0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Strategi Peningkatan Kepuasan Pasien RSUD

Penelitian ini mengidentifikasi lima strategi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Bandung Kiwari, termasuk pengoptimalan sumber daya manusia dan perbaikan sistem pelayanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara, menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan telah memenuhi harapan pasien. Hasil penelitian menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan komunikasi yang baik antara pasien dan rumah sakit.

Diunggah oleh

fsjarr01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Strategi Peningkatan Kepuasan Pasien RSUD

Penelitian ini mengidentifikasi lima strategi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Bandung Kiwari, termasuk pengoptimalan sumber daya manusia dan perbaikan sistem pelayanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara, menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan telah memenuhi harapan pasien. Hasil penelitian menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan komunikasi yang baik antara pasien dan rumah sakit.

Diunggah oleh

fsjarr01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN : JURNAL EKONOMI USI VOL. 6 NO.

1 (MEI 2024) EISSN: 2302 - 5964

STRATEGI PELAYANAN KESEHATAN DALAM RANGKA


PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN PADA (RSUD) RUMAH SAKIT
UMUM DAERAH BANDUNG KIWARI

Risma Nur Gusminarti


Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Teknologi Digital
e-mail: risma10120137@[Link]

Abstract : Health services are the availability and compliance with standards, becausequality health
services occur when services are carried out in accordance with applicable standards. This research
aims to determine health service strategies in order to increase patient satisfaction at Bandung Kiwari
Regional Hospital and determine the factors that influence it. The research method used was
descriptive qualitative using observation and interviews. Results of this research. The results of this
research are 5 Health Service Strategies to Increase Patient Satisfaction at Bandung Kiwari Regional
Hospital, that the strategies implemented are good and in line with patient expectations. Optimizing
human resources to improve services. This strategy has worked well and is very satisfying to patients,
improving the Health Service System. This strategy is demonstrated by making the outpatient
examination flow mechanism more effective, increasing employee commitment in administering BLU,
it is demonstrated by providing a reward and punishment system to motivate employees to work better.
Again, improving the quality of health services is enough to satisfy patients.
Keywords: Healths Services, Patient Satisfaction

Abstrak : Pelayanan kesehatan adalah tersedia dan dipatuhinya standar, karena pelayanan kesehatan
yang bermutu terjadi apabila pelayanan dilaksanakan sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui strategi pelayanan kesehatan dalam rangka peningkatan kepuasan
pasien di RSUD Bandung Kiwari dan mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhinya. Metode
penelitian: yang digunakan kualitatif deskriptif yang menggunakan observasi dan wawancara. Hasil
dari penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah 5 Strategi Pelayanan Kesehatan Dalam Peningkatan
Kepuasan Pasien Pada RSUD Bandung Kiwari bahwa strategi yang dijalankan sudah baik dan sesuasi
dengan harapan pasien. Mengoptimalkan sumber daya manusia untuk meningkatkan pelayanan.
Strategi ini sudah berjalan dengan baik dan sangat memuaskan pasien, memperbaiki sistem pelayanan
kesehatan strategi ini ditunjukan dengan pengefektifan mekanisme alur periksa pasien rawat jalan,
meningkatkan komitmen pegawai dalam penyelenggara BLU, ditunjukan bahwa dengan pemberian
sistem reward dan punishment untuk memotivasi pegawai agar bekerja lebih baik lagi, meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan sudah cukup memuaskan pasien.
Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, Kepuasan Pasien

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara berkembang dengan kepadatan penduduk yang semakin
meningkat dan jumlah penduduk yang terus meningkat baik dari segi moralitas maupun kependudukan
(Rika et al., 2020). Penting pelayanan kesehatan terletak pada ketersediaan dan kepatuhan terhadap
standar yang berlaku,pelayanan kesehatan yang berkualitas hanya dapat tercapai jikadilakukan sesuai
dengan standar yang telah ditetapkan. Secara umum, pihak berwenang menghadapi banyak perbedaan
ketika melaksanakan layanan kesehatan (Firmansyah & Gunawan, 2022).
Pelayanan kesehatan merupakan inti kelangsungan hidup suatu institusi, penyedia layanan
kesehatan diharapkan untuk merangkul revolusi kualitas terintegrasi sebagai persyaratan yang tidak
dapat dihindari. Institusi pendidikan tidak bisa mengabaikan hal ini jika ingin tetap relevan dan
berkembang disisi lain, diperlukan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan untuk
meningkatan kepuasan (Fanny et al., 2021).

This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License 1
MANAJEMEN : JURNAL EKONOMI USI VOL. 6 NO. 1 (MEI 2024) EISSN: 2302 - 5964

Kepuasan adalah keadaan yang dirasakan pasien setelah mengalami suatu tindakan yang
memenuhi harapan (Riyadin, 2019). Pasien merasa puas apabila pelayanan yangditerimanya
setidaknya melebihi harapannya. Pasien akan merasa tidak puas jika hasilnya tidak sesuai keinginan.
Rumah sakit merupakan salah satu institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat dan turut serta dalam meningkatkan standar kesehatan. Sebab itu, penyedia
layanan kesehatan khususnya rumah sakit perlu meningkatkan kualitas tidak hanya layann kuratif
tetapi juga layanan preventif (Kemenkes RI, 2020). Namun berbagai fasilitas rumah sakit yang unggul,
pasien yang hanya puas dengan seringkali merasa tidak nyaman dengan pelayanan rumah sakit
(Nurhasma et al., 2021).
RSUD Bandung Kiwari menyediakan beragam fasilitas, namun demikian, hal ini belum
memadai untuk mencapai hasil yang optimal. Kerap terjadi keluhan pada pasien yaitu dengan
kurangnya standar kualitas pelayanan medis yang tidak sesuai harapan pasien, ruang tunggu
pengambilan obat yang rentan lama, efektivitas tindak lanjut terhadap keluhan pasien dan tempat
parkir yang terbatas. Dengan adanya keluhan tersebut tentunya dapat menjadikan acuan dalam
pembenahan layanan agar memberikan kepuasan yang [Link] penemuan sementara bahwa
masih terdapat keluhan pada pasien terkait dengan pelayanan kesehatan. Hal ini bahwa masih harus
meningkatkan pelayanan kesehatan.
Rumusan Masalah
1. Strategi apa yang dilakukan dalam sistem pelayanan Kesehatan untuk meningkatkan kepuasan
pasien di RSUD Bandung Kiwari?
2. Apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan
kepuasan pasien di RSUD Bandung Kiwari?
Tujuan
1. Untuk mengetahui strategi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kepuasan pasien RSUD
Bandung Kiwari
2. Untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi strategi pelayanan medis untuk
meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Bandung Kiwari

KAJIAN TEORI
Pelayanan Kesehatan
Menurut pandangan (Mamik, 2017) pelayanan kesehatan didefinisikan sebagai kegiatan yang
tidak terlihat secara fisik yang terjadi akibat interaksi antara pelanggan dan pegawai. Dalam suatu
organisasi, tujuan utama adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan, mengobati penyakit, serta
memulihkan kesehatan pasien melalui tindakan yang dilakukan baik individu maupun kolektif.
(Notoatmodjo, 2017) mengatakan pelayanan kesehatan pada dasarnya mengedepankan
pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Pelayanan promotif meliputi upaya
peningkatan kesehatan pasien dan pelayanan preventif untuk mencegah agar pasien tidak jatuh sakit
agar terhindar dari penyakit. Menurut (Alma, 2019) dimensi mengenai pelayanan kesehatan yaitu :
Bukti langsung (Tangible), Kehandalan (Reability), Daya tanggap (Responsiveness), Jaminan
(Assurance), Empati (Empathy), Akses (Access), Komunikasi (Communication) dan Pemahaman pada
pelanggan (Understanding the customer).
Kepuasan Pasien
Kepuasan pasien dapat diartikan sebagai serangkaian evaluasi terhadap intervensi medis
terhadap masalah kesehatan yang dihadapi pasien. Kepuasan berkaitan dengan perasaan yang
dirasakan oleh seseorang setelah membandingkan pengakuannya dengan kinerjanya dan mengacu
pada sikap pasien terhadap pelayanan rumah sakit dan biasanya digunakan sebagai indikator untuk
mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit.
Menurut (Rangkuti & Freddy, 2018) Kepuasan pasien di definisikan sebagai perasaansenang
dan kecewa yang dirasakan dan diharapkan seseorang, dengan kepuasan seseorang berarti terpenuhnya
kebutuhan yang diinginkannya. Adapun indikator kepuasan pelanggan menurut (Imbalo, 2015) yaitu;
1) kepuasan terhadap akses layanan kesehatan, 2) kepuasan terhadap mutu pelayanan kesehatan, 3)
kepuasan terhadap proses layanan kesehatan.

This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License 2
MANAJEMEN : JURNAL EKONOMI USI VOL. 6 NO. 1 (MEI 2024) EISSN: 2302 - 5964

Hasil penelitian (Botha, 2020) menyatakan bahwa kualitas pelayanan kesehatan berpengaruh
pada rumah sakit umum daerah dr. Moewardi Surakarta. Sejalan dengan penelitian sebelumnya
(Agustina et al., 2023) menunjukan bahwa strategi pelayanan kesehatan untuk kepuasan pasien
memiliki dampak yang sama terhadap pada upt puskesmas tanajung morawa. Begitu pun, (Budiman &
Mulyanti, 2023) menurut penelitiannya strategi pelayanan kesehatantentunya berpengaruh dalam
rangka peningkatan kepuasan pasien.

METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
Populasi merupakan sejumlah subjek besar yang memiliki kesempatan yang sama untuk
dipilih menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2017). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
karyawan RSUD Bandung Kiwari dan pasien rawat jalan di RSUD Bandung Kiwari berjumlah 20
orang. Sampel adalah sebagain dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu sehingga dapat
mewakili populasi tersebut. Puposive sampling melibatkan pengambilan sampel non - acak yang
dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi danwawancara.
Metode Analisis Data
Data yang dipilih untuk penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Metode yang
digunakan untuk menganalisis dataadalah reduksi data dan penarikan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Pelayanan kesehatan data hasil penelitian yang diperoleh dengan wawancara dilakukan
peneliti kepada karyawan dan keluarga pasien RSUD Bandung Kiwari. Adapun saat wawancara pada
karyawan dan pasien RSUD Bandung secara langsung di lokasi penelitian.
Hasil penelitian ini sesuai fakta lapangan, adapun strategi dalam sistem pelayanan kesehatan
untuk meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Bandung Kiwari serta faktor - faktor yang
berpengaruh terhadap strategi pelayanan kesehatan guna meningkatkan kepuasan pasien.
Untuk mengetahui dan menilai bagaimana strategi pelayanan kesehatan yang dilakukan untuk
meningkatkan kepuasan pasien di RSUDBK. Mengoptimalkan sumber daya manusia untuk
meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan pelatihan - pelatihan kepada tenaga media rumah
sakit yang bekerja langsung berhadapan dengan pasien, diberlakukan pada pegawai tenaga medis.
Kararakteristik operasi dari pelayanan yang telah diterima pasien sangat berpengaruh pada kepuasan
yang dirasakan.
Hasil data yang telah diketahui pada karyawan dan informan dalam peningkatan
profesionalisme SDM, pihak RSUD Bandung Kiwari melakukan pendidikan dan pelatihan kepada
para pegawai tenaga medis untuk menuju cara kerja yang efektif dan efisien dengantewujudnya
pelayanan yang baik.
Memperbaiki sistem pelayanan kesehatan guna mewujudkan pelayanan prima, sistem
pelayanan yang ada ini dinilai belum memadai untuk memberikan pelayanan prima kepada publik.
Pelayanan pelanggan mempunyaiperanan dalam apabila pasien akan merasa puas jika menerima
pelayanan yang baik dan memenuhi harapannya.
Mengefektifkan sistem mekanisme pelayanan perikss pasien, melalui data peneliti temukan
dari lapangan yaitu pengumpulam data dari informan bahwa dengan memperbaiki sistem pelayanan
medis di RSUDBK dengan pengefektifan pelayanan instalasi rawat jalan sesuai dengan prosedur yang
ada hanya tetapi dalam pelaksanaanya tidak dapat diraih efektifitasnya sedangkan pengoptimalan
standar operasional sudah baik dan cukup memuaskan pasien.
Meningkatkan komitmen pegawai dalam penyelenggara BLU (Badan Layanan Umum),
dengan meningkatkan komitmen pegawai melalui penerapan sistem reward dan punishment pada
penerapan sistem reward tersebut untuk memotivasi pegawai yang memberikan pelayanan kesehatan
yang lebih kepada pasien. Memberikan kesempatan kepada SDM medik dan non - medik dalam
pengembangan kualitas dari pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan sesuai bidangnya di rumah
sakit.

This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License 3
MANAJEMEN : JURNAL EKONOMI USI VOL. 6 NO. 1 (MEI 2024) EISSN: 2302 - 5964

Data yang telah diketahui pada wawancara oleh karyawan RSUD Bandung Kiwari ini bahwa
dalam program meningkatkan komitmen pegawai melalui pemberian sistem reward dan punishment
serta sistem diklat bagi Sumber Daya Manusia (SDM) medik dan non medik dapat menunjang kinerja
para pegawai untuk mengoptimalkan penyelenggara RSUD Bandung Kiwari sebagai Badan Layanan
Umum (BLU).
Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, perbaikan pelayanan kepada pasien untuk
meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan yakni salah satu faktor pendukung dan faktor
penunjang pelaksanaan pelayanan rumah sakit. Dengan tersedianya fasilitas yang memadai diharap
dapat memperlancar dalam proses pelaksanaan pelayanan dan dapat mempengaruhi penilaian pasien
terhadap pelayanan yang telah mereka diterima.
Dari data hasil wawancara dengan keluarga pasien dan petugas rumah sakit bahwa dengan
pengoptimalan dari sumber daya manusia untuk memanfaatkan sarana dan prasarana serta
menyempurnakan manajemen dan administrasi rumah sakit. Demikian tidak hanya pasien yang merasa
puas terhadap pelayanan RSUD Bandung Kiwari tetapi RSUD Bandung Kiwari juga dinilai semakin
maju.
Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang jenis pelayanan kesehatan, strategi yang
digunakan yakni promosi kesehatan melalui radio, wawancara tv (talk show tentang kesehatan), live
instagram dengan mengadakan Q n A, mengadakan penyuluhan ketiap sekolah dan memasarkan serta
memperkenalkan melalui pameran - pameran.
Faktor Yang Menghambat berdasarkan data dan wawancara kepada informan pada RSUD
Bandung Kiwari mengenai faktor yang menghambat strategi pelayanan kesehatan dalam rangka
peningkatan kepuasa pasien yakni bagian instalasi farmasi saat pengambilan obat mengalami antrian
panjang, sarana dan prasarana yang memadai dapat memperlancar pelayanan kesehatan pada rumah
sakit. Mengenai administrasi yang tentunya tidak valid yang menjadi pegawai harus lebih
memperdalam lagi dalam bagiannya, yang berarti pada proses verifikasi masih membutuhkan waktu
lama sehingga pasien yang masih harus menunggu karena lamanya verifikasi. Kurangnya fasilitas
yang menyebabkan pelayanan belum maksimal seperti halnya tempat parkir motor yang tidak terlalu
luas. Hasil Penyataan dari pegawai RSUD Bandung mengatakan bahwa sarana dan prasana adlah
faktor penting dalam pelayanan kesehatan, tetapi kurangnya sarana dan prasana yang dimilki rumah
sakit mengakibatkan pelayanan menjadi kurang optimal.
Faktor Yang Mendukung diwujudkan dengan respon petugas yang cepat tanggap dalm
penanganan keluhan dan juga terjalinnya komunikasi yang baik antara pasien dan pihak rumah sakit.
RSUD Bandung Kiwari menggunakan kotak saran dan temapat pengaduan yang dinamakan
“senjakajaya”. Penanganan dari keluhan dengan mentindak lanjuti secara komprehensif dengan
mengindentifikasi masalah yang menjadi penyebab pelanggan merasa tidak puas. Dalam menangani
keluhan yang ada pihak rumah sakit berempati terhadap pelanggan dan mendengarkan keluhan pasien,
maka dari itu diupayakan pemecahan masalah. Menurut salah sau pegawai rumah sakit RSUD
Bandung Kiwari menjelaskan bahwa jalinan komunikasi antara pasien dan pihak rumah sakit sangat
dibutuhkan sehingga saling mengisi satu sama lain dan pihak rumah sakit juga sesegara mungkin akan
menindaklanjuti keluhan yang ada.
Pelayanan kesehatan dengan menggunakan strategi yang terbukti efektif memerlukan tindak
lanjut untuk memastikan bahwa upaya yang dilakukan dapat dilanjutkan di masa depan. Asumsinya,
cukup representatif untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan rumah sakit guna mencapai outcome
layanan yang lebih baik lagi.

PENUTUP
Kesimpulan
Mengoptimalkan sumber daya manusia untuk meningkatkan pelayanan. Strategi ini sudah
berjalan dengan baik dan sangat memuaskan pasien. Hal ini ditunjukan dengan kecepatan dan
kenyamana perawat tenaga medis dalam memberikan pelayanan keperawatan.
Memperbaiki sistem pelayanan kesehatan untuk mencapai pelayanan yang unggul, strategi ini
tercermin dari mekanisme alur periksa pasien rawat jalan yang lebih efektif, namun implementasinya
belum mencapai efektivitas.

This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License 4
MANAJEMEN : JURNAL EKONOMI USI VOL. 6 NO. 1 (MEI 2024) EISSN: 2302 - 5964

Meningkatnya keterlibatan pegawai dalm pengelolaan BLU (Badan Layanan Umum)


tercermin dari pemberian sistem reward untuk memotivasi pegawai agar bekerja lebih baik. disisi lain,
RSUD Bandung Kiwari memberikana pegawainya untuk mengikuti diklat sdm medik dan non medik
untuk meningkatkan kinerja pegawai.
Pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, meskipun peningkatan pelayanan sudah
cukup baik dan memuaskan pasien, namun masih terdapat hambaatan pada area pelayanan fasilitas
instalasi farmasi sehingga mengakibatkan antrian panjang dan waktu pengobatan yang lama.
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang jenis layanan kesehatan yang tersedia telah
berhasil. Diantaranya kerja sama dengan kementrian kesehatan, media cetak maupun elektronik,
promosi melalui radio, melalui live di instagram, talkshow di tv, dan pemasangan TV yang memuat
tentang profil RSUD Bandung Kiwari
Adapun faktor penghambat strategi pelayanan kesehatan dalam rangka peningkatan kepuasan
pasien kurangnya sarana dan prasarana, instalasi farmasi saat pengambilan obat dengan antrian yang
panjang. Proses verifikasi masih membutuhkan waktu lama ditunjukan dengan pasien yang harus
menunggu karena lamanya proses verifikasi. Kapasitas tempat parkir motor yang tersedia belum
mencukupi yang dikarenakan tempat parkir yang minim.
Saran
Dalam mekanisme alur pelayanan periksa pasien ditemukan bahwa dalam proses verifikasi
data pasien masih terlalu lama, sebaiknya sumber daya manausia (SDM) RSUD Bandung Kiwari
bagian pendaftaraan lebih mengefektifkan waktu dalam proses verifikasi sehingga pasien tidak terlalu
lama menunggu. Perbaikan pelayanan yang berkaitan waktu tunggu dan waktu proses pelayanan pada
instalasi farmasi ditemukan bahwa saat pengambilan obat membuat antrian panjang serta lama dan
untuk bagian farmasinya atau petugasnya satu orang. Jadi sebaiknya RSUD Bandung Kiwari ini dapat
menambah beberapa orang untuk petugasnya agar tidak kewalahan, dan dengan menambah petugas
menjadi mempercepat pasien dalam pengambilan obat.

DAFTAR PUSTAKA
Agustina, D., Amalia, I., & Rahmah, L. A. (2023). Kepuasan Pasien Di Upt Puskesmas Tanjung
Morawa. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4, 894–899.
Alma, B. A. (2019). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Alfabeta.
Botha, H. H. (2020). Kualitas Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi
Surakarta. Scientific Journal of Public Management and Public Policy, 4(1), 53–67.
Fanny, N., Nugraheni, S. W., & Hidayatillah, S. A. (2021). Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Rs
Muhammadiyah Selogiri Wonogiri. Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
(SIKesNas), 000, 83–90.
Firmansyah, Y., & Gunawan, W. (2022). Pemberlakuan Clinical Pathway Dalam Pemberian Layanan
Kesehatan Dan Akibat Hukumnya. Paper Knowledge . Toward a Media History of
Documents, 5(1), 536–573.
Imbalo, P. (2015). Jaminan Mutu Pelayanan Kesehatan. EGC.
Kemenkes RI. (2020). Permenkes No 3 Tahun 2020 Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.
Tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, 3, 1–80.
[Link]
Mamik. (2017). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Dan Kebidanan. Zifatama Jawara.
Notoatmodjo, S. N. (2017). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta.
Nurhasma, N., Rijal, A. S., & Azis, R. (2021). Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan Dengan
Kepuasan Pasien Rawat Inap Pada Rsup Dr Tadjuddin Chalid Makassar. J-KESMAS : Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 7(2), 90. [Link]
Pulungan, F. A., Saragih, L., & Damanik, E. O. P. (2023). Pengaruh Store Atmoshphere Dan Kualitas
Layanan Terhadap Keputusan Pembelian KFC Di Pematangsiantar. Manajemen: Jurnal
Ekonomi, 5(1), 35-46
Rangkuti, & Freddy. (2018). Measuring Customer Satisfaction. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Rika, A., Anisah, A., Dewi, & Purnama, N. (2020). Peran Penting Kelengkapan Rekam Medik di
Rumah Sakit. Baiturrahmah Medical Journal, 1(1), 69–76.
Riyadin. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat Keluarga Berencana di

This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License 5
MANAJEMEN : JURNAL EKONOMI USI VOL. 6 NO. 1 (MEI 2024) EISSN: 2302 - 5964

Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung (Studi Kasus Pada Desa Pekalongan). Jurnal
Simplex, 2(1), 41–50.
Ritonga, J., & Girsang, R. M. (2019). Pengaruh Kreativitas Dan Kualitas Pelayanan Terhadap
Kepuasan Peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pematangsiantar. Manajemen : Jurnal
Ekonomi, 1(1). [Link]
Rocky Fransiskus Budiman, & Dety Mulyanti. (2023). Strategi Peningkatan Kepuasan Pasien Dan
Kualitas Pelayanan Di Rumah Sakit Dalam Perspektif Tinjauan Teoritis. DIAGNOSA: Jurnal
Ilmu Kesehatan dan Keperawatan, 1(2), 65–73. [Link]
widyakarya.v1i2.180
Sinaga, J. E., & Simatupang, P. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Go-Food Di Kota PematangSiantar (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas
Simalungun Pematangsiantar). Manajemen : Jurnal Ekonomi, 1(1).
[Link]
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi. Alfabeta.

This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License 6

Anda mungkin juga menyukai