0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Pengembangan Pembelajaran MI yang Efektif

Dokumen ini membahas pentingnya analisis capaian pembelajaran dan pengembangan tujuan pembelajaran bagi guru MI, serta pengembangan materi, metode, dan asesmen yang relevan dan holistik. Terdapat juga penjelasan mengenai miskonsepsi yang sering terjadi dalam penerapan tujuan dan asesmen pembelajaran, serta kesalahpahaman terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Penekanan diberikan pada pentingnya proyek P5 sebagai sarana untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa.

Diunggah oleh

naurafaila346
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Pengembangan Pembelajaran MI yang Efektif

Dokumen ini membahas pentingnya analisis capaian pembelajaran dan pengembangan tujuan pembelajaran bagi guru MI, serta pengembangan materi, metode, dan asesmen yang relevan dan holistik. Terdapat juga penjelasan mengenai miskonsepsi yang sering terjadi dalam penerapan tujuan dan asesmen pembelajaran, serta kesalahpahaman terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Penekanan diberikan pada pentingnya proyek P5 sebagai sarana untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa.

Diunggah oleh

naurafaila346
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MANDIRI

MODUL PPP
( PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN )
GURU KELAS MI (GKMI)

Disusun Oleh :

Nama : M. Abdul Khoirifin, [Link].I


LPTK : UIN Raden Mas Said Surakarta
Bidang Studi PPG : Guru Kelas MI (GKMI)

LPTK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA


PPG DALAM JABATAN KEMENAG BATCH IV TAHUN 2025
Pada peta konsep diatas terdapat lima gagasan penting yang perlu diperhatikan dalam
pembelajaran oleh guru MI. diantaranya adalah :

 Pertama : Analisis Capaian Pembelajaran dan Pengembangan Tujuan pembelajaran.


Capaian Pembelajaran (CP) merupakan rujukan utama dalam penyusunan
pembelajaran. CP disusun berdasarkan kompetensi yang diharapkan pada ahir fase
Pendidikan dan mencakup pengetahuan, ketrampilan, serta sikap. CP berfungsi
sebagai arah bagi guru untuk menentukan tujuan pembelajaran dan Menyusun
asesmen pembelajaran.

 Kedua : Pengembangan Materi Pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan


siswa, tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Sehingga dapat mengaitkan
pembelajaran dengan pengalaman mereka sehari-hari.

 Ketiga : Pengembangan Pendekatan, Metode, dan Strategi Pembelajaran yang


melibatkan siswa secara aktif, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi, atau
simulasi.
 Keempat : Pengembangan Alat Peraga, Media, dan Teknologi Pembelajaran yang
mendukung penyampaian materi secara lebih interaktif dan menarik.

 Kelima : Pengembangan asesmen dan Evaluasi Pembelajaran yang holistic, melibatkan


penilaian sikap, ketrampilan, dan pengetahuan, serta Modul ajar dan Proyek P5/PPRA
yang berfokus pada penguatan karakter dan kemampuan siswa untuk berkolaborasi
serta berkontribusi dalam penguatan karakter dan kemampuan siswa untuk
berkolaborasi serta berkontribusi dalam proyek nyata. Projek P5/PPRA merupakan
pendekatan berbasis projek yang bertujuan membentuk karakter pelajar Indonesia
berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan islam moderat. Siswa diberi ruang untuk
menelaah isu actual dan menghasilkan aksi nyata yang berdampak pada lingkungan
sosial mereka.

2. MATERI YANG MISKONSEPSI ATAU YANG MENIMBULKAN SALAH FAHAM DARI


TOPIK 1-8

Beberapa materi yang menimbulkan miskonsepsi dalam penerapan topik-topik


tersebut biasanya terkait dengan Pengembangan Tujuan Pembelajaran dan
Pengembangan Asesmen Pembelajaran. Seringkali tujuan pembelajaran yang disusun
oleh guru belum cukup jelas atau terukur dengan baik, sehingga siswa kesulitan untuk
memahami apa yang diharapkan dari mereka . misalnya, tujuan seperti “ Menjadi
siswa yang baik “ dapat membingungkan siswa karena terlalu abstrak dan tidak dapat
diukur dengan jelas. Hal ini berdampak pada kesulitan siswa untuk mencapai rujukan
tersebut. Demikian juga dalam asesmen, penilaian sering kali hanya berfokus pada
aspek kognitif seperti hafalan atau ujian tulis, sementara aspek sikap dan ketrampilan
yang lebih penting dalam perkembangan karakter siswa kurang mendapat perhatian.

CP dan TP dianggap sama oleh Sebagian pendidik, mungkin mereka mengira CP dan
TP adalah hal yang sama. Karena keduanya mengarah pada hasil belajar. Padahal, CP
adalah tujuan akhir sedangkan TP adalah Langkah-langkah rinci menuju pencapaian
CP.

Asesmen hanya untuk memberi nilai, Masih ada persepsi bahwa asesmen semata-
mata untuk memberi nilai akhir. Padahal, asesmen formatif sangat penting untuk
memberikan umpan balik dan memperbaiki proses pembelajaran secara
berkelanjutan.

Projek P5 dianggap tambahan Pelajaran, Beberapa guru dan siswa menganggap P5


sebagai beban tambahan. Padahal, P5 adalah sarana untuk membentuk karakter dan
ketrampilan abad 21 yang sangat kontekstual dan aplikatif.
ATP harus baku dan tidak fleksibel, Banyak guru mengira ATP adalah dokumen baku
yang tidak bisa diubah. Padahal, ATP sangat fleksibel dan harus disesuaikan dengan
konteks, kebutuhan peserta didik, dan karakteristik satuan Pendidikan.

Implemintasi Kurikulum Merdeka harus serentak dan seragam, Ada kesalah fahaman
bahwa semua sekolah harsu seragam dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.
Padahal, Implemintasinya bersifat bertahap dan menyesuaikan Kesiapan masing-
masing sekolah.

Anda mungkin juga menyukai