Pemetaan Pembelajaran Agama Islam 2025
Pemetaan Pembelajaran Agama Islam 2025
KELAS : I
Sejarah Peserta didik memahami kisah BAB 5 Nabi dan Rasul Panutanku
Peradaban beberapa nabi dan rasul. A. Mengenal Nabi dan Rasul
Islam
B. 25 Nabi dan Rasul
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
KELAS : II
D. Allah al-Khabīr
PENILAIAN HARIAN PELAJARAN 2
Ahlak Peserta didik BAB 3 Ayo Berperilaku Terpuji
memahami akhlak A. Sayang Kepada Sesama
terhadap Allah Swt.
dengan menyucikan B. Empati
dan memuji-Nya
dan akhlak terhadap C. Bertutur Kata yang Lembut
diri sendiri.
D. Jujur
TES SUMATIF PELAJARAN 3
TES SUMATIF TENGAH SEMESTER 1
Fiqih Peserta didik memahami BAB 4 Alhamdulillah, Aku Bisa
rukun Islam, Salat
syahadatain, tata cara A. Azan
bersuci, salat fardu,
B. Iqamah
azan, ikamah, zikir, dan
berdoa setelah salat.
C. Salat Fardu
TES SUMATIF PELAJARAN 4
Sejarah Peserta didik memahami kisah BAB 5 Asyik Belajar Kisah Nabi
Peradaban beberapa nabi dan rasul. Nuh a.s
Islam A. Biografi
B. Dakwah Nabi Nuh a.s
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
KELAS : III
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
D. Hikmah berbagi
TES SUMATIF PELAJARAN 4
Sejarah Peserta didik memahami kisah BAB 5 Meneladani
Peradaban Nabi Perjuangan Rasulullah
Islam Muhammad saw. Periode A. Kisah istimewa Fathu Makkah
Madinah dan
khulafaurasyidin. B. Peristiwa Haji Wada
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Topik/ Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Profil
Konten Pembelajaran
Elemen FASE A Waktu Lulusan
Peserta didik 1. Mengenal dan menyebutkan nama kitab suci 4 x pertemuan Pelajaran 1 / Aku * Keimaman dan * Asesmen
memahami huruf umat Islam, yaitu Al-Qur’an. Cinta Al-Qur’an ketaqwaan Awal
hijaiah berharakat, A. Al-Qur’an terhadap tuhan Pembelajaran
2. Menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk
huruf hijaiah Adalah Kitabku yang Maha Esa, * Asesmen Proses
bersambung, Surah hidup bagi umat Islam. B. Aku Tahu * Penalaran Kritis Pembelajaran
al-Fātiḥah, beberapa 3. Menunjukkan sikap mencintai Al-Qur’an dengan Huruf Hijaiah * Kreatifitas * Asesmen
Al-Quran dan Hadits
surah pendek Al- menjaga kebersihan dan memperlakukannya C. Aku * Kolaborasi Akhir
Qur’an, dan hadis dengan hormat. Tahu * Kemandirian Pembelajaran
tentang kebersihan Harakat
4. Menghubungkan isi kandungan Al-Qur’an
D. Aku Hafal
dengan kehidupan sehari-hari secara sederhana Surah Al-
(misalnya menjaga kebersihan, berkata baik, dll). Fatihah
5. Mengenal tiga harakat dasar: Fathah ( - ), Kasrah
( - ), dan Dhammah ( - ).
6. Membaca bunyi huruf hijaiyah dengan harakat
dasar dengan benar
7. Dapat menghafal Surah Al-Fatihah dengan
bacaan yang benar (tartil).
Aqidah Peserta didik memahami 1. mempercayai enam rukun iman; 4 x pertemuan Pelajaran 2 / * Keimaman dan * Asesmen
rukun iman, iman 2. membiasakan diri dengan sikap peduli; Mengenal Rukun ketaqwaan Awal
kepada Allah 3. membiasakan diri dengan sikap suka bekerja Iman terhadap tuhan Pembelajaran
Swt., beberapa sama; [Link] yang Maha Esa, * Asesmen Proses
asmaulhusna, dan iman 4. menjelaskan rukun iman dengan baik; Rukun Iman * Penalaran Kritis Pembelajaran
kepada malaikat. 5. menyebutkan macam-macam rukun iman [Link] * Kreatifitas * Asesmen
dengan benar; Kepada Allah * Kolaborasi Akhir
6. menghafal enam rukun iman dengan lancar; [Link] Kepada * Kemandirian Pembelajaran
Rasul
7. menyebutkan ciptaan Allah dengan benar;
[Link] Cinta Allah
8. menyebutkan pengertian rasul dengan benar;
dan Rasul-Nya
dan
9. membuat gambar pohon rukun iman dengan
benar
Ahlak Peserta didik 1. membiasakan diri membaca basmalah; 4 x pertemuan Pelajaran 3 / * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak 2. membiasakan diri membaca hamdalah; Aku Suka ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. 3. membiasakan diri bersikap santun; Membaca terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan menyucikan 4. membiasakan diri perilaku bersyukur; Basmalah dan yang Maha Esa, * Asesmen Proses
dan memuji-Nya dan 5. melafalkan basmalah dengan lancar; Hamdalah * Penalaran Kritis Pembelajaran
akhlak terhadap diri 6. menyebutkan arti basmalah dengan benar; A. Membaca * Kreatifitas * Asesmen
sendiri. Basmalah * Kolaborasi Akhir
7. melafalkan hamdalah dengan lancar;
B. Membaca * Kemandirian Pembelajaran
8. menyebutkan arti hamdalah dengan benar;
Hamdalah
9. memberikan contoh bersikap santun dengan
C. Bersikap Santun
tepat; dan
D. Mensyukuri
10. memberikan contoh cara bersyukur dengan
Nikmat Allah
tepat.
Swt
Fikih Peserta didik [Link] Syahadatain sebagai rukun Islam 4 x pertemuan Pelajaran 4 / * Keimaman dan * Asesmen
memahami rukun Islam, dengan benar rukun Islam dengan benar Mengenal Rukun ketaqwaan Awal
syahadatain, tata cara [Link] sikap yang kuat dan teguh sebagai Islam terhadap tuhan Pembelajaran
bersuci, salat fardu, cerminan rukun Islam dengan benar A. yang Maha Esa, * Asesmen Proses
azan, ikamah, zikir, dan [Link] pengerBan rukun Islam dan MengerB * Penalaran Kritis Pembelajaran
berdoa setelah salat. Syahadatain dengan benar Rukun Islam" * Kreatifitas * Asesmen
4. Merumuskan pengerBan rukun Islam dan B. Mengenal Dua * Kolaborasi Akhir
Syahadatain dengan bahasa sendiri dengan benar Kalimat * Kemandirian Pembelajaran
5. Menunjukkan hafalan rukun Islam dan Syahadat
Syahadatain dengan lancar [Link] C. MengarBkan
syair syahadatain dan arBnya dengan baik Dua Kalimat
[Link] ilusrasi “jalan kereta dan stasiun” Syahadat
rukun Islam secara berkelompok dengan indah D. Aku
Anak
Muslim
SPI Peserta didik 1. Meyakini kebenaran mu’jizat nabi dan rasul 4 x pertemuan Pelajaran 5 / Nabi * Keimaman dan * Asesmen
memahami kisah dengan mantap. dan Rasul Panutanku ketaqwaan Awal
beberapa nabi dan rasul. 2. Menunjukkan sikap sederhana sebagai A. Mengenal Nabi terhadap tuhan Pembelajaran
implementasi pemahaman kisah nabi dan rasul, dan Rasul" yang Maha Esa, * Asesmen Proses
serta mu’jizatnya dengan benar. B. 25 Nabi dan * Penalaran Kritis Pembelajaran
3. Menjelaskan pengertian nabi dan rasul dengan Rasul * Kreatifitas * Asesmen
benar. C. Mukjizat * Kolaborasi Akhir
4. Membedakan pengertian nabi dan rasul dengan Nabi dan Rasul * Kemandirian Pembelajaran
benar. D. Perilaku
5. Menyebutkan 25 nabi dan rasul yang wajib Sederhana Nabi dan
diketahui dengan benar Rasul
6. Menjelaskan pengertian mu’jizat nabi dan rasul
dengan benar.
7. Membenarkan kisah mu’jizat nabi dan rasul
dengan baik.
8. Menyanyikan lagu atau selawatberisi tentang
kisah sederhana nabi dan rasul dengan baik.
9. Menceritakan mu’jizat nabi dan rasul dengan
benar.
SILVIANA, [Link].I
NIP -
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE A - KELAS II
Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Topik/ Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Profil
Konten Pembelajaran
Elemen FASE A Waktu Lulusan
Peserta didik * Membaca Surah an-Nas dengan lancar dan benar. 4 x pertemuan Pelajaran 1 / Ayo * Keimaman dan * Asesmen
memahami huruf Menghafal Surah an-Nas dengan benar dan Belajar Al-Qur’an ketaqwaan Awal
hijaiah berharakat, berurutan. A. Membaca terhadap tuhan Pembelajaran
huruf hijaiah Memahami arB Surah an-Nas (permohonan Surah an-Nas yang Maha Esa, * Asesmen Proses
bersambung, Surah perlindungan kepada Allah). B. Menghafal * Penalaran Kritis Pembelajaran
al-Fatiḥah, beberapa * Menyebutkan isi atau pesan pokok Surah an-Nas Surah an-Nas * Kreatifitas * Asesmen
surah pendek Al- secara sederhana. C. Pesan * Kolaborasi Akhir
Al-Quran dan Hadits
Qur’an, dan hadis * Menjelaskan bahwa Surah an-Nas mengajarkan Pokok Surah * Kemandirian Pembelajaran
tentang kebersihan kita untuk berlindung kepada Allah. an-Nas
* Memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari D. Huruf Hijaiah
bagaimana menerapkan pesan Surah an-Nas. dan Makharijul Ḥurūf
* Menumbuhkan sikap waspada terhadap godaan
serta kebiasaan berdoa kepada Allah
* Mengenali 28 huruf hijaiyah dengan benar.
* Menyebutkan dan menunjukkan makharijul
ḥurūf (tempat keluarnya huruf) secara sederhana.
* Melafalkan beberapa huruf hijaiyah sesuai
makhraj-nya.
* Menumbuhkan semangat untuk belajar membaca
Al-Qur’an dengan baik dan benar
Aqidah Peserta didik memahami 1. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta 4 x pertemuan Pelajaran 2 I Mari * Keimaman dan * Asesmen
rukun iman, iman didik dapat menerima adanya Allah Swt. Yang Mengenal Allah Swt ketaqwaan Awal
kepada Allah Maha Memelihara, Yang Maha Melindungi, A. Allah al-ḤafTẓ" terhadap tuhan Pembelajaran
Swt., beberapa Yang Maha Mengetahui, dan Yang B. Allah al-WalT yang Maha Esa, * Asesmen Proses
asmaulhusna, dan iman MahatelitiIYang Mahawaspada dengan baik. C. Allah al-‘Alim * Penalaran Kritis Pembelajaran
kepada malaikat. 2. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta D. Allah al-KhabTr * Kreatifitas * Asesmen
didik dapat menunjukkan perilaku tawakal, * Kolaborasi Akhir
bersyukur, rajin belajar, dan rasa ingin tahu * Kemandirian Pembelajaran
sebagai implementasi dari pemahaman makna
asmaulhusna al-ḤafTẓ, al-WalT, al-‘AlTm, dan
al- KhabTr dengan penuh tanggung jawab.
3. Melalui model pembelajaran cooperaBve
script dan metode diskusi, peserta didik dapat
menyebutkan asmaulhusna al- ḤafTẓ, al-WalT,
al-
‘AlTm, dan al-KhabTr beserta artinya dengan benar.
4. Melalui model drill and pracBce dan metode
kerja kelompok, peserta didik dapat membuat
karya berupa kaligrafi al- ḤafTẓ, al-WalT, al-
‘AlTm , dan al-KhabTr beserta artinya dengan
baik dan benar
Ahlak Peserta didik 1. menyakini dengan sungguh-sungguh bahwa 4 x pertemuan Pelajaran 3 I Ayo * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak sikap menyayangi manusia cerminan dari iman; Berperilaku Terpuji ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. 2. menunjukkan sikap menyayangi manusia A. Sayang terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan menyucikan dengan baik; Kepada Sesama yang Maha Esa, * Asesmen Proses
dan memuji-Nya dan [Link] arB sikap menyayangi B. EmpaB * Penalaran Kritis Pembelajaran
akhlak terhadap diri manusia dengan benar; C. Bertutur Kata * Kreatifitas * Asesmen
sendiri. [Link] contoh-contoh sikap menyayangi yang Lembut * Kolaborasi Akhir
manusia dengan baik dan benar; dan D. Jujur * Kemandirian Pembelajaran
[Link] kreasi cerita pendek sederhana mengenai
menyayangi manusia dengan percaya diri
[Link] dengan sungguh-sungguh bahwa
sikap empati cerminan dari iman;
[Link] dengan sungguh-sungguh bahwa
sikap bertutur kata yang lembut cerminan dari
iman
[Link] dengan sungguh-sungguh bahwa
sikap jujur cerminan dari iman
Fikih Peserta didik 1. menjelaskan ketentuan azan dengan benar; dan 3 x pertemuan Pelajaran 4 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami rukun Islam, mempraktikkan azan dengan baik dan benar Alhamdulillah, Aku ketaqwaan Awal
syahadatain, tata cara 2. menjelaskan ketentuan ikamah dengan benar; Bisa Salat terhadap tuhan Pembelajaran
bersuci, salat fardu, dan mempraktikkan ikamah dengan baik dan A. Azan yang Maha Esa, * Asesmen Proses
azan, ikamah, zikir, dan benar. B. Iqamah * Penalaran Kritis Pembelajaran
berdoa setelah salat. 3. terbiasa menjalankan salat dengan terBb; C. Salat Fardu * Kreatifitas * Asesmen
menunjukkan sikap disiplin sebagai implementasi * Kolaborasi Akhir
dari pemahaman tata cara salat dan bacaannya * Kemandirian Pembelajaran
dengan tepat;
4. menjelaskan ketentuan salat fardu dengan
benar;
5. memprakBkkan salat fardu dengan baik
dan benar
Sejarah Peserta didik 1. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik 4 x pertemuan Pelajaran 5 I * Keimaman dan * Asesmen
Peradaban memahami kisah dapat meyakini kebenaran kisah Nabi Nuh Asyik Belajar ketaqwaan Awal
Islam beberapa nabi dan rasul. a.s. dengan baik. Kisah Nabi Nuh terhadap tuhan Pembelajaran
2. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik a.s yang Maha Esa, * Asesmen Proses
dapat menunjukkan sikap sabar dan kerja keras A. Biografi * Penalaran Kritis Pembelajaran
sebagaimana meneladan kisah Nabi Nuh B. Dakwah Nabi * Kreatifitas * Asesmen
a.s. dengan benar; Nuh a.s * Kolaborasi Akhir
3. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik C. Sikap Sabar dan * Kemandirian Pembelajaran
dapat menjelaskan kisah keteladanan Nabi Nuh Kerja Keras;
a.s. dengan baik; D. Meneladan Kisah
4. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta didik Nabi Nuh a.s
dapat menyusun urutan kartu kisah Nabi Nuh a.s.
dengan benar; dan
5. Setelah mengikuB pembelajaran, peserta
didik dapat menceritakan kembali kisah Nabi Nuh
a.s. dengan penuh percaya diri
Peserta didik 1. Membaca QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 dengan 5 x pertemuan Pelajaran 1 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami beberapa lancar dan tartil. Asyiknya Belajar ketaqwaan Awal
surah pendek, ayat 2. Menyebutkan huruf-huruf qalqalah. Surah Al-'Alaq terhadap tuhan Pembelajaran
Al- Qur’an dan hadis [Link] secara sederhana apa itu qalqalah A. Membaca QS. yang Maha Esa, * Asesmen Proses
tentang kewajiban dan kapan dibaca. Al- 'Alaq Ayat 1-5 * Penalaran Kritis Pembelajaran
salat dan menjaga 4. MengidenBfikasi bunyi qalqalah dalam bacaan B. Mengenal Hukum * Kreatifitas * Asesmen
hubungan baik Al-Qur’an. Bacaan Qalqalah * Kolaborasi Akhir
dengan sesama. 5. Membaca ayat-ayat yang mengandung hukum C. Menulis QS. * Kemandirian Pembelajaran
qalqalah dengan benar. Al- 'Alaq Ayat 1-
6. Menyalin QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 dengan 5
Al-Quran dan Hadits
Ahlak Peserta didik Meyakini berbakti kepada orang tua dan guru, dan 3 x pertemuan Pelajaran 3 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak hormat kepada orang lain merupakan perintah Allah Perilaku Terpuji ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. Swt. dengan benar. Adalah terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan berbaik sangka 2. Menunjukkan sikap berbakB kepada orang Kepribadianku yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada-Nya, akhlak tua dan guru, hormat kepada orang lain dengan A. Berbakti Kepada * Penalaran Kritis Pembelajaran
terhadap orang tua, sungguh-sungguh. Orang Tua * Kreatifitas * Asesmen
keluarga, dan guru 3. Menjelaskan pengerBan dan cara berbakB B. Berbakti Kepada * Kolaborasi Akhir
kepada orang tua dan guru, dan hormat kepada Guru * Kemandirian Pembelajaran
orang lain dengan benar. C. Menghormati
4. MengidenBfikasi ciri-ciri orang yang Orang Lain
berbakB kepada orang tua dan guru, dan
hormat kepada orang lain dengan benar.
5. Menemukan cara berbakB kepada orang tua
dan guru, dan hormat kepada orang lain dengan
benar.
6. Merumuskan hikmah berbakB kepada orang
tua dan guru, dan hormat kepada orang lain
dengan benar.
7. Mendemonstrasikan cara berbakB kepada orang
tua dan guru, dan hormat kepada orang lain dengan
benar.
8. Menceritakan kembali pengalaman berbakB
kepada orang tua dan guru, dan hormat kepada
orang lain dengan benar
Fikih Peserta didik memahami 1. Meyakini pelaksanaan puasa sebagai bentuk 2 x pertemuan Pelajaran 4 I * Keimaman dan * Asesmen
puasa, salat jumat dan ketaatan kepada Allah Swt. dengan benar. Aku Bangga ketaqwaan Awal
salat sunah, balig dan 2. Menunjukkan sikap sabar dan mengendalikan Mampu terhadap tuhan Pembelajaran
tanggung jawab diri sebagai hikmah dalam menjalankan ibadah Berpuasa yang Maha Esa, * Asesmen Proses
yang menyertainya puasa dengan benar. A. Ketentuan Puasa * Penalaran Kritis Pembelajaran
(taklTf). 3. Menjelaskan pengertian dan ketentuan puasa B. Hikmah Puasa * Kreatifitas * Asesmen
dengan benar. * Kolaborasi Akhir
4. Membuat bagan tentang ketentuan puasa * Kemandirian Pembelajaran
dengan tepat.
5. Menjelaskan hikmah puasa dengan benar.
[Link] hikmah puasa dengan benar.
[Link] hafalan niat dan doa berbuka
puasa dengan lancar.
[Link] pelaksanaan puasa Ramadan
dalam keluarga masingmasing dengan baik.
Peserta didik 1. Mengetahui Sejarah Arab Pra Islam. 3 x pertemuan Pelajaran 5 I Aku * Keimaman dan * Asesmen
memahami kisah 2. Meyakini kebenaran Agama Islam setelah Suka Belajar ketaqwaan Awal
Nabi Muhammad dengan mantap. Sejarah Islam terhadap tuhan Pembelajaran
Sejarah Peradaban
saw. Sebelum dan 3. Menunjukkan sikap ke-Islamannya sebagai A. Arab Pra-Islam yang Maha Esa, * Asesmen Proses
sesudah menjadi implementasi pemahaman terhadap ajaran agama B. Kisah Nabi * Penalaran Kritis Pembelajaran
rasul periode Islam dengan benar. Muhammad saw. * Kreatifitas * Asesmen
Makkah.
Islam
4. Mengetahui kisah Nabi Muhammad Saw dengan C. Ayo Melantunkan * Kolaborasi Akhir
mantap. Selawat, Sya'ir atau * Kemandirian Pembelajaran
6. Menjelaskan siapakah Nabi Muhammad Saw Qasidah
dengan benar.
7. Membenarkan kisah Nabi Muhammad Saw
dengan baik.
8. Melantunkan Selawat, Sya'ir atau Qasidah.
SILVIANA, [Link].-
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE B - KELAS IV
Capaian
Perkiraan Dimensi
Pembelajaran Asesmen
Elemen Tujuan Pembelajaran Alokasi Topik/Konten Profil
Berdasarkan Pembelajaran
Waktu Lulusan
Elemen FASE B
Peserta didik 1. Membaca Q.S. al-ḤujuratI49:13 dengan tartil. 5 x pertemuan Pelajaran 1 I Mari * Keimaman dan * Asesmen
memahami beberapa 2. Menjelaskan pesan pokok Q.S. al-ḤujuratI49:13 Kita Mengaji dan ketaqwaan Awal
surah pendek, ayat Al- dengan baik. Mengkaji Q.S. Al- terhadap tuhan Pembelajaran
Qur'an dan hadis 3. Membuat paparan tentang pesan pokok [Link]- Hujurat I49:13 dan yang Maha Esa, * Asesmen Proses
tentang kewajiban salat ḤujuratI49:13 denganbaik. Hadis tentang * Penalaran Kritis Pembelajaran
Al-Quran dan Hadits
dan menjaga hubungan 4. Menulis Q.S. al-ḤujuratI49:13 dengan baik. Keragaman * Kreatifitas * Asesmen
baik dengan sesama. 5. MenghafalQ.S. al-ḤujuratI49:13 dengan lancar. A. Membaca Q.S. Al- * Kolaborasi Akhir
6. Mempresentasikan paparanQ.S. al-ḤujuratI49:13 ḤujuratI49:13 * Kemandirian Pembelajaran
[Link] membaca Al ur'an dengan tarBl B. Memahami Pesan
dan sikap menghargai keragaman dan perbedaan Pokok Q.S. Al-
sebagai sunatullah. Ḥujurat49:13
C. Menulis Q.S. Al-
ḤujuratI49:13
D. Menghafal
Q.S. Al-
ḤujuratI49:13
E. Hadis tentang
Keragaman
Aqidah Peserta didik 1. Menjelaskan arB Asmaulhusna al-Malik, 2 x pertemuan Pelajaran 2 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami sifat- sifat al- Aziz, al-Quddūs, as-Salam dan al- Teladan Mulia ketaqwaan Awal
Allah Swt., beberapa Mu'min. Asmaulhusna terhadap tuhan Pembelajaran
asmaulhusna, iman 2. Membuat karya berupa kaligrafi al-Malik, al- A. Lima yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada kitab kitab Aziz, al-Quddūs, as-Salam dan al-Mu'min beserta Asmaulhusna dan * Penalaran Kritis Pembelajaran
Allah Swt. dan rasul- artinya secara berkelompok. Artinya * Kreatifitas * Asesmen
rasul Allah Swt 3. Membiasakan sikap suka menahan diri, mandiri, B. Berakhlak dengan * Kolaborasi Akhir
cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib. Asmaul husna * Kemandirian Pembelajaran
4. Meyakini adanya Allah yang Maharaja,
Mahamulia, Mahasuci, Maha sejahtera dan Maha
Pemberi Keamanan.
5. Membiasakan sikap suka menahan diri, mandiri,
cinta kebersihan, menjaga lisan, dan hidup tertib.
6. Meyakini adanya Allah yang
Maharaja, Mahamulia, Mahasuci,
7. Mahasejahtera dan Maha Pemberi kedamaian
Ahlak Peserta didik 1. Mendeskripsikan keragaman sebagai 3 x pertemuan Pelajaran 3 I * Keimaman dan * Asesmen
memahami akhlak sunnatullah agar saling mengenal (litaʿarafū) Indahnya Saling ketaqwaan Awal
terhadap Allah Swt. dengan benar. Menghargai dalam terhadap tuhan Pembelajaran
Dengan berbaik sangka 2. Menyebutkan ajaran kebaikan dari agama Keragaman yang Maha Esa, * Asesmen Proses
kepada-Nya, akhlak Islam dan agama selain Islam dengan tepat. A. Keragaman * Penalaran Kritis Pembelajaran
terhadap orang tua, 3. Mengungkapkan perasaan mengenai sebagai Sunnatullah * Kreatifitas * Asesmen
keluarga, dan guru pengalaman bergaul dengan teman yang berbeda B. Ajaran * Kolaborasi Akhir
agama dengan baik. Kebaikan dalam * Kemandirian Pembelajaran
4. Saling menghormaB dan menghargai Islam dan Selain
pemeluk agama yang berbeda baik di lingkungan Islam
sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya C. Saling
dengan benar. Menghormati dan
5. Meyakini bahwa keragaman sebagai Menghargai Orang
sunnatullah dengan benar. yang Berbeda
6. MenghormaB orang lain sebagai cerminan Agama
dari iman dengan baik
Fikih Peserta didik memahami 1. Mampu Memahami konsep baligh. 3 x pertemuan Pelajaran 4 I * Keimaman dan * Asesmen
puasa, salat jumat dan 2. Menyebutkan tanda-tanda usia balig atau Menyambut Usia ketaqwaan Awal
salat sunah, balig dan kedewasaan dengan benar. Balig terhadap tuhan Pembelajaran
tanggung jawab 3. Membuat paparan mengenai tanda-tanda usia A. Tanda-Tanda yang Maha Esa, * Asesmen Proses
yang menyertainya balig dalam pandangan ilmu fikih dan ilmu biologi Usia Balig Menurut * Penalaran Kritis Pembelajaran
(taklif). dengan benar. Ilmu Fikih * Kreatifitas * Asesmen
4. Siswa mampu memahami tanggung jawab bagi B. Tanda-Tanda * Kolaborasi Akhir
orang orang yang sudah baligh (takhlif) . Balig dalam * Kemandirian Pembelajaran
5. Membiasakan sikap bersyukur, taat beribadah Pandangan Ilmu
dan bertangung jawab. Biologi.
C. Kewajiban
Setelah Usia
Balig
Peserta didik 1. Menjelaskan sebab-sebab Nabi Muhammad 3 x pertemuan Pelajaran 5 I Kisah * Keimaman dan * Asesmen
memahami kisah saw. hijrah ke Madinah. Hijrah Nabi ketaqwaan Awal
Nabi Muhammad 2. Menceritakan kisah peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke terhadap tuhan Pembelajaran
saw. Sebelum dan Muhammad saw. ke Madinah. Madinah yang Maha Esa, * Asesmen Proses
Sejarah Peradaban
sesudah menjadi 3. Membuat alur cerita kisah perjalanan hijrah A. Sebab-Sebab * Penalaran Kritis Pembelajaran
rasul periode melalui gambar dan keterangan sederhana. Hijrah Nabi * Kreatifitas * Asesmen
Makkah. 4. Menyimpulkan pelajaran di balik hijrah Nabi Muhammad saw * Kolaborasi Akhir
Islam
SLVIANA, [Link].I
NIP -
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) DEEP LEARNING
KURIKULUM MERDEKA
SD NEGERI SLAWU 01
KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER
FASE C - KELAS V
Peserta didik 1. Meyakini Surah al-Ma'ūn sebagai firman Allah 5 x pertemuan Pelajaran 1 I * Dimensi * Asesmen
memahami beberapa dengan benar. Menyayangi Beriman, Awal
surah pendek dan ayat 2. Terbiasa membaca Surah al-Ma'ūn dengan Anak Yatim Bertakwa Kepada Pembelajaran
Al-Quran dan Hadits
Al- Qur'an serta hadis benar. A. Membaca Al- Tuhan Yang * Asesmen Proses
tentang keragaman 3. Melafalkan Surah al-Ma'ūn dengan benar. Qur'an al-Ma'ūn Maha Esa, dan Pembelajaran
4. Mengartikan Surah al-Ma'ūn dengan benar. B. Menulis dan Berahlak Mulia * Asesmen
5. Menjelaskan makna isi pokok Surah al-Ma'ūn mengartikan Surah * Dimensi Akhir
dengan benar. al-Ma'ūn Bergotong Pembelajaran
6. Menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan C. Pesan Pokok Royong
perilaku sehari-hari dengan benar. Surah al-Ma'ūn * Dimensi Mandiri
7. Mempraktikkan hadis tentang anak yatim dalam D. Menghafal Surah
bentuk perilaku menyayangi anak yatim dengan al-Ma'ūn
benar. E. Sejuta Asa untuk
Yatim
Aqidah Peserta didik 1. Meyakini asmaulhusna al-Qawiyyu, al- 2 x pertemuan Pelajaran 2 Lebih * Dimensi * Asesmen
memahami beberapa Qayyūm, al-Muhyi, alMumit, dan al-Ba'iś. Dekat dengan Nama- Beriman, Awal
asmaulhusna, iman 2. Menjelaskan makna asmaulhusna al-Qawiyyu, al- Nama Allah Bertakwa Kepada Pembelajaran
kepada hari akhir, Qayyūm, alMuhyi, al-Mumit, dan al- a'iś. A. Ayo mengenal Tuhan Yang * Asesmen Proses
qadaʾ dan qadr 3. Mengungkap nilai-nilai akhlak terpuji sebagai Allah Swt. Maha Esa, dan Pembelajaran
bukti keyakinan kepada asmaulhusna al-Qawiyyu, Melalui Berahlak Mulia * Asesmen
al-Qayyūm, al-Muhyi, alMumit, dan al-Ba'iś. asmaulhusna. * Dimensi Akhir
4. Menyimpulkan perilaku terpuji yang sesuai B. Membiasakan Bergotong Pembelajaran
dengan asmaulhusna al-Qawiyyu, al-Qayyūm, al- perilaku terpuji Royong
Muhyi, al-Mumit, dan al-Ba'iś. asmaulhusna * Dimensi Mandiri
5. Membuat tulisan indah asmaulhusna al-
Qawiyyu, al-Qayyūm, al-Muhyi, al-Mumit, dan
al- Ba'iś.
Ahlak Peserta didik [Link] makna hidup indah saling menghargai 2 x pertemuan Pelajaran 3 I Aku * Dimensi * Asesmen
memahami akhlak dan tugas utama sebagai khalifah dengan benar. Anak Saleh Beriman, Awal
terhadap Allah Swt. [Link] perilaku terpuji sebagai bukB A. lndahnya Saling Bertakwa Kepada Pembelajaran
Dengan berdoa dan wujud implementasi dari makna hidup indah saling Menghargai Tuhan Yang * Asesmen Proses
bertawakal menghargai dan tugas utama sebagai Khalifah B. Manusia Sebagai Maha Esa, dan Pembelajaran
kepadaNya, akhlak dengan benar. Khalifah Berahlak Mulia * Asesmen
terhadap teman, 3. Menjelaskan makna hidup indah saling * Dimensi Akhir
tetangga, non muslim, menghargai dan tugas utama sebagai khalifah Bergotong Royong Pembelajaran
hewan, dan tumbuhan dengan benar. * Dimensi Mandiri
[Link] makna saling menghargai dan
tugas utama manusia Sebagai khalifah dengan
benar.
[Link] contoh-contoh perilaku saling
menghargai dan tugas utama sebagai khalifah
dengan benar.
[Link] perilaku-perilaku manusia sebagai
khalifah dalam kehidupan seharihari dilingkungan
terdekat dengan benar.
Fikih Peserta didik 1. Meyakini makna zakat ,infak, sedekah, dan 4 x pertemuan Pelajaran 4 I Hidup * Dimensi * Asesmen
memahami puasa hadiah dengan benar. Lapang Dengan Beriman, Awal
sunah, zakat, infak, 2. Membiasakan perilaku berbagi sebagai Berbagi Bertakwa Kepada Pembelajaran
sedekah, hadiah, bukB menerapkan makna zakat, infak, A. Zakat fitrah Tuhan Yang * Asesmen Proses
makanan dan sedekah, dan hadiah dengan benar. B. lnfak dan Maha Esa, dan Pembelajaran
minuman yang halal 3. Menjelaskan makna zakat, infak, sedekah, dan Sedekah Berahlak Mulia * Asesmen
dan haram. hadiah dengan benar. C. Hadiah * Dimensi Akhir
4. Membedakan makna zakat ,infak, sedekah, dan D. Hikmah berbagi Bergotong Royong Pembelajaran
hadiah dengan benar. * Dimensi Mandiri
5. Menciptakan ide-ide kegiatan yang serupa
dengan makna zakat ,infak, sedekah, dan hadiah
dengan benar.
6. MemprakBkkan makna zakat ,infak
,sedekah, dan hadiah dengan benar.
Peserta didik 1. Meyakini perisiwa Fathu Makkah dan Haji 3 x pertemuan Pelajaran 5 I * Dimensi * Asesmen
memahami kisah Wada dengan benar. Meneladani Beriman, Awal
Nabi Muhammad [Link] perilaku pantangmenyerah Perjuangan Bertakwa Kepada Pembelajaran
saw. Periode sebagaibukti implementasi makna Fathu Makkah Rasulullah Tuhan Yang * Asesmen Proses
Madinah dan dan Haji Wada dengan benar. A. Kisah Maha Esa, dan Pembelajaran
hulafaurasyidin [Link] pengerian perisiwa Fathu istimewa Fathu Berahlak Mulia * Asesmen
Sejarah Peradaban
Capaian
Pembelajaran Perkiraan Dimensi
Asesmen
Elemen Berdasarkan Tujuan Pembelajaran Alokasi Topik/Konten Profil
Pembelajaran
Elemen FASE C Waktu Lulusan
Peserta didik 1. Membaca , menulis, dan menghafal Q.S. Aḍ- 4 x pertemuan Pelajaran 1 I * Dimensi * Asesmen
memahami beberapa Ḍuḥa dengan tartil. Belajar Al-Qur'an Beriman, Awal
surah pendek dan ayat 2. Menyebutkan arti Aḍ-Ḍuḥa, jumlah ayat, dan Ḥadiṡ Bertakwa Kepada Pembelajaran
Al-Quran dan Hadits
Al- Qur'an serta hadis kelompok surah, dan tempat turunnya A. Membaca Q.S. Tuhan Yang * Asesmen Proses
tentang keragaman 3. Menjelaskan pesan-pesan pokok Q.S. Aḍ-Ḍuḥa Ad- Duha Maha Esa, dan Pembelajaran
dengan baik, B. Menulis Q.S. Berahlak Mulia * Asesmen
4. Menjelaskan hukum bacaan tafkhim dan tarqiq Ad- Duha * Dimensi Akhir
dengan benar C. Pesan Pokok Bergotong Royong Pembelajaran
5. Menumbuhkan sikap solidaritas dan saling Q.S. Ad-Duha * Dimensi Mandiri
membantu D. Menghafal
6. Menunjukkan sikap terbiasa membaca Al-Qur'an Q.S. Ad-Duha
dengan tartil
7. Menjelaskan kandungan ḥadiṡ keutamaan
memberi dan menerima pemberian
Aqidah Peserta didik 1. Menjelaskan ari dan makna Asmaulhusna al- 3 x pertemuan Pelajaran 2 I Allah * Dimensi * Asesmen
memahami Ghaffar, al-Afuw, al-Waḥid, dan al-Ṣamad Swt. Maha Segalanya Beriman, Awal
beberapa 2. Menjelaskan syarat untuk mendapat ampunan A. Makna al-Gaffar, Bertakwa Kepada Pembelajaran
asmaulhusna, iman Allah al-‘Afuw, al- Tuhan Yang * Asesmen Proses
kepada hari akhir, 3. Membuat karya berupa menulis Asmaulhusna Waḥid, dan al- Maha Esa, dan Pembelajaran
qadaʾ dan qadr al-Ghaffar, al-Afuw, al-Waḥid, dan al- samad Ṣamad Berahlak Mulia * Asesmen
dengan seni kaligrafi B. Cara Allah * Dimensi Akhir
4. Melafalkan Asmaulhusna al-Ghaffar, al- Mengampuni Bergotong Pembelajaran
Afuw, al-Waḥid, dan al-Ṣamad dengan baik dan Kesalahan Manusia Royong
benar C. Syarat Untuk * Dimensi Mandiri
5. Terbiasa menumbuhkan sikap mandiri dan Mendapat Ampunan
bertanggung jawab Allah Swt
6. Menjelaskan ciri-ciri orang yang mengimani
keesaan Allah, al-Waḥid.
7. Menjelaskan mengapa hanya Allah tempat
bergantung, al-Ṣamad.
8. Menjelaskan alasan harus bertabayun dan
bersikap pemaaf
9. Membuat paparan tentang al-Gaffar, al-Afuw, al-
Waḥid, dan al-Ṣamad
Ahlak Peserta didik 1. Menyebutkan ari menyatakan penyesalan dan 2 x pertemuan BPelajaran 3 I * Dimensi * Asesmen
memahami akhlak memaafkan Hidup Damai Beriman, Awal
terhadap Allah Swt. 2. Menjelaskan peningnya adab menyesal dan dengan Saling Bertakwa Kepada Pembelajaran
Dengan berdoa dan memaafkan Memaafkan Tuhan Yang * Asesmen Proses
bertawakal 3. Memerinci ciri-ciri orang yang pemaaf. A. Pengertian Maaf Maha Esa, dan Pembelajaran
kepadaNya, akhlak 4. Menungkapkan hikmah menyatakan dan Memaafkan Berahlak Mulia * Asesmen
terhadap teman, penyesalan dan memaafkan. B. Pentingnya * Dimensi Akhir
tetangga, non muslim, 5. Menerapkan dan memraktekkan menyatakan Menyatakan Bergotong Pembelajaran
hewan, dan tumbuhan penyesalan dan memaafkan dalam kehidupan Penyesalan Royong
sehari-hari * Dimensi Mandiri
Fikih Peserta didik 1. Menjelaskan deinisi halal dan haram 4 x pertemuan Pelajaran 4 I * Dimensi * Asesmen
memahami puasa 2. Menyebutkan dasar hukum halal dan haram Hukum Halal dan Beriman, Awal
sunah, zakat, infak, 3. Menjelaskan sebab-sebab halal dan haram Haram Bertakwa Kepada Pembelajaran
sedekah, hadiah, 4. Membuat paparan tentang hukum halal dan A. Definisi Halal Tuhan Yang * Asesmen Proses
makanan dan haram dan Haram Maha Esa, dan Pembelajaran
minuman yang halal 5. Menerapkan ketentuan halal dan haram dalam B. Dasar Hukum Berahlak Mulia * Asesmen
dan haram. kehidupan sehari-hari Halal dan Haram * Dimensi Akhir
6. Dapat membedakan barangIbenda antara yang C. Sebab-Sebab Bergotong Pembelajaran
haram dan halal Halal dan Haram Royong
D. Penerapan * Dimensi Mandiri
Hukum Halal
dan Haram
Peserta didik 1. Menyebutkan nasab dan gelar Khalifah Abu 2 x pertemuan Pelajaran 5 I Jasa * Dimensi * Asesmen
memahami kisah Bakar dan Umar bin Khatab Khulafaurrasyidin Beriman, Awal
Sejarah Peradaban
Nabi Muhammad 2. Menjelaskan dakwah Khalifah Abu Bakar untuk Dunia Bertakwa Kepada Pembelajaran
saw. Periode dan Umar bin Khattab A. Abu Bakar al- Tuhan Yang * Asesmen Proses
Madinah dan 3. Menjelaskan jasa-jasa Khalifah Abu Bakar Ṣiddiq Maha Esa, dan Pembelajaran
Islam
hulafaurasyidin dan Umar bin Khattab B. Umar bin Khattab Berahlak Mulia * Asesmen
4. Membuat paparan tentang jasa-jasa Khalifah * Dimensi Akhir
Abu Bakar dan Umar bin Khattab Bergotong Pembelajaran
5. Bersikap dan berkarakter dari keteladanan Royong
Khulafaurrasyidin * Dimensi Mandiri
TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah
Ibtidaiyah Mata Pelajaran : Fikih
Fase : A
Kelas : I dan II
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MI
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI MATERI TUJUAN PEMBELAJARAN
1 2 3 4 5
FIKIH Mengenal rukun Islam, Mengenal Rukun Islam Memahami rukun Islam untuk
IBADA menumbuhkan keyakinan dan
melafalkan kalimah Melafalkan
H ketaatan sehingga menjadi
syahadatain, terbiasa Melakukan pribadi muslim yang tafaqquh
fiddin
melakukan tata cara bersuci,
Kalimat Melafalkan kalimah
azan, iqamah, shalat fardhu, syahadata syahadatain sehingga
in tertanam keyakinan bahwa
shalat berjamaah, zikir dan
Allah Swt.............adalah
doa sesudah shalat sebagai satu-
satunya dzat yang patut
prasyarat untuk menjalankan disembah.
agama secara mendasar Tata cara bersuci Memahami tata cara berwudlu
agar selalu menjaga kesucian
dengan baik dan benar, perkataan, fikiran serta
sehingga ibadahnya dapat perbuatan dan juga sebagai
prasyarat untuk menjalankan
mempengaruhi cara berfikir, ibadah shalat
bersikap dan bertindak Memahami hadas , najis dan
cara mensucikannya sehingga
dalam kehidupan tertanam
prilaku hidup bersih dan sehat
dalam kehidupan sehari-hari.
Azan dan Iqamah Melafalkan kalimah azan
dan iqamah agar tertanam
sikap taat
sehari-hari. terhadap perintah Allah SWT.
,disiplin, dan tertib dalam
menjalankan ibadah.
Shalat fardhu Melakukan shalat fardhu agar
menjadi muslim yang taat
beribadah dan santun dalam
bersikap sehingga bisa menjadi
tauladan bagi teman
sebayanya.
Shalat berjamaah Melakukan shalat berjamaah
agar tertanam sikap tertib,
disiplin dan mempunyai
kesalihan sosial yang tinggi.
Zikir dan doa Melakukan zikir dan do’a
sesudah sesudah shalat agar menjadi
shalat pribadi yang rendah hati,
sabar dan optimis dalam
menjalankan kehidupan
sehari-hari.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
cara bersuci
azan, iqamah, shalat Melafalkan kalimah 1.2 Melafalkan kalimah 1 16 JP
fardhu, syahadatain sehingga
shalat berjamaah, zikir syahadatain tertanam keyakinan
sehingga tertanam bahwa Allah Swt. adalah
dan doa sesudah shalat keyakinan satu- satunya dzat yang
sebagai bahwa Allah Swt. adalah patut
prasyarat untuk satu-satunya dzat yang disembah.
menjalankan
patut disembah.
agama secara Memahami tata cara 1.3 Memahami tata cara 1 20 JP
mendasar berwudlu agar selalu berwudlu agar selalu
dengan baik dan benar, menjaga kesucian menjaga kesucian
sehingga ibadahnya dapat perkataan, fikiran serta perkataan, fikiran serta
perbuatan dan juga perbuatan dan juga
mempengaruhi cara
berfikir, sebagai prasyarat sebagai prasyarat untuk
untuk menjalankan menjalankan ibadah
bersikap dan bertindak
dalam ibadah shalat shalat
kehidupan sehari-hari.
Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa
alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan
madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik,
dan lain-lain.
TUJUAN PEMBELAJARAN FIQIH MI FASE B
Keterangan:
1. Penyusunan ATP dilakukan bersama oleh guru pada satu Fase yang sama dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik di madrasah.
2. ATP merupakan alur urutan pembelajaran, sehingga penyusunannya bersifat fleksibel, TIDAK ADA KEHARUSAN KESERAGAMAN antara satu
madrasah dengan madrasah lain.
…………………, ……………..
Kepala Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran
……………………………. ………………………………….
…………………………….. …………………………………….
NIP. NIP.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
…………………………….. …………………………………….
NIP. NIP.
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
FIQIH IBADAH Mampu menganalisis ketentuan zakat Menganalisis Zakat Fitrah, infak, dan Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, dan sedekah secara
fitrah, infak, sedekah, dan kurban, serta sedekah faktual berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk
menerapkan tata cara haji dan umrah, Menerapkan
ciptaan Tuhan dan segala aktifitasnya di lingkungan tempat ia
untuk menjalankan perintah agama
tinggal serta menerapkan pengetahuan zakat, infak, dan sedekah
yang memiliki dimensi sosial dan dapat
menumbuhkan perilaku peduli kepada yang telah ia dapat ke masyarakat sebagai cerminan perilaku anak
sesama. Peserta didik juga yang beriman dan berakhlak mulia.
menganalisis ketentuan halal dan
haram, serta dapat membiasakan Kurban Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan pengetahuan secara
mengonsumsi makanan yang halal dan faktual, serta menerapkan tata cara kurban dengan baik dan benar
baik, sehingga ibadahnya dapat sebagai implementasi keimanan dan hidup sehat dengan memakan
mempengaruhi cara berfikir, bersikap,
makanan yang halal, serta mewujudkan rasa saling peduli terhadap
dan bertindak dalam kehidupan sehari-
hari. sesama.
Haji dan umrah Menganalisis ketentuan haji dan umrah berdasarkan kewajiban
sebagai umat Islam, serta dapat menerapkan tata cara haji dan
umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk keimanan kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan di masyarakat sebagai wujud kerukunan
beragama.
Makanan/minuman halal Menganalisis pengetahuan tentang makanan atau minuman yang
dan haram halal dan haram dengan baik sehingga dapat mengidentifikasinya
dan dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari sebagai wujud
keshalihan sosial.
FIQIH Peserta didik memahami ketentuan Memahami Jual beli Memahami ketentuan muamalah jual beli serta
MUAMALAH jual beli, pinjam-meminjam barang mengaplikasikannya di masyarakat untuk menumbuhkan sikap
(‘ariyah), dan memperlakukan barang Mengaplikasikan
tolong menolong, jujur, amanah dan tanggung jawab dalam
temuan (luqathah), serta terbiasa
aktifitas sosial-ekonomi pada era digital dan global.
menghindari ghashab sehingga aktifitas
sosial ekonomi pada era global
dijalankan secara jujur, amanah, dan ‘Ariyah Memahami ketentuan pinjam-meminjam (‘ariyah), sehingga dapat
tanggung jawab, sesuai aturan fikih menumbuhkan sikap tolong menolong, jujur, amanah dan
sehingga dapat bernilai ibadah dan tanggung jawab dalam aktivitas sosial.
berdimensi ukhrawi dalam konteks
beragama, berbangsa, bernegara, dan Luqathah, Memahami ketentuan luqathah agar tertanam sikap jujur dan
bermasyarakat global. amanah dalam kehidupan sehari-hari
FIKIH IBADAH Mampu menganalisis ketentuan Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, dan 5.1 Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, 20
zakat fitrah, infak, sedekah, dan sedekah secara faktual berdasarkan rasa ingin dan sedekah secara faktual berdasarkan rasa
kurban, serta menerapkan tata cara tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan
haji dan umrah, untuk menjalankan dan segala aktifitasnya di lingkungan tempat ia Tuhan dan segala aktifitasnya di lingkungan
perintah agama yang memiliki tinggal serta menerapkan pengetahuan zakat, tempat ia tinggal. Serta menerapkan
dimensi sosial dan dapat infak, dan sedekah yang telah ia dapat ke pengetahuan zakat, infak, dan sedekah yang
menumbuhkan perilaku peduli masyarakat sebagai cerminan perilaku anak telah ia dapat ke masyarakat sebagai
kepada sesama. Peserta didik juga yang beriman dan berakhlak mulia. cerminan perilaku anak yang beriman dan
menganalisis ketentuan halal dan berakhlak mulia.
haram, serta dapat membiasakan
mengonsumsi makanan yang halal Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan 5.2 Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan 16
dan baik, sehingga ibadahnya dapat pengetahuan secara faktual, serta menerapkan pengetahuan secara faktual, serta
mempengaruhi cara berfikir, tata cara kurban dengan baik dan benar sebagai menerapkan tata cara kurban dengan baik
bersikap, dan bertindak dalam implementasi keimanan dan hidup sehat dan benar sebagai implementasi keimanan
kehidupan sehari-hari. dengan memakan makanan yang halal, serta dan hidup sehat dengan memakan makanan
mewujudkan rasa saling peduli terhadap yang halal, serta mewujudkan rasa saling
sesama. peduli terhadap sesama.
Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai
dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
4. ATP versi 1 dibuat berdasarkan urutan capaian pembelajaran.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
FIKIH IBADAH Mampu menganalisis ketentuan zakat Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, dan 5.1Menganalisis pengetahuan tentang makanan 16
fitrah, infak, sedekah, dan kurban, sedekah secara faktual berdasarkan rasa ingin atau minuman yang halal dan haram dengan
serta menerapkan tata cara haji dan tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan baik sehingga dapat mengidentifikasinya dan
umrah, untuk menjalankan perintah dan segala aktifitasnya di lingkungan tempat ia dapat menerapkannya di kehidupan sehari-
agama yang memiliki dimensi sosial tinggal serta menerapkan pengetahuan zakat, hari sebagai wujud keshalihan sosial.
dan dapat menumbuhkan perilaku infak, dan sedekah yang telah ia dapat ke
peduli kepada sesama. Peserta didik masyarakat sebagai cerminan perilaku anak 5.2Menganalisis ketentuan zakat fitrah, infak, 20
juga menganalisis ketentuan halal yang beriman dan berakhlak mulia. dan sedekah secara faktual berdasarkan rasa
dan haram, serta dapat ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan
membiasakan mengonsumsi Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan Tuhan dan segala aktifitasnya di lingkungan
makanan yang halal dan baik, pengetahuan secara faktual, serta menerapkan tempat ia tinggal. Serta menerapkan
sehingga ibadahnya dapat tata cara kurban dengan baik dan benar sebagai pengetahuan zakat, infak, dan sedekah yang
mempengaruhi cara berfikir, implementasi keimanan dan hidup sehat telah ia dapat ke masyarakat sebagai
bersikap, dan bertindak dalam dengan memakan makanan yang halal, serta cerminan perilaku anak yang beriman dan
kehidupan sehari-hari. mewujudkan rasa saling peduli terhadap berakhlak mulia.
sesama.
Menganalisis ketentuan haji dan umrah 5.3 Menganalisis ketentuan kurban berdasarkan 16
berdasarkan kewajiban sebagai umat Islam, pengetahuan secara faktual, serta
serta dapat menerapkan tata cara haji dan menerapkan tata cara kurban dengan baik
dan benar sebagai implementasi keimanan
umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk dan hidup sehat dengan memakan makanan
keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan di yang halal, serta mewujudkan rasa saling
masyarakat sebagai wujud kerukunan peduli terhadap sesama.
beragama.
5.4 Menganalisis ketentuan haji dan umrah 20
Menganalisis pengetahuan tentang makanan berdasarkan kewajiban sebagai umat Islam,
atau minuman yang halal dan haram dengan serta dapat menerapkan tata cara haji dan
baik sehingga dapat mengidentifikasinya dan umrah kepada diri sendiri sebagai bentuk
dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
sebagai wujud keshalihan sosial. di masyarakat sebagai wujud kerukunan
beragama.
ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN TUJUAN PEMBELAJARAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN JP
FIKIH
MUAMALAH Peserta didik memahami ketentuan Memahami ketentuan muamalah jual beli serta 6.2Memahami ketentuan muamalah jual beli 18
jual beli, pinjam-meminjam barang mengaplikasikannya di masyarakat untuk serta mengaplikasikannya di masyarakat
(‘ariyah), dan memperlakukan menumbuhkan sikap tolong menolong, jujur, untuk menumbuhkan sikap tolong
barang temuan (luqathah), serta amanah dan tanggung jawab dalam aktifitas menolong, jujur, amanah dan tanggung
terbiasa menghindari ghashab sosial-ekonomi pada era digital dan global. jawab dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
sehingga aktifitas sosial ekonomi era digital dan global.
pada era global dijalankan secara Memahami ketentuan pinjam-meminjam
jujur, amanah, dan tanggung jawab, (‘ariyah) sehingga dapat menumbuhkan 6.3Memahami ketentuan pinjam-meminjam 18
sesuai aturan fikih sehingga dapat diaplikasikan dengan sikap tolong menolong, (‘ariyah), sehingga dapat menumbuhkan
bernilai ibadah dan berdimensi jujur, amanah dan tanggung jawab dalam sikap tolong menolong, jujur, amanah dan
ukhrawi dalam konteks beragama, aktivitas sosial. tanggung jawab dalam aktivitas sosial.
berbangsa, bernegara, dan Memahami ketentuan luqathah agar tertanam
bermasyarakat global. sikap jujur dan amanah dalam kehidupan 6.4Memahami ketentuan luqathah agar 14
sehari-hari tertanam sikap jujur dan amanah dalam
kehidupan sehari-hari
Memahami ghashab dan terbiasa
menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari 6.5Memahami ghashab dan terbiasa 14
Memahami ghashab dan terbiasa
menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari
Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai
dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
4. ATP versi 2 dibuat berdasarkan urutan tingkat pengetahuan yang sedang/akan dihadapi dalam jangka singkat.
CONTOH MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH KELAS
III
FASE B
Disusun oleh
Zainul Ma’arif
P
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH
KELAS III
FASE D
A. AIn. foIrnmfaosirmUmausmi
Umum
Identitas Modul:
Nama Penyusun : Zainul M.
Nama Intitusi : MI …
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Satuan Pendidikan : MTs
Kelas : III/IV (Disesuaikan dengan ATP)
Mata pelajaran : Fikih
Alokasi waktu : 12 JP
Fase :B
Elemen : Fikih Ibadah
Kompetensi awal:
Peserta didik memahami tata cara shalat Idain (Dua hari raya)
Profil Pelajar Pancasila dan PP RA :
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, Berpikir Kritis, Gotong
Royong, Berkeadaban (Taaddub), Keteladanan (Qudwah), Toleransi (Tasamuh)
2
B. Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis ketentuan dan tata cara shalat Idain agar terbentuk pribadi
muslim yang bertaqwa dan meningkatkan rasa syukur dan persaudaraan
sesama muslim dalam moderasi beragama
Pemahaman Bermakna
Shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah shalat yang sangat dianjurkan
oleh Rasulullah Saw. untuk dilaksanakan oleh umat Islam.
Kata Kunci
- Shalat Idaian
- Idul Fitri
- Idul Adha
Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa mempelajari materi Shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha) ini
penting?
2. Apa perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha?
3. Bagaimana tata cara melaksanakan shalat Idain (Idul Fitri dan Idul Adha)?
Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif,
jaringan internet dan link youtube
2. Guru menyiapkan tayangan tentang pengertian shalat Idain (Idul Fitri dan
Idul Adha)
3. Guru menyiapkan tayangan video tentang shalat Idain (Idul Fitri dan Idul
Adha)
4. Apabila memungkinkan guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD).
5. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang pengertian shalat Idain (Idul Fitri
dan Idul Adha)
3
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, pembacaan ayat atau surat
al-Qur’an pilihan.
2. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
3. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan mengenai thaharah
4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.
Pertemuan 2
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
4
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang pengertian ketentuan shalat Idain serta
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan
5. Guru memberikan penguatan tentang tata cara cara shalat Idain dengan
benar.
Pertemuan 3
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang pengertian ketentuan shalat Idain serta
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan
5
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci topik yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dengan metode market of place dengan aktivitas sebagai berikut:
e) Guru membagi materi pada masing-masing kelompok.
f) Masing-masing kelompok mendiskusikan materi dan membuat mind
mapping atau bahan yang akan dijual belikan.
g) Peserta didik menentukan anggota yang akan menunggu di “toko”
sebagai penjual dan anggota lain akan masuk ke “toko lain” sebagai
pembeli untuk mengumpulkan informasi.
h) Pembeli kembali ke kelompok masing-masing untuk saling meneliti hasil
belanja kemudian mengajarkan semua topik yang mereka temukan
kepada penunggu “toko”
6. Guru memberikan penguatan tentang tata cara cara shalat Idain dengan
benar.
Pertemuan 4
6
1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung
3. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
Pembelajaran Diferensiasi
Untuk siswa yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh,
disarankan untuk membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari
berbagai referensi dan literatur lain yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar
kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai
kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar
kepada teman sebaya.
Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum
belajar tentang thaharah (tata cara bersuci), guru memberikan pertanyaan
kepada peserta mengenai thaharah baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1) Apa yang kamu ketahui tentang shalat Idain?
2) Sebutkan jumlah rakaat shalat Idain?
3) Kapan waktu melaksanakan shalat Idul Adha (tanggal Hijriah)?
4) Kapan waktu melaksanakan shalat Idul Fitri (tanggal Hijriah)?
5) Sebutkan hal-hal yang disunnahkan sebelum shalat Idul Fitri?
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Sudah Belum
No. Kompetensi dan Lingkup Materi
(%) (%)
1 Mengenal pengertian shalat Idain
2 Mengetahui jumlah rakaat shlat Idain
3 Mengetahui waktu s shalat Idul Adha
4 Mengetahui waktu s shalat Idul Fitri
5 Mengetahui beberapa hal yang
disunnahkan sebelum shalat Idul Fitri
No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5
7
1 Arman diberi referensi agar
dibaca di rumah
2 Fatimah
3 Zaid
dst
3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
8
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apa saja kesulitan yang dialami guru
4. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
5. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
6. Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
7. Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir
kritis pada diri siswa?
8. Apakah kegiatan pembelajaran ini bisa membangun kesadaran siswa tentang
pentingnya memahami tata cara bersuci dengan benar?
Glosarium
Idain = shalat dua hari raya yaitu idul Fitri dan Idul Adha
Idul Fitri = shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada tanggal 1
Syawal setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan
9
Idul Adha = shalat dua rakaat yang dilaksanakan pada tanggal 10
Dzulhijjah
Sunnah = sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi untuk
muakkadah dilaksanakan
Daftar Pustaka
1. CD Pembelajaran Interaktif, MGMP Fikih MTs Jakarta Timur, 2011
2. Kementerian Agama, Fikih kelas VII Untuk MTs, Jakarta: Kementerian
Agama, 2020
3. Imam Nawawi, Nihaayatuzzain Fii Irsyaadil Mubtadi’iin, (Daru Ihyail Kutub
Al-Arabiyyah Indonesia, tanpa tahun)
4. Ibrahim al-Bajuri, Haasyiyatus Syaikh Ibraahiim al-Baajuuri, (Beirut: Dar Al-
Kotob Al-Ilmiyyah, 2010)
5. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015)
1. [Link]
2. [Link]
3. [Link]
4. [Link]
C. Komponen Lampiran
Lampiran 1. Bahan Ajar
Ketentuan Shalat Idain
1. Pengertian Shalat Idain
Shalat Id adalah shalat dua rakaat yang dilaksanakan setiap tahun sekali pada
dua hari raya yaitu hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Shalat ini
dilaksanakan umat Islam untuk menyambut dua hari raya. Adapun kedua
shalat yang dilaksanakan untuk menyambut dua hari raya yaitu:
a. Shalat Idul Fitri
Idul Fitri berasal dari kata ‘iid yang berarti kembali dan fitri berarti berbuka.
Jadi Idul Fitri berarti kembali berbuka. Dikatakan kembali berbuka karena
10
shalat Idul Fitri dilaksanakan setelah umat Islam menunaikan puasa selama
sebulan penuh. Shalat Idul Fitri dikerjakan setiap tanggal 1 Syawal.
Di Indonesia, hari raya Idul Fitri dirayakan secara meriah. Setelah shalat Idul
Fitri biasanya orang-orang bermaaf-maafan dan bersilaturahmi ke tempat
saudara atau tetangga untuk saling bermaaf-maafan.
Nah, sebelum shalat Idul Fitri, ada juga sunnah-sunnah yang bisa
dilaksanakan oleh umat Muslim. Sunnah-sunnah itu antara lain:
1) Mandi sebelum shalat Idul Fitri
2) Memakai wangi-wangian
3) Memakai pakaian paling bagus dari yang dimiliki
4) Makan dan minum terlebih dahulu sebelum shalat Id
5) Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari shalat Id.
6) Mengumandangkan takbir dari terbenamnya matahari akhir bulan
Ramadhan sampai selesainya pelaksanaan shalat Id.
11
َ َ ْ َ ْ َ ْ . ُ َ ْ َ َ َ َ َ ُ ه ُ ه َ َ َ َ َّ ِّ ُ ْ َ
َ َ ْ ْ َّ ْ ُ َ ه ْ َ ه ُ َ ْ َ َ َ
َ
َأ
ْن َنْخ َِرجْهَْن يَف اَلِْفَطَِر ْواُلْْض ََح لَّْل َعليِه َعْن أَّم َعِطَيَة قالْت أُمُر نا رَس ََّول ْاَُِّلَّل ُصََّل
. َِ َل
َّوَس َم . :َ ْ َا َأ َ اُلْع ُُواِتَق
وذْواََِت َالَخ ُدوُِر َف ما الَْح يٌَض فَيعُِْتلْن َالُصُْلََة ويْش هدَْن اَلخْت ودعوة المسِلِمْي قلت يا َوُالحَي
( )رواه مسلم.رسول اِلَّل ِإحدانا َل يكون لها ِج لباب قال ِلتلِبسها أختها ِمن ِجلباِبها هض
Artinya: Dari Ummu Athiyyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam memerintahkan kepada kami agar mengajak serta keluar
melakukan shalat Idul Fitri dan idul Adha para gadis, wanita haid, dan wanita
yang sedang dipingit" (HR. Muslim)
12
2. Memupuk rasa persaudaraan.
Dalam menjalankan shalatidain disunnahkan secara berjamaah sehingga
dapat memupuk rasa persaudaraan sesama Muslim.
3. Saling mengenal. Dengan berjamaah kita akan saling mengenal dengan
jamaah lain.
4. Untuk menyebarkan syiar Islam terutama shalat.
5. Sebagai sebuah wadah untuk belajar tentang agama dari para ulama.
6. Saat yang tepat untuk saling memberi semangat, menasehati antar
jama‟ah dalam kebenaran dan kesabaran.
7. Menjaga persatuan dan kesatuan umat Muslim.
8. Menanamkan persamaan derajat. Dalam shalat berjamaah, baik orang
kaya maupun miskin, orang yang punya jabatan tinggi maupun rakyat
jelata mempunyai kedudukan sama.
9. Menguatkan tali silaturrahmi. Dengan berjama‟ah, kita bisa bertemu
banyak orang dan mengetahui kondisi mereka sehingga secara psikologis,
kita akan merasa lebih dekat dengan para jamaah. Hal ini dapat
menguatkan rasa kasih sayang kita kepada sesama.
b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Pengertian Shalat
Idain Nama :
Perlu Bimbingan
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
pengertian dan menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
hukum Shalat pengertian dan pengertian dan pengertian dan pengertian dan
Idain hukum shalat hukum shalat hukum shalat hukum shalat
Idain secara Idain secara Idain secara Idain secara
lengkap dengan lengkap namun namun kurang lengkap
bahasa sendiri tekstual lengkap
c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menyebutkan dalil tentang shalat Idain
Nama :
13
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Menyebutkan 2 Menyebutkan 1 Tidak dapat
dalil (Hadis) menyebutkan dalil (al-Qur’an dalil (Hadis) Menyebutkan
tentang Shalat lebih dari 2 dalil dan Hadis) tentang Shalat dalil (Hadis)
Idain (Hadis) tentang tentang Shalat Idain tentang Shalat
Shalat Idain Idain Idain
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1) Tata cara melaksanakan shalat Idain berbeda dengan shalat fardhu lima
waktu. Tulskan perbedaan-perbedaan tersebut!
2) Berapa jumlah takbir pada rakaat pertama dari Shalat Idul Fitri?
3) Bacaan apa yang dsunnahkan antara beberapa takbir dalam shalat Idain?
4) Tuliskan sunnah-sunnah yang dapat dilaksanakan sebelum shalat Idul
Fitri!
5) Tuliskan nilai-nilai agama Islam (hikmah) yang dapat kamu simpulkan dari
adanya sunnah shalat Idul Fitri dan shalat Idul Adha!
1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟
Nilai =
𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (5)
Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
14
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan praktik shalat Idain
b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
2 Idul Adha
a. Peragaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum
Mengetahui, ……………,.................................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,
(………………………………) (..............................................)
15
Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
16
17
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
Catatan:
1. Rumusan Tujuan Pembelajaran (TP) ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi peserta didik/madrasah
2. Beberapa lingkup materi pada contoh tersebut digabungkan, guru bisa mengembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah, misalnya
pada lingkup materi “Shalat Fardhu dan shalat sunnah” bisa dirinci menjadi “Shalat Fardhu” dan “Shalat Sunnah” secara terpisah.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
menjalankan fardlu kifayah sebagai Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf 7.5 Menganalisis keutamaan zikir dan doa VII 8
konsekwensi beragama dalam untuk membentuk kepribadian yang jujur agar tumbuh sikap tawadhu’ dan
konteks hidup bermasyarakat, dan ikhlas dalam ketaatannya kepada optimis dalam kehidupan sehari hari
berbangsa dan bernegara.
Allah Swt. dan rasa empati kepada
Peserta didik terbiasa melakukan 7.6 Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan VII 12
ibadah yang memiliki dimensi sesama.
qashar sehingga kewajiban shalat
sosial berupa zakat, infak,
Menganalisis keutamaan zikir dan doa dijalankan pada kondisi apapun dan
sedekah, hibah, hadiah, kurban,
dan akikah sesuai syarat dan agar tumbuh sikap tawadhu dan optimis dimanapun.
rukunnya dengan baik sebagai dalam kehidupan sehari-hari.
ekspresi rasa syukur kepada Allah 7.7 Menganalisis ketentuan shalat dalam VII 10
Swt, sehingga amaliah ibadahnya Menganalisis ketentuan sujud sahwi, keadaan tertentu sehingga kewajiban
dapat membentuk kepedulian sujud tilawah dan sujud syukur sehingga ibadah dijalankan secara istiqamah
sosial dan mempengaruhi cara terbentuk pribadi yang taat, tawadhu, pada kondisi apapun dan dimanapun
berfikir bersikap dan bertindak tawakkal, dan syukur kepada Allah Swt.
dalam kehidupan sehari-hari
dalam konteks beragama, Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan 8.1 Menganalisis ketentuan sujud sahwi, VIII 12
berbangsa dan bernegara. qashar sehingga kewajiban shalat sujud tilawah dan sujud syukur
Peserta didik memahami
dijalankan pada kondisi apapun dan sehingga terbentuk pribadi yang taat,
ketentuan ibadah haji dan umrah
sehingga memiliki kesadaran dimanapun. tawadhu, tawakkal, dan syukur kepada
penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt.
Menganalisis ketentuan shalat dalam
Allah Swt secara mutlak dalam
mengikuti aturan syari’at dalam keadaan tertentu sehingga kewajiban 8.2 Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf VIII 10
kehidupan sehari-hari dalam ibadah dijalankan secara istiqamah pada untuk membentuk kepribadian yang
konteks berbangsa kondisi apapun dan dimanapun. jujur dan ikhlas dalam ketaatannya
dan bernegara untuk menggapai kepada Allah Swt. dan rasa empati
ridla Allah Swt. Mempraktekkan ketentuan pemulasaraan kepada sesama.
Peserta didik memahami ketentuan jenazah dengan baik dan benar agar
halal-haramnya makanan dan dapat membentuk kepedulian sosial dan 8.3 Menerapkan ketentuan zakat, sehingga VIII 14
minuman, ketentuan binatang yang gotong royong dalam kehidupan beragama dapat membentuk kesadaran dan
haram dikonsumsi serta ketentuan dan bermasyarakat. ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
penyembelihan binatang, agar bermasyarakat yang harmonis dalam
peserta didik selektif memilih
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP
makanan di era global dan terbiasa Menerapkan ketentuan zakat, sehingga kerangka hablum minallah dan hablum
mengkonsumsi makanan yang halal dapat membentuk kesadaran dan minannas
dan baik (halal-thayyib) sehingga ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
kesucian hati bisa dijaga yang akan bermasyarakat yang harmonis dalam 8.4 Menerapkan ketentuan infak, sedekah VIII 12
mempengaruhi dalam sikap dan kerangka hablum minallah dan hablum dan hadiah sehingga dapat membentuk
prilaku sehari-hari menjadi baik. minannas. kepedulian social dalam mewujudkan
kehidupan bermasyarakat yang
Menerapkan ketentuan infak, sedekah harmonis.
dan hadiah sehingga dapat membentuk
kepedulian social dalam mewujudkan 8.5 Memahami ketentuan ibadah haji dan VIII 12
kehidupan bermasyarakat yang harmonis. umrah sehingga terbentuk pribadi yang
religius dan memiliki ketaatan dan
Menerapkan ketentuan kurban dan kesetaraan di hadapan Allah Swt
akikah untuk menumbuhkan sikap
syukur, tanggung jawab dan rela 8.6 Memahami ketentuan halal haramnya VIII 12
berkurban sebagai wujud ketaatan pada makanan dan minuman serta binatang
Allah Swt. dalam kehidupan yang haram dikonsumsi agar selektif
bermasyarakat. memilih makanan di era global dan
terbiasa mengkonsumsi makanan yang
Memahami ketentuan ibadah haji dan halal dan baik (halal-thayyib)
umrah sehingga terbentuk pribadi yang
religius dan memiliki ketaatan dan 9.1 Memahami ketentuan penyembelihan IX 10
kesetaraan di hadapan Allah Swt. binatang agar dapat membentuk sikap
lemah lembut terhadap makhluk hidup
Memahami ketentuan halal haramnya dan menjaga lingkungan
makanan dan minuman serta binatang
yang haram dikonsumsi agar selektif 9.2 Menerapkan ketentuan kurban dan IX 8
memilih makanan di era global dan akikah untuk menumbuhkan sikap
terbiasa mengkonsumsi makanan yang syukur, tanggung jawab dan rela
halal dan baik (halal-thayyib). berkurban sebagai wujud ketaatan pada
Allah Swt. dalam kehidupan
bermasyarakat.
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP
Fikih Peserta didik mampu menganalisis Menganalisis pembagian waris 9.4 Menganalisis ketentuan muamalah: jual IX 12
ketentuan pembagian waris dan sehingga dapat memiliki sikap amanah beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan
Muamalah
muamalah yang meliputi: jual beli, dan adil dalam menjalankan ketentuan riba sehingga menumbuhkan sikap
khiyaar, qiraadl, larangan riba, syariat. tolong menolong, jujur, amanah dan
‘aariyah, wadii’ah, hutang-piutang, tanggung jawab dalam aktifitas sosial-
gadai, hiwaalah, ijarah sehingga Menganalisis ketentuan muamalah: jual ekonomi pada era digital dan global.
aktifitas sosial-ekonomi pada era beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan 9.5 Menganalisis ketentuan muamalah IX 12
digital dan global dijalankan secara riba sehingga menumbuhkan sikap selain jual beli: `aariyah, wadii'ah,
jujur, amanah dan tanggung jawab tolong menolong, jujur, amanah dan hutang-piutang, gadai dan hiwaalah,
sesuai aturan fikih, yang dapat tanggung jawab dalam aktifitas sosial- dan ijaarah sehingga menumbuhkan
bernilai ibadah dan berdimensi ekonomi pada era digital dan global. sikap tolong menolong, jujur, amanah
ukhrawi dalam konteks beragama,
dan tanggung jawab dalam aktifitas
berbangsa, bernegara dan Menganalisis ketentuan muamalah selain
sosial-ekonomi pada era digital dan
bermasyarakat global. jual beli: `aariyah, wadii'ah, hutang- global.
dan ijaarah. sehingga aktifitas piutang, gadai dan hiwaalah, dan
sosial-ekonomi pada era digital dan ijaarah sehingga menumbuhkan sikap 9.6 Menganalisis pembagian waris sehingga IX 12
global dijalankan secara jujur, tolong menolong, jujur, amanah dan dapat memiliki sikap amanah dan adil
amanah dan tanggung jawab tanggung jawab dalam aktifitas sosial- dalam menjalankan ketentuan syariat.
ekonomi pada era digital dan global.
Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi
pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Satuan Pendidikan : Madrasah Tsanawiyah
Mata Pelajaran : Fikih
Fase :D
Kelas : VII, VIII dan IX
Versi 2
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MTs (Zainul Ma’arif, Dede Jubaidah, Ida Zusnani, Basuki Rahmad)
Fikih VII 12
Peserta didik menganalisis tata Menganalisis tata cara bersuci dari 7.1 Menganalisis tata cara bersuci dari
Ibadah cara bersuci dari hadas dan najis, hadas dan najis untuk membangun pola hadas dan najis untuk membangun
ketentuan shalat fardlu, shalat hidup bersih dan sehat dalam konteks pola hidup bersih dan sehat dalam
berjamaah, ketentuan puasa,
kehidupan sehari-hari. konteks kehidupan sehari-hari.
i’tikaf, keutamaan zikir dan doa,
berbagai shalat sunah, dan Menganalisis ketentuan shalat fardhu, 7.2 Menganalisis ketentuan shalat fardhu, VII 10
ketentuan sujud sahwi, sujud
dan shalat sunnah serta dan shalat sunnah serta
tilawah, dan sujud syukur,
ketentuan shalat Jumat, shalat mengamalkannya dengan baik dan mengamalkannya dengan baik dan
jamak dan qashar, shalat dalam benar untuk benar untuk menumbuhkan kesalihan
keadaan tertentu meliputi: kondisi menumbuhkan kesalihan individu, sikap istiqamah dan
sakit, kondisi genting (khauf) dan individu, sikap istiqamah dan tanggung tanggung jawab dalam kehidupan
dalam kendaraan, dan jawab dalam kehidupan bermasyarakat. bermasyarakat.
mengamalkannya dengan baik dan
benar dalam konteks kehidupan Menganalisis ketentuan shalat 7.3 Menganalisis ketentuan shalat VII 10
sehari-hari pada masyarakat berjamaah untuk menumbuhkan berjamaah untuk menumbuhkan
global, sehingga kewajiban ibadah
kesalihan sosial dan sikap demokratis kesalihan sosial dan sikap demokratis
dijalankan secara istiqamah pada
kondisi apapun dan dimanapun. dan gotong royong dalam konteks dan gotong royong dalam konteks
Peserta didik juga akan kehidupan bermasyarakat. kehidupan bermasyarakat.
mempraktekkan ketentuan
pemulasaraan jenazah mencakup: Menganalisis ketentuan shalat Jumat 7.4 Menganalisis ketentuan shalat Jumat VII 10
memandikan, mengkafani, untuk menumbuhkan kesalihan sosial untuk menumbuhkan kesalihan sosial
menyalatkan dan menguburkan dan sehingga terbangun persatuan dan dan sehingga terbangun persatuan dan
janazah, sehingga dapat ukhuwah islamiyah dalam konteks ukhuwah islamiyah dalam konteks
menjalankan fardlu kifayah sebagai kehidupan beragama. kehidupan beragama.
konsekwensi beragama dalam
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP
konteks hidup bermasyarakat, Menganalisis ketentuan puasa dan i’tikaf 7.5 Menganalisis keutamaan zikir dan doa VII 8
berbangsa dan bernegara. untuk membentuk kepribadian yang agar tumbuh sikap tawadhu dan
Peserta didik terbiasa melakukan jujur dan ikhlas dalam ketaatannya optimis dalam kehidupan sehari hari
ibadah yang memiliki dimensi
kepada Allah Swt. dan rasa empati
sosial berupa zakat, infak, 7.6 Menganalisis ketentuan shalat jama’ VII 12
sedekah, hibah, hadiah, kurban, kepada sesama.
dan qashar sehingga kewajiban shalat
dan akikah sesuai syarat dan
Menganalisis keutamaan zikir dan doa dijalankan pada kondisi apapun dan
rukunnya dengan baik sebagai
ekspresi rasa syukur kepada Allah agar tumbuh sikap tawadhu dan optimis dimanapun.
Swt, sehingga amaliah ibadahnya dalam kehidupan sehari hari
dapat membentuk kepedulian 7.7 Menganalisis ketentuan shalat dalam VII 10
sosial dan mempengaruhi cara Menganalisis ketentuan sujud sahwi, keadaan tertentu sehingga kewajiban
berfikir bersikap dan bertindak sujud tilawah dan sujud syukur sehingga ibadah dijalankan secara istiqamah
dalam kehidupan sehari-hari terbentuk pribadi yang taat, tawadhu, pada kondisi apapun dan dimanapun
dalam konteks beragama, tawakkal, dan syukur kepada Allah Swt.
berbangsa dan bernegara. 8.1 Menganalisis ketentuan sujud sahwi, VIII 12
Peserta didik memahami ketentuan Menganalisis ketentuan shalat jama’ dan sujud tilawah dan sujud syukur
ibadah haji dan umrah sehingga qashar sehingga kewajiban shalat sehingga terbentuk pribadi yang taat,
memiliki kesadaran penghambaan dijalankan pada kondisi apapun dan tawadhu, tawakkal, dan syukur
dan ketaatan kepada Allah Swt
dimanapun. kepada Allah Swt.
secara mutlak dalam mengikuti
aturan syari’at dalam kehidupan
Menganalisis ketentuan shalat dalam 8.2 Menerapkan ketentuan zakat, sehingga VIII 10
sehari-hari dalam konteks
berbangsa dan bernegara untuk keadaan tertentu sehingga kewajiban dapat membentuk kesadaran dan
menggapai ridla Allah Swt. ibadah dijalankan secara istiqamah pada ketaatan dalam mewujudkan
Peserta didik memahami ketentuan kondisi apapun dan dimanapun kehidupan bermasyarakat yang
halal-haramnya makanan dan harmonis dalam kerangka hablum
minuman, ketentuan binatang yang minallah dan hablum minannas
haram dikonsumsi serta ketentuan Mempraktekkan ketentuan
8.3 Menerapkan ketentuan infak, sedekah VIII 14
penyembelihan binatang, agar pemulasaraan jenazah dengan baik dan
dan hadiah sehingga dapat
peserta didik selektif memilih benar agar dapat membentuk
membentuk kepedulian social dalam
makanan di era global dan terbiasa kepedulian sosial dan gotong royong
mewujudkan kehidupan
mengkonsumsi makanan yang halal
bermasyarakat yang harmonis.
dan baik (halal-thayyib) sehingga
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP
kesucian hati bisa dijaga yang akan dalam kehidupan beragama dan 8.4 Menganalisis ketentuan puasa dan VIII 12
mempengaruhi dalam sikap dan bermasyarakat. i’tikaf untuk membentuk kepribadian
prilaku sehari-hari menjadi baik. yang jujur dan ikhlas dalam
Menerapkan ketentuan zakat, sehingga ketaatannya kepada Allah Swt. dan
dapat membentuk kesadaran dan rasa empati kepada sesama.
ketaatan dalam mewujudkan kehidupan
bermasyarakat yang harmonis dalam * Materi tentang ketentuan puasa
kerangka hablum minallah dan hablum diakhirkan berdasarkan urutan dalam
minannas rukun Islam: … shalat, zakat, puasa, haji
Menerapkan ketentuan infak, sedekah 8.5 Memahami ketentuan ibadah haji dan VIII 12
dan hadiah sehingga dapat membentuk umrah sehingga terbentuk pribadi
kepedulian social dalam mewujudkan yang religius dan memiliki ketaatan
kehidupan bermasyarakat yang dan kesetaraan di hadapan Allah Swt
harmonis.
8.6 Memahami ketentuan halal haramnya VIII 12
Menerapkan ketentuan kurban dan makanan dan minuman serta binatang
akikah untuk menumbuhkan sikap yang haram dikonsumsi agar selektif
syukur, tanggung jawab dan rela memilih makanan di era global dan
berkurban sebagai wujud ketaatan pada terbiasa mengkonsumsi makanan yang
Allah SWT dalam kehidupan halal dan baik (halal-thayyib)
bermasyarakat.
9.1 Memahami ketentuan penyembelihan IX 10
Memahami ketentuan ibadah haji dan binatang agar dapat membentuk sikap
umrah sehingga terbentuk pribadi yang lemah lembut terhadap makhluk hidup
religius dan memiliki ketaatan dan dan menjaga lingkungan
kesetaraan di hadapan Allah Swt
9.2 Menerapkan ketentuan kurban dan IX 8
Memahami ketentuan halal haramnya akikah untuk menumbuhkan sikap
makanan dan minuman serta binatang syukur, tanggung jawab dan rela
yang haram dikonsumsi agar selektif berkurban sebagai wujud ketaatan
memilih makanan di era global dan pada Allah Swt. dalam kehidupan
bermasyarakat.
Elemen Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Kelas JP
Fikih Peserta didik mampu menganalisis Menganalisis pembagian waris 9.4 Menganalisis ketentuan muamalah: IX 12
ketentuan pembagian waris dan sehingga dapat memiliki sikap amanah jual beli, khiyaar, qiraadl, dan
Muamalah
muamalah yang meliputi: jual beli, dan adil dalam menjalankan ketentuan larangan riba sehingga
khiyaar, qiraadl, larangan riba, syariat. menumbuhkan sikap tolong menolong,
‘aariyah, wadii’ah, hutang-piutang, jujur, amanah dan tanggung jawab
gadai, hiwaalah, ijarah sehingga Menganalisis ketentuan muamalah: jual dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
aktifitas sosial-ekonomi pada era beli, khiyaar, qiraadl, dan larangan era digital dan global.
digital dan global dijalankan secara riba sehingga menumbuhkan sikap 9.5 Menganalisis ketentuan muamalah IX 12
jujur, amanah dan tanggung jawab tolong menolong, jujur, amanah dan selain jual beli: `aariyah, wadii'ah,
sesuai aturan fikih, yang dapat tanggung jawab dalam aktifitas sosial- hutang-piutang, gadai dan
bernilai ibadah dan berdimensi ekonomi pada era digital dan global. hiwaalah, dan ijaarah sehingga
ukhrawi dalam konteks beragama,
menumbuhkan sikap tolong menolong,
berbangsa, bernegara dan Menganalisis ketentuan muamalah
jujur, amanah dan tanggung jawab
bermasyarakat global. selain jual beli: `aariyah, wadii'ah, dalam aktifitas sosial-ekonomi pada
dan ijaarah. sehingga aktifitas hutang-piutang, gadai dan hiwaalah, era digital dan global.
sosial-ekonomi pada era digital dan dan ijaarah sehingga menumbuhkan
global dijalankan secara jujur, sikap tolong menolong, jujur, amanah 9.6 Menganalisis pembagian waris sehingga IX 12
amanah dan tanggung jawab dan tanggung jawab dalam aktifitas dapat memiliki sikap amanah dan adil
sosial-ekonomi pada era digital dan dalam menjalankan ketentuan syariat.
global.
Keterangan:
1. TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan
yang konseptual sampai dengan metakognitif.
2. Guru memiliki keleluasaan untuk menyusun alur tujuan pembelajaran berdasarkan visi atau kekhasan madrasah, hirarki keilmuan dan lain-lain.
3. Guru memiliki keleluasaan untuk mengatur jumlah JP berdasarkan kompleksitas materi, kondisi peserta didik, dan lain-lain.
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH KELAS
VII
FASE D
Disusun oleh
Zainul Ma’arif
P
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH TSANAWIYAH
KELAS VII
FASE D
[Link] Urmmuamsi
Umum
Identitas Modul:
Nama Penyusun : Zainul Ma’arif
Nama Intitusi : MTsN 31 Jakarta Timur
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Satuan Pendidikan : MTs
Kelas VII
Mata pelajaran : Fikih
Alokasi waktu : 12 JP (480 menit)
Fase :D
Elemen : Fikih Ibadah
Kompetensi awal (hasil asesmen awal):
1. Sebagian peserta didik telah memahami thaharah (bersuci) dari hadas dan
najis dan mempraktikannya, namun belum memahami dengan baik macam-
macam alat bersuci yang bisa digunakan untuk bersuci
2. Sebagian peserta didik terbiasa melaksanakan bersuci dari hadas, namun
belum memahami ketentuan thaharah dengan baik.
2
B. Kegiatan Inti
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis tata cara bersuci dari hadas dan najis untuk membangun pola
hidup bersih dan sehat dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Pemahaman Bermakna
Bersuci dari hadas dan najis adalah pra syarat untuk melaksanakan ibadah
tertentu, seperti shalat dan thawaf. Ketika hendak menyentuh atau membawa
mushaf al-Qur’an kita harus suci dari hadas, baik hadas besar maupun hadas
kecil.
Kata Kunci
- Thaharah
- Bersuci dari hadas dan najis
Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa mempelajari materi thaharah ini penting?
2. Apa perbedaan antara hadas dan najis?
3. Bagaimana cara menyucikan hadas dan najis?
Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif,
jaringan internet dan link youtube
2. Guru menyiapkan tayangan tentang thaharah (bersuci)
3. Guru menyiapkan tayangan video tentang tata cara membersihkan hadas
dsn anjis Apabila memungkinkan guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta
Didik (LKPD).
4. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang thaharah (bersuci)
3
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan awal (15 Menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, pembacaan ayat atau surat
al-Qur’an pilihan.
2. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
3. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan mengenai thaharah
4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.
4
Pertemuan 2
Kegiatan awal (15 Menit)
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, pembacaan ayat atau surat
al-Qur’an pilihan.
2. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
3. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan mengenai thaharah
4. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.
5
Pertemuan 3
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang pengertian thaharah, alat-alat bersuci
dan dalilnya serta mengaitkan dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan
Pertemuan 4
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali tentang pembelajaran
sebelumnya, dan mengaitkan dengan pembelajaran yang akan
dilaksanakan.
6
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan materi dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
3. Menyediakan media, bahan dan perlengkapan yang diperlukan
4. Guru mengajak peserta didik agar menuju ke tempat wudhu untuk
mempraktikkan tata cara wudhu
5. Memilih peserta didik atau kelompok peserta didik untuk
mendemonstrasikan tata cara bersuci (wudhu dan tayammum)
6. Setiap peserta didik lainnya mengamati peserta didik yang sedang praktik
berwudhu
7. Masing-masing peserta didik atau perwakilan kelompok menyampaikan
hasil pengamatan
8. Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang telah dapat
mempraktekkan wudhu dengan baik untuk
9. Guru memberikan penguatan bahwa bersuci itu sangat penting dan wajib
dilakukan sebelum melakukan ibadah tertentu seperti shalat, thawaf, dan
lain-lain.
Pembelajaran Berdiferensiasi
Untuk siswa yang sudah memahami materi ini sesuai dengan tujuan
pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk
membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari berbagai referensi
yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar
kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas
sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk
belajar kepada teman sebaya.
Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum
belajar tentang thaharah (tata cara bersuci), guru memberikan
pertanyaan kepada peserta mengenai thaharah baik secara lisan maupun
tulis.
Contoh istrumen:
1. Apa yang kamu ketahui tentang thaharah?
2. Sebutkan alat-alat yang bisa digunakan untuk thaharah?
3. Bagaimana cara bersuci dari hadas dan najis?
4. Sebutkan hal-hal yang wajib (rukun) dilakukan ketika wudhu?
5. Apa saja yang membatalkan wudhu?
7
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Sudah Belum
No. Kompetensi dan Lingkup Materi
(%) (%)
1 Mengenal pengertian thaharah
2 Menyebutkan alat-alat bersuci
3 Mengetahui cara bersuci dari hadas dan
najis
4 Menyebutkan rukun wudhu
5 Mengetahui beberapa hal yang
membatalkan wudhu
No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5
1 Ahmad diberi referensi agar
dibaca di rumah
2 Zaidah
3 dst
3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis : Jawaban singkat
8
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
9
Glosarium
Hadas = perkara yang terdapat pada beberapa anggota tubuh
manusia yang jika keluar dari tubuh manusia dapat
menghalangi sahnya shalat
Hadas besar = keadaan tidak suciyang disebabkan oleh haid, nifas,
bersetubuh, dan keluar mani, yang dihilangkan dengan
mandi wajib
Hadas kecil = keadaan tidak suci yang disebabkan oleh buang air kecil,
air besar, dan buang angin, yang menyebabkan batalnya
wudu, yang dihilangkan dengan cara membersihkan
kotoran dari tempat keluarnya dengan air suci atau
berwudhu
Istinja’ = Salah satu cara untuk mensucikan najis dengan
menggunakan alat yang berupa benda-benda padat
dengan ketentuan-ketentuan tertentu
Najis = segala jenis kotoran yang menjijikkan dan harus
disucikan berdasarkan ketentuan yang fikih agar ibadah-
ibadah tertentu dapat diterima.
Tayammum = Salah satu bentuk bersuci dengan cara mengusap debu ke
wajah dan kedua tangan dengan syarat-syarat tertentu
sebagai ganti berwudhu dan mandi besar
Thaharah = bersuci dari najis dan hadats dengan cara-cara yang telah
diatur oleh syariat Islam melalui ilmu fikih
Daftar Pustaka
1. CD Pembelajaran Interaktif, MGMP Fikih MTs Jakarta Timur, 2011
2. Kementerian Agama, Fikih kelas VII Untuk MTs, Jakarta: Kementerian
Agama, 2020
3. Imam Nawawi, Nihaayatuzzain Fii Irsyaadil Mubtadi’iin, (Daru Ihyail Kutub
Al-Arabiyyah Indonesia, tanpa tahun)
4. Ibrahim al-Bajuri, Haasyiyatus Syaikh Ibraahiim al-Baajuuri, (Beirut: Dar Al-
Kotob Al-Ilmiyyah, 2010)
5. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015
10
Daftar link youtube berkaitan dengan materi
1. [Link]
2. [Link]
m/watch?v=9xtnx8qCvLA
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]
C. Komponen Lampiran
Rukun merupakan hal pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Demikian juga
dengan berwudhu, ada beberapa hal yang tidak boleh ditinggalkan, rukun
wudhu ada 6 yaitu:
(1) Niat, yaitu niat dalam hati untuk berwudhu menghilangkan hadats. Waktu
niat adalah bersamaan dengan membasuh muka
12
(2) Membasuh muka dari tumbuhnya rambut sebelah atas hingga ke dagu,
dari telinga kanan sampai telinga kiri
(3) Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
(4) Mengusap sebagian kepala
(5) Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
(6) Tertib
Sunnah-sunnah wudhu
(1) Membaca basmalah saat memulai wudhu
(2) Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebanyak 3
kali sebelum memulai wudhu.
(3) Berkumur-kumur
(4) Menghiru air kedalam hidung dan mengeluarkannya lagi
(5) Mengusap seluruh kepala
(6) Mengusap dua daun telinga (luar dan dalam)
(7) Membasuh tiap-tiap anggota sebanyak 3 kali
(8) Menyilang-nyilang anak jari kedua tangan dan anak jari kedua kaki.
(9) Mendahulukan anggota yang kanan dari anggota yang kiri.
(10) Wudhu dilakukan tanpa pertolongan orang lain, kecuali dalam keadaan
terpaksa (sakit)
(11) Pembasuhan anggota wudhu dilakukan secara berturut-turut (tidak
menunggu keringnya satu anggota badan, baru membasuh anggota badan
yang lain)
(12) Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
Yang menyebabkan batalnya wudhu seseorang jika mengalami salah satu hal
berikut ini:
(1) Keluar sesuatu dari salah satu kedua jalan (kubul dan dubur)
(2) Hilangnya akal, baik karena tidur, mabuk, gila atau pingsan.
(3) Bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa yang bukan mahram
(4) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang. Baik
kemaluan sendiri maupun kemaluan orang lain dengan telapak tangan.
13
b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Bersuci dari Najis
Nama :
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
alat-alat bersuci menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
dari najis alat-alat bersuci sebagian kecil sebagian kecil alat-alat bersuci
dari najis secara alat-alat bersuci alat-alat bersuci dari najis
lengkap dari najis dari najis secara
lengkap
c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menyebutkan dalil tentang bersuci
Nama :
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Menyebutkan 2 Menyebutkan 1 Tidak dapat
dalil (al-Qur’an menyebutkan dalil (al-Qur’an dalil (al-Qur’an Menyebutkan 2
dan Hadis) lebih dari 2 dalil dan Hadis) dan Hadis) dalil (al-Qur’an
tentang (al-Qur’an dan tentang tentang dan Hadis)
thaharah Hadis) tentang thaharah thaharah tentang
thaharah thaharah
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1) Dillihat dari segi hukumnya, air dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam.
Apa saja 4 macam air tersebut?
2) Saat Hamidah menggendong adik bayi perempuannya, tiba-tiba adiknya
buang air kecil dan mengenai pakaiannya. Ketika hendak shalat, Hamidah
harus menyucikan pakaiannya. Dengan cara bagaimana Hamidah
menyucikan pakaiannya yang terkena najis?
3) Di suatu komplek perumahan terdapat warga yang memelihara seekor
anjing. Terkadang hewan piaraan tersebut bergerak bebas di sekitar
perumahan. Suatu ketika hewan tersebut masuk ke rumah warga dan
menjilat kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Bagaimana cara
mensucikan bagian kendaraan yang terkena najis tersebut?
4) Dalam keadaan tertentu kita boleh bertayammum agar dengan beberapa
syarat tentunya. Apa saja syarat-syarat tersebut?
14
5) Seseorang yang telah berwudhu bisa menjadi batal karena beberapa
sebab. Apa saja yang menjadi sebab batalnya wudhu tersebut?
1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛
x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟
Nilai =
𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (5)
Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan praktek wudhu dan tayammum sesuai
ketentuan
b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
2 Tayammum
a. Peragaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
b. Bacaan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum
15
No Nama Peserta Didik Skor Perolehan Catatan Guru
Mengetahui, Jakarta,................................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,
(………………………………) (..............................................)
Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
16
17
MODUL AJAR
FIKIH MTs Fase D
INFORMASI UMUM
Identitas Modul
Kompetensi awal:
1. Sebagian peserta didik telah memahami thaharah (bersuci) dari hadas dan najis dan
mempraktikannya, namun belum memahami dengan baik macam-macam alat bersuci yang bisa
digunakan untuk bersuci
2. Sebagian peserta didik terbiasa melaksanakan bersuci dari hadas, namun belum memahami
ketentuan thaharah dengan baik.
Profil Pelajar Pancasila dan PP RA:
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, Berpikir Kritis
- Berkadaban (ta`addub), Keteladanan (qudwah)
KOMPONEN INTI
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis tata cara bersuci dari hadas dan najis untuk membangun pola hidup bersih dan sehat
dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Pemahaman Bermakna
Bersuci dari hadas dan najis adalah pra syarat untuk melaksanakan ibadah tertentu, seperti shalat dan
thawaf. Ketika hendak shalat, thawaf, menyentuh atau membawa mushaf al-Qur’an, maka kita harus
suci dari hadas, baik hadas besar maupun hadas kecil.
Kata Kunci
- Thaharah
- Bersuci dari hadas dan najis
Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa mempelajari materi thaharah ini penting?
2. Apa perbedaan antara hadas dan najis?
3. Bagaimana cara menyucikan hadas dan najis?
Langkah-langkah/Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan Pertama (KKTP 1 dan 2):
Kegiatan Pendahuluan:
Kegiatan awal (15 Menit)
Peserta didik menjawab salam pembuka dari guru dilanjutkan dengan pembukaan pembelajaran oleh
guru. Peserta didik memimpin doa bersama yang dilanjutkan dengan membaca Al-Quran secara
bersama-sama (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya). Guru
menyampaikan indikator/kriteria ketercapaan tujuan pembelajaran. Guru memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi aktif agar terbangun sikap pembelajar mandiri.
5. Guru memberikan penguatan tentang tata cara wudhu, mandi dan tayammum dengan benar.
Kegiatan Inti:
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan motivasi sebelum memulai
pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali tentang pembelajaran sebelumnya, dan
mengaitkan dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar tentang
thaharah (tata cara bersuci), guru memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai
thaharah baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1. Apa yang kamu ketahui tentang thaharah?
2. Sebutkan alat-alat yang bisa digunakan untuk thaharah?
3. Bagaimana cara bersuci dari hadas dan najis?
4. Sebutkan hal-hal yang wajib (rukun) dilakukan ketika wudhu?
5. Apa saja yang membatalkan wudhu?
1
Mengenal pengertian thaharah
2
Menyebutkan alat-alat bersuci
3
Mengetahui cara bersuci dari hadas dan najis
4
Menyebutkan rukun wudhu
Mengetahui beberapa hal yang membatalkan wudhu
3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Glosarium
Hadas = perkara yang terdapat pada beberapa anggota tubuh manusia yang jika
manusia dapat menghalangi sahnya shalat
Hadas besar = keadaan tidak suciyang disebabkan oleh haid, nifas, bersetubuh, dan k
dihilangkan dengan mandi wajib
Hadas kecil = keadaan tidak suci yang disebabkan oleh buang air kecil, air besar, dan
menyebabkan batalnya wudu, yang dihilangkan dengan cara membersi
tempat keluarnya dengan air suci atau berwudhu
Istinja’ = Salah satu cara untuk mensucikan najis dengan menggunakan alat ya
benda padat dengan ketentuan-ketentuan tertentu
Najis = segala jenis kotoran yang menjijikkan dan harus disucikan berdasarkan
ke agar ibadah-ibadah tertentu dapat diterima.
Tayammum = Salah satu bentuk bersuci dengan cara mengusap debu ke wajah dan
ked syarat-syarat tertentu sebagai ganti berwudhu dan mandi besar
Thaharah = bersuci dari najis dan hadats dengan cara-cara yang telah diatur oleh sy
ilmu fikih
Daftar Pustaka
1. CD Pembelajaran Interaktif, MGMP Fikih MTs Jakarta Timur, 2011
2. Kementerian Agama, Fikih kelas VII Untuk MTs, Jakarta: Kementerian Agama, 2020
3. Imam Nawawi, Nihaayatuzzain Fii Irsyaadil Mubtadi’iin, (Daru Ihyail Kutub Al-Arabiyyah
Indonesia, tanpa tahun)
4. Ibrahim al-Bajuri, Haasyiyatus Syaikh Ibraahiim al-Baajuuri, (Beirut: Dar Al-Kotob Al-Ilmiyyah,
2010)
5. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015
6. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat Jendral BIMAS Islam, 2012)
7. Tim Tirakat ’14, Ngaji Untuk Bekal Kehidupan Dunia-Akherat, (Kediri: Santri Salaf Press, 2014)
8. Tim Pembukuan ANFA 2015, Menyingkap Sejuta Permasalahan dalam Fathul Qarib, (Kediri: ‘Anfa
Press, 2015)
9. Syaikh Muhammad bin Qasim, Fath al-Qariib al-Mujiib, (Jakarta: Dar Al-Kutub Al-Islamiyah, 2014)
10. Sayyid Ahmad al-Hasyimi, Mukhtaar al-Ahadiits al-Nawawiyah wa al-Hikam al-Muhammadiyyah,
(Surabaya: Darul Ilmi, tanpa tahun)
11. Syaikh Imam Abi Ishaq Ibrahim bin Ali al-Fairuz, al-Muhadzzab, (Beirut: Dar al-Fikr, 2019)
1. [Link]
2. [Link]
CvLA
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]
6. [Link]
KOMPONEN LAMPIRAN
Lampiran 1. Bahan Ajar
Istilah thaharah dari segi bahasa berarti membersihkan diri, pakaian, temat dan benda-benda lain
dari najis dan hadast dengan tata cara yang ditentukan oleh syariat Islam. Bersuci menempati
kedudukan yang penting dalam ibadah. Setiap muslim yang akan mengerjakan shalat dan tawaf
diwajibkan terlebih dahulu bersuci seperti berwudhu, mandi atau tayamum.
Dasar Hukum Thaharah antara lain:
a) Dalam al-Qur’an, Allah Swt. berfirman:
َل
ي َطَت ْل ا ُّب ِح ي . َّن ا ه َّل ُيِحُّب الَّت ا
ِّهِر َن ُم َّو ِب َي َُو ِإ
Artinya: “Sungguh Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”QS.
Al-Baqarah (1): 222
b) Allahْ Swt. juga berfiman:
ِّ َّ ُّ ُ ُ َّ َ َ َ َ
َ َ
َ ُ ٌ
ْ َ
ِفيِه ِرجال يِح ُّبون أن يتطهُر وا والله يِح ب الُمطهرين
Artinya: “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang
yang bersih.”QS. Al-Taubah (9): 108.
c) QS.ُ Al-Maidah (5) : 6 ْ
ْ ُْ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ُ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ ٰ َّ َ ْ ُ ْ ُ َ َ ْ ه َ ُّ َ rٰٓ
َ َ ْ ْ ْ َْٰ ٰ
ُ ٓ ُ
ْ
يَايها َالُِذيَن امْنَوا ِاذا قمتْم ِاَُْل الصلُوِة َفاَّغَِّس لوا وجوهكم وايِديكم ِاَل المراِفِق وامسحوا ِبرءوِس كم
ُت ْ
ِي ۗ َوِان كن ْم ُجنًبا فاطهُرْوا. َواْر ُجلكْم ِاَل الكْعَب
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka
basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua
kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah”.
Ditinjau dari kedudukannya dan hukum penggunaannya, air dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
a) Air suci dan mensucikan
b) Air yang suci namun tidak mensucikan
c) Air yang terkena najis atau mutanajjis.
Diperbolehkan menggunakan benda padat selain batu dengan syarat memiliki kriteria:
a) Suci
b) Padat dan kering.
c) Mampu menyerap, menghilangkan, dan membersihkan.
d) Bukan benda yang dihormati dan sangat dibutuhkan
Rukun merupakan hal pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Demikian juga dengan berwudhu, ada
beberapa hal yang tidak boleh ditinggalkan, rukun wudhu ada 6 yaitu:
(1) Niat, yaitu niat dalam hati untuk berwudhu menghilangkan hadats. Waktu niat adalah
bersamaan dengan membasuh muka
(2) Membasuh muka dari tumbuhnya rambut sebelah atas hingga ke dagu, dari telinga kanan
sampai telinga kiri
(3) Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
(4) Mengusap sebagian kepala
(5) Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
(6) Tertib
Sunnah-sunnah wudhu
(1) Membaca basmalah saat memulai wudhu
(2) Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebanyak 3 kali sebelum
memulai wudhu.
(3) Berkumur-kumur
(4) Menghiru air kedalam hidung dan mengeluarkannya lagi
(5) Mengusap seluruh kepala
(6) Mengusap dua daun telinga (luar dan dalam)
(7) Membasuh tiap-tiap anggota sebanyak 3 kali
(8) Menyilang-nyilang anak jari kedua tangan dan anak jari kedua kaki.
(9) Mendahulukan anggota yang kanan dari anggota yang kiri.
(10) Wudhu dilakukan tanpa pertolongan orang lain, kecuali dalam keadaan terpaksa (sakit)
(11) Pembasuhan anggota wudhu dilakukan secara berturut-turut (tidak menunggu keringnya satu
anggota badan, baru membasuh anggota badan yang lain)
(12) Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
Yang menyebabkan batalnya wudhu:
(1) Keluarnya sesuatu dari salah satu kedua jalan (kubul dan dubur)
(2) Hilangnya akal, baik karena tidur, mabuk, gila atau pingsan.
(3) Bersentuhan kulit antara pria dan wanita dewasa yang bukan mahram
(4) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan tanpa penghalang. Baik kemaluan sendiri
maupun kemaluan orang lain dengan telapak tangan.
b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Bersuci dari Najis
Nama :
Perlu Bimbingan
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup
Guru
Menyebutkan alat- Dapat Dapat Dapat Belum dapat
alat bersuci dari menyebutkan alat- menyebutkan menyebutkan menyebutkan alat-
najis alat bersuci dari sebagian kecil alat- sebagian kecil alat- alat bersuci dari
najis secara alat bersuci dari alat bersuci dari najis
lengkap najis najis secara lengkap
c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menyebutkan dalil tentang bersuci
Nama :
Perlu Bimbingan
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup
Guru
Menyebutkan dalil Dapat Menyebutkan 2 Menyebutkan 1 Tidak dapat
(al-Qur’an dan menyebutkan lebih dalil (al-Qur’an dan dalil (al-Qur’an dan Menyebutkan 2
Hadis) tentang dari 2 dalil (al- Hadis) tentang Hadis) tentang dalil (al-Qur’an dan
thaharah Qur’an dan Hadis) thaharah thaharah Hadis) tentang
tentang thaharah thaharah
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1) Dillihat dari segi hukumnya, air dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam. Apa saja 4 macam air
tersebut?
2) Saat Hamidah menggendong adik bayi perempuannya, tiba-tiba adiknya buang air kecil dan
mengenai pakaiannya. Ketika hendak shalat, Hamidah harus menyucikan pakaiannya. Dengan
cara bagaimana Hamidah menyucikan pakaiannya yang terkena najis?
3) Di suatu komplek perumahan terdapat warga yang memelihara seekor anjing. Terkadang
hewan piaraan tersebut bergerak bebas di sekitar perumahan. Suatu ketika hewan tersebut
masuk ke rumah warga dan menjilat kendaraan yang terparkir di halaman rumah. Bagaimana
cara mensucikan bagian kendaraan yang terkena najis tersebut?
4) Dalam keadaan tertentu kita boleh bertayammum agar dengan beberapa syarat tentunya.
Apa saja syarat-syarat tersebut?
5) Seseorang yang telah berwudhu bisa menjadi batal karena beberapa sebab. Apa saja yang
menjadi sebab batalnya wudhu tersebut?
1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
5. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Nilai 𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
= Konversi 𝑠𝑘𝑜𝑟
𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 (5)
Nilai Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan praktek wudhu dan tayammum sesuai
ketentuan
Bacaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1
2 Tayammum
Peragaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1
Bacaan
Sesuai Skor 3
Cukup Skor 2
Kurang Skor 1
Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum
Mengetahui, Jakarta,.............................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,
(………………………………) (….............................)
Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru sesuai
dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah (Non Program Keagamaan)
Mata Pelajaran : Fikih
Fase :E
Kelas X
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Penyusun : Tim Fikih MA
ELEMEN CP TP
Peserta didik menganalisis dan mengomunikasikan konsep fikih menganalisis dan mengomunikasikan
dan sejarah perkembangannya, ketentuan pemulasaraan konsep fikih dan sejarah
UBUDIYAH jenazah sehingga dapat menjalankan fardlu perkembangannya agar tumbuh
kifayahnya sebagai konsekuensi
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. keyakinan dan kesadaran dalam
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki beribadah
dimensi social berupa zakat dan pengelolaannya, infak, menganalisis dan mengomunikasikan
sedekah, wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah sesuai ketentuan pemulasaraan jenazah dan
syarat dan rukunnya disertai dengan analisis dalil dan [Link] memiliki sikap
hikmah tasyri'nya, sehingga semakin mantap keyakinan peduli dan tanggjawab dalam hidup
menjalankan agama sebagai ekspresi rasa syukur bermasyarakat, berbangsa dan
kepada Allah Swt. sehingga amaliah ibadahnya dapat bernegara
membentuk kepedulian sosial dan mempengaruhi cara menganalisis dan mengomunikasikan
berfikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan ketentuan Zakat, infak, sedekah, dan
sehari- hari dalam konteks beragama, berbangsa, dan pengelolaannya serta undang-undangnya
bernegara. di Indonesia agar menumbuhkan rasa
Peserta didik memahami ketentuan ibadah haji dan peduli kepada kaum lemah serta
umrah beserta problematikanya dengan analisis dalil mempunyai sikap sosial toleransi dalam
dan hikmah tasyri'nya, sehingga memiliki kesadaran kehidupan sehari-hari
penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt. secara menganalisis dan mengomunikasikan
mutlak dalam mengikuti aturan syari'at dalam ketentuan, wakaf, hibah, hadiah dan
kehidupan sehari-hari dalam konteks berbangsa pengelolaannya serta undang-undangnya
dan bernegara untuk menggapai rida Allah Swt di Indonesia agar meningkatkan sikap
kepedulian sosial dan suka membantu
orang lain.
menganalisis dan mengomunikasikan
ketentuan kurban, dan akikah agar
memiliki kesadaran dan ketaatan
sebagai wujud syukur kepada Allah
Peserta didik mampu Menganalisis Akad, ihyaaul 7. Menganalisis ketentuan Akad, ihyaaul
MUAMALAH menerapakan konsep dan ketentuan akad mawaat, jual mawaat, jual beli, khiyaar,
muamalah meliputi: ihyaaul beli, khiyaar, salam, hajr dan riba disertai
mawaat, jual beli, mengindentifikasi salam, hajr dan analilsis dalil-dan istidlalnya agar
transaksi mengandung riba, riba disertai analilsis menumbuhkan sikap jujur, amanah
khiyaar, salam, hajr, musaqah, dalil-dan istidlalnya dan tanggung jawab sesuai dengan
muzara'ah, mukhabarah, aturan syariat.
mudlarabah, murabahah, qiradl, musaqah, 8. mengominikasikan tentang musaqah,
syirkah, syuf'ah, wakalah, shulhu, muzara'ah, dan muzara'ah, dan mukhabarah,
dlaman, kafalah, wadiah, dan rahn, mukhabarah, disertai analilsis dalil-dan istidlalnya
serta transaksi di era global mencakup: disertai analilsis agar menumbuhkan sikap jujur,
dalil-dan istidlalnya
bank syariah dan konvensional, amanah,tanggung jawab,tolong
asuransi syariah, pinjaman online, dan menolong sesama sesuai dengan
transaksi online lainnya disertai aturan syariat.
mudlarabah, 9. menganalisis mudlarabah,
analisis dalil dan istidlalnya sehingga murabahah, murabahah, qiradl,
aktifitas sosial-ekonomi pada era digital qiradl, syirkah,dan syuf'ah disertai analilsis
dan global dijalankan secara jujur, syirkah,dan dalil-dan istidlalnya agar
amanah, dan tanggung jawab syuf'ah disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggung jawab,toleransi sesuai
sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai
istidlalnya dengan aturan syariat
ibadah dan berdimensi ukhrawi dalam
konteks beragama, berbangsa,
wakalah, [Link] wakalah,
bernegara, dan bermasyarakat global.
shulhu, shulhu, dlaman, kafalah,
dlaman, wadiah dan rahn disertai analilsis
kafalah, wadiah dalil-dan istidlalnya agar
dan rahn disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggungjawab,toleransi dalam
istidlalnya konteks beragama, berbangsa,
bernegara, dan bermasyarakat
global
bank syariah 11. menganalisis bank syariah
dan konvensional, dan konvensional, asuransi
asuransi syariah, syariah, pinjaman online,
pinjaman online, dan transaksi online
dan transaksi disertai analisis dalil
online disertai dan istidlalnya a g a r t u m b u h
analisis dalil s i k a p jujur, amanah, dan
dan istidlalnya tanggung jawab sesuai aturan
fikih, yang dapat bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi
dalam konteks beragama
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Contoh 1
ELEMEN CAPAIAN TUJUAN ATP KELAS X ALOKASI
PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN WAKTU
UBUDIYAH Pada Fase E Peserta didik 1. Menganalisis konsep 10. 1. Konsep
menganalisis dan fikih dan sejarah fikih dan 8 JP
mengomunikasikan perkembangannya agar sejarah
konsep fikih dan sejarah perkembangannya
perkembangannya, tumbuh keyakinan dan
ketentuan pemulasaraan kesadaran dalam
jenazah sehingga beribadah
dapat menjalankan 2. mengomunikasikan 10.2.
fardlu kifayahnya ketentuan pemulasaraan pemulasaraan 4 JP
sebagai jenazah dan jenazah dan
konsekuensi hidup
bermasyarakat, [Link] problematikan
berbangsa dan memiliki sikap peduli dan ya.
bernegara. tanggjawab dalam hidup
Peserta didik bermasyarakat, berbangsa
terbiasa melakukan dan bernegara
ibadah yang 3. menganalisis ketentuan 10.3. Zakat,
memiliki dimensi social Zakat, infak, sedekah, infak, 6 JP
berupa zakat dan dan pengelolaannya serta sedekah, dan
pengelolaannya, infak, undang-undangnya di pengelolaanny
sedekah, Indonesia a serta undang-
wakaf, hibah, hadiah,
kurban, dan akikah undangnya di
sesuai syarat dan Indonesia
rukunnya disertai 4. menganalisis ketentuan, 10.4. wakaf,
dengan analisis dalil wakaf, hibah, hadiah dan hibah, hadiah 6 JP
dan hikmah pengelolaannya serta dan
tasyri'nya, sehingga undang-undangnya di pengelolaanny
semakin mantap Indonesia a serta undang-
keyakinan menjalankan undangnya di
agama sebagai Indonesia
ekspresi rasa 5. Menganalisis 10.5. Kurban,
syukur kepada ketentuan kurban, dan akikah dan 6 JP
Allah Swt. sehingga akikah agar memiliki analisis dalil
amaliah
kesadaran dan ketaatan serta
ibadahnya dapat
membentuk kepedulian sebagai wujud syukur hikmah
sosial dan kepada Allah tasyri'nya
mempengaruhi cara 6. Menganalisis ketetuan haji, 10.6. haji,
berfikir, bersikap, dan umrah dan umrah dan 6 JP
bertindak dalam problematiknya dengan problematikny
kehidupan sehari- analisis dalil dan hikmah a dengan
hari dalam konteks tasyri'nya agar memiliki analisis dalil
beragama, berbangsa, kesadaran penghambaan dan hikmah
dan bernegara. dan ketaatan kepada tasyri'nya
Peserta didik Allah Swt.
memahami
ketentuan ibadah haji dan
umrah beserta
problematikanya
dengan analisis dalil
dan hikmah
tasyri'nya, sehingga
memiliki kesadaran
penghambaan dan
ketaatan kepada Allah
Swt. secara mutlak
dalam mengikuti
aturan syari'at
dalam kehidupan
sehari-hari dalam
konteks berbangsa
dan bernegara
untuk menggapai rida
Allah Swt
MUAMALA Peserta didik 7. Menganalisis ketentuan 10.7. Akad,
H mampu menerapakan Akad, ihyaaul mawaat, ihyaaul 10 JP
konsep dan ketentuan jual beli, khiyaar, mawaat, jual
akad muamalah salam, hajr dan riba beli, khiyaar,
meliputi: disertai analilsis dalil-dan salam, hajr
ihyaaul mawaat, istidlalnya agar dan riba disertai
jual beli, menumbuhkan sikap jujur, analilsis dalil-dan
mengindentifikasi amanah dan tanggung istidlalnya
transaksi jawab sesuai dengan
mengandung riba, aturan syariat.
khiyaar, salam, hajr, 8. mengomunikasikan tentang 10.8. musaqah,
musaqah, muzara'ah, musaqah, muzara'ah, dan muzara'ah, dan 4 JP
mukhabarah, mukhabarah, disertai mukhabarah,
mudlarabah, murabahah, analilsis dalil-dan istidlalnya disertai analilsis
qiradl, syirkah, agar menumbuhkan sikap dalil-dan
syuf'ah, wakalah, jujur, amanah,tanggung istidlalnya
shulhu, dlaman, jawab,tolong menolong
kafalah, wadiah, dan sesama sesuai dengan
rahn, serta transaksi aturan syariat.
di era global mencakup: 9. menganalisis mudlarabah, 10.9.
bank syariah dan murabahah, qiradl, mudlarabah, 10 JP
konvensional, asuransi syirkah,dan syuf'ah disertai murabahah,
syariah, pinjaman online, analilsis dalil-dan istidlalnya qiradl,
dan transaksi online agar menumbuhkan sikap
syirkah,dan
jujur, amanah dan
lainnya disertai analisis syuf'ah disertai
tanggung jawab,toleransi
dalil dan istidlalnya sesuai dengan aturan analilsis dalil-dan
sehingga aktifitas syariat istidlalnya
sosial-ekonomi pada
era digital dan global 10. mengomunikasikan 10.10. wakalah,
dijalankan secara jujur, wakalah, shulhu, shulhu, 6 JP
amanah, dan dlaman, kafalah, dlaman,
tanggung jawab wadiah dan rahn disertai kafalah,
sesuai aturan fikih, yang analilsis dalil-dan istidlalnya wadiah
dapat bernilai ibadah agar menumbuhkan sikap dan rahn disertai
dan berdimensi jujur, amanah dan analilsis dalil-dan
ukhrawi dalam tanggungjawab,toleransi istidlalnya
konteks beragama, dalam konteks
berbangsa, bernegara, beragama, berbangsa,
dan bermasyarakat bernegara,
global. dan bermasyarakat global
11. menganalisis bank 10.11. bank
syariah dan syariah dan [Link]
konvensional, asuransi konvensional,
syariah, pinjaman online, asuransi
dan transaksi online syariah,
disertai analisis dalil pinjaman online,
dan istidlalnya dan transaksi
online disertai
analisis dalil
dan
istidlalnya
JUMLAH 72
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Model 1
ELEMEN CP TP
Peserta didik menganalisis dan mengomunikasikan konsep fikih menganalisis dan mengomunikasikan
dan sejarah perkembangannya, ketentuan pemulasaraan konsep fikih dan sejarah
Fikih Ibadah jenazah sehingga dapat menjalankan fardlu perkembangannya agar tumbuh
kifayahnya sebagai konsekuensi
hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. keyakinan dan kesadaran dalam
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki beribadah
dimensi social berupa zakat dan pengelolaannya, infak, menganalisis dan mengomunikasikan
sedekah, wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah sesuai ketentuan pemulasaraan jenazah dan
syarat dan rukunnya disertai dengan analisis dalil dan [Link] memiliki sikap
hikmah tasyri'nya, sehingga semakin mantap keyakinan peduli dan tanggjawab dalam hidup
menjalankan agama sebagai ekspresi rasa syukur bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
kepada Allah Swt. sehingga amaliah ibadahnya dapat
membentuk kepedulian sosial dan mempengaruhi cara menganalisis dan mengomunikasikan
berfikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan ketentuan Zakat, infak, sedekah, dan
sehari- hari dalam konteks beragama, berbangsa, dan pengelolaannya serta undang-undangnya
bernegara. di Indonesia agar menumbuhkan rasa
Peserta didik memahami ketentuan ibadah haji dan peduli kepada kaum lemah serta
umrah beserta problematikanya dengan analisis dalil mempunyai sikap sosial toleransi dalam
dan hikmah tasyri'nya, sehingga memiliki kesadaran kehidupan sehari-hari
penghambaan dan ketaatan kepada Allah Swt. secara menganalisis dan mengomunikasikan
mutlak dalam mengikuti aturan syari'at dalam ketentuan, wakaf, hibah, hadiah dan
kehidupan sehari-hari dalam konteks berbangsa pengelolaannya serta undang-undangnya
dan bernegara untuk menggapai rida Allah Swt di Indonesia agar meningkatkan sikap
kepedulian sosial dan suka membantu
orang lain.
menganalisis dan mengomunikasikan
ketentuan kurban, dan akikah agar
memiliki kesadaran dan ketaatan
sebagai wujud syukur kepada Allah
MODEL 2
ELEMEN CP KOMPETENSI LINGKUP MATERI TP
Peserta didik menganalisis dan Menganalisis konsep fikih dan 1. menganalisis konsep fikih dan
mengomunikasikan konsep fikih dan sejarah sejarah sejarah perkembangannya
Fikih Ibadah perkembangannya, ketentuan perkembangannya agar tumbuh keyakinan dan
pemulasaraan jenazah sehingga
dapat menjalankan fardlu kesadaran dalam beribadah
kifayahnya sebagai konsekuensi pemulasaraan 2. mengomunikasikan ketentuan
hidup bermasyarakat, berbangsa jenazah dan pemulasaraan jenazah dan
dan bernegara. problematikanya. [Link] memiliki
Peserta didik terbiasa melakukan sikap peduli dan tanggjawab
ibadah yang memiliki dimensi social dalam hidup bermasyarakat,
berupa zakat dan pengelolaannya, berbangsa dan bernegara
infak, sedekah, wakaf, hibah, hadiah,
Zakat, infak, 3. menganalisis ketentuan Zakat,
kurban, dan akikah sesuai syarat dan
rukunnya disertai dengan analisis dalil sedekah, dan infak, sedekah, dan
dan hikmah tasyri'nya, sehingga pengelolaannya pengelolaannya serta undang-
semakin mantap keyakinan serta undang- undangnya di Indonesia agar
menjalankan agama sebagai undangnya di menumbuhkan rasa peduli
ekspresi rasa syukur kepada Indonesia kepada kaum lemah serta
Allah Swt. sehingga amaliah mempunyai sikap sosial
toleransi dalam kehidupan sehari-
hari
ibadahnya dapat membentuk wakaf, hibah, 4. menganalisis ketentuan, wakaf,
kepedulian sosial dan mempengaruhi hadiah dan hibah, hadiah dan pengelolaannya
cara berfikir, bersikap, dan bertindak pengelolaannya serta undang-undangnya di
dalam kehidupan sehari- hari dalam serta undang- Indonesia agar meningkatkan
konteks beragama, berbangsa, dan undangnya di sikap kepedulian sosial dan suka
bernegara. Indonesia membantu orang lain.
Peserta didik memahami
ketentuan ibadah haji dan umrah Kurban, akikah [Link] ketentuan kurban,
beserta problematikanya dengan dan analisis dalil dan akikah agar memiliki
analisis dalil dan hikmah tasyri'nya, serta hikmah kesadaran dan ketaatan sebagai
sehingga memiliki kesadaran tasyri'nya wujud syukur kepada Allah
penghambaan dan ketaatan kepada
Allah Swt. secara mutlak dalam
mengikuti aturan haji, umrah [Link] ketetuan haji, umrah
syari'at dalam kehidupan sehari-hari dalam dan dan problematiknya dengan
konteks berbangsa problematiknya analisis dalil dan hikmah
dan bernegara untuk dengan analisis tasyri'nya agar memiliki kesadaran
menggapai rida Allah Swt dalil dan hikmah penghambaan dan ketaatan
tasyri'nya kepada Allah Swt.
Peserta didik mampu Menganalisis Akad, ihyaaul 7. Menganalisis ketentuan Akad, ihyaaul
Fikih menerapakan konsep dan ketentuan akad mawaat, jual mawaat, jual beli, khiyaar,
Muamalah muamalah meliputi: ihyaaul beli, khiyaar, salam, hajr dan riba disertai
mawaat, jual beli, mengindentifikasi salam, hajr dan analilsis dalil-dan istidlalnya agar
transaksi mengandung riba, riba disertai analilsis menumbuhkan sikap jujur, amanah
khiyaar, salam, hajr, musaqah, dalil-dan istidlalnya dan tanggung jawab sesuai dengan
muzara'ah, mukhabarah, aturan syariat.
mudlarabah, murabahah, qiradl, musaqah, 8. mengominikasikan tentang musaqah,
syirkah, syuf'ah, wakalah, shulhu, muzara'ah, dan muzara'ah, dan mukhabarah,
dlaman, kafalah, wadiah, dan rahn, mukhabarah, disertai analilsis dalil-dan istidlalnya
serta transaksi di era global mencakup: disertai analilsis agar menumbuhkan sikap jujur,
dalil-dan istidlalnya
bank syariah dan konvensional, amanah,tanggung jawab,tolong
asuransi syariah, pinjaman online, dan menolong sesama sesuai dengan
transaksi online lainnya disertai aturan syariat.
mudlarabah, 9. menganalisis mudlarabah,
analisis dalil dan istidlalnya sehingga murabahah, murabahah, qiradl,
aktifitas sosial-ekonomi pada era digital qiradl, syirkah,dan syuf'ah disertai analilsis
dan global dijalankan secara jujur, syirkah,dan dalil-dan istidlalnya agar
amanah, dan tanggung jawab syuf'ah disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggung jawab,toleransi sesuai
sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai
istidlalnya dengan aturan syariat
ibadah dan berdimensi ukhrawi dalam
konteks beragama, berbangsa,
wakalah, [Link] wakalah,
bernegara, dan bermasyarakat global.
shulhu, shulhu, dlaman, kafalah,
dlaman, wadiah dan rahn disertai analilsis
kafalah, wadiah dalil-dan istidlalnya agar
dan rahn disertai menumbuhkan sikap jujur, amanah
analilsis dalil-dan dan tanggungjawab,toleransi dalam
istidlalnya konteks beragama, berbangsa,
bernegara, dan bermasyarakat
global
bank syariah 11. menganalisis bank syariah
dan konvensional, dan konvensional, asuransi
asuransi syariah, syariah, pinjaman online,
pinjaman online, dan transaksi online
dan transaksi disertai analisis dalil
online disertai dan istidlalnya a g a r t u m b u h
analisis dalil s i k a p jujur, amanah, dan
dan istidlalnya tanggung jawab sesuai aturan
fikih, yang dapat bernilai
ibadah dan berdimensi ukhrawi
dalam konteks beragama
Kode: FIKIH E.10.1
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS X
FASE E
Tujuan Pembelajaran
Menganalisis konsep fikih dan sejarah perkembangannya agar tumbuh keyakinan dan
kesadaran dalam beribadah
Pemahaman Bermakna
a. Memahami konsep fikih sangat penting sekali karena dalam beribadah tidak bisa lepas dari
ilmu fikih baik ibadah mahdha atau ghoiru mahdhah seperti shalat, zakat, puasa, haji dan
lain sebagainya.
b. Memahami perkembangan ilmu fikih adalah merupakan keniscayaan agar
mengetahui perkembangan ilmu fikih dari periode ke periode berikutnya
Kata Kunci
a. Fikih
b. Periode Perkembangan ilmu fikih
Pertanyaan Pemantik
a. Mengapa aturan Fikih dibutuhkan umat Islam?
b. Bagaimana mengkorelasikan dan mengaplikasikan aturan Fikih dalam kehidupan?
c. Bagaimana sejarah perkembangan ilmuFikih dari periode ke periode berikutnya?
Persiapan Pembelajaran
a. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif, jaringan internet
dan link youtube.
b. Guru menyiapkan Slide tentang materi konsep Ilmu fikih dan perkembangannya
c. Guru menyiapkan bahan bacaan tentang konsep Ilmu fikih dan perkembangannya
Kegiatan Pembelajaran
Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi konsep fikih
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi konsep fikih
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi konsep
fikih
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai konsep fikih
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
Communication secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait konsep fikih. Peserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a
Pertemuan Kedua
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
Communication secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa Nabi dan sahabat.
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali
hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a
Pertemuan Ketiga
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode
belajar yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it
tabi’in
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it tabi’in
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling
bertukar informasi mengenai perkembangan fikih pada masa tabi’in dan
tabi’it
tabi’in
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
Communication secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa tabi’in dan tabi’it
tabi’in. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
kembali hal-hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul
dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a
Pertemuan keempat
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran,
memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk
mengingat dan menghubungkan dengan materi selanjutnya.
Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan
mempelajari materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar
yang akan ditempuh,
Kegiatan Inti ( 110 Menit )
Kegiatan Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
Literasi membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan
bacaan terkait materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Critical Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi hal hal yang belum
Thinking dipahami. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
perkembangan fikih pada masa setelah madzhab
Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,
mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling
bertukar informasi mengenai materi perkembangan fikih pada masa
setelah
madzhab
Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara
Communication klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan
kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang
mempresentasikan
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah
Creativity dipelajari terkait materi perkembangan fikih pada masa setelah madzhab.
Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-
hal yang belum dipahami
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Peserta didik membuat rangkuman/kesimpulan [Link] point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point penting yang muncul dalam
kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a
Asesmen
A. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar tentang konsep ilmu
fikih dan perkembangannya, guru memberikan pertanyaan kepada peserta mengenai konsep ilmu
fikih dan perkembangannya baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1. Jelaskan pengertian fikih?
2. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman Nabi Muhammad
3. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman sahabat
4. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiin
5. Jelaskan sejarah perkembangan fikih pada zaman tabiit tabi’in
1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammmaf
C. Assesmen Sumatif
a. Asesmen
Pengetahuan Teknik
Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
a. Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan
tujuan pembelajaran.
b. Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan
dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
c. Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
a. Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
b. Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode
yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik
dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
c. Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Glosarium
1. Konsep : rancangan
2. Fikih : ilmu yang membahas tentang hukum hukum syara’ yang bersifat amaliy
(yang dikerjakan ) yang diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci
3. Periode : Kurun waktu
4. Tadwin : Pembukuan
Daftar Pustaka
1. Kementerian Agama, Fikih kelas X Untuk MA, Jakarta: Kementerian Agama, 2020
2. Kementerian Agama, Buku Siswa Fikih, (Jakarta: Kementerian Agama, 2015
3. CV Safira Buku Pembelajaran Fikih 2022 Time MGMP Fikih Jawa timur
4. Kementerian Agama, Al-Qur’an dan Terjemahnya,(Jakarta: Direktorat Jendral
BIMAS Islam, 2012)
Artinya :
ilmu yang membahas tentang hukum hukum syara’ yang bersifat amaliy (yang dikerjakan )
yang diperoleh melalui dalil-dalil yang terperinci.
Ilmu Fikih adalah salah satu sekian banyak ilmu dalam syari’at Islam yang khusus membahas
tentang hukum hukum syari’at Islam baik bersifat wajib, sunnah, haram, makruh maupun
mubah yang diambil dari sumbernya yaitu Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas. yang
obyeknya adalah semua perbuatan orang mukallaf. orang mukallaf adalah orang yang sudah
terbebani melakukan kewajiban maupun meninggalkan larangan yaitu setiap orang Islam yang
sudah baligh dan berakal sehat. Dengan demikian fikih dapat dikatakan meliputi semua aspek
kehidupan manusia, segala macam bentuk perbuatan manusia masuk pada salah satu dari lima
hukum tersebut.
1. Periode risalah.
Periode ini dimulai sejak kerasulan Muhammad SAW sampai wafatnya Nabi SAW (11
H./632 M.). Pada periode ini kekuasaan penentuan hukum sepenuhnya berada di tangan
Rasulullah SAW. Sumber hukum ketika itu adalah al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW. Pengertian
fiqh pada masa itu identik dengan syariat, karena penentuan hukum terhadap suatu masalah
seluruhnya terpulang kepada Rasulullah SAW.
Periode awal ini juga dapat dibagi menjadi periode Makkah dan periode Madinah. Pada
periode Makkah, risalah Nabi SAW lebih banyak tertuju pada masalah aqidah. Ayat hukum
yang turun pada periode ini tidak banyak jumlahnya, dan itu pun masih dalam rangkaian
mewujudkan revolusi aqidah untuk mengubah sistem kepercayaan masyarakat jahiliyah menuju
penghambaan kepada Allah SWT semata. Pada periode Madinah, ayat-ayat tentang hukum
turun secara bertahap. Pada masa ini seluruh persoalan hukum diturunkan Allah SWT, baik
yang menyangkut masalah ibadah maupun muamalah. Oleh karenanya, periode Madinah ini
disebut juga oleh ulama fiqh sebagai periode revolusi sosial dan politik.
b. Unjuk Kerja 2
Pengamatan : Menyebutkan pengertian fikih menurut ulama’
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Nama :
Kreteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu
Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
pengertian menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
fikih menurut pengertian sebagian sebagian kecil pengertian fikih
fikih pengertian pengertian fikih menurut ulama’
ulama’ menurut fikih menurut ulama’
ulama’secara
menurut
lengkap
ulama’
c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menjelaskan perkembangan fikih
Nama :
Kreteria Baik Sekali Baik Cukup Perlu
Bimbingan
Guru
Menjelaskan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
perkembangan menjelaskan menjelaskan menjelaskan menjelaskan
fikih dalam perkembangan sebagian sebagian kecil perkembangan
satu periode fikih dalam perkembangan perkembangan fikih dalam
satu periode fikih dalam fikih dalam periode
secara satu periode periode
lengkap
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan jelas!
1) Jelaskas ruang lingkup pembahasan fikih!
2) Apa perbedaan syariah dangan fikih?
3) Jalaskan!jika fikih itu sudah ada sejak pada masa nabi!
4) Jelaskan perbedaan perkembangan fikih pada masa sahabat dan tabiin!
5) Jelaskan perbedaan perkembangan fikih pada masa Tabiin dan tabi’it tabi’in!
Skor Perolehan
Nilai = X 100
Skor Maksimal
b. Assesmen Keterampilan
Asesmen keterampilan presentasi
Kelompok :…..
NO Nama Peserta Penggunaan Kejelasan Komunik Kebenaran
Didik Bahasa Penyampaian atif Konsep
1 Ahmad
2 Fatimah
3 Muhammad
Keterangan: Isilah dengan kreterian sangat baik, baik, cukup atau kurang pada setiap kolom Rubrik
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
Modul Ajar Mapel Fikih 10.1
Konversi Nilai
Konversi Nilai Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
Mengetahui, Jakarta,.....................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,
(………………………………) (..............................................)
Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh
guru sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS XII
FASE F
Disusun oleh
Dewi
Masyithoh
P
MODUL AJAR
FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS XII
FASE F
[Link] Urmmuamsi
Umum
Identitas Modul:
Nama Penyusun : Dewi Masyithoh
Nama Intitusi : MAN 1
Mojokerto
Tahun Pelajaran :
2022/2023 Satuan Pendidikan :
MA
Kelas XII
Mata pelajaran : Fikih
Alokasi waktu : 2 JP X 4
Fase :F
Elemen : Ushul Fikih
Kompetensi awal (hasil asesmen awal):
Untuk mengecek pengetahuan dan keterampilan prasyarat untuk belajar
tentang konsep ushul fikih berijtihad dan bermazhab, juga untuk mengecek
sejauh mana pemahaman/pengalaman peserta didik dalam hal pengetahuan
konsep ushul fikih berijtihad dan bermazhab, guru mencoba secara acak satu
atau dua peserta didik untuk mendefinisikan secara sederhana pengertian
ijtihad dan mazhab dengan memperlihatkan guntingan kertas yang sudah
dibuat guru (media by desain).
1. Sebagian peserta didik telah mengetahui pengertian berijtihad dan
bermazhab
2. Sebagian peserta didik telah memahami cara ulama melaksanakan ijtihad
3. Sebagian peserta didik telah memahami cara bermazhab
2
Target Peserta didik : - Peserta didik reguler/umum
- Pesera didik dengan hambatan belajar
- Peserta didik cerdas istimewa berbakat
Jumlah peserta didik : 32 orang
Model Pembelajaran : Discovery learning
Metode : Diskusi, Market of place dan Karya kunjung
B. Kegiatan Inti
Tujuan Pembelajaran
Memahami konsep ushul fikih berupa ijtihad dan pentingnya bermadzhab
serta implementasinya dengan analisis dalil secara komprehensif sebagai
sarana untuk merespon fenomena kehidupan.
Pemahaman Bermakna
Islam berkembang dari masa ke masa dimulai dari masa Nabi Muhamamd
Saw. kemudian masa sahabat, dilanjutkan dengan masa tabi’in dan sampai
dengan sekarang. Seiring dengan berkembangnya Islam maka berkembang
pula masalah yang dihadapi umat Islam, namun demikian tetaplah al-Qur’an,
al-Hadis, Ijma’ dan Qiyas sebagai sumber hukum, untuk mengatasi masalah
tersebut ada satu metodologi dalam Islam untuk menentukan suatu hukum
yang disebut dengan ijtihad.
Ijtihad mulai ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw, namun baru mulai
tampak pada masa sahabat, disebabkan pada zaman Nabi Muhammad Saw.
segala permasalahan umat dapat langsung ditanyakan kepada Nabi
Muhammad Saw. Pada masa sahabat metode ijtihad mulailah dibutuhkan
oleh umat untuk menentukan hukum yang tidak dijelaskan secara terperinci
dalam al-Qur’an dan al-Hadis.
Setelah masa Rasulullah terjadi perkembangan pada masa sahabat dan
dilanjutkan masa tabi’in (masa setelah sahabat). Ulama yang melakukan
ijtihad berdasarkan ilmunya maka lahirlah ulama mazhab.
Kata Kunci
- Ijtihad
- Mazhab
3
Pertanyaan Pemantik
1. Seberapa penting belajar materi ijtihad ? Jelaskan !
2. Apakah benar pernyataan bahwa sekarang pintu ijtihad sudah tertutup ?
Jelaskan alasannya !
3. Mengapa bermazhab itu sangat penting bagi seorang mukmin pada zaman
sekarang ? Jelaskan !
4. Klasifikasikan tata cara bermazhab !
5. Bagaimana cara menghargai perbedaan mazhab (mazahibul arba’ah)?
Jelaskan !
Persiapan Pembelajaran
1. Guru menyiapkan komputer, pengeras suara, CD Pembelajaran interaktif,
jaringan internet dan link youtube (shalat para mazahibul arba’ah)
2. Guru menyiapkan PPT tentang ijtihad dan bermazhab sebagai bahan
bacaan.
3. Guru menyiapkan tayangan video tentang tata cara shalat mazahibul
arba’ah
4. Guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Pendahuluan (10 menit )
1. Guru mengucap salam, selanjutnya membimbing peserta didik untuk
berdo’a.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.
3. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
4. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan tentang berijtihad
5. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Guru memberikan stimulus berupa narasi contoh ulama mazhab
melakukan ijtihad
2. Peserta didik mengamati narasi yang diberikan atau disampaikan oleh
guru
3. Guru memberikan penjelasan tambahan apabila terutama bagi peserta
didik yang belum memahami narasi yang disampaikan . (Diferensiasi
proses)
4. Setelah itu guru memberikan kata kunci materi yang akan dibahas.
5. Kemudian guru meminta peserta didik untuk mulai membahas materi
pelajaran dan kegiatan-kegiatan di dalamnya. Metode yang digunakan
untuk mencapai tujuan pembelajaran pada materi ijtihad:
a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.
b. Kelompok diberi kertas yang lebar (plano atau karton)
c. Memberikan topik/tema pelajaran.
d. Hasil kerja kelompok dikunjungkan oleh perwakilan kelompok kepada
kelompok lain.
e. Setiap kelompok mengamati produk kelompok lain yang datang ke
kelompoknya.
4
f. Perwakilan kelompok yang membawa karya memberikan jawaban atas
pertanyaan kelompok lain.
g. Guru dan peserta didik mengoreksi bersama.
h. Mengklarifikasi dan mengambil simpulan.
6. Guru memberikan penguatan dan memberikan bimbingan ketika peserta
didik memberikan jawaban yang kurang tepat.
Pertemuan 2
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Guru mengucap salam, selanjutnya membimbing peserta didik untuk
berdo’a.
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini.
3. Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian,
posisi tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
4. Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan ijtihad dan
bermazhab.
5. Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk dengan nyaman.
5
Kegiatan penutup (10 menit)
1. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah
dilakukan
2. Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan
pembelajaran yang sudah berlangsung.
4. Menutup pembelajaran dengan membaca do’a
5. Mengingatkan akan pentingnya memahami makna ijtihad.
Pertemuan 3
Kegiatan Pendahuluan(10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdo’a, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
3. Melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali peserta didik
pembelajaran sebelumnya tentang berijtihad
Pertemuan 4
Kegiatan awal (10 Menit)
1. Mengkondisikan kelas untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pembiasaan berdoa, mengisi daftar hadir dan memberikan
motivasi sebelum memulai pembelajaran
6
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran
2. Guru menunjukkan materi dan pembelajaran yang akan dilaksanakan
3. Menyediakan media, bahan dan perlengkapan yang diperlukan
4. Guru mengajak peserta didik mempelajari biografi ulama mazhab
(mazahibul ‘arba’ah)
5. Memilih peserta didik atau kelompok peserta didik untuk menceritakan
biografi ulama’ mazhab (mazahibul arba’ah) dengan menggunakan
bahasanya sendiri secara singkat
6. Setiap peserta didik lainnya mengamati peserta didik yang sedang
bercerita biografi ulama mazhab (mazahibul arba’ah)
7. Masing-masing peserta didik atau perwakilan kelompok menyampaikan
hasil pengamatan
8. Guru memberikan kesempatan bagi peserta didik yang telah dapat
mencerikan biografi ulama mazhab (mazahibul arba’ah) secara singkat
dengan menggunakan bahasanya sendiri.
9. Guru memberikan penguatan bahwa bermazhab itu penting jika tidak bisa
melakukan ijtihad sendiri dan tidak memenuhi syarat untuk berijtihad.
Pembelajaran Berdiferensiasi
Untuk peserta didik yang sudah memahami materi ini sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan
untuk membaca materi ijtihad dan bermazhab dari berbagai referensi
yang relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan
pembelajaran bisa tercapai.
Untuk peserta didik yang kesulitan belajar materi ini, disarankan untuk
belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar
kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa. Siswa juga
disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
Asesmen
1. Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum
belajar materi ijtihad dan bermazhab, guru memberikan pertanyaan
kepada peserta mengenai thaharah baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
1. Apakah yang Anda ketahui tentang ijtihad ?
2. Sebutkan syarat menjadi mujtahid (orang yang berijtihad) !
3. Sebutkan tingkatan mujtahid (orang yang melakukan ijtihad)
4. Apakah yang Anda ketahui tentang mazhab ?
7
5. Klasifikasikan tata cara bermazhab !
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
Sudah Belum
No. Kompetensi dan Lingkup Materi
(%) (%)
1 Mengenal pengertian ijtihad
2 Menyebutkan syarat menjadi mujtahid
(orang yang berijtihad)
3 Menyebutkan tingkatan mujtahid (orang
yang melakukan ijtihad)
4 Mengenal pengertian mazhab
5 Mengklasifikasikan tata cara bermazhab
No. Soal
No Nama Nilai Tindak Lanjut
1 2 3 4 5
1 Mukhtar diberi referensi agar
dibaca di rumah
2 Aisyah
3 dst
3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis : Jawaban singkat
8
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai
kompetensi dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai
kompetensi dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan
pengajaran di kelas, misalnya:
1. Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di Madrasah?
2. Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
3. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
4. Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
9
Glosarium
Ijtihad = Ijtihad menurut istilah dalah pendapt seorang imam
dalam memahami sesuatu hukum fikih
Daftar Pustaka
Al-Asyqar, Muhammad Sulaiman, al-Wadhih fi Ushul al-Fiqh li al-Mubtadi’in,
Diterjemahkan oleh Umar Mujtahid dengan judul Ushul Fikih Tingkat Dasar
(Jakarta: Ummul Qura, 2018)
Asy-Syinawi, Abdul Aziz, al-Aimmah al-Arba’ah: Hayatuhum, Mawaqifuhum, Ara’uhum,
Diterjemahkan oleh Abdul Majid, dkk. dengan judul Biografi Empat Imam Mazhab
(Jakarta: Ummul Qura, 2018)
Hamim, M. Dan Muntaha, Ahmad, Pengantar Kaidah Fiqh Syafi’iyah, Penjelasan Nadhom
al-Fara’id al-Bahiyah (Kediri: Santri Salaf Press, 2013)
10
Hayatudin, Amrullah, Ushul Fiqh, Jalan Tengah Memahami Hukum Islam (Jakarta:
Amzah, 2019)
Ibn Sa’id Muhammad ‘Ubbady, ‘Abdullah, Idhah al-Qawa’id al-Fiqhiyyah (Jeddah: al-
Haramain, [Link].)
Kementrian Agama RI, Fikih Kelas XII MA, Direktorat KSKK Direktorat Jendral
Pendidikan Islam, Jakarta, 2020
Tim Penulis, Ensiklopedi Islam, Jilid I, II, III (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002)
C. Komponen Lampiran
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu,
Maka kembalikanlah ia kepada Allah (al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu
benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih
utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An-Nisa’ ayat: 59)
Perkembangan Ijtihad :
Ijtihad berkembang mengikuti perkembangan zaman, sebagaimana
diketahui, sumber hukum pada awal permulaan Islam pada masa Rasulullah
11
Saw., yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah. Namun, pada masa Rasulullah Saw.
ijtihad sudah mulai ada tetapi pada masa ini masih belum bervariatif, ijthad
dengan berbagai variasinya mulai berkembang pada masa-masa sahabat dan
tabi’in, serta masa-masa generasi selanjutnya hingga kini dan yang akan
datang.
Keadaan yang membuktikan bahwa pada masa Rasulullah Saw. ijtihad
mulai ada yaitu adanya riwayat hadis yang berbicara tentang kisah
pengutusan Mu’az Bin Jabal ke Yaman. Dalam riwayat tersebut disebutkan
bahwa Rasulullah Saw. memuji keputusan jawaban Mu’az ketika ia
menjelaskan metode ijtihad, dengan menyebutkan hierarki sumber hukum
secara berturur-turut, yaitu al-Qur’an, as-Sunnah, dan ar-Ra’yi (penalaran
hukum). Dalam hal ini ia berkata: ( اَّلْر ِأيَ ْأَج ِتُه دsaya berijtihad
menggunakan nalar saya).
Syarat-syarat menjadi mujtahid (orang yang melakukan ijtihad)
1. Bahwa dia Islam dan merdeka
2. Bahwa dia telah baligh dan berakal serta mempunyai intelegensi yang
tinggi.
3. Mengetahui dalil naqliyah dan kehujjahannya.
4. Mengetahui bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan
dengan bahasa yaitu nahwu, shorof, balaghah, dan lain-lain serta
problematikanya. Hal ini antara lain karena al-Qur’an dan as-Sunnah
ditulis dengan bahasa Arab.
5. Mengetahui ayat-ayat dan hadis-hadis yang berhubungan dengan hukum,
meskipun dia tidak menghafalkannya.
6. Mengetahui ilmu Ushul Fikih, karena ilmu inilah yang menjadi dasar dan
tiang pokok bagi orang yang melakukan ijtihad.
7. Mengetahui nasikh dan mansukh, supaya dia jangan sampai berpegang
pada nash yang telah dinasakh.
8. Mengetahui permasalahan yang sudah ditetapkan melalui ijma’ ulama,
ijtihadnya tidak bertentangan dengan ijma’. Kitab yang dapat dijadikan
rujukan diantaranya Maratib al-Ijma’.
9. Mengetahui sebab turun (asbabun nuzul) suatu ayat dan sebab turunnya
(asbabul wurud) suatu hadis, begitu juga syarat-syarat hadis mutawatir
dan hadis ahad.
10. Mengetahui mana hadis shohih dan hadis dha’if serta keadaan perawinya.
Dalam hal ini pada masa sekarang cukup berpegang pada keterangan
para ahli hadis (muhaddisin), seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Imam
Bukhari, Imam Muslim, dan sebagainya.
Tingkatan Mujtahid :
1. Mujtahid mutlak atau mujtahid mustaqil , yaitu seorang mujtahid yang mempunyai
pengetahuan lengkap untuk beristinbath dengan al-Qur’an dan al-Hadis dengan
menggunakan kaidah mereka sendiri dan diakui kekuatannya oleh orang-orang alim.
Para mujtahid ini yang paling terkenal adalah imam mazhab empat. Menurut al-
Suyuti, tingkatan ini sudah tidak ada lagi.
12
2. Mujtahid muntasib atau mujtahid ghairu mutlak, yaitu orang yang mempunyai
kriteria seperti mujtahid mutlak, dia tidak menciptakan sendiri kaidah-kaidahnya,
tetapi mengikuti metode salah satu imam mazhab. Mujtahid ini dapat juga disebut
sebagai mutlaq muntasib, tidak mustaqil, tetapi juga tidak terikat, dan tidak
dikategorikan taqlid kepada imamnya.
3. Mujtahid fil mazhab atau mujtahid takhrij, yaitu mujtahid yang terikat oleh mazhab
imamnya. Memang dia diberi kebebasan dan menentukan berbagai landasannya
bedasarkan dalil, tetapi tidak boleh keluar dari kaidah-kaidah yang telah di pakai
imamnya. Diantaranya Hasan bin Ziyad dari golongan Hanafi, Ibnu Qayyim dan
Asyhab dari golongan Maliki, serta Al-Buwaiti dan al-Muzani dari golongan Syafi’i
tingkatan mujtahid.
4. Mujtahid Tarjih, yaitu mujtahid yang belum sampai derajatnya pada mujtahid
takhrij, tetapi menurut Imam Nawawi dalam kitab majmu’, mujtahid ini sangat
faqih, hafal kaidah-kaidah imamnya, mengetahui dalil-dalilnya,dan cara
memutuskan hukumnya, dan dia tau bagaimana cara mencari dalil yang lebih
kuat,dan lain-lain. Akan tetapi, kalau dibandingkan dengan tingkat mujtahid di atas,
dalam mengetahui kaidah-kaidah imamnya, ia tergolong masih kurang. Di
antaranya Abu Ishaq al-Syirazi dan Imam Ghazali
5. Mujtahid Fatwa, yaitu orang yang hafal dan paham terhadap kaidah-kaidah imam
mazhab, mampu menguasai permasalahan yang sudah jelas atau yang sulit, dia
masih lemah dalam menetapkan suatu putusan berdasarkan dalil serta lemah dalam
menetapkan qiyas. Menurut Imam Nawawi. “Tingkatan ini dalam fatwanya sangat
bergantungan kepada fatwa-fatwa yang telah disusun oleh imam mazhab, serta
berbagai cabang yang ada dalam mazhab tersebut”.
Pengertian Mazhab
Mazhab menurut pengertian bahasa adalah pendapat, kelompok, aliran, yang bermula
dari pemikiran. Menurut istilah ijtihad seseorang imam dalam memahami sesuatu
hukum Fikih.
Biografi Mazahibul Arba’ah (empat mazhab)
1. Mazhab Hanafi atau Hanafiah didirikan oleh Nu’man bin Sabit yang lahir di Irak
pada tahun 80 H (699 M), pada masa kekhalifahan Bani Umayyah Abdul Malik bin
Marwan. Beliau diberi gelar Abu Hanifah (suci dan lurus) karena kesungguhannya
dalam beribadah sejak masa kecilnya, berakhlak mulia serta menjauhi perbuatan
dosa dan keji. Dan mazhab fikihnya dinamakan Mazhab Hanafi. Gelar ini
13
merupakan berkah dari do’a Ali bin Abi Thalib ra., dimana suatu saat ayahnya
(Tsabit) diajak oleh kakeknya (Zauti) untuk berziarah ke kediaman Ali bin Abi
Thalib ra. Yang saat itu sedang menetap di Kufa akibat pertikaian politik yang
mengguncangkan umat Islam pada saat itu. Beliau termasuk tabi’in, semasa
hidupnya beliau pernah bertemu dengan Anas bin Malik (sahabat) dan
meriwayatkan hadis terkenal, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim,” Imam
Abu Hanifah dikenal sebagai terdepan dalam “ahlur ra’yi”, ulama yang baik dalam
penggunaan logika sebagai dalil. Beliau adalah ahli Fikih dari penduduk Irak. Hidup
kemasyarakatan di Kufah telah mencapai kemajuan tinggi, sehingga persoalan yang
muncul banyak dipecahkan melalui pendapat (rakyu), analogi (qiyas), dan istihsan
(qiyas khafi). Murid-murid dari Abu Hanifah antara lain Abu Yusuf (113-182 H)
dan Muhammad bin Hasan asy-Syaibani (132-189 H).
2. Mazhab Maliki atau Malikiah didirikan oleh Malik bin Anas bin Malik bin Abi
Amir al-Asybahi atau Imam Malik. Malik tidak pernah meninggalkan kota Madinah
kecuali untuk keperluan ibadah haji. Pemikiran hukumnya banyak dipengaruhi
sunnah yang cenderung tekstual. Malik juga termasuk periwayat hadis. Karyanya
adalah al-Muwatta’ (hadis yang bercorak Fikih). Malik juga dikenal sebagai mufti
(pemberi fatwa) dalam kasus-kasus yang dihadapi, seperti fatwanya bahwa: “baiat
yang dipaksakan hukumnya tidak sah”. Pemikirannya juga banyak menggunakan
tradisi (amalan) warga Madinah. Murid-urid beliau antara lain asy-Syaibani, asy-
Syafi’i, Yahya bin Yahya al-Andalusi, Abdurrahman bin Kasim, dan Asad al-Furat
at-Tunisi. Dalam Ushul Fikih, ia banyak menggunakan maslahah mursalah
(kemaslahatan umum).
3. Mazhab Syafi’i atau Syafi’iyah didirikan oleh Muhammad bin Idris asy-Syafi’i bin
Utsman bin Syafi’i Al-Hisyami Al-Quraisyi Al-Muthalibi. Gelar beliau adalah
Abdillah dinisbatkan kepada Syafi’i bin As-Saib, sehingga beliau terkenal dengan
sebutan asy-Syafi’i atau Imam Syafi’i. Dan nasabnya bersambung dengan
Rasulullah Saw. pada kakeknya, Abdul Manaf bin Qushai. Lahir pada tahu 150 H di
Gazza, Palestina. Setelah ayahnya meninggal dunia dan Imam Syafi’i masih
berumur 2 tahun, sang ibu membawanya ke Mekkah. Sejak kecil Imam Syafi’i
sangat cepat menghafal, sehingga pada umur 7 tahun beliau hafal al-Qur’an. Belajar
Fikih kepada mufti Mekkah yang bernama Muslim bin Khalid Az-Zanji sehingga
mengizinkan Imam Syafi’i memberi fatwa, ketika masih berusia 15 tahun.
Hidupnya dilalui di Baghdad, Madinah, dan terakhir di Mesir. Karena itu corak
14
pemikirannya adalah konvergensi atau pertemuan antara tradisionalis dan rasionalis.
Selain berdasar pada al-Qur’an, sunah, dan ijma’, Imam Syafi’i juga perpegang
pada qiyas. Ia disebut-sebut sebagai orang pertama yang membukukan ilmu Ushul
Fikih, dengan karyanya ar-Risalah. Pemikirannya cenderung moderat, yang
diperlihatkan dalam qaul qadim (pendapat yang lama) dan qaul jadid (pendapat
yang baru)-nya. Mazhab Syafi’i banyak dianut di Mesir, Palestina, Suriah, Libanon,
Irak, Hijaz, India, Persia (Iran), Yaman, dan Indonesia.
4. Mazhab Hambali atau hanabilah didirikan oleh Ahmad bin Muhammad bin Hambal
atau Imam Hambali. Menurut pendapat yang paling mashur Imam Hambali lahir
pada tahun 164 H. Beliau berguru kepada Abu Yusuf dan Imam Syafi’i. Corak
pemikirannya tradisionalis (fundamentalis). Selain berdasar kepada al-Qur’an,
sunah, dan pendapat sahabat, ia juga menggunakan hadis mursal dan qiyas jika
terpaksa. Selain seorang ahli hukum ia juga ahli hadis. Karyanya yang terkenal
adalah Musnad (kumpulan hadis-hadis Nabi Muhammad Saw.). pengikut-
pengikutnya antara lain Ibnu Aqil, Abdul Qadir al-Jili, Ibnu al-Jauzi (1114-1201),
Ibnu Qudamah bin Jafar al-Katib, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, dan Abdul
Wahhab. Penganut Mazhab Hambali banyak terdapat di Irak, Mesir, Suriah,
Palestina dan Arab Saudi.
b. Unjuk Kerja 2
Rubrik : Tingkatan Mujtahid
Nama : ………………………..
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menyebutkan Dapat Dapat Dapat Belum dapat
tingkatan menyebutkan menyebutkan menyebutkan menyebutkan
mujtahid tingkatan sebagian tingkatan sebagian kecil tingkatan
mujtahid mujtahid tingkatan mujtahid mujtahid
15
c. Unjuk Kerja 3
Pengamatan : Menuliskan ayat dengan artinya tentang ijtihad
Nama :
Perlu
Kriteria Baik Sekali Baik Cukup Bimbingan
Guru
Menuliskan Dapat Dapat Dapat Tidak dapat
ayat dengan Menuliskan Menuliskan Menuliskan Menuliskan
artinya tentang ayat dengan ayat tentang artinya ayat ayat dengan
ijtihad artinya tentang ijtihad tentang ijtihad artinya tentang
ijtihad ijtihad
Keterangan
BS : Baik Sekali
B : Baik
C : Cukup
BG : Perlu Bimbingan Guru
Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1. Bagaimana ulama melakukan ijtihad dan bermazhab dalam pelaksanaan
hukum Islam ?
2. Bagaimana keterkaitan konsep ijtihad dengan konsep bermazhab dalam
pelaksanaan hukum Islam ?
3. Bagaimana hukum ijtihad menurut ulama ? Jelaskan !
4. Mengapa seorang muslim harus bermazhab jika tidak dapat berijtihad
sendiri ? Jelaskan !
5. Bagaimana cara seorang muslim mencapai kedudukan muttabi’ (orang
yang melakukan ittiba’) ?
1. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………...
3. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………
4. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
5. ……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ𝑎𝑛 x 100
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Nilai =
(5)
Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
16
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan bercerita biografi ulama mazhab (mazahibul
arba’ah)
b. Kesopanan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
2 3-4 Mazhab
a. Kebenaran konsep
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
b. Kesopanan
- Sesuai Skor 3
- Cukup Skor 2
- Kurang Skor 1
Catatan:
Nilai Akhir (NA) praktek = Skor perolehan x 100
Skor maksimum
Mengetahui, Mojokerto,....................................2022
Kepala Madrasah, Guru Mata Pelajaran,
(………………………………) (..............................................)
Catatan:
Modul ini hanyalah contoh yang bisa disempurnakan, disesuaikan dan dikembangkan oleh guru
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik/madrasah.
17
18
19
MODUL AJAR FIKIH FASE F
Peserta didik memiliki pemahaman yang komprehensif tentang ketentuan jinayah, hudud, bughat, riddah dan
ketentuan peradilan dalam Islam serta implementasinya dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk,
berbangsa, dan bernegara disertai analisa dalil danistidlal yang komprehensif dengan maqasid syari’ah, sehingga
penerapannya tetap dapat menjaga karakter Islamrahmatanlil’alamin.
Peserta didik menganalisis ketentuan hukum perkawinan, talak, rujuk, waris dan wasiat, serta implementasinya
dengan analisis dalil yang komprehensif, sehingga mampu mewujudkan kehidupan harmonis dan damai
dalamkonteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk , berbangsa, danbernegara.
KOMPETENSI AWAL
Kompetensi awal adalah pengetahuan atauketerampilan yang perludimiliki siswa sebelummempelajari topik tertentu.
Dalamhal ini
a. Peserta didik mempunyai pengalaman terhadap warisan namun belummampu menganalisis dengan baik cara
[Link] pembagiannya sesuai dengan ketentuan
UMUM b. Peserta didik pernah mengalami pembagian warisan namun belum mampu membedakan siapa saja dari anggota
keluarga yang termasuk dalamkelompok ahli warisyang berhak mendapatkan warisan
NAMA c. Peserta didik sudah ada yang menjadi ahli waris dan mendapatkan bagian, namun belummampu mendalami seberapa
MADRASAH besar bagiannya sebagai ahli warisutama dibanding ahli warisyang lain
Mandiri Mengemukakan ide pada saat diskusi dan presentasi. Bertanggung jawab
Nama Guru selama prosespembelajaran.
Zuhriyani,
[Link].I
Kreatif Membuat presentasi dari hasil diskusi yang orisinal, bermakna, bermanfaat,
dan berdampak
Mata
Pelajara
n Fikih Bernalar Kritis a. Mencari Informasi yang dapat diperoleh dari internet dan buku teks
serta sumber yang relevan
b. Dapat memilih referensi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan
Sumber/buku wajib dan darisumber-sumber informasi yangterpercaya.
Fikih Kementerian c. Dapat secara bersama kelompok menganlisisdanmengambil keputusan.
Agama RI
Materi
Gotongroyong Peserta didikbersama kelompok secara sukarela melakukan
Pokok kegiatanpenyelesaian tugas sehingga dapat dikerjakan dan berjalan lancar,
WARIS mudah dan sesuai tujuan pembelajaran. Masing- masing anggota
kelompok dapat dengan mudah berkolaborasi, salingpeduli danberbagi.
Kelas/
Semester
SARANA dan PRASARANA
Media, Alat/bahan Sumber Belajar
Alokasi
Waktu 16 JP 1. Buku Teks; Fikih Kementerian Agama RI KelasXI tahun
2020(KMA183) sebagai sumber utama dan buku-bukulain yang
Laptop, LCD, Smartphone, Internet
relevan denganmateri sebagai bukupendukung.
2. LKPD, Elearning Madrasah dan yang lainnya
Target dan Jumlah Siswa :
Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu
umum dan tidak
mengalami kesulitan MODEL PEMBELAJARAN
untuk memahami materi, Model pembelajaran yangdigunakan dalamhal ini adalah Cooperative Learning
peserta didik dengan
hambatan belajar (misal;
gangguan pendengaran), B. KOMPONEN INTI
serta peserta didik cerdas
dan berbakat
TUJUAN PEMBELAJARAN
PEMAHAMAN BERMAKNA
Dengan memahami terori dengan baik, memahami hukumpembagian warisan serta mengetahui dengan jelasorang-orang yang
berhak menerima waris, akan menghindarkan diri dari kesalahan dalammemberikan dan menerima hak yang berkaitan
dengan hart peninggalan, menghindarkan anggota keluarga dari permusuhan karena perebutan harta, serta menghindarkan
diri dari memakan hart secara bathil.
PERTANYAAN PEMANTIK
KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
MAN 2 Kota
Makassar
Tadarrus bersama di lapangan indoor secara bersama kelasX, XI danXII setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat
Nama Guru
Zuhriyani,
[Link].I
Mata
Pelajara
n Fikih
Sumber/buku wajib
Fikih Kementerian
Agama RI
KegiatanInti (55menit)
Kelas/ 1. Guru meminta peserta didik untuk mengamati sebuah peta konsep tentang materi
Semester warisan yang berisi pengertian ilmu waris serta hukum mepelajarinya, orang-orang
yang berhak menerima waris, bagian bagian ahli waris seuai ketentuan, serta tata
cara pembagian warisan.
Alokasi 2. Peserta didik mengamati peta konsep denganseksama.
Waktu 16 JP
(720Menit)
Nama Guru a. Untuk peserta didik yang sudah memahami materi pada pertemuan 1 maka disarankan
Zuhriyani, untuk membuat bagan mengenai materi yang sudah disampaikan pada pertemuan 1
[Link].I sebelumnya, misalnya materi ahli waris laki-laki dan ahli waris perempuan dibuatkan bagan
khusus untuk laki- laki dan perempuan
Mata
Pelajara b. Untuk peserta didik yang kesulitan, diberikan penguatan kembali oleh guru dan disarankan
n Fikih untuk belajar bersama dengan teman-teman (tutor sebaya) baik didalam proses
pembelajaran dikelas maupun menggunakanwaktu lain diluar kelas.
Sumber/buku wajib
Fikih Kementerian ASESMEN
Agama RI
Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik sebelum belajar
tentang ilmu waris, guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai
ilmu waris secara tertulis.
Materi
Contoh istrumen:
Pokok
WARIS 1. Pernah mendengar istilah tirkah ?
2. Mengapa terjadi perebutan harta dalamsebuah keluarga ?
3. Kapanseseorangmendapat warisan?
Kelas/
Semester 4. Siapa saja yang berhak menerima warisan?
XI / Ganjil 5. Apakahkaliansudahtahu tatacara menghitungwarisan?
2 Ashabul Kahfi 1
3 Muthmainnah 3
4 NailahAthaya 5
5 MuhAli Firdaus 4
kegiatan pembelajaran
Aspek yang diamati Skor
No Nama Siswa
Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 AhmadFikri
2 Ashabul Kahfi
NAMA
3 Muthmainnah
MADRASAH
4 Nailah Athaya
5 Muh Ali
Firdaus
MAN 2 Kota
Makassar 3. Assesmen Sumatif
a. AsesmenPengetahua
n
Nama Guru
(koghnitif)Asesmen:
Zuhriyani,
[Link].I Tes : Tertulis
NonTes : Observasi
Mata
Pelajara
n Fikih
Bentuk Instrumen:
Asesmentidak tertulis : Daftar pertanyaan
Asesmentertulis : Jawaban singkat
Sumber/buku wajib
Fikih Kementerian b. AsesmenKeterampilan(psikomotor)
Agama RI Teknik Asesmen : Kinerja
Bentuk Instrumen : LembarKinerja
PENGAYAAN
Pengayaan ini diberikan kepada peserta didik untuk memperdalampenguasaan materi dan mengembangkan
Materi potensinya secara maksimal yang bisa diberikan dalam bentuk tugas portofolio, pengembangan media, latihan
Pokok soal atau proyek yang dilakukandiluar jampembelajaran
WARIS
REMEDIAL
Kelas/ Kegiatan remedial ini dilakukan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan
Semester menguasai kompetensi yangtelahditentukanagar mencapai hasil belajar yang lebih baik
XI / Ganjil
REFLEKSI
Alokasi
Waktu 16 JP
(720Menit) A. Refleksi Peserta Didik
Pertanyaan Jawaban
Refleksi
Target dan Jumlah Siswa : 1 Apa kamusuka danbisa memahami materi ini ?
Target Peserta didik :
Reguler/tipikal yaitu 2 Bagian manakah yang menurutmupaling sulit untuk dipahami
umum dan tidak ?
mengalami kesulitan 3 Mengapa kamu menganggap bagiantersebut paling sulit ?
untuk memahami materi,
peserta didik dengan 4 Apa yangmembuatmu suka danmerasa materi ini penting ?
hambatan belajar (misal; 5 Bantuan seperti apa yang kamu butuhkan agar lebih
gangguan pendengaran),
serta peserta didik cerdas mampu memahami dengan baik bagian yang sulit
dan berbakat tersebut ?
B. Refleksi Guru
Pertanyaan Jawaban
Refleksi
Kesulitanapa yangpeserta didik alami dalammemahami materi
ini ?
Bagian manakah yang terbanyak paling sulit untuk dipahami ?
3 Apakahada metodelain yang dapat digunakan pada bagian
tersebut
?
Apa seluruhpeserta didik terlibat secara aktif pada proses
pembelajaran ?
GLOSARIUM
a. Tirkah : Seluruhharta peninggalanorang yang meninggal dunia sebelumdiambil
untuk pengurusanjenazah,pelunasanutang danmenunaikan wasiat
Mata
Pelajara DAFTAR PUSTAKA
n Fikih
Materi
C. KOMPONEN LAMPIRAN
Pokok
WARIS 1. LampiranBahanAjar materi waris
2. Lampiran Instrumen Asesmen
- AsesmenSikap
Kelas/
Semester
- AsesmenSumatif (pengetahuandanketerampilan)
Alokasi
Waktu 16 JP
Model 1
Fikih Peserta didik menganalisis dan mengomunikasikan pendapat para (1) Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil
Ibadah ulama terkait dalil dan istidlalnya tentang (1)thaharah, haid, nifas, dan istidlalnya tentang ketentuan thaharah, haid,
istihadlah, dan (2)ketentuan berbagai macam shalat, ketentuan nifas, dan istihadlah sehingga membentuk sikap
berbagai macam puasa dan (3) ketentuan pemulasaran jenazah kritis dan peduli terhadap kebersihan dan kesucian
dalam kerangka membentuk kesalehan individu dan kesalehan serta kesalehan individu dalam kehidupan sehari-
sosial dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. hari.
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah yang memiliki dimensi
sosial berupa (4) zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah, wakaf, (2) Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil
hibah, hadiah, kurban, dan akikah sesuai syarat dan rukunnya dan istidlalnya tentang ketentuan berbagai macam
disertai dengan analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah shalat dan puasa sehingga dapat membentuk sikap
tasyri’nya, sehingga semakin mantap keyakinan menjalankan kritis, jujur, tanggung jawab dan kesalehan individu
ibadah dan dapat membentuk kepedulian sosial yang dalam kehidupan sehari-hari
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan bertindak untuk (3) Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil
mewujudkan kesejahteraan umat dalam konteks beragama, dan istidlalnya tentang ketentuan pemulasaran
berbangsa, dan bernegara. jenazah sehingga membentuk sikap kritis, perduli,
Peserta didik memahami ketentuan (5) ibadah haji dan umrah dan kesalehan sosial dalam kehidupan
beserta problematikanya dengan analisis dalil, istidlal para fuqaha bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
dan hikmah tasyri’nya, sehingga memiliki kesadaran penghambaan
dan ketaatan kepada Allah Swt secara mutlak dalam mengikuti
aturan syari’at dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks (4) Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah
berbangsa dan bernegara untuk menggapai rida AllahSwt. tasyri’nya tentang zakat dan pengelolaannya, infak,
sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah sehingga
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan
istidlalnya tentang (6) hukum kurban dan akikah, (7) perburuan kepedulian sosial yang mempengaruhi cara berfikir,
hewan liar, ketentuan penyembelihan binatang dan ketentuan bersikap, dan bertindak untuk mewujudkan
makanan halal sebagai dasar pengembangan industri halal food kesejahteraan umat dalam konteks beragama,
agar peserta didik selektif memilih makanan di era global dan berbangsa, dan bernegara.
terbiasa mengkonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan
thayyiban) sehingga kesucian hati bisa dijaga, yang akan
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku sehari-hari menjadi baik. (5) Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah
tasyri’nya tentang ibadah haji dan umrah beserta
problematikanya sehingga memiliki sikap kritis dan
kesadaran penghambaan dan ketaatan kepada Allah
Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan syari’at
dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks
berbangsa dan bernegara untuk menggapai rida
AllahSwt..
(6) Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil
dan proses istidlalnya tentang hukum kurban dan
akikah sehingga membentuk sikap kritis dan dapat
menumbuhkan kepedulian sosial yang
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan umat
dalam konteks beragama, berbangsa, dan bernegara.
Model 2
Fikih Peserta didik menganalisis dan Menganalisis Thaharah, haid, (1) Menganalisis pendapat para ulama
Ibadah mengomunikasikan pendapat para ulama nifas, dan terkait dalil dan istidlalnya tentang
terkait dalil dan istidlalnya tentang istihadlah, ketentuan thaharah, haid, nifas, dan
(1)thaharah, haid, nifas, istihadlah, dan istihadlah sehingga membentuk sikap
(2)ketentuan berbagai macam shalat, kritis dan peduli terhadap kebersihan dan
ketentuan berbagai macam puasa dan (3) kesucian serta kesalehan individu dalam
ketentuan pemulasaran jenazah dalam kehidupan sehari-hari.
kerangka membentuk kesalehan individu
dan kesalehan sosial dalam hidup
Shalat dan puasa (2) Menganalisis pendapat para ulama
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
terkait dalil dan istidlalnya tentang
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah ketentuan berbagai macam shalat dan
yang memiliki dimensi sosial berupa (4) puasa sehingga dapat membentuk sikap
zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah, kritis, jujur, tanggung jawab dan
kesalehan individu dalam kehidupan
wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah sehari-hari
sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan
analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah
tasyri’nya, sehingga semakin mantap
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat Pemulasaran (3) Menganalisis pendapat para ulama
membentuk kepedulian sosial yang jenazah terkait dalil dan istidlalnya tentang
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan ketentuan pemulasaran jenazah sehingga
bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan membentuk sikap kritis, perduli, dan
umat dalam konteks beragama, berbangsa, kesalehan sosial dalam kehidupan
dan bernegara. bermasyarakat, berbangsa, dan
Peserta didik memahami ketentuan (5) bernegara.
ibadah haji dan umrah beserta Zakat dan (4) Menganalisis dalil dari para fuqaha
problematikanya dengan analisis dalil, pengelolaannya, dan hikmah tasyri’nya tentang zakat dan
istidlal para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, infak, sedekah, pengelolaannya, infak, sedekah, wakaf,
sehingga memiliki kesadaran penghambaan wakaf, hibah, dan hibah, dan hadiah sehingga membentuk
dan ketaatan kepada Allah Swt secara hadiah sikap kritis dan dapat menumbuhkan
mutlak dalam mengikuti aturan syari’at kepedulian sosial yang mempengaruhi
dalam kehidupan sehari-hari dalam konteks cara berfikir, bersikap, dan bertindak
berbangsa dan bernegara untuk menggapai untuk mewujudkan kesejahteraan umat
rida AllahSwt. dalam konteks beragama, berbangsa, dan
bernegara.
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait
dalil dan proses istidlalnya tentang (6) Ibadah haji dan (5) Menganalisis dalil dari para fuqaha
hukum kurban dan akikah, (7) perburuan umrah dan hikmah tasyri’nya tentang ibadah
hewan liar, ketentuan penyembelihan haji dan umrah beserta problematikanya
binatang dan ketentuan makanan halal sehingga memiliki sikap kritis dan
sebagai dasar pengembangan industri halal kesadaran penghambaan dan ketaatan
food agar peserta didik selektif memilih kepada Allah Swt secara mutlak dalam
makanan di era global dan terbiasa mengikuti aturan syari’at dalam
mengkonsumsi makanan yang halal dan kehidupan sehari-hari dalam konteks
baik (halalan thayyiban) sehingga kesucian berbangsa dan bernegara untuk
menggapai rida AllahSwt..
hati bisa dijaga, yang akan mempengaruhi Kurban dan akikah (6) Menganalisis pendapat para fuqaha
dalam sikap dan prilaku sehari-hari menjadi terkait dalil dan proses istidlalnya
baik. tentang hukum kurban dan akikah
sehingga membentuk sikap kritis dan
dapat menumbuhkan kepedulian sosial
yang mempengaruhi cara berfikir,
bersikap, dan bertindak untuk
mewujudkan kesejahteraan umat dalam
konteks beragama, berbangsa, dan
bernegara.
Perburuan hewan (7) Menganalisis pendapat para fuqaha
liar, penyembelihan terkait dalil dan proses istidlalnya
binatang dan tentang perburuan hewan liar, ketentuan
makanan halal penyembelihan binatang dan ketentuan
makanan halal agar peserta didik selektif
memilih makanan di era global dan
terbiasa mengkonsumsi makanan yang
halal dan baik sehingga kesucian hati
bisa dijaga, yang akan mempengaruhi
dalam sikap dan prilaku sehari-hari
dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Model 1
Fikih Peserta didik menganalisis dan 10.1 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 12 JP
Ibadah mengomunikasikan pendapat para ulama istidlalnya tentang ketentuan thaharah, haid, nifas,
terkait dalil dan istidlalnya tentang (1) dan istihadlah sehingga membentuk sikap kritis
thaharah, haid, nifas, istihadlah, dan (2) dan peduli terhadap kebersihan dan kesucian serta
ketentuan berbagai macam shalat, kesalehan individu dalam kehidupan sehari-hari.
ketentuan berbagai macam puasa dan (3)
ketentuan pemulasaran jenazah dalam 10.2 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 10 JP
kerangka membentuk kesalehan individu istidlalnya tentang ketentuan berbagai macam
dan kesalehan sosial dalam hidup shalat dan puasa sehingga dapat membentuk sikap
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. kritis, jujur, tanggung jawab dan kesalehan
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah individu dalam kehidupan sehari-hari
yang memiliki dimensi sosial berupa (4)
zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah,
wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah
sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan 10.3 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 8 JP
analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah istidlalnya tentang ketentuan pemulasaran jenazah
tasyri’nya, sehingga semakin mantap sehingga membentuk sikap kritis, perduli, dan
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
membentuk kepedulian sosial yang berbangsa, dan bernegara.
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
bertindak untuk mewujudkan 10.4 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 14
kesejahteraan umat dalam konteks tasyri’nya tentang zakat dan pengelolaannya,
beragama, berbangsa, dan bernegara. infak, sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah sehingga
Peserta didik memahami ketentuan (5) membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan
ibadah haji dan umrah beserta kepedulian sosial yang mempengaruhi cara
problematikanya dengan analisis dalil, berfikir, bersikap, dan bertindak untuk
istidlal para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, mewujudkan kesejahteraan umat dalam konteks
sehingga memiliki kesadaran beragama, berbangsa, dan bernegara.
penghambaan dan ketaatan kepada Allah
Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan 10.5 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 8 JP
syari’at dalam kehidupan sehari-hari tasyri’nya tentang ibadah haji dan umrah beserta
dalam konteks berbangsa dan bernegara problematikanya sehingga memiliki sikap kritis
untuk menggapai rida AllahSwt. dan kesadaran penghambaan dan ketaatan kepada
Allah Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait syari’at dalam kehidupan sehari-hari dalam
dalil dan proses istidlalnya tentang (6) konteks berbangsa dan bernegara untuk menggapai
hukum kurban dan akikah, (7) perburuan rida AllahSwt..
hewan liar, ketentuan penyembelihan 10.6 Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil X 8 JP
binatang dan ketentuan makanan halal dan proses istidlalnya tentang hukum kurban dan
sebagai dasar pengembangan industri halal akikah sehingga membentuk sikap kritis dan dapat
food agar peserta didik selektif memilih menumbuhkan kepedulian sosial yang
makanan di era global dan terbiasa mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
mengkonsumsi makanan yang halal dan bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan umat
baik (halalan thayyiban) sehingga dalam konteks beragama, berbangsa, dan
kesucian hati bisa dijaga, yang akan bernegara.
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku
sehari-hari menjadi baik. 10.7 Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil X 12 JP
dan proses istidlalnya tentang perburuan hewan
liar, ketentuan penyembelihan binatang dan
ketentuan makanan halal agar peserta didik selektif
memilih makanan di era global dan terbiasa
mengkonsumsi makanan yang halal dan baik
sehingga kesucian hati bisa dijaga, yang akan
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku sehari-hari
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Model 2
Fikih Peserta didik menganalisis dan 10.1 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 12 JP
Ibadah mengomunikasikan pendapat para ulama istidlalnya tentang ketentuan thaharah, haid, nifas,
terkait dalil dan istidlalnya tentang dan istihadlah sehingga membentuk sikap kritis
(1)thaharah, haid, nifas, istihadlah, dan dan peduli terhadap kebersihan dan kesucian serta
(2)ketentuan berbagai macam shalat, kesalehan individu dalam kehidupan sehari-hari.
ketentuan berbagai macam puasa dan (3)
ketentuan pemulasaran jenazah dalam
kerangka membentuk kesalehan individu 10.2 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 10 JP
dan kesalehan sosial dalam hidup istidlalnya tentang ketentuan berbagai macam
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. shalat dan puasa sehingga dapat membentuk sikap
kritis, jujur, tanggung jawab dan kesalehan
Peserta didik terbiasa melakukan ibadah individu dalam kehidupan sehari-hari
yang memiliki dimensi sosial berupa (4)
zakat dan pengelolaannya, infak, sedekah,
wakaf, hibah, hadiah, kurban, dan akikah 10.6 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 8 JP
sesuai syarat dan rukunnya disertai dengan tasyri’nya tentang ibadah haji dan umrah beserta
analisis dalil dari para fuqaha dan hikmah problematikanya sehingga memiliki sikap kritis
tasyri’nya, sehingga semakin mantap dan kesadaran penghambaan dan ketaatan kepada
keyakinan menjalankan ibadah dan dapat Allah Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan
membentuk kepedulian sosial yang syari’at dalam kehidupan sehari-hari dalam
mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan konteks berbangsa dan bernegara untuk menggapai
bertindak untuk mewujudkan rida AllahSwt..
kesejahteraan umat dalam konteks
beragama, berbangsa, dan bernegara. 10.3 Menganalisis pendapat para ulama terkait dalil dan X 8 JP
Peserta didik memahami ketentuan (5) istidlalnya tentang ketentuan pemulasaran jenazah
ibadah haji dan umrah beserta sehingga membentuk sikap kritis, perduli, dan
problematikanya dengan analisis dalil, kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat,
istidlal para fuqaha dan hikmah tasyri’nya, berbangsa, dan bernegara.
sehingga memiliki kesadaran
penghambaan dan ketaatan kepada Allah 10.5 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 8 JP
Swt secara mutlak dalam mengikuti aturan tasyri’nya tentang kurban, dan akikah sesuai syarat
syari’at dalam kehidupan sehari-hari dan rukunnya sehingga membentuk sikap kritis
dalam konteks berbangsa dan bernegara dan dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang
untuk menggapai rida AllahSwt. mempengaruhi cara berfikir, bersikap, dan
bertindak untuk mewujudkan kesejahteraan umat
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalam konteks beragama, berbangsa, dan
dalil dan proses istidlalnya tentang (6) bernegara.
hukum kurban dan akikah, (7) perburuan
hewan liar, ketentuan penyembelihan
binatang dan ketentuan makanan halal 10.4 Menganalisis dalil dari para fuqaha dan hikmah X 14
sebagai dasar pengembangan industri halal tasyri’nya tentang zakat dan pengelolaannya,
food agar peserta didik selektif memilih infak, sedekah, wakaf, hibah, dan hadiah sehingga
makanan di era global dan terbiasa membentuk sikap kritis dan dapat menumbuhkan
mengkonsumsi makanan yang halal dan kepedulian sosial yang mempengaruhi cara
baik (halalan thayyiban) sehingga berfikir, bersikap, dan bertindak untuk
kesucian hati bisa dijaga, yang akan mewujudkan kesejahteraan umat dalam konteks
mempengaruhi dalam sikap dan prilaku beragama, berbangsa, dan bernegara.
sehari-hari menjadi baik.
Model 1
Peserta didik mampu menganalisis pendapat para fuqaha Menganalisis konsep dan ketentuan ihyaaul mawaat
terkait dalil dan istidlalnya tentang konsep dan ketentuan dengan membandingkan pendapat para ulama sehingga
akad muamalah meliputi: ihyaaul mawaat, jual beli, dapat bersikap kritis dan peduli terhadap lingkungan
mengidentifikasi transaksi mengandung riba, khiyaar,
salam, hajr, musaqah, muzara’ah, mukhabarah, Menganalisis konsep dan ketentuan jual beli, khiyaar,
mudlarabah, murabahah, qiradl, syirkah, syuf’ah, salam, hajr dengan membandingkan pendapat para ulama
wakalah, shulhu, dlaman, kafalah, wadi’ah, dan rahn, serta sehingga dapat bersikap kritis, jujur, amanah,
Fikih transaksi di era global mencakup: bank syariah dan tanggungjawab, dan peduli terhadap orang lain
Muamalah konvensional, asuransi syariah, pinjaman online, dan
transaksi online lainnya disertai analisis dalil dan Menganalisis konsep dan ketentuan musaqah, muzara’ah,
istidlalnya sehingga aktifitas sosial-ekonomi pada era mukhabarah, mudlarabah, murabahah, qiradl, syirkah,
digital dan global dijalankan secara jujur, amanah, dan syuf’ah, wakalah, shulhu, dlaman, kafalah, wadi’ah, dan
tanggung jawab sesuai aturan fikih, yang dapat bernilai rahn dengan membandingkan pendapat para ulama
ibadah dan berdimensi ukhrawi dlam konteks beragama, sehingga dapat bersikap kritis, adil, jujur, amanah,
berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat global. tanggungjawab, tidak berorientasi dunia (kepentingan
pribadi) dan peduli terhadap orang lain
Menganalisis konsep dan ketentuan bank syariah dan
konvensional, asuransi syariah, pinjaman online, dan
transaksi online lainnya dengan membandingkan pendapat
para ulama sehingga dapat bersikap kritis, jujur, amanah,
tanggungjawab, dan peduli terhadap orang lain
Peserta didik memiliki pemahaman yang komprehensif Memiliki pemahaman yang komprehensif tentang
tentang ketentuan jinayah, hudud, bughat, riddah dan ketentuan jinayah, hudud, bughat, riddah dan ketentuan
ketentuan peradilan dalam Islam serta implementasinya peradilan dalam Islam serta implementasinya dalam
dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk, konteks kehidupan bermasyarakat yang majemuk,
berbangsa, dan bernegara disertai analisis dalil dan istidlal berbangsa, dan bernegara sehingga dapat bersikap
yang komprehensif dengan maqashid syari’ah, sehingga menghargai dan menghormati hak orang lain, patuh
penerapannya tetap dapat menjaga karakter Islam terhadap aturan dan tanggung-jawab, dalam menjalani
rahmatan lil’alamin. perannya dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk,
berbangsa, dan bernegara
Peserta didik mampu menganalisis pendapat para fuqaha
Menganalisis ketentuan hukum perkawinan, talak, rujuk,
terkait dalil dan istidlalnya tentang ketentuan hukum
nusyuz dengan membandingkan pendapat para ulama
perkawinan, talak, rujuk, nusyuz, waris dan wasiat, serta
sehingga dapat bersikap kritis, tanggung jawab, setia, dan
implementasinya dengan analisis dalil yang komprehensif,
peduli terhadap keluarga
sehingga mampu mewujudkan kehidupan harmonis dan
damai dalam konteks kehidupan bermasyarakat yang menganalisis ketentuan hukum waris dan wasiat dengan
majemuk, berbangsa, dan bernegara. membandingkan pendapat para ulama sehingga dapat
bersikap kritis, adil, jujur, tidak berorientasi kepentingan
pribadi, dan peduli terhadap tanggung jawab, setia, dan
peduli terhadap keluarga
TUJUAN PEMBELAJARAN
Model 2
Peserta didik mampu menganalisis Menganalisis Ihyaaul mawaat Menganalisis konsep dan ketentuan
pendapat para fuqaha terkait dalil ihyaaul mawaat dengan
dan istidlalnya tentang konsep dan membandingkan pendapat para
ketentuan akad muamalah meliputi: ulama sehingga dapat bersikap kritis
ihyaaul mawaat, jual beli, dan peduli terhadap lingkungan
Fikih
mengidentifikasi transaksi Jual beli, khiyaar, Menganalisis konsep dan ketentuan
Muamalah
mengandung riba, khiyaar, salam, salam, hajr jual beli, khiyaar, salam, hajr
hajr, musaqah, muzara’ah, dengan membandingkan pendapat
mukhabarah, mudlarabah, para ulama sehingga dapat bersikap
murabahah, qiradl, syirkah, syuf’ah, kritis, jujur, amanah, tanggungjawab,
wakalah, shulhu, dlaman, kafalah, dan peduli terhadap orang lain
wadi’ah, dan rahn, serta transaksi di musaqah, muzara’ah, Menganalisis konsep dan ketentuan
era global mencakup: bank syariah mukhabarah, musaqah, muzara’ah, mukhabarah,
dan konvensional, asuransi syariah, mudlarabah, mudlarabah, murabahah, qiradl,
pinjaman online, dan transaksi online murabahah, qiradl, syirkah, syuf’ah, wakalah, shulhu,
syirkah, syuf’ah,
lainnya disertai analisis dalil dan dlaman, kafalah, wadi’ah, dan rahn
wakalah, shulhu,
istidlalnya sehingga aktifitas sosial- dlaman, kafalah,
dengan membandingkan pendapat
ekonomi pada era digital dan global wadi’ah, dan rahn para ulama sehingga dapat bersikap
dijalankan secara jujur, amanah, dan kritis, adil, jujur, amanah,
tanggung jawab sesuai aturan fikih, tanggungjawab, tidak berorientasi
yang dapat bernilai ibadah dan dunia (kepentingan pribadi) dan
berdimensi ukhrawi dlam konteks peduli terhadap orang lain
beragama, berbangsa, bernegara, dan
bermasyarakat global. bank syariah dan Menganalisis konsep dan ketentuan
konvensional, bank syariah dan konvensional,
asuransisyariah, asuransi syariah, pinjaman online,
pinjaman online, dan dan transaksi online lainnya dengan
transaksi online membandingkan pendapat para
lainnya
ulama sehingga dapat bersikap kritis,
jujur, amanah, tanggungjawab, dan
peduli terhadap orang lain
jinayah, hudud,
Peserta didik memiliki pemahaman Menalar/memahami bughat, riddah dan memiliki pemahaman yang
yang komprehensif tentang komprehensif tentang ketentuan
ketentuan peradilan jinayah, hudud, bughat, riddah dan
ketentuan jinayah, hudud, bughat, dalam Islam
riddah dan ketentuan peradilan ketentuan peradilan dalam Islam
dalam Islam serta implementasinya serta implementasinya dalam
dalam konteks kehidupan konteks kehidupan bermasyarakat
bermasyarakat yang majemuk, yang majemuk, berbangsa, dan
berbangsa, dan bernegara disertai bernegara sehingga dapat bersikap
analisis dalil dan istidlal yang menghargai dan menghormati hak
komprehensif dengan maqashid orang lain, patuh terhadap aturan dan
syari’ah, sehingga penerapannya tanggung-jawab, dalam menjalani
perannya dalam kehidupan
tetap dapat menjaga karakter Islam bermasyarakat yang majemuk,
rahmatan lil’alamin. berbangsa, dan bernegara
FIKIH
MADRASAH ALIYAH
KELAS X KEAGAMAAN
FASE E
Disusun oleh
Muhammad Syifaus Surur
MODUL AJAR
INFORMASI
UMUM
A. IDENTITAS SEKOLAH
Nama Penyusun Muhammad Syifaus Surur
Institusi MAN 4 Jombang
Tahun Pelajaran 2022-2023
Jenjang Sekolah MA
Mata Pelajaran Fikih Keagamaan
Kelas X
Fase E
Elemen Fikih Ibadah
Alokasi Waktu 8 JP
[Link] AWAL
1. Sebagian peserta didik telah memahami materi tentang kurban dan akikah
namun belum pernah terlibat dalam penyembelihan dan pendistribusian daging
kurban dan akikah.
2. Sebagian peserta didik telah memahami materi tentang kurban dan akikah
pernah terlibat dalam penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dan
akikah, akan tetapi belum memahami dasar pengambilan hukum kurban dan
akikah.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, mandiri,
berpikir kritis
[Link] DIFERENSIASI
1. Untuk peserta didik yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini
lebih jauh, disarankan untuk membaca materi, menganalisis materi kurban
dan akikah serta dalil dari para fuqaha dari berbagai referensi dan
literatur lain yang relevan.
2. Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran
sesuai dengan kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran
menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran
bisa tercapai.
3. Untuk peserta didik yang kesulitan belajar pada materi ini, dianjurkan
untuk belajar kembali tata cara pada pembelajaran di dalam dan atau di
luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan peserta didik. Peserta
didik juga dianjurkan untuk belajar kepada teman sebaya.
I. ASESMEN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran,
Pertanyaan Ya Tidak
dengan pertanyaan:
1. Apakah pernah membaca buku terkait Jawaban
kurban dan akikah?
2. Apakah kalian ingin menguasai materi
pelajaran dengan baik?
3. Berapakah usia hewan yang boleh dijadikan
kurban dan akikah?
2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode discovery
learning
No Nama Siswa Aspek yang diamati Total
Ide/gagasan Aktif Kerjasama Skor
1 Rahmad
2 Ali Syahbana
3 Syamsudin
4 dst
Keterangan :
Kriteria Penilaian
4 = Sangat Baik Pedoman pen-skoran
3 = Baik Nilai = Skor perolehan X 100
2 = Cukup 12
1 = Kurang
3. Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
1) Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
2) Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
1) Teknik Asesmen : Kinerja
2) Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
J. PENGAYAAN
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan
menambah keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high
order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
[Link]
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi
dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan
dengan cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar
yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai
materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
Menganalisis ketentuan hewan kurban dan akikah
C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
1 Menganalisis ketentuan hewan kurban dan akikah
4. Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar
kerja kelompok yang sudah disediakan
5. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya untuk
mempresentasikan hasil diskusinya
6. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi dengan
mengajukan
pertanyaan atau menambahkan penjelasan.
D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah ketentuan kurban dan akikah sesuai pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban
A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis ketentuan penyembelihan hewan kurban dan akikah
2. Menganalisis ketentuan pendistribusian daging kurban dan akikah
C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
1 Menganalisis ketentuan penyembelihan hewan kurban dan akikah
D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah ketentuan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dan
akikah sesuai pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban
Waktu penyembelihan
kurban dan akikah?
Hal-hal yang
disunnahkan dalam
penyembelihan kurban
dan akikah?
Ketentuan pendistribusian
kurban dan akikah?
A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis perbedaan kurban dan akikah
2. Menganalisis hikmah tasyri’ adanya kurban dan akikah
C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
1 Menganalisis perbedaan kurban dan akikah
D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah perbedaan kurban dan akikah serta hikmah tasyri’ keduanya sesuai
pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban
Perbedaan kurban
dan akikah?
Hikmah disyariatkannya
kurban dan akikah
secara individu dan
sosial?
A. Topik
Kurban dan Akikah
B. Tujuan
Setelah selesai mempelajari LKPD ini diharapkan kalian mampu:
1. Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses
istidlalnya tentang hukum kurban dan akikah
C. Prosedur
1. Peserta didik membaca dan mengamati materi tentang ketentuan
kurban dan akikah baik yang ada di bahan ajar maupun sumber lainnya.
2. Peserta didik berkumpul menjadi 4 kelompok sesuai dengan instruksi guru
3. Peserta didik mendiskusikan materi yang sudah ditentukan di bawah ini :
NO MATERI
Menganalisis pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses
1
istidlalnya tentang hukum kurban dan akikah
4. Masing-masing kelompok menuliskan hasil diskusinya pada lembar
kerja kelompok yang sudah disediakan
5. Masing-masing kelompok menunjuk salah satu temannya
untuk mempresentasikan hasil diskusinya
6. Kelompok yang lain menanggapi hasil presentasi dengan
mengajukan pertanyaan atau menambahkan penjelasan.
D. Anggota Kelompok :
1. ………………………….
2. ………………………….
3. ………………………….
4. ………………………….
5. ………………………….
6. ………………………….
7. ………………………….
8. ………………………….
LEMBAR KERJA KELOMPOK
1. Tulislah ketentuan pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya
tentang hukum kurban dan akikah sesuai pertanyaan dibawah!
Pertanyaan Jawaban
1. Menjelaskan pendapat para fuqaha terkait dalil dan proses istidlalnya tentang
hukum kurban dan akikah?
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
Lampiran 2. Instrumen Asesmen
a. Unjuk Kerja
I
INSTRUMEN PENILAIAN DIMENSI
SIKAP (LEMBAR OBSERVASI)
b. Unjuk Kerja 2
Keterangan :
Kriteria Penilaian
4 = Sangat Baik Pedoman pen-skoran
3 = Baik Nilai = Skor perolehan X
2 = Cukup 100 12
1 = Kurang
Assesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!
1. Pada saat penyembelihan hewan kurban ternyata terdapat salah satu hewan
kurban yang kakinya tersangkut sehingga menyebabkan kakinya patah?
Bagaimana pendapat kalian?
2. Rahmad membeli seekor kambing dengan harga Rp. 3.000.000, pada saat
membawa kambingnya pulang rahmad bertemu dengan syamsudin
kemudian sambil menunjuk kambingnya rahmad bilang “ini mau saya buat
kurban”,. Bagaimana pendapat kalian dengan kejadian tersebut, apakah
kambing milik rahmad bisa di kategorikan kurban nadzar atau tidak?
3. Ketika kalian menyaksikan penyembelihan hewan kurban dan
pendistribusian daging kurban apa yang ada dalam benak kalian? Jelaskan!
4. Pada saat menyembelih hewan kurban yusron lupa belum mengasah
pisaunya sehingga dia butuh tenaga esktra untuk bisa memotong bagian yang
wajib terpotong seperti lubang pernafasan dan lubang masuknya makanan,
lantas bagaimana kalian menyikapi hal tersubut?
5. Ali adalah seorang suami yang baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki,
tepat pada hari ketujuh dari kelahiran anaknya Ali menyembelih seekor
kambing jantan untuk dijadikan hewan akikah, bagaimana pendapat kalian
tentang kisah tersebut?
Konversi Nilai
Konversi Nilai
Predikat Klasifikasi
(Skala 0-100)
86-100 A SB (Sangat Baik)
71-85 B B (Baik)
56-70 C C (Cukup)
>50 D D (Kurang)
b. Assesmen Keterampilan
Rubrik : Asesmen keterampilan
1. Peserta didik membuat artikel yang berkaitan dengan pelaksaan kurban
atau akikah.
Kemudian mempresentasikannya di depan kelas.
Contoh rubrik penilaian produk:
Nama kelompok :
Anggota :
Kelas :
Nama produk :
Skor Jumlah
No Aspek 1 2 3 4 Skor
1. Perencanaan
a. persiapan
b. lini masa pembuatan
c. jenis produk
2. Proses pembuatan
a. penggunaan media, alat dan bahan
b. teknik pembuatan
c. kerjasama kelompok
3. Tahap akhir
a. kualitas produk
b. publikasi
c. kreatifitas
d. orisinalitas
Keterangan penilaian:
Perencanaan
Skor Keterangan
1 Tidak baik, ada kolaborasi dalam kelompok tetapi tidak ada lini masa
dan penentuan jenis produk sesuai tema
2 Cukup baik, ada kolaborasi dalam kelompok dan linimasa pembuatan
tetapi tidak diikuti semua anggota kelompok dan ada penentuan jenis
produk sesuai tema
3 Baik, ada kolaborasi tetapi tidak diikuti semua anggota kelompok ada
linimasa pembuatan dan ada penentuan jenis produk sesuai tema
4 Sangat baik, ada kolaborasi antar semua anggota kelompok, ada
linimasa pembuatan dan ada penentuan jenis produk sesuai tema
Proses pembuatan
Skor Keterangan
1 Tidak baik, ada media, alat dan bahan dan tidak mampu menguasai
teknik pembuatan dan tidak ada kerjasama kelompok
2 Cukup baik, ada media, alat dan bahan dan mampu menguasai
teknik pembuatan dan tidak ada kerjasama kelompok
3 Baik, ada media, alat dan bahan dan tetapi mampu menguasai teknik
pembuatan dan ada beberapa kerjasama kelompok
4 Sangat baik, ada media, alat dan bahan dan mampu menguasai
teknik pembuatan dan ada kerjasama kelompok
Tahap akhir
Skor Keterangan
1 Tidak baik, ada produk tetapi belum selesai
2 Cukup baik, ada produk, bentuk publikasi kurang sesuai tema, dan
belum ada kreatifitas
3 Baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, belum ada
kreatifitas,
dan orisinil
4 Sangat baik, ada produk, bentuk publikasi sesuai tema, ada
kreatifitas, dan orisinil
Petunjuk penskoran:
Penghitungan skor akhir menggunakan rumus:
Skor perolehan x 100= ….
Skor maksimal