0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Studi Gerakan dan Waktu Baku Praktikum

Modul ini membahas tentang praktikum studi gerakan dan waktu baku dalam perancangan teknik industri, dengan tujuan untuk mengamati dan mengevaluasi elemen gerakan kerja. Praktikum melibatkan penggunaan alat tulis, rekaman video, dan analisis gerakan menggunakan peta tangan kiri dan kanan untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi gerakan yang tidak efektif. Selain itu, modul ini juga menjelaskan teori dasar mengenai studi gerakan dan prinsip ekonomi gerakan untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Diunggah oleh

fajarsetiadime4u
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan7 halaman

Studi Gerakan dan Waktu Baku Praktikum

Modul ini membahas tentang praktikum studi gerakan dan waktu baku dalam perancangan teknik industri, dengan tujuan untuk mengamati dan mengevaluasi elemen gerakan kerja. Praktikum melibatkan penggunaan alat tulis, rekaman video, dan analisis gerakan menggunakan peta tangan kiri dan kanan untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi gerakan yang tidak efektif. Selain itu, modul ini juga menjelaskan teori dasar mengenai studi gerakan dan prinsip ekonomi gerakan untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Diunggah oleh

fajarsetiadime4u
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II

2020

MODUL III
STUDI GERAKAN DAN WAKTU BAKU
(MICRO MOTION STUDY - MMS)

A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mampu mengamati elemen-elemen gerakan kerja yang dibutuhkan dalam suatu
pekerjaan yang spesifik dan menggambarkannya dalam peta tangan kiri dan kanan.
2. Mampu melakukan evaluasi gerakan kerja untuk mengeliminasi gerakan yang tidak
efektif.

B. PERALATAN DAN BAHAN


1. Alat tulis dan lembar pengamatan
2. Hasil rekaman video proses produksi
3. Monitor hp/pc/laptop/tv

C. PROSEDUR PRAKTIKUM
Setiap Stasiun Kerja mempunyai aktivitas tertentu yaitu melakukan proses produksi
sesuai dengan prosedur operasional standar kerja. Pengamatan aktivitas kerja dilakukan
melalui pencermatan semua gerakan kerja yang dilakukan oleh operator yang digambarkan
menjadi Peta Kerja Tangan Kanan Dan Tangan Kiri. Secara detail langkah-langkah
praktikum adalah sebagai berikut :
1. Praktikan menyiapkan peralatan praktikum: monitor, hasil rekaman proses produksi dan
lembar pengamatan
2. Putar rekaman proses produksi secara slow motion, dan amati satu persatu secara
detail gerakan yang dilakukan operator.
3. Catat pada lembar pengamatan semua elemen gerakan yang dilakukan oleh tangan
kanan dan tangan kiri operator saat melakukan proses produksi.
4. Catat pada lembar penamtan waktu yang dibutuhkan oleh setiap elemen gerakan
yang dilakukan oleh tangan kanan maupun tangan kiri operator saat melakukan proses
produksi.
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II
2020
5. Cermati lagi rekaman proses produksi sampai diyakini tidak ada elemen gerakan yang
tertinggal selama pengamatan.
6. Lakukan semua hal tersebut di atas untuk semua stasiun kerja.

D. LANDASAN TEORI
1. Studi Gerakan
Studi gerakan adalah analisis cermat pada gerakan tubuh operator pada saat bekerja
(Niebel, 2005). Merupakan salah satu metode perancangan kerja dengan cara melakukan
proses analisis terhadap beberapa gerakan bagian badan dalam menyelesaikan pekerjaannya
(Sutalaksana, 1979).
Analisis diarahkan khususnya untuk dapat menghilangkan gerakan-gerakan yang
tidak efektif, yang pada akhirnya dapat menghemat waktu kerja maupun pemakaian
peralatan atau fasilitas kerja.
Dalam proses analisis gerakan, pertama-tama suatu pekerjaan diuraikan menjadi
gerakan dasar pembentuknya. Gerakan dasar ini dikembangkan oleh Frank B. Gilbreth dan
Lilian Gilbreth, yang dinamakan Therblig dan berjumlah tujuh belas gerakan dasar.
Gagasan untuk mengefektifkan penerapan dari Therblig ini muncul dari seorang
konsultan “Methods Engineering” ternama dari Jepang, Mr. Shigeo Singo. Ia
mengklasifikasikan gerakan Therblig yang telah dibuat oleh Gilbreth menjadi 4 kelompok,
yaitu:
Tabel 3.1. Elemen Gerakan Therbligh
(sumber: Sutalaksana, 1979).
KELOMPOK ELEMEN GERAKAN KETERANGAN
Gerakan-gerakan dalam kelompok ini
- Assemble (A) bersifat memberikan nilai tambah.
Utama - Use (U) Perbaikan kerja untuk kelompok ini
- Disassemble (DA) dapat dilakukan dengan cara
mengefisienkan gerakan.
- Reach (RE) Gerakan-gerakan dalam kelompok ini
Penunjang
- Graspt (G) diperlukan, tetapi tidak memberikan
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II
2020

- Move (M) nilai tambah. Perbaikan kerja untuk


- Released Load (RL) kelompok ini dapat dilakukan dengan
meminimumkan gerakan.
Gerakan-gerakan dalam kelompok ini
- Search (SH)
tidak memberikan nilai tambah dan
- Select (ST)
mungkin dapat dihilangkan. Perbaikan
- Position (P)
Pembantu kerja untuk kelompok ini dapat
- Hold (H)
dilakukan dengan pengaturan kerja
- Inspection (I)
yang baik atau dengan menggunakan
- Preposition (PP)
alat bantu.
- Rest (R)
Gerakan - Plan (Pn) Gerakan-gerakan dalam kelompok ini
Elemen Luar - Unavoidable Delay (UD) sedapat mungkin dihilangkan
- Avoidable Delay (AD)

2. Prinsip Ekonomi Gerakan


Untuk mendapatkan kondisi kerja yang baik, yaitu yang memungkinkan dilakukan
gerakan yang ekonomis, maka perlu diperhatikan faktor yang mempengaruhi yaitu
(Wignjosoebroto, 2006) :
1. Penggunaan badan /anggota tubuh manusia serta gerakan-gerakannya
2. Pengaturan tata letak area kerja
3. Perancangan alat-alat dan perlengkapan kerja
Secara umum di dalam usaha mengembangkan metode kerja dan gerakan kerja ekonomis
maka dapat dilaksanakan beberapa hal sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2006) :
1. Hilangkan gerakan-gerakan kerja yang tidak perlu yang justru memboroskan tenaga
2. Kombinasikan beberapa aktivitas menjadi aktivitas yang memungkinkan dilaksanakan
secara berturutan.
3. Kurangi faktor kelelahan dengan memberi waktu istirahat dan waktu longgar lainnya
yang cukup.
4. Perbaiki pengaturan tempat kerja dan desain fasilitas/peralatan kerja yang ada.
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II
2020
3. Peta Tangan Kiri Tangan Kanan

Peta tangan kiri tangan kanan merupakan salah satu jenis peta kerja yang termasuk dalam
peta kerja setempat, yang bermanfaat untuk menganalisis gerakan tangan manusia dalam
melakukan pekerjaan yang bersifat manual (Wignjosoebroto, 2006). Peta tangan kiri tangan
kanan merupakan suatu alat dari studi gerakan yang dapat digunakan untuk menganalisis
gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan. Peta ini menggambarkan
semua gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan
kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan
tangan kanan Ketika melakukan perkerjaan tertentu.
Dengan peta tangan kiri dan tangan kanan dapat diperoleh gambaran lengkap aktivitas
yang dialami oleh kedua tangan operator, beserta waktu setiap aktivitas yang dilakukan. Dengan
menganalisis detail gerakan yang terjadi maka Langkah-langkah perbaikan dapat diusulkan.
Pembuatan peta tangan kiri tangan kanan baru akan terasa bermanfaat apabila gerakan yang
dianalisis terjadi erulang-ulang dan dilakukan secara manual (wignjosoebroto, 2006). Pokok
permasalahan dalam peta tangan kiri tangan kanan adalah apakah waktu siklus yang ada
dipergunakan untuk kegiatan yang produktif atau tidak. Fungsi dari penggambaran peta tangan
kiri dan tangan kanan adalah melihat keseimbangan kerja yang dilakukan oleh tangan kiri dan
tangan kanan pada saat penyelesaian pekerjaan.
Frank dan Lilian Gilbreth menyatakan ahwa gerakan kerja manusia dilakukan dengn 17
elemen gerakan dasar therbligh atau kombinasinya. Namun dalam membuat peta tangan kiri
tangan kanan akan leih efektif jika hanya 8 elemen gerakan yang digunakan, yang terdiri dari
(Wignjosoebroto, 2006):
a. Reach (RE) : Menjangkau
b. Grasp (G) : Memegang
c. Move (M) : Membawa
d. Posotion (P) : Mengarahkan
e. Use (U) : Menggunakan
f. Release ( R) : Melepas
g. Delay (D) : Menunggu
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II
2020

h. Hold (H) : Memegang untuk memakai


4. Langkah Menyusun peta tangan kiri tangan kanan
a. Tuliskan Identitas peta yang terdiri dari : Judul/nama peta kerja, identitas pekerjaan yang
dianalisis (no produk, no komponen, dll), no gambar, deskripsi proses, no departemen,
tanggal dipetakan, nama pembuat peta kerja (dipetakan oleh ).
b. Pastikan elemen kerja yang dianalisis cukup besar untuk dapat diukur waktunya.
c. Penggambaran peta tangan kiri tangan kanan dilakukan satu persatu untuk setiap tangan,
meskipun dituangkan dalam lembar peta yang sama. Setelah pemetaan aktivitastangan kiri
secara penuh dilakukan untuk satu siklus kerja maka dapat dilanjutkan dengan pemetaan
gerakan tangan kanan secara penuh untuk satu siklus kerja.
d. Setelah semua gerakan tangan kiri dan tangan kanan selesai dipetakan untuk satu siklus
kerja maka dapat diambil satu kesimpulan umum yang dituliskan pada bagian terbawa peta
kerja tangan kiri tangan kanan. Kesimpulan ini menunjukkan total waktu siklus yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan kerja, jumlah produk persiklus kerja, dan total waktu
penyelesaian kerja per unit produk. Perlu diperhatikan bahwa jumlah total waktu kerja
tangan kiri dan tangan kanan harus sama. Contoh penggambaran peta tangan kiri tangan
kanan dapat dilihat pada gambar 3.1.
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II
2020

Gambar 3.1. Peta tangan kiri tangan kanan


pada proses pemasangan ban pada permainan lego
Modul Praktikum Perancangan Teknik Industri II
2020

5. TUGAS PRAKTIKUM
a. Buatlah Peta “Tangan Kanan – Tangan Kiri” pada setiap Stasiun Kerja sesuai dengan
hasil pencermatan video proses produksi yang diberikan.
b. Hitunglah total waktu proses produksi sesuai dengan hasil pencermatan dari studi
gerak (micro motion study)
c. Lakukan perbaikan gerakan operator jika dalam pengamatan didapati pemborosan
gerakan-gerakan kerja.
d. Hitung ulang total waktu proses produksi setiap Stasiun Kerja berdasarkan hasil
pencermatan perbaikan gerakan kerja.

Anda mungkin juga menyukai