ALTERNATOR
1. Terminal pada alternator jenis konvensional
Terminal F
Terminal N
Terminal E
Terminal B
Terminal L
Terminal IG
2. Terminal pada alternator jenis IC Regulator
Terminal B
Terminal IG
Terminal S
Terminal L
Terminal F
1. TERMINAL PADA ALTERNATOR JENIS KONVENSIONAL
Alternator jenis konvensional merupakan alternator yang sistem pengatur
tegangannya (Voltage regulator) masih menggunakan model mekanikal yang
dapat disetel secara manual. Hal ini dikarenakan voltage regulator jenis ini
masih menggunakan model kontak point sehingga tak jarang banyak yang
menyebutnya sebagai alternator tipe kontak point. Dan untuk voltage
regulatornya, kerap disebut sebagai "Cut Out". Cut out ini dipasang terpisah
dari alternatornya (dipasang di luar bodi alternator).
Regulator pada sistem pengisian mempunyai fungsi untuk mengatur besar
arus listrik yang masuk ke dalam rotor coil sehingga tegangan output yang
dihasilkan alternator tetap stabil dikisaran 13,8 Volt sampai 14,8 Volt
meskipun putarannya berubah-ubah. Berikut terminal yang terdapat pada
alternator tipe kontak point :
Terminal F
Terminal F merupakan terminal yang terhubung dengan dengan terminal F
pada regulator. Terminal F ini merupakan terminal yang mengatur tegangan
dan arus listrik yang mengalir menuju field coil (rotor coil)
Terminal N
Terminal N terhubung dengan stator coil dan menghasilkan tegangan listrik
bolak balik menuju ke kumparan pada voltage regulator, berfungsi untuk
menarik saklar dalam voltage regulator sehingga dapat mematikan lampu
charging atau lampu indikator aki di instrument dashboard.
Terminal E
Terminal E merupakan terminal Ground yaitu terminal yang terhubung
dengan massa dan body alternator sebagai grounding.
Terminal B
Terminal B merupakan terminal yang langsung terhubung dengan Aki mobil
(batttery) dan voltage regulator. Pada alternator, terminal ini menjadi
terminal pengisian aki mobil dan sekaligus digunakan untuk menghidupkan
beban listrik di mobil.
Selain terminal pada alternator, pada sistem pengisian jenis konvensional ini
juga miliki terminal yang terhubung langsung dengan voltage regulatornya.
Perhatikan gambar terminal alternator pada voltage regulator yang ada
dibawah ini
Terminal L
Terminal L ini merupakan terminal yang terhubung dengan lampu indikator
aki di instrumen dashboard. Terminal ini menjadi titik poin yang akan
terhubung dengan terminal B saat stator coil menghasilkan arus listrik pada
terminal N.
Terminal IG
Terminal IG ini merupakan terminal yang terhubung dengan kunci kontak.
Terminal ini berfungsi untuk menghidupkan voltage regulator. Ketika kunci
kontak ON maka terminal ini akan terhubung dengan terminal F pada
regulator dan ke terminal F pada alternator, dengan begitu field coil (rotor
coil) akan menghasilkan medan magnet.
Baca juga :
Cara kerja alternator dan nama-nama komponennya
Cara kerja sistem pengisian IC regulator
Komponen Alaternator dan fungsinya
2. TERMINAL PADA ALTERNATOR JENIS IC REGULATOR
Alternator jenis IC regulator merupakan alternator yang pengatur
tegangannya sudah dikontrol secara elektronik, yaitu menggunakan IC
(integreated Circuit) Regulator. Lebih stabilnya tegangan serta desainnya
yang lebih kompak dan ringkas membuatnya menjadi lebih baik dibanding
dengan alternator jenis konvensional.
Alternator jenis IC regulator menjadi jenis alternator yang kini banyak
digunakan pada mobil-mobil masa kini. Berikut adalah terminal pada
alternator jenis IC regulator
Terminal B
Terminal B merupakan terminal output alternator yang terhubung dengan
battery / aki mobil
Terminal IG
Terminal IG merupakan terminal Ignition Switch yang akan menghidupkan IC
regulator saat kunci kontak di ON kan
Terminal S
Terminal S merupakan terminal yang digunakan untuk mendeteksi dan
memonitor tegangan pengisian dari dan ke aki mobil.
Terminal L
Terminal L merupakan terminal yang digunakan untuk menghubungkan
lampu charging (lampu indikator aki) ke ground sebelum alternator berputar
dan memutus arus dari lampu charging setelah alternator berputar.
Terminal F
Terminal F merupakan terminal yang digunakan untuk mem"bypass"
regulator saat melakukan test tegangan pada field coil.
Dari kedua jenis alternator diatas, untuk alternator jenis IC regulator masih
memiliki beberapa model terminal pada alternator. Namun karena modelnya
yang tidak terlalu umum maka tidak ombro sampaikan pada artikel ini.
Demikianlah artikel tentang terminal pada alternator yang bisa Ombro
sampaikan, semoga artikel ini bisa bermanfaat