


- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, Berpikir Kritis
- Berkadaban (ta`addub), Keteladanan (qudwah)

Sarana dan prasarana:


a. Media:
LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan internet
b. Sumber Belajar:
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

Target Peserta didik : - Peserta didik reguler/umum


- Pesera didik dengan hambatan belajar
- Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah peserta didik : 32 orang
Model Pembelajaran : Discovery learning
Metode : Karya kunjung, market of place, demonstrasi

2
B. Kegiatan Inti
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis tata cara bersuci dari hadas dan najis untuk membangun pola
hidup bersih dan sehat dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP)


Melalui model pembelajaran Discovery Learning, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian thaharah (bersuci) dengan menggunakan kata-
kata sendiri secara lugas dan tegas serta dalilnya
2. Mengidentifikasi alat-alat bersuci dari najis dan hadas
3. Mengklasifikasi jenis hadas dan najis dan kriterianya
4. Menganalisis dan mengomunikasikan ketentuan thaharah (berwudhu,
tayamum dan mandi) sebagai syarat yang mesti dipenuhi sebelum
melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat
5. Mempraktekkan tata cara thaharah dengan baik dan benar sesuai dengan
ketentuan dengan benar, menjalankan ketentuan agama sesuai syariat
serta memiliki sikap disiplin.

Pemahaman Bermakna
Bersuci dari hadas dan najis adalah pra syarat untuk melaksanakan ibadah
tertentu, seperti shalat dan thawaf. Ketika hendak menyentuh atau membawa
mushaf al-Qur’an kita harus suci dari hadas, baik hadas besar maupun hadas
kecil.

Kata Kunci
- Thaharah
- Bersuci dari hadas dan najis

Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa mempelajari materi thaharah ini penting?
2. Apa perbedaan antara hadas dan najis?
3. Bagaimana cara menyucikan hadas dan najis?

Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif,
jaringan internet dan link youtube
2. Guru menyiapkan tayangan tentang thaharah (bersuci)
3. Guru menyiapkan tayangan video tentang tata cara membersihkan hadas
dsn anjis Apabila memungkinkan guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD).
4. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang thaharah (bersuci)

3
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan awal (15 Menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, pembacaan ayat atau surat
al-Qur’an pilihan.
2. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
3. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan mengenai thaharah
4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.

Kegiatan Inti (55 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini
menyajikan garis besar materi tentang pengertian thaharah (bersuci),
dalil, alat-alat bersuci dan macam-macam hadas dan najis.
2. Peserta didik mengamati infografis mengetahui materi thaharah dengan
baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila terutama bagi peserta
didik belum memahami infografis. (Diferensiasi proses)
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran pada topik ini adalah karya kunjung,
dengan aktivitas sebagai berikut:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada
kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke
kelompoknya.
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas
pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta
didik memberikan jawaban yang kurang tepat.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan dan
melakukan pembiasaan mencuci tangan sebelum makan.

4
Pertemuan 2
Kegiatan awal (15 Menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, pembacaan ayat atau surat
al-Qur’an pilihan.
2. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
3. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan mengenai thaharah
4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.

Kegiatan Inti (55 menit)


7. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini
menyajikan garis besar materi tentang klasifikasi hadas dan najis.
8. Peserta didik mengamati infografis mengetahui materi thaharah dengan
baik.
9. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami infografis
10. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
[Link] guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran pada topik ini adalah karya kunjung,
dengan aktivitas sebagai berikut:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada
kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke
kelompoknya.
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas
pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
12. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta
didik memberikan jawaban yang kurang tepat.
13. Guru memfasilitasi lama waktu yang peserta didik butuhkan untuk
menyelesaikan tugas. Dalam hal ini untuk memberikan dukungan bagi
peserta didik yang mengalami kesulitan atau sebaliknya mendorong murid
yang cepat untuk mengejar topik secara lebih mendalam. (Diferensiasi
proses)

Kegiatan penutup (10 menit)


5. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
6. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
7. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
8. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan dan
melakukan pembiasaan mencuci tangan sebelum makan.

5
Pertemuan 3
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang pengertian thaharah, alat-alat bersuci
dan dalilnya serta mengaitkan dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan

Kegiatan Inti (60 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini
menyajikan garis besar materi tentang ketentuan thaharah (berwudhu,
tayammum dan mandi).
2. Peserta didik mengamati infografis dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami infografis
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dengan metode market of place dengan aktivitas sebagai berikut:
a) Guru membagi materi pada masing-masing kelompok.
b) Masing-masing kelompok mendiskusikan materi dan membuat mind
mapping atau bahan yang akan dijual belikan.
c) Peserta didik menentukan anggota yang akan menunggu di “toko”
sebagai penjual dan anggota lain akan masuk ke “toko lain” sebagai
pembeli untuk mengumpulkan informasi.
d) Pembeli kembali ke kelompok masing-masing untuk saling meneliti hasil
belanja kemudian mengajarkan semua topik yang mereka temukan
kepada penunggu “toko”

5. Guru memberikan penguatan tentang tata cara wudhu, mandi dan


tayammum dengan benar.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan di masa
pandemi, melakukan pembiasaan mencuci tangan sebelum pulang

Pertemuan 4
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali tentang pembelajaran
sebelumnya, dan mengaitkan dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.

Kegiatan Inti (60 menit)

6
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan materi dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
3. Menyediakan media, bahan dan perlengkapan yang diperlukan
4. Guru mengajak peserta didik agar menuju ke tempat wudhu untuk
mempraktikkan tata cara wudhu
5. Memilih peserta didik atau kelompok peserta didik untuk
mendemonstrasikan tata cara bersuci (wudhu dan tayammum)
6. Setiap peserta didik lainnya mengamati peserta didik yang sedang praktik
berwudhu
7. Masing-masing peserta didik atau perwakilan kelompok menyampaikan
hasil pengamatan
8. Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang telah dapat
mempraktekkan wudhu dengan baik untuk
9. Guru memberikan penguatan bahwa bersuci itu sangat penting dan wajib
dilakukan sebelum melakukan ibadah tertentu seperti shalat, thawaf, dan
lain-lain.

Kegiatan Penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan di masa
pandemi, melakukan pembiasaan mencuci tangan sebelum pulang

Pembelajaran Berdiferensiasi
 Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk
membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari berbagai referensi
yang relevan.
 Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
 Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar
kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas
sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk
belajar kepada teman sebaya.

Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum
belajar tentang thaharah (tata cara bersuci), guru memberikan
pertanyaan kepada peserta mengenai thaharah baik secara lisan maupun
tulis.
Contoh istrumen:
1. Apa yang kamu ketahui tentang thaharah?
2. Sebutkan alat-alat yang bisa digunakan untuk thaharah?
3. Bagaimana cara bersuci dari hadas dan najis?
4. Sebutkan hal-hal yang wajib (rukun) dilakukan ketika wudhu?
5. Apa saja yang membatalkan wudhu?

7
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Sudah Belum
No. Kompetensi dan Lingkup Materi
(%) (%)
1 Mengenal pengertian thaharah
2 Menyebutkan alat-alat bersuci
3 Mengetahui cara bersuci dari hadas dan
najis
4 Menyebutkan rukun wudhu
5 Mengetahui beberapa hal yang
membatalkan wudhu

Tindak lanjut hasil asesmen awal

No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5
1 Ahmad diberi referensi agar
dibaca di rumah
2 Zaidah
3 dst

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran
berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi
dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode inquiry
learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Ahmad
2 Zubaidah
3 Zaid
4 dst
Nilai = skor x 25

3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
 Tes : Tertulis
 Non Tes : Observasi

Bentuk Instrumen:
 Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
 Asesmen tertulis : Jawaban singkat

8
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

Refleksi Peserta didik


Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi
1. Bagian manakah yang menurut kamu hal
paling sulit dari pelajaran ini?

2. Apa yang akan kamu lakukan untuk


memperbaiki hasil belajarmu?
3. Kepada siapa kamu akan meminta
bantuan untuk memahami pelajaran ini?
4. Jika kamu diminta untuk memberikan
bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang
akan kamu berikan pada usaha yang telah
kamu lakukan?
5. Apakah kamu sudah dapat
mempraktikkan tata cara wudhu dengan
benar?

Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?

9
Glosarium
Hadas = perkara yang terdapat pada beberapa anggota tubuh
manusia yang jika keluar dari tubuh manusia dapat
menghalangi sahnya shalat
Hadas besar = keadaan tidak suciyang disebabkan oleh haid, nifas,
bersetubuh, dan keluar mani, yang dihilangkan dengan
mandi wajib
Hadas kecil = keadaan tidak suci yang disebabkan oleh buang air kecil,
air besar, dan buang angin, yang menyebabkan batalnya
wudu, yang dihilangkan dengan cara membersihkan
kotoran dari tempat keluarnya dengan air suci atau
berwudhu
Istinja’ = Salah satu cara untuk mensucikan najis dengan
menggunakan alat yang berupa benda-benda padat
dengan ketentuan-ketentuan tertentu
Najis = segala jenis kotoran yang menjijikkan dan harus
disucikan berdasarkan ketentuan yang fikih agar ibadah-
ibadah tertentu dapat diterima.
Tayammum = Salah satu bentuk bersuci dengan cara mengusap debu ke
wajah dan kedua tangan dengan syarat-syarat tertentu
sebagai ganti berwudhu dan mandi besar
Thaharah = bersuci dari najis dan hadats dengan cara-cara yang telah
diatur oleh syariat Islam melalui ilmu fikih

Daftar Pustaka
1. CD Pembelajaran Interaktif, MGMP Fikih MTs Jakarta Timur, 2011
2. Kementerian Agama, Fikih kelas VII Untuk MTs, Jakarta: Kementerian
Agama, 2020
3. Imam Nawawi, Nihaayatuzzain Fii Irsyaadil Mubtadi’iin, (Daru Ihyail Kutub
Al-Arabiyyah Indonesia, tanpa tahun)
4. Ibrahim al-Bajuri, Haasyiyatus Syaikh Ibraahiim al-Baajuuri, (Beirut: Dar Al-
Kotob Al-Ilmiyyah, 2010)
5. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015

6. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat


Jendral BIMAS Islam, 2012)
7. Tim Tirakat ’14, Ngaji Untuk Bekal Kehidupan Dunia-Akherat, (Kediri: Santri
Salaf Press, 2014)
8. Tim Pembukuan ANFA 2015, Menyingkap Sejuta Permasalahan dalam
Fathul Qarib, (Kediri: ‘Anfa Press, 2015)
9. Syaikh Muhammad bin Qasim, Fath al-Qariib al-Mujiib, (Jakarta: Dar Al-
Kutub Al-Islamiyah, 2014)
10. Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Mukhtaar al-Ahadiits al-Nawawiyah wa al-Hikam
al-Muhammadiyyah, (Surabaya: Darul Ilmi, tanpa tahun)
11. Syaikh Imam Abi Ishaq Ibrahim bin Ali al-Fairuz, al-Muhadzzab, (Beirut: Dar
al-Fikr, 2019)

10
Daftar link youtube berkaitan dengan materi

1. [Link]
2. [Link]
m/watch?v=9xtnx8qCvLA
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]

C. Komponen Lampiran

Lampiran 1. Bahan Ajar


 Istilah thaharah dari segi bahasa berarti membersihkan diri, pakaian, temat
dan benda-benda lain dari najis dan hadast dengan tata cara yang ditentukan
oleh syariat Islam. Bersuci menempati kedudukan yang penting dalam
ibadah. Setiap muslim yang akan mengerjakan shalat dan tawaf diwajibkan
terlebih dahulu bersuci seperti berwudhu, mandi atau tayamum.
 Dasar Hukum Thaharah antara lain:
a) Dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman: ُ َ ‫َّ ه‬
َ ِّ َ ُ ْ ُ َ َّ َّ ِ
ِ
ِ .َ ِ
َ ِ
‫إن الَّل يحب التوابي ويحب المتطهرين‬
Artinya: “Sungguh Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang
menyucikan diri.”QS. Al-Baqarah (1): 222
b) Allah Swt. juga berfiman: - ْ َ َ َ
ُ ِّ َّ َ َ
ُ ُ َّ َ ْ َ ُ ٌ
‫ِفيِه ِرجال يِح بون أن يتطهُر وا والله يِحب المطهرين‬
Artinya: “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah
menyukai orang-orang yang bersih.”QS. Al-Taubah (9): 108.
c) QS. Al-Maidah (5) : 6
ْ
ُُْ ُ ْ َ َ
َ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ُْ ‫ه‬ ٰ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ َ ٰ ْ َ َ rٰٓ
َ َ ْ ْ ْ َْٰ
ْ ُ ُ ُ ٓ ُ
ْ ْ
‫يَايها َالُِذيَن امْنَوا ِاذا قمتْم ِاَُْل الصلُوِة َفاَّغَِّس لوا وجوهكم وايِديكم ِاَل المراِفِق وامسحوا ِبرءوِس كم‬
‫ُت‬ ْ
‫ِي ۗ َوِان كن ْم ُجنًبا فاطهُرْوا‬. ‫َواْر ُجلكْم ِاَل الكْعَب‬
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak
melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku,
dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.
Jika kamu junub, maka mandilah”.

 Ditinjau dari kedudukannya dan hukum penggunaannya, air dibagi menjadi


tiga kategori, yaitu:
a) Air suci dan mensucikan
b) Air yang suci namun tidak mensucikan
c) Air yang terkena najis atau mutanajjis.
11
 Diperbolehkan menggunakan benda padat selain batu dengan syarat
memiliki kriteria:
a) Suci
b) Padat dan kering.
c) Mampu menyerap, menghilangkan, dan membersihkan.
d) Bukan benda yang dihormati dan sangat dibutuhkan

 Macam-macam najis dan cara menyucikannya:


Najis Mukhaffafah ’Ainiyah:
1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa najis tidak
lagi kelihatan dan dapat dirasakan
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dipercikkan ke tempat atau
benda yang terkena najis. Air yang dipercikkan harus mengenai seluruh
tempat atau benda yang terkena najis 3. Air yang dipercikkan tidak
disyaratkan hingga mengalir.
3. Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.

Najis Mukhaffafah Hukmiyah:


1. Tempat atau benda yang terkena najis dilingkari lebih dulu untuk
memastikan pemercikan air secara tepat
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dipercikkan ke tempat atau
benda yang terkena najis dan telah dilingkari. Air yang dipercikkan harus
mengenai seluruh tempat atau benda yang terlingkari
3. Air yang dipercikkan tidak disyaratkan hingga mengalir.
Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.

Najis Mughalladhah ’Ainiyah:


1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa najis tidak
lagi kelihatan dan dapat dirasakan.
2. Menyiramkan air hingga mengalir ke tempat atau benda yang terkena
najis sebanyak tujuh kali dan salah satu diantaranya dicampur dengan
debu yang suci.
3. Cara pertama: Air dicampur dengan debu yang suci dalam satu tempat
kemudian disiramkan ke tempat atau benda yang terkena najis.
4. Cara kedua: Menaruh debu di tempat atau benda yang terkena najis, lalu
menyiramkan air dan mengosokkannya, dan diakhiri dengan menyiram
dan mengelap air dengan benda yang bersih.
5. Cara ketiga: Menyiramkan air ke tempat atau benda yang terkena najis,
lalu menaburkan debu dan selanjutnya mencampur keduanya serta
menggosok-gosokkannya, dan diakhiri dengan mengelap air dengan
benda yang bersih.

Rukun merupakan hal pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Demikian juga
dengan berwudhu, ada beberapa hal yang tidak boleh ditinggalkan, rukun
wudhu ada 6 yaitu:
(1) Niat, yaitu niat dalam hati untuk berwudhu menghilangkan hadats. Waktu
niat adalah bersamaan dengan membasuh muka

12
(2) Membasuh muka dari tumbuhnya rambut sebelah atas hingga ke dagu,
dari telinga kanan sampai telinga kiri
(3) Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
(4) Mengusap sebagian kepala
(5) Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
(6) Tertib

Sunnah-sunnah wudhu
(1) Membaca basmalah saat memulai wudhu
(2) Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebanyak 3
kali sebelum memulai wudhu.
(3) Berkumur-kumur
(4) Menghiru air kedalam hidung dan mengeluarkannya lagi
(5) Mengusap seluruh kepala
(6) Mengusap dua daun telinga (luar dan dalam)
(7) Membasuh tiap-tiap anggota sebanyak 3 kali
(8) Menyilang-nyilang anak jari kedua tangan dan anak jari kedua kaki.
(9) Mendahulukan anggota yang kanan dari anggota yang kiri.
(10) Wudhu dilakukan tanpa pertolongan orang lain, kecuali dalam keadaan
terpaksa (sakit)
(11) Pembasuhan anggota wudhu dilakukan secara berturut-turut (tidak
menunggu keringnya satu anggota badan, baru membasuh anggota badan
yang lain)
(12) Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih

Yang menyebabkan batalnya wudhu seseorang jika mengalami salah satu hal
berikut ini:
(1) Keluar sesuatu dari salah satu kedua jalan (kubul dan dubur)
(2) Hilangnya akal, baik karena tidur, mabuk, gila atau pingsan.
(3) Bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa yang bukan mahram
(4) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang. Baik
kemaluan sendiri maupun kemaluan orang lain dengan telapak tangan.

Lampiran 2. Instrumen Asesmen


Assesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Dimensi Sikap:
a. Unjuk Kerja 1
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode inquiry learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Ahmad
2 Hanif
3 Murniasih
4 Nurul
5 Zubaidah
6 Zaid
7 dst
Nilai = skor x 25

13
b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Bersuci dari Najis
Nama :
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
alat-alat bersuci menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
dari najis alat-alat bersuci sebagian kecil sebagian kecil alat-alat bersuci
dari najis secara alat-alat bersuci alat-alat bersuci dari najis
lengkap dari najis dari najis secara
lengkap

c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menyebutkan dalil tentang bersuci
Nama :
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Menyebutkan 2 Menyebutkan 1 Tidak dapat
dalil (al-Qur’an menyebutkan dalil (al-Qur’an dalil (al-Qur’an Menyebutkan 2
dan Hadis) lebih dari 2 dalil dan Hadis) dan Hadis) dalil (al-Qur’an
tentang (al-Qur’an dan tentang tentang dan Hadis)
thaharah Hadis) tentang thaharah thaharah tentang
thaharah thaharah

Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1) Dillihat dari segi hukumnya, air dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam.
Apa saja 4 macam air tersebut?
2) Saat Hamidah menggendong adik bayi perempuannya, tiba-tiba adiknya
buang air kecil dan mengenai pakaiannya. Ketika hendak shalat, Hamidah
harus menyucikan pakaiannya. Dengan cara bagaimana Hamidah
menyucikan pakaiannya yang terkena najis?
3) Di suatu komplek perumahan terdapat warga yang memelihara seekor
anjing. Terkadang hewan piaraan tersebut bergerak bebas di sekitar
perumahan. Suatu ketika hewan tersebut masuk ke rumah warga dan
menjilat kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Bagaimana cara
mensucikan bagian kendaraan yang terkena najis tersebut?
4) Dalam keadaan tertentu kita boleh bertayammum agar dengan beberapa
syarat tentunya. Apa saja syarat-syarat tersebut?

14
5) Seseorang yang telah berwudhu bisa menjadi batal karena beberapa
sebab. Apa saja yang menjadi sebab batalnya wudhu tersebut?

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛
x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟
Nilai =
𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (5)

Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan praktek wudhu dan tayammum sesuai
ketentuan

No Aspek Yang Dinilai Skor Keterangan


1 Wudhu
a. Peragaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
2 Tayammum
a. Peragaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum

15
No Nama Peserta Didik Skor Perolehan Catatan Guru

Mengetahui, Jakarta,................................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,

(………………………………) (..............................................)

Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.

16
17
MODUL AJAR
FIKIH MTs Fase D
INFORMASI UMUM
Identitas Modul

1. Nama Penyusun : Zainul Ma’arif


2. Nama Intitusi : MTsN 31 Jakarta Timur
3. Tahun Pelajaran : 2022/2023
4. Satuan Pendidikan : MTs
5. Kelas : VII
6. Mata pelajaran : Fikih
7. Alokasi waktu : 10 JP (400 menit)
8. Fase :D
9. Elemen : Fikih Ibadah

Kompetensi awal:
1. Sebagian peserta didik telah memahami thaharah (bersuci) dari hadas dan najis dan
mempraktikannya, namun belum memahami dengan baik macam-macam alat bersuci yang bisa
digunakan untuk bersuci
2. Sebagian peserta didik terbiasa melaksanakan bersuci dari hadas, namun belum memahami
ketentuan thaharah dengan baik.
Profil Pelajar Pancasila dan PP RA:
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, Berpikir Kritis
- Berkadaban (ta`addub), Keteladanan (qudwah)

Sarana dan prasarana:


a. Media : LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan internet (bila tersedia)
b. Sumber Belajar: LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

Target Peserta didik :


- Peserta didik reguler/umum
- Pesera didik dengan hambatan belajar
- Peserta didik cerdas istimewa berbakat

Jumlah peserta didik : 32 orang


Model Pembelajaran : Discovery learning: Karya kunjung, market of place, demonstrasi

KOMPONEN INTI
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis tata cara bersuci dari hadas dan najis untuk membangun pola hidup bersih dan sehat
dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP)


Melalui model pembelajaran Discovery Learning, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian thaharah (bersuci) dengan menggunakan kata-kata sendiri secara lugas dan
tegas serta dalilnya
2. Mengidentifikasi alat-alat bersuci dari najis dan hadas
3. Mengklasifikasi jenis hadas dan najis dan kriterianya
4. Menganalisis dan mengomunikasikan ketentuan thaharah (berwudhu, tayamum dan mandi)
sebagai syarat yang mesti dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat
5. Mempraktekkan tata cara thaharah dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dengan benar,
menjalankan ketentuan agama sesuai syariat serta memiliki sikap disiplin.

Pemahaman Bermakna
Bersuci dari hadas dan najis adalah pra syarat untuk melaksanakan ibadah tertentu, seperti shalat dan
thawaf. Ketika hendak shalat, thawaf, menyentuh atau membawa mushaf al-Qur’an, maka kita harus
suci dari hadas, baik hadas besar maupun hadas kecil.

Kata Kunci
- Thaharah
- Bersuci dari hadas dan najis

Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa mempelajari materi thaharah ini penting?
2. Apa perbedaan antara hadas dan najis?
3. Bagaimana cara menyucikan hadas dan najis?

Langkah-langkah/Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan Pertama (KKTP 1 dan 2):
Kegiatan Pendahuluan:
Kegiatan awal (15 Menit)
Peserta didik menjawab salam pembuka dari guru dilanjutkan dengan pembukaan pembelajaran oleh
guru. Peserta didik memimpin doa bersama yang dilanjutkan dengan membaca Al-Quran secara
bersama-sama (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya). Guru
menyampaikan indikator/kriteria ketercapaan tujuan pembelajaran. Guru memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap pembelajar mandiri.

Kegiatan Inti (55 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini menyajikan garis besar
materi tentang pengertian thaharah (bersuci), dalil, alat-alat bersuci dan macam-macam hadas
dan najis.
2. Peserta didik mengamati infografis mengetahui materi thaharah dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila terutama bagi peserta didik belum memahami
infografis. (Diferensiasi proses)
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi pelajaran dan kegiatan-
kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran pada topik ini
adalah karya kunjung, dengan aktivitas sebagai berikut:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke kelompoknya.
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta didik memberikan
jawaban yang kurang tepat.
Kegiatan penutup (10 menit)
1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan dan melakukan pembiasaan
mencuci tangan sebelum makan.

Pertemuan Kedua (KKTP 3):


Kegiatan Pendahuluan:
Peserta didik menjawab salam pembuka dari guru dilanjutkan dengan pembukaan
pembelajaran oleh guru. Peserta didik memimpin doa bersama yang dilanjutkan dengan
membaca Al-Quran secara bersamasama (nama surat sesuai dengan program pembiasaan
yang ditentukan sebelumnya). Guru menyampaikan indikator/kriteria ketercapaan tujuan
pembelajaran. Guru memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap
pembelajar mandiri.
Kegiatan Inti (55 menit)
1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini menyajikan garis besar
materi tentang klasifikasi hadas dan najis.
2. Peserta didik mengamati infografis mengetahui materi thaharah dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum memahami infografis
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi pelajaran dan kegiatan-
kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran pada topik ini
adalah karya kunjung, dengan aktivitas sebagai berikut:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke kelompoknya.
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta didik memberikan
jawaban yang kurang tepat.
7. Guru memfasilitasi lama waktu yang peserta didik butuhkan untuk menyelesaikan tugas. Dalam hal
ini untuk memberikan dukungan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau sebaliknya
mendorong murid yang cepat untuk mengejar topik secara lebih mendalam. (Diferensiasi proses)

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan diri baik lahir maupun batin
serta melakukan pembiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan ligkungan.

Pertemuan Ketiga (KKTP 4):


Kegiatan Pendahuluan:
Peserta didik menjawab salam pembuka dari guru dilanjutkan dengan pembukaan
pembelajaran oleh guru. Peserta didik memimpin doa bersama yang dilanjutkan dengan
membaca Al-Quran secara bersamasama (nama surat sesuai dengan program pembiasaan
yang ditentukan sebelumnya). Guru menyampaikan indikator/kriteria ketercapaan tujuan
pembelajaran. Guru memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap
pembelajar mandiri.

Kegiatan Inti (60 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati infografis. Infografis bab ini menyajikan garis besar
materi tentang ketentuan thaharah (berwudhu, tayammum dan mandi).
2. Peserta didik mengamati infografis dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum memahami infografis
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi pelajaran dengan metode
market of place dengan aktivitas sebagai berikut:
a) Guru membagi materi pada masing-masing kelompok.
b) Masing-masing kelompok mendiskusikan materi dan membuat mind mapping atau bahan yang
akan dijual belikan.
c) Peserta didik menentukan anggota yang akan menunggu di “toko” sebagai penjual dan anggota
lain akan masuk ke “toko lain” sebagai pembeli untuk mengumpulkan informasi.
d) Pembeli kembali ke kelompok masing-masing untuk saling meneliti hasil belanja kemudian
mengajarkan semua topik yang mereka temukan kepada penunggu “toko”

5. Guru memberikan penguatan tentang tata cara wudhu, mandi dan tayammum dengan benar.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan di masa pandemi, melakukan
pembiasaan mencuci tangan sebelum pulang

Pertemuan Keempat (KKTP 5):


Kegiatan Pendahuluan (10 menit):
Peserta didik menjawab salam pembuka dari guru dilanjutkan dengan pembukaan
pembelajaran oleh guru. Peserta didik memimpin doa bersama yang dilanjutkan dengan
membaca Al-Quran secara bersamasama (nama surat sesuai dengan program pembiasaan
yang ditentukan sebelumnya). Guru menyampaikan indikator/kriteria ketercapaan tujuan
pembelajaran. Guru memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap
pembelajar mandiri.

Kegiatan Inti:
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan motivasi sebelum memulai
pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali tentang pembelajaran sebelumnya, dan
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Kegiatan Inti (60 menit)


1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan materi dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
3. Menyediakan media, bahan dan perlengkapan yang diperlukan
4. Guru mengajak peserta didik agar menuju ke tempat wudhu untuk mempraktikkan tata cara wudhu
5. Memilih peserta didik atau kelompok peserta didik untuk mendemonstrasikan tata cara bersuci
(wudhu dan tayammum)
6. Setiap peserta didik lainnya mengamati peserta didik yang sedang praktik berwudhu
7. Masing-masing peserta didik atau perwakilan kelompok menyampaikan hasil pengamatan
8. Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang telah dapat mempraktekkan wudhu dengan
baik untuk
9. Guru memberikan penguatan bahwa bersuci itu sangat penting dan wajib dilakukan sebelum
melakukan ibadah tertentu seperti shalat, thawaf, dan lain-lain.

Kegiatan Penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya thaharah dan menjaga kebersihan di masa pandemi, melakukan
pembiasaan mencuci tangan sebelum pulang

Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar tentang
thaharah (tata cara bersuci), guru memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai
thaharah baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1. Apa yang kamu ketahui tentang thaharah?
2. Sebutkan alat-alat yang bisa digunakan untuk thaharah?
3. Bagaimana cara bersuci dari hadas dan najis?
4. Sebutkan hal-hal yang wajib (rukun) dilakukan ketika wudhu?
5. Apa saja yang membatalkan wudhu?

N Kompetensi dan Lingkup Materi Sudah Belum


(%) (%)

1
Mengenal pengertian thaharah
2
Menyebutkan alat-alat bersuci
3
Mengetahui cara bersuci dari hadas dan najis
4
Menyebutkan rukun wudhu
Mengetahui beberapa hal yang membatalkan wudhu

Tindak lanjut hasil asesmen awal


No Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 Ahmad diberi referensi materi agar
dibaca di rumah
2 Zaidah
3 Intan
Dst
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,khususnya saat
siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode inquiry learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Ahmad
2 Zubaidah
3 Zaid
4 dst
Nilai = skor x 25

3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
 Tes : Tertulis
 Non Tes : Observasi

Bentuk Instrumen:
 Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
 Asesmen tertulis : Jawaban singkat

b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Refleksi Peserta didik


Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi
1. Bagian manakah yang menurut kamu hal paling
sulit dari pelajaran ini?
2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki
hasil belajarmu?
3. Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk
memahami pelajaran ini?
4. Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1
sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan
pada usaha yang telah kamu lakukan?
5. Apakah kamu sudah dapat mempraktikkan tata cara
wudhu dengan benar?
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?

Glosarium
Hadas = perkara yang terdapat pada beberapa anggota tubuh manusia yang jika
manusia dapat menghalangi sahnya shalat
Hadas besar = keadaan tidak suciyang disebabkan oleh haid, nifas, bersetubuh, dan k
dihilangkan dengan mandi wajib
Hadas kecil = keadaan tidak suci yang disebabkan oleh buang air kecil, air besar, dan
menyebabkan batalnya wudu, yang dihilangkan dengan cara membersi
tempat keluarnya dengan air suci atau berwudhu
Istinja’ = Salah satu cara untuk mensucikan najis dengan menggunakan alat ya
benda padat dengan ketentuan-ketentuan tertentu
Najis = segala jenis kotoran yang menjijikkan dan harus disucikan berdasarkan
ke agar ibadah-ibadah tertentu dapat diterima.
Tayammum = Salah satu bentuk bersuci dengan cara mengusap debu ke wajah dan
ked syarat-syarat tertentu sebagai ganti berwudhu dan mandi besar
Thaharah = bersuci dari najis dan hadats dengan cara-cara yang telah diatur oleh sy
ilmu fikih

Daftar Pustaka
1. CD Pembelajaran Interaktif, MGMP Fikih MTs Jakarta Timur, 2011
2. Kementerian Agama, Fikih kelas VII Untuk MTs, Jakarta: Kementerian Agama, 2020
3. Imam Nawawi, Nihaayatuzzain Fii Irsyaadil Mubtadi’iin, (Daru Ihyail Kutub Al-Arabiyyah
Indonesia, tanpa tahun)
4. Ibrahim al-Bajuri, Haasyiyatus Syaikh Ibraahiim al-Baajuuri, (Beirut: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyyah,
2010)
5. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015
6. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat Jendral BIMAS Islam, 2012)
7. Tim Tirakat ’14, Ngaji Untuk Bekal Kehidupan Dunia-Akherat, (Kediri: Santri Salaf Press, 2014)
8. Tim Pembukuan ANFA 2015, Menyingkap Sejuta Permasalahan dalam Fathul Qarib, (Kediri: ‘Anfa
Press, 2015)
9. Syaikh Muhammad bin Qasim, Fath al-Qariib al-Mujiib, (Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, 2014)
10. Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Mukhtaar al-Ahadiits al-Nawawiyah wa al-Hikam al-Muhammadiyyah,
(Surabaya: Darul Ilmi, tanpa tahun)
11. Syaikh Imam Abi Ishaq Ibrahim bin Ali al-Fairuz, al-Muhadzzab, (Beirut: Dar al-Fikr, 2019)

Daftar link youtube berkaitan dengan materi

1. [Link]
2. [Link]
CvLA
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]

KOMPONEN LAMPIRAN
Lampiran 1. Bahan Ajar
 Istilah thaharah dari segi bahasa berarti membersihkan diri, pakaian, temat dan benda-benda lain
dari najis dan hadast dengan tata cara yang ditentukan oleh syariat Islam. Bersuci menempati
kedudukan yang penting dalam ibadah. Setiap muslim yang akan mengerjakan shalat dan tawaf
diwajibkan terlebih dahulu bersuci seperti berwudhu, mandi atau tayamum.
 Dasar Hukum Thaharah antara lain:
a) Dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:
‫َل‬
‫ي‬ ‫َط‬‫َت‬ ‫ْل‬ ‫ا‬ ‫ُّب‬ ‫ِح‬ ‫ي‬ . ‫َّن ا ه َّل ُيِحُّب الَّت ا‬
‫ِّهِر َن‬ ‫ُم‬ ‫َّو ِب َي َُو‬ ‫ِإ‬
Artinya: “Sungguh Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”QS.
Al-Baqarah (1): 222
b) Allahْ Swt. juga berfiman:
ِّ َّ ُّ ُ ُ َّ َ َ َ َ
َ َ
َ ُ ٌ
ْ َ
‫ِفيِه ِرجال يِح ُّبون أن يتطهُر وا والله يِح ب الُمطهرين‬
Artinya: “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang
yang bersih.”QS. Al-Taubah (9): 108.
c) QS.ُ Al-Maidah (5) : 6 ْ
ْ ُْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ٰ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ َ ْ ‫ه‬ َ ُّ َ rٰٓ
َ َ ْ ْ ْ َْٰ ٰ
ُ ٓ ُ
ْ
‫يَايها َالُِذيَن امْنَوا ِاذا قمتْم ِاَُْل الصلُوِة َفاَّغَِّس لوا وجوهكم وايِديكم ِاَل المراِفِق وامسحوا ِبرءوِس كم‬
‫ُت‬ ْ
‫ِي ۗ َوِان كن ْم ُجنًبا فاطهُرْوا‬. ‫َواْر ُجلكْم ِاَل الكْعَب‬
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka
basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua
kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah”.

 Ditinjau dari kedudukannya dan hukum penggunaannya, air dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
a) Air suci dan mensucikan
b) Air yang suci namun tidak mensucikan
c) Air yang terkena najis atau mutanajjis.
 Diperbolehkan menggunakan benda padat selain batu dengan syarat memiliki kriteria:
a) Suci
b) Padat dan kering.
c) Mampu menyerap, menghilangkan, dan membersihkan.
d) Bukan benda yang dihormati dan sangat dibutuhkan

 Macam-macam najis dan cara menyucikannya:


Najis Mukhaffafah ’Ainiyah:
1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa najis tidak lagi kelihatan dan
dapat dirasakan
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dipercikkan ke tempat atau benda yang terkena
najis. Air yang dipercikkan harus mengenai seluruh tempat atau benda yang terkena najis 3.
Air yang dipercikkan tidak disyaratkan hingga mengalir.
3. Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.
Najis Mukhaffafah Hukmiyah:
1. Tempat atau benda yang terkena najis dilingkari lebih dulu untuk memastikan pemercikan air
secara tepat
2. Kemudian air yang suci dan mensucikan dipercikkan ke tempat atau benda yang terkena najis
dan telah dilingkari. Air yang dipercikkan harus mengenai seluruh tempat atau benda yang
terlingkari
3. Air yang dipercikkan tidak disyaratkan hingga mengalir.
Dikeringkan dengan kain atau benda lain yang suci.

Najis Mughalladhah ’Ainiyah:


1. Dibersihkan lebih dulu sifatnya, sehingga warna, bau, dan rasa najis tidak lagi kelihatan dan
dapat dirasakan.
2. Menyiramkan air hingga mengalir ke tempat atau benda yang terkena najis sebanyak tujuh
kali dan salah satu diantaranya dicampur dengan debu yang suci.
3. Cara pertama: Air dicampur dengan debu yang suci dalam satu tempat kemudian disiramkan
ke tempat atau benda yang terkena najis.
4. Cara kedua: Menaruh debu di tempat atau benda yang terkena najis, lalu menyiramkan air
dan mengosokkannya, dan diakhiri dengan menyiram dan mengelap air dengan benda yang
bersih.
5. Cara ketiga: Menyiramkan air ke tempat atau benda yang terkena najis, lalu menaburkan
debu dan selanjutnya mencampur keduanya serta menggosok-gosokkannya, dan diakhiri
dengan mengelap air dengan benda yang bersih.

Rukun merupakan hal pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Demikian juga dengan berwudhu, ada
beberapa hal yang tidak boleh ditinggalkan, rukun wudhu ada 6 yaitu:
(1) Niat, yaitu niat dalam hati untuk berwudhu menghilangkan hadats. Waktu niat adalah
bersamaan dengan membasuh muka
(2) Membasuh muka dari tumbuhnya rambut sebelah atas hingga ke dagu, dari telinga kanan
sampai telinga kiri
(3) Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
(4) Mengusap sebagian kepala
(5) Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
(6) Tertib

Sunnah-sunnah wudhu
(1) Membaca basmalah saat memulai wudhu
(2) Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebanyak 3 kali sebelum
memulai wudhu.
(3) Berkumur-kumur
(4) Menghiru air kedalam hidung dan mengeluarkannya lagi
(5) Mengusap seluruh kepala
(6) Mengusap dua daun telinga (luar dan dalam)
(7) Membasuh tiap-tiap anggota sebanyak 3 kali
(8) Menyilang-nyilang anak jari kedua tangan dan anak jari kedua kaki.
(9) Mendahulukan anggota yang kanan dari anggota yang kiri.
(10) Wudhu dilakukan tanpa pertolongan orang lain, kecuali dalam keadaan terpaksa (sakit)
(11) Pembasuhan anggota wudhu dilakukan secara berturut-turut (tidak menunggu keringnya satu
anggota badan, baru membasuh anggota badan yang lain)
(12) Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
Yang menyebabkan batalnya wudhu:
(1) Keluarnya sesuatu dari salah satu kedua jalan (kubul dan dubur)
(2) Hilangnya akal, baik karena tidur, mabuk, gila atau pingsan.
(3) Bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa yang bukan mahram
(4) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang. Baik kemaluan sendiri
maupun kemaluan orang lain dengan telapak tangan.

Lampiran 2. Instrumen Asesmen


Assesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Dimensi Sikap:
a. Unjuk Kerja 1
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode inquiry learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
Ahmad
Hanif
Murniasih
Nurul
Zubaidah
Zaid
dst
Nilai = skor x 25

b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Bersuci dari Najis
Nama :
Perlu Bimbingan
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup
Guru
Menyebutkan alat- Dapat Dapat Dapat Belum dapat
alat bersuci dari menyebutkan alat- menyebutkan menyebutkan menyebutkan alat-
najis alat bersuci dari sebagian kecil alat- sebagian kecil alat- alat bersuci dari
najis secara alat bersuci dari alat bersuci dari najis
lengkap najis najis secara lengkap

c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menyebutkan dalil tentang bersuci
Nama :
Perlu Bimbingan
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup
Guru
Menyebutkan dalil Dapat Menyebutkan 2 Menyebutkan 1 Tidak dapat
(al-Qur’an dan menyebutkan lebih dalil (al-Qur’an dan dalil (al-Qur’an dan Menyebutkan 2
Hadis) tentang dari 2 dalil (al- Hadis) tentang Hadis) tentang dalil (al-Qur’an dan
thaharah Qur’an dan Hadis) thaharah thaharah Hadis) tentang
tentang thaharah thaharah
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1) Dillihat dari segi hukumnya, air dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam. Apa saja 4 macam air
tersebut?
2) Saat Hamidah menggendong adik bayi perempuannya, tiba-tiba adiknya buang air kecil dan
mengenai pakaiannya. Ketika hendak shalat, Hamidah harus menyucikan pakaiannya. Dengan
cara bagaimana Hamidah menyucikan pakaiannya yang terkena najis?
3) Di suatu komplek perumahan terdapat warga yang memelihara seekor anjing. Terkadang
hewan piaraan tersebut bergerak bebas di sekitar perumahan. Suatu ketika hewan tersebut
masuk ke rumah warga dan menjilat kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Bagaimana
cara mensucikan bagian kendaraan yang terkena najis tersebut?
4) Dalam keadaan tertentu kita boleh bertayammum agar dengan beberapa syarat tentunya.
Apa saja syarat-syarat tersebut?
5) Seseorang yang telah berwudhu bisa menjadi batal karena beberapa sebab. Apa saja yang
menjadi sebab batalnya wudhu tersebut?

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...

3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

4. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

5. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Nilai 𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
= Konversi 𝑠𝑘𝑜𝑟
𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (5)
Nilai Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan praktek wudhu dan tayammum sesuai
ketentuan

No Aspek Yang Dinilai Skor Keterangan


1 Wudhu
Peragaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1

Bacaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1
2 Tayammum
Peragaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1

Bacaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1

Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum

No Nama Peserta Didik Skor Perolehan Catatan Guru


1 Ahmad
2 Hanif
3 Murniasih
4 Nurul
5 Zubaidah
6 Zaid
7 dst

Mengetahui, Jakarta,.............................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,

(………………………………) (….............................)

Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Program Keagamaan)
Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA
ELEMEN CP TP
Peserta didik menganalisis dan mengomunikasikan konsep fikih menganalisis dan mengomunikasikan
dan sejarah perkembangannya, ketentuan pemulasaraan konsep fikih dan sejarah
UBUDIYAH jenazah sehingga dapat menjalankan fardlu perkembangannya agar tumbuh
kifayahnya sebagai konsekuensi
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. keyakinan dan kesadaran dalam
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki beribadah
dimensi social berupa zakat dan pengelolaannya, infak, menganalisis dan mengomunikasikan
sedekah, wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah sesuai ketentuan pemulasaraan jenazah dan
syarat dan rukunnya disertai dengan analisis dalil dan [Link] memiliki sikap
hikmah tasyri'nya, sehingga semakin mantap keyakinan peduli dan tanggjawab dalam hidup
menjalankan agama sebagai ekspresi rasa syukur bermasyarakat, berbangsa dan
kepada Allah Swt. sehingga amaliah ibadahnya dapat bernegara
membentuk kepedulian sosial dan mempengaruhi cara menganalisis dan mengomunikasikan
berfikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan ketentuan Zakat, infak, sedekah, dan
sehari- hari dalam konteks beragama, berbangsa, dan pengelolaannya serta undang-undangnya
bernegara. di Indonesia agar menumbuhkan rasa
Peserta didik memahami ketentuan ibadah haji dan peduli kepada kaum lemah serta
umrah beserta problematikanya dengan analisis dalil mempunyai sikap sosial toleransi dalam
dan hikmah tasyri'nya, sehingga memiliki kesadaran kehidupan sehari-hari
penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt. secara menganalisis dan mengomunikasikan
mutlak dalam mengikuti aturan syari'at dalam ketentuan, wakaf, hibah, hadiah dan
kehidupan sehari-hari dalam konteks berbangsa pengelolaannya serta undang-undangnya
dan bernegara untuk menggapai rida Allah Swt di Indonesia agar meningkatkan sikap
kepedulian sosial dan suka membantu
orang lain.
menganalisis dan mengomunikasikan
ketentuan kurban, dan akikah agar
memiliki kesadaran dan ketaatan
sebagai wujud syukur kepada Allah

menganalisis dan mengomunikasikan


ketetuan haji, umrah dan
problematiknya dengan analisis dalil
dan hikmah tasyri'nya agar memiliki
kesadaran penghambaan dan
ketaatan kepada Allah Swt.
Peserta didik mampu menerapakan konsep dan Menganalisis ketentuan Akad, ihyaaul
MUAMALAH ketentuan akad muamalah meliputi: ihyaaul mawaat, mawaat, jual beli, khiyaar, salam,
jual beli, mengindentifikasi transaksi mengandung riba, hajr dan riba disertai analilsis dalil-dan
khiyaar, salam, hajr, musaqah, muzara'ah, mukhabarah, istidlalnya agar menumbuhkan sikap jujur,
mudlarabah, murabahah, qiradl, syirkah, syuf'ah, wakalah, amanah dan tanggung jawab sesuai
shulhu, dlaman, kafalah, wadiah, dan rahn, serta dengan aturan syariat.
transaksi di era global mencakup: bank syariah dan mengominikasikan tentang musaqah,
konvensional, asuransi syariah, pinjaman online, dan muzara'ah, dan mukhabarah, disertai
transaksi online lainnya disertai analisis dalil dan analilsis dalil-dan istidlalnya agar
istidlalnya sehingga aktifitas sosial-ekonomi pada era digital dan menumbuhkan sikap jujur,
global dijalankan secara jujur, amanah, dan tanggung amanah,tanggung jawab,tolong menolong
jawab sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai ibadah dan sesama sesuai dengan aturan syariat.
berdimensi ukhrawi dalam konteks beragama, berbangsa, menganalisis mudlarabah, murabahah,
bernegara, dan bermasyarakat global. qiradl, syirkah,dan syuf'ah disertai analilsis
dalil-dan istidlalnya agar menumbuhkan sikap
jujur, amanah dan tanggung jawab,toleransi
sesuai dengan aturan syariat

mengomunikasikan wakalah, shulhu,


dlaman, kafalah, wadiah dan rahn
disertai analilsis dalil-dan istidlalnya agar
menumbuhkan sikap jujur, amanah dan
tanggungjawab,toleransi dalam konteks
beragama, berbangsa, bernegara,
dan bermasyarakat global
menganalisis bank syariah dan
konvensional, asuransi syariah,
pinjaman online, dan transaksi
online disertai analisis dalil dan
istidlalnya a g a r t u m b u h s i k a p jujur,
amanah, dan tanggung
jawab sesuai aturan fikih, yang
dapat
bernilai ibadah dan berdimensi
ukhrawi dalam konteks beragama
TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Keagamaan)


Mata Pelajaran : Fikih MA
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA

ELEMEN CP KOMPETENSI LINGKUP MATERI TP


Peserta didik menganalisis dan Menganalisis konsep fikih dan 1. menganalisis konsep fikih dan
mengomunikasikan konsep fikih dan sejarah sejarah sejarah perkembangannya
UBUDIYAH perkembangannya, ketentuan perkembangannya agar tumbuh keyakinan dan
pemulasaraan jenazah sehingga
dapat menjalankan fardlu kesadaran dalam beribadah
kifayahnya sebagai konsekuensi pemulasaraan 2. mengomunikasikan ketentuan
hidup bermasyarakat, berbangsa jenazah dan pemulasaraan jenazah dan
dan bernegara. problematikanya. [Link] memiliki
Peserta didik terbiasa melakukan sikap peduli dan tanggjawab
ibadah yang memiliki dimensi social dalam hidup bermasyarakat,
berupa zakat dan pengelolaannya, berbangsa dan bernegara
infak, sedekah, wakaf, hibah, hadiah, Zakat, infak, 3. menganalisis ketentuan Zakat,
kurban, dan akikah sesuai syarat dan
sedekah, dan infak, sedekah, dan
rukunnya disertai dengan analisis dalil
dan hikmah tasyri'nya, sehingga pengelolaannya pengelolaannya serta undang-
semakin mantap keyakinan serta undang- undangnya di Indonesia agar
menjalankan agama sebagai undangnya di menumbuhkan rasa peduli
ekspresi rasa syukur kepada Indonesia kepada kaum lemah serta
Allah Swt. sehingga amaliah mempunyai sikap sosial toleransi
dalam kehidupan sehari-
hari
ibadahnya dapat membentuk wakaf, hibah, 4. menganalisis ketentuan, wakaf,
kepedulian sosial dan mempengaruhi hadiah dan hibah, hadiah dan pengelolaannya
cara berfikir, bersikap, dan bertindak pengelolaannya serta undang-undangnya di
dalam kehidupan sehari- hari dalam serta undang- Indonesia agar meningkatkan
konteks beragama, berbangsa, dan undangnya di sikap kepedulian sosial dan suka
bernegara. Indonesia membantu orang lain.
Peserta didik memahami
ketentuan ibadah haji dan umrah Kurban, akikah [Link] ketentuan kurban,
beserta problematikanya dengan dan analisis dalil dan akikah agar memiliki
analisis dalil dan hikmah tasyri'nya, serta hikmah kesadaran dan ketaatan sebagai
sehingga memiliki kesadaran tasyri'nya wujud syukur kepada Allah
penghambaan dan ketaatan kepada
Allah Swt. secara mutlak dalam
mengikuti aturan haji, umrah [Link] ketetuan haji, umrah
syari'at dalam kehidupan sehari-hari dalam dan dan problematiknya dengan
konteks berbangsa problematiknya analisis dalil dan hikmah
dan bernegara untuk dengan analisis tasyri'nya agar memiliki kesadaran
menggapai rida Allah Swt dalil dan hikmah penghambaan dan ketaatan
tasyri'nya kepada Allah Swt.

Peserta didik mampu Menganalisis Akad, ihyaaul 7. Menganalisis ketentuan Akad, ihyaaul
MUAMALAH menerapakan konsep dan ketentuan akad mawaat, jual mawaat, jual beli, khiyaar,
muamalah meliputi: ihyaaul beli, khiyaar, salam, hajr dan riba disertai
mawaat, jual beli, mengindentifikasi salam, hajr dan analilsis dalil-dan istidlalnya agar
transaksi mengandung riba, riba disertai analilsis menumbuhkan sikap jujur, amanah
khiyaar, salam, hajr, musaqah, dalil-dan istidlalnya dan tanggung jawab sesuai dengan
muzara'ah, mukhabarah, aturan syariat.
mudlarabah, murabahah, qiradl, musaqah, 8. mengominikasikan tentang musaqah,
syirkah, syuf'ah, wakalah, shulhu, muzara'ah, dan muzara'ah, dan mukhabarah,
dlaman, kafalah, wadiah, dan rahn, mukhabarah, disertai analilsis dalil-dan istidlalnya
serta transaksi di era global mencakup: disertai analilsis agar menumbuhkan sikap jujur,
dalil-dan istidlalnya
bank syariah dan konvensional, amanah,tanggung jawab,tolong
asuransi syariah, pinjaman online, dan menolong sesama sesuai dengan
transaksi online lainnya disertai aturan syariat.
mudlarabah, 9. menganalisis mudlarabah,
analisis dalil dan istidlalnya sehingga murabahah, murabahah, qiradl,
aktifitas sosial-ekonomi pada era digital qiradl, syirkah,dan syuf'ah disertai analilsis
dan global dijalankan secara jujur, syirkah,dan dalil-dan istidlalnya agar
amanah, dan tanggung jawab syuf'ah disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggung jawab,toleransi sesuai
sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai
istidlalnya dengan aturan syariat
ibadah dan berdimensi ukhrawi dalam
konteks beragama, berbangsa,
wakalah, [Link] wakalah,
bernegara, dan bermasyarakat global.
shulhu, shulhu, dlaman, kafalah,
dlaman, wadiah dan rahn disertai analilsis
kafalah, wadiah dalil-dan istidlalnya agar
dan rahn disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggungjawab,toleransi dalam
istidlalnya konteks beragama, berbangsa,
bernegara, dan bermasyarakat
global
bank syariah 11. menganalisis bank syariah
dan konvensional, dan konvensional, asuransi
asuransi syariah, syariah, pinjaman online,
pinjaman online, dan transaksi online
dan transaksi disertai analisis dalil
online disertai dan istidlalnya a g a r t u m b u h
analisis dalil s i k a p jujur, amanah, dan
dan istidlalnya tanggung jawab sesuai aturan
fikih, yang dapat bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi
dalam konteks beragama
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Program


Keagamaan) Mata Pelajaran: Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA

Contoh 1
ELEMEN CAPAIAN TUJUAN ATP KELAS X ALOKASI
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN WAKTU
UBUDIYAH Pada Fase E Peserta didik 1. Menganalisis konsep 10. 1. Konsep
menganalisis dan fikih dan sejarah fikih dan 8 JP
mengomunikasikan perkembangannya agar sejarah
konsep fikih dan sejarah perkembangannya
perkembangannya, tumbuh keyakinan dan
ketentuan pemulasaraan kesadaran dalam
jenazah sehingga beribadah
dapat menjalankan 2. mengomunikasikan 10.2.
fardlu kifayahnya ketentuan pemulasaraan pemulasaraan 4 JP
sebagai jenazah dan jenazah dan
konsekuensi hidup
bermasyarakat, [Link] problematikan
berbangsa dan memiliki sikap peduli dan ya.
bernegara. tanggjawab dalam hidup
Peserta didik bermasyarakat, berbangsa
terbiasa melakukan dan bernegara
ibadah yang 3. menganalisis ketentuan 10.3. Zakat,
memiliki dimensi social Zakat, infak, sedekah, infak, 6 JP
berupa zakat dan dan pengelolaannya serta sedekah, dan
pengelolaannya, infak, undang-undangnya di pengelolaanny
sedekah, Indonesia a serta undang-
wakaf, hibah, hadiah,
kurban, dan akikah undangnya di
sesuai syarat dan Indonesia
rukunnya disertai 4. menganalisis ketentuan, 10.4. wakaf,
dengan analisis dalil wakaf, hibah, hadiah dan hibah, hadiah 6 JP
dan hikmah pengelolaannya serta dan
tasyri'nya, sehingga undang-undangnya di pengelolaanny
semakin mantap Indonesia a serta undang-
keyakinan menjalankan undangnya di
agama sebagai Indonesia
ekspresi rasa 5. Menganalisis 10.5. Kurban,
syukur kepada ketentuan kurban, dan akikah dan 6 JP
Allah Swt. sehingga akikah agar memiliki analisis dalil
amaliah
kesadaran dan ketaatan serta
ibadahnya dapat
membentuk kepedulian sebagai wujud syukur hikmah
sosial dan kepada Allah tasyri'nya
mempengaruhi cara 6. Menganalisis ketetuan haji, 10.6. haji,
berfikir, bersikap, dan umrah dan umrah dan 6 JP
bertindak dalam problematiknya dengan problematikny
kehidupan sehari- analisis dalil dan hikmah a dengan
hari dalam konteks tasyri'nya agar memiliki analisis dalil
beragama, berbangsa, kesadaran penghambaan dan hikmah
dan bernegara. dan ketaatan kepada tasyri'nya
Peserta didik Allah Swt.
memahami
ketentuan ibadah haji dan
umrah beserta
problematikanya
dengan analisis dalil
dan hikmah
tasyri'nya, sehingga
memiliki kesadaran
penghambaan dan
ketaatan kepada Allah
Swt. secara mutlak
dalam mengikuti
aturan syari'at
dalam kehidupan
sehari-hari dalam
konteks berbangsa
dan bernegara
untuk menggapai rida
Allah Swt
MUAMALA Peserta didik 7. Menganalisis ketentuan 10.7. Akad,
H mampu menerapakan Akad, ihyaaul mawaat, ihyaaul 10 JP
konsep dan ketentuan jual beli, khiyaar, mawaat, jual
akad muamalah salam, hajr dan riba beli, khiyaar,
meliputi: disertai analilsis dalil-dan salam, hajr
ihyaaul mawaat, istidlalnya agar dan riba disertai
jual beli, menumbuhkan sikap jujur, analilsis dalil-dan
mengindentifikasi amanah dan tanggung istidlalnya
transaksi jawab sesuai dengan
mengandung riba, aturan syariat.
khiyaar, salam, hajr, 8. mengomunikasikan tentang 10.8. musaqah,
musaqah, muzara'ah, musaqah, muzara'ah, dan muzara'ah, dan 4 JP
mukhabarah, mukhabarah, disertai mukhabarah,
mudlarabah, murabahah, analilsis dalil-dan istidlalnya disertai analilsis
qiradl, syirkah, agar menumbuhkan sikap dalil-dan
syuf'ah, wakalah, jujur, amanah,tanggung istidlalnya
shulhu, dlaman, jawab,tolong menolong
kafalah, wadiah, dan sesama sesuai dengan
rahn, serta transaksi aturan syariat.
di era global mencakup: 9. menganalisis mudlarabah, 10.9.
bank syariah dan murabahah, qiradl, mudlarabah, 10 JP
konvensional, asuransi syirkah,dan syuf'ah disertai murabahah,
syariah, pinjaman online, analilsis dalil-dan istidlalnya qiradl,
dan transaksi online agar menumbuhkan sikap
syirkah,dan
jujur, amanah dan
lainnya disertai analisis syuf'ah disertai
tanggung jawab,toleransi
dalil dan istidlalnya sesuai dengan aturan analilsis dalil-dan
sehingga aktifitas syariat istidlalnya
sosial-ekonomi pada
era digital dan global 10. mengomunikasikan 10.10. wakalah,
dijalankan secara jujur, wakalah, shulhu, shulhu, 6 JP
amanah, dan dlaman, kafalah, dlaman,
tanggung jawab wadiah dan rahn disertai kafalah,
sesuai aturan fikih, yang analilsis dalil-dan istidlalnya wadiah
dapat bernilai ibadah agar menumbuhkan sikap dan rahn disertai
dan berdimensi jujur, amanah dan analilsis dalil-dan
ukhrawi dalam tanggungjawab,toleransi istidlalnya
konteks beragama, dalam konteks
berbangsa, bernegara, beragama, berbangsa,
dan bermasyarakat bernegara,
global. dan bermasyarakat global
11. menganalisis bank 10.11. bank
syariah dan syariah dan [Link]
konvensional, asuransi konvensional,
syariah, pinjaman online, asuransi
dan transaksi online syariah,
disertai analisis dalil pinjaman online,
dan istidlalnya dan transaksi
online disertai
analisis dalil

dan
istidlalnya
JUMLAH 72
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Program


Keagamaan) Mata Pelajaran: Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA
Contoh 2
ELEMEN CAPAIAN TUJUAN ATP KELAS X ALOKASI
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN WAKTU
UBUDIYA Peserta didik menganalisis dan 1. menganalisis konsep 10. 1. konsep
H mengomunikasikan konsep fikih dan sejarah fikih dan 8 JP
fikih dan sejarah perkembangannya sejarah
perkembangannya, agar tumbuh perkembangannya
ketentuan pemulasaraan keyakinan dan
jenazah sehingga dapat kesadaran dalam
menjalankan fardlu beribadah
kifayahnya sebagai 2. mengomunikasikan 10.2. Zakat,
konsekuensi hidup ketentuan infak, 6 JP
bermasyarakat, berbangsa
pemulasaraan sedekah, dan
dan bernegara.
jenazah dan pengelolaannya
Peserta didik terbiasa
[Link] serta undang-
melakukan ibadah yang
memiliki sikap undangnya di
memiliki dimensi social
peduli dan Indonesia
berupa zakat dan
tanggjawab dalam
pengelolaannya, infak, hidup bermasyarakat,
sedekah, wakaf, hibah, berbangsa dan
hadiah, kurban, dan bernegara
akikah sesuai syarat dan 3. menganalisis ketentuan 10.3. haji,
rukunnya disertai dengan Zakat, infak, umrah dan 6 JP
analisis dalil dan sedekah, dan problematikanya
hikmah tasyri'nya, sehingga pengelolaannya serta dengan
semakin mantap undang-undangnya analisis dalil
keyakinan menjalankan di Indonesia dan hikmah
agama sebagai ekspresi tasyri'nya
rasa syukur kepada 4. menganalisis 10.4.
Allah Swt. sehingga ketentuan, wakaf, hibah, pemulasaraan 4 JP
amaliah ibadahnya dapat hadiah dan jenazah dan
membentuk kepedulian sosial pengelolaannya serta problematikanya
dan mempengaruhi cara undang-undangnya di .
berfikir, bersikap, dan Indonesia
bertindak dalam 5. Menganalisis 10.5. Kurban,
kehidupan sehari- hari ketentuan kurban, dan akikah dan 4 JP
dalam konteks beragama, akikah agar memiliki analisis dalil
berbangsa, dan bernegara. kesadaran dan serta hikmah
Peserta didik ketaatan sebagai wujud tasyri'nya
memahami ketentuan syukur
kepada Allah
ibadah haji dan umrah 6. Menganalisis ketetuan 10.6. Akad,
beserta problematikanya haji, umrah dan ihyaaul 10 JP
dengan analisis dalil dan problematiknya dengan mawaat, jual
hikmah tasyri'nya, analisis dalil dan beli, khiyaar,
sehingga memiliki hikmah tasyri'nya salam, hajr
kesadaran penghambaan agar memiliki dan riba disertai
dan ketaatan kepada kesadaran analilsis dalil-dan
Allah Swt. secara mutlak penghambaan dan istidlalnya
dalam mengikuti aturan ketaatan kepada Allah
syari'at dalam kehidupan Swt.
sehari-hari dalam
konteks berbangsa dan
bernegara untuk
menggapai rida Allah Swt
MUAMAL eserta didik mampu 7. Menganalisis 10.7. . bank
AH menerapakan konsep dan ketentuan Akad, ihyaaul syariah dan 6 JP
ketentuan akad mawaat, jual beli, konvensional,
muamalah meliputi: khiyaar, salam, asuransi
ihyaaul mawaat, hajr dan riba disertai syariah,
jual beli, analilsis dalil-dan pinjaman online,
mengindentifikasi istidlalnya agar dan transaksi
transaksi menumbuhkan sikap online disertai
mengandung riba, khiyaar, jujur, amanah dan analisis dalil
salam, hajr, musaqah, tanggung jawab sesuai dan
muzara'ah, mukhabarah, dengan aturan syariat. istidlalnya
mudlarabah, murabahah,
qiradl, syirkah, 8. mengomunikasikan 10.8. musaqah,
syuf'ah, wakalah, shulhu, tentang musaqah, muzara'ah, dan 4 JP
dlaman, kafalah, wadiah, muzara'ah, dan mukhabarah,
dan rahn, serta transaksi mukhabarah, disertai disertai analilsis
di era global mencakup: analilsis dalil-dan dalil-dan
bank syariah dan istidlalnya agar istidlalnya
konvensional, asuransi menumbuhkan sikap
syariah, pinjaman online, jujur,
dan transaksi online amanah,tanggung
lainnya disertai analisis jawab,tolong
dalil dan istidlalnya menolong sesama
sehingga aktifitas sosial- sesuai dengan aturan
ekonomi pada era digital syariat.
dan global dijalankan 9. menganalisis 10.9.
secara jujur, amanah, dan mudlarabah, mudlarabah, 10 JP
tanggung jawab sesuai murabahah, murabahah,
aturan fikih, yang dapat qiradl, qiradl,
bernilai ibadah dan syirkah,dan syuf'ah syirkah,dan
berdimensi ukhrawi disertai analilsis dalil- syuf'ah disertai
dalam konteks beragama, dan istidlalnya agar analilsis dalil-dan
berbangsa, bernegara, menumbuhkan sikap istidlalnya
dan bermasyarakat global. jujur, amanah dan
tanggung
jawab,toleransi
sesuai dengan aturan
syariat
10. mengomunikasikan 10.10. wakalah,
wakalah, shulhu, shulhu, 8 JP
dlaman, kafalah, dlaman,
wadiah dan rahn kafalah, wadiah
disertai analilsis dalil-dan dan rahn disertai
istidlalnya agar analilsis dalil-dan
menumbuhkan sikap istidlalnya
jujur, amanah dan
tanggungjawab,toleran
si dalam konteks
beragama,
berbangsa,
bernegara, dan
bermasyarakat global
11. menganalisis bank 10.11. wakaf,
syariah dan hibah, hadiah [Link]
konvensional, dan
asuransi syariah, pengelolaannya
pinjaman online, dan serta undang-
transaksi online undangnya di
disertai analisis Indonesia
dalil dan
istidlalnya
JUMLAH 72
Catatan: 1. Membuat ATP tidak harus urut sesuai tujuan pembelajaran (TP), dapat disesuaikan
dengan kebutuhan analisis. (esensial, hirarki materi atau visi misi madrasa misalnya)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Program Keagamaan)
Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA

Model 1
ELEMEN CP TP
Peserta didik menganalisis dan mengomunikasikan konsep fikih menganalisis dan mengomunikasikan
dan sejarah perkembangannya, ketentuan pemulasaraan konsep fikih dan sejarah
Fikih Ibadah jenazah sehingga dapat menjalankan fardlu perkembangannya agar tumbuh
kifayahnya sebagai konsekuensi
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. keyakinan dan kesadaran dalam
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki beribadah
dimensi social berupa zakat dan pengelolaannya, infak, menganalisis dan mengomunikasikan
sedekah, wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah sesuai ketentuan pemulasaraan jenazah dan
syarat dan rukunnya disertai dengan analisis dalil dan [Link] memiliki sikap
hikmah tasyri'nya, sehingga semakin mantap keyakinan peduli dan tanggjawab dalam hidup
menjalankan agama sebagai ekspresi rasa syukur bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
kepada Allah Swt. sehingga amaliah ibadahnya dapat
membentuk kepedulian sosial dan mempengaruhi cara menganalisis dan mengomunikasikan
berfikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan ketentuan Zakat, infak, sedekah, dan
sehari- hari dalam konteks beragama, berbangsa, dan pengelolaannya serta undang-undangnya
bernegara. di Indonesia agar menumbuhkan rasa
Peserta didik memahami ketentuan ibadah haji dan peduli kepada kaum lemah serta
umrah beserta problematikanya dengan analisis dalil mempunyai sikap sosial toleransi dalam
dan hikmah tasyri'nya, sehingga memiliki kesadaran kehidupan sehari-hari
penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt. secara menganalisis dan mengomunikasikan
mutlak dalam mengikuti aturan syari'at dalam ketentuan, wakaf, hibah, hadiah dan
kehidupan sehari-hari dalam konteks berbangsa pengelolaannya serta undang-undangnya
dan bernegara untuk menggapai rida Allah Swt di Indonesia agar meningkatkan sikap
kepedulian sosial dan suka membantu
orang lain.
menganalisis dan mengomunikasikan
ketentuan kurban, dan akikah agar
memiliki kesadaran dan ketaatan
sebagai wujud syukur kepada Allah

menganalisis dan mengomunikasikan


ketetuan haji, umrah dan
problematiknya dengan analisis dalil
dan hikmah tasyri'nya agar memiliki
kesadaran penghambaan dan
ketaatan kepada Allah Swt.
Peserta didik mampu menerapakan konsep dan Menganalisis ketentuan Akad, ihyaaul
Fikih Muamalah ketentuan akad muamalah meliputi: ihyaaul mawaat, mawaat, jual beli, khiyaar, salam,
jual beli, mengindentifikasi transaksi mengandung riba, hajr dan riba disertai analilsis dalil-dan
khiyaar, salam, hajr, musaqah, muzara'ah, mukhabarah, istidlalnya agar menumbuhkan sikap jujur,
mudlarabah, murabahah, qiradl, syirkah, syuf'ah, wakalah, amanah dan tanggung jawab sesuai
shulhu, dlaman, kafalah, wadiah, dan rahn, serta dengan aturan syariat.
transaksi di era global mencakup: bank syariah dan mengominikasikan tentang musaqah,
konvensional, asuransi syariah, pinjaman online, dan muzara'ah, dan mukhabarah, disertai
transaksi online lainnya disertai analisis dalil dan analilsis dalil-dan istidlalnya agar
istidlalnya sehingga aktifitas sosial-ekonomi pada era digital dan menumbuhkan sikap jujur,
global dijalankan secara jujur, amanah, dan tanggung amanah,tanggung jawab,tolong menolong
jawab sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai ibadah dan sesama sesuai dengan aturan syariat.
berdimensi ukhrawi dalam konteks beragama, berbangsa, menganalisis mudlarabah, murabahah,
bernegara, dan bermasyarakat global. qiradl, syirkah,dan syuf'ah disertai analilsis
dalil-dan istidlalnya agar menumbuhkan sikap
jujur, amanah dan tanggung jawab,toleransi
sesuai dengan aturan syariat
mengomunikasikan wakalah, shulhu,
dlaman, kafalah, wadiah dan rahn
disertai analilsis dalil-dan istidlalnya agar
menumbuhkan sikap jujur, amanah dan
tanggungjawab,toleransi dalam konteks
beragama, berbangsa, bernegara,
dan bermasyarakat global
menganalisis bank syariah dan
konvensional, asuransi syariah,
pinjaman online, dan transaksi
online disertai analisis dalil dan
istidlalnya a g a r t u m b u h s i k a p jujur,
amanah, dan tanggung
jawab sesuai aturan fikih, yang
dapat
bernilai ibadah dan berdimensi
ukhrawi dalam konteks beragama
CAPAIAN PEMBELAJARAN
DAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Program Keagamaan)


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA

MODEL 2
ELEMEN CP KOMPETENSI LINGKUP MATERI TP
Peserta didik menganalisis dan Menganalisis konsep fikih dan 1. menganalisis konsep fikih dan
mengomunikasikan konsep fikih dan sejarah sejarah sejarah perkembangannya
Fikih Ibadah perkembangannya, ketentuan perkembangannya agar tumbuh keyakinan dan
pemulasaraan jenazah sehingga
dapat menjalankan fardlu kesadaran dalam beribadah
kifayahnya sebagai konsekuensi pemulasaraan 2. mengomunikasikan ketentuan
hidup bermasyarakat, berbangsa jenazah dan pemulasaraan jenazah dan
dan bernegara. problematikanya. [Link] memiliki
Peserta didik terbiasa melakukan sikap peduli dan tanggjawab
ibadah yang memiliki dimensi social dalam hidup bermasyarakat,
berupa zakat dan pengelolaannya, berbangsa dan bernegara
infak, sedekah, wakaf, hibah, hadiah,
Zakat, infak, 3. menganalisis ketentuan Zakat,
kurban, dan akikah sesuai syarat dan
rukunnya disertai dengan analisis dalil sedekah, dan infak, sedekah, dan
dan hikmah tasyri'nya, sehingga pengelolaannya pengelolaannya serta undang-
semakin mantap keyakinan serta undang- undangnya di Indonesia agar
menjalankan agama sebagai undangnya di menumbuhkan rasa peduli
ekspresi rasa syukur kepada Indonesia kepada kaum lemah serta
Allah Swt. sehingga amaliah mempunyai sikap sosial
toleransi dalam kehidupan sehari-
hari
ibadahnya dapat membentuk wakaf, hibah, 4. menganalisis ketentuan, wakaf,
kepedulian sosial dan mempengaruhi hadiah dan hibah, hadiah dan pengelolaannya
cara berfikir, bersikap, dan bertindak pengelolaannya serta undang-undangnya di
dalam kehidupan sehari- hari dalam serta undang- Indonesia agar meningkatkan
konteks beragama, berbangsa, dan undangnya di sikap kepedulian sosial dan suka
bernegara. Indonesia membantu orang lain.
Peserta didik memahami
ketentuan ibadah haji dan umrah Kurban, akikah [Link] ketentuan kurban,
beserta problematikanya dengan dan analisis dalil dan akikah agar memiliki
analisis dalil dan hikmah tasyri'nya, serta hikmah kesadaran dan ketaatan sebagai
sehingga memiliki kesadaran tasyri'nya wujud syukur kepada Allah
penghambaan dan ketaatan kepada
Allah Swt. secara mutlak dalam
mengikuti aturan haji, umrah [Link] ketetuan haji, umrah
syari'at dalam kehidupan sehari-hari dalam dan dan problematiknya dengan
konteks berbangsa problematiknya analisis dalil dan hikmah
dan bernegara untuk dengan analisis tasyri'nya agar memiliki kesadaran
menggapai rida Allah Swt dalil dan hikmah penghambaan dan ketaatan
tasyri'nya kepada Allah Swt.

Peserta didik mampu Menganalisis Akad, ihyaaul 7. Menganalisis ketentuan Akad, ihyaaul
Fikih menerapakan konsep dan ketentuan akad mawaat, jual mawaat, jual beli, khiyaar,
Muamalah muamalah meliputi: ihyaaul beli, khiyaar, salam, hajr dan riba disertai
mawaat, jual beli, mengindentifikasi salam, hajr dan analilsis dalil-dan istidlalnya agar
transaksi mengandung riba, riba disertai analilsis menumbuhkan sikap jujur, amanah
khiyaar, salam, hajr, musaqah, dalil-dan istidlalnya dan tanggung jawab sesuai dengan
muzara'ah, mukhabarah, aturan syariat.
mudlarabah, murabahah, qiradl, musaqah, 8. mengominikasikan tentang musaqah,
syirkah, syuf'ah, wakalah, shulhu, muzara'ah, dan muzara'ah, dan mukhabarah,
dlaman, kafalah, wadiah, dan rahn, mukhabarah, disertai analilsis dalil-dan istidlalnya
serta transaksi di era global mencakup: disertai analilsis agar menumbuhkan sikap jujur,
dalil-dan istidlalnya
bank syariah dan konvensional, amanah,tanggung jawab,tolong
asuransi syariah, pinjaman online, dan menolong sesama sesuai dengan
transaksi online lainnya disertai aturan syariat.
mudlarabah, 9. menganalisis mudlarabah,
analisis dalil dan istidlalnya sehingga murabahah, murabahah, qiradl,
aktifitas sosial-ekonomi pada era digital qiradl, syirkah,dan syuf'ah disertai analilsis
dan global dijalankan secara jujur, syirkah,dan dalil-dan istidlalnya agar
amanah, dan tanggung jawab syuf'ah disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggung jawab,toleransi sesuai
sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai
istidlalnya dengan aturan syariat
ibadah dan berdimensi ukhrawi dalam
konteks beragama, berbangsa,
wakalah, [Link] wakalah,
bernegara, dan bermasyarakat global.
shulhu, shulhu, dlaman, kafalah,
dlaman, wadiah dan rahn disertai analilsis
kafalah, wadiah dalil-dan istidlalnya agar
dan rahn disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggungjawab,toleransi dalam
istidlalnya konteks beragama, berbangsa,
bernegara, dan bermasyarakat
global
bank syariah 11. menganalisis bank syariah
dan konvensional, dan konvensional, asuransi
asuransi syariah, syariah, pinjaman online,
pinjaman online, dan transaksi online
dan transaksi disertai analisis dalil
online disertai dan istidlalnya a g a r t u m b u h
analisis dalil s i k a p jujur, amanah, dan
dan istidlalnya tanggung jawab sesuai aturan
fikih, yang dapat bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi
dalam konteks beragama
Kode: FIKIH E.10.1

MODUL AJAR

FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS X
FASE E

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK


INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL
PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT
KURIKULUM SARANA KELEMBAGAAN DAN
KEPESERTA DIDIK AN MADRASAH
2022
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
[Link] UMUM
Identitas Madrasah
Nama Penyusun : Abd. Malik, [Link].I., MA
Nama Lembaga : MAN 2 Lamongan
Tahun : 2022/2023
Satuan Pendidikan : MA
Kelas : X (Sepuluh)
Mata Pelajaran : Fikih
Semester : Ganjil
Alokasi waktu : 8 JP
Fase :E
Elemen : Fikih Ibadah

Kompetensi Awal (hasil Asesmen awal)


a. Sebagian peserta didik telah memahami konsep fikih dalam Islam akan tetapi
memahami tetntang pengertian fikih menurut pendapat ulama’ dan ruang lingkupnya
b. Sebagian peserta didik telah memahami perkembangan ilmu fikih akan tetapi
belum memahami dengan baik tentang periode periode perkembangan ilmu fikih

Profil Pelajar Pancasila/Profil Pelajar Rahmatal Lil ‘alamin


a. Berkeadaban (Taadub)
b. Keteladaan (Qudwah)
c. Beriman, bertakwa kepada tuhan YME, dan Berakhlak Mulia
d. Bernalar Kritis

Sarana dan Prasarana


a. LCD
b. Laptop
c. Papan Tulis
d. Bolpoin
e. Spidol

Target Peserta Didik


Perangkat ajar ini digunakan untuk siswa kelas reguler (25 sd 30 orang perkelas). Peserta didik
yang mengalami kesulitan belajar ditangani dengan teknik bimbingan individu atau
menggunakan tutor sebaya untuk membimbing peserta didik sehingga dapat mencapai capaian
pembelajaran.

Model dan Methode Pembelajaran Yang Digunakan


a. Model : Pendekatan Saintifik
b. Methode : Cerama, tanya jawab, diskusi,

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


B. KOMPONEN INTI

Tujuan Pembelajaran
Menganalisis konsep fikih dan sejarah perkembangannya agar tumbuh keyakinan dan
kesadaran dalam beribadah

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)


Melalui pembelajaran pendekatan saintifik, peserta didik dapat
a. Menganalisis Konsep fikih dalam Islam
b. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi Muhammad
c. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman sahabat
d. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin
e. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit tabi’in
f. Menganalisis sejarah perkembangan fikih pada zaman setelah madzhab

Pemahaman Bermakna
a. Memahami konsep fikih sangat penting sekali karena dalam beribadah tidak bisa lepas dari
ilmu fikih baik ibadah mahdha atau ghoiru mahdhah seperti shalat, zakat, puasa, haji dan
lain sebagainya.
b. Memahami perkembangan ilmu fikih adalah merupakan keniscayaan agar
mengetahui perkembangan ilmu fikih dari periode ke periode berikutnya

Kata Kunci
a. Fikih
b. Periode Perkembangan ilmu fikih

Pertanyaan Pemantik
a. Mengapa aturan Fikih dibutuhkan umat Islam?
b. Bagaimana mengkorelasikan dan mengaplikasikan aturan Fikih dalam kehidupan?
c. Bagaimana sejarah perkembangan ilmuFikih dari periode ke periode berikutnya?
Persiapan Pembelajaran
a. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif, jaringan internet
dan link youtube.
b. Guru menyiapkan Slide tentang materi konsep Ilmu fikih dan perkembangannya
c. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang konsep Ilmu fikih dan perkembangannya

Kegiatan Pembelajaran
Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi konsep fikih
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi konsep fikih
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi konsep
fikih
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai konsep fikih
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
Communication secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait konsep fikih. Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pertemuan Kedua
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
Communication secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat.
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali
hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pertemuan Ketiga
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it
tabi’in
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling
bertukar informasi mengenai perkembangan fikih pada masa tabi’in dan
tabi’it
tabi’in
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
Communication secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it
tabi’in. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
kembali hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Pertemuan keempat
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar
yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling
bertukar informasi mengenai materi perkembangan fikih pada masa
setelah
madzhab
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
Communication klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab.
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-
hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


Pembelajaran Berdiferensiasi
a. Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca materi menganalisis konsep ilmu
fikih dan perkembangannya dari berbagai referensi yang relevan.
b. Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesua dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning)
sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
c. Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa
juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya

Asesmen
A. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar tentang konsep ilmu
fikih dan perkembangannya, guru memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai konsep ilmu
fikih dan perkembangannya baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1. Jelaskan pengertian fikih?
2. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi Muhammad
3. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman sahabat
4. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin
5. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit tabi’in

Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal


No Kompetensi dan Lingkup Materi Sudah Belum
(%) (%)
1 Jelaskan pengertian fikih?
2 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi
Muhammad
3 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman
sahabat
4 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin
5 Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit
tabi’in

Tindak lanjut hasil asesmen awal


Nomor Soal Tindak
No Nama 1 2 3 4 5 Nilai lanjut

1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammmaf

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


B. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, khususnya saat
siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Saintifik
No Nama Siswa Aspek Yang diamati Skor
Ide/Gagasa Aktif Kerja sama 1 2 3 4
n
Ahmad
imah
hammad
Nilai = skor x 25

C. Assesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan Teknik
Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi

Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat

b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Pengayaan
a. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan
tujuan pembelajaran.
b. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan
dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
c. Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
a. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
b. Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode
yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik
dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
c. Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


Refleksi Peserta didik
No Pertanyaan Refleksi Jawaban
Refleksi
1 Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit dari pelajaran
ini?
2 Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki hasil belajarmu?
3 Kepada siapa kamu akan meminta bantuan untuk memahami
pelajaran ini?
4 Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1 sampai 5, berapa
bintang yang akan kamu berikan pada usaha yang telah
kamu lakukan?
5 Apakah kamu sudah dapat Menganalisis konsep fikih dan
perkembangannya?
:
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?

Glosarium
1. Konsep : rancangan
2. Fikih : ilmu yang membahas tentang hukum hukum syara’ yang bersifat amaliy
(yang dikerjakan ) yang diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci
3. Periode : Kurun waktu
4. Tadwin : Pembukuan

Daftar Pustaka
1. Kementerian Agama, Fikih kelas X Untuk MA, Jakarta: Kementerian Agama, 2020
2. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015
3. CV Safira Buku Pembelajaran Fikih 2022 Time MGMP Fikih Jawa timur
4. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat Jendral
BIMAS Islam, 2012)

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


[Link]-LAMPIRAN
Lampiran 1. Bahan Ajar
Konsep Fikih
A. Pengertia fikih
Kata Fikih berasal dari kata ِ ‫ َِفَقه‬- ‫ َْيَفقه‬- ‫ ْفقًها‬yang berarti faham ( ‫ ) َمَّجرد فهم‬yang berarti
sekedar faham atau juga berarti mengerti ( َ‫ ) ِع ْميق فٌهم‬yang berarti faham yang mendalam).

Sedangkan fikih dalam arti Istilah adalah.


‫َأ‬
‫الِعْل م ِباأَل ْحَكاِم الَّش ْر ِعَّيِة الَعَمِلَّيِة المْكَتَسِب ِمن ِدَّلِتَها الَّتْفِصْيِلَّيِة‬

Artinya :
ilmu yang membahas tentang hukum hukum syara’ yang bersifat amaliy (yang dikerjakan )
yang diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci.

Ilmu Fikih adalah salah satu sekian banyak ilmu dalam syari’at Islam yang khusus membahas
tentang hukum hukum syari’at Islam baik bersifat wajib, sunnah, haram, makruh maupun
mubah yang diambil dari sumbernya yaitu Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas. yang
obyeknya adalah semua perbuatan orang mukallaf. orang mukallaf adalah orang yang sudah
terbebani melakukan kewajiban maupun meninggalkan larangan yaitu setiap orang Islam yang
sudah baligh dan berakal sehat. Dengan demikian fikih dapat dikatakan meliputi semua aspek
kehidupan manusia, segala macam bentuk perbuatan manusia masuk pada salah satu dari lima
hukum tersebut.

B. Sejarah dan Perkembangan Fiqih


a. Zaman Rasulullah S.A.W
Pada zaman Rasulullah S.A.W., hukum-hukum diambil dari wahyu (al-Quran) dan penjelasan
oleh baginda (as-Sunnah). Segala masalah yang timbul akan dirujuk kepada Rasulullah S.A.W.
dan baginda akan menjawab secara terus berdasarkan ayat al-Quran yang diturunkan atau
penjelasan baginda sendiri. Namun, terdapat sebagian Sahabat yang tidak dapat merujuk kepada
Nabi lantaran berada di tempat yang jauh daripada baginda, misalnya Muaz bin Jabal yang
diutuskan ke Yaman. Baginda membenarkan Muaz berijtihad dalam perkara yang tidak ditemui
ketentuan di dalam al-Quran dan as-Sunnah.
Setelah kewafatan Rasulullah S.A.W, berbagai masalah yang timbul dirujuk kepada para
Sahabat. Mereka mampu mengistinbat hukum terus dari al-Quran dan as-Sunnah kerena:
1. Penguasaan bahasa Arab yang baik;
2. Mempunyai pengetahuan mengenai sabab an-nuzul sesuatu ayat atau sabab wurud al-Hadits;
3. Mereka merupakan para perawi hadits.
Hal ini menjadikan para Sahabat mempunyai kemampuan yang cukup untuk
mengistinbatkan hukum-hukum. Mereka menetapkan hukum dengan merujuk kepada al-Quran
dan as-Sunnah. Sekiranya mereka tidak menemui ketetapan hukum tentang sesuatu masalah,
mereka akan berijtihad dengan menggunakan kaedah qias. Inilah cara yang dilakukan oleh para
mujtahid dalam kalangan para Sahabat seperti Saidina Abu Bakar as-Siddiq, Saidina Umar bin

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


al-Khattab, Saidina Uthman bin Affan dan Saidina Ali bin Abu Talib. Sekiranya mereka
mencapai kata sepakat dalam sesuatu hukum maka berlakulah ijma’.
Terdapat perbedaan periodisasi fiqh di kalangan ulama fiqh kontemporer. Muhammad
Khudari Bek (ahli fiqh dari Mesir) membagi periodisasi fiqh menjadi enam periode. Menurut
Mustafa Ahmad az-Zarqa, periode keenam yang dikemukakan Muhammad Khudari Bek
tersebut sebenarya bisa dibagi dalam dua periode, karena dalam setiap periodenya terdapat ciri
tersendiri. Periodisasi menurut az-Zarqa adalah sebagai berikut:

1. Periode risalah.
Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad SAW sampai wafatnya Nabi SAW (11
H./632 M.). Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di tangan
Rasulullah SAW. Sumber hukum ketika itu adalah al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. Pengertian
fiqh pada masa itu identik dengan syariat, karena penentuan hukum terhadap suatu masalah
seluruhnya terpulang kepada Rasulullah SAW.
Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah. Pada
periode Makkah, risalah Nabi SAW lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. Ayat hukum
yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya, dan itu pun masih dalam rangkaian
mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan masyarakat jahiliyah menuju
penghambaan kepada Allah SWT semata. Pada periode Madinah, ayat-ayat tentang hukum
turun secara bertahap. Pada masa ini seluruh persoalan hukum diturunkan Allah SWT, baik
yang menyangkut masalah ibadah maupun muamalah. Oleh karenanya, periode Madinah ini
disebut juga oleh ulama fiqh sebagai periode revolusi sosial dan politik.

2. Periode al-Khulafaur Rasyidin.


Periode ini dimulai sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW sampai Mu'awiyah bin Abu
Sufyan memegang tampuk pemerintahan Islam pada tahun 41 H./661 M. Sumber fiqh pada
periode ini, disamping al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW, juga ditandai dengan munculnya
berbagai ijtihad para sahabat. Ijtihad ini dilakukan ketika persoalan yang akan ditentukan
hukumnya tidak dijumpai secara jelas dalam nash. Pada masa ini, khususnya setelah Umar bin
al-Khattab menjadi khalifah (13 H./634 M.), ijtihad sudah merupakan upaya yang luas dalam
memecahkan berbagai persoalan hukum yang muncul di tengah masyarakat. Persoalan hukum
pada periode ini sudah semakin kompleks dengan semakin banyaknya pemeluk Islam dari
berbagai etnis dengan budaya masing-masing.

3. Periode awal pertumbuahan fiqh.


Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-1 sampai awal abad ke-2 H. Periode ketiga ini
merupakan titik awal pertumbuhan fiqh sebagai salah satu disiplin ilmu dalam Islam. Dengan
bertebarannya para sahabat ke berbagai daerah semenjak masa al-Khulafaur Rasyidin (terutama
sejak Usman bin Affan menduduki jabatan Khalifah, 33 H./644 M.), munculnya berbagai fatwa
dan ijtihad hukum yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, sesuai dengan situasi
dan kondisi masyarakat daerah tersebut.

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


4. Periode keemasan.
Periode ini dimulai dari awal abad ke-2 sampai pada pertengahan abad ke-4 H. Dalam
periode sejarah peradaban Islam, periode ini termasuk dalam periode Kemajuan Islam Pertama
(700-1000). Seperti periode sebelumnya, ciri khas yang menonjol pada periode ini adalah
semangat ijtihad yang tinggi di kalangan ulama, sehingga berbagai pemikiran tentang ilmu
pengetahuan berkembang. Perkembangan pemikiran ini tidak saja dalam bidang ilmu agama,
tetapi juga dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan umum lainnya.
Dinasti Abbasiyah (132 H./750 M.-656 H./1258 M.) yang naik ke panggung pemerintahan
menggantikan Dinasti Umayyah memiliki tradisi keilmuan yang kuat, sehingga perhatian para
penguasa Abbasiyah terhadap berbagai bidang ilmu sangat besar. Para penguasa awal Dinasti
Abbasiyah sangat mendorong fuqaha untuk melakukan ijtihad dalam mencari formulasi fiqh
guna menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks.
Pada awal periode keemasan ini, pertentangan antara ahlul hadits dan ahlurra 'yi sangat
tajam, sehingga menimbulkan semangat berijtihad bagi masing-masing aliran. Semangat para
fuqaha melakukan ijtihad dalam periode ini juga mengawali munculnya mazhab-mazhab fiqh,
yaitu Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali. Upaya ijtihad tidak hanya dilakukan untuk
keperluan praktis masa itu, tetapi juga membahas persoalan-persoalan yang mungkin akan
terjadi yang dikenal dengan istilah fiqh taqdiri (fiqh hipotetis).

5. Periode tahrir, takhrij dan tarjih dalam mazhab fiqh.


Periode ini dimulai dari pertengahan abad ke-4 sampai pertengahan abad ke-7 H. Yang
dimaksudkan dengan tahrir, takhrij, dan tarjih adalah upaya yang dilakukan ulama masing-
masing mazhab dalam mengomentari, memperjelas dan mengulas pendapat para imam mereka.
Periode ini ditandai dengan melemahnya semangat ijtihad dikalangan ulama fiqh. Ulama fiqh
lebih banyak berpegang pada hasil ijtihad yang telah dilakukan oleh imam mazhab mereka
masing-masing, sehingga mujtahid mustaqill (mujtahid mandiri) tidak ada lagi.
Mustafa Ahmad az-Zarqa mengatakan bahwa dalam periode ini untuk pertama kali muncul
pernyataan bahwa pintu ijtihad telah tertutup. Menurutnya, paling tidak ada tiga faktor yang
mendorong munculnya pernyataan tersebut.
a. Dorongan para penguasa kepada para hakim (qadi) untuk menyelesaikan perkara di
pengadilan dengan merujuk pada salah satu mazhab fiqh yang disetujui khalifah saja.
b. Munculnya sikap at-taassub al-mazhabi yang berakibat pada sikap kejumudan (kebekuan
berpikir) dan taqlid (mengikuti pendapat imam tanpa analisis) di kalangan murid imam
mazhab.
c. Munculnya gerakan pembukuan pendapat masing-masing mazhab yang memudahkan orang
untuk memilih pendapat mazhabnya dan menjadikan buku itu sebagai rujukan bagi masing-
masing mazhab, sehinga aktivitas ijtihad terhenti. Ulama mazhab tidak perlu lagi melakukan
ijtihad, sebagaimana yang dilakukan oleh para imam mereka, tetapi mencukupkan diri
dalam menjawab berbagai persoalan dengan merujuk pada kitab mazhab masing-masing.
Dari sini muncul sikap taqlid pada mazhab tertentu yang diyakini sebagai yang benar, dan
lebih jauh muncul pula pernyataan haram melakukan talfiq.

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


6. Periode kemunduran fiqh.
Masa ini dimulai pada pertengahan abad ke-7 H. sampai munculnya Majalah al-Ahkam al-
'Adliyyah (Hukum Perdata Kerajaan Turki Usmani) pada 26 Sya'ban l293. Perkembangan fiqh
pada periode ini merupakan lanjutan dari perkembangan fiqh yang semakin menurun pada
periode sebelumnya. Periode ini dalam sejarah perkembangan fiqh dikenal juga dengan periode
taqlid secara membabi [Link] masa ini, ulama fiqh lebih banyak memberikan penjelasan
terhadap kandungan kitab fiqh yang telah disusun dalam mazhab masing-masing. Penjelasan
yang dibuat bisa berbentuk mukhtasar (ringkasan) dari buku-buku yang muktabar (terpandang)
dalam mazhab atau hasyiah dan takrir (memperluas dan mempertegas pengertian lafal yang di
kandung buku mazhab), tanpa menguraikan tujuan ilmiah dari kerja hasyiah dan takrir tersebut.
Mustafa Ahmad az-Zarqa menyatakan bahwa ada tiga ciri perkembangan fiqih yang
menonjol pada periode ini.
a. Munculnya upaya pembukuan terhadap berbagai fatwa, sehingga banyak bermunculan
buku yang memuat fatwa ulama yang berstatus sebagai pemberi fatwa resmi (mufti)
dalam berbagai mazhab.
b. Muncul beberapa produk fiqh sesuai dengan keinginan penguasa Turki Usmani, seperti
diberlakukannya istilah at-Taqaddum (kedaluwarsa) di pengadilan. Disamping itu, fungsi
ulil amri (penguasa) dalam menetapkan hukum (fiqh) mulai diakui, baik dalam
menetapkan hukum Islam dan penerapannya maupun menentukan pilihan terhadap
pendapat tertentu
c. Di akhir periode ini muncul gerakan kodifikasi hukum (fiqih) Islam sebagai mazhab
resmi pemerintah. Hal ini ditandai dengan prakarsa pihak pemerintah Turki Usmani,
seperti Majalah al-Ahkam al-'Adliyyah yang merupakan kodifikasi hukum perdata yang
berlaku di seluruh Kerajaan Turki Usmani berdasarkan fiqih Mazhab Hanafi

Lampiran 2. Instrumen Asesmen


1. Assesmen Formatif (Selama Proses
Pembelajaran) Dimensi Sikap:
a. Unjuk Kerja 1
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Saintifik
No Nama Siswa Aspek Yang diamati Skor
Ide/Gagasan Aktif Kerja 1 2 3 4
sama
1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammad
Nilai = skor x 25

b. Unjuk Kerja 2
Pengamatan : Menyebutkan pengertian fikih menurut ulama’
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Nama :
Kreteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu
Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
pengertian menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
fikih menurut pengertian sebagian sebagian kecil pengertian fikih
fikih pengertian pengertian fikih menurut ulama’
ulama’ menurut fikih menurut ulama’
ulama’secara
menurut
lengkap
ulama’

c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menjelaskan perkembangan fikih
Nama :
Kreteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu
Bimbingan
Guru
Menjelaskan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
perkembangan menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
fikih dalam perkembangan sebagian sebagian kecil perkembangan
satu periode fikih dalam perkembangan perkembangan fikih dalam
satu periode fikih dalam fikih dalam periode
secara satu periode periode
lengkap
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

2. Asesmen Sumatif (Asesmen setelah proses pembelajaran)

a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan jelas!
1) Jelaskas ruang lingkup pembahasan fikih!
2) Apa perbedaan syariah dangan fikih?
3) Jalaskan!jika fikih itu sudah ada sejak pada masa nabi!
4) Jelaskan perbedaan perkembangan fikih pada masa sahabat dan tabiin!
5) Jelaskan perbedaan perkembangan fikih pada masa Tabiin dan tabi’it tabi’in!

Skor Perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


Konversi Nilai
Konversi Nilai Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

b. Assesmen Keterampilan
Asesmen keterampilan presentasi
Kelompok :…..
NO Nama Peserta Penggunaan Kejelasan Komunik Kebenaran
Didik Bahasa Penyampaian atif Konsep
1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammad
Keterangan: Isilah dengan kreterian sangat baik, baik, cukup atau kurang pada setiap kolom Rubrik

Asesmen keterampilan presentasi


No Indikator Kreteria Kreteria Kreteria Kreteria
Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian Penilaian
kurang Cukup Baik Sangat Baik
1 Penggunaan Menggunakan Menggunakan Menggunaka Menggunaka
Bahasa bahasa yang bahasa yang n bahasa n bahasa
kurang baik, baik, akan yang baik, yang baik,
kurang baku tetapi kurang baku akan baku dan
dan tidak baku dan tetapi tidak terstruktur
terstruktur tidak terstruktur
terstruktur
2 Kejelasan Artikulasi Artikulasi Artikulasi Artikulasi
Penyampaian kurang jelas, jelas, akan jelas, suara jelas, suara
suara tidak tetapi suara terdengar dan terdengar dan
terdengan dan kurang agak bertele- tidak bertele-
bertele-tele terdengar dan tele tele
bertele-tele
3 Komunikatif Membaca seringa kadang tidak
catatan membaca membaca membaca
sepanjang catatan catatan catatan
menjelaskan sepanjang sepanjang sepanjang
menjelaskan menjelaskan menjelaskan
4 Kebenaran Menjelaskan 1 Menjelaskan Menjelaskan Menjelaskan
Konsep dari 4 konsep 2 dari 4 2 dari 4 semua konsep
dengan benar konsep konsep dengan benar
dengan benar dengan benar

Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Konversi Nilai
Konversi Nilai Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

Mengetahui, Jakarta,.....................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,

(………………………………) (..............................................)

Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh
guru sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.

Modul Ajar Mapel Fikih 10.1


TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah
Aliyah Mata Pelajaran : Fikih
Fase :F
Kelas : XI dan XII
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA

ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MATERI TUJUAN


(CP) PEMBELAJAR
AN (TP)
FikihMu’amal Peserta didik memiliki Memahami Jinayah Memahami jinayahsecara komprehensif
ah pemahamanyang komprehensif dengan maqasidsyari’ah disertai dalil
tentang ketentuanjinayah, hudud, bughat, danistidlal agar tumbuh kesadarantidak
riddah danketentuanperadilandalam melakukanperbuatantercela dan
Islamserta implementasinya tumbuhkarakter rahmatanlil ‘alamin
dalamkonteks Memahami Hudud Memahami hududsecara komprehensif
kehidupanbermasyarakat dengan maqasidsyari’ahdiserta dalil
yangmajemuk, berbangsa, danistidlal agar tumbuh kesadarantidak
danbernegara disertai analisa dalil melakukanperbuatan maksiat, dan
danistidlal yang komprehensif tumbuh karakter rahmatanlil ‘alamin
denganmaqasid syari’ah, sehingga Memahami Bughat Memahami bughat secarakomprehensif agar
penerapannya tetapdapat menjaga tumbuh
karakter Islamrahmatanlil’alamin. sikapnasionalismedalamkehidupanbermasyar
Peserta didik akat yangmajemuk, berbangsa,
menganalisisketentuanhukum danbernegara
perkawinan, talak, rujuk, Memahami Riddah Memahami riddah secara komprehensif
warisdanwasiat, serta
dengan maqasidsyari’ahdisertai dalil
implementasinya dengananalisisdalil
danistidlal supaya bertambahnya
yang komprehensif, sehingga
imandantaqwa
mampumewujudkan
Memahami Peradilan Memahami peradilansecara komprehensif
kehidupanharmonisdandamai
dengan maqasid syari’ah disertai dalil
dalamkonteks
danistidlal agar tumbuh
kehidupanbermasyarakat
jiwa adil dantumbuh karakter rahmatanlil
yangmajemuk , berbangsa,
‘alamin
danbernegara. Memahami Perkawinan Menganalisishukumperkawinandanperundan
g- undanganserta implementasinya
dengananalisisdalil yangkomprehensif,
sehingga mampumewujudkan
kehidupanrumahtangga
yangsakinahmawaddahwa rahmah.
Menganalisis Talak Menganalisistalakagar tumbuh
kesadarantidak melakukanperbuatantalak,
sehingga mampu
mewujudkankehidupanharmonisdandamai
dalam rumahtangga.
Menganalisis Rujuk Menganalisisrujukdan
implementasinyadengan analisisdalil
yang komprehensif, sehingga mampu
mewujudkankehidupanharmonisdandamai
dalam
kontekskehidupanberumahtangga.
Menganalisis Waris Menganalisiswarisdanpembagianharta
warisserta
implementasinyadengananalisisdalil yang
komprehensif, sehingga
mampumewujudkankeadilan
dalampembagianhartawarisdanhiduprukuns
erta harmonisdiantara ahli waris.
Menganalisis Wasiat Menganalisiswasiat serta implementasinya
dengan analisisdalil yang komprehensif,
sehingga mampu
mewujudkankehidupankeluarga
yangharmonisdan
damai.
Ushul Fikih Pesertadidik memiliki Memahami Konsep Ushul Memahami konsepushul fikihberupaobyek,
pemahamanyang komprehensif Fikih tujuandan sejarahpertumbuhanserta
tentang konsep ushul fikihberupa perkembanganUshul Fikih sehingga
sumber hukumIslamyang mampumemahami Fikihsecara menyeluruh
muttafaq(disepakati) danmukhtalaf sebagai sarana untuk meresponfenomena
(tidak disepakati), konsep kehidupan.
berijtihaddanbermadzhab, konsep al- Memahami Sumber Memahami konsepushul fikihberupa
hakim, hukum sumberhukum Islammuttafaq(disepakati)
al-hukmu, al-mahkumfih, danal-mahkum Islammuttafa danimplementasinya dengananalisisdalil
‘alaih, al-qawaidul q danistidlal secara komprehensif
khamsahdankaidahushul (disepakati sebagai pedomanhidupagar bahagia
fikihdengananalisisdalil danistidlal ) danselamat di dunia danakhirat.
secara komprehensif sebagai sarana Memahami Sumber Memahami konsepushul fikihberupa sumber
untuk merespon fenomena hukum hukum Islammukhtalaf (tidak disepakati)
kehidupan. Islammukhtal dan implementasinya dengananalisisdalil
af (tidak secara
disepakati)
komprehensif sebagai pedomanhidupagar
bahagia dan selamat di dunia danakhirat.
Memahami Ijtihadda Memahami konsepushul fikihberupa
n ijtihad dan
bermadzh pentingnyabermadzhabserta
ab implementasinya dengananalisisdalil
secara komprehensif sebagai sarana
untuk meresponfenomena kehidupan.
Memahami Al-hakim, al- Memahami Al-hakim, al-hukmu, al-mahkumfih,
hukmu, al- danal- mahkum‘alaih danimplementasinya
mahkumfih, dan dengananalisis dalil secara komprehensif
al- sebagai sarana untuk
mahkum‘alaih meresponfenomena kehidupan.
Memahami Al-qawaidul Memahami Al-qawaidulkhamsah
khamsah danimplementasinya dengananalisisdalil
secara komprehensif sebagai sarana untuk
meresponfenomena kehidupan.
Memahami KaidahUshul Memahami kaidahushul fikih secara
Fikih komprehensif dan implementasinya sebagai
sarana untuk merespon fenomena
kehidupan.
Contoh 1

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN


CAPAIAN TUJUAN ATP JAM ATP JAM
PEMBELAJARAN (CP) PEMBELAJARAN (TP) KELAS XI PELAJAR KELAS XII PELAJAR
AN (JP) AN (JP)
Peserta didik memiliki Memahami 11.1 Jinayah 8 - -
jinayahsecara
pemahamanyang komprehensif
dengan
komprehensif maqasidsyari’ahdise
tentang rtai
ketentuanjinayah, dalil danistidlal agar
hudud,
bughat, riddah dan tumbuh
kesadarantidak
ketentuanperadilan melakukanperbuatan
dalamIslamserta tercela dantumbuh
implementasinya karakter rahmatanlil
dalam
kontekskehidupan ‘alamin.
bermasyarakat yang Memahami 11.2 Hudud 10 - -
hududsecara
majemuk, berbangsa, komprehensif
dan dengan
bernegara disertai maqasidsyari’ahdisert
analisa a
dalil danistidlal yang dalil danistidlal agar
komprehensif tumbuh
dengan kesadarantidak
maqasidsyari’ah, melakukanperbuatan
sehingga maksiat, dantumbuh
penerapannya
tetapdapat menjaga karakter rahmatanlil
karakter ‘alamin.
Islamrahmatan
lil’alamin. Memahami bughat 11.3Bughat 4 - -
secara
Peserta didik komprehensif agar
menganalisisketentu tumbuh sikap
an
hukumperkawinan, nasionalismedalam
talak,
rujuk, kehidupanbermasyar
warisdanwasiat, akat
serta yangmajemuk,
implementasinya berbangsa,
dengananalisisdalil danbernegara
yang
komprehensif, Memahami 11.4Riddah 4 - -
sehingga riddahsecara
mampumewujudkan komprehensif
kehidupanharmonisd dengan
an damai maqasidsyari’ahdis
dalamkonteks ertai dalil
kehidupanbermasyara danistidlal supaya
kat yangmajemuk , bertambahnya
imandan taqwa.
berbangsa, Memahami peradilan 11.5Peradilan 6 - -
danbernegara.
secara komprehensif
denganmaqasidsyari
’ah
disertai dalil
danistidlal
agar tumbuh jiwa
adil dan
tumbuh karakter
rahmatanlil ‘alamin.
Menganalisishukum 11.6Perkawinan 8 - -
perkawinandan
perundang-
undangan
serta
implementasinya
dengananalisisdalil
yang
komprehensif,
sehingga
mampumewujudkan
rumahtangga yang
sakinahmawaddahw
a
rahmah.
Menganalisistalakag 11.7Talak 8 - -
ar
tumbuh
kesadarantidak
melakukanperbuatan
talak, sehingga
mampu
mewujudkankehidup
an
harmonisdandamai
dalamrumahtangga.
Menganalisisrujukser 11.8Rujuk 4 - -
ta
implementasinya
dengan
analisisdalil yang
komprehensif,
sehingga
mampumewujudka
n
kehidupanharmonis
dan damai
dalamkonteks
kehidupanberuma
h tangga.
Menganalisiswarisd 11.9Waris 16 - -
an
pembagianhartawa
ris serta
implementasinya
dengananalisisdalil
yang komprehensif,
sehingga
mampumewujudka
n keadilandalam
pembagianharta
waris
danhiduprukunsert
a
harmonisdiantara ahli
waris.
Menganalisiswasiat 11.10Wasiat 4 - -
serta
implementasinya
dengan analisisdalil
yang komprehensif,
sehingga
mampumewujudka
n
kehidupankeluarga
yang
harmonisdandamai
.
Peserta didik Memahami - - 12.1 KonsepUshul Fikih 8
memiliki konsepushul
pemahamanyang fikihberupa obyek,
komprehensif tujuan
tentang dansejarahpertumbu
konsepushul han serta
fikihberupa sumber perkembangan
hukumIslamyang Ushul
Fikihsehingga
muttafaq(disepakati) mampumemahami
dan mukhtalaf Fikih secara
(tidak disepakati, menyeluruh sebagai
konsep sarana untuk
berijtihaddan meresponfenomena
bermadzhab, kehidupan.
konsep al- hakim, al- Memahami 12.2Sumber 8
hukmu, al- konsepushul hukumIslam
mahkumfih, danal- fikihberupa muttafaq(disepakati)
mahkum‘alaih, al- sumber
qawaidul hukumIslammuttafa
khamsahdan q (disepakati) dan
kaidahushul implementasinya
fikihdengan dengan analisisdalil
analisisdalil dan dan istidlal secara
istidlal secara komprehensif
komprehensif sebagai
sebagai sarana pedomanhidup
untuk agar bahagia
meresponfenomen danselamat
a kehidupan. di dunia danakhirat.
Memahami - 12.3 Sumber 12
konsepushul - hukumIslam
fikihberupa mukhtalaf (tidak
sumber disepakati)
hukumIslammukhtal
af (tidak
disepakati) dan
implementasinya
dengan
analisisdalil
secara
komprehensif
sebagai
pedomanhidupag
ar bahagia
danselamat di
dunia danakhirat.
Memahami - - 12.4Ijtihaddanbermadz 8
konsepushul hab
fikihberupa ijtihad
dan pentingnya
bermadzhab serta
implementasinya
dengananalisisd
alil secara
komprehensif
sebagai sarana untuk
meresponfenomena
kehidupan.
Memahami Al-hakim, - - 12.5 Al-hakim, al-hukmu, 8
al- hukmu, al- al- mahkumfih,
mahkumfih, danal- danal-
mahkum‘alaih mahkum‘alaih
implementasinya
dengan
analisisdalil
secara
komprehensif
sebagai
sarana untuk
merespon fenomena
kehidupan.
Memahami Al- - - 12.6 Al-qawaidul 10
qawaidul khamsah khamsah
implementasinya
dengan analisisdalil
secara komprehensif
sebagai sarana
untuk merespon
fenomena
kehidupan.
Memahami - - 12.7 KaidahUshul Fikih 18
kaidahushul fikih
secara komprehensif
danimplementasiny
a sebagai sarana
untuk
meresponfenomena
kehidupan.
Contoh 2

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)


CAPAIAN TUJUAN ATP JAM ATP JAM
PEMBELAJARAN (CP) PEMBELAJARAN (TP) KELAS XI PELAJAR KELAS XII PELAJAR
AN (JP) AN (JP)
Peserta didik Menganalisishuku 11.6Perkawinan 8 - -
memiliki m perkawinandan
pemahamanyang perundang-
komprehensif undangan serta
tentang implementasinya
ketentuanjinayah, dengananalisisdalil
hudud, bughat, riddah yang komprehensif,
dan sehingga
ketentuanperadilan mampumewujudka
dalamIslamserta n
implementasinya kehidupanrumahtan
dalam gga
kontekskehidupan yangsakinahmawad
bermasyarakat dah
yang majemuk, wa rahmah.
berbangsa, dan Menganalisistalakagar 11.7Talak 8 - -
bernegara disertai tumbuh
analisa dalil kesadarantidak
danistidlal yang melakukanperbuatan
komprehensif talak, sehingga
dengan mampu
maqasidsyari’ah, mewujudkankehidupa
sehingga n
penerapannya harmonisdanda
tetapdapat mai
menjaga karakter dalamrumahtan
Islamrahmatan gga.
lil’alamin. Menganalisisrujukse 11.8Rujuk 4 - -
Peserta didik rta implementasinya
menganalisisketent dengan
uan analisisdalil yang
hukumperkawinan, komprehensif,
talak, rujuk, sehingga
warisdanwasiat, mampumewujudka
serta n
implementasinya kehidupanharmonis
dengananalisisdalil dan
yang damai dalamkonteks
kehidupanberumah
komprehensif, tangga.
sehingga Memahami 11.1 Jinayah 8 - -
mampumewujudka jinayahsecara
n komprehensif
kehidupanharmonis dengan
dan damai maqasidsyari’ahdiser
dalamkonteks tai dalil danistidlal
kehidupanbermasyar agar tumbuh
akat yangmajemuk kesadarantidak
, berbangsa, melakukanperbuata
danbernegara. n tercela
dantumbuh karakter
rahmatanlil
‘alamin
Memahami 11.2 Hudud 10 - -
hududsecara
komprehensif
dengan
maqasidsyari’ahdiserta
dalil danistidlal agar
tumbuh
kesadarantidak
melakukanperbuata
n maksiat,
dantumbuh karakter
rahmatanlil
‘alamin
Memahami bughat 11.3Bughat 4 - -
secara komprehensif
agar tumbuh sikap
nasionalismedalam
kehidupanbermasyara
kat yangmajemuk,
berbangsa,
danbernegara.
Memahami riddah 11.4Riddah 4 - -
secara
komprehensif
dengan
maqasidsyari’ahdis
ertai dalil
danistidlal supaya
bertambahnya
imandan taqwa
Memahami peradilan 11.5Peradilan 6 - -
secara komprehensif
denganmaqasidsyari’
ah disertai dalil
danistidlal agar
tumbuh jiwa adil dan
tumbuh karakter
rahmatanlil ‘alamin
Menganalisiswarisd 11.9Waris 16 - -
an
pembagianharta
waris serta
implementasinya
dengananalisisdalil
yang komprehensif,
sehingga
mampumewujudka
n keadilandalam
pembagianharta
waris
danhiduprukunsert
a
harmonisdiantara ahli
waris.
Menganalisiswasiat 11.10Wasiat 4 - -
serta
implementasinya
dengan analisisdalil
yang komprehensif,
sehingga
mampumewujudka
n
kehidupankeluarga
yang
harmonisdandamai.
Peserta didik Memahami - - 12.1 KonsepUshul Fikih 8
memiliki konsepushul
pemahamanyang fikihberupa obyek,
komprehensif tujuan
tentang konsepushul dansejarahpertumbu
fikihberupa han serta
perkembangan
sumber Ushul Fikihsehingga
hukumIslamyang mampumemahami
muttafaq(disepakati) Fikih secara
dan mukhtalaf (tidak menyeluruh sebagai
disepakati, konsep sarana untuk
berijtihaddan meresponfenomena
bermadzhab, kehidupan.
konsep al- hakim, al- Memahami 12.2Sumber 8
hukmu, al- konsepushul hukumIslam
mahkumfih, danal- fikihberupa muttafaq(disepakati)
mahkum‘alaih, al- sumber
qawaidul hukumIslammuttafa
khamsahdan q (disepakati) dan
kaidahushul implementasinya
fikihdengan dengan analisisdalil
analisisdalil dan dan istidlal secara
istidlal secara komprehensif
komprehensif sebagai
sebagai sarana pedomanhidup
untuk agar bahagia
meresponfenomena danselamat
kehidupan. di dunia danakhirat.
Memahami - 12.3 Sumber 12
konsepushul - hukumIslam
fikihberupa mukhtalaf (tidak
sumber disepakati)
hukumIslammukhtal
af (tidak
disepakati) dan
implementasinya
dengan
analisisdalil
secara
komprehensif
sebagai
pedomanhidupag
ar
bahagia danselamat
di dunia
danakhirat.
Memahami - - 12.4Ijtihaddanbermadz 8
konsepushul hab
fikihberupa ijtihad
dan pentingnya
bermadzhab serta
implementasinya
dengananalisisdal
il
secara komprehensif
sebagai sarana untuk
meresponfenomena
kehidupan.
Memahami Al-hakim, - - 12.5 Al-hakim, al-hukmu, 8
al- hukmu, al- al- mahkumfih,
mahkumfih, danal- danal-
mahkum‘alaih mahkum‘alaih
implementasinya
dengan
analisisdalil
secara
komprehensif
sebagai sarana
untuk merespon
fenomena
kehidupan.
Memahami Al- - - 12.6 Al-qawaidul 10
qawaidul khamsah khamsah
implementasinya
dengan analisisdalil
secara komprehensif
sebagai sarana
untukmerespon
fenomena
kehidupan.
Memahami - - 12.7 KaidahUshul Fikih 18
kaidahushul fikih
secara komprehensif
danimplementasiny
a sebagai sarana
untuk
meresponfenomena
kehidupan.
Contoh 3

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)


CAPAIAN TUJUAN ATP JAM ATP JAM
PEMBELAJARAN (CP) PEMBELAJARAN (TP) KELAS XI PELAJAR KELAS XII PELAJAR
AN (JP) AN (JP)
Peserta didik Menganalisiswarisd 11.9Waris 16 - -
memiliki an
pemahamanyang pembagianharta
komprehensif waris serta
tentang implementasinya
ketentuanjinayah, dengananalisisdalil
hudud, bughat, riddah yang komprehensif,
dan sehingga
ketentuanperadilan mampumewujudka
dalamIslamserta n keadilandalam
implementasinya pembagianharta
dalam waris
kontekskehidupan danhiduprukunsert
bermasyarakat a
yang majemuk, harmonisdiantara
berbangsa, dan ahli
bernegara disertai waris.
analisa dalil Menganalisiswasiat 11.10Wasiat 4 - -
danistidlal yang serta
komprehensif implementasinya
dengan dengan analisisdalil
maqasidsyari’ah, yang komprehensif,
sehingga sehingga
penerapannya mampumewujudka
tetapdapat n
menjaga karakter kehidupankeluarga
Islamrahmatan yang
lil’alamin. harmonisdandamai
.
Peserta didik Menganalisishuku 11.6Perkawinan 8 - -
menganalisisketent m perkawinandan
uan perundang-
hukumperkawinan, undangan serta
talak, rujuk, implementasinya
warisdanwasiat, dengananalisisdalil
serta yang komprehensif,
implementasinya sehingga
dengananalisisdalil mampumewujudkan
yang
komprehensif, kehidupanrumahtan
sehingga gga
mampumewujudka yangsakinahmawad
n dah wa rahmah.
kehidupanharmonis Menganalisistalakagar 11.7Talak 8 - -
dan damai tumbuh
dalamkonteks kesadarantidak
kehidupanbermasyar melakukanperbuatan
akat yangmajemuk talak, sehingga
, berbangsa, mampu
danbernegara. mewujudkankehidupa
n
harmonisdandamai
dalamrumahtangga.
Menganalisisrujukse 11.8Rujuk 4 - -
rta implementasinya
dengan
analisisdalil yang
komprehensif,
sehingga
mampumewujudka
n
kehidupanharmonis
dan damai
dalamkonteks
kehidupanberuma
h
tangga.
Memahami 11.1 Jinayah 8 - -
jinayahsecara
komprehensif
dengan
maqasidsyari’ahdiser
tai dalil danistidlal
agar tumbuh
kesadarantidak
melakukanperbuata
n tercela
dantumbuh karakter
rahmatanlil ‘alamin.
Memahami 11.2 Hudud 10 - -
hududsecara
komprehensif
dengan
maqasidsyari’ahdiserta
dalil danistidlal agar
tumbuh
kesadarantidak
melakukanperbuata
n maksiat,
dantumbuh karakter
rahmatanlil ‘alamin
Memahami bughat 11.3Bughat 4 - -
secara komprehensif
agar tumbuh sikap
nasionalismedalam
kehidupanbermasyara
kat
yangmajemuk,
berbangsa,
danbernegara
Memahami 11.4Riddah 4 - -
riddahsecara
komprehensif
dengan
maqasidsyari’ahdis
ertai dalil
danistidlal supaya
bertambahnya
imandan taqwa
Memahami peradilan 11.5Peradilan 6 - -
secara komprehensif
denganmaqasidsyari’
ah disertai dalil
danistidlal agar
tumbuh jiwa adil dan
tumbuh karakter
rahmatanlil ‘alamin
Peserta didik Memahami - - 12.1 KonsepUshul Fikih 8
memiliki konsepushul
pemahamanyang fikihberupa obyek,
komprehensif tujuan
tentang konsepushul dansejarahpertumbu
fikihberupa han serta
perkembangan
sumber Ushul Fikihsehingga
hukumIslamyang mampumemahami
muttafaq(disepakati) Fikih secara
dan mukhtalaf (tidak menyeluruh sebagai
disepakati, konsep sarana untuk
berijtihaddan meresponfenomena
bermadzhab, kehidupan.
konsep al- hakim, al- Memahami - - 12.7 KaidahUshul Fikih 18
hukmu, al- kaidahushul fikih
mahkumfih, danal- secara komprehensif
mahkum‘alaih, al- danimplementasiny
qawaidul a sebagai sarana
khamsahdan untuk
kaidahushul meresponfenomena
fikihdengan kehidupan.
analisisdalil dan Memahami - - 12.4Ijtihaddan 8
istidlal secara konsepushul bermadzhab
komprehensif fikihberupa ijtihad
sebagai sarana dan pentingnya
untuk bermadzhab serta
meresponfenomena implementasinya
kehidupan. dengananalisisdal
il secara
komprehensif
sebagai sarana
untuk
meresponfenomen
a
kehidupan.
Memahami 12.2Sumber 8
konsepushul hukumIslam
fikihberupa muttafaq(disepakati)
sumber
hukumIslammuttafa
q (disepakati) dan
implementasinya
dengan analisisdalil
dan istidlal secara
komprehensif
sebagai
pedomanhidup
agar bahagia
danselamat
di dunia danakhirat.
Memahami - 12.3 Sumber 12
konsepushul - hukumIslam
fikihberupa mukhtalaf (tidak
sumber disepakati)
hukumIslammukhtal
af (tidak
disepakati) dan
implementasinya
dengan
analisisdalil
secara
komprehensif
sebagai
pedomanhidupag
ar bahagia
danselamat di
dunia danakhirat.
Memahami Al- - - 12.6 Al-qawaidul 10
qawaidul khamsah khamsah
implementasinya
dengan analisisdalil
secara komprehensif
sebagai sarana
untuk merespon
fenomena
kehidupan.
Memahami Al-hakim, - - 12.5 Al-hakim, al-hukmu, 8
al- hukmu, al- al- mahkumfih,
mahkumfih, danal- danal-
mahkum‘alaih mahkum‘alaih
implementasinya
dengan
analisisdalil
secara
komprehensif
sebagai sarana
untuk merespon
fenomena
kehidupan.
MODUL AJAR

FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS XII
FASE F

Disusun oleh
Dewi
Masyithoh

P
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS XII
FASE F

[Link] Urmmuamsi
Umum
Identitas Modul:
Nama Penyusun : Dewi Masyithoh
Nama Intitusi : MAN 1
Mojokerto
Tahun Pelajaran :
2022/2023 Satuan Pendidikan :
MA
Kelas XII
Mata pelajaran : Fikih
Alokasi waktu : 2 JP X 4
Fase :F
Elemen : Ushul Fikih
Kompetensi awal (hasil asesmen awal):
Untuk mengecek pengetahuan dan keterampilan prasyarat untuk belajar
tentang konsep ushul fikih berijtihad dan bermazhab, juga untuk mengecek
sejauh mana pemahaman/pengalaman peserta didik dalam hal pengetahuan
konsep ushul fikih berijtihad dan bermazhab, guru mencoba secara acak satu
atau dua peserta didik untuk mendefinisikan secara sederhana pengertian
ijtihad dan mazhab dengan memperlihatkan guntingan kertas yang sudah
dibuat guru (media by desain).
1. Sebagian peserta didik telah mengetahui pengertian berijtihad dan
bermazhab
2. Sebagian peserta didik telah memahami cara ulama melaksanakan ijtihad
3. Sebagian peserta didik telah memahami cara bermazhab

Profil Pelajar Pancasila dan PP RA:


- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
- Berpikir Kritis,
- Berkeadaban (ta`addub),
- Keteladanan (qudwah)

Sarana dan prasarana:


a. Media:
LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan internet
b. Sumber Belajar:
LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

2
Target Peserta didik : - Peserta didik reguler/umum
- Pesera didik dengan hambatan belajar
- Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah peserta didik : 32 orang
Model Pembelajaran : Discovery learning
Metode : Diskusi, Market of place dan Karya kunjung

B. Kegiatan Inti
Tujuan Pembelajaran
Memahami konsep ushul fikih berupa ijtihad dan pentingnya bermadzhab
serta implementasinya dengan analisis dalil secara komprehensif sebagai
sarana untuk merespon fenomena kehidupan.

Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP)


Melalui model pembelajaran Discovery Learning, peserta didik dapat:
1. Menyebutkan dasar hukum ijtihad.
2. Menyebutkan syarat-syarat menjadi mujtahid (orang yang berijtihad).
3. Menyebutkan tingkatan mujtahid (orang yang berijtihad).
4. Memahami ketentuan berijtihad.
5. Menyebutkan dasar hukum bermazhab.
6. Mengklasifikasikan tata cara bermazhab.

Pemahaman Bermakna

Islam berkembang dari masa ke masa dimulai dari masa Nabi Muhamamd
Saw. kemudian masa sahabat, dilanjutkan dengan masa tabi’in dan sampai
dengan sekarang. Seiring dengan berkembangnya Islam maka berkembang
pula masalah yang dihadapi umat Islam, namun demikian tetaplah al-Qur’an,
al-Hadis, Ijma’ dan Qiyas sebagai sumber hukum, untuk mengatasi masalah
tersebut ada satu metodologi dalam Islam untuk menentukan suatu hukum
yang disebut dengan ijtihad.
Ijtihad mulai ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw, namun baru mulai
tampak pada masa sahabat, disebabkan pada zaman Nabi Muhammad Saw.
segala permasalahan umat dapat langsung ditanyakan kepada Nabi
Muhammad Saw. Pada masa sahabat metode ijtihad mulailah dibutuhkan
oleh umat untuk menentukan hukum yang tidak dijelaskan secara terperinci
dalam al-Qur’an dan al-Hadis.
Setelah masa Rasulullah terjadi perkembangan pada masa sahabat dan
dilanjutkan masa tabi’in (masa setelah sahabat). Ulama yang melakukan
ijtihad berdasarkan ilmunya maka lahirlah ulama mazhab.

Kata Kunci
- Ijtihad
- Mazhab

3
Pertanyaan Pemantik
1. Seberapa penting belajar materi ijtihad ? Jelaskan !
2. Apakah benar pernyataan bahwa sekarang pintu ijtihad sudah tertutup ?
Jelaskan alasannya !
3. Mengapa bermazhab itu sangat penting bagi seorang mukmin pada zaman
sekarang ? Jelaskan !
4. Klasifikasikan tata cara bermazhab !
5. Bagaimana cara menghargai perbedaan mazhab (mazahibul arba’ah)?
Jelaskan !

Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif,
jaringan internet dan link youtube (shalat para mazahibul arba’ah)
2. Guru menyiapkan PPT tentang ijtihad dan bermazhab sebagai bahan
bacaan.
3. Guru menyiapkan tayangan video tentang tata cara shalat mazahibul
arba’ah
4. Guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1
Kegiatan Pendahuluan (10 menit )
1. Guru mengucap salam, selanjutnya membimbing peserta didik untuk
berdo’a.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.
3. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
4. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan tentang berijtihad
5. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Guru memberikan stimulus berupa narasi contoh ulama mazhab
melakukan ijtihad
2. Peserta didik mengamati narasi yang diberikan atau disampaikan oleh
guru
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila terutama bagi peserta
didik yang belum memahami narasi yang disampaikan . (Diferensiasi
proses)
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci materi yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran pada materi ijtihad:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada
kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke
kelompoknya.

4
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas
pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta
didik memberikan jawaban yang kurang tepat.

Kegiatan Penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a

Pertemuan 2
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru mengucap salam, selanjutnya membimbing peserta didik untuk
berdo’a.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.
3. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
4. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan ijtihad dan
bermazhab.
5. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.

Kegiatan Inti (60 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati berupa narasi contoh
ulama mazhab melakukan ijtihad
2. Peserta didik mengamati narasi materi ijtihad dan bermazhab.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami materi ijtihad
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran pada materi ini adalah karya
kunjung, dengan aktivitas sebagai berikut:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada
kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke
kelompoknya.
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas
pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta
didik memberikan jawaban yang kurang tepat.
7. Guru memfasilitasi lama waktu yang peserta didik butuhkan untuk
menyelesaikan tugas. Dalam hal ini untuk memberikan dukungan bagi
peserta didik yang mengalami kesulitan atau sebaliknya mendorong yang
cepat untuk mengejar materi secara lebih mendalam. (Diferensiasi proses)

5
Kegiatan penutup (10 menit)
1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung.
4. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
5. Mengingatkan akan pentingnya memahami makna ijtihad.

Pertemuan 3
Kegiatan Pendahuluan(10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang berijtihad

Kegiatan Inti (60 menit)


1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati berupa Power Point
klasifikasi bermazhab
2. Peserta didik mengamati Power Point klasifikasi bermazhab dengan baik.
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila peserta didik belum
memahami Power Point.
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci materi yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dengan metode diskusi dan mind mapping dengan aktivitas
sebagai berikut:
a) Guru membagi materi pada masing-masing kelompok.
b) Masing-masing kelompok mendiskusikan materi klasifikasi bermazhab
dan membuat mind mapping atau bahan yang akan dijual belikan.
c) Peserta didik menentukan anggota yang akan menunggu di “toko”
sebagai penjual dan anggota lain akan masuk ke “toko lain” sebagai
pembeli untuk mengumpulkan informasi.
d) Pembeli kembali ke kelompok masing-masing untuk saling meneliti
hasil belanja kemudian mengajarkan semua topik yang mereka
temukan kepada penunggu “toko”
6. Guru memberikan penguatan tentang tata cara bermazahab yang benar.

Kegiatan penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya bermazhab

Pertemuan 4
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran

6
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan materi dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
3. Menyediakan media, bahan dan perlengkapan yang diperlukan
4. Guru mengajak peserta didik mempelajari biografi ulama mazhab
(mazahibul ‘arba’ah)
5. Memilih peserta didik atau kelompok peserta didik untuk menceritakan
biografi ulama’ mazhab (mazahibul arba’ah) dengan menggunakan
bahasanya sendiri secara singkat
6. Setiap peserta didik lainnya mengamati peserta didik yang sedang
bercerita biografi ulama mazhab (mazahibul arba’ah)
7. Masing-masing peserta didik atau perwakilan kelompok menyampaikan
hasil pengamatan
8. Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang telah dapat
mencerikan biografi ulama mazhab (mazahibul arba’ah) secara singkat
dengan menggunakan bahasanya sendiri.
9. Guru memberikan penguatan bahwa bermazhab itu penting jika tidak bisa
melakukan ijtihad sendiri dan tidak memenuhi syarat untuk berijtihad.

Kegiatan Penutup (10 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
4. Mengingatkan akan pentingnya bermazhab

Pembelajaran Berdiferensiasi
 Untuk peserta didik yang sudah memahami materi ini sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan
untuk membaca materi ijtihad dan bermazhab dari berbagai referensi
yang relevan.
 Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
 Untuk peserta didik yang kesulitan belajar materi ini, disarankan untuk
belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar
kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga
disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum
belajar materi ijtihad dan bermazhab, guru memberikan pertanyaan
kepada peserta mengenai thaharah baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1. Apakah yang Anda ketahui tentang ijtihad ?
2. Sebutkan syarat menjadi mujtahid (orang yang berijtihad) !
3. Sebutkan tingkatan mujtahid (orang yang melakukan ijtihad)
4. Apakah yang Anda ketahui tentang mazhab ?

7
5. Klasifikasikan tata cara bermazhab !
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Sudah Belum
No. Kompetensi dan Lingkup Materi
(%) (%)
1 Mengenal pengertian ijtihad
2 Menyebutkan syarat menjadi mujtahid
(orang yang berijtihad)
3 Menyebutkan tingkatan mujtahid (orang
yang melakukan ijtihad)
4 Mengenal pengertian mazhab
5 Mengklasifikasikan tata cara bermazhab

Tindak lanjut hasil asesmen awal

No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5
1 Mukhtar diberi referensi agar
dibaca di rumah
2 Aisyah
3 dst

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran
berlangsung, khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi
dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode Diskusi
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Faisal
2 Zulaihah
3 Badriyah
4 dst
Nilai = skor x 25

3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
 Tes : Tertulis
 Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
 Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
 Asesmen tertulis : Jawaban singkat

8
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai
kompetensi dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai
kompetensi dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

Refleksi Peserta didik


Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi
1. Bagian manakah yang menurut Anda hal
paling sulit dari pelajaran ini?
2. Apa yang akan kamu lakukan untuk
memperbaiki hasil belajarmu?
3. Kepada siapa kamu akan meminta
bantuan untuk memahami pelajaran ini?
4. Jika Anda diminta untuk memberikan
bintang 1 sampai 5, berapa bintang yang
akan Anda berikan pada usaha yang
telah Anda laksanakan?
5. Apakah Anda sudah dapat memberikan
contoh cara menghargai perbedaan
mazhab (mazahibul arba’ah?

Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di Madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?

9
Glosarium
Ijtihad = Ijtihad menurut istilah dalah pendapt seorang imam
dalam memahami sesuatu hukum fikih

Mazhab = Mazhab menurut pengertian bahasa adalah pendapat


kelompok, aliran yang bermula dari pemikiran.

Mujtahid = Orang yang mempunyai pendapat yang dihasilkan melalui


ijtihadnya sendiri, beramal dengan hasil ijtihadnya dan tidak
mengikuti hasil ijtihad [Link] yang disebut mujtahid muthlaq.
Mujtahid Fil = Seorang mujtahid yang terikat oleh mazhab imamnya. Memang
Mazhab dia di beri kebebasan dan menentukan berbagai landasannya
bedasarkan dalil, tetapi tidak boleh keluar dari kaidah-kaidah
yang telah di pakai imamnya. Diantaranya Hasan bin Ziyad dari
golongan Hanafi, Ibnu Qayyim dan Asyhab dari golongan Maliki,
serta Al-Buwaiti dan al-Muzani dari golongan Syafi’i

Mujtahid = Seorang mujtahid yang mempunyai pengetahuan lengkap untuk


Mutlaq beristinbath dengan al-Qur’an dan al-Hadis dengan menggunakan
kaidah mereka sendiri dan diakui kekuatannya oleh orang-orang
alim. Para mujtahid ini yang paling terkenal adalah imam mazhab
empat. Menurut al-Suyuti, tingkatan ini sudah tidak ada lagi

Mujtahid = Seorang yang mempunyai kriteria seperti mujtahid mutlaq, dia


Muntasib tidak menciptakan sendiri kaidah-kaidahnya, tetapi mengikuti
metode salah satu imam mazhab. Mujtahid ini dapat juga disebut
sebagai mutlaq muntasib, tidak mustaqil, tetapi juga tidak terikat,
dan tidak dikategorikan taqlid kepada imamnya.

Daftar Pustaka
Al-Asyqar, Muhammad Sulaiman, al-Wadhih fi Ushul al-Fiqh li al-Mubtadi’in,
Diterjemahkan oleh Umar Mujtahid dengan judul Ushul Fikih Tingkat Dasar
(Jakarta: Ummul Qura, 2018)
Asy-Syinawi, Abdul Aziz, al-Aimmah al-Arba’ah: Hayatuhum, Mawaqifuhum, Ara’uhum,
Diterjemahkan oleh Abdul Majid, dkk. dengan judul Biografi Empat Imam Mazhab
(Jakarta: Ummul Qura, 2018)
Hamim, M. Dan Muntaha, Ahmad, Pengantar Kaidah Fiqh Syafi’iyah, Penjelasan Nadhom
al-Fara’id al-Bahiyah (Kediri: Santri Salaf Press, 2013)

10
Hayatudin, Amrullah, Ushul Fiqh, Jalan Tengah Memahami Hukum Islam (Jakarta:
Amzah, 2019)
Ibn Sa’id Muhammad ‘Ubbady, ‘Abdullah, Idhah al-Qawa’id al-Fiqhiyyah (Jeddah: al-
Haramain, [Link].)
Kementrian Agama RI, Fikih Kelas XII MA, Direktorat KSKK Direktorat Jendral
Pendidikan Islam, Jakarta, 2020
Tim Penulis, Ensiklopedi Islam, Jilid I, II, III (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002)

C. Komponen Lampiran

Lampiran 1. Bahan Ajar


 Pengertian Ijtihad dari bentuk kata fi’il madhi jahada ( َ‫ )َج َه د‬yang bentuk
masdarnya yaitu jahdun (‫ )دَ ْج ه‬artinya adalah kesungguhan atau sepenuh hati
atau serius. Banyak rumusan yang diberikan mengenai definisi ijtihad
menurut istilah, tetapi satu sama lainnya tidak mengandung perbedaan
diantaranya adalah :
1. Imam al-Syaukani dalam kitabnya Irsyadul al-Fuhuli memberikan definisi
: Mengerahkan kemampuan dalam memperoleh hukum syar’i yang
bersifat amali melalui cara istinbath.
2. Ibnu Subki memberikan definisi sebagai berikut: Pengerahan kemampuan
seorang faqih untuk menghasilkan dugaan kuat tentang hukum syar’i.
3. Saifuddin al-Amidi dalam bukunya Al-Ihkam, menyempurnakan dua
definisi sebelum dengan penambahan kata: Mengerahkan kemampuan
dalam memperoleh hukum syar’i yang bersifat amali melalui cara
istinbath.
 Dasar Hukum Ijtihad antara lain:
Dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu,
Maka kembalikanlah ia kepada Allah (al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An-Nisa’ ayat: 59)
 Perkembangan Ijtihad :
Ijtihad berkembang mengikuti perkembangan zaman, sebagaimana
diketahui, sumber hukum pada awal permulaan Islam pada masa Rasulullah

11
Saw., yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Namun, pada masa Rasulullah Saw.
ijtihad sudah mulai ada tetapi pada masa ini masih belum bervariatif, ijthad
dengan berbagai variasinya mulai berkembang pada masa-masa sahabat dan
tabi’in, serta masa-masa generasi selanjutnya hingga kini dan yang akan
datang.
Keadaan yang membuktikan bahwa pada masa Rasulullah Saw. ijtihad
mulai ada yaitu adanya riwayat hadis yang berbicara tentang kisah
pengutusan Mu’az Bin Jabal ke Yaman. Dalam riwayat tersebut disebutkan
bahwa Rasulullah Saw. memuji keputusan jawaban Mu’az ketika ia
menjelaskan metode ijtihad, dengan menyebutkan hierarki sumber hukum
secara berturur-turut, yaitu al-Qur’an, as-Sunnah, dan ar-Ra’yi (penalaran
hukum). Dalam hal ini ia berkata: ‫( اَّلْر ِأيَ ْأَج ِتُه د‬saya berijtihad
menggunakan nalar saya).
 Syarat-syarat menjadi mujtahid (orang yang melakukan ijtihad)
1. Bahwa dia Islam dan merdeka
2. Bahwa dia telah baligh dan berakal serta mempunyai intelegensi yang
tinggi.
3. Mengetahui dalil naqliyah dan kehujjahannya.
4. Mengetahui bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan
dengan bahasa yaitu nahwu, shorof, balaghah, dan lain-lain serta
problematikanya. Hal ini antara lain karena al-Qur’an dan as-Sunnah
ditulis dengan bahasa Arab.
5. Mengetahui ayat-ayat dan hadis-hadis yang berhubungan dengan hukum,
meskipun dia tidak menghafalkannya.
6. Mengetahui ilmu Ushul Fikih, karena ilmu inilah yang menjadi dasar dan
tiang pokok bagi orang yang melakukan ijtihad.
7. Mengetahui nasikh dan mansukh, supaya dia jangan sampai berpegang
pada nash yang telah dinasakh.
8. Mengetahui permasalahan yang sudah ditetapkan melalui ijma’ ulama,
ijtihadnya tidak bertentangan dengan ijma’. Kitab yang dapat dijadikan
rujukan diantaranya Maratib al-Ijma’.
9. Mengetahui sebab turun (asbabun nuzul) suatu ayat dan sebab turunnya
(asbabul wurud) suatu hadis, begitu juga syarat-syarat hadis mutawatir
dan hadis ahad.
10. Mengetahui mana hadis shohih dan hadis dha’if serta keadaan perawinya.
Dalam hal ini pada masa sekarang cukup berpegang pada keterangan
para ahli hadis (muhaddisin), seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Imam
Bukhari, Imam Muslim, dan sebagainya.
 Tingkatan Mujtahid :
1. Mujtahid mutlak atau mujtahid mustaqil , yaitu seorang mujtahid yang mempunyai
pengetahuan lengkap untuk beristinbath dengan al-Qur’an dan al-Hadis dengan
menggunakan kaidah mereka sendiri dan diakui kekuatannya oleh orang-orang alim.
Para mujtahid ini yang paling terkenal adalah imam mazhab empat. Menurut al-
Suyuti, tingkatan ini sudah tidak ada lagi.

12
2. Mujtahid muntasib atau mujtahid ghairu mutlak, yaitu orang yang mempunyai
kriteria seperti mujtahid mutlak, dia tidak menciptakan sendiri kaidah-kaidahnya,
tetapi mengikuti metode salah satu imam mazhab. Mujtahid ini dapat juga disebut
sebagai mutlaq muntasib, tidak mustaqil, tetapi juga tidak terikat, dan tidak
dikategorikan taqlid kepada imamnya.
3. Mujtahid fil mazhab atau mujtahid takhrij, yaitu mujtahid yang terikat oleh mazhab
imamnya. Memang dia diberi kebebasan dan menentukan berbagai landasannya
bedasarkan dalil, tetapi tidak boleh keluar dari kaidah-kaidah yang telah di pakai
imamnya. Diantaranya Hasan bin Ziyad dari golongan Hanafi, Ibnu Qayyim dan
Asyhab dari golongan Maliki, serta Al-Buwaiti dan al-Muzani dari golongan Syafi’i
tingkatan mujtahid.
4. Mujtahid Tarjih, yaitu mujtahid yang belum sampai derajatnya pada mujtahid
takhrij, tetapi menurut Imam Nawawi dalam kitab majmu’, mujtahid ini sangat
faqih, hafal kaidah-kaidah imamnya, mengetahui dalil-dalilnya,dan cara
memutuskan hukumnya, dan dia tau bagaimana cara mencari dalil yang lebih
kuat,dan lain-lain. Akan tetapi, kalau dibandingkan dengan tingkat mujtahid di atas,
dalam mengetahui kaidah-kaidah imamnya, ia tergolong masih kurang. Di
antaranya Abu Ishaq al-Syirazi dan Imam Ghazali
5. Mujtahid Fatwa, yaitu orang yang hafal dan paham terhadap kaidah-kaidah imam
mazhab, mampu menguasai permasalahan yang sudah jelas atau yang sulit, dia
masih lemah dalam menetapkan suatu putusan berdasarkan dalil serta lemah dalam
menetapkan qiyas. Menurut Imam Nawawi. “Tingkatan ini dalam fatwanya sangat
bergantungan kepada fatwa-fatwa yang telah disusun oleh imam mazhab, serta
berbagai cabang yang ada dalam mazhab tersebut”.
 Pengertian Mazhab
Mazhab menurut pengertian bahasa adalah pendapat, kelompok, aliran, yang bermula
dari pemikiran. Menurut istilah ijtihad seseorang imam dalam memahami sesuatu
hukum Fikih.
 Biografi Mazahibul Arba’ah (empat mazhab)
1. Mazhab Hanafi atau Hanafiah didirikan oleh Nu’man bin Sabit yang lahir di Irak
pada tahun 80 H (699 M), pada masa kekhalifahan Bani Umayyah Abdul Malik bin
Marwan. Beliau diberi gelar Abu Hanifah (suci dan lurus) karena kesungguhannya
dalam beribadah sejak masa kecilnya, berakhlak mulia serta menjauhi perbuatan
dosa dan keji. Dan mazhab fikihnya dinamakan Mazhab Hanafi. Gelar ini

13
merupakan berkah dari do’a Ali bin Abi Thalib ra., dimana suatu saat ayahnya
(Tsabit) diajak oleh kakeknya (Zauti) untuk berziarah ke kediaman Ali bin Abi
Thalib ra. Yang saat itu sedang menetap di Kufa akibat pertikaian politik yang
mengguncangkan umat Islam pada saat itu. Beliau termasuk tabi’in, semasa
hidupnya beliau pernah bertemu dengan Anas bin Malik (sahabat) dan
meriwayatkan hadis terkenal, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim,” Imam
Abu Hanifah dikenal sebagai terdepan dalam “ahlur ra’yi”, ulama yang baik dalam
penggunaan logika sebagai dalil. Beliau adalah ahli Fikih dari penduduk Irak. Hidup
kemasyarakatan di Kufah telah mencapai kemajuan tinggi, sehingga persoalan yang
muncul banyak dipecahkan melalui pendapat (rakyu), analogi (qiyas), dan istihsan
(qiyas khafi). Murid-murid dari Abu Hanifah antara lain Abu Yusuf (113-182 H)
dan Muhammad bin Hasan asy-Syaibani (132-189 H).
2. Mazhab Maliki atau Malikiah didirikan oleh Malik bin Anas bin Malik bin Abi
Amir al-Asybahi atau Imam Malik. Malik tidak pernah meninggalkan kota Madinah
kecuali untuk keperluan ibadah haji. Pemikiran hukumnya banyak dipengaruhi
sunnah yang cenderung tekstual. Malik juga termasuk periwayat hadis. Karyanya
adalah al-Muwatta’ (hadis yang bercorak Fikih). Malik juga dikenal sebagai mufti
(pemberi fatwa) dalam kasus-kasus yang dihadapi, seperti fatwanya bahwa: “baiat
yang dipaksakan hukumnya tidak sah”. Pemikirannya juga banyak menggunakan
tradisi (amalan) warga Madinah. Murid-urid beliau antara lain asy-Syaibani, asy-
Syafi’i, Yahya bin Yahya al-Andalusi, Abdurrahman bin Kasim, dan Asad al-Furat
at-Tunisi. Dalam Ushul Fikih, ia banyak menggunakan maslahah mursalah
(kemaslahatan umum).
3. Mazhab Syafi’i atau Syafi’iyah didirikan oleh Muhammad bin Idris asy-Syafi’i bin
Utsman bin Syafi’i Al-Hisyami Al-Quraisyi Al-Muthalibi. Gelar beliau adalah
Abdillah dinisbatkan kepada Syafi’i bin As-Saib, sehingga beliau terkenal dengan
sebutan asy-Syafi’i atau Imam Syafi’i. Dan nasabnya bersambung dengan
Rasulullah Saw. pada kakeknya, Abdul Manaf bin Qushai. Lahir pada tahu 150 H di
Gazza, Palestina. Setelah ayahnya meninggal dunia dan Imam Syafi’i masih
berumur 2 tahun, sang ibu membawanya ke Mekkah. Sejak kecil Imam Syafi’i
sangat cepat menghafal, sehingga pada umur 7 tahun beliau hafal al-Qur’an. Belajar
Fikih kepada mufti Mekkah yang bernama Muslim bin Khalid Az-Zanji sehingga
mengizinkan Imam Syafi’i memberi fatwa, ketika masih berusia 15 tahun.
Hidupnya dilalui di Baghdad, Madinah, dan terakhir di Mesir. Karena itu corak

14
pemikirannya adalah konvergensi atau pertemuan antara tradisionalis dan rasionalis.
Selain berdasar pada al-Qur’an, sunah, dan ijma’, Imam Syafi’i juga perpegang
pada qiyas. Ia disebut-sebut sebagai orang pertama yang membukukan ilmu Ushul
Fikih, dengan karyanya ar-Risalah. Pemikirannya cenderung moderat, yang
diperlihatkan dalam qaul qadim (pendapat yang lama) dan qaul jadid (pendapat
yang baru)-nya. Mazhab Syafi’i banyak dianut di Mesir, Palestina, Suriah, Libanon,
Irak, Hijaz, India, Persia (Iran), Yaman, dan Indonesia.
4. Mazhab Hambali atau hanabilah didirikan oleh Ahmad bin Muhammad bin Hambal
atau Imam Hambali. Menurut pendapat yang paling mashur Imam Hambali lahir
pada tahun 164 H. Beliau berguru kepada Abu Yusuf dan Imam Syafi’i. Corak
pemikirannya tradisionalis (fundamentalis). Selain berdasar kepada al-Qur’an,
sunah, dan pendapat sahabat, ia juga menggunakan hadis mursal dan qiyas jika
terpaksa. Selain seorang ahli hukum ia juga ahli hadis. Karyanya yang terkenal
adalah Musnad (kumpulan hadis-hadis Nabi Muhammad Saw.). pengikut-
pengikutnya antara lain Ibnu Aqil, Abdul Qadir al-Jili, Ibnu al-Jauzi (1114-1201),
Ibnu Qudamah bin Jafar al-Katib, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, dan Abdul
Wahhab. Penganut Mazhab Hambali banyak terdapat di Irak, Mesir, Suriah,
Palestina dan Arab Saudi.

Lampiran 2. Instrumen Asesmen


Assesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Dimensi Sikap:
a. Unjuk Kerja 1
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode Diskusi
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Adam
2 Hanif
3 Munjidah
Nilai = skor x 25

b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Tingkatan Mujtahid
Nama : ………………………..
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
tingkatan menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
mujtahid tingkatan sebagian tingkatan sebagian kecil tingkatan
mujtahid mujtahid tingkatan mujtahid mujtahid

15
c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menuliskan ayat dengan artinya tentang ijtihad
Nama :
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menuliskan Dapat Dapat Dapat Tidak dapat
ayat dengan Menuliskan Menuliskan Menuliskan Menuliskan
artinya tentang ayat dengan ayat tentang artinya ayat ayat dengan
ijtihad artinya tentang ijtihad tentang ijtihad artinya tentang
ijtihad ijtihad

Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru

Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1. Bagaimana ulama melakukan ijtihad dan bermazhab dalam pelaksanaan
hukum Islam ?
2. Bagaimana keterkaitan konsep ijtihad dengan konsep bermazhab dalam
pelaksanaan hukum Islam ?
3. Bagaimana hukum ijtihad menurut ulama ? Jelaskan !
4. Mengapa seorang muslim harus bermazhab jika tidak dapat berijtihad
sendiri ? Jelaskan !
5. Bagaimana cara seorang muslim mencapai kedudukan muttabi’ (orang
yang melakukan ittiba’) ?

1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….

𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Nilai =
(5)
Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

16
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan bercerita biografi ulama mazhab (mazahibul
arba’ah)

No Aspek Yang Dinilai Skor Keterangan


1 1-2 Mazhab
a. Kebenaran konsep
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

b. Kesopanan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
2 3-4 Mazhab
a. Kebenaran konsep
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

b. Kesopanan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1

Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum

No Nama Peserta Didik Skor Perolehan Catatan Guru

Mengetahui, Mojokerto,....................................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,

(………………………………) (..............................................)

Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
17
18
19
MODUL AJAR FIKIH FASE F

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik memiliki pemahaman yang komprehensif tentang ketentuan jinayah, hudud, bughat, riddah dan
ketentuan peradilan dalam Islam serta implementasinya dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk,
berbangsa, dan bernegara disertai analisa dalil danistidlal yang komprehensif dengan maqasid syari’ah, sehingga
penerapannya tetap dapat menjaga karakter Islamrahmatanlil’alamin.
Peserta didik menganalisis ketentuan hukum perkawinan, talak, rujuk, waris dan wasiat, serta implementasinya
dengan analisis dalil yang komprehensif, sehingga mampu mewujudkan kehidupan harmonis dan damai
dalamkonteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk , berbangsa, danbernegara.

KOMPETENSI AWAL
Kompetensi awal adalah pengetahuan atauketerampilan yang perludimiliki siswa sebelummempelajari topik tertentu.
Dalamhal ini
a. Peserta didik mempunyai pengalaman terhadap warisan namun belummampu menganalisis dengan baik cara
[Link] pembagiannya sesuai dengan ketentuan
UMUM b. Peserta didik pernah mengalami pembagian warisan namun belum mampu membedakan siapa saja dari anggota
keluarga yang termasuk dalamkelompok ahli warisyang berhak mendapatkan warisan
NAMA c. Peserta didik sudah ada yang menjadi ahli waris dan mendapatkan bagian, namun belummampu mendalami seberapa
MADRASAH besar bagiannya sebagai ahli warisutama dibanding ahli warisyang lain

MAN 2 Kota PROFIL PELAJAR PANCASILA


Makassar Profil Pelajar Pancasila Praktik Inti

Mandiri Mengemukakan ide pada saat diskusi dan presentasi. Bertanggung jawab
Nama Guru selama prosespembelajaran.
Zuhriyani,
[Link].I
Kreatif Membuat presentasi dari hasil diskusi yang orisinal, bermakna, bermanfaat,
dan berdampak
Mata
Pelajara
n Fikih Bernalar Kritis a. Mencari Informasi yang dapat diperoleh dari internet dan buku teks
serta sumber yang relevan
b. Dapat memilih referensi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan
Sumber/buku wajib dan darisumber-sumber informasi yangterpercaya.
Fikih Kementerian c. Dapat secara bersama kelompok menganlisisdanmengambil keputusan.
Agama RI

Materi
Gotongroyong Peserta didikbersama kelompok secara sukarela melakukan
Pokok kegiatanpenyelesaian tugas sehingga dapat dikerjakan dan berjalan lancar,
WARIS mudah dan sesuai tujuan pembelajaran. Masing- masing anggota
kelompok dapat dengan mudah berkolaborasi, salingpeduli danberbagi.

Kelas/
Semester
SARANA dan PRASARANA
Media, Alat/bahan Sumber Belajar
Alokasi
Waktu 16 JP 1. Buku Teks; Fikih Kementerian Agama RI KelasXI tahun
2020(KMA183) sebagai sumber utama dan buku-bukulain yang
Laptop, LCD, Smartphone, Internet
relevan denganmateri sebagai bukupendukung.
2. LKPD, Elearning Madrasah dan yang lainnya
Target dan Jumlah Siswa :
Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu
umum dan tidak
mengalami kesulitan MODEL PEMBELAJARAN
untuk memahami materi, Model pembelajaran yangdigunakan dalamhal ini adalah Cooperative Learning
peserta didik dengan
hambatan belajar (misal;
gangguan pendengaran), B. KOMPONEN INTI
serta peserta didik cerdas
dan berbakat
TUJUAN PEMBELAJARAN

FASE ELEMEN TP KATAKUNCI

Menganalisis waris dan pembagian harta waris


serta implementasinya dengan analisis dalil yang
komprehensif, sehingga mampu mewujudkan keadilan Waris, ahli
F FIKIHMUAMALAH
dalam pembagian harta waris dan hidup rukun serta waris,
harmonis diantara ahli waris. tirkah
KRITERIA KETUNTASAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

a. Menganalisispentingnya mempelajari tentang ilmuwarisdalamhidupberkeluarga denganbenar


b. Mengidentifikasi / mengelompokkanorang-orang yang berhak menerima warisdanorang-orang
yangtidak berhak menerima warisdengantepat
c. Menganalisisbagianmasing-masing ahli warisdalamharta warisandenganbenar
d. Mempraktikkantatacara menghitung warisandenganbenarsehingga masing-masingahli warismenerima
bagian masing-masingsecara adil danbenar

PEMAHAMAN BERMAKNA

Dengan memahami terori dengan baik, memahami hukumpembagian warisan serta mengetahui dengan jelasorang-orang yang
berhak menerima waris, akan menghindarkan diri dari kesalahan dalammemberikan dan menerima hak yang berkaitan
dengan hart peninggalan, menghindarkan anggota keluarga dari permusuhan karena perebutan harta, serta menghindarkan
diri dari memakan hart secara bathil.

PERTANYAAN PEMANTIK

a. Mengapa mempelajari ilmuwarisitusangat penting?


b. Siapa saja dari anggota keluarga yangtermasuk dalamkelompok ahli waris?
NAMA c. Mengapa seringkali terjadi perselisihantentang harta dalamkeluarga ?
MADRASAH d. Bagaimana cara menghitung harta warisanyang benar dan sesuai denganketentuanhukumIslam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
MAN 2 Kota
Makassar
Tadarrus bersama di lapangan indoor secara bersama kelasX, XI danXII setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat

Nama Guru
Zuhriyani,
[Link].I

Mata
Pelajara
n Fikih

Sumber/buku wajib
Fikih Kementerian
Agama RI

Kegiatan awal (15 Menit)


1. Bersiap dipimpin oleh ketua kelasdan berdoa bersama, absensi, pengecekan
kebersihan kelasdan kesiapanuntuk mulai pembelajaran (pengkondisian kelas).
Materi
2. Gurumemberikan motivasi, dilanjutkan memberikan ilustrasi berupa sebuahkasusyang
Pokok
WARIS terjadi dalamsebuah keluarga di masyarakat berkaitan dengan pembagian harta

KegiatanInti (55menit)
Kelas/ 1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati sebuah peta konsep tentang materi
Semester warisan yang berisi pengertian ilmu waris serta hukum mepelajarinya, orang-orang
yang berhak menerima waris, bagian bagian ahli waris seuai ketentuan, serta tata
cara pembagian warisan.
Alokasi 2. Peserta didik mengamati peta konsep denganseksama.
Waktu 16 JP
(720Menit)

Target dan Jumlah Siswa :


Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu
umum dan tidak
mengalami kesulitan
untuk memahami materi,
peserta didik dengan
hambatan belajar (misal;
gangguan pendengaran),
serta peserta didik cerdas
dan berbakat
3. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas yaitu “waris, ahli waris,
dan tirkah”.
4. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai mencari bahan atau materi yang terkait
dengan peta konsep diatasdengan aktivitas sebagai berikut:
a. Gurumembagi peserta didik menjadi 6kelompok.
b. Setiap kelompok mencari materi yang terkait dengan bagian masing-masing melalui buku teks, internet
dan sumber belajar lainnya
c. Setelahmenemukanbahan materi kemudian dituliskandalambentuk laporanyang akan
dipresentasikandidepan temanteman
d. Setiap kelompok diberi waktu untuk berdiskusi dengan anggota kelompoknya sebelum kemudian
mempresentasikanhasil temuannya
e. Sesi presentasi yang diawali dengankelompok 1, 2, 3 danseterusnya hingga kelompok 6 secara singkat
f. Mengklarifikasi serta mengoreksi bersama (Gurudanpeserta didik)

Kegiatan penutup (20 menit)


1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran yang
telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dantanya jawabuntukmengevaluasi kegiatanpembelajaran yang
sudah berlangsung
3. Agar ada gambaranpada pertemuan selanjutnya, maka guru memberikanarahankepada peserta
didik bahwa pada pertemuan berikutnya yaitu pertemuan ke 2,3,4 dan seterusnya hingga 8,
masing masing materi yang telah dipresentasikan bahannya, akan dibahas lebih detail
khususnya untuk materi tentang ahli waris laki-laki dan perempuan dalambentuk bagan ahli
NAMA waris, bagian bagian ahli waris dan selanjutnya tatacara menghitung warisan dengan
MADRASAH menggunakan metode yang berbeda disertai dengan penilaian yang digunakan agar peserta
didik bersiap secara materi dan mental untuk mengikuti pembahasan materi ilmuwarisini.
4. Menutup pembelajarandenganmembaca do’a
MAN 2 Kota
Makassar PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Nama Guru a. Untuk peserta didik yang sudah memahami materi pada pertemuan 1 maka disarankan
Zuhriyani, untuk membuat bagan mengenai materi yang sudah disampaikan pada pertemuan 1
[Link].I sebelumnya, misalnya materi ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan dibuatkan bagan
khusus untuk laki- laki dan perempuan
Mata
Pelajara b. Untuk peserta didik yang kesulitan, diberikan penguatan kembali oleh guru dan disarankan
n Fikih untuk belajar bersama dengan teman-teman (tutor sebaya) baik didalam proses
pembelajaran dikelas maupun menggunakanwaktu lain diluar kelas.
Sumber/buku wajib
Fikih Kementerian ASESMEN
Agama RI

Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar
tentang ilmu waris, guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai
ilmu waris secara tertulis.
Materi
Contoh istrumen:
Pokok
WARIS 1. Pernah mendengar istilah tirkah ?
2. Mengapa terjadi perebutan harta dalamsebuah keluarga ?
3. Kapanseseorangmendapat warisan?
Kelas/
Semester 4. Siapa saja yang berhak menerima warisan?
XI / Ganjil 5. Apakahkaliansudahtahu tatacara menghitungwarisan?

Alokasi Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal


Waktu 16 JP

No. Kompetensi danLingkupMateri Sudah(%) Belum(%


)
Target dan Jumlah Siswa : 1 Mengenal istilah tirkah 20 % 80 %
Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu 2 Penyebab terjadi perebutan harta 70% 30%
umum dan tidak
mengalami kesulitan 3 Waktu pembagian harta warisan 25% 75%
untuk memahami materi,
peserta didik dengan 4 Menyebutkanorang-orang yang berhak menerima warisan 40% 60%
hambatan belajar (misal; 5% 95%
gangguan pendengaran),
5 Mengetahui tatacara menghitungwarisan
serta peserta didik cerdas
dan berbakat
Tindak lanjut hasil asesmen awal
No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5
1 Ahmad Fikri 2

2 Ashabul Kahfi 1
3 Muthmainnah 3
4 NailahAthaya 5
5 MuhAli Firdaus 4

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukanolehguruselama proses pembelajaran berlangsung, khususnya saat
siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
a. Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
b. Bentuk Instrumen : Pedoman/lembarobservasi Lembar kerja pengamatan

kegiatan pembelajaran
Aspek yang diamati Skor
No Nama Siswa
Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 AhmadFikri
2 Ashabul Kahfi
NAMA
3 Muthmainnah
MADRASAH
4 Nailah Athaya
5 Muh Ali
Firdaus
MAN 2 Kota
Makassar 3. Assesmen Sumatif
a. AsesmenPengetahua
n
Nama Guru
(koghnitif)Asesmen:
Zuhriyani,
[Link].I  Tes : Tertulis
 NonTes : Observasi
Mata
Pelajara
n Fikih
Bentuk Instrumen:
 Asesmentidak tertulis : Daftar pertanyaan
 Asesmentertulis : Jawaban singkat
Sumber/buku wajib
Fikih Kementerian b. AsesmenKeterampilan(psikomotor)
Agama RI  Teknik Asesmen : Kinerja
 Bentuk Instrumen : LembarKinerja

PENGAYAAN
Pengayaan ini diberikan kepada peserta didik untuk memperdalampenguasaan materi dan mengembangkan
Materi potensinya secara maksimal yang bisa diberikan dalam bentuk tugas portofolio, pengembangan media, latihan
Pokok soal atau proyek yang dilakukandiluar jampembelajaran
WARIS

REMEDIAL
Kelas/ Kegiatan remedial ini dilakukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan
Semester menguasai kompetensi yangtelahditentukanagar mencapai hasil belajar yang lebih baik
XI / Ganjil

REFLEKSI
Alokasi
Waktu 16 JP
(720Menit) A. Refleksi Peserta Didik
Pertanyaan Jawaban
Refleksi
Target dan Jumlah Siswa : 1 Apa kamusuka danbisa memahami materi ini ?
Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu 2 Bagian manakah yang menurutmupaling sulit untuk dipahami
umum dan tidak ?
mengalami kesulitan 3 Mengapa kamu menganggap bagiantersebut paling sulit ?
untuk memahami materi,
peserta didik dengan 4 Apa yangmembuatmu suka danmerasa materi ini penting ?
hambatan belajar (misal; 5 Bantuan seperti apa yang kamu butuhkan agar lebih
gangguan pendengaran),
serta peserta didik cerdas mampu memahami dengan baik bagian yang sulit
dan berbakat tersebut ?
B. Refleksi Guru
Pertanyaan Jawaban
Refleksi
Kesulitanapa yangpeserta didik alami dalammemahami materi
ini ?
Bagian manakah yang terbanyak paling sulit untuk dipahami ?
3 Apakahada metodelain yang dapat digunakan pada bagian
tersebut
?
Apa seluruhpeserta didik terlibat secara aktif pada proses
pembelajaran ?

GLOSARIUM
a. Tirkah : Seluruhharta peninggalanorang yang meninggal dunia sebelumdiambil
untuk pengurusanjenazah,pelunasanutang danmenunaikan wasiat

b. IlmuFaraidh : Ilmutentang pembagianharta warisan

c. Ahli Waris : Orang yang mempunyai hubungandarahyang dinyatakansebagai orang yang


berhak ataswarisan
NAMA
MADRASAH d. Furudhul muqaddarah : Bagian-bagianahli warisyang sudahditentukandidalamAl Qur’an

MAN 2 Kota e. Aul : Bertambahnya asal masalahdanberkurangnya jumlahbagianyangtelahditentukan


Makassar f. Rad : Berkurangnya asal masalahdanbertambahnya jumlahbagian

Nama Guru g. Ashabah : Ahli warisyang mendapat bagiansetelahkelompok Dzawil Furudh


Zuhriyani,
[Link].I

Mata
Pelajara DAFTAR PUSTAKA
n Fikih

1. Kementerian Agama, Fikih kelas XI Untuk MA, Jakarta :


Sumber/buku wajib KementerianAgama, 2020
Fikih Kementerian 2. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta : Kementerian Agama, 2015
Agama RI 3. Kementerian Agama, Al-Qur’an danTerjemahnya, (Jakarta : Direktorat Jendral
BIMAS Islam, 2012)
4. Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah, (Bandung : Al Ma’arif, 1986)

Materi
C. KOMPONEN LAMPIRAN
Pokok
WARIS 1. LampiranBahanAjar materi waris
2. Lampiran Instrumen Asesmen
- AsesmenSikap
Kelas/
Semester
- AsesmenSumatif (pengetahuandanketerampilan)

Alokasi
Waktu 16 JP

Mengetahui Makassar, Oktober 2022


KepalaMadrasah, GuruMataPelajaran,
Target dan Jumlah Siswa :
Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu
umum dan tidak
mengalami kesulitan
untuk memahami materi,
peserta didik dengan Hj. Darmawati, [Link], [Link] Zuhriyani, [Link].I
hambatan belajar (misal; NIP. 197202021998032001 NIP. 197912012009012008
gangguan pendengaran),
serta peserta didik cerdas
dan berbakat
TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan

Model 1

Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

Fikih Peserta didik menganalisis dan mengomunikasikan pendapat para (1) Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil
Ibadah ulama terkait dalil dan istidlalnya tentang (1)thaharah, haid, nifas, dan istidlalnya tentang ketentuan thaharah, haid,
istihadlah, dan (2)ketentuan berbagai macam shalat, ketentuan nifas, dan istihadlah sehingga membentuk sikap
berbagai macam puasa dan (3) ketentuan pemulasaran jenazah kritis dan peduli terhadap kebersihan dan kesucian
dalam kerangka membentuk kesalehan individu dan kesalehan serta kesalehan individu dalam kehidupan sehari-
sosial dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. hari.
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki dimensi
sosial berupa (4) zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah, wakaf, (2) Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil
hibah, hadiah, kurban, dan akikah sesuai syarat dan rukunnya dan istidlalnya tentang ketentuan berbagai macam
disertai dengan analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah shalat dan puasa sehingga dapat membentuk sikap
tasyri’nya, sehingga semakin mantap keyakinan menjalankan kritis, jujur, tanggung jawab dan kesalehan individu
ibadah dan dapat membentuk kepedulian sosial yang dalam kehidupan sehari-hari
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan bertindak untuk (3) Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil
mewujudkan kesejahteraan umat dalam konteks beragama, dan istidlalnya tentang ketentuan pemulasaran
berbangsa, dan bernegara. jenazah sehingga membentuk sikap kritis, perduli,
Peserta didik memahami ketentuan (5) ibadah haji dan umrah dan kesalehan sosial dalam kehidupan
beserta problematikanya dengan analisis dalil, istidlal para fuqaha bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
dan hikmah tasyri’nya, sehingga memiliki kesadaran penghambaan
dan ketaatan kepada Allah Swt secara mutlak dalam mengikuti
aturan syari’at dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks (4) Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah
berbangsa dan bernegara untuk menggapai rida AllahSwt. tasyri’nya tentang zakat dan pengelolaannya, infak,
sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah sehingga
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan
istidlalnya tentang (6) hukum kurban dan akikah, (7) perburuan kepedulian sosial yang mempengaruhi cara berfikir,
hewan liar, ketentuan penyembelihan binatang dan ketentuan bersikap, dan bertindak untuk mewujudkan
makanan halal sebagai dasar pengembangan industri halal food kesejahteraan umat dalam konteks beragama,
agar peserta didik selektif memilih makanan di era global dan berbangsa, dan bernegara.
terbiasa mengkonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan
thayyiban) sehingga kesucian hati bisa dijaga, yang akan
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku sehari-hari menjadi baik. (5) Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah
tasyri’nya tentang ibadah haji dan umrah beserta
problematikanya sehingga memiliki sikap kritis dan
kesadaran penghambaan dan ketaatan kepada Allah
Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan syari’at
dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks
berbangsa dan bernegara untuk menggapai rida
AllahSwt..
(6) Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil
dan proses istidlalnya tentang hukum kurban dan
akikah sehingga membentuk sikap kritis dan dapat
menumbuhkan kepedulian sosial yang
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan umat
dalam konteks beragama, berbangsa, dan bernegara.

(7) Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil


dan proses istidlalnya tentang perburuan hewan liar,
ketentuan penyembelihan binatang dan ketentuan
makanan halal agar peserta didik selektif memilih
makanan di era global dan terbiasa mengkonsumsi
makanan yang halal dan baik sehingga kesucian hati
bisa dijaga, yang akan mempengaruhi dalam sikap
dan prilaku sehari-hari dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan

Model 2

Elemen Capaian Pembelajaran Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran

Fikih Peserta didik menganalisis dan Menganalisis Thaharah, haid, (1) Menganalisis pendapat para ulama
Ibadah mengomunikasikan pendapat para ulama nifas, dan terkait dalil dan istidlalnya tentang
terkait dalil dan istidlalnya tentang istihadlah, ketentuan thaharah, haid, nifas, dan
(1)thaharah, haid, nifas, istihadlah, dan istihadlah sehingga membentuk sikap
(2)ketentuan berbagai macam shalat, kritis dan peduli terhadap kebersihan dan
ketentuan berbagai macam puasa dan (3) kesucian serta kesalehan individu dalam
ketentuan pemulasaran jenazah dalam kehidupan sehari-hari.
kerangka membentuk kesalehan individu
dan kesalehan sosial dalam hidup
Shalat dan puasa (2) Menganalisis pendapat para ulama
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
terkait dalil dan istidlalnya tentang
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah ketentuan berbagai macam shalat dan
yang memiliki dimensi sosial berupa (4) puasa sehingga dapat membentuk sikap
zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah, kritis, jujur, tanggung jawab dan
kesalehan individu dalam kehidupan
wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah sehari-hari
sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan
analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah
tasyri’nya, sehingga semakin mantap
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat Pemulasaran (3) Menganalisis pendapat para ulama
membentuk kepedulian sosial yang jenazah terkait dalil dan istidlalnya tentang
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan ketentuan pemulasaran jenazah sehingga
bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan membentuk sikap kritis, perduli, dan
umat dalam konteks beragama, berbangsa, kesalehan sosial dalam kehidupan
dan bernegara. bermasyarakat, berbangsa, dan
Peserta didik memahami ketentuan (5) bernegara.
ibadah haji dan umrah beserta Zakat dan (4) Menganalisis dalil dari para fuqaha
problematikanya dengan analisis dalil, pengelolaannya, dan hikmah tasyri’nya tentang zakat dan
istidlal para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, infak, sedekah, pengelolaannya, infak, sedekah, wakaf,
sehingga memiliki kesadaran penghambaan wakaf, hibah, dan hibah, dan hadiah sehingga membentuk
dan ketaatan kepada Allah Swt secara hadiah sikap kritis dan dapat menumbuhkan
mutlak dalam mengikuti aturan syari’at kepedulian sosial yang mempengaruhi
dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks cara berfikir, bersikap, dan bertindak
berbangsa dan bernegara untuk menggapai untuk mewujudkan kesejahteraan umat
rida AllahSwt. dalam konteks beragama, berbangsa, dan
bernegara.
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait
dalil dan proses istidlalnya tentang (6) Ibadah haji dan (5) Menganalisis dalil dari para fuqaha
hukum kurban dan akikah, (7) perburuan umrah dan hikmah tasyri’nya tentang ibadah
hewan liar, ketentuan penyembelihan haji dan umrah beserta problematikanya
binatang dan ketentuan makanan halal sehingga memiliki sikap kritis dan
sebagai dasar pengembangan industri halal kesadaran penghambaan dan ketaatan
food agar peserta didik selektif memilih kepada Allah Swt secara mutlak dalam
makanan di era global dan terbiasa mengikuti aturan syari’at dalam
mengkonsumsi makanan yang halal dan kehidupan sehari-hari dalam konteks
baik (halalan thayyiban) sehingga kesucian berbangsa dan bernegara untuk
menggapai rida AllahSwt..
hati bisa dijaga, yang akan mempengaruhi Kurban dan akikah (6) Menganalisis pendapat para fuqaha
dalam sikap dan prilaku sehari-hari menjadi terkait dalil dan proses istidlalnya
baik. tentang hukum kurban dan akikah
sehingga membentuk sikap kritis dan
dapat menumbuhkan kepedulian sosial
yang mempengaruhi cara berfikir,
bersikap, dan bertindak untuk
mewujudkan kesejahteraan umat dalam
konteks beragama, berbangsa, dan
bernegara.
Perburuan hewan (7) Menganalisis pendapat para fuqaha
liar, penyembelihan terkait dalil dan proses istidlalnya
binatang dan tentang perburuan hewan liar, ketentuan
makanan halal penyembelihan binatang dan ketentuan
makanan halal agar peserta didik selektif
memilih makanan di era global dan
terbiasa mengkonsumsi makanan yang
halal dan baik sehingga kesucian hati
bisa dijaga, yang akan mempengaruhi
dalam sikap dan prilaku sehari-hari
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan

Model 1

Alur Tujuan Pembelajaran


Elemen Capaian Pembelajaran No. TP
Alokasi
Tujuan Pembelajaran Kelas
Waktu

Fikih Peserta didik menganalisis dan 10.1 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 12 JP
Ibadah mengomunikasikan pendapat para ulama istidlalnya tentang ketentuan thaharah, haid, nifas,
terkait dalil dan istidlalnya tentang (1) dan istihadlah sehingga membentuk sikap kritis
thaharah, haid, nifas, istihadlah, dan (2) dan peduli terhadap kebersihan dan kesucian serta
ketentuan berbagai macam shalat, kesalehan individu dalam kehidupan sehari-hari.
ketentuan berbagai macam puasa dan (3)
ketentuan pemulasaran jenazah dalam 10.2 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 10 JP
kerangka membentuk kesalehan individu istidlalnya tentang ketentuan berbagai macam
dan kesalehan sosial dalam hidup shalat dan puasa sehingga dapat membentuk sikap
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. kritis, jujur, tanggung jawab dan kesalehan
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah individu dalam kehidupan sehari-hari
yang memiliki dimensi sosial berupa (4)
zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah,
wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah
sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan 10.3 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 8 JP
analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah istidlalnya tentang ketentuan pemulasaran jenazah
tasyri’nya, sehingga semakin mantap sehingga membentuk sikap kritis, perduli, dan
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
membentuk kepedulian sosial yang berbangsa, dan bernegara.
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
bertindak untuk mewujudkan 10.4 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 14
kesejahteraan umat dalam konteks tasyri’nya tentang zakat dan pengelolaannya,
beragama, berbangsa, dan bernegara. infak, sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah sehingga
Peserta didik memahami ketentuan (5) membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan
ibadah haji dan umrah beserta kepedulian sosial yang mempengaruhi cara
problematikanya dengan analisis dalil, berfikir, bersikap, dan bertindak untuk
istidlal para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, mewujudkan kesejahteraan umat dalam konteks
sehingga memiliki kesadaran beragama, berbangsa, dan bernegara.
penghambaan dan ketaatan kepada Allah
Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan 10.5 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 8 JP
syari’at dalam kehidupan sehari-hari tasyri’nya tentang ibadah haji dan umrah beserta
dalam konteks berbangsa dan bernegara problematikanya sehingga memiliki sikap kritis
untuk menggapai rida AllahSwt. dan kesadaran penghambaan dan ketaatan kepada
Allah Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait syari’at dalam kehidupan sehari-hari dalam
dalil dan proses istidlalnya tentang (6) konteks berbangsa dan bernegara untuk menggapai
hukum kurban dan akikah, (7) perburuan rida AllahSwt..
hewan liar, ketentuan penyembelihan 10.6 Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil X 8 JP
binatang dan ketentuan makanan halal dan proses istidlalnya tentang hukum kurban dan
sebagai dasar pengembangan industri halal akikah sehingga membentuk sikap kritis dan dapat
food agar peserta didik selektif memilih menumbuhkan kepedulian sosial yang
makanan di era global dan terbiasa mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
mengkonsumsi makanan yang halal dan bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan umat
baik (halalan thayyiban) sehingga dalam konteks beragama, berbangsa, dan
kesucian hati bisa dijaga, yang akan bernegara.
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku
sehari-hari menjadi baik. 10.7 Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil X 12 JP
dan proses istidlalnya tentang perburuan hewan
liar, ketentuan penyembelihan binatang dan
ketentuan makanan halal agar peserta didik selektif
memilih makanan di era global dan terbiasa
mengkonsumsi makanan yang halal dan baik
sehingga kesucian hati bisa dijaga, yang akan
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku sehari-hari
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan

Model 2

Alur Tujuan Pembelajaran


Elemen Capaian Pembelajaran No. TP
Alokasi
Tujuan Pembelajaran Kelas
Waktu

Fikih Peserta didik menganalisis dan 10.1 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 12 JP
Ibadah mengomunikasikan pendapat para ulama istidlalnya tentang ketentuan thaharah, haid, nifas,
terkait dalil dan istidlalnya tentang dan istihadlah sehingga membentuk sikap kritis
(1)thaharah, haid, nifas, istihadlah, dan dan peduli terhadap kebersihan dan kesucian serta
(2)ketentuan berbagai macam shalat, kesalehan individu dalam kehidupan sehari-hari.
ketentuan berbagai macam puasa dan (3)
ketentuan pemulasaran jenazah dalam
kerangka membentuk kesalehan individu 10.2 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 10 JP
dan kesalehan sosial dalam hidup istidlalnya tentang ketentuan berbagai macam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. shalat dan puasa sehingga dapat membentuk sikap
kritis, jujur, tanggung jawab dan kesalehan
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah individu dalam kehidupan sehari-hari
yang memiliki dimensi sosial berupa (4)
zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah,
wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah 10.6 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 8 JP
sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan tasyri’nya tentang ibadah haji dan umrah beserta
analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah problematikanya sehingga memiliki sikap kritis
tasyri’nya, sehingga semakin mantap dan kesadaran penghambaan dan ketaatan kepada
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat Allah Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan
membentuk kepedulian sosial yang syari’at dalam kehidupan sehari-hari dalam
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan konteks berbangsa dan bernegara untuk menggapai
bertindak untuk mewujudkan rida AllahSwt..
kesejahteraan umat dalam konteks
beragama, berbangsa, dan bernegara. 10.3 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 8 JP
Peserta didik memahami ketentuan (5) istidlalnya tentang ketentuan pemulasaran jenazah
ibadah haji dan umrah beserta sehingga membentuk sikap kritis, perduli, dan
problematikanya dengan analisis dalil, kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
istidlal para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, berbangsa, dan bernegara.
sehingga memiliki kesadaran
penghambaan dan ketaatan kepada Allah 10.5 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 8 JP
Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan tasyri’nya tentang kurban, dan akikah sesuai syarat
syari’at dalam kehidupan sehari-hari dan rukunnya sehingga membentuk sikap kritis
dalam konteks berbangsa dan bernegara dan dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang
untuk menggapai rida AllahSwt. mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan umat
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalam konteks beragama, berbangsa, dan
dalil dan proses istidlalnya tentang (6) bernegara.
hukum kurban dan akikah, (7) perburuan
hewan liar, ketentuan penyembelihan
binatang dan ketentuan makanan halal 10.4 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 14
sebagai dasar pengembangan industri halal tasyri’nya tentang zakat dan pengelolaannya,
food agar peserta didik selektif memilih infak, sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah sehingga
makanan di era global dan terbiasa membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan
mengkonsumsi makanan yang halal dan kepedulian sosial yang mempengaruhi cara
baik (halalan thayyiban) sehingga berfikir, bersikap, dan bertindak untuk
kesucian hati bisa dijaga, yang akan mewujudkan kesejahteraan umat dalam konteks
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku beragama, berbangsa, dan bernegara.
sehari-hari menjadi baik.

10.7 Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil X 12 JP


dan proses istidlalnya tentang perburuan hewan
liar, ketentuan penyembelihan binatang dan
ketentuan makanan halal agar peserta didik selektif
memilih makanan di era global dan terbiasa
mengkonsumsi makanan yang halal dan baik
sehingga kesucian hati bisa dijaga, yang akan
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku sehari-hari
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan
Mata Pelajaran : Fikih
Fase :F
Kelas : XI dan XII
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan

Model 1

Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis pendapat para fuqaha Menganalisis konsep dan ketentuan ihyaaul mawaat
terkait dalil dan istidlalnya tentang konsep dan ketentuan dengan membandingkan pendapat para ulama sehingga
akad muamalah meliputi: ihyaaul mawaat, jual beli, dapat bersikap kritis dan peduli terhadap lingkungan
mengidentifikasi transaksi mengandung riba, khiyaar,
salam, hajr, musaqah, muzara’ah, mukhabarah, Menganalisis konsep dan ketentuan jual beli, khiyaar,
mudlarabah, murabahah, qiradl, syirkah, syuf’ah, salam, hajr dengan membandingkan pendapat para ulama
wakalah, shulhu, dlaman, kafalah, wadi’ah, dan rahn, serta sehingga dapat bersikap kritis, jujur, amanah,
Fikih transaksi di era global mencakup: bank syariah dan tanggungjawab, dan peduli terhadap orang lain
Muamalah konvensional, asuransi syariah, pinjaman online, dan
transaksi online lainnya disertai analisis dalil dan Menganalisis konsep dan ketentuan musaqah, muzara’ah,
istidlalnya sehingga aktifitas sosial-ekonomi pada era mukhabarah, mudlarabah, murabahah, qiradl, syirkah,
digital dan global dijalankan secara jujur, amanah, dan syuf’ah, wakalah, shulhu, dlaman, kafalah, wadi’ah, dan
tanggung jawab sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai rahn dengan membandingkan pendapat para ulama
ibadah dan berdimensi ukhrawi dlam konteks beragama, sehingga dapat bersikap kritis, adil, jujur, amanah,
berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat global. tanggungjawab, tidak berorientasi dunia (kepentingan
pribadi) dan peduli terhadap orang lain
Menganalisis konsep dan ketentuan bank syariah dan
konvensional, asuransi syariah, pinjaman online, dan
transaksi online lainnya dengan membandingkan pendapat
para ulama sehingga dapat bersikap kritis, jujur, amanah,
tanggungjawab, dan peduli terhadap orang lain

Peserta didik memiliki pemahaman yang komprehensif Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang
tentang ketentuan jinayah, hudud, bughat, riddah dan ketentuan jinayah, hudud, bughat, riddah dan ketentuan
ketentuan peradilan dalam Islam serta implementasinya peradilan dalam Islam serta implementasinya dalam
dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk, konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk,
berbangsa, dan bernegara disertai analisis dalil dan istidlal berbangsa, dan bernegara sehingga dapat bersikap
yang komprehensif dengan maqashid syari’ah, sehingga menghargai dan menghormati hak orang lain, patuh
penerapannya tetap dapat menjaga karakter Islam terhadap aturan dan tanggung-jawab, dalam menjalani
rahmatan lil’alamin. perannya dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk,
berbangsa, dan bernegara
Peserta didik mampu menganalisis pendapat para fuqaha
Menganalisis ketentuan hukum perkawinan, talak, rujuk,
terkait dalil dan istidlalnya tentang ketentuan hukum
nusyuz dengan membandingkan pendapat para ulama
perkawinan, talak, rujuk, nusyuz, waris dan wasiat, serta
sehingga dapat bersikap kritis, tanggung jawab, setia, dan
implementasinya dengan analisis dalil yang komprehensif,
peduli terhadap keluarga
sehingga mampu mewujudkan kehidupan harmonis dan
damai dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang menganalisis ketentuan hukum waris dan wasiat dengan
majemuk, berbangsa, dan bernegara. membandingkan pendapat para ulama sehingga dapat
bersikap kritis, adil, jujur, tidak berorientasi kepentingan
pribadi, dan peduli terhadap tanggung jawab, setia, dan
peduli terhadap keluarga
TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :F
Kelas : XI dan XII
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan

Model 2

Elemen Capaian Pembelajaran Kompetensi Lingkup Materi Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis Menganalisis Ihyaaul mawaat Menganalisis konsep dan ketentuan
pendapat para fuqaha terkait dalil ihyaaul mawaat dengan
dan istidlalnya tentang konsep dan membandingkan pendapat para
ketentuan akad muamalah meliputi: ulama sehingga dapat bersikap kritis
ihyaaul mawaat, jual beli, dan peduli terhadap lingkungan
Fikih
mengidentifikasi transaksi Jual beli, khiyaar, Menganalisis konsep dan ketentuan
Muamalah
mengandung riba, khiyaar, salam, salam, hajr jual beli, khiyaar, salam, hajr
hajr, musaqah, muzara’ah, dengan membandingkan pendapat
mukhabarah, mudlarabah, para ulama sehingga dapat bersikap
murabahah, qiradl, syirkah, syuf’ah, kritis, jujur, amanah, tanggungjawab,
wakalah, shulhu, dlaman, kafalah, dan peduli terhadap orang lain
wadi’ah, dan rahn, serta transaksi di musaqah, muzara’ah, Menganalisis konsep dan ketentuan
era global mencakup: bank syariah mukhabarah, musaqah, muzara’ah, mukhabarah,
dan konvensional, asuransi syariah, mudlarabah, mudlarabah, murabahah, qiradl,
pinjaman online, dan transaksi online murabahah, qiradl, syirkah, syuf’ah, wakalah, shulhu,
syirkah, syuf’ah,
lainnya disertai analisis dalil dan dlaman, kafalah, wadi’ah, dan rahn
wakalah, shulhu,
istidlalnya sehingga aktifitas sosial- dlaman, kafalah,
dengan membandingkan pendapat
ekonomi pada era digital dan global wadi’ah, dan rahn para ulama sehingga dapat bersikap
dijalankan secara jujur, amanah, dan kritis, adil, jujur, amanah,
tanggung jawab sesuai aturan fikih, tanggungjawab, tidak berorientasi
yang dapat bernilai ibadah dan dunia (kepentingan pribadi) dan
berdimensi ukhrawi dlam konteks peduli terhadap orang lain
beragama, berbangsa, bernegara, dan
bermasyarakat global. bank syariah dan Menganalisis konsep dan ketentuan
konvensional, bank syariah dan konvensional,
asuransisyariah, asuransi syariah, pinjaman online,
pinjaman online, dan dan transaksi online lainnya dengan
transaksi online membandingkan pendapat para
lainnya
ulama sehingga dapat bersikap kritis,
jujur, amanah, tanggungjawab, dan
peduli terhadap orang lain

jinayah, hudud,
Peserta didik memiliki pemahaman Menalar/memahami bughat, riddah dan memiliki pemahaman yang
yang komprehensif tentang komprehensif tentang ketentuan
ketentuan peradilan jinayah, hudud, bughat, riddah dan
ketentuan jinayah, hudud, bughat, dalam Islam
riddah dan ketentuan peradilan ketentuan peradilan dalam Islam
dalam Islam serta implementasinya serta implementasinya dalam
dalam konteks kehidupan konteks kehidupan bermasyarakat
bermasyarakat yang majemuk, yang majemuk, berbangsa, dan
berbangsa, dan bernegara disertai bernegara sehingga dapat bersikap
analisis dalil dan istidlal yang menghargai dan menghormati hak
komprehensif dengan maqashid orang lain, patuh terhadap aturan dan
syari’ah, sehingga penerapannya tanggung-jawab, dalam menjalani
perannya dalam kehidupan
tetap dapat menjaga karakter Islam bermasyarakat yang majemuk,
rahmatan lil’alamin. berbangsa, dan bernegara

Peserta didik mampu menganalisis


pendapat para fuqaha terkait dalil Menganalisis perkawinan, talak, menganalisis ketentuan hukum
dan istidlalnya tentang ketentuan rujuk, nusyuz perkawinan, talak, rujuk, nusyuz
hukum perkawinan, talak, rujuk, dengan membandingkan pendapat
nusyuz, waris dan wasiat, serta para ulama sehingga dapat bersikap
implementasinya dengan analisis kritis, tanggung jawab, setia, dan
dalil yang komprehensif, sehingga peduli terhadap keluarga
mampu mewujudkan kehidupan
waris dan wasiat
harmonis dan damai dalam konteks Menganalisis menganalisis ketentuan hukum waris
kehidupan bermasyarakat yang dan wasiat dengan membandingkan
majemuk, berbangsa, dan bernegara. pendapat para ulama sehingga dapat
bersikap kritis, adil, jujur, tidak
berorientasi kepentingan pribadi, dan
peduli terhadap tanggung jawab,
setia, dan peduli terhadap keluarga
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :F
Kelas : XI dan XII
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan
Model 1

Alur Tujuan Pembelajaran

No. Alokasi Waktu


Elemen Capaian Pembelajaran
TP Tujuan Pembelajaran
Kelas XI Kelas XII

Peserta didik mampu Menganalisis konsep dan ketentuan


menganalisis pendapat para 11.1 ihyaaul mawaat dengan membandingkan
fuqaha terkait dalil dan pendapat para ulama sehingga dapat 4 JP
istidlalnya tentang konsep bersikap kritis dan peduli terhadap
dan ketentuan akad lingkungan
muamalah meliputi: ihyaaul Menganalisis konsep dan ketentuan jual
Fikih Muamalah
mawaat, jual beli, 11.2 beli, khiyaar, salam, hajr dengan
mengidentifikasi transaksi membandingkan pendapat para ulama
mengandung riba, khiyaar, sehingga dapat bersikap kritis, jujur, 16 JP
salam, hajr, musaqah, amanah, tanggungjawab, dan peduli
muzara’ah, mukhabarah, terhadap orang lain
mudlarabah, murabahah,
qiradl, syirkah, syuf’ah, Menganalisis konsep dan ketentuan
wakalah, shulhu, dlaman, 11.3 musaqah, muzara’ah, mukhabarah,
kafalah, wadi’ah, dan rahn, mudlarabah, murabahah, qiradl,
serta transaksi di era global syirkah, syuf’ah, wakalah, shulhu,
mencakup: bank syariah dan dlaman, kafalah, wadi’ah, dan rahn
28 JP
konvensional, asuransi dengan membandingkan pendapat para
syariah, pinjaman online, dan ulama sehingga dapat bersikap kritis,
transaksi online lainnya adil, jujur, amanah, tanggungjawab,
disertai analisis dalil dan tidak berorientasi dunia (kepentingan
istidlalnya sehingga aktifitas pribadi) dan peduli terhadap orang lain
sosial-ekonomi pada era Menganalisis konsep dan ketentuan bank
digital dan global dijalankan 11.4 syariah dan konvensional, asuransi
secara jujur, amanah, dan syariah, pinjaman online, dan transaksi
tanggung jawab sesuai aturan online lainnya dengan membandingkan
14 JP
fikih, yang dapat bernilai pendapat para ulama sehingga dapat
ibadah dan berdimensi bersikap kritis, jujur, amanah,
ukhrawi dlam konteks tanggungjawab, dan peduli terhadap
beragama, berbangsa, orang lain
bernegara, dan memiliki pemahaman yang
bermasyarakat global. 11.5 komprehensif tentang ketentuan jinayah,
Peserta didik memiliki hudud, bughat, riddah dan ketentuan
pemahaman yang peradilan dalam Islam serta
komprehensif tentang implementasinya dalam konteks
ketentuan jinayah, hudud, kehidupan bermasyarakat yang
bughat, riddah dan ketentuan majemuk, berbangsa, dan bernegara
10 JP
peradilan dalam Islam serta sehingga dapat bersikap menghargai dan
implementasinya dalam menghormati hak orang lain, patuh
konteks kehidupan terhadap aturan dan tanggung-jawab,
bermasyarakat yang dalam menjalani perannya dalam
majemuk, berbangsa, dan kehidupan bermasyarakat yang
bernegara disertai analisis majemuk, berbangsa, dan bernegara
dalil dan istidlal yang
komprehensif dengan menganalisis ketentuan hukum
maqashid syari’ah, sehingga 12.6 perkawinan, talak, rujuk, nusyuz dengan
penerapannya tetap dapat membandingkan pendapat para ulama
32 JP
menjaga karakter Islam sehingga dapat bersikap kritis, tanggung
rahmatan lil’alamin. jawab, setia, dan peduli terhadap
Peserta didik mampu keluarga
menganalisis pendapat para menganalisis ketentuan hukum waris dan
fuqaha terkait dalil dan 12.7 wasiat dengan membandingkan pendapat
istidlalnya tentang ketentuan para ulama sehingga dapat bersikap
hukum perkawinan, talak, kritis, adil, jujur, tidak berorientasi
rujuk, nusyuz, waris dan kepentingan pribadi, dan peduli terhadap
wasiat, serta tanggung jawab, setia, dan peduli
implementasinya dengan terhadap keluarga
analisis dalil yang 32 JP
komprehensif, sehingga
mampu mewujudkan
kehidupan harmonis dan
damai dalam konteks
kehidupan bermasyarakat
yang majemuk, berbangsa,
dan bernegara.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Program Keagamaan


Mata Pelajaran : Fikih
Fase :F
Kelas : XI dan XII
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Penyusun Fikih Program Keagamaan
Model 2

Alur Tujuan Pembelajaran

No. Alokasi Waktu


Elemen Capaian Pembelajaran
TP Tujuan Pembelajaran
Kelas XI Kelas XII

Peserta didik mampu Menganalisis konsep dan ketentuan jual


11.2 beli, khiyaar, salam, hajr dengan
menganalisis pendapat para
fuqaha terkait dalil dan membandingkan pendapat para ulama
sehingga dapat bersikap kritis, jujur, 18 JP
istidlalnya tentang konsep
dan ketentuan akad amanah, tanggungjawab, dan peduli
muamalah meliputi: ihyaaul terhadap orang lain
mawaat, jual beli, Menganalisis konsep dan ketentuan bank
Fikih Muamalah
mengidentifikasi transaksi 11.4 syariah dan konvensional, asuransi
mengandung riba, khiyaar, syariah, pinjaman online, dan transaksi
salam, hajr, musaqah, online lainnya dengan membandingkan
muzara’ah, mukhabarah, 18 JP
pendapat para ulama sehingga dapat
mudlarabah, murabahah, bersikap kritis, jujur, amanah,
qiradl, syirkah, syuf’ah, tanggungjawab, dan peduli terhadap
wakalah, shulhu, dlaman, orang lain
kafalah, wadi’ah, dan rahn, Menganalisis konsep dan ketentuan
serta transaksi di era global 11.3 musaqah, muzara’ah, mukhabarah,
mencakup: bank syariah dan mudlarabah, murabahah, qiradl,
konvensional, asuransi syirkah, syuf’ah, wakalah, shulhu,
syariah, pinjaman online, dan dlaman, kafalah, wadi’ah, dan rahn
transaksi online lainnya dengan membandingkan pendapat para 18 JP
disertai analisis dalil dan ulama sehingga dapat bersikap kritis,
istidlalnya sehingga aktifitas adil, jujur, amanah, tanggungjawab,
sosial-ekonomi pada era tidak berorientasi dunia (kepentingan
digital dan global dijalankan pribadi) dan peduli terhadap orang lain
secara jujur, amanah, dan
tanggung jawab sesuai aturan menganalisis ketentuan hukum waris dan
fikih, yang dapat bernilai 11.7 wasiat dengan membandingkan pendapat
ibadah dan berdimensi para ulama sehingga dapat bersikap
ukhrawi dlam konteks kritis, adil, jujur, tidak berorientasi 18 JP
beragama, berbangsa, kepentingan pribadi, dan peduli terhadap
bernegara, dan tanggung jawab, setia, dan peduli
bermasyarakat global. terhadap keluarga
Peserta didik memiliki memiliki pemahaman yang
pemahaman yang 12.5 komprehensif tentang ketentuan jinayah,
komprehensif tentang hudud, bughat, riddah dan ketentuan
ketentuan jinayah, hudud, peradilan dalam Islam serta
bughat, riddah dan ketentuan implementasinya dalam konteks
peradilan dalam Islam serta kehidupan bermasyarakat yang
implementasinya dalam majemuk, berbangsa, dan bernegara
30 JP
konteks kehidupan sehingga dapat bersikap menghargai dan
bermasyarakat yang menghormati hak orang lain, patuh
majemuk, berbangsa, dan terhadap aturan dan tanggung-jawab,
bernegara disertai analisis dalam menjalani perannya dalam
dalil dan istidlal yang kehidupan bermasyarakat yang
komprehensif majemuk, berbangsa, dan bernegara
dengan maqashid syari’ah,
sehingga
penerapannya tetap dapat menganalisis ketentuan hukum
menjaga karakter Islam 12.6 perkawinan, talak, rujuk, nusyuz dengan
rahmatan lil’alamin. membandingkan pendapat para ulama
30 JP
Peserta didik mampu sehingga dapat bersikap kritis, tanggung
menganalisis pendapat para jawab, setia, dan peduli terhadap
fuqaha terkait dalil dan keluarga
istidlalnya tentang ketentuan Menganalisis konsep dan ketentuan
hukum perkawinan, talak, 12.1 ihyaaul mawaat dengan membandingkan
rujuk, nusyuz, waris dan pendapat para ulama sehingga dapat
wasiat, serta bersikap kritis dan peduli terhadap
implementasinya dengan lingkungan
analisis dalil yang
komprehensif, sehingga
mampu mewujudkan 4 JP
kehidupan harmonis dan
damai dalam konteks
kehidupan bermasyarakat
yang majemuk, berbangsa,
dan bernegara.
CONTOH MODUL AJAR

FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS X KEAGAMAAN
FASE E

Disusun oleh
Muhammad Syifaus Surur
MODUL AJAR
INFORMASI
UMUM
A. IDENTITAS SEKOLAH
Nama Penyusun Muhammad Syifaus Surur
Institusi MAN 4 Jombang
Tahun Pelajaran 2022-2023
Jenjang Sekolah MA
Mata Pelajaran Fikih Keagamaan
Kelas X
Fase E
Elemen Fikih Ibadah
Alokasi Waktu 8 JP

[Link] AWAL
1. Sebagian peserta didik telah memahami materi tentang kurban dan akikah
namun belum pernah terlibat dalam penyembelihan dan pendistribusian daging
kurban dan akikah.
2. Sebagian peserta didik telah memahami materi tentang kurban dan akikah
pernah terlibat dalam penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dan
akikah, akan tetapi belum memahami dasar pengambilan hukum kurban dan
akikah.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, mandiri,
berpikir kritis

D. SARANA DAN PRASARANA

LCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara,


Media
jaringan internet

LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, Youtube


Sumber Belajar
dan lain-lain

E. TARGET PESERTA DIDIK


1. Peserta didik regular
2. Peserta didik dengan hambatan belajar
3. Peserta didik cerdas istimewa berbakat
F. MODEL PEMBALAJARAN

Discovery Learning (Tergantung Materi)


KOMPONEN INTI
[Link] PEMBELAJARAN
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki dimensi sosial
berupa kurban dan akikah sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan analisis
dalil dari para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, sehingga semakin mantap
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat membentuk kepedulian sosial yang
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan bertindak untuk mewujudkan
kesejahteraan umat dalam konteks beragama, berbangsa, dan bernegara.
[Link] PEMBELAJARAN
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya
tentang hukum kurban dan akikah serta hikmah tasyri’nya sehingga
membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan bertindak untuk mewujudkan
kesejahteraan umat dalam konteks beragama, berbangsa, dan bernegara.
[Link] KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
Melalui model pembelajaran Discovery Learning, peserta didik dapat :
1. Menganalisis ketentuan hewan kurban dan akikah
2. Menganalisis ketentuan penyembelihan hewan kurban dan akikah
3. Menganalisis ketentuan pendistribusian daging kurban dan akikah
4. Menganalisis perbedaan kurban dan akikah
5. Menganalisis hikmah tasyri’ adanya kurban dan akikah
6. Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya
tentang hukum kurban dan akikah
[Link] BERMAKNA
Melaksanakan kurban dan akikah adalah wujud ketaatan seorang hamba
terhadap Allah SWT, yang berdampak positif baik secara spiritual maupun
sosial.
[Link] PEMANTIK
1. Apakah kalian sudah pernah berkurban?
2. Apakah kalian pernah melihat kegiatan penyembelihan hewan kurban
dan akikah serta apa alasan mereka menyembelih hewan kurban dan
akikah?
[Link] PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan media dan bahan ajar
2. Guru menyiapkan video tentang kurban dan akikah
3. Guru menyiapkan LKPD
[Link] PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1 (KKTP 1)
Kegiatan Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam dan
(15 Menit) dilanjutkan dengan pembiasaan berdoa.
2. Mengisi daftar hadir dan memberikan motivasi
sebelum memulai pembelajaran.
3. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi
pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dalam kehidupan nyata
4. Membuat kesepakatan (kontrak belajar) bersama
peserta didik mengenai pembelajaran di kelas.
Kegiatan Inti 1. Guru menunjukkan gambar atau video tentang
(65 Menit) ketentuan kurban dan akikah di hadapan siswa dan
meminta siswa mengamati dengan seksama.
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan
topik yang sedang dipelajari dengan cara memberi
pertanyaan
3. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok
untuk mendiskusikan materi tentang ketentuan
kurban dan akikah.
4. Masing-masing kelompok menyampaikan
kesimpulan tentang materi yang didiskusikan,
sementara kelompok lainnya memperhatikan dan
memberikan tanggapan
5. Guru memberikan penguatan tentang materi
6. Siswa menyusun laporan hasil pemahaman
materi sesuai dengan petunjuk yang ada pada
LKPD dan bimbingan dari guru.

Kegiatan Penutup 1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan


(10 Menit) pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk
mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
4. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
PERTEMUAN KE-2 (KKTP 2 dan 3)
Kegiatan Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam dan
(15 Menit) dilanjutkan dengan pembiasaan berdoa.
2. Mengisi daftar hadir dan memberikan motivasi
sebelum memulai pembelajaran.
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan
kembali pembelajaran sebelumnya tentang
ketentuan kurban dan akikah serta mengaitkan
dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti 1. Guru menunjukkan gambar atau video terkait


(65 Menit) ketentuan penyembelihan hewan kurban dan akikah
serta ketentuan pendistribusiannnya di hadapan
siswa dan meminta siswa mengamati dengan
seksama.
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan
topik yang sedang dipelajari dengan cara memberi
pertanyaan
3. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok
untuk mendiskusikan materi tentang ketentuan
penyembelihan hewan kurban dan akikah serta
ketentuan pendistribusiannnya.
4. Masing-masing kelompok menyampaikan
kesimpulan tentang materi yang didiskusikan,
sementara kelompok lainnya memperhatikan dan
memberikan tanggapan
5. Guru memberikan penguatan tentang materi
6. Siswa menyusun laporan hasil pemahaman
materi sesuai dengan petunjuk yang ada pada
LKPD dan bimbingan dari guru.
Kegiatan Penutup 1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan
(10 Menit) pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk
mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
4. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
PERTEMUAN KE-3 (KKTP 4 dan 5)
Kegiatan Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam dan
(15 Menit) dilanjutkan dengan pembiasaan berdoa.
2. Mengisi daftar hadir dan memberikan motivasi
sebelum memulai pembelajaran.
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali
pembelajaran sebelumnya tentang ketentuan
penyembelihan hewan kurban dan akikah serta
ketentuan pendistribusiannnya serta mengaitkan
dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan

Kegiatan Inti 1. Guru menunjukkan gambar atau video tentang


(65 Menit) perbedaan kurban dan akikah serta hikmah tasyri’nya
di hadapan siswa dan meminta siswa mengamati
dengan seksama.
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan
topik yang sedang dipelajari dengan cara memberi
pertanyaan
3. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok
untuk mendiskusikan materi tentang perbedaan
kurban dan akikah serta hikmah tasyri’nya
4. Masing-masing kelompok menyampaikan
kesimpulan tentang materi yang didiskusikan,
sementara kelompok lainnya memperhatikan dan
memberikan tanggapan
5. Guru memberikan penguatan tentang materi
Siswa menyusun laporan hasil pemahaman
materi sesuai dengan petunjuk yang ada pada
LKPD dan bimbingan dari guru.

Kegiatan Penutup 1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan


(10 Menit) pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk
mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
4. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a

PERTEMUAN KE-4 (KKTP 6)


Kegiatan Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam dan
(15 Menit) dilanjutkan dengan pembiasaan berdoa.
2. Mengisi daftar hadir dan memberikan motivasi
sebelum memulai pembelajaran.
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan
kembali pembelajaran sebelumnya tentang kurban
dan akikah serta mengaitkan dengan pembelajaran
yang akan dilaksanakan
Kegiatan Inti 1. Guru menunjukkan gambar atau video terkait
(65 Menit) dalil- dalil tentang kurban dan akikah di hadapan
siswa dan meminta siswa mengamati dengan
seksama.
2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan
topik yang sedang dipelajari dengan cara memberi
pertanyaan
3. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok
untuk mendiskusikan materi tentang pendapat
para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya
tentang
hukum kurban dan akikah.
4. Masing-masing kelompok menyampaikan
kesimpulan tentang materi yang didiskusikan,
sementara kelompok lainnya memperhatikan dan
memberikan tanggapan
5. Guru memberikan penguatan tentang materi
6. Siswa menyusun laporan hasil pemahaman
materi sesuai dengan petunjuk yang ada pada
LKPD dan bimbingan dari guru.
Kegiatan Penutup 1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan
(10 Menit) pembelajaran yang telah dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk
mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang sudah
berlangsung
3. Menginformasikan rencana kegiatan
pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
4. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a

[Link] DIFERENSIASI
1. Untuk peserta didik yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini
lebih jauh, disarankan untuk membaca materi, menganalisis materi kurban
dan akikah serta dalil dari para fuqaha dari berbagai referensi dan
literatur lain yang relevan.
2. Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran
bisa tercapai.
3. Untuk peserta didik yang kesulitan belajar pada materi ini, dianjurkan
untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di
luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan peserta didik. Peserta
didik juga dianjurkan untuk belajar kepada teman sebaya.
I. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran,
Pertanyaan Ya Tidak
dengan pertanyaan:
1. Apakah pernah membaca buku terkait Jawaban
kurban dan akikah?
2. Apakah kalian ingin menguasai materi
pelajaran dengan baik?
3. Berapakah usia hewan yang boleh dijadikan
kurban dan akikah?
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode discovery
learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Total
Ide/gagasan Aktif Kerjasama Skor
1 Rahmad
2 Ali Syahbana
3 Syamsudin
4 dst
Keterangan :
Kriteria Penilaian
4 = Sangat Baik Pedoman pen-skoran
3 = Baik Nilai = Skor perolehan X 100
2 = Cukup 12
1 = Kurang
3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
1) Teknik Asesmen:
 Tes : Tertulis
 Non Tes : Observasi
2) Bentuk Instrumen:
 Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
 Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

J. PENGAYAAN
 Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
 Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
 Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

[Link]
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran
 Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
 Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

L. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN GURU


1. Peserta Didik
a. Bagaimana menurut kalian pembelajaran hari ini?
b. Apakah metode yang digunakan membuat kalian mudah memahami
pelajaran?
c. Kesulitan apa yang kalian temui dalam pembelajaran kali ini?
d. Berapa persenkah kalian memahami materi pada hari ini?
2. Guru
a. Apakah model pembelajan yang saya gunakan sesuai dengan materi
dan karakteristik peserta didik?
b. Apakah semua peserta didik nyaman belajar dalam kelompoknya?
c. Pada bagian mana dari materi ini peserta didik mudah memahami?
d. Bagaimana kesesuaian durasi waktu dan tujuan belajar yang ingin
dicapai pada pembelajaran ini?
M. GLOSARIUM

1 Udhiyyah = Hewan sembelihan


2 Dzulhijjah = Nama bulan dalam kalender Hijriyah
3 Hari Tasyrik = Hari tanggal 11,12, dan 13 di bulan Dzulhijjah
4 Taqarrub = Mendekatkan diri kepada Allah
5 Faqir = Orang yang tidak memiliki harta benda dan tidak
memiliki pekerjaan untuk mencarinya.
Miskin =
6 Orang yang memiliki harta tetapi hanya cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya
[Link] BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. [Link] Ma’ruf dkk, Fikih Ibadah, Lembaga Ta’lif wannasyr PP. Al Falah
Ploso
Kediri
2. [Link]
3. [Link]
kurban-dan-aqiqah-serta-larangannya/
4. [Link]
5. [Link]
kurban-dan-aqiqah-sekaligus-Va2s0
6. [Link]
Lampiran I

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD KEGIATAN DISKUSI PERTEMUAN I

A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
 Menganalisis ketentuan hewan kurban dan akikah

C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
1 Menganalisis ketentuan hewan kurban dan akikah
4. Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar
kerja kelompok yang sudah disediakan
5. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
6. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi dengan
mengajukan
pertanyaan atau menambahkan penjelasan.

D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah ketentuan kurban dan akikah sesuai pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban

Pengertian kurban dan


akikah?

Hukum kurban dan


akikah?

Syarat hewan kurban dan


akikah?

LEMBAR KERJA MANDIRI


Nama :
……………………………………………. Kelas:
……………………………………………. No Absen
: . …………………………………………..

1. Menjelaskan ketentuan kurban dan akikah?


………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
LKPD KEGIATAN DISKUSI PERTEMUAN II

A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis ketentuan penyembelihan hewan kurban dan akikah
2. Menganalisis ketentuan pendistribusian daging kurban dan akikah

C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
1 Menganalisis ketentuan penyembelihan hewan kurban dan akikah

2 Menganalisis ketentuan pendistribusian daging kurban dan akikah


4. Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar
kerja kelompok yang sudah disediakan
5. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya
untuk mempresentasikan hasil diskusinya
6. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi dengan
mengajukan pertanyaan atau menambahkan penjelasan.

D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah ketentuan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dan
akikah sesuai pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban

Waktu penyembelihan
kurban dan akikah?

Hal-hal yang
disunnahkan dalam
penyembelihan kurban
dan akikah?

Ketentuan pendistribusian
kurban dan akikah?

LEMBAR KERJA MANDIRI


Nama :
……………………………………………. Kelas:
……………………………………………. No Absen
: . …………………………………………..

1. Menjelaskan ketentuan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dan


akikah dengan singkat?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
LKPD KEGIATAN DISKUSI PERTEMUAN III

A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis perbedaan kurban dan akikah
2. Menganalisis hikmah tasyri’ adanya kurban dan akikah

C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
1 Menganalisis perbedaan kurban dan akikah

2 Menganalisis hikmah tasyri’ adanya kurban dan akikah


4. Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar
kerja kelompok yang sudah disediakan
5. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya
untuk mempresentasikan hasil diskusinya
6. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi dengan
mengajukan pertanyaan atau menambahkan penjelasan.

D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah perbedaan kurban dan akikah serta hikmah tasyri’ keduanya sesuai
pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban

Perbedaan kurban
dan akikah?

Hikmah disyariatkannya
kurban dan akikah
secara individu dan
sosial?

LEMBAR KERJA MANDIRI


Nama :
……………………………………………. Kelas:
……………………………………………. No Absen
: . …………………………………………..

1. Menjelaskan perbedaan kurban dan akikah serta hikmah tasyri’ keduanya?


………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
LKPD KEGIATAN DISKUSI PERTEMUAN IV

A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses
istidlalnya tentang hukum kurban dan akikah

C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses
1
istidlalnya tentang hukum kurban dan akikah
4. Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar
kerja kelompok yang sudah disediakan
5. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya
untuk mempresentasikan hasil diskusinya
6. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi dengan
mengajukan pertanyaan atau menambahkan penjelasan.

D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah ketentuan pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya
tentang hukum kurban dan akikah sesuai pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban

Dasar hukum kurban


dan akikah menurut
para ulama?

Proses istidlalnya tentang


hukum kurban dan
akikah menurut para
ulama?

LEMBAR KERJA MANDIRI


Nama :
……………………………………………. Kelas:
……………………………………………. No Absen
: . …………………………………………..

1. Menjelaskan pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya tentang
hukum kurban dan akikah?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
Lampiran 2. Instrumen Asesmen

Assesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

a. Unjuk Kerja
I
INSTRUMEN PENILAIAN DIMENSI
SIKAP (LEMBAR OBSERVASI)

Disiplin Percaya Diri Tanggung


No Nama Siswa Jawab Skor
4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1 Adelia Renatha Putri
2 Aisyah Az Zahra
3 Alifia Ghofur Anggraeni
4 Arya Adi Kenasih
5 Azzahra Gea Oktariana
6 dst
Keterangan :
Kriteria Penilaian
4 = Membudaya Pedoman pen-skoran
3 = Mulai Berkembang Nilai = Skor perolehan X
2 = Mulai Terlihat 100 12
1 = Belum Terlihat

b. Unjuk Kerja 2

INSTRUMEN PENILAIAN DISKUSI KELOMPOK/MANDIRI


Materi : Menganalisis ketentuan penyembelihan dan pendistribusian hewan
kurban dan akikah
Hari/Tanggal :
Kelas :

Aspek yang dinilai


Ketepatan
Ketepatan Total
No Nama Siswa Kesesuaian
penggunaan
waktu
Skor
dg materi pengumpulan
bahasa
tugas
1 Adelia Renatha Putri
2 Aisyah Az Zahra
3 Alifia Ghofur Anggraeni
4 Arya Adi Kenasih
5 Azzahra Gea Oktariana
6 dst

Keterangan :
Kriteria Penilaian
4 = Sangat Baik Pedoman pen-skoran
3 = Baik Nilai = Skor perolehan X
2 = Cukup 100 12
1 = Kurang
Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1. Pada saat penyembelihan hewan kurban ternyata terdapat salah satu hewan
kurban yang kakinya tersangkut sehingga menyebabkan kakinya patah?
Bagaimana pendapat kalian?
2. Rahmad membeli seekor kambing dengan harga Rp. 3.000.000, pada saat
membawa kambingnya pulang rahmad bertemu dengan syamsudin
kemudian sambil menunjuk kambingnya rahmad bilang “ini mau saya buat
kurban”,. Bagaimana pendapat kalian dengan kejadian tersebut, apakah
kambing milik rahmad bisa di kategorikan kurban nadzar atau tidak?
3. Ketika kalian menyaksikan penyembelihan hewan kurban dan
pendistribusian daging kurban apa yang ada dalam benak kalian? Jelaskan!
4. Pada saat menyembelih hewan kurban yusron lupa belum mengasah
pisaunya sehingga dia butuh tenaga esktra untuk bisa memotong bagian yang
wajib terpotong seperti lubang pernafasan dan lubang masuknya makanan,
lantas bagaimana kalian menyikapi hal tersubut?
5. Ali adalah seorang suami yang baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki,
tepat pada hari ketujuh dari kelahiran anaknya Ali menyembelih seekor
kambing jantan untuk dijadikan hewan akikah, bagaimana pendapat kalian
tentang kisah tersebut?

Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)

b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan
1. Peserta didik membuat artikel yang berkaitan dengan pelaksaan kurban
atau akikah.
Kemudian mempresentasikannya di depan kelas.
Contoh rubrik penilaian produk:
Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama produk :

Skor Jumlah
No Aspek 1 2 3 4 Skor
1. Perencanaan
a. persiapan
b. lini masa pembuatan
c. jenis produk
2. Proses pembuatan
a. penggunaan media, alat dan bahan
b. teknik pembuatan
c. kerjasama kelompok
3. Tahap akhir
a. kualitas produk
b. publikasi
c. kreatifitas
d. orisinalitas
Keterangan penilaian:
Perencanaan
Skor Keterangan
1 Tidak baik, ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak ada lini masa
dan penentuan jenis produk sesuai tema
2 Cukup baik, ada kolaborasi dalam kelompok dan linimasa pembuatan
tetapi tidak diikuti semua anggota kelompok dan ada penentuan jenis
produk sesuai tema
3 Baik, ada kolaborasi tetapi tidak diikuti semua anggota kelompok ada
linimasa pembuatan dan ada penentuan jenis produk sesuai tema
4 Sangat baik, ada kolaborasi antar semua anggota kelompok, ada
linimasa pembuatan dan ada penentuan jenis produk sesuai tema
Proses pembuatan
Skor Keterangan
1 Tidak baik, ada media, alat dan bahan dan tidak mampu menguasai
teknik pembuatan dan tidak ada kerjasama kelompok
2 Cukup baik, ada media, alat dan bahan dan mampu menguasai
teknik pembuatan dan tidak ada kerjasama kelompok
3 Baik, ada media, alat dan bahan dan tetapi mampu menguasai teknik
pembuatan dan ada beberapa kerjasama kelompok
4 Sangat baik, ada media, alat dan bahan dan mampu menguasai
teknik pembuatan dan ada kerjasama kelompok
Tahap akhir
Skor Keterangan
1 Tidak baik, ada produk tetapi belum selesai
2 Cukup baik, ada produk, bentuk publikasi kurang sesuai tema, dan
belum ada kreatifitas
3 Baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, belum ada
kreatifitas,
dan orisinil
4 Sangat baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, ada
kreatifitas, dan orisinil
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor perolehan x 100= ….
Skor maksimal

Anda mungkin juga menyukai