0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan33 halaman

Viskositas Zat Cair: Eksperimen dan Analisis

Dokumen ini membahas percobaan tentang viskositas zat cair yang bertujuan untuk memahami definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas, serta menentukan nilai koefisien kekentalan menggunakan hukum Stokes. Dua percobaan dilakukan untuk mengamati hubungan antara jarak tempuh dan waktu tempuh serta antara massa jenis bola pejal dan waktu tempuh. Hasil menunjukkan bahwa waktu tempuh meningkat seiring dengan bertambahnya jarak dan massa bola pejal.

Diunggah oleh

kerjakerja754
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan33 halaman

Viskositas Zat Cair: Eksperimen dan Analisis

Dokumen ini membahas percobaan tentang viskositas zat cair yang bertujuan untuk memahami definisi dan faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas, serta menentukan nilai koefisien kekentalan menggunakan hukum Stokes. Dua percobaan dilakukan untuk mengamati hubungan antara jarak tempuh dan waktu tempuh serta antara massa jenis bola pejal dan waktu tempuh. Hasil menunjukkan bahwa waktu tempuh meningkat seiring dengan bertambahnya jarak dan massa bola pejal.

Diunggah oleh

kerjakerja754
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

JFT: Jurnal Fisika dan Terapannya

p-ISSN: 2302-1497, e-ISSN: 2715-2774


[Link]

VISKOSITAS ZAT CAIR

Yuyun syawitri1, Sri amalia2, Rosdiana3, Syahrullah4, Rivana amanda sugara5,

Wiwi amelia sari6


123456
Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar

Email: yuyunsywtry@[Link]

Abstrak
Telah dilakukan percobaan yaitu Viskositas Zat Cair yang bertujuan untuk menjelaskan
definisi viskositas zat cair, memahami gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda yang
dijatuhkan ke dalam zat cair yang kental, menentukan besar koefisien kekentalan zat cair yang
digunakan dengan menggunakan hukum stokes, menggambarkan grafik hubungan antara jarak
tempuh (s) dengan waktu tempuh (t) kemudian menentukan nilai viskositas zat cair dalam
percobaan, menggambarkan grafik hubungan antara jari-jari kuadrat dengan waktu tempuh
kemudian menentukan nilai viskositas zat cair dalam percobaan dan membandingkan antara
nilai viskositas zat cair secara perhitungan, grafik dan teori yang ditetapkan. Pada kegiatan ini
dilakukan dua percobaan yaitu menentukan hubungan antara jarak tempuh dengan waktu
tempuh dan menentukan hubungan antara massa jenis bola pejal dengan waktu tempuh. Pada
percobaan pertama dengan massa jenis gliserin yaitu 1,26 gr/cm 3, massa bola 6,0 gr, jejari bola
8,16 mm maka diperoleh hasil untuk jarak 20 cm maka waktu rata-rata bola yaitu 1,26 s, jarak
30 cm maka waktu rata-rata bola yaitu 2,00 s, jarak 40 cm maka waktu rata-rata bola yaitu 2,44
s. Pada percobaan kedua dengan jarak tempuh 50 cm maka diperoleh hasil untuk bola pejal
dengan massa 18,6 gr waktu rata-ratanya yaitu 7,65 s, untuk bola pejal dengan massa 6,0 gr
waktu rata-ratanya yaitu 2,95 s dan untuk bola pejal dengan massa 3,1 gr waktu rata-ratanya
yaitu 2,82 s. Saat jarak meningkat maka waktu untuk mencapai jarak tersebut juga semakin
besar.
Kata kunci: Gerak, Jarak, dan Viskositas

Abstract

An experiment entitled "Viscosity of Liquid Substances" has been conducted which aims
to explain the definition of liquid viscosity, understand the forces acting on an object dropped
into a viscous liquid, determine the coefficient of viscosity of the liquid used using Stokes' law,
describe the graph of the relationship between distance traveled s and travel time t then
determine the value of the viscosity of the liquid in the experiment, describe the graph of the
relationship between the radius squared and travel time then determine the value of the viscosity
of the liquid in the experiment and compare between the value of the viscosity of the liquid in the
calculation, graph and theory set. In this activity, two experiments were carried out, namely
determining the relationship between distance traveled and travel time and determining the
relationship between the density of a solid ball and travel time. In the first experiment with the
density of glycerin which is 1.26 gr / cm3, the mass of the ball is 6.0 gr, the radius of the ball is
81.6 mm, the results obtained for a distance of 20 cm, the average time of the ball is 1.26 s, a
distance of 30 cm, the average time of the ball is 2.00 s, a distance of 40 cm, the average time of
the ball is 2.44 s. In the second experiment with a distance of 20 cm, the results obtained for a
solid ball with a mass of 18.6 grams, the average time is 7.65 s, for a solid ball with a mass of
6.0 grams, the average time is 2.95 s and for a solid ball with a mass of 3.1 grams, the average
time is 2.82 s. As the distance increases, the time to reach the distance is also getting bigger.
Keywords: Motion, Distance, and Viscosity

1. PENDAHULUAN

Gerak salah satu sifat yang berhubungan dengan zat cair adalah kental (viscous),
dimana setiap zat cair memiliki koefisen kekentalan yang berbeda-beda. Dalam dunia
otomotif pengetahuan tentang nilai viskositas dari berbagai jenis pelumas sangat
dibutuhkan karena tiap-tiap mesin membutuhkan kekentalan pelumas yang berbeda.
Pada saat ini sangat jarang ditemukan alat untuk menentukan nilai viskositas suatu
cairan, yaitu viskometer. Kekentalan adalah sifat suatu zat cair (fluida) disebabkan
adanya gesekan antara molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair
tersebut. Gesekan-gesekan inilah yang menghambat aliran zat cair. Besarnya kekentalan
zat cair (viskositas) dinyatakan dengan suatu bilangan yang menentukan kekentalan
suatu zat cair (Soebyakto, 2016)

Viskositas zat cair adalah tingkat kekentalan zat cair akibat gesekan yang
ditimbulkan oleh bagian zat cair yang bergerak atau benda padat yang bergerak dalam
zat cair. Semakin kental zat cair maka semakin lambat atau susah benda bergerak di
dalamnya, sebaliknya semakin encer zat cair semakin capat benda bergerak di
dalamnya. Viskositas zat cair juga bisa dikatakan sebagai derajat atau koefisein
kekentalan suatu zat cair (Nurazizah, 2018).

Viskositas (kekentalan) berasal dari perkataan viscous (Soedojo, 1986). Suatu


bahan apabila dipanaskan sebelum menjadi cair terlebih dulu menjadi viscous yaitu
menjadi lunak dan dapat mengalir pelan-pelan. Viskositas dapat dianggap sebagai
gerakan di bagian dalam (internal) suatu fluida (Budianto, 2008).

Viskositas suatu fluida merupakan daya hambat yang disebabkan oleh gesekan
antara molekul-molekul cairan, yang mampu menahan aliran fluida sehingga dapat
dinyatakan sebagai indikator tingkat kekentalannya. Nilai kuantitatif dari viskositas
dapat dihitung dengan membandingkan gaya tekan per satuan luas terhadap gradien
kecepatan aliran dari fluida. Prinsip dasar ini yang dipergunakan untuk menghitung

JFT|2
viskositas secara eksperimen menggunakan metode putar, yaitu dengan memasukkan
penghambat ke dalam fluida dan kemudian diputar. Semakin lambat putaran
penghambat tersebut maka semakin tinggi nilai viskositasnya (Warsito, dkk., 2012).

Viskositas dapat dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan


gesekan antara molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Suatu jenis cairan yang
mudah mengalir dapat dikatakan memiliki viskositas yang rendah, dan sebaliknya
bahanbahan yang sulit mengalir dikatakan memiliki viskositas yang tinggi. Pada hukum
aliran viskos, Newton menyatakan hubungan antara gaya-gaya mekanika dari suatu
aliran viskos sebagai: Geseran dalam (viskositas) fluida adalah konstan sehubungan
dengan gesekannya. Hubungan tersebut berlaku untuk fluida Newton, dimana
perbandingan antara tegangan geser (s) dengan kecepatan geser (g) nya konstan.
Parameter inilah yang disebut dengan viskositas. Aliran viskos dapat digambarkan
dengan dua buah bidang sejajar yang dilapisi fluida tipis diantara kedua bidang tersebut
(Nadia, 2014).

Bidang bagian atas itu ringan, yang berarti tidak memberikan beban pada lapisan
fluida dibawahnya, maka tidak ada gaya tekan yang bekerja pada lapisan fluida. Suatu
gaya F dikenakan pada bidang bagian atas yang menyebabkan bergeraknya bidang atas
dengan kecepatan konstan v, maka fluida dibawahnya akan membentuk suatu lapisan-
lapisan yang saling bergeseran. Setiap lapisan tersebut akan memberikan tegangan geser
(s) sebesar F/A yang seragam, dengan kecepatan lapisan fluida yang paling atas sebesar
v dan kecepatan lapisan fluida paling bawah sama dengan nol. Maka kecepatan geser
(g) pada lapisan fluida di suatu tempat pada jarak y dari bidang tetap, dengan tidak
adanya tekanan fluida (Nadia, 2014).

Menurut Azizah (2018), Jika terjadi gerakan antara fluida (cairan atau gas) dan
benda lain maka selalu terjadi gaya gesek yang arahnya berlawanan dengan arah gerak
benda tersebut. Besarnya gaya gesek bergantung pada kecepatan relatif benda terhadap
fluida serta bentuk benda. Jika benda berbentuk bola jatuh bebas ke dalam suatu fluida
kental, kecepatannya akan bertambah karena pengaruh gravitasi bumi sehingga
mencapai suatu kecepatan terbesar yang tetap. Kecepatan terbesar yang tetap tersebut
dinamakan kecepatan terminal. Pada saat kecepatan terminal gaya-gaya yang bekerja

JFT|3
pada benda selama benda bergerak jatuh adalah gaya berat ke bawah maka didapati
gaya angkat Archimedes dan gaya Stokes yang melawan arah gerak (ke atas). Ketiga
gaya tersebut berada dalam keadaan seimbang.

Fg + Fb + Fv = 0 ……(1)

Dimana gaya ke bawah dianggap positif sehingga gaya resultan menjadi nol.
Maka kecepatan bola tidak berubah lagi melainkan pada nilai maksimum atau nilai
akhir yang dinotasikan sebagai va (kecepatan terminal). Gaya Fb dan Fg dapat ditulis
sebagai fungsi radius bola R, rapat bola b dan rapat cairan c :

4π 3
F g= r bg …(2)
3

Dari subtitusi Pers. (1) dan (2) diperoleh,

4π 3 …(3)
6 π ŋ rv a= r bg
3
2
2r (
ŋ= b−c ) g …(4)
9 va

Berdasarkan uraian diatas dapat kita peroleh dari beberapa persamaan kita dapat
menggunakan persamaan viskositas sesuai dengan prosedur kerja dan tujuan pada
percobaan kali ini.
2. METODE PENELITIAN
2.1 Waktu dan tempat
Percobaan ini dilakukan pada hari Senin, 11 Desember 2023 Pukul 13.00-14.40
Wita dan di Laboratorium Fisika Dasar Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar.
2.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah tabung stokes 1
buah, mikrometer sekrup 1 buah, mistar 1 buah, neraca digital 1 buah, stopwatch 1
buah, gliserin mathcal, 26gr / cm3 , tissue dan kelereng.

JFT|4
2.2 Prosedur Kerja
Pada percobaan pertama dilakukan percobaan hubungan antara jarak tempuh
pada bola pejal dengan waktu tempuh. Pertama-tama ditentukan nilai skala terkecil pada
masing-masing alat ukur yang akan digunakan. Selanjutnya, diukur diameter bola
dengan menggunakan mikrometerr sekrup, kemudian ditimbang dengan menggunakan
neraca. Setelah itu, disiapkan tabung gelas dan tempat sendok saringan pada tabuang,
kemudian diisi tabung fluida (gliserin) hingga hampir penuh. Selanjutnya, dililitkan
karet gelang pertama sekitar 10 cm dibawah permukaan gliserin. Kemudian, karet
kedua yang dapat diatur-atur diatas dasar tabung. Selanjutnya, diatur karet kedua
sehingga jaraknya dengan karet kedua adalah 20 cm. kemudian, ditempatkan bola tepat
diatas permukaan gliserin lalu dilepaskan. Selanjutnya, diukur waktu yang ditempuh
bola pejal dari gelang pertama ke gelang kedua. Setelah itu, dicatat hasil pengamatan,
kemudian diulangi kegiatan 1 sampai 6 dengan jarak yang berbeda-beda.
Pada percobaan kedua yaitu menentukan hubungan antara massa jenis bola pejal
dengan waktu tempuh melakukan tiga kali pengambilan data dengan setiap pengambilan
data diulangi sebanyak tiga kali untuk menghitung waktunya dengan jarak tempuh bola
pejal yang tetap. Kemudian meletakkan bola diatas tabung stokes yang telah diisi oleh
gliserin. Lalu melepaskan bola pejal bersamaan dengan menekan stopwatch kemudian
mencatat waktu tempuh bola pejal untuk mencapai jarak yang telah ditentukan.
Pengambilan data pertama dilakukan sebanyak tiga kali serta mencatat waktu
tempuhnya pada tabel pengamatan. Selanjutnya menghitung waktu rata-rata bola pejal
pada data pertama. Kemudian melakukan hal yang serupa pada pengambilan data kedua
dan ketiga dengan massa yang berbeda.

JFT|5
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Percobaan
Kegiatan 1: Hubungan antara jarak tempuh dengan waktu tempuh
Massa Jenis Gliserin : 1,26 gr/cm3
Massa Bola Pejal : 6,0 gram
Jari-Jari Bola Pejal : 8,16 mm = 0,861 cm
Tabel 1: Hubungan antara jarak tempuh dan waktu tempuh
Waktu Tempuh
No Jarak Tempuh
t1 t2 t3 trata-rata
1 20 1,26 1,34 1,34 1,31
2 30 2,00 1,81 1,91 1,90
3 40 2,44 2,19 2,47 2,36

Kegiatan 2: Hubungan antara Massa Jenis Bola Pejal dengan Waktu Tempuh
Massa Jenis Gliserin : 1,26 gr/cm3
Jarak Tempuh : 50cm
Tabel 2: Hubungan antara massa jenis bola pejal dengan waktu tempuh
ρ bola Waktu Tempuh
No Jari-Jari Massa Volume
pejal t1 t2 t3 trata-rata
1 1,224 8,6 7,67 2,42 7,65 7,57 7,83 7,6
2 0,816 6,0 2,27 2,64 2,95 2,89 2,89 2,9
3 0,663 3,1 1,21 2,56 2,82 2,97 2,86 2,8

Tabel 3: Hubungan antara jarak tempuh dengan waktu tempuh


Jarak Waktu PF
No tempuh tempuh V ∆V KR DK AB
max min
(cm) t (s)
1 40 2,36 2,27 0,94 41,40% 58,6% 1,387 3,21 1,33
2 30 1,90 2,27 0,186 0,81% 99,18% 3,091 2,28 2,25
3 20 1,31 2,27 0,275 12,11% 87,89% 2,92 2,54 1,99

JFT|6
Tabel 4: Hubungan massa bola pejal dengan waktu tempuh
Jarak Waktu PF
No tempuh tempuh t V ∆V KR DK AB
max min
(cm) (s)
1 50 7,6 7,67 25,64 3,34% 96,66% 1,523 33,3 17,9
2 50 2,9 2,27 0,275 12,1% 87,9% 1,917 2,54 1,99
3 50 2,8 1,21 0,11 9,09% 90,9% 2,045 1,32 1,11

3.2 Analisis Data Tanpa Ketidakpastian


Massa Jenis Gliserin : 1,26 gr/cm3
Massa Bola Pejal : 6,0 gram
Jari-Jari : 81,6 mm = 8,16 cm

4 3
Volume Bola Pejal : πr
3

JFT|7
JFT|8
4
: (3,14) (0,816)3
3
: 2,27 cm3
m
Massa Jenis Bola Pejal :
v
6,0
:
2 ,27
: 2,64 g/s2
Percepatan Grafitasi : 9,8 m/s2
Waktu Tempuh : 5,0 s
2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 8 , 16 ) ( 2 ,64−1 , 26 ) 1 ,26
:
9(50)
( 196 ) ( 66 ,58 )( 1 , 38 ) 1, 26
:
400
: 56,72 poise
3.2.3 Analisis Data dengan Ketidakpastian
Viskositas Zat Cair (V)
2 gr 2( ρ−ρ0 )t
V =
9y
V = 2/9 gr2 ( ρ−ρ0)ty-1

∆V = | ∂v
∂r | |
∆r +
∂v
∂( ρ−ρ0 ) | | | |
∆ ρ0 + ∂ v ∆ t + ∂ v ∆ y
∂t ∂y |
| || |
2 2 −1
−1
∂( gr 2( ρ−ρ0 )t y ) ∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
∆V = 9 + 9
∆r ∆ρ +
∂r ∂(ρ−ρ0 )

| |
2 −1
∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
9 +
∆ ρ0
∂(ρ−ρ0 )

| || |
2 −1 2 −1
∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y ) ∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
9 + 9
∆t ∆y
∂t ∂y

∆V = (| 49 gr ( ρ−ρ ) t y ) ∆ r| + |( 29 g r t y ) ∆ ρ| + |( 29 g r t y ) ∆ ρ | +
0
−1 2 −1 2 −1
0

JFT|9
(| 29 gr ( ρ− ρ ) y ) ∆ t| + |( 29 gr ( ρ− ρ )t ) ∆ y|
0
−1
0

| || ||
( 49 gr ( ρ− ρ ) t y ) ∆ r + ( 29 g r t y ) ∆ ρ + ( 29 g r t y ) ∆ ρ
|
−1 2 −1 2 −1
0 0
∆V
= +
V 2 −1 2 −1 2 −1
gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y
9 9 9

|
( 29 gr ( ρ−ρ ) y ) ∆ t +
|
−1
0

2 −1
gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y
9

| 2
( 29 gr ( ρ− ρ ) t ) ∆ y
0

−1
∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
9
|
∆V = | | | | | | | | | |
2∆r
r
+
∆ρ
ρ− ρ 0
+
∆ ρ0
ρ− ρ0
+
∆t
t
+
∆y
y
V

4 3
V = πr
3
m
m 3
ρ = = 4 = mπr3
v π r 3 4
3

∆ρ= |∂∂mρ ∆ m| + |∂∂ ρr ∆ r|


| ||
( 34 m π r ) ∆ m + ∂ ( 34 m π r ) ∆ r |
3 3

∆ρ=
∂m ∂r

∆ρ= |( ) | |(
3 3
4
π r ∆m +
3
4 )
m π r2 ∆ r
|

JFT|10
| || |
( 34 π r ) ∆ m + ( 34 m π r ) ∆ r
3 2
∆ρ
=
ρ 3 3
mπr3 m π r3
4 4

∆ρ= |∆mm| + |3 ∆r r | ρ
Perhitungan:
1
∆r = x NST Mikrometer Sekrup
2
1
= x 0,01
2
= 0,005
1
∆t = x NST Stopwatch
2
1
= x 0,1
2
= 0,05
1
∆y = x NST Mistar
2
1
= x 0,1
2
= 0,05

1
∆m = x NST Neraca Digital
2
1
= x 0,01
2
= 0,005
1
∆ ρ0 = x NST Tabung
2

JFT|11
1
= x 0,1
2
= 0,05

∆ρ =|∆mm| + |3 ∆r r | ρ
+|
8 ,16 |
=| |
0,005 3(0,005)
2 , 64
6,0
= |0,00083| + |0,0183| 2 , 64
= 0,00083 + 0,0483
= 0,0491

∆V =| | | | | | | | | |
2∆r
r
+
∆ρ
ρ− ρ 0
+
∆ ρ0
ρ− ρ0
+
∆t
t
+
∆y
y
V

=| | +| | +| | +| | +|
10 |
2(0,005) 0,0271 0 ,05 0 , 05 0 , 05
2,27
8 ,16 2 ,64−1 , 26 2 ,64−1 , 26 1 , 26
= |0,0012| + |0,019| + |0,036| + |0,039| + |0,005| 2,27
= 2,37
∆V
KR = x 100%
V
2 ,37
= x 100%
2 ,27
= 1,044%
DK = 100% - KR
= 100% - 1,044
= 98,95%
∆V
AB = 1-Log
V
2 ,37
= 1-Log
2 ,27
= 1-Log 1,044

= 1-(-0,18)

JFT|12
= 1,18
PF = |V ± ∆ V |
= |2 , 27 ± 2, 37|
PFmax = |V + ∆ V |
= |2 , 27+2 , 37|
= 4,64
PFmin = |V −∆ V |
= |2 , 27−2, 37|
= 19,9
3.3 Grafik

3
2.5
f(x) = 0.0565 x + 0.211666666666667
Jara Tempuh

2 R² = 0.999973895792002
1.5
1
0.5
0
15 20 25 30 35 40 45
Waktu Tempuh

Grafik 1: Hubungan antara jarak tempuh dengan waktu tempuh

JFT|13
9
8
7
6
5
Jari-jari

4
3
2
1
0
0.6 0.7 0.8 0.9 1 1.1 1.2 1.3

Waktu Tempuh

Grafik 2: Hubungan antara jari-jari kuadrat dengan waktu tempuh

3.4 Pembahasan
Viskositas adalah ukuran kekentalan suatu zat cair. Viskositas menunjukkan
besarnya gesekan di dalam aliran zat cair. Semakin besar viskositas suatu zat cair,
semakin sulit zat cair tersebut mengalir. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi
viskositas zat cair. Pertama adalah suhu. Pada umumnya, semakin tinggi suhu zat cair,
viskositasnya semakin rendah. Ini karena dengan meningkatnya suhu, jarak antar
molekul zat cair semakin jauh sehingga gesekan antar molekulnya berkurang. Kedua
adalah tekanan. Bila tekanan meningkat, viskositas zat cair akan naik. Ketiga adalah
konsentrasi larutan. Semakin banyak zat terlarut, viskositas larutan biasanya semakin
tinggi karena interaksi antar partikel lebih kuat.
Pada percobaan pertama yaitu menentukan hubungan antara jarak tempuh
dengan waktu tempuh dengan massa jenis gliserin , massa bola pejal 6,0 gr, jari jari
bola pejal 0,816 cm ,dilakukan tiga kali pengambilan data dengan setiap data diulang
sebanyak tiga kali untuk mengukur waktu dan waktu rata ratanya. Pengambilan data
pertama dengan jarak 20 cm diperoleh waktu tempuh bola pejal yang diulang sebanyak
tiga kali yaitu 1,26 s, 1,34 s, 1,34 s sehingga waktu rata rata bola pejal untuk mencapai
jarak 20 cm adalah 1,31 s. Pengambilan data kedua dengan jarak 30 cm diperoleh waktu
tempuh bola pejal yang diulang sebanyak tiga kali yaitu 2,00 s, 1,81 s, 1,91 s sehingga
waktu rata rata bola pejal untuk mencapai jarak 30 cm adalah 1,90 s. Data ketiga dengan
jarak 40 cm diperoleh waktu tempuh bola pejal yang diulang sebanyak tiga kali yaitu

JFT|14
2,44 s, 2,19 s, 2,47 s sehingga waktu rata rata bola pejal untuk mencapai jarak 40 cm
adalah 2,36 s.
Pada percobaan kedua yaitu menentukan hubungan massa jenis bola pejal
dengan waktu tempuh dengan jarak tempuh yaitu 50 cm dilakukan tiga kali
pengambilan data dengan setiap pengambilan data diulang sebanyak tiga kali untuk
mengukur waktu dan waktu rata ratanya. Pengambilan data pertama dengan massa bola
pejal 18,6 gr dan massa jenisnya 2,42 diperoleh waktu tempuh bola pejal untuk sampai
pada jarak 50 cm yang diulang tiga kali yaitu 7,65 s, 7,57 s, 7,83 s sehingga waktu rata
rata bola pejal untuk mencapai jarak tersebut adalah 7,6 s. Pengambilan data kedua
dengan massa bola pejal 6,0 gr dan massa jenisnya 2,64 diperoleh waktu tempuh bola
pejal untuk sampai pada jarak 50 cm yang diulang tiga kali yaitu 2,95 s, 2,89 s, 2,88 s
sehingga waktu rata rata bola pejal untuk mencapai jarak tersebut adalah 2,9 s.
Pengambilan data ketiga dengan massa bola pejal 3,1 gr dan massa jenisnya 2,56
diperoleh waktu tempuh bola pejal untuk sampai pada jarak 50 cm yang diulang tiga
kali yaitu 2,82 s, 2,97 s, 2,86 s sehingga waktu rata rata bola pejal untuk mencapai jarak
tersebut adalah 2,8 s.
4. SIMPULAN
Adapun kesimpulan pada praktikum kali ini adalah semakin besar massa suatu
benda yang diberikan pada cairan kental,semakin lama waktu yang diperlukan untuk
mencapai jarak yang ditentukan, sebaliknya semakin kecil massa suatu benda, semakin
cepay waktu untuk mecapai jarak tempuh pada benda .
5. DAFTAR PUSTAKA

Atani, Obet A., et al. Rancang Bangun Alat Peraga Praktikum Gerak Jatuh
Bebas. Jurnal Fisika: Fisika Sains dan Aplikasinya, 2019, 4.1: 33-39.
Soebyakto, M., & Samyono. Nilai Koefisien Viskositas Diukur dengan Metode Bola
Jatuh Dalam Fluida Viskos. Engineering: Jurnal Bidang Teknik, 2016, 7.2: 7-7.
Lubis, Nur Azizah. Pengaruh kekentalan cairan terhadap waktu jatuh benda
menggunakan falling ball method. Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi, 2018, 2.2:
26-32.
Budianto, A. 2008. Metode Penentuan Koefisien Kekentalan Zat Cair dengan
Menggunakan Regresi Linier Hukum Stokes.
Warsito, dkk. 2012. Desain dan Analisis Pengukuran Viskositas dengan Metode Bola
Jatuh Berbasis Sensor Optocoupler dan dan Sistem Akuisisinya pada Komputer.

JFT|15
Nadia, Aida. Viskositas Cairan. Jurnal Praktikum Kimia Fisika II, Jakarta. [Link]
academia. edu/6820812/Jurnal_Praktikum_viskositas_cairan (diakses pada 20
juni 2016 pukul 22.10 WIB), 2014.

No Alat dan Bahan Fungsi

1 Kelereng Sebagai objek percobaan (bola pejal)

2 Mikrometer Sekrup Mengukur diameter dan jari-jari


kelereng

3 Tabung stokes Sebagai wadah untuk zat larutan

JFT|16
4 Neraca Digital Mengukur massa pada kelereng

LAMPIRAN GAMBAR

LAMPIRAN ANALISIS

1. Analisis Data Tanpa Ketidakpastian

Tabel 1. Hubungan antara jarak tempuh dengan waktu tempuh

Massa Jenis Gliserin : 1,26 gr/cm3

Massa Bola Pejal : 6,0 gram

Jari-Jari : 81,6 mm = 8,16 cm

Percepatan Grafitasi : 9,8 m/s2

4 3
Volume Bola Pejal : πr
3

4
: (3,14)(8,16)3
3

JFT|17
: 2,27 cm3

m
Massa Jenis Bola Pejal :
v

6,0
:
2 ,27

: 2,64 gr/cm3

Data 1

Waktu Tempuh : 1,31 s

2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 6 , 63 ) ( 2 ,56−1 , 26 ) 1, 31
:
9 (20)

( 19 ,8 )( 43 , 95 ) (1 , 3 ) 1 ,31
:
180

: 8,23 poise

Data 2

Waktu Tempuh : 1,90 s

2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 8 , 16 ) ( 2 ,56−1 , 26 ) 1, 90
:
9(30)

( 19 ,6 )( 1,572 ) ( 1,005 ) 3 , 48
:
270

: 39,1 poise

JFT|18
Data 3

Waktu Tempuh : 2,36 s

2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 8 , 16 ) ( 2 ,56−1 , 26 ) 2, 36
:
9 (40)

( 19 ,6 )( 1,572 ) ( 1,005 ) 7 , 15
:
360

: 0,61 poise

Tabel 2. Hubungan antara massa jenis bola pejal dengan waktu tempuh

Massa Jenis Gliserin : 1,26 gr/cm3

Percepatan Grafitasi : 9,8 m/s2

Data 1

Massa Bola Pejal : 18,6 gram

Jari-Jari : 12,24 mm = 1,224 cm

4 3
Volume Bola Pejal : πr
3

4
: (3,14)(1,224)3
3

: 7,67 cm3

m
Massa Jenis Bola Pejal :
v

18 ,6
:
7 , 67

: 2,42 g/s2

Waktu Tempuh : 7,6 s

JFT|19
2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 1,224 ) ( 2 , 42−1, 26 ) 7 , 6
:
9(50)

( 19 ,6 )( 1,498 )( 1 , 16 ) 7 ,6
:
450

: 0,57 poise

Data 2

Massa Bola Pejal : 6,0 gram

Jari-Jari : 8,16 mm = 0,816 cm

4 3
Volume Bola Pejal : πr
3

4
: (3,14)(8,16)3
3

: 2.274 cm3

m
Massa Jenis Bola Pejal :
v

6,o
:
2,274

: 2,209 gr/cm3

Waktu Tempuh : 2,9 s

2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 0,816 ) ( 2 , 64−1 ,26 ) 2 , 9
:
9(50)

( 19 ,6 )( 0 ,66 )( 1 , 38 ) 2, 9
:
450
: 0,11 poise
Data 3

JFT|20
Massa Bola Pejal : 3,1 gram

Jari-Jari : 6,63 mm = 0,663 cm

4 3
Volume Bola Pejal : πr
3

4
: (3,14)(0,663)3
3

: 1,22 cm3

m
Massa Jenis Bola Pejal :
v

3 ,1
:
1, 22

: 25,4 gr/cm3

Waktu Tempuh : 2,8 s

2 gr 2( ρ−ρ0 )t
Viskositas Zat Cair :
9y
2
2 ( 9 ,8 )( 0,663 ) ( 2 , 56−1 , 26 ) 2 ,8
:
9(50)

( 19 ,6 )( 0 , 43 ) (1 , 3 ) 2 ,8
:
450

: 0,068 poise

2. Analisis Data dengan Ketidakpastian

Viskositas Zat Cair (V)

2 gr 2( ρ−ρ0 )t
V =
9y

V = 2/9 gr2 ( ρ−ρ0)ty-1

∆V = | ∂v
∂r
∆r + | |∂v
∂( ρ−ρ0 ) | | | |
∆ ρ0 + ∂ v ∆ t + ∂ v ∆ y
∂t ∂y |

JFT|21
| || |
2 2 −1
−1
∂( gr 2( ρ−ρ0 )t y ) ∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
∆V = 9 + 9
∆r ∆ρ +
∂r ∂(ρ−ρ0 )

| |
2 −1
∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
9 +
∆ ρ0
∂(ρ−ρ0 )

| || |
2 −1 2 −1
∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y ) ∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
9 + 9
∆t ∆y
∂t ∂y

∆V = (| 49 gr ( ρ−ρ ) t y ) ∆ r| + |( 29 g r t y ) ∆ ρ| + |( 29 g r t y ) ∆ ρ | +
0
−1 2 −1 2 −1
0

(| 29 gr ( ρ− ρ ) y ) ∆ t| + |( 29 gr ( ρ− ρ )t ) ∆ y|
0
−1
0

(
|gr ( ρ− ρ ) t y ) ∆ r ( g r t y )∆ ρ

||
( g r t y )∆ ρ

|| |
4 2 −1 2 2 −1 2 −1
0 0
∆V 9 9 9
= + + +
V 2 −1 2 −1 2 −1
gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y
9 9 9

|
( 29 gr ( ρ−ρ ) y ) ∆ t +
|
−1
0

2 −1
gr 2 ( ρ−ρ0 ) t y
9

| 2
( 29 gr ( ρ− ρ ) t ) ∆ y
0

−1
∂( gr 2 ( ρ− ρ0 ) t y )
9
|
∆V = | | | | | | | | | |
2∆r
r
+
∆ρ
ρ− ρ 0
+
∆ ρ0
ρ− ρ0
+
∆t
t
+
∆y
y
V

4 3
V = πr
3

JFT|22
m
m 3
ρ = = 4 = mπr3
v πr3 4
3

∆ρ= |∂∂mρ ∆ m| + |∂∂ ρr ∆ r|

| || |
( 34 m π r ) ∆ m + ∂ ( 34 m π r ) ∆ r
3 3

∆ρ=
∂m ∂r

∆ρ= (| 34 π r ) ∆ m| + |( 34 m π r ) ∆ r|
3 2

| || |
( 34 π r ) ∆ m + ( 34 m π r ) ∆ r
3 2
∆ρ
=
ρ 3 3
mπr3 m π r3
4 4

∆ρ= |∆mm| + |3 ∆r r | ρ
Perhitungan:

1
∆r = x NST Mikrometer Sekrup
2

1
= x 0,01
2

= 0,005

1
∆t = x NST Stopwatch
2

1
= x 0,1
2

= 0,05

1
∆y = x NST Mistar
2

JFT|23
1
= x 0,1
2

= 0,05

1
∆m = x NST Neraca Digital
2

1
= x 0,01
2

= 0,005

1
∆ ρ0 = x NST Tabung
2

1
= x 0,1
2

= 0,05

∆ρ = |∆mm| + |3 ∆r r | ρ
18 , 7 | | 1,254 |
|0,005 3(0,005)
= + 2,265

= |0,00026| + |0,0119| 2,265

= 0,00026 + 0,0269

= 0,0271

Tabel 3. Hubungan antara jarak tempuh dengan waktu tempuh

Data 1

∆V = | | | | | | | | | |
2∆r
r
+
∆ρ
ρ− ρ 0
+
∆ ρ0
ρ− ρ0
+
∆t
t
+
∆y
y
V

= | 2(0,005)
0,816 | |
+
2
0 ,03
,64−1 , | |
26
+
2
0 ,05
,64−1 , | | | | |
26
+
0 , 05
2 , 36
+
0 , 05
40
2,27

= |0,0122| + |0,021| + |0,036| + |0,021| + |0,0012| 2,27

JFT|24
= 0,94

∆V
KR = x 100%
V

0 , 94
= x 100%
2 , 27

= 41,40%

DK = 100% - KR

= 100% - 41,40%

= 58,6%

∆V
AB = 1-Log
V

0 , 94
= 1-Log
2 , 27

= 1-Log (0 , 41)

= 1-(-0,387)

= 1,387

PF = |V ± ∆ V |

= |2 , 27 ± 0 , 94|

PFmax = |V + ∆ V |

= |2 , 27+0 , 94|

= 3,21

PFmin = |V −∆ V |

= |2 , 27−0 , 94|

= 1,33

JFT|25
Data 2

∆V = |2 ∆r r| + | ρ−∆ ρρ | + | ρ−∆ ρρ | + |∆t t | + |∆yy | V


0
0

= | 2(0,005)
8 ,16 | |
+
2
0 ,03
,64−1 , 26
+
2 | |
0 ,05
,64−1 , 26
+
1 ,| | | | |
0 , 05
90
+
0 , 05
30
2,27

= |0,0012| + |0,021| + |0,036| + |0,026| + |0,0016| 2,27

= 0,186

∆V
KR = x 100%
V

0,0186
= x 100%
2 , 27

= 0,81%

DK = 100% - KR

= 100% - 0,81%

= 99,18%

∆V
AB = 1-Log
V

0,0186
= 1-Log
2 , 27

= 1-Log (−0,0081)

= 1-(-2,091)

= 3,091

PF = |V ± ∆ V |

= |2 , 27 ± 0,0186|

PFmax = |V + ∆ V |

= |2 , 27+0,0186|

JFT|26
= 2,288

PFmin = |V −∆ V |

= |2 , 27−0,0186|

= 2,251

Data 3

∆V = | | | | | | | | | |
2∆r
r
+
∆ρ
ρ− ρ 0
+
∆ ρ0
ρ− ρ0
+
∆t
t
+
∆y
y
V

= | 8 ,16| |
2(0,005)
+
0 ,03
2 ,64−1 , 26| |
+
0 ,05
2 ,64−1 , 26| | | | |
+
0 , 05
1 , 31
+
0 , 05
20
2,27

= |0,0012| + |0,021| + |0,036| + |0,038| + |0,0025| 2,27

= 0,275

∆V
KR = x 100%
V

0,275
= x 100%
2 ,27

= 12,11%

DK = 100% - KR

= 100% - 12,11%

= 87,89 %

∆V
AB = 1-Log
V

0,275
= 1-Log
2 ,27

= 1-Log 0 , 12

= 1-(-0,92)

JFT|27
= 2,92

PF = |V ± ∆ V |

= |2 , 27 ± 0,275|

PFmax = |V + ∆ V |

= |2 , 27+0,275|

= 2,545

PFmin = |V −∆ V |

= |2 , 54−0,275|

= 1,995

Tabel 2. Hubungan antara massa jenis bola pejal dengan waktu tempuh

Data 1

∆V = |2 ∆r r| + | ρ−∆ ρρ | + | ρ−∆ ρρ | + |∆t t | + |∆yy | V


0
0

= | 2(0,005)
1,224 | |
+
0,0271
2 , 42−1 , 26
+ | |
0 ,05
2 , 42−1 , 26
+ | | | | |
0 , 05
7 , 65
+
0 , 05
50
7,67

= |3 , 27| + |0,023| + |0,043| + |0,0065| + |0,013| 7,67

= 25,64

∆V
KR = x 100%
V

25 ,64
= x 100%
7 , 67

= 3,34%

DK = 100% - KR

= 100% - 3,34 %

= 96,66%

JFT|28
∆V
AB = 1-Log
V

25 ,64
= 1-Log
7 , 67

= 1-Log 3 , 34

= 1-(-0,523)

= 1,523

PF = |V ± ∆ V |

= |7 , 67 ± 25 , 64|

PFmax = |V + ∆ V |

= |7 , 67+ 25 ,64|

= 33,31

PFmin = |V −∆ V |

= |7 , 67−25 , 64|

= 17,9

Data 2

∆V = |2 ∆r r| + | ρ−∆ ρρ | + | ρ−∆ ρρ | + |∆t t | + |∆yy | V


0
0

= | 2(0,005)
0,816 | |
+
0,0271
2 ,64−1 , 26
+ | |
0 ,05
2 ,64−1 , 26
+
0 , 05
2 , 95 | | | | |
+
0 , 05
50
2,27

= |0,019| + |0,036| + |0,049| + |0,016| + |0,0013| 2,27

= 0,275

∆V
KR = x 100%
V

0,275
= x 100%
2 ,27

JFT|29
= 12,1%

DK = 100% - KR

= 100% - 12,1%

= 87,9 %

∆V
AB = 1-Log
V

0,275
= 1-Log
2 ,27

= 1-Log 0,121

= 1-(-0,917)

= 1,917

PF = |V ± ∆ V |

= |2 , 27 ± 0,275|

PFmax = |V + ∆ V |

= |2 , 27+0,275|

= 2,545

PFmin = |V −∆ V |

= |2 , 27−0,275|

= 1,995

Data 3

∆V = |2 ∆r r| + | ρ−∆ ρρ | + | ρ−∆ ρρ | + |∆t t | + |∆yy | V


0
0

= | 0,663 | |
2(0,005)
+
0,0271
2 ,56−1 , 26
+ | |
0 , 05
2 ,56−1 , 26
+
0 , 05
2 , 82 | | | | |
+
0 , 05
50
1,21

= |0,015| + |0,020| + |0,038| + |0,017| + |0,0013| 1,21

JFT|30
= 0,11

∆V
KR = x 100%
V

0 , 11
= x 100%
1, 21

= 9,09 %

DK = 100% - KR

= 100% - 9,09

= 90,91%

∆V
AB = 1-Log
V

0 , 11
= 1-Log
1, 21

= 1-Log 0 , 09

= 1-(-1,045)

= 2,045

PF = |V ± ∆ V |

= |1 , 21± 0 , 11|

PFmax = |V + ∆ V |

= |1 , 21+0 , 11|

= 1,32

PFmin = |V −∆ V |

= |1 , 21−0 , 11|

= 1,1

JFT|31
JFT|32
JFT|33

Anda mungkin juga menyukai