Rencana Pola Ruang Kabupaten Cianjur
Rencana Pola Ruang Kabupaten Cianjur
4-1
c. Mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan
hidup wilayah kabupaten;
d. Mengacu rencana pola ruang wilayah nasional (RTRW nasional dan
rencana rincinya), rencana pola ruang wilayah provinsi (RTRW
provinsi dan rencana rincinya), serta memperhatikan rencana pola
ruang wilayah kabupaten/kota yang berbatasan;
e. Dapat ditransformasikan ke dalam penyusunan indikasi program
utama jangka menengah lima tahunan untuk 20 (dua puluh) tahun;
dan
4-2
b. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan
bawahannya;
c. kawasan perlindungan setempat;
d. kawasan konservasi;
e. kawasan lindung geologi;
f. kawasan cagar budaya.
Badan air merupakan air permukaan bumi yang berupa sungai, danau,
embung, waduk dan sebagainya. Badan Air di Kabupaten Cianjur
seluas 4.498,04 Ha (empat ribu empat ratus sembilan puliuh delapan
koma empat hektare), meliputi :
4-3
4) Rawa Gede I, Rawa Tande, Rawa Picung, Situ Sukamanah, berada
di Kecamatan Tanggeung;
5) Rawa Hideung II, rawa Talaga, Rawa Kubang, Situ Cimaskara, Situ
Cibining, berada di Kecamatan Cibinong;
6) Rawa Tangkil, Rawa Picung dan Rawa Ciburial, berada di
Kecamatan Cikadu; dan
7) Rawa Bereum dan Sawah Tamiang di Kecamatan Campaka.
[Link] meliputi :
1) Situ Babakan di Kecamatan Sukaresmi;
2) Situ Hegarmanah di Kecamatan Karangtengah;
3) Situ Cigondok, Situ Cimalati, Situ Hiang, Situ Legokhandap, dan
Situ pasir Gobang di Kecamatan Cibeber;
4) Situ Cikabuyutan di Kecamatan Warungkondang;
5) Situ Cikuda di Kecamatan Gekbrong;
6) Situ Ciasmay, Situ Petak, Cimapag Girang, Sukamenak, Langkob,
Neglasari, Legok Empang dan Baru Suuk, berada di Kecamatan
Sukanagara;
7) Talaga Ciukur dan Talaga Cipingku, berada di Kecamatan
Takokak;
8) Situ Cicalobak, berada di Kecamatan Leles;
9) Situ Rancatutut, berada di Kecamatan Agrabinta; dan
10) Situ Cisepat, berada di Kecamatan Cidaun
4-4
Hutan lindung
merupakan
kawasan hutan
yang karena
keadaan sifat
alamnya
diperuntukkan
guna pengaturan
tata air, pencegahan bencana banjir dan erosi serta
pemeliharaan kesuburan tanah. Kondisi kualitas dan kuantitas
air di Kabupaten Cianjur semakin berkurang. Hal ini akan
berdampak pada degradasi lingkungan, dimana merupakan
ancaman bagi mahluk hidup dan lingkungannya. Salah satu
penyebab penurunan kualitas dan kuantitas air adalah terjadinya
pengurangan luas hutan lindung. Kemudian wilayah rawan
bencana alam terutama longsor dan erosi, selain karena kondisi
tanah, juga diakibatkan oleh minimnya penyangga air limpasan
pada wilayah hulu sehingga menyebabkan erosi pada wilayah
hilirnya. Kondisi ini diakibatkan karena semakin berkurangnya
luas hutan lindung. Berkurangnya luasan areal hutan lindung
diakibatkan pula oleh kegiatan budidaya yang memanfaatkan
lahan pada kawasan peruntukkan hutan lindung.
Saat ini, lahan untuk fungsi hutan lindung sebagian besar telah
dikuasai oleh masyarakat. Dalam rangka mengembalikan areal
dengan peruntukkan hutan lindung dan mencegah
memburuknya kondisi lingkungan (agar siklus hidrologi dan
keseimbangan lingkungan dapat tetap terjaga), maka diperlukan
penguasaan lahan oleh pemerintah pada kawasan peruntukkan
hutan lindung dan pengembalian fungsi hutan lindung pada
daerah konflik (pemanfaatan kegiatan hutan lindung bukan
berdasarkan fungsinya) serta pengendalian dan pengawasan
terhadap setiap kegiatan yang berada di kawasan hutan lindung.
Pada kawasan hutan lindung dikenakan ketentuan:
4-5
a. Tidak dijinkan melakukan pemanfaatan ruang yang
mengubah bentang alam, mengganggu kesuburan dan
keawetan tanah, fungsi hidrologis serta kelestarian flora dan
fauna.
b. Pemanfaatan diijinkan apabila dilakukan untuk kepentingan
ilmu pengetahuan, penyelidikan serta bagi kepentingan
nasional dan hajat hidup orang banyak selama dapat
menjaga keaslian bentang alam, kesuburan dan keawetan
tanah, fungsi hidrologis, kelestarian flora dan fauna.
4-6
Kecamatan Cikadu, Kecamatan Naringgul, Kecamatan
Pagalaran, Kecamatan Pasirkuda, dan Kecamatan
Sukanagara;
k. pengembangan Hutan Pantai Cemara di Desa Cidamar,
Kecamatan Cidaun seluas kurang lebih 12,0 Ha (dua belas
koma nol hektare);
l. pengembangan Hutan Pantai di Desa Kertajadi, Kecamatan
Cidaun seluas kurang lebih 4,0 Ha (empat koma nol hektare);
[Link] Hutan Pantai Sinar Laut di Kecamatan
Agrabinta seluas kurang lebih 4,0 Ha (empat koma nol
hektare);
n. pengembangan Hutan Pantai Saganten di Kecamatan
Sindangbarang seluas kurang lebih 100,00 Ha (seratus koma
nol hektare);
o. pengembangan Lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di
Desa Cikanyere dan Desa Pakewon sebagai kawasan
Pariwisata dan Hutan seluas kurang lebih 144,00 Ha (seratus
empat puluh empat koma nol hektare);
p. recana pengembangan Rest Area Naringgul seluas kurang
lebih 1,0 Ha (satu koma nol hektare) dan
q. rencana pengembangan Rest Area Cikalongkulon seluas
kurang lebih 1,0 Ha (satu koma nol hektare).
4-7
d. Memberikan fungsi lindung pada sebagian perkebunan swasta
besar yang kesesuaian lahannya memenuhi untuk hutan
lindung;
e. Rehabilitasi hutan lindung pada kawasan hutan lindung yang
telah mengalami kerusakan dan penggundulan hutan secara liar;
f. Pemanfaatan hasil hutan non kayu;
g. Penghutanan kembali/penghijauan hutan rakyat;
h. Pembangunan bangunan konservasi tanah;
i. Pelaksanaan gerakan rehabilitasi hutan dan lahan secara
sistematis dan periodik, yang dapat dilakukan melalui
Penyusunan Rencana Teknik Tahunan selama 5 tahun;
j. Memonitor dan membina semua kegiatan rehabilitasi hutan dan
lahan secara terpadu dan berkesinambungan.
4-8
Potensi wilayah pesisir pantai memberikan nilai ekonomi yang tinggi
terhadap keberlangsungan kehidupan manusia sehingga untuk dapat
memiliki akses terhadap pemanfaatan pantai, maka wilayah sekitar
pantai merupakan wilayah potensial pertumbuhan budidaya yang
tinggi.
1. Kecamatan Agrabinta;
2. Kecamatan Sindangbarang;
3. Kecamatan Cidaun.
4-9
c. Sempadan pantai yang setelah dikuasai pemerintah, maka
untuk mempermudah pengawasan dan pengendaliannya
dilakukan pembangunan jalan inspeksi.
4-10
Jumlah sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Cianjur adalah 27
buah. Sungai tersebut meliputi Sungai Citarum, Sungai Cisokan, Sungai
Cikundul, Sungai Cibuni, Sungai Cibeet, Sungai Cianjur, Sungai Cilaku,
Sungai Cibalagung, Sungai Cisarua, Sungai Cibinong, Sungai Cipadang,
Sungai Cikondang, Sungai Cijember, Sungai Cibalapulang, Sungai
Citajur, Sungai Cilumut, Sungai Cikole, Sungai Cikadu, Sungai Cidahu,
Sungai Ciwidig, Sungai Cigadung, Sungai Cipandak, Sungai Ciselang,
Sungai Cisadea, Sungai Cijampang, Sungai Ciujung, dan Sungai
Cidamar.
4-11
a. Kawasan sempadan sungai, dipertegas batas-batasnya, segera
dikuasai pemerintah dan diperkuat statusnya.
4-12
pembangunan, dimana kebutuhan untuk energi, keperluan pengairan
dan konsumsi sebagian besar dihasilkan dari danau/waduk, maka
diperlukan upaya pengembalian fungsi pada kawasan sekitar
danau/waduk.
4-13
i. Situ Cikuda di Kecamatan Gekbrong;
n. Rawa Beber, Rawa Benteur, Rawa Eceng, Rawa Gede II, Rawa
Kalong, Rawa Patat, Rawa Kajar, Rawa Katepos, Rawa Kole,
rawa Caplak, Situ Galuga, Situ Ciateul/Citawak, Situ Ngebul,
berada di Kecamatan Pagelaran;
4-14
b) Embung Sukatani di kecamatan Pacet;
4-15
batas-batasnya, segera dikuasai pemerintah dan diperkuat
statusnya.
4-16
b. Makam Gunung Jati berada di Kecamatan Cilaku.
(1) Kawasan Cagar Alam seluas 15.107,44 Ha (lima belas ribu seratus
tujuh koma empat empat hektare), yang meliputi:
(2) Kawasan Taman Nasional seluas 5.383,87 Ha (lima ribu tiga ratus
delapan puluh tiga koma delapan tujuh hektare) yaitu Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), yang meliputi :
4-17
b. Kecamatan Cugenang seluas 1.101,49 Ha (seribu seratus satu
koma empat puluh sembilan hektare);
(3) Taman Wisata Alam seluas 52,48 Ha (lima puluh dua koma empat
delapan hektare) berada di Kecamatan Cipanas.
4-18
kurang lebih 29,64 Ha (dua puluh sembilan koma enam empat
hektare) terdiri dari :
a. Situs Cagar Budaya Gunung Padang berada di Kecamatan
Campaka;
b. Situs Megalitik Bukit Kasur berada di Kecamatan Cipanas;
c. Situs Megalitik Gunung Putri berada di Kecamatan Sukaresmi;
d. Situs Megalitik Bukit Tongtu berada di Kecamatan Cikalongkulon;
e. Situs Megalitik Pasir Pogor berada di Kecamatan Mande;
f. Situs Megalitik Pasir Manggu berada di Kecamatan Sukanagara;
g. Situs Megalitik Lemah Duhur dan Putra Pinggan, Kampung Kuta
berada di Kecamatan Ciranjang.
(2) Rencana pengembangan cagar budaya Gunung Padang, terdiri
dari:
a. Perlindungan fungsi Kawasan cagar budaya Gunung Padang;
b. Pemanfaatan kawasan cagar Budaya Gunung Padang.
4-19
4.2 KAWASAN BUDI DAYA
4-20
6) Kawasan Pariwisata antara lain kawasan yang secara fungsi dapat
memperkenalkan, mendayagunakan, dan melestarikan nilai nilai
budaya lokal dan keindahan alam;
7) Kawasan Permukiman antara lain kawasan yang memiliki fungsi
sebagai tempat tinggal dan tempat kegiatan, serta tempat
berkumpulnya tempat hunian;
8) Kawasan Lainnya yaitu berupa kawasan Pertahanan dan
Keamanan Negara.
4-21
Dalam rangka membuka lahan baru untuk kegiatan budidaya,
masyarakat cenderung melakukan penebangan dan pembakaran
hutan dan membiarkan kondisi hutan yang telah ditebang. Kondisi ini
dapat menimbulkan ancaman bagi mahluk hidup dan lingkungan
sekitarnya, seperti hilangnya/matinya satwa hutan tersebut,
pencemaran udara, ancaman bencana alam seperti banjir, longsor dan
lain-lain, sehingga diperlukan pengelolaan dan pemanfaatan hutan
yang tidak ramah lingkungan untuk dihindarkan.
4-22
ditetapkan di kabupaten Cianjur seluas, 21.150,50 Ha (dua puluh satu
ribu serratus lima puluh koma lima nol hektare), meliputi :
a. Kecamatan Argabinta, seluas 1.131,68 Ha (seribu seratus tiga puluh
satu koma enam delapan hektare);
b. Kecamatan Bojongpicung, seluas 22,74 Ha (dua puluh dua koma
tujuh empat hektare);
c. Kecamatan Cibeber seluas 363,86 Ha (tiga ratus enam puluh tiga
koma delapan enam hektare);
d. Kecamatan Cibinong, seluas 3.640,91 Ha(tiga ribu enam ratus
empat puluh koma sembilan satu hektare);
e. Kecamatan Cidaun, seluas 1.916,11 Ha (seribu sembilan ratus enam
belas koma satu satu hektare);
f. Kecamatan Cijati, seluas 28,82 Ha (dua puluh delapan koma delapan
dua hektare);
g. Kecamatan Cikadu, seluas 1.155,34 Ha (seribu seratus lima puluh
lima koma tiga empat) hektare ;
h. Kecamatan Cikalongkulon, seluas 1.015,76 Ha (seribu lima belas
koma tujuh enam) hektare ;
i. Kecamatan Cipanas, seluas 265,78 Ha (dua ratus enam puluh lima
koma tujuh delapan) hektare ;
j. Kecamatan Kadupandak, seluas 1.146,33 Ha (seribu seratus empat
puluh enam koma tiga tiga) hektare ;
k. Kecamatan Leles, seluas 1.713,06 Ha (seribu tujuh ratus tiga belas
koma nol enam hektare);
l. Kecamatan Naringgul, seluas 2.184,39 Ha (dua ribu seratus delapan
puluh empat koma tiga sembilan hektare);
[Link] Pagelaran, seluas 1.075,85 Ha (seribu tujuh puluh lima
koma delapan lima hektare);
n. Kecamatan Pasirkuda, seluas 1.579,33 Ha (seribu lima ratus tujuh
puluh sembilan koma tiga tiga hektare);
o. Kecamatan Sindangbarang, seluas 3.537,55 Ha (tiga ribu lima ratus
tiga puluh tujuh koma lima lima hektare);
4-23
p. Kecamatan Sukanagara, seluas 61,01 Ha (enam puluh satu koma nol
satu hektare);
q. Kecamatan Sukaresmi, seluas 1,11 Ha (satu koma satu satu
hektare);
r. Kecamatan Tanggeung, seluas 310,86 Ha (tiga ratus sepuluh koma
delapan enam hektare).
4-24
j. Kecamatan Haurwangi, seluas 1.344,78 Ha (seribu tiga ratus empat
puluh empat koma tujuh delapan hektare);
k. Kecamatan Kadupandak, seluas 269,97 Ha (dua ratus enam puluh
sembilan koma sembilan tujuh hektare);
l. Kecamatan Mande, seluas 1.195,45 Ha (seribu seratus sembilan
puluh lima koma empat lima hektare);
[Link] Pacet, seluas 84,80 Ha (delapan puluh empat koma
delapan nol hektare);
n. Kecamatan Pagelaran, seluas 317,54 Ha (tiga ratus tujuh belas
koma lima empat hektare);
o. Kecamatan Sukaluyu, seluas 3,86 Ha (tiga koma delapan tiga)
hektare;
p. Kecamatan Sukanagara, seluas 4.195,51 Ha (empat ribu seratus
sembilan puluh lima koma lima satu hektare);
q. Kecamatan Sukaresmi, seluas 1.746,14 Ha (seribu tujuh ratus empat
puluh enam koma satu empat hektare);
r. Kecamatan Takokak, seluas 789,15 Ha (tujuh ratus delapan puluh
sembilan koma satu lima hektare);
s. Kecamatan Tanggeung, seluas 1.083,66 Ha (seribu delapan puluh
tiga koma enam enam hektare); dan
t. Kecamatan Warungkondang, seluas 7,42 Ha (tujuh koma empat dua
hektare).
Rencana pengembangan hutan produksi dapat dialih fungsi menjadi
kawasan perkebunan dengan memanfaatkan secara optimal tanah
terlantar dan lahan kritis yang ditetapkan berdasarkan hasil studi
kelayakan dan daya dukung lingkungan dengan mengacu pada
ketentuan peraturan perundang-undangan.
4-25
b. Terciptanya pertumbuhan perekonomian wilayah yang berbasiskan
perekonomian lokal;
c. Pengembangan kualitas dan kuantitas produksi pertanian agar dapat
mencapai optimal.
4-26
pengembangan pusat pengumpul dan distribusi bagi pertanian lahan
basah dengan memperhatikan jarak minimum (mudah dijangkau).
4-27
m. Kecamatan Ciranjang, seluas 1.756,07 Ha (seribu tujuh ratus lima
puluh enam koma tujuh hektare);
n. Kecamatan Cugenang, seluas 1.702,77 Ha (seribu tujuh ratus dua
koma tujuh puluh tujuh hektare);
o. Kecamatan Gekbrong, seluas 1.037,93 Ha (seribu tiga puluh tujuh
koma sembilan puluh tiga hektare);
p. Kecamatan Haurwangi, seluas 1.235,79 Ha (seribu dua ratus tiga
puluh lima koma tujuh puluh sembilan hektare);
q. Kecamatan Kadupandak, seluas 2.825,15 Ha (dua ribu delapan
ratus dua puluh dua koma lima belas hektare);
r. Kecamatan Karangtengah, seluas 1.588,10 Ha (seribu lima ratus
delapan puluh delapan koma sepuluh hektare);
s. Kecamatan Leles, seluas 1.697,30 Ha (seribu enam ratus sembilan
puluh tujuh koma tiga puluh hektare);
t. Kecamatan Mande, seluas 1.256,03 Ha (seribu dua ratus lima puluh
enam koma tiga hektare);
u. Kecamatan Naringgul, seluas 2.580,65 Ha (dua ribu lima ratus
delapan puluh koma enam puluh lima hektare);
v. Kecamatan Pacet, seluas 176,65 Ha (seratus tujuh puluh enam
koma enam puluh lima hektare);
w. Kecamatan Pagelaran, seluas 3.235,95 Ha (tiga ribu dua ratus tiga
puluh lima koma sembilan puluh lima hektare);
x. Kecamatan Pasirkuda, seluas 1.422,45 Ha (seribu empat ratus dua
puluh dua koma empat puluh lima hektare);
y. Kecamatan Sindangbarang, seluas 1.881,63 (seribu delapan puluh
delapan satu koma enam puluh tiga) hektare;
z. Kecamatan Sukaluyu, seluas 2.439,07 Ha (dua ribu empat ratus
tiga puluh sembilan koma nol tujuh hektare);
aa. Kecamatan Sukanagara, seluas 579,36 Ha (lima ratus tujuh puluh
tiga koma tiga puluh enam hektare);
bb. Kecamatan Sukaresmi, seluas 1.272,63 Ha (seribu dua ratus tujuh
puluh dua koma enam puluh tiga) hektare;
4-28
cc. Kecamatan Takokak, seluas 1.468,48 Ha (seribu empat ratus enam
puluh delapan koma empat puluh delapan hektare);
dd. Kecamatan Tanggeung, seluas 1.401,12 Ha (seribu empat ratus
satu koma dua belas hektare);
ee. Kecamatan Warungkondang, seluas 1.987,32 Ha (seribu sembian
ratus delapan puluh tujuh koma tiga puluh dua hektare).
B. Kawasan Hortikultura
4-29
8. Sebagai entry point pelayanan inovasi, pelaksanaan pendidikan
dan pelatihan, penyuluhan dan pembiayaan.
4-30
b. Kecamatan Bojongpicung, seluas 71,97 Ha (tujuh puluh satu koma
sembilan tujuh hektare);
c. Kecamatan Campaka, seluas 5.218,34 Ha (lima ribu dua ratus
delapan belas koma tiga empat hektare);
d. Kecamatan Campakamulya, seluas 628,66 Ha (enam ratus dua
puluh delapan koma enam enam hektare);
e. Kecamatan Cibeber, seluas 1.713,17 Ha (seribu tujuh ratus tiga
belas koma satu tujuh hektare);
f. Kecamatan Cibinong, seluas 1.450,31 Ha (seribu empat ratus lima
puluh koma tiga satu hektare);
g. Kecamatan Cidaun, seluas 1.986,09 Ha (seribu embilan ratus
delapan puluh enam koma nol sembilan hektare);
h. Kecamatan Cikadu, seluas 160,79 Ha (seratus enam puluh koma
tujuh sembilan hektare) ;
i. Kecamatan Cikalongkulon, seluas 4.532,26 Ha (empat ribu lima
ratus tiga puluh dua koma dua enam hektare);
j. Kecamatan Cilaku, seluas 1.149,48 Ha (seribu seratus empat puluh
embilan koma empat puluh delapan hektare);
k. Kecamatan Cipanas, seluas 1.644,64 Ha (seribu enam ratus empat
puluh empat koma enam empat hektare);
l. Kecamatan Ciranjang, seluas 268,59 Ha (dua ratus enam puluh
delapan koma lima sembilan hektare);
m. Kecamatan Cugenang, seluas 839,95 Ha (delapan ratus tiga puluh
sembilan koma sembilan lima hektare) ;
n. Kecamatan Gekbrong, seluas 116,95 Ha (seratus enam belas koma
sembilan lima hektare);
o. Kecamatan Haurwangi, seluas 168,00 Ha (seratus enam puluh
delapan koma nol hektare);
p. Kecamatan Kadupandak, seluas 4.034,44 Ha (empat ribu tiga puluh
empat koma empat empat hektare);
q. Kecamatan Karangtengah, seluas 208,69 Ha (dua ratus delapan
koma enam sembilan hektare);
4-31
r. Kecamatan Leles, seluas 7,66 Ha (tujuh koma enam enam
hektare);
s. Kecamata Mande, seluas 220,98 Ha (dua ratus dua puluh koma
sembilan puluh delapan hektare);
t. Kecamatan Naringgul, seluas 853,04 Ha (delapan ratus puluh tiga
koma nol empat hektare);
u. Kecamatan Pacet, seluas 1.720,19 Ha (seribu tujuh ratus dua puluh
koma satu sembilan hektare);
v. Kecamatan Pagelaran, seluas 3.908,26 Ha (tiga ribu sembilan
ratus delapan koma dua enam hektare);
w. Kecamatan Pasirkuda, seluas kurang lebih 940,50 Ha (sembilan
ratus empat puluh koma lima nol hektare);
x. Sindangbarang, seluas 2.753,07 Ha (dua ribu tujuh ratus lima puluh
tiga koma nol tujuh hektare);
y. Kecamatan Sukaluyu, seluas 726,59 Ha (tujuh ratus dua puluh
enam koma lima sembilan hektare);
z. Kecamatan Sukanagara, seluas 4.915,01 Ha (empat ribu sembilan
ratus lima belas koma nol satu hektare);
aa. Kecamatan Sukaresmi, seluas 2.986,54 Ha (dua ribu sembilan ratus
delapan puluh enam koma lima empat hektare);
bb. Kecamatan Takokak, seluas 4.892,08 Ha (empat ribu depalan ratus
sembilan puluh dua koma nol delapan hektare);
cc. Kecamatan Tanggeung, seluas 964,95 Ha (sembilan ratus enam
puluh empat koma sembilan lima hektare); dan
dd. Kecamatan Warungkondang, seluas 546,47 Ha (lima ratus empat
puluh enam koma empat tujuh hektare).
4-32
agroekosistem untuk mencapai skala ekonomi dan efktivitas
manajemen usaha perkebunan.
4-33
n. Kecamatan Ciranjang, seluas 11,05 Ha (sebelas koma nol lima
hektare);
o. Kecamatan Cugenang, seluas 2.448,79 Ha (dua ribu empat ratus
empat puluh delapan koma tujuh puluh sembilan hektare);
p. Kecamatan Gekbrong, seluas 1.695,73 Ha (seribu enam ratus
sembilan puluh lima koma tujuh puluh tiga hektare);
q. Kecamatan Haurwangi, seluas 917,21 Ha (sembilan ratus tujuh
belas koma dua puluh satu hektare);
r. Kecamatan Kadupandak, seluas 842,77 Ha (delapan ratus empat
puluh dua koma tujuh puluh tujuh hektare);
s. Kecamatan Karangtengah, seluas 21,30 Ha (dua puluh satu koma
tiga puluh hektare);
t. Kecamatan Leles, seluas 6.958,26 Ha (seribu enam ratus sembilan
puluh tujuh koma tiga puluh hektare);
u. Kecamatan Mande, seluas 3.647,87 Ha (tiga ribu enam ratus empat
puluh tujuh koma delapan puluh tujuh hektare);
v. Kecamatan Naringgul, seluas 7.838,14 Ha (tujuh ribudelapn ratus
tiga puluh delapan koma empat belas hektare);
w. Kecamatan Pacet, seluas 300,68 Ha (tiga ratus koma enam puluh
delapan hektare);
x. Kecamatan Pagelaran, seluas 964,51 Ha (sembilan ratus enam
puluh empat koma lima puluh satu hektare);
y. Kecamatan Pasirkuda, seluas 2.967,98 Ha (dua ribu sembilan ratus
enam puluh tujuh koma sembilan puluh delapan hektare);
z. Kecamatan Sindangbarang, seluas 4.167,69 Ha (empat ribu
seratus enam puluh tujuh koma enam puliuh sembilan hektare);
aa. Kecamatan Sukaluyu, seluas 57,95 Ha (lima puluh tujuh kma
sembilan puluh lima hektare);
bb. Kecamatan Sukanagara, seluas 5.437,13 Ha (lima ribu empat ratus
tiga puluh tujuh koma tiga belas hektare);
cc. Kecamatan Sukaresmi, seluas 2.368,87 Ha (dua ribu tiga ratus
enam puluh delapan koma delapan puluh tujuh hektare);
4-34
dd. Kecamatan Takokak, seluas 6.041,26 Ha (enam ribu empat puluh
satu koma dua puluh enam hektare);
ee. Kecamatan Tanggeung, seluas 1.795,66 Ha (seribu tujuh ratus
sembilan puluh lima koma enam puluh enam hektare);
ff. Kecamatan Warungkondang, seluas 599,87 Ha (lima ratus
sembilan puluh sembilan koma delapan puluh tujuh hektare).
1. Kecamatan Agrabinta;
2. Kecamatan Sindangbarang;
3. Kecamatan Cidaun.
4-35
1. budi daya kolam air tawar yang tersebar di 32 (tiga puluh dua)
kecamatan;
4-36
1. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jayanti di Kecamatan Cidaun;
a) Kecamatan Cianjur;
b) Kecamatan Sukaluyu;
c) Kecamatan Ciranjang;
d) Kecamatan Mande;
e) Kecamatan Cikalongkulon;
f) Kecamatan Cilaku;
g) Kecamatan Cugenang.
4-37
b. Kecamatan Cugenang, seluas 5,37 Ha (lima koma tiga tujuh
hektare);
c. Kecamatan Gekbrong, seluas 8,89 Ha (delapan koma delapan
sembilan hektare);
d. Kecamatan Mande, seluas 37,90 Ha (tiga puluh tujuh koma
sembilan nol hektare);
e. Kecamatan Sukaluyu, seluas 3,55 Ha (tiga koma lima lima
hektare); dan
f. Kecamatan Warungkondang, seluas 7,63 Ha (tujuh koma enam
tiga hektare).
Kawasan peternakan terdiri dari :
a. peternakan sapi potong tersebar di Kecamatan Cikalongkulon
dan Kecamatan Mande;
b. peternakan sapi perah tersebar di Kecamatan Cipanas, Pacet,
Sukaresmi, Campaka, Sukanagara dan Takokak;
c. peternakan itik tersebar di Kecamatan Bojongpicung, Cibeber,
Ciranjang, Karangtengah, dan Warungkondang;
d. peternakan ayam ras tersebar di Kecamatan Cianjur, Cibeber,
Cikalongkulon dan Cilaku.
4-38
a) emas;
b) seng;
c) bijih besi (pasir besi);
d) timah hitam.
a) Kecamatan Cikalongkulon;
b) Kecamatan Gekbrong;
c) Kecamatan Cibeber;
d) Kecamatan Campaka;
e) Kecamatan Takokak;
f) Kecamatan Tanggeung;
g) Kecamatan Pagelaran;
h) Kecamatan Kadupandak;
i) Kecamatan Cijati;
j) Kecamatan Agrabinta;
k) Kecamatan Sindangbarang;
l) Kecamatan Cidaun;
m) Kecamatan Naringgul.
a) lempung;
b) pasir batu;
c) pasir;
d) trass;
e) andesit;
f) batu gamping;
g) bentonit;
h) oker;
i) granit;
j) feldspar;
k) kaolin;
4-39
l) batu setengah permata;
m) batu templek;
n) diatomea;
o) kayu terkersikkan;
p) tanah merah;
q) tanah urug.
4. Kawasan pertambangan mineral bukan logam di Kecamatan
Cianjur dengan jenis mineral meliputi :
a) Kecamatan Sukaluyu;
b) Kecamatan Cikalongkulon;
c) Kecamatan Mande;
d) Kecamatan Ciranjang;
e) Kecamatan Bojongpicung;
f) Kecamatan Haurwangi;
g) Kecamatan Warungkondang;
h) Kecamatan Gekbrong;
i) Kecamatan Cilaku;
j) Kecamatan Cibeber;
k) Kecamatan Campaka;
l) Kecamatan Campakamulya;
m) Kecamatan Sukanagara;
n) Kecamatan Takokak;
o) Kecamatan Tanggeung;
p) Kecamatan Pagelaran;
q) Kecamatan Cibinong;
r) Kecamatan Cijati;
s) Kecamatan Kadupandak;
t) Kecamatan Pasirkuda;
u) Kecamatan Agrabinta;
v) Kecamatan Leles;
w) Kecamatan Sindangbarang;
x) Kecamatan Cidaun;
y) Kecamatan Naringgul.
4-40
1.2.6 Kawasan Peruntukan Industri
4-41
Untuk memudahkan aktivitas pekerja dan pemasaran hasil olahan
industri, maka pengembangan industri harus memperhatikan skala
pelayanan industri, dan skala pelayanan wilayah (atau kecamatan),
sehingga terjadi kepaduan (sinergisasi) antar ruang.
4-42
a) Kecamatan Cikalongkulon seluas 239,63 Ha (dua ratus tiga puluh
sembilan koma enam tiga hektare);
4-43
e. pengembangan kawasan peruntukan industri, dilakukan dengan
mempertimbangkan aspek ekologis, dan memperhatikan daya
dukung lahan;
4-44
3. Memiliki bangunan sejarah.
4-45
a. Kawasan Strategis Ekowisata Alam Cagar Biosfer dan Heritage
Gedeh - Cibodas dan sekitarnya;
4-46
e. Kawasan Pengembangan Pariwisata Unggulan Kabupaten
Area 5 mencakup Kecamatan Pasirkuda, Naringgul, Cidaun,
dan Sindangbarang;
4-47
d. peningkatan aksesbilitas menuju obyek wisata;
4-48
d. Tidak berada pada wilayah rawan bencana;
e. Berada dekat dengan pusat kegiatan/terkait dengan kawasan
hunian yang sudah ada atau berkembang.
Rencana Kawasan permukiman, seluas 31.233,99 Ha (tiga puluh satu
dua ratus tiga puluh tiga koma sembilan sembilan hektare), terdiri
atas:
4-49
1. Pengembangan permukiman perkotaan diarahkan untuk
permukiman komersial, dan permukiman swadaya dengan
seimbang;
2. Pengembangan permukiman perkotaan yang memperhatikan
prinsip konservasi;
3. Pengembangan permukiman perkotaan diarahkan untuk
permukiman vertikal;
4. Penataan permukiman kumuh;
5. Peningkatan infrastruktur dasar permukiman di desa tertinggal,
desa terpencil, desa perbatasan dengan kabupaten bandung,
kabupaten bogor, kabupaten sukabumi dan kabupaten garut;
6. Permukiman kumuh nelayan dan kawasan rawan bencana; dan
7. Penataan kawasan permukiman pedesaan dengan prinsip
konservasi dan penanggulangan bencana.
d. Pengembangan Perumahan dan Permukiman dilaksanakan secara
efisien dengan memperhatikan kelayakan teknis, sosial, ekonomi,
dan lingkungan; dan
e. Pengembangan perumahan dan permukiman akan berbasiskan pada
mitigasi bencana dengan menyiapkan ruang untuk evakuasi
bencana.
4-50
g. Kepolisian Sektor (Polsek) di setiap kecamatan;
h. Satuan Brigade Mobil (Satbrimob), di Kecamatan Cipanas
i. Satuan Polisi Air (Satpolair), di Kecamatan Cidaun.
a. Kecamatan Pacet;
b. Kecamatan Sukaresmi;
c. Kecamatan Sukaluyu;
d. Kecamatan Cikalongkulon;
e. Kecamatan Bojongpicung;
f. Kecamatan Cibinong;
g. Kecamatan Sindangbarang;
h. Kecamatan Agrabinta;
i. Kecamatan Cidaun;
j. Kecamatan Naringgul.
4-51
Lebih jelasnya mengenai Rencana Pola Ruang Kawasan Budidaya
Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada Gambar 4.2 dan Rencana Pola
Ruang di Kabupaten Cianjur dapat dilihat pada Gambar 4.3.
4-52
Tabel 4. 1 Rencana Pola Ruang Kabupaten Cianjur
Kawasan Lindung
Kecamatan Badan Cagar Kawasan Cagar Kawasan Hutan Kawasan Perlindungan Taman Taman Wisata
Air Alam Budaya Lindung Setempat Nasional Alam
AGRABINTA 254,69 1237,61
BOJONGPICUNG 39,73 430,18
CAMPAKA 28,83 8,74 29,64 0,26 114,05
CAMPAKAMULYA 21,76 10,85 4278,09 198,16
CIANJUR 55,40
CIBEBER 113,57 533,04
CIBINONG 69,17 117,73 801,88
CIDAUN 273,25 7700,26 3,58 1994,88
CIJATI 77,27 246,00
CIKADU 48,78 7930,11 376,99
CIKALONGKULON 812,17 669,28
CILAKU 19,27 299,67
CIPANAS 1,26 366,76 109,77 1970,16 52,48
CIRANJANG 315,89 277,08
CUGENANG 114,82 1101,50
GEKBRONG 6,59 81,89 732,45
HAURWANGI 98,98 312,85
KADUPANDAK 136,28 586,00
KARANGTENGAH 1,31 39,40
LELES 39,28 455,81
MANDE 1336,01 493,21
NARINGGUL 168,43 6960,72 6356,03 1223,08
PACET 2,36 122,47 730,13
4-55
Kawasan Lindung
Kecamatan Badan Cagar Kawasan Cagar Kawasan Hutan Kawasan Perlindungan Taman Taman Wisata
Air Alam Budaya Lindung Setempat Nasional Alam
PAGELARAN 47,10 9386,58 406,66
PASIRKUDA 19,91 2992,82 179,45
SINDANGBARANG 212,17 1228,03
SUKALUYU 131,77 457,20
SUKANAGARA 52,83 860,38 464,56
SUKARESMI 43,84 433,24
TAKOKAK 68,87 60,11 686,16
TANGGEUNG 56,68 372,57
WARUNGKONDANG 67,99 849,63
Grand Total 4498,04 15107,44 29,64 31925,58 15069,39 5383,87 52,48
Lanjutan…
Kasawan Budidaya
Kawasan
Kecamatan Kawasan Kawasan
Hutan Kawasan Hutan Kawasan Kawasan
Hortikultur Perikanan Budi
Produksi Produksi Tetap Pariwisata Perkebunan
a Daya
Terbatas
AGRABINTA 349,18 1131,68 85,32 13096,99
BOJONGPICUNG 71,97 22,74 3075,70 2152,38
CAMPAKA 5218,34 4064,26 11,66 2192,75
CAMPAKAMULYA 628,66 234,37 812,85
CIANJUR 335,91
CIBEBER 1713,17 363,86 2000,77 3157,93
CIBINONG 1450,31 3640,91 15136,82
CIDAUN 1986,09 1916,11 10,02 9525,33
CIJATI 28,82 2722,54
4-56
Kasawan Budidaya
Kawasan
Kecamatan Kawasan Kawasan
Hutan Kawasan Hutan Kawasan Kawasan
Hortikultur Perikanan Budi
Produksi Produksi Tetap Pariwisata Perkebunan
a Daya
Terbatas
CIKADU 160,79 1155,34 7431,99
CIKALONGKULON 4532,26 1015,76 2301,10 2,17 9,37 1939,31
CILAKU 1149,48 51,69
CIPANAS 1644,64 265,78 250,95 3,66 545,22
CIRANJANG 268,59 23,91 11,05
CUGENANG 839,95 617,51 0,68 2448,79
GEKBRONG 116,95 729,55 1695,73
HAURWANGI 168,00 1344,78 917,21
KADUPANDAK 4034,44 1146,33 269,97 842,77
KARANGTENGAH 208,69 21,30
LELES 7,66 1713,06 6958,22
MANDE 220,98 1195,45 1,50 3647,87
NARINGGUL 853,04 2184,39 7838,14
PACET 1720,19 84,80 300,68
PAGELARAN 3908,26 1075,85 317,54 964,51
PASIRKUDA 940,50 1579,33 2967,98
SINDANGBARANG 2753,07 3537,55 25,53 4167,69
SUKALUYU 726,59 3,86 57,95
SUKANAGARA 4915,01 61,01 4195,51 5437,13
SUKARESMI 2986,54 1,11 1746,14 0,26 2368,87
TAKOKAK 4892,08 789,15 6041,26
TANGGEUNG 964,95 310,86 1083,66 1795,66
WARUNGKONDANG 546,47 7,42 0,08 599,87
4-57
Kasawan Budidaya
Kawasan
Kecamatan Kawasan Kawasan
Hutan Kawasan Hutan Kawasan Kawasan
Hortikultur Perikanan Budi
Produksi Produksi Tetap Pariwisata Perkebunan
a Daya
Terbatas
Grand Total 49976,86 21150,50 24336,39 13,83 136,42 108184,39
Lanjutan…
Kawasan Budidaya
Kawasan Kawasan
Kecamatan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan
Pertahanan Peruntukan
Permukiman Permukiman Peruntukan Peternaka Tanaman
dan Pertambanga
Pedesaan Perkotaan Industri n Pangan
Keamanan n Batuann
AGRABINTA 675,45 259,42 2545,30
BOJONGPICUNG 699,73 2468,20
CAMPAKA 888,82 2,28 1611,21
CAMPAKAMULYA 379,24 876,93
CIANJUR 2255,08 1,61
CIBEBER 1477,08 4,41 2977,97
CIBINONG 804,01 2020,66
CIDAUN 822,07 1906,65 3662,68
CIJATI 483,11 1313,92
CIKADU 481,78 1928,96
CIKALONGKULON 760,09 239,63 38,90 27,66 1979,18
CILAKU 563,39 1570,06 10,14 21,86 1606,08
CIPANAS 1386,59 1,82 222,93
CIRANJANG 754,76 4,84 1756,07
CUGENANG 820,15 5,37 1702,77
GEKBRONG 545,10 51,19 26,47 8,89 1037,93
4-58
Kawasan Budidaya
Kawasan Kawasan
Kecamatan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan
Pertahanan Peruntukan
Permukiman Permukiman Peruntukan Peternaka Tanaman
dan Pertambanga
Pedesaan Perkotaan Industri n Pangan
Keamanan n Batuann
HAURWANGI 513,59 3,50 0,03 1235,79
KADUPANDAK 591,55 2825,15
KARANGTENGAH 514,75 2426,44 38,33 12,54 1588,10
LELES 612,26 1697,30
MANDE 641,93 607,09 37,90 1256,03
NARINGGUL 623,58 2580,65
PACET 1031,94 176,65
PAGELARAN 810,00 3235,92
PASIRKUDA 422,51 1422,45
SINDANGBARANG 502,88 1559,72 1881,63
SUKALUYU 823,27 126,04 10,75 3,55 2439,06
SUKANAGARA 459,43 579,36
SUKARESMI 757,59 1272,62
TAKOKAK 549,47 1468,48
TANGGEUNG 614,27 1401,12
WARUNGKONDANG 505,63 7,63 1987,32
Grand Total 21056,62 10177,37 301,18 1054,96 104,70 90,99 54758,42
Sumber : Hasil Analisis, 2021
4-59
Gambar 4.3 Peta Rencana Pola Ruang kabupaten Cianjur
4-60