TUGAS REFLEKSI
MODUL 2
PEDAGOGIK
GURU KELAS MI
PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN BATCH IV
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2025
Disusun oleh : Rasma Noviyanti, S. Pd.
LPTK : UIN RADEN FATAH PALEMBANG
1. Pendekatan Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based
Learning (PjBL)
PBL (Problem Based Learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat
pada siswa dengan memulai proses belajar dari masalah nyata dan kompleks sebagai
pemicu belajar.
PjBL (Project Based Learning) adalah pembelajaran berpusat pada proyek nyata, di
mana siswa belajar melalui proses pembuatan proyek yang mendalam dan
kontekstual.
2. Analisis Implementasi/Penerapan Materi
1. Pembelajaran Berpusat pada Peserta Didik
Implementasi:
Digunakan melalui pendekatan seperti PBL, PjBL, dan DBL.
Guru berperan sebagai fasilitator, bukan sumber utama pengetahuan.
Lingkungan belajar dirancang agar fleksibel, menyenangkan, dan menyesuaikan gaya
belajar siswa.
Contoh Praktik:
Siswa diberikan permasalahan nyata seperti banjir atau sampah plastik untuk dianalisis
dan dicari solusinya secara kolaboratif.
2. Integrasi Materi, Teknologi, dan Pedagogi (TPACK)
Implementasi:
Guru tidak hanya menguasai materi, tapi juga cara mengajarkannya dan teknologi
pendukungnya.
Disiapkan modul digital, video pembelajaran, LMS, hingga media interaktif.
Contoh Praktik:
Dalam pembelajaran IPA, guru menggunakan video animasi siklus air untuk
menjelaskan proses sains yang kompleks.
3. (Dihapus Sesuai Permintaan) Pembelajaran Bermakna dan Menyenangkan
(Deep Learning)
Telah ditiadakan dari peta konsep visual sesuai permintaan sebelumnya.
4. Peran Guru sebagai Konselor, Fasilitator, dan Supervisor
Implementasi:
Guru memfasilitasi refleksi pembelajaran, bimbingan konseling, dan mendampingi
perkembangan murid.
Supervisi klinis dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kualitas profesional guru.
Contoh Praktik:
Guru mendiskusikan kesulitan siswa dalam proyek, memberikan umpan balik, dan
memotivasi pengembangan karakter.
5. Transformasi Guru di Era Digital dan AI
Implementasi:
Guru perlu memahami karakteristik Gen Z dan Alpha.
Diperlukan keterampilan baru: pemanfaatan AI, desain pembelajaran digital, hingga
pembuatan konten interaktif.
Contoh Praktik:
Guru menggunakan LMS untuk mengelola proses belajar mandiri, pretest, hingga tes
akhir.
Menggunakan aplikasi untuk kuis interaktif dan asesmen formatif berbasis teknologi.
Tindak Lanjut dan Penguatan Implementasi
Guru perlu rutin merefleksi dan mengevaluasi praktik pembelajaran.
Pelatihan lanjutan diperlukan untuk mengasah kompetensi TPACK dan penggunaan AI.
Penguatan kolaborasi antar guru untuk berbagi praktik baik.
3. Pengalaman Praktis Dari Proses Pembelajaran Yang Mendukung Dan Bertentangan
Dengan Materi
🌟 Pengalaman yang Mendukung Materi
Judul: Penerapan PBL pada Mata Pelajaran IPA – Topik “Siklus Air”
Konteks: Di kelas IV MI, guru memberikan pertanyaan pemantik: "Mengapa daerah kita
sering mengalami kekeringan dan banjir bergantian dalam setahun?"
Kesesuaian dengan Materi:
✅ Masalah autentik dan kontekstual: Masalah yang disajikan relevan dengan
kehidupan nyata siswa (kekeringan & banjir).
✅ Berpusat pada siswa: Siswa dibagi ke dalam kelompok untuk mengeksplorasi
penyebab fenomena tersebut.
✅ Refleksi dan presentasi: Di akhir, siswa membuat diagram siklus air dan
mempresentasikan solusi untuk mengatasi dampak lingkungan tersebut.
✅ Guru sebagai fasilitator: Guru tidak memberikan jawaban langsung, tapi
membimbing melalui pertanyaan dan sumber daya.
Kesimpulan: Pengalaman ini sangat mendukung teori PBL yang berfokus pada pemecahan
masalah, kolaborasi, pembelajaran mandiri, dan refleksi seperti dijelaskan dalam modul.
🚫 Pengalaman yang Bertentangan dengan Materi
Judul: “Proyek Pembuatan Poster” dalam Tema Kebersihan Lingkungan
Konteks: Dalam pelajaran tematik, guru meminta siswa membuat poster tentang menjaga
kebersihan lingkungan. Namun, tidak ada pertanyaan pemicu atau permasalahan nyata yang
diajukan sebelumnya.
Pertentangan dengan Materi:
❌ Tidak ada masalah autentik yang menjadi titik awal pembelajaran –
bertentangan dengan prinsip utama PBL dan PjBL.
❌ Minim investigasi dan eksplorasi – siswa langsung membuat poster tanpa diskusi,
observasi, atau riset sebelumnya.
❌ Guru dominan mengarahkan isi poster – siswa hanya mengikuti instruksi, tidak
mengalami proses self-directed learning.
❌ Tidak ada refleksi atau evaluasi proses – hanya mengumpulkan hasil tanpa
pembahasan lanjutan.
Kesimpulan: Proyek ini bertentangan dengan semangat PjBL, yang seharusnya berbasis pada
pertanyaan esensial, penyelidikan mendalam, dan hasil produk yang mencerminkan proses
pembelajaran aktif.
4. Tantangan Yang Dihadapi Dan Hikmah (Lesson Learn) Yang Didapatkan Dari
Materi Tersebut
Tantangan yang Dihadapi
1. Memerlukan Waktu Lebih Lama
o Baik PBL maupun PjBL memerlukan waktu yang lebih panjang karena
melibatkan proses penyelidikan, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil.
2. Keterampilan Guru yang Tinggi
o Guru dituntut memiliki kemampuan tinggi dalam merancang masalah/proyek
yang relevan serta mampu menjadi fasilitator yang efektif, bukan sekadar
pemberi informasi.
3. Keterbatasan Sumber Daya
o Pelaksanaan PBL/PjBL sering kali memerlukan akses ke berbagai sumber
seperti internet, buku referensi, atau alat praktikum yang mungkin tidak selalu
tersedia.
4. Evaluasi yang Kompleks
oPenilaian tidak hanya mencakup hasil akhir, tetapi juga proses, keterlibatan,
dan kerja sama siswa. Ini membutuhkan instrumen evaluasi yang lebih
komprehensif.
5. Dinamika Kelompok Tidak Seimbang
o Dalam kerja kelompok, tidak semua siswa memiliki kontribusi yang sama,
bisa terjadi dominasi oleh satu siswa atau ketidakterlibatan sebagian anggota.
6. Kemandirian dan Motivasi Siswa
o Tidak semua siswa terbiasa atau siap belajar secara mandiri. Pendekatan ini
menuntut motivasi dan tanggung jawab yang tinggi dari siswa.
Hikmah (Lesson Learned) yang Didapatkan
1. Pengembangan Keterampilan Abad 21
o Siswa terlatih untuk berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan
memecahkan masalah kompleks—keterampilan penting untuk masa depan
mereka.
2. Belajar Secara Mandiri dan Bertanggung Jawab
o PBL dan PjBL mendorong siswa menjadi pembelajar mandiri, bertanggung
jawab atas proses dan hasil pembelajaran mereka.
3. Keterkaitan antara Teori dan Praktik
o Materi pelajaran tidak hanya berhenti di tataran konsep, tapi dihubungkan
dengan dunia nyata, menjadikannya lebih bermakna dan aplikatif.
4. Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan Siswa
o Masalah atau proyek yang autentik dan kontekstual membuat siswa lebih
tertarik dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
5. Pembelajaran Kolaboratif yang Efektif
o Melalui diskusi dan kerja kelompok, siswa belajar menghargai pendapat orang
lain dan mengembangkan kemampuan interpersonal.
6. Refleksi Sebagai Penguat Pemahaman
o Refleksi yang menjadi bagian dari proses belajar membantu siswa memahami
kekuatan dan kelemahan mereka, serta merencanakan perbaikan.
5. RENCANA AKSI PENERAPAN PBL DAN Pjbl DALAM PEMBELAJARAN
📌 1. Identifikasi Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar
Tujuan: Menentukan materi yang relevan dengan penerapan PBL atau PjBL.
Langkah:
o Tinjau kurikulum dan capaian pembelajaran (CP).
o Pilih tema atau subtema yang sesuai untuk diintegrasikan dengan PBL/PjBL.
📌 2. Menentukan Pendekatan yang Digunakan
Gunakan PBL jika fokusnya pada pemecahan masalah.
Gunakan PjBL jika fokusnya pada proyek dan produk nyata.
Contoh:
o PBL: Masalah kekeringan di musim kemarau → mata pelajaran IPA.
o PjBL: Membuat alat sederhana pemanfaatan energi surya → IPA/PPKn.
📌 3. Merancang Rencana Pembelajaran
RPP/Modul Ajar disusun mengikuti sintaks PBL atau PjBL.
Masukkan:
o Tujuan pembelajaran.
o Masalah/proyek utama.
o Aktivitas siswa.
o Peran guru (sebagai fasilitator).
o Penilaian (proses dan produk).
📌 4. Melaksanakan Pembelajaran Aktif
Langkah PBL:
1. Orientasi pada masalah.
2. Organisasi kelompok.
3. Penyelidikan mandiri/kelompok.
4. Presentasi solusi/karya.
5. Evaluasi dan refleksi.
Langkah PjBL:
1. Pertanyaan esensial.
2. Rancang rencana proyek.
3. Buat jadwal kegiatan.
4. Pantau dan bimbing.
5. Penilaian hasil proyek.
6. Refleksi pembelajaran.
📌 5. Penilaian Otentik
Gunakan rubrik penilaian untuk:
o Proses kerja kelompok.
o Hasil produk atau solusi.
o Presentasi siswa.
o Sikap dan tanggung jawab siswa.
📌 6. Refleksi dan Tindak Lanjut
Ajak siswa melakukan refleksi bersama.
Guru mencatat tantangan dan solusi implementasi.
Evaluasi untuk peningkatan pembelajaran di pertemuan berikutnya.
🎯 Contoh Penerapan (Singkat)
Mata Pelajaran: IPA
Topik: Energi Terbarukan
Model: Project Based Learning (PjBL)
Proyek: Merancang dan membuat kompor tenaga surya mini dari kardus bekas.
Produk Akhir: Kompor tenaga surya sederhana dan poster edukasi.