CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (KBC)
Nama Madrasah : MAS AL-MUKHLISHIN
Nama Mahasiswa : RIZKIA FITRI
NPM : 2301020094
Mata pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam
(SKI)
Fase E, Kelas / Semester : X (Sepuluh) / I (Ganjil) & II
(Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI)
A. Rasional Sejarah Kebudayaan Islam
Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) merupakan catatan perkembangan
perjalanan hidup manusia dalam membangun peradaban dari masa ke masa.
Pembelajaran SKI menekankan pada kemampuan mengambil ibrah/hikmah
dari sejarah masa lalu untuk menyikapi dan menghadapi permasalahan masa
sekarang serta masa depan. Keteladanan yang baik masa lalu menjadi
inspirasi generasi penerus bangsa untuk menyikapi dan menyelesaikan
fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, IPTEK, seni, dan lain-lain dalam
rangka membangun peradaban di zamannya.
Belajar Sejarah Kebudayaan Islam tidak hanya sekedar mempelajari
pengetahuan, fakta, dan kronologi, tetapi juga mencakup aspek akidah,
akhlak-etik, politik, dan sosial-keagamaan. Dari aspek akidah atau spiritual,
SKI berperan dalam menjaga dan menguatkan keimanan peserta didik, yang
berimplikasi bertambahnya keimanan mereka kepada Allah Swt. dan rasul-
Nya serta meyakini keagungan Islam.
Semua materi dalam SKI dapat dikaitkan dengan dimensi religius, seperti
substansi dan strategi dakwah Rasulullah Saw. periode Mekah, peristiwa
hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw. bahkan pada materi tentang
kebudayaan masyarakat Mekah sebelum Islam. Sehingga guru dituntut
mampu merefleksikan aspek religius untuk menanamkan akidah pada siswa.
Selain itu materi SKI mengandung dimensi akhlak-etik. Sejarah sangat
tepat bagi pembentukan karakter peserta didik melalui telaah suri tauladan,
cinta dan berjuang untuk tanah air, berdedikasi tinggi dalam pengabdian,
tanggung jawab sosial yang besar sehingga dapat membentuk peserta didik
berkarakter kuat, memiliki kemandirian, serta kepedulian terhadap
lingkungannya. Sekaligus sebagai generasi bangsa yang akan memiliki sikap
dan perilaku kuat dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, pembelajaran SKI membutuhkan sosok guru yang mampu
mendesain proses pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Salah satunya
adalah dengan merespon tantangan era digital, yaitu berperan
mengembangkan talenta digital peserta didik melalui pembelajaran SKI yang
lebih menarik, menyenangkan, dan penuh tantangan untuk mendorong
prestasi akademik yang gemilang (science for science). Guru juga harus
menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam pembelajaran untuk
mewujudkan perdamaian dan kedamaian umat manusia (science for peace
of society).
B. Tujuan Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
1. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari
landasan ajaran, nilai-nilai, dan norma-norma Islam yang telah dibangun
oleh Rasulullah Saw. dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan
peradaban Islam.
2. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan
tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini, dan
masa depan.
3. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara
benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah.
4. Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap
peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban umat Islam di masa
lampau.
5. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari
peristiwa-peristiwa bersejarah dalam Islam, meneladani tokoh-tokoh
berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik,
ekonomi, IPTEK, seni, dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan
dan peradaban Islam.
C. Karakteristik Sejarah Kebudayaan Islam
Kurikulum SKI dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Pembelajaran SKI diarahkan untuk menjadikan peristiwa dan tokoh di
masa lalu sebagai keteladanan (ibrah), dan inspirasi bagi peserta didik
dalam menghadapi kehidupan pada masa sekarang dan masa yang akan
datang.
2. Belajar SKI adalah mempelajari kejadian-kejadian di masa lalu untuk
dapat diinterpretasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-
hari.
3. Mengembangkan keseimbangan antara sikap spiritual dan sosial,
pengetahuan dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai
situasi di madrasah dan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
4. Mengembangkan pencapaian kompetensi peserta didik tidak hanya pada
pemahaman keagamaan saja, namun diperluas sampai mampu
menerapkan dalam kehidupan bersama di masyarakat secara istikamah
hingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain melalui proses
keteladanan guru, pembudayaan, dan pemberdayaan lingkungan
madrasah.
5. Menempatkan madrasah sebagai bagian dari masyarakat yang
memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik.
6. Memberi waktu yang cukup untuk mengembangkan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan dengan mengoptimalkan peran caturpusat pendidikan
(madrasah, keluarga, masyarakat, dan tempat ibadah).
7. Mengembangkan capaian pembelajaran berdasar pada prinsip akumulatif,
reinforced (saling memperkuat) dan enriched (memperkaya) antar mata
pelajaran dan jenjang pendidikan.
8. Mengembangkan kurikulum SKI bukan hanya sebagai apa yang harus
dipelajari peserta didik, namun juga mengarusutamakan bagaimana nilai-
nilai positif dari peristiwa dan tokoh di masa lalu terinternalisasi dalam
diri, menjadi warna, dan inspirasi dalam cara berfikir, bersikap, dan
bertindak oleh warga madrasah dalam praksis pendidikan dan kehidupan
sehari-hari.
D. Elemen Sejarah Kebudayaan Islam
Elemen Sejarah Kebudayaan Islam terdiri dari lima elemen kunci beserta
cakupan/substansinya, sebagai berikut:
Elemen Deskripsi
Periode Rasulullah Saw. Menguraikan sejarah masa kenabian
Rasulullah Saw. serta perjuangan
dakwah di Mekah dan Madinah.
Pembelajaran tentang periode
Rasulullah Saw. diharapkan dapat
menekankan pada kemampuan
mengambil hikmah dari sejarah
kenabian Rasulullah Saw. Kemudian
memahami berbagai peristiwa dan
menyerap berbagai kebijaksanaan yang
telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
serta mampu meneladaninya dalam
kehidupan sehari-hari terkait fenomena
sosial budaya, politik, ekonomi, IPTEK,
dan seni dalam rangka membangun
peradaban di zamannya.
Periode Khulafaurasyidin Menguraikan sejarah Islam dalam
proses pemilihan para Khulafaurasyidin
setelah wafatnya Rasulullah Saw. yang
pada periode ini disebut sebagai masa
kepemimpinan terbaik yang demokratis
setelah kepemimpinan Rasulullah Saw.,
selain itu juga menguraikan catatan
sejarah Islam tentang strategi dakwah
para Khulafaurasyidin yakni Abu Bakar
Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman
bin Affan dan Ali bin Abi Thalib dalam
meneruskan kepemimpinan Rasulullah
Saw. yang memiliki strategi berbeda
sesuai dengan perkembangan kondisi
sosial masyarakat waktu itu. Diharapkan
peserta didik dapat mengambil Ibrah
Elemen Deskripsi
dari pembelajaran masa kepemimpinan
Khulafaurasyidin ini, sehingga mampu
untuk menjadi calon pemimpin yang
handal pada zamannya.
Periode Klasik/Zaman Menguraikan sejarah Islam setelah
Keemasan (pada Tahun masa Khulafaurasyidin, yakni masa
650 M) lahirnya Daulah Umayyah di Damaskus
dan Andalusia serta perkembangan
peradaban dan ilmu pengetahuan pada
masa Daulah Umayyah di Damaskus
dan Andalusia, lahirnya Daulah
Abbasiyah serta perkembangan
peradaban dan ilmu pengetahuan pada
masa Daulah Abbasiyah. Diharapkan
peserta didik dapat mengambil ibrah
dari perkembangan peradaban dan ilmu
pengetahuan pada masa periode
klasik/zaman keemasan, sehingga
mampu meneladani semangat tokoh
ilmuwan muslim dalam membangun
peradaban Islam pada zamannya.
Periode Menguraikan sejarah Islam setelah
Pertengahan/Zaman periode klasik yakni memahami proses
Kemunduran (1250 M- lahirnya Daulah Ayyubiyah, Utsmani,
1800 M) Mughal, dan Syafawi, serta memahami
perkembangan peradaban dan ilmu
pengetahuan pada masa Daulah
Ayyubiyah, Utsmani, Mughal, dan
Syafawi. Diharapkan peserta didik dapat
mengambil ibrah dari lahirnya Daulah
Utsmani, Mughal, dan Syafawi serta
perkembangan ilmu pengetahuan pada
Elemen Deskripsi
periode pertengahan tersebut. Aspek ini
akan menjadi keteladanan (ibrah) dan
inspirasi generasi penerus bangsa
dalam menciptakan kehidupan yang
harmonis dalam berbangsa dan
bernegara.
Periode Modern/Zaman Menguraikan sejarah Islam pada periode
Kebangkitan (1800 M- modern di antaranya memahami peran
sekarang) umat Islam pada masa penjajahan,
kemerdekaan, dan pascakemerdekaan.
Diharapkan peserta didik dapat
mengambil ibrah menjadi muslim yang
berwawasan global dan adaptif
terhadap perkembangan zaman.
Periode Islam di Menguraikan sejarah masuk dan
Nusantara berkembangnya Islam di Nusantara,
peran Wali Sanga dan pesantren dalam
dakwah Islam, kerajaan-kerajaan Islam,
nilai-nilai kearifan lokal, serta tokoh
penyebar Islam di berbagai wilayah dan
pendiri organisasi kemasyarakatan
Islam di Indonesia. Diharapkan peserta
didik dapat mengambil ibrah menjadi
muslim moderat.
Capaian Pembelajaran
Fase E (Kelas X Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan)
Pada fase ini terdapat tiga elemen. Elemen yang pertama periode
Rasulullah Saw. di mana peserta didik mampu memahami kebudayaan
masyarakat Mekah dan Madinah sebelum Islam, substansi dan strategi dakwah
Rasulullah Saw. periode Mekah dan Madinah, peristiwa hijrah yang dilakukan
Rasulullah Saw. dan para sahabat, substansi Piagam Madinah (Misaq al-
Madinah), faktor-faktor keberhasilan Fathu Makkah sebagai inspirasi dalam
menerapkan perilaku mulia Rasulullah Saw. di kehidupan masa kini dan masa
depan. Elemen yang kedua periode Khulafaurasyidin di mana peserta didik
mampu memahami proses pemilihan Khulafaurasyidin, substansi dan strategi
dakwah Khulafaurasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan sikap saling
menghargai dan menghormati dalam perbedaan pendapat di kehidupan masa
kini dan masa depan. Sedangkan pada akhir fase E, pada elemen periode
klasik/zaman keemasan (pada tahun 650 M), peserta didik mampu memahami
proses lahirnya Daulah Umayyah, perkembangan peradaban dan ilmu
pengetahuan pada masa Daulah Umayyah di Damaskus dan Andalusia sebagai
inspirasi dalam menerapkan semangat jiwa pembelajar menghadapi tantangan
era digital. Peserta didik dapat memahami proses lahirnya Daulah Abbasiyah,
perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa Daulah Abbasiyah
serta meneladani semangat tokoh ilmuwan muslim dalam membangun
peradaban Islam..
Elemen Capaian Pembelajaran
Periode Rasulullah Saw. Memahami kebudayaan masyarakat
Mekah dan Madinah sebelum Islam,
substansi dan strategi dakwah Rasulullah
Saw. periode Mekah dan Madinah,
peristiwa hijrah yang dilakukan Rasulullah
Saw. dan para shahabat, substansi Piagam
Madinah (Misaq al-Madinah), dan faktor-
faktor keberhasilan Fathu Makkah sebagai
Elemen Capaian Pembelajaran
inspirasi dalam meneladani perilaku mulia
Rasulullah Saw. di kehidupan masa kini
dan masa depan.
Periode Khulafaurasyidin Memahami proses pemilihan
Khulafaurasyidin, substansi dan strategi
dakwah Khulafaurasyidin sebagai inspirasi
dalam menerapkan asas musyawarah,
sikap saling menghargai dan menghormati
dalam perbedaan pendapat di kehidupan
masa kini dan masa depan..
Periode Klasik/Zaman Memahami proses lahirnya Daulah
Keemasan (pada tahun 650 M) Umayyah dan Daulah Abbasiyah,
perkembangan peradaban dan ilmu
pengetahuan pada masa Daulah Umayyah
di Damaskus, Daulah Umayyah di
Andalusia, dan Daulah Abbasiyah sebagai
inspirasi dalam menerapkan semangat
jiwa pembelajar untuk menghadapi
tantangan era digital dan meneladani
semangat tokoh ilmuwan muslim dalam
membangun peradaban Islam.
Tanjung Tiram, 20 November 2025
Mengetahui,
Kepala Madrasah Guru Pamong
Mahasiswa
( RIZKA EKA PUTRA, [Link] ) ( LIS SYARIFAH, [Link].I ) ( RIZKIA
FITRI )