0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Andragogi dalam Pembelajaran Mahārah Al-Kitābah

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pendekatan andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah di LPBA Nurul Jadid, yang menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan 100% siswa mencapai penguasaan dalam menyusun kalimat yang benar, dengan 80% responden setuju dan 90% sangat setuju terhadap metode pembelajaran ini. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan andragogi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam menulis.

Diunggah oleh

rizqiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan8 halaman

Andragogi dalam Pembelajaran Mahārah Al-Kitābah

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pendekatan andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah di LPBA Nurul Jadid, yang menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan 100% siswa mencapai penguasaan dalam menyusun kalimat yang benar, dengan 80% responden setuju dan 90% sangat setuju terhadap metode pembelajaran ini. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan andragogi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam menulis.

Diunggah oleh

rizqiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN (Print): 2655-6162

ISSN (Online): 2655-8025

Vol. 4 No. 2 July 2022 | Page 37-44

Journal Homapage: [Link]

Pendekatan Andragogi dalam Pembelajaran


Maharah Al-Kitabah di LPBA Nurul Jadid
Moh. Ulum, Lailatul Hadawiah*)
Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia

DOI: [Link]

ABSTRACT

Keywords: LPBA Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo has implemented an andragogy approach
LPBA, andragogy in learning mahārah al-kitābah. This research oriented to measure the effectiveness of
approach, mahārah al- andragogy implementation in mahārah al-kitābah learning at LPBA. In this research, the
kitābah researcher conducted qualitative and quantitative approaches. Researcher collected data
through interview techniques, observation, documentation, tests, and also questionnaires.
The object of the research was LPBA students. Through this research, it was found that
1) the learning process using an andragogy approach was more effective and had a great
influence on students who were shown to easily express their ideas or feelings in written
form; 2) the test results showed that the respondents were declared complete 100% in the
mastery of compiling correct sentences in accordance with the rules of Arabic writing; and
3) based on the results of a questionnaire, an average of 80% stated "Agree" through closed
questions and 90% "Strongly Agree" through open questions. This finding indicates that
the implementation of the andragogy approach in learning mahārah al-kitābah can increase
students' interest in learning.

Kata Kunci: LPBA Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo telah mengimplementasikan pendekatan
LPBA, pendekatan andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah. Riset ini bertujuan untuk mengukur
andragogi, mahārah al- keefektifan implementasi andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah di LPBA. Dalam
kitābah riset ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Peneliti mengumpul­
kan data melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan juga angket. Objek
risetnya adalah siswa LPBA. Melalui riset ini ditemukan 1) proses pembelajaran meng­
gunakan pendekatan andragogi lebih efektif dan memberikan pengaruh yang besar ter­
hadap siswa yang ditunjukkan dengan mudah mengekspresikan ide atau perasaan mereka
dalam bentuk tulisan; 2) hasil tes menunjukkan bahwa responden dinyatakan tuntas 100%
dalam penguasaan menyusun kalimat yang benar sesuai dengan kaidah penulisan bahasa
Arab; dan 3) berdasarkan hasil angket rata-rata sebesar 80% “Setuju” melalui pertanyaan
tertutup dan 90% "Sangat Setuju" memalui pertanyaan terbuka. Temuan ini mengindikasikan
implementasi pendekatan andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah dapat me­
ningkat­kan minat belajar siswa.
Article history:
Received 29 March 2022
Received in revised form 21 Mey 2022
Corresponding author: Accepted 29 Mey 2022
[Link]@[Link] (Hadawiah) Available online 02 July 2022

Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022 37


1. Pendahuluan

Pembelajaran yang dilaksanakan pada Madrasah Aliyah (MA) umumnya masih menggunakan pen­
dekatan pedagogi dengan sistem siswa belajar menirukan apa yang diucapkan dan di­perintahkan oleh
guru dan juga menggunakan sistem transfer ilmu sehingga siswa cenderung kurang aktif berfikir dan
terkadang enggan untuk aktif. Pendekatan andragogi merupakan sebuah cara atau seni dalam mem­
bimbing orang dewasa belajar. Pendekatan andragogi dapat mengembangkan diri siswa dalam dunia
pendidikan yang dilakukan tanpa adanya paksaan (Suprijanto, 2012) sehingga pendekatan ini me­nekan­
kan kepada sebuah kesadaran diri dan sifat kemandirian dalam proses belajar. Pendekatan andra­gogi
dapat membuat proses pembelajaran yang dilakukan lebih sistematis dan berkelanjutan yang ditujukan
pada manusia dewasa untuk perubahan pengetahuan, sikap, nilai, dan juga meningkatkan ke­terampilan
menulis bahasa Arab (mahārah al-kitābah). Pembelajaran mahārah al-kitābah terkadang sukar diajarkan
dan dianggap kegiatan yang harus memperhatikan serta memahami aturan atau kai­dah pe­nulisan secara
berlebihan. Mahārah al-kitābah merupakan sebuah kegiatan komunikasi yang tidak me­mer­lukan sebuah
stress nada seperti pada mahārah al-kalām sehingga pelajar harus memiliki ke­pandaian dalam mengatur
kata dan kalimat dalam menyampaikannya secara tertulis.
Setyawan (2017) pernah meriset tentang andragogi yang berjudul "Pendekatan Andragogi dalam
Pembelajaran Bahasa Arab". Kajian literatur yang dibahasnya ini mengarah pada simpulan bahwa de­
ngan andragogi dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dalam bentuk keterampilan da­
lam berbahasa Arab. Riset tersebut masih global untuk menjawab bagaimana jika diaplikasikan da­lam
kompetensi menulis seperti riset yang sekarang ditulis dalam artikel ini. Kuraedah (2015) me­nyebut
menulis dapat mengukur kualitas keilmuan seseorang dan spesialisasi keilmuan seseorang di­karenakan
kemampuan menulis merupakan suatu aktivitas dalam mengekspresikan kemampuan ber­fikir serta
wahana komunikasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Mahārah al-kitābah merupakan ke­terampil­
an yang dibutuhkan pada masa sekarang. Mahārah ini menjadi salah satu cara untuk meng­ungkap­­kan
perasaan, pikiran, dan cita-cita atau segala hal yang dirasakan dan dipikirkan oleh manusia. Me­nulis
merupakan aktivitas yang membutuhkan kemampuan berpikir secara terstruktur dan logis serta meng­
implementasikan kaidah penulisan secara benar (Hermawan, 2014; Rahmawati, 2018).
Pembelajaran mahārah al-kitābah pada siswa jenjang MA berbeda dengan jenjang di bawahnya.
Siswa MA sudah bisa dikatakan dewasa apabila ditinjau dari 3 komponen. Komponen pertama dari
umurnya, apabila seseorang sudah mencapai umur 16-18 tahun maka seseorang tersebut sudah bisa
dikategorikan sebagai orang dewasa. Komponen kedua dari psikologisnya, apabila seseorang sudah bisa
bertanggung jawab, mandiri, dan bisa mengkontrol emosi maka orang tersebut sudah bisa dikategorikan
orang dewasa. Komponen ketiga dari biologisnya, di mana ada beberapa perubahan bentuk tubuh baik
pada laki-laki atau perempuan. Jika ketiga hal itu ada pada seseorang maka bisa dikategorikan sebagai
orang dewasa (Rosidin, 2013). Pendewasaan termasuk suatu proses perubahan perilaku dalam jangka
panjang yang disebabkan dari pertumbuhan fisik maupun mental (Sumar, 2018).
LPBA yang diteliti dalam riset ini berada di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Lembaga ini memiliki program khusus kebahasaan yakni program Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Di
lembaga ini bukan hanya belajar mahārah al-kalām saja tetapi siswa juga belajar aktif dalam mahārah
al-kitābah. Siswa yang berada di LPBA kebanyakan siswa MA yang bisa dikatakan sebagai siswa yang
mandiri sehingga proses pembelajaran bisa menggunakan pendekatan andragogi. Melalui riset ini peneliti
ingin menjajaki implementasi pendekatan andragogi dalam mahārah al-kitābah di LPBA dan juga ingin
mengetahui efektifitas implementasi pendekatan andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah.
Melalui pendekatan andragogi akan mampu melahirkan kreativitas pembelajaran dan memotivasi belajar
siswa dalam belajar bahasa Arab sehingga siswa dapat menggali dan mengembangkan skill khususnya
dalam bidang mahārah al-kitābah.
Pendekatan andragogi memiliki beberapa unsur hukum belajar yang cocok digunakan untuk siswa
MA, yaitu: (1) keinginan belajar; (2) pengertian terhadap tugas; dan (3) hukum asosiasi (me­munculkan ide
dan dihubungkan dengan fakta) (Suprijanto, 2012). Pendekatan andragogi memiliki prinsip dalam proses
belajar yang tidak dimulai dengan materi pembelajaran melainkan memerhatikan masalah-masalah yang
terjadi kepada objek pembelajaran sehingga dengan adanya prinsip antara siswa dan guru akan saling
meng­ adakan pertukaran pengalaman. Adapun prinsip-prinsip pendekatan andragogi yaitu memiliki
nilai manfaat, kesesuaian dengan pengalaman, berhubungan dengan permasalahan se­hari-hari, nilai

38 Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022


yang praktis dan menarik, bersikap partisipasi aktif, bersikap kerjasama, pembelajaran yang efektif dan
tidak monoton, metode pembelajaran yang bervariasi, dapat menghilangkan rasa takut, dapat memberi
arah­an dan motivasi, dan dapat memiliki sikap antusiasme (Setyawan, 2017). Pen­dekat­an Andragogi
memberikan ruang kepada siswa untuk bisa menganalisis lingkungannya yang ber­tujuan menggali lebih
dalam pandangan pribadi mereka tentang relasinya dengan lingkungan serta untuk menumbuhkan sikap
percaya diri terhadap kemampuan diri dalam memunculkan kreativitas.

2. Metode

Pembelajaran bahasa Arab bagi anak-anak dan usia dewasa memiliki perbedaan cara. Pembedaan
cara pembelajaran ini menurut pengamatan kami kurang mendapat perhatian sehingga pembelajaran
bahasa Arab tidak dilatari sesuai peruntukan pembelajar. Andragogi dalam riset ini ditujukan untuk
pembelajaran kompetensi menulis bahasa Arab yang didesain dengan pendekatan andragogi. Bagaimana
perlakuan dalam belajar untuk orang dewasa menjadi kunci kesuksesan dalam belajar bahasa Arab.
Dengan pembelajaran yang menimbang segi usia, target pembelajaran akan lebih mudah tercapai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mix method). Proses penelitian kua­li­
tatif, menekankan deskripsi kemudian menjabarkan secara rinci terhadap proses yang dilakukan pada
saat penelitian. Penelitian dengan menggunakan metode kualitatif ini melahirkan hasil deskriptif be­
rupa ucapan, tulisan dan perilaku-perilaku orang yang diamati (Ghony, 2012). Peneliti dapat mengenali
subjek dan merasakan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pada ranah kuan­
titatif dalam riset ini digunakan dalam memetakan sampel atau populasi tertentu (Sugiyono, 2018).
Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, juga analisis datanya memanfaatkan analisis
deskriptif data. Objek penelitian ini merupakan siswa Lembaga Pengembangan Bahasa Asing (LPBA)
Pondok Pesantren Nurul Jadid yang masih aktif di SLTA (SMA Nurul Jadid, MA Nurul Jadid, dan SMK
Nurul Jadid). Sampel yang diambil sebanyak 10 siswa.
Adapun pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik
yaitu teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Melalui teknik observasi peneliti me­
laksana­kan pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian untuk menghasilkan data secara akurat
ter­hadap fokus permasalahan yang ditemukan di tempat penelitan. Dalam teknik wawancara, peneliti
melakukan wawancara terstruktur, di mana wawancara ini menanyakan dengan pertanyaan yang sesuai
dengan apa yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Teknik dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan
data, pemilihan data dan pengolahan data serta penyimpanan informasi yang berupa bukti yang akurat
seperti gambar, kutipan, video dan bahan referensi yang lainnya.

3. Hasil dan Pembahasan

Secara etimologi andragogi berasal dari bahasa Latin “Andros” yang bermakna leksikal “orang dewasa”
dan “agogos” yang bermakna “memimpin atau melayani” (Waspodo, 2009). Pendekatan andragogi atau
bisa disebut sebagai pendidikan orang dewasa adalah salah satu langkah yang mengarahkan orang
dewasa saat belajar. Orang dewasa merupakan pribadi yang memiliki banyak pengalaman, kecakapan,
pengetahuan, dan juga memiliki keterampilan dalam permasalahan hidup dengan kemandiriannya
(Sujarwo, 2007). Adapun konsep pendekatan andragogi berbeda dengan pendididkan pedagogi atau
pen­­­didikan untuk anak-anak. Andragogi merupakan ilmu yang menuntun atau mendidik manusia, mem­
bentuk sikap dan kepribadian seutuhnya agar manusia mampu menjadi manusia yang mandiri di tengah-
tengah lingkungan sosialnya (Budiwan, 2018), tumbuh dan perkembangan personal pada konsep dirinya
yang berorientasi pada kematangan diri sehingga mereka dapat bergerak dari ketergantungan menuju
pengarahan terhadap diri sendiri. Orang dewasa pada dirinya terdapat konsep diri yang mandiri sehingga
ia membutuhkan penilaian dari orang lain.
Pendidikan orang dewasa menjadi sebuah cara untuk memunculkan serta menumbuhkan keinginan
dalam bertanya dan memunculkan keinginan untuk terus belajar berkesinambungan sepanjang hidup.
Orang dewasa dalam belajar sangat menyukai berbagai macam metode pembelajaran. Orang dewasa
juga memiliki pemahaman yang lebih cepat daripada anak-anak karena mereka dapat memahami materi
yang diberikan menggunakan metode pembelajaran yang bermacam-macam. Andragogi juga merupakan
pendekatan dalam kegiatan pembelajaran yang bisa memudahkan orang dewasa dalam menemukan

Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022 39


serta memanfaatkan ilmunya yang berhubungan tentang lingkungan sosial, budaya, dan juga bisa dengan
mudah merangsang pertumbuhan dan kesehatan yang baik bagi diri sendiri maupun kepada masyarakat.
Pendidikan andragogi juga merupakan kegiatan-kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh orang dewasa
dalam aktivitas keseharian mereka. Mereka memanfaatkan waktu dan tenaga hanya sebagian saja agar
mendapatkan tambahan ilmu pendidikan.
Andragogi menjadikan individu sebagai subjek pendidikan (Rusdiana & Arifin, 2020). Pendekatan
andaragogi memberikan ruang kepada siswa untuk bisa menganalisis lingkungannya yang bertujuan me­
ningkat­kan pandangan mereka tentang interaksinya dengan lingkungan beserta menumbuhkan sikap
percaya diri terhadap kemampuan dirinya dalam memunculkan kreativitas berupa tindakan (Malik, 2008).
Andragogi bagi orang dewasa merupakan pembelajaran yang dipandang sebagai tranformasi, yakni
mempelajari kembali (relearning), mengubah (modifying), mengganti (replacing) dan memperbaharuhi
(updating) (Bagaskara, 2019).
Pembelajaran bahasa Arab pada umumnya mempunyai empat mahārah yang harus dikuasai, yaitu
mahārah al-qirā’ah (keterampilan membaca), mahārah al-kitābah (keterampilan menulis), mahārah
istimā’ (keterampilan menyimak), dan mahārah al-kalām (keterampilan berbicara) (Sholehuddin & Wijaya,
2019). Mahārah al-kitābah dalam bahasa Arab berasal dari fi’il māḍi ‫ مهر‬yang kemudian berubah bentuk
menjadi maṣdar ‫ مهارة‬yang memiliki makna keterampilan. Sedangkan kata kitābah berasal dari bahasa
Arab yaitu ‫ كتابة‬-‫ كتابا‬-‫ يكتب‬-‫ كتب‬yang berwazan ‫ يفعل‬-‫ فعل‬yang memiliki makna tulisan (Muradi, 2016).
Mahārah al-kitābah memiliki tujuan penting dalam pembelajaran bahasa Arab terhadap siswa. Mereka
dapat secara mudah untuk mencapai dalam merangkai dan membentuk fikiran dalam menuangkan dan
menuliskannya secara lancar, jelas, dan juga komunikatif (Atika & Muassomah, 2020).
Implementasi pendekatan andragogi di LPBA diterapkan dalam segala kegiatan, bukan hanya di
bidang keilmuan saja melainkan dalam sikap kesehariannya juga. Di bidang keilmuannya pun bukan
hanya mengarah pada mahārah al-kalām tetapi juga dalam mahārah al-kitābah. Pembelajaran mahārah al-
kitābah yang ada di LPBA mengajarkan siswa untuk mandiri dalam membuat karya tulis seperti membuat
insyā’ dan menerjemah maqālah-maqālah bahasa Arab. Dalam kegiatan insyā’ disediakan tema-tema
menarik untuk siswa agar mereka mampu berfikir kritis. Maksum, seorang pengurus LPBA, mengatakan
bahwa LPBA sangat memerhatikan siswanya dalam belajar bahasa Arab. Di LPBA juga bukan hanya
mengedepankan mahārah al-kalām saja akan tetapi juga dalam mahārah al-kitābah.
Konsep pembelajaran andragogi memiliki dua aliran yang disebut dengan scientific stream dan
artistic atau intuitive/reflective stream. Edward L. Thorndike pada tahun 1928 sempat mempopulerkan
scientific stream yang tercantum dalam bukunya yang berjudul “Adult Learning” melalui penelitian dan
eksperimen. Kemudian aliran artistic stream dengan cara intuisi dan menggunakan analisis pengalaman.
Aliran ini dipublikasikan oleh Edward C. Lindeman pada tahun 1926 dalam bukunya yang berjudul “The
Meaning of Adult Meaning”. Orang dewasa pasti mempunyai kedewasaan di dalam hidupnya, oleh karena
itu dalam konsep belajar lebih baik berlandaskan pada pengalamannya. Lindeman memiliki beberapa
pendapat tentang teori belajar orang dewasa yaitu dilihat dari segi pengalaman, orientasi belajar, dan
tujuan pembelajaran (Winarti, 2018).
Di LPBA saat melakukan observasi langsung, kami mengamati langkah-langkah pembelajaran
mahārah al-kitābah. Kami menemukan beberapa jadwal kegiatan-kegiatan yang ada di LPBA, salah satu­
nya jadwal mahārah al-kitābah berupa insyā’ yang terpampang di papan informasi. Kegiatan insyā’ ini
dalam satu minggu dilaksanakan sekali dikarenakan bergantian dengan kegiatan tarjamah yang biasanya
dilaksanakan pada setiap malam Minggu.

Gambar 1.
Jadwal
Kegiatan (kiri),
hasil insyā’
(kanan)

40 Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022


Kegiatan insyā’ dan terjemah ini diadakan secara bergantian. Dalam kegiatan insyā’ siswa di­berikan
berbagai tema populer seperti pendidikan, politik, teknologi atau berita-berita terbaru. Dalam kegiatan
ini siswa diminta untuk membuat kalimat ataupun karangan yang sudah ditentukan oleh seorang guru
(Yusuf et al., 2019). Kegiatan insyā’ dilakukan oleh semua siswa yang berada di LPBA kemudian guru
hanya menyediakan kertas kosong untuk mereka. Siswa mengerjakan insyā’ secara mandiri tanpa harus
diarahkan oleh guru. Siswa dapat mengekspresikan diri mereka, baik ide maupun perasaan mereka tanpa
harus ditekan oleh guru. Dengan cara ini mereka dapat belajar secara mandiri dan kreatif dalam membuat
karangan dan menerjemah kata. Begitu juga dengan kegiatan tarjamah, siswa diberikan maqālah-maqālah
bahasa Arab kemudian mereka menerjemahkannya. Hasil dari insyā’ dan terjemah tersebut disetorkan
kepada guru untuk dikoreksi. Dengan adanya perbaikan ini siswa sadar kepada kesalahan-kesalahannya
dalam kegiatan insyā’ dan tarjamah. Dengan kegiatan ini siswa diajarkan untuk melatih bakat mereka
dalam mengarang dan juga menambah kosakata bahasa Arab dengan lebih banyak. Dan juga siswa akan
lebih mahir dalam kegiatan insyā’ dan terjemah.
Tujuan diadakannya implementasi pendekatan andragogi dalam pembelajaran mahārah al-kitābah
adalah untuk menjadikan siswa aktif dalam menggali skill mereka dalam mahārah al-kitābah dan juga me­
latih kemandirian belajar mereka serta dapat memanfaatkan ilmunya dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan
ini sejalan dengan tujuan LPBA yakni mencetak kader yang unggul, mandiri, dan menguasai bahasa
(bahasa Arab atau bahasa Inggris) dan juga untuk melatih siswa lancar dan terbiasa dengan menulis
Arab serta melatih keterampilan siswa dalam mengekspresikan ide mereka dalam mahārah al-kitābah
sesuai dengan aturan penulisan yang baik dan benar.
Untuk menemukan keberhasilan pendekatan andragogi dalam mahārah al-kitābah ini kami meng­
guna­kan tes. Tes ini dilakukan dengan mengoreksi, mencatat serta memperbaiki bahasa Arab da­lam
bentuk tulisan. Adapun tes ini dikatakan berhasil atau tuntas jika siswa secara individu men­dapat­kan nilai
lebih dari 65 % setelah diterapkan pendekatan andragogi. Tes dilakukan selama 40 menit untuk menulis
tentang tema politik. Adapun hasilnya seperti pada tabel berikut:

Tabel 1. Hasil tes pertama


NO SISWA NILAI KRITERIA
1 Siswa 1 52 Tidak Tuntas
2 Siswa 2 68 Tuntas
3 Siswa 3 40 Tidak Tuntas
4 Siswa 4 54 Tidak Tuntas
5 Siswa 5 40 Tidak Tuntas
6 Siswa 6 45 Tidak Tuntas
7 Siswa 7 70 Tuntas
8 Siswa 8 34 Tidak Tuntas
9 Siswa 9 45 Tidak Tuntas
10 Siswa 10 72 Tuntas

Berdasarkan data hasil tes mahārah al-kitābah tersebut dapat diketahui bahwa nilai siswa yang
dikategorikan tuntas sebanyak 3 siswa (30%) dan yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa (70%).
Tes kedua yaitu menulis dengan tema pendidikan sebanyak satu halaman. Adapun hasil tes kedua
sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil tes kedua


No SISWA NILAI KRITERIA
1 Siswa 1 70 Tuntas
2 Siswa 2 85 Tuntas
3 Siswa 3 70 Tuntas

Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022 41


4 Siswa 4 72 Tuntas
5 Siswa 5 70 Tuntas
6 Siswa 6 80 Tuntas
7 Siswa 7 85 Tuntas
8 Siswa 8 75 Tuntas
9 Siswa 9 74 Tuntas
10 Siswa 10 88 Tuntas

Berdasarkan pada hasil tes kedua tersebut dapat diamati bahwa nilai siswa yang dinyatakan tuntas
sebanyak 10 orang (100%). Materi tes ini berupa penguasaan tentang susunan kalimat yang benar sesuai
dengan kaidah bahasa Arab sehingga dengan perbandingan dua hasil tes ini menunjukkan bahwa­sannya
implementasi pendekatan andragogi berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran
mahārah al-kitābah.
Untuk mengukur keberhasilan kami juga menggunakan angket. Angket yang digunakan dalam pe­
nelitian ini untuk mengetahui respon siswa terhadap pendekatan andragogi dalam mahārah al-kitābah.
Siswa diberikan angket yang berisi pernyataan terbuka dan tertutup melalui perhitungan menggunakan
rumus Likert. Adapun hasil dari angket tersebut sebagai berikut :

Tabel 3. Tabel angket respon siswa melalu pertanyaan terbuka


Pilihan Jawaban Siswa
No Pertanyaan
Setuju Tidak Setuju
1 Apakah kamu suka belajar bahasa Arab ? 8 2
2 Apakah kamu senang dengan pembelajaran mahārah al-kitābah 7 3
menggunakan pendekatan andragogi?
3 Apakah kamu senang ketika melaksanakan kegiatan mahārah al- 7 3
kitābah berupa insyā’, dan tarjamah?
4 Apakah kamu senang ketika guru memberikan kesempatan untuk 9 1
menulis hasil karyamu sendiri?
5 Apakah bahasa Arab merupakan pelajaran yang mudah? 8 2

Tabel 4. Interval untuk penilaian indeks


Interval indeks Keterangan
0% - 20% Sangat tidak setuju
20 % - 40% Tidak setuju
40% -60% Ragu-ragu
60% -80% Setuju
80% -100% Sangat setuju

Jawaban dari respon siswa diberi skor Likert atau bobot nilai sebagai berikut :
• Setuju diberi nilai 2
• Tidak setuju diberi nilai 1
Jumlah skor untuk pertanyaan pertama yakni:
Jumlah skor untuk 8 siswa menjawab setuju = 8 x 2= 16
Jumlah skor untuk 2 siswa menjawab tidak setuju = 2 x 1 =2
Jumlah total = 18

42 Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022


Maka persentase skor keseluruhan di hitung dengan rumus sebagai berikut:
Rumus index(%) = total skor/ Y x 100
Skor maksimum (Y) = skor Likert tertinggi x jumlah responden
= 2 x 10
= 20
Skor minimum (X) = skor Likert terendah x jumlah responden
= 1 x 10
=10
Skor untuk pertanyaan pertama yaitu:
= 18/20 x 100%
= 90%

Melalui data tersebut diketahui respon siswa terhadap pendekatan andragogi sebesar 90% ber­
dasarkan interval indeks siswa menyatakan “sangat setuju” melalui pertanyaan terbuka.
Dengan rumus perhitungan yang sama melalui pertanyaan tertutup diketahui untuk persentase siswa
sebagai berikut:

Tabel 5. Hasil angket siswa


No Pertanyaan Persentase
1 Apakah kamu suka belajar bahasa Arab ? 90%
2 Apakah kamu senang dengan pembelajaran mahārah al- 70 %
kitābah menggunakan pendekatan andragogi?
3 Apakah kamu senang ketika melaksanakan kegiatan mahārah 70%
al-kitābah berupa insyā’, dan tarjamah?
4 Apakah kamu senang ketika guru memberikan kesempatan 90%
untuk menulis hasil karyamu sendiri?
5 Apakah bahasa Arab merupakan pelajaran yang mudah? 80%

Berdasarkan hasil nilai indeks data angket siswa tersebut yang kami dapatkan dari perhitungan
adalah 90%, 70%, 70%, 90%, dan 80% maka bisa ditarik kesimpulan bahwa respon siswa terhadap imple­
men­tasi pendekatan andragogi dalam pembelajaran bahasa Arab menyatakan “setuju”. Dengan ini maka
implementasi pendekatan andragogi dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata jawaban responden se­
besar 80%.

4. Kesimpulan

Pendekatan andragogi dapat menjadi suatu model dalam pembelajaran untuk orang dewasa dan
membimbing orang dewasa belajar. Belajar dengan menggunakan andragogi mempunyai prinsip yang
bermacam-macam, berbeda dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan pedagogi. Imple­men­
tasi andragogi dinilai cocok untuk siswa yang sudah memasuki masa dewasa. Dengan pendekatan andra­
gogi siswa dapat menjadi mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya dalam sebuah pembelajaran.
Pendekatan andragogi dalam mahārah al-kitābah dapat membantu siswa untuk meng­eks­pre­sikan
ide atau perasaan mereka dalam bentuk tulisan. Dengan mengimplementasikan pendekatan andra­gogi
dalam mahārah al-kitābah pembelajaran bahasa Arab dapat berjalan secara efisien dan efektif ka­rena
siswa bersikap mandiri dan tidak memiliki tekanan dalam pikirannya serta mereka lebih mudah me­
nuang­kan segala idenya dalam bentuk tulisan.

Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022 43


References

Atika, N. A., & Muassomah, M. (2020). Penggunaan Media Kahoot! Sebagai Media Pembelajaran Maharah
Kitabah (imla’) Bahasa Arab di Era Industri 4.0. Lisanan Arabiya: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab,
4(2), 277-297.
Bagaskara, R. (2019). REORIENTATION OF ANDRAGOGY THEORY IN THE LEARNING PROCESS. JURNAL
PENDIDIKAN ROKANIA, 4(3), 315-333.
Budiwan, J. (2018). Pendidikan orang dewasa (andragogy). QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan
Agama, 10(02).
Ghony, M. D. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Yoyakarta: Ar-Ruzz Media.
Hermawan, A. (2014). Metodologi Pengajaran Bahasa Arab. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kuraedah, S. (2015). Aplikasi Maharah Kitabah Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Al-TA'DIB: Jurnal Kajian
Ilmu Kependidikan, 8(2), 82-98.
Malik, H. (2008). Teori belajar andragogi dan aplikainya dalam pembelajaran. Jurnal Inovasi, 5(2).
Muradi, A. (2016). Pembelajaran Menulis Bahasa Arab: Dalam Perspektif Komunikatif. Prenada Media.
Rosidin. (2013). Konsep Andragogi Dalam Al-Qur’an : Sentuhan Islami Pada Teori Dan Praktik Pendidikan
Orang Dewasa. Malang: Litera Ulul Albab.
Rahmawati, L. (2018). Penerapan Metode Musabaqoh Bithoqoh Mukhtalithul Kalimah (MBMK) Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Maharah Al-Kitabah Siswa MAN 1 Yogyakarta. Al Mahāra: Jurnal
Pendidikan Bahasa Arab, 4(2), 275-299.
Rusdiana, A., & Arifin, B. S. (2020). Andragogi: Metode dan Teknik Memanusiakan Manusia. Bandung:
Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Sunan Gunung Djati.
Setyawan, C. E. (2017). Pendekatan Andragogi dalam Pembelajaran Bahasa Arab. al Mahāra: Jurnal
Pendidikan Bahasa Arab, 3(2), 313-330.
Sholehuddin, A., & Wijaya, M. (2019). Implementasi Metode Amtsilati Dalam Meningkatkan Kemampuan
Maharah Qiro’ah. Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab, 3(1), 47-64.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sujarwo, S. (2007). Strategi Pembelajaran Partisipatif Bagi Belajar Orang Dewasa (Pendekatan Andragogi).
Majalah Ilmiah Pembelajaran, 3(2).
Sumar, S. (2018). Andragogi dan Tujuan Pendidikan Islam: Analisis Konsep Dalam Menyempurnakan
Kehidupan Manusia. Mawa'izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 9(1), 118-
134.
Suprijanto. (2012). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Waspodo, M. (2009). Peran Tutor dalam Pembelajaran dengan Pendekatan Andragogi. Jurnal Ilmiah VISI,
4(1), 63-70.
Winarti, A. (2018). Pendidikan Orang Dewasa (Konsep dan Aplikasi). Bandung: Alfabeta.
Yusuf, J., Alhafidz, A. Z., & Luthfi, M. F. (2019). Menulis Terstruktur Sebagai Urgensi Pembelajaran Maharah
Al-Kitabah. An Nabighoh, 21(02), 203-214.

44 Al-Fusha: Arabic Language Education Journal, Vol. 4 No. 2 Juli 2022

Anda mungkin juga menyukai