0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Efektivitas Model Pembelajaran PBL

Artikel ini membahas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) yang efektif dalam meningkatkan proses pembelajaran di berbagai bidang pendidikan. PBL menekankan kolaborasi, keterbukaan, dan kejujuran, serta melibatkan siswa dalam penyelesaian masalah nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mandiri. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa secara signifikan.

Diunggah oleh

ppg.devanisari01530
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan9 halaman

Efektivitas Model Pembelajaran PBL

Artikel ini membahas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) yang efektif dalam meningkatkan proses pembelajaran di berbagai bidang pendidikan. PBL menekankan kolaborasi, keterbukaan, dan kejujuran, serta melibatkan siswa dalam penyelesaian masalah nyata untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mandiri. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa secara signifikan.

Diunggah oleh

ppg.devanisari01530
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN

EFEKTIVITAS PENERAPANYA

Asma Syahidah Khoirunnisa1, Velsa Mulanti Widi Ramadhani2


Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
Email :

ABSTRAK
Artikel ini membahas Problem-Based Learning (PBL), model
pembelajaran yang awalnya dikembangkan untuk pendidikan kedokteran,
namun kini diterapkan luas di berbagai tingkat dan bidang. PBL didasari
oleh prinsip kolaborasi dan konstruktivisme, dengan nilai-nilai seperti
kemitraan, keterbukaan, kejujuran, rasa hormat, dan kepercayaan sebagai
kunci keberhasilannya. Tahapan PBL meliputi pengenalan konsep,
pencarian informasi mandiri, diskusi kelompok, serta perumusan
kesimpulan dan evaluasi. Berbagai penelitian dari dalam dan luar negeri
menunjukkan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan proses
pembelajaran.
Kata kunci: Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Efektivitas
Penerapan pembelajaran pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

ABSTRACT

This article discusses Problem-Based Learning (PBL), an instructional


model originally developed for medical education but now widely
applied across various levels and fields. PBL is founded on the principles
of collaboration and constructivism, with values such as partnership,
openness, honesty, respect, and trust being key to its success. The stages
of PBL include concept introduction, independent information seeking,
group discussion, and the formulation of conclusions and evaluations.
Various studies, both domestic and international, indicate that PBL is
effective in enhancing the learning process.
Keywords: Problem-Based Learning (PBL) instructional model,
Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) implementation.

PENDAHULUAN

Perubahan dalam sistem pendidikan nasional selalu mengikuti kebutuhan dan


perkembangan zaman. Hal ini berdampak langsung pada konsep kurikulum pendidikan yang
digunakan, karena kurikulum merupakan komponen penting dalam sistem tersebut. dasar
memiliki peran krusial dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa. Sebagai
fondasi awal, guru di sekolah dasar menanamkan konsep-konsep dasar, baik itu berupa
pengetahuan maupun sikap, yang kemudian membentuk karakter siswa. Tujuan ini selaras
dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2003. Salah satu cara
untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas kegiatan belajar
mengajar (Mardiah et al., 2016).

Pembelajaran merupakan interaksi antara guru, siswa, dan materi atau sumber belajar
di lingkungan belajar tertentu. Menurut Chotimah dan Fathurrohman (2018:40),
pembelajaran merupakan proses bantuan yang diberikan guru kepada siswa agar mereka
menguasai ilmu, keterampilan, dan membentuk karakter dalam suatu lingkungan belajar.
Seorang guru dianggap berhasil jika tujuan pembelajaran tercapai. Untuk mencapai tujuan
ini, diperlukan sarana yang dapat mengatur proses pembelajaran agar berjalan baik, terarah,
dan menyenangkan. Salah satu sarana yang bisa digunakan guru adalah model pembelajaran

Pengertian model pembelajaran meliputi penggambaran atau penyederhanaan


suatu objek, sistem, atau konsep yang digunakan untuk menyusun proses pendidikan
(Magdalena, Kadziyah, et al., 2024). salah satu contoh model pembelajaran yang banyak
digunakan adalah Problem-Based Learning (PBL).

Problem Based Learning (PBL) merupakan cara belajar yang awalnya dipakai di
dunia kedokteran, tapi sekarang sudah dipakai di banyak tingkat dan bidang pendidikan. PBL
didasari oleh gagasan bahwa kita belajar paling baik saat bekerja sama dan membangun
pengetahuan sendiri. Agar PBL berhasil, penting ada kerja sama, keterbukaan, kejujuran, rasa
hormat, dan rasa percaya. Tahapan PBL meliputi: mengenal dan memahami konsep awal,
mencari sendiri fakta dan informasi yang relevan, berdiskusi dan berbagi pemahaman dalam
kelompok atau kelas, lalu membuat kesimpulan dan evaluasi. Berbagai penelitian, baik dari
dalam maupun luar negeri, menunjukkan bahwa PBL efektif dalam kegiatan belajar mengajar
(D. Esema, 2012). Menurut Ardianti dalam Widiasworo (2018:149) berpendapat bahwa
model pembelajaran berbasis masalah merupakan proses belajar mengajar yang
menyuguhkan masalah kontekstual sehingga peserta didik terangsang untuk belajar. Masalah
dihadapkan sebelum proses pembelajaran berlangsung sehingga dapat memicu peserta didik
untuk meneliti, menguraikan dan mencari penyelesaian dari masalah tersebut. Penulisan
artikel bertujuan untuk memaparkan model Problem Based Learning, karakter model
ProblemBased Learning (PBL), dan efektivitas penerapan model pembelajaran Problem-
Based Learning (PBL).

Berbagai macam pilihan yang dapat digunakan sebagai model pembelajaran di


kelas oleh tenaga pendidik. Salah satu pilihan yang dianggap efektif adalah model
pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning). Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) dirancang untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan
keterampilan berpikir dan menyelesaikan masalah, mempelajari peran-peran orang
dewasa dan menjadi pelajar yang mandiri (Khasanah, 2024).

PBL membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan


keterampilan mengatasi masalah, menjadi pebelajar yang mandiri (Lara, 2024). Menjadi
manusia yang berkarakter mandiri merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional
yang harus dimiliki oleh setiap warga masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan di
seluruh wilayah negara Indonesia.

Model pembelajaran berbasis masalah menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para
tenaga pendidik untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga
pendidikan. Pembelajaran yang mengaktifkan dan mengajak siswa berpikir langsung
mempunyai peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar sehingga Model Problem
Based Learning juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis (D. H. Saputra et al.,
2024). Seorang pelajar tentu harus mampu berpikir kritis untuk meningkatkan semangat
belajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi

Sehingga disimpulkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) adalah model


pembelajaran yang memfokuskan siswa pada penyelesaian masalah nyata. Model ini
menekankan kerja sama, keterbukaan, kejujuran, rasa hormat, dan kepercayaan sebagai dasar
keberhasilan. Siswa diajak untuk mengidentifikasi dan memahami masalah, mencari
informasi secara mandiri, berdiskusi dalam kelompok, dan menarik kesimpulan, yang pada
akhirnya terbukti efektif dalam meningkatkan proses dan hasil belajar.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penulisan adalah kajian pustaka. Pustaka yang dikaji
adalah jurnal dan artikel bersumber Sinta. jurnal yang dikaji terkait dengan Pendidikan, dan
Pengajaran dan Pembelajaran. Artikel penelitian yang dikaji adalah artikel terkait dengan
penerapan Problem-based Learning. Fokus kajian pada model Problem-Based Learning
(PBL), dan efektivitas penerapan Problem-Based Learning (PBL).

HASIL & PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini mengkaji dari beberapa jurnal yang berkaitan dengan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Peneliti melakukan tinjauan pustaka terhadap
beberapa artikel penelitian terkini yang relevan untuk menentukan kebaruan penelitian sebagai
referensi diskusi. Setelah memilah dan memilih artikel terkait dan baru, di pilih artikel berikut:

Tabel 1. Hasil Kajian pustaka

Judul Author Metode Hasil Penelitian


(Tahun)
Penerapan Model Agus, jufri, Penelitian Tindakan disimpulkan bahwa hasil belajar
Pembelajaran dkk (2022) Kelas (PTK) desain antara prasiklus ke siklus I dan
Problem Based model Kemmis dan siklus II mengalami peningkatan
Learning (PBL) Mc Tanggart hasil belajar dan kreativitas siswa
untuk Meningkatkan dengan menggunakan PBL.
Hasil Belajar Siswa
pada Pelajaran IPS
Sekolah Dasar
The Effect of Nazara & Dewi Penelitian quasi disimpulkan bahwa besaran efek
Problem (2023) eksperimental perlakuan menunjukkan bahwa
Based Learning dengan desain terdapat pengaruh yang tinggi
(PBL) Using Video pretest-posttest dan konsisten penerapan model
Based control group PBL menggunakan VBL
Learning (VBL) on design terhadap kemampuan pemecahan
Mathematics masalah matematis siswa SMK
Students’ Problem Negeri 14 Medan.
Solving Ability in
SMK Negeri 14
Medan

Pengembangan LKS Herdiansyah, ADDIE model Tingkat keefektifan LKS


Beracuan Problem Rahardi & beracuan PBL yang dihasilkan
Based Learning Irawati (2023) dikategorikan efektif.
untuk
Mendeskripsikan
Kemampuan
Penalaran
Matematika Siswa
SMK

Development of Selviana & Teknik efektif dalam meningkatkan hasil


Interactive Andriani pengumpulan data belajar materi sifat-sifat cahaya
Multimedia Based on (2025) menggunakan siswa kelas V SDN Pesantren Kota
Problem-Based teknik non tes Semarang
Learning to Improve (observasi,
Learning Outcomes wawancara, angket,
of Light Properties dan dokumentasi)
Material dan teknik tes (pre
test dan post test).
Development of Lutfiani, & Teknik Penelitian ini menyimpulkan bahwa
Interactive E-Books Andriani pengumpulan data multimedia interaktif berbasis
Based on Problem- (2025) berupa tes dan non Problem-Based Learning berhasil
BasedLearning on the tes, tes dengan (pre- dikembangkan, sangat layak, dan
Material of the test dan post-test), efektif dalam meningkatkan hasil
Earth's Surface dan non tes berupa belajar materi sifat-sifat cahaya
Layers observasi, siswa kelas V SDN Pesantren Kota
wawancara, angket, Semarang.
dan dokumentasi.
The Effect Of Lubis, design one pretest kemampuan menulis siswa setelah
Applying Problem Tanjung,& post test design menerapkan pembelajaran berbasis
Based Learning On Kamisah Quantitative with. masalah adalah 84,13 (sangat baik
Students’ Writing (2025) hingga baik). Berdasarkan statistik
Ability inferensial, uji-t sampel
berpasangan menunjukkan Sig (2-
tailed) 0,001. Skor ini kurang dari
0,05 (0,001).

Model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning). Pembelajaran


Problem Based Learning (PBL) dirancang untuk membantu peserta didik dalam
mengembangkan keterampilan berpikir dan menyelesaikan masalah, mempelajari peran-
peran orang dewasa dan menjadi pelajar yang mandiri (Khasanah, 2024). PBL membantu
siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan keterampilan mengatasi masalah,
menjadi pebelajar yang mandiri (Lara, 2024). Menjadi manusia yang berkarakter mandiri
merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional yang harus dimiliki oleh setiap warga
masyarakat yang telah mendapatkan pendidikan di seluruh wilayah negara Indonesia.
Model pembelajaran berbasis masalah menjadi salah satu pilihan terbaik bagi para tenaga
pendidik untuk diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di lembaga pendidikan.
Pembelajaran yang mengaktifkan dan mengajak siswa berpikir langsung mempunyai
peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar sehingga Model Problem Based Learning
juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis (D. H. Saputra et al., 2024). Seorang
pelajar tentu harus mampu berpikir kritis untuk meningkatkan semangat belajar dengan rasa
ingin tahu yang tinggi.

Dampak penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam


pembelajaran yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu mendapatkan hasil yang berbeda-
beda yaitu model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan minat belajar,
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik, meningkatkan kemampuan
berpikir kritis peserta didik, meningkatkan pengembangan hasil belajar peserta didik dan
sebagainya.

Pada tabel 1 menunjukkan bahwa, berdasarkan artikel yang dianalisis yakni membahas
mengenai penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) serta
keefektifannya. Pada kolom pertama penelitian berjudul “Penerapan Model Pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran IPS
Sekolah Dasar” berdasarkan penelitian yang menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) disimpulkan bahwa hasil belajar antara prasiklus ke siklus I dan siklus II mengalami
peningkatan hasil belajar dan kreativitas siswa dengan menggunakan PBL.

Pada kolom kedua penelitian berjudul “The Effect of Problem Based Learning (PBL)
Using Video Based Learning (VBL) on Mathematics Students’ Problem Solving Ability in
SMK Negeri 14 Medan” berdasarkan penelitian yang menggunakan metode Quasi
experimental study with a pretest posttest control group design disimpulkan bahwa
besaran efek perlakuan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang tinggi dan
konsisten penerapan model PBL menggunakan VBL terhadap kemampuan pemecahan
masalah matematis siswa SMK Negeri 14 Medan.

Pada kolom ketiga penelitian berjudul “Pengembangan LKS Beracuan Problem Based
Learning untuk Mendeskripsikan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMK”
berdasarkan penelitian yang menggunakan metode ADDIE model disimpulkan bahwa
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tingkat validitas LKS yang dihasilkan
dikategorikan valid dengan skor rata rata 3.39. Rata-rata skor hasil uji kepraktisan
mencapai 4,3 yang berarti dalam kategori praktis. Tingkat keefektifan LKS beracuan
PBL yang dihasilkan dikategorikan efektif. Hal tersebut diperoleh dari hasil tes formatif
dan pada saat wawancara. Hasil tes formatif dan wawancara menunjukkan bahwa siswa dapat
mencari struktur atau pola dari suatu permasalahan, siswa dapat memilih serta
menggunakan prosedur dan konsep untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat
menghubungkan konsep antar matematika atau matematika dengan bidang lain, siswa
dapat memeriksa dan menjelaskan solusi dari permasalahan.

Pada kolom keempat penelitian berjudul “Development of Interactive Multimedia


Based on Problem-Based Learning to Improve Learning Outcomes of Light Properties
Material” berdasarkan penelitian yang menggunakan metode pengumpulan data pre-test and
post-test disimpulkan bahwa Hasil angket respon guru sebesar 100% kriteria sangat layak dan
96,80% respon siswa dengan kriteria sangat layak; keefektifan multimedia interaktif berbasis
Problem-Based Learning ditunjukkan dari peningkatan skor pre-test dan post-test sebesar
33,65, hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) < 0,001 yang
berdasarkan kriteria nilainya di bawah 0,05, dan hasil uji N-gain sebesar 0,6913 kriteria
sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis Problem-Based
Learning berhasil dikembangkan, sangat layak, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar
materi sifat-sifat cahaya siswa kelas V SDN Pesantren Kota Semarang.

Pada kolom kelima penelitian berjudul “The Effect Of Applying Problem Based
Learning On Students’ Writing Ability” berdasarkan penelitian yang menggunakan metode
Kuantitatif dengan rancangan one pretest post test design Disimpulkan bahwa Statistik
deskriptif menunjukkan rata-rata kemampuan menulis siswa sebelum menerapkan
pembelajaran berbasis masalah adalah 54,38 (cukup hingga cukup) dan kemampuan menulis
siswa setelah menerapkan pembelajaran berbasis masalah adalah 84,13 (sangat baik hingga
baik). Berdasarkan statistik inferensial, uji-t sampel berpasangan menunjukkan Sig (2-tailed)
0,001. Skor ini kurang dari 0,05 (0,001).

KESIMPULAN

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) merupakan suatu pendekatan pedagogis


yang dirancang secara khusus untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan pemecahan
masalah pada peserta didik. Sebagaimana disampaikan oleh Khasanah (2024) dan Lara
(2024), PBL tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan kognitif, tetapi juga
berperan penting dalam membantu siswa mempelajari peran orang dewasa dan menjadi
pelajar yang mandiri. Kemandirian ini merupakan bagian integral dari tujuan pendidikan
nasional Indonesia, menjadikan PBL pilihan yang sangat relevan dan strategis bagi tenaga
pendidik di seluruh lembaga pendidikan. Dengan mengaktifkan dan mendorong siswa untuk
berpikir secara langsung, PBL terbukti memiliki peranan krusial dalam meningkatkan hasil
belajar serta kemampuan berpikir kritis siswa, sebuah kapasitas esensial yang memicu rasa
ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi (D. H. Saputra et al., 2024).

Dampak positif penerapan PBL dalam pembelajaran telah didukung oleh berbagai
penelitian terdahulu dengan hasil yang beragam namun konsisten. Studi-studi ini
menunjukkan bahwa PBL mampu meningkatkan minat belajar, kemampuan pemecahan
masalah, kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan hasil belajar peserta didik. Sebagai
contoh, sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) mengenai penerapan PBL pada pelajaran IPS
di Sekolah Dasar melaporkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar dan
kreativitas siswa dari prasiklus hingga siklus II. Ini menegaskan bahwa PBL dapat menjadi
katalisator efektif untuk perubahan positif dalam proses belajar mengajar.

Lebih lanjut, efektivitas PBL juga terlihat dalam konteks mata pelajaran yang lebih
spesifik. Dalam studi kuasi eksperimental di SMK Negeri 14 Medan, penerapan PBL yang
dikombinasikan dengan Video Based Learning (VBL) terbukti memberikan pengaruh yang
tinggi dan konsisten terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Demikian
pula, pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) beracuan PBL untuk siswa SMK
menunjukkan tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang tinggi dalam
mendeskripsikan kemampuan penalaran matematika, memungkinkan siswa mencari pola,
menggunakan prosedur, menghubungkan konsep, serta memeriksa dan menjelaskan solusi
masalah.

PBL juga telah terbukti meningkatkan hasil belajar melalui media interaktif. Sebuah
penelitian tentang pengembangan multimedia interaktif berbasis PBL untuk materi sifat-sifat
cahaya menunjukkan bahwa media tersebut tidak hanya sangat layak dari respons guru dan
siswa, tetapi juga efektif meningkatkan hasil belajar, dibuktikan dengan peningkatan skor
pre-test dan post-test yang signifikan. Terakhir, dampak PBL bahkan meluas ke keterampilan
berbahasa; penelitian kuantitatif dengan desain one pretest post test menemukan bahwa
penerapan PBL secara dramatis meningkatkan kemampuan menulis siswa, dengan rata-rata
skor yang melonjak dari kategori "cukup" menjadi "sangat baik". Temuan-temuan ini secara
kolektif memperkuat argumen bahwa Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah alat yang
ampuh dan multifaset untuk mencapai tujuan pendidikan yang komprehensif.

DAFTAR PUSTAKA

Mardiah, E., Hamdani, A., & Komaro, M. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Problem
Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Smk. Journal Of
Mechanical Engineering Education. Https://[Link]/10.17509/Jmee.V3i1.3193
Chotimah, C. & Muhammad F. (2018). Paradigma baru sistem pembelajaran dari: Teori,
Metode, Model, Media, hingga Evaluasi Pembelajaran (1st ed.). Yogyakarta,
Indonesia: Ar-Ruzz Media
Magdalena, I., Kadziyah, S., & Rosiha, S. (2024). Konsep Model Desain
Pembelajaran SD. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 2(7), 21–30.
[Link]

Esema, D., Susari, E., & Kurniawan, D. (2012). Problem-Based Learning. Satya
Widya, 28(2), 167-174.
Ardianti, R., Sujarwanto, E., & Surahman, E. (2021). Problem-based learning: Apa dan
bagaimana. DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied
Physics, 3(1), 27-35.
Khasanah, U. (2024). Peningkatan Literasi Sains Peserta Didik melalui Model
Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Pembelajaran Biologi Konsep
Sistem Imun di Kelas XI SMA Negeri 5 Kota Serang. Mimbar Kampus: Jurnal
Pendidikan dan Agama Islam, 23(1), 250–256.

Lara, M. (2024). Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Hasil
Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Biologi: Literature Review. PEDAGOGI
BIOLOGI, 2(01), 1–9. [Link]
Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah

Saputra, D. H., Mahariyanti, E., & Irwansah, I. (2024). Efektifivitas Pembelajaran IPA
menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis. Jurnal Asimilasi Pendidikan, 2(1), 7–13.
[Link]
Sari, M., & Nurmala, E. (2024). Applying the Problem-Based Learning Model to Enhance
Critical Thinking Skills in Leadership Education (Literature Review): Penerapan
Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir
Kritis pada Pembelajaran Kepemimpinan (Tinjauan Literatur). SABIQ: Jurnal Sosial
Dan Bidang Pendidikan, 1(1), 19-26.
Meilasari, S., & Yelianti, U. (2020). Kajian model pembelajaran problem based learning (pbl)
dalam pembelajaran di sekolah. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi Dan
Sains, 3(2), 195-207.
Lubis, R., Tanjung, S., & Kamisah (2025) THE EFFECT OF APPLYING PROBLEM
BASED LEARNING ON STUDENTS’ WRITING ABILITY. Jurnal Pijar MIPA.
Vol. 13 No. 1 Edisi Januari 2025, pp.288-293
Herdiansyah, A., Rahardi, R., Irawati, S., (2023). Pengembangan LKS Beracuan Problem
Based Learning untuk Mendeskripsikan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa
SMK. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 08, Nomor 01,
Desember 2023 Maret 2024, pp.29-43

Nazara, E., & Dewi I. (2023). The Effect of Problem Based Learning (PBL) Using Video
Based Learning (VBL) on Mathematics Students’ Problem Solving Ability in SMK
Negeri 14 Medan. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 08,
Nomor 01 Desember 2023 Maret 2024, pp.1-12

Lutfiani, F., & Andriani A. (2025). Development of Interactive E-Books Based on Problem-
BasedLearning on the Material of the Earth's Surface Layers. Jurnal Pijar MIPA.
Published: January 26, 2025

Selviana, & Andriani A. (2025). Development of Interactive Multimedia Based on Problem-


Based Learning to Improve Learning Outcomes of Light Properties Material. Jurnal
Pijar MIPA. Published: January 23, 2025
Agus, J., Agusalim., Irwan. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran IPS Sekolah Dasar.
Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan. Volume 4 Nomor 5 Oktober 2022 Halaman 6963 -
6972 [Link]

Anda mungkin juga menyukai