0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Uji Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan menggunakan mesin Los Angeles, dengan hasil keausan agregat sebesar 31,078%, yang memenuhi batas ketentuan ASTM C-33 yaitu 40%. Prosedur pengujian meliputi pemisahan, penimbangan, dan pengujian agregat dengan mesin Los Angeles. Hasil menunjukkan bahwa agregat kasar dapat digunakan dalam pencampuran beton.

Diunggah oleh

fuadypatria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Uji Keausan Agregat dengan Mesin Los Angeles

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan menggunakan mesin Los Angeles, dengan hasil keausan agregat sebesar 31,078%, yang memenuhi batas ketentuan ASTM C-33 yaitu 40%. Prosedur pengujian meliputi pemisahan, penimbangan, dan pengujian agregat dengan mesin Los Angeles. Hasil menunjukkan bahwa agregat kasar dapat digunakan dalam pencampuran beton.

Diunggah oleh

fuadypatria
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERCOBAAN-8

PEMERIKSAAN KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN


LOS ANGELES

a. Maksud
Maksud pengujian ini adalah untuk menentukan ketahanan agregat
kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin Los Angeles. Keausan
dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus terhadap berat
semula dalam persen.
b. Acuan
SNI 2417:2008 : Cara uji keausan agregat dengan mesin abrasi Los
Angeles
c. Teori
Ketahanan aus agregat kasar sangat bergantung kepada gradasi agregat
kasar tersebut. Beberapa jenis gradasi agregat kasar diikuti oleh persyaratan
berat benda uji, susunan saringan, dalam pengujian keausan agregat.
 Gradasi-A ; material agregat kasar dari ukuran butin maksimum 37,5 mm
(1 1Ú2 inci) sampai dengan ukuran butir 9,5 mm (3/8 inci)
 Gradasi-B ; material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 19,0 mm
(3/4 inci) sampai dengan ukuran butir 9,5 mm (3/8 inci)
 Gradasi-C ; material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 9,5 mm
(3,8 inci) sampai dengan ukuran butir 4,75 mm (saringan No.4)
 Gradasi-D ; material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 4,75 mm
(saringan No.4) sampai dengan ukuran butir 2,36 mm (saringan No.8)
 Gradasi-E ; material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 75 mm
(3 inci) sampai dengan agregat ukuran butir 37,5 mm (11Ú2 inci)
 Gradasi-F ; material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 50 mm (
2 inci) sampai dengan agregat butir 25 mm (1 inci).
 Gradasi-G ; material agregat kasar dari ukuran butir maksimum 37,5 mm
(11Ú2 inci) sama dengan agregat halus
Untuk menghitung keausan agregat, digunakan rumusan berikut :
Keausan= 𝑥 100%

29
Dimana ;
a = berat benda uji semula, dalam gram
b = berat benda uji tertahan saringan No.12 (1,70 mm), dalam gram
d. Peralatan
 Mesin Los Angeles
Mesin terdiri dari silinder baja tertutup pada kedua sisinya dengan
diameter 711 mm (28 inchi) panjang 508 mm (20 inchi). Silinder
bertumpu pada dua poros pendek yang tidak menerus dan berputar pada
poros yang mendatar ; silinder berlobang untuk memasukkan benda uji.
Penutup lubang terpasang rapat sehingga permukaan dalam silinder tidak
terganggu. Di bagian dalam silinder terdapat bilah baja melintang penuh
setinggi 89 mm (3,5 inchi).
 Saringan No. 12 dan saringan lainnya (lihat tabel-1)
 Timbangan dengan ketelitian 0,1% dari berat contoh atau 5 gram
 Bola-bola baja dengan diameter rerata 4,68 cm (1 27/32 inchi) dengan
berat masing-masing bola antara 390 sampai 445 gram.
 Oven dengan pengatur temperature yang dapat memanasi sampai
(100±5)°C.

e. Benda Uji
1. Gradasi dan berat benda uji (digunakan gradasi-B, dengan ukuran butiran
antara 9,5mm sampai 19mm)
2. Bersihkan benda uji dan keringkan dalam oven pada suhu (100±5)°C
sampai berat tetap.

f. Prosedur Percobaan
Persiapan benda uji
1. Pisah-pisahkan agregat ke dalam fraksi-fraksi yang dikehendaki dengan
cara penyaringan dan lakukan penimbangan
2. Gabungkan Kembali fraksi-fraksi agregat sesuai grading yang dikehendaki.
Misal ; gradasi -B yang diinginkan, maka siapkan dan timbang
(2500±10)gram agregat lolos saringan 19 mm (No.3/4) dan tertahan diatas
saringan 12,5 mm (No.1/2) serta (2500±10) gram agregat lolos saringan
12,5 mm (No.1/2) dan tertahan diatas saringan 9,5 mm (No.3/8). Catat berat
contoh dengan ketelitian mendekati 1 gram.

30
Cara pengujian
Pengujian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
1. Pengujian ketahanan agregat kasar dapat dilakukan dengan salah satu dari
7(tujuh) cara, tergantung dari jenis gradasi agregat kasarnya. (misalkan yang
diambil gradasi-B)

2. Benda uji dan bola (sebanyak 11 buah) dimasukkan dalam mesin abrasi Los
Angeles.
3. Putar mesin dengan kecepatan 30 sampai 33 rpm, 500 putaran untuk gradasi
A,B,C dan D sedangkan 1.000 putaran untuk geradasi E,F dan G.
4. Selesai pemutaran,keluarkan benda uji dari mesin,saringlah dengan
saringan No. 12 (1,70mm), butir yang tertahan diatasnya dicuci bersih dan
keringkan dalam oven pada suhu (100±5)°C sampai beratnya tetap.
5. Jika material contoh uji homogen, pengujian disaring dengan saringan No.
12 (1,70 mm), tanpa pencucian. Perbandingan hasil pengujian antara 100
putaran dan 500 putaran agregat tertahan diatas saringan No.12 (1,70 mm)
tanpa pencucian tidak boleh lebih besar dari 0,20
6. Metode pada butir (5) tidak berlaku untuk pengujian material dengan
metode ASTM C 533-96 yaitu Standart Test Method for Resistance to
Degradation of Large-Size Coarse aggregate by Abrasion and impact in the
Los Angeles Machine

31
g. Hasil Percobaan
Tabel 8. 1. Data Hasil Percobaan 8

Ukuran Saringan Pengujian Agregat Gradasi -B


Percobaan-1 Percobaan-2
Lewat
Tertahan (mm) Berat mula-mula, a Berat mula- mula,a
(mm)
(gr) (gr)
76.20 (3") 63,50 (2 1/2") - -
63,50 (2 1/2") 50,80 (2") - -
50,80 (2") 38,10 (1 1/2") - -
38,10 (1 1/2") 25,40 (1") - -
25,40 (1") 19,05 (3/8") - -
19,05 (3/8") 12,70 (1/2") 2500 -
12,70 (1/2") 9,51 (3/8") 2500 -
9,51 (3/8") 6,35 (1/4") - -
6,35 (1/4") 4,75 (no. 4) - -
4,75 (no. 4) 2,36 (no. 8) - -
Jumlah berat mula-mula, a (gr) 5000 -
Berat tertahan # No. 12, b (gr) 3446,1 -
Keausan = [(a-b)/a]x100% (%) 31,078 -
Keausan, rata-rata (%) 31,078 < 40%
Contoh Perhitungan :
,
 Keausan = × 100% = × 100% = 31,078%
 Keausan rata-rata = 31,078%
 Persen lumpur rata-rata = 31,078% < 40%
h. Kesimpulan
Keausan agregat kasar yang diperoleh dalam percobaan ini
adalah 31,078 % mengacu pada ketentuan ASTM C-33, batas
keausan agregat kasar adalah 40%. Sehingga, agregat kasar
memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pencampuran beton.

32

Anda mungkin juga menyukai