MODUL AJAR PENDEKATAN DEEP LEARNING
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN PELAJARAN 2025-2026
A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SD NEGERI KARENG LOR 2
Mata Pelajaran : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
KLS/FASE/SMT : III / B / I (ganjil)
Alokasi Waktu : 4 x pertemuan
Materi Pokok : Pelajaran 2 / Ayo Mengenal Tuhan Kita
A. Sifat Wajib Allah Swt
B. Sifat Mustahil Allah Swt
C. Sifat Jaiz Allah Swt
D. Ayo Mengenal Allah Swt. Melalui Asmaulhusna
B. DIMENSI PROFIL LULUSAN
* Keimaman dan ketaqwaan terhadap tuhan yang Maha Esa,
* Penalaran Kritis
* Kreatifitas
* Kolaborasi
* Kemandirian
C. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik memahami sifat-sifat Allah Swt., beberapa asmaulhusna, iman kepada kitab kitab
Allah Swt. dan rasul-rasul Allah Swt
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Meyakini bahwa Allah Swt. memiliki sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta asmaulhusna
dengan benar.
2. Menunjukkan sikap rendah hati sebagai implementasi pemahaman sifat-sifat Allah Swt.
dengan baik.
3. Menjelaskan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta asmaulhusna Allah Swt. dengan benar.
4. Merasionalkan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta asmaulhusna Allah Swt. dengan benar.
5. Membenarkan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta asmaulhusna Allah Swt. dengan benar.
6. Mendemonstrasikan hafalan sifat wajib, jaiz, dan mustahil, serta asmaulhusna Allah Swt.
dengan benar
E. PENGALAMAN PEMBELAJARAN
v Kegiatan Awal (Berkesan dan Bermakna)
۞ Pembelajaran dimulai, guru mengucapkan salam dan mengajak peserta didik berdoa
bersama.
۞ Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi dan tempatduduk perserta
didik disesuaikan dengan Kegiatan Pembelajaran.
۞ Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik.
۞ Guru melalukan apersepsi sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
۞ Guru memberikan Refleksi pelajaran yang telah dilalui
۞ Guru memberikan pertanyaan pemantik utnuk memberikan stimulus pembelajaran yang
akan disampaikan
v Kegiatan Inti (Memahami, Mengaplikasikan dan merefleksi)
PERTEMUAN KE I
Langkah-Langkah Pembelajaran Deep Learning
(Mindful: berkesadaran, Meaningful: bermakna, dan Joyful: menyenangkan)
v Connecting (Menghubungkan dengan pengalaman pribadi siswa)
Kegiatan
Guru mengajak siswa berbicara tentang:
o“Pernahkah kamu merasa sendirian?”
o“Siapa yang selalu bersama kita meskipun kita tidak melihat-Nya?”
Guru menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat-sifat sempurna yang wajib diyakini, seperti: ada
(wujud), satu (wahdaniyah), berkuasa (qudrah), mengetahui segalanya (‘ilm), dan lain-lain.
Tujuan:
v Experiencing (Mengalami langsung pembelajaran)
Kegiatan
Guru menampilkan 10 sifat wajib Allah melalui poster atau gambar menarik.
Siswa menyimak penjelasan guru tentang makna tiap sifat:
oWujud (Allah itu ada),
oQidam (Allah tidak berawal),
oBaqa’ (Allah kekal), dll.
Siswa diajak menyanyikan lagu/mars sederhana “Sifat Wajib Allah” untuk memudahkan
menghafal.
Tujuan:
Memberikan pengalaman
v Thinking and Reasoningbelajar yang menyenangkan
(Menganalisis dan mudah
dan memahami diingat
makna)
Kegiatan
Guru memandu diskusi:
o“Apa bedanya sifat manusia dan sifat Allah?”
o“Kalau Allah Maha Melihat, bagaimana seharusnya kita bersikap?”
o“Mengapa kita tidak boleh menyamakan Allah dengan makhluk?”
Tujuan:
Membantu siswa memahami secara logis ke-Maha-sempurnaan sifat Allah dan aplikasinya
dalam sikap sehari-hari.
v Deepening (Pendalaman makna dan nilai)
Kegiatan
Game Tebak Sifat: Guru menyebut makna, siswa menebak nama sifatnya.
Contoh: “Allah selalu ada, tidak diciptakan.” → Jawaban: Qidam.
Siswa membuat Kartu Sifat Allah: satu sisi nama sifat, sisi lain artinya dan contoh sikap yang
bisa diteladani.
Tujuan:
Mendorong pendalaman makna secara kreatif dan visual.
v Tahap Transferring (Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari)
Kegiatan
Siswa menulis komitmen kecil:
“Karena Allah Maha Melihat, aku akan jujur setiap hari.”
Re leksi bersama:
o“Apa satu hal yang akan kamu lakukan karena kamu tahu Allah Maha Mengetahui?”
Kegiatan “Teladan Sifat Allah” di rumah: orang tua membantu mencatat sikap anak yang
mencerminkan sifat Allah.
Tujuan:
Menghubungkan nilai akidah dengan praktik akhlak dalam kehidupan nyata.
PERTEMUAN KE II
Langkah-Langkah Pembelajaran Deep Learning
(Mindful: berkesadaran, Meaningful: bermakna, dan Joyful: menyenangkan)
v Connecting (Menghubungkan dengan pengalaman pribadi siswa)
Kegiatan
Guru bertanya:
o“Pernahkah kamu lupa membawa PR?”
o“Pernahkah kamu merasa lemah atau takut?”
Guru menjelaskan bahwa sifat lupa, lemah, mati, dan bodoh adalah sifat manusia, tetapi
mustahil dimiliki oleh Allah Swt, karena Allah Maha Sempurna.
Tujuan:
Mengaitkan pengalaman pribadi siswa dengan pengenalan sifat mustahil Allah
v Experiencing (Mengalami langsung pembelajaran)
Kegiatan
Guru memperlihatkan daftar sifat mustahil Allah beserta arti sederhananya. Contoh:
o‘Adam: tidak ada → mustahil Allah tidak ada
oMaut: mati → mustahil Allah mati
oJahlun: bodoh → mustahil Allah bodoh
Guru mengajak siswa membuat pasangan sifat wajib vs mustahil, misalnya:
oWujud (Ada) ↔ ‘Adam (Tidak Ada)
oQidam (Terdahulu) ↔ Huduts (Baru)
Tujuan:
v Thinking and Reasoning (Menganalisis dan memahami makna)
Kegiatan
Guru memandu diskusi:
o“Mengapa Allah tidak mungkin mati?”
o“Apa yang terjadi jika Allah bisa lupa atau lemah seperti manusia?”
o“Apa jadinya dunia jika Allah tidak Maha Kuasa?”
Tujuan:
Mendorong siswa bernalar bahwa sifat mustahil tidak mungkin dimiliki oleh Allah karena
bertentangan dengan kesempurnaan-Nya.
v Deepening (Pendalaman makna dan nilai)
Kegiatan
Siswa membuat lip chart dua sisi:
oSatu sisi: Sifat Wajib (misal: Hidup)
oSisi lainnya: Lawan sifatnya yang Mustahil (misal: Mati)
Bermain "Tebak Pasangannya":
oGuru menyebut sifat mustahil, siswa menyebut lawan sifat wajibnya, atau sebaliknya.
Diskusi mini:
o“Bagaimana cara menunjukkan rasa yakin pada ke-Maha-sempurnaan Allah dalam kehidupan
sehari-hari?”
v Tahap Transferring (Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari)
Kegiatan
Re leksi:
“Karena Allah tidak pernah lupa, aku akan menjaga amanah.”
Tugas rumah:
oOrang tua mendampingi siswa menjelaskan 3 sifat mustahil Allah dan artinya.
oDitandatangani orang tua pada lembar re leksi keluarga.
Tujuan:
Mengaitkan akidah dengan pembentukan akhlak dan keterlibatan keluarga.
PERTEMUAN KE III
Langkah-Langkah Pembelajaran Deep Learning
(Mindful: berkesadaran, Meaningful: bermakna, dan Joyful: menyenangkan)
v Connecting (Menghubungkan dengan pengalaman pribadi siswa)
Kegiatan
Guru bertanya:
o“Pernahkah kamu punya rencana, tapi tidak jadi?”
o“Apa yang kamu lakukan saat keinginanmu tidak terkabul?”
Guru menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat jaiz, artinya Allah berkehendak atau tidak
berkehendak terhadap sesuatu, dan itu hak mutlak Allah.
Tujuan:
Mengaitkan pengalaman
v Experiencing siswa langsung
(Mengalami tentang rencana dan harapan dengan konsep kehendak Allah.
pembelajaran)
Kegiatan
Guru menjelaskan:
oSifat jaiz Allah adalah i‘lu syai’in au tarkuhu (melakukan sesuatu atau tidak melakukannya).
oSegala sesuatu terjadi karena kehendak Allah, bukan karena paksaan.
Siswa menyimak contoh:
oAllah menciptakan manusia → karena kehendak-Nya.
oAllah tidak menciptakan makhluk lain di luar bumi → juga karena kehendak-Nya.
Tujuan:
Memahami secara konkret bahwa Allah bebas berkehendak dan tidak dipaksa
v Thinking and Reasoning (Menganalisis dan memahami makna)
Kegiatan
Guru memandu tanya jawab:
o“Apakah Allah wajib mengabulkan semua doa kita?”
o“Apa bedanya keinginan manusia dan kehendak Allah?”
o“Apa yang harus kita lakukan saat Allah belum mengabulkan keinginan kita?”
Tujuan:
Mendorong siswa memahami bahwa manusia harus berikhtiar dan tawakal, karena keputusan
akhir adalah kehendak Allah
v Deepening (Pendalaman makna dan nilai)
Kegiatan
Siswa menulis cerita mini:
“Aku berdoa ingin..., tapi ternyata Allah memberi...”
Kegiatan “Mau atau Tidak, Allah yang Menentukan”
oGuru menyebut suatu kejadian (misal: hujan, sehat, naik kelas), siswa menjawab:
“Kalau Allah menghendaki, maka terjadi.”
Siswa membuat poster mini:
“Allah Maha Berkehendak, Aku Tawakal dan Sabar.”
Tujuan:
Mendalami pemahaman melalui ekspresi kreatif dan refleksi pengalaman
v Tahap Transferring (Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari)
Kegiatan
Siswa menyusun “Komitmen Tawakal”:
“Aku akan berusaha keras dan berserah diri kepada Allah.”
Tugas rumah:
oDiskusi keluarga tentang pengalaman saat doa belum dikabulkan dan bagaimana tetap
percaya kepada Allah.
Tujuan:
Menanamkan sikap tawakal dan ridha dalam kehidupan nyata, terutama saat harapan tidak
sesuai kenyataan.
PERTEMUAN KE IV
Langkah-Langkah Pembelajaran Deep Learning
(Mindful: berkesadaran, Meaningful: bermakna, dan Joyful: menyenangkan)
v Connecting (Menghubungkan dengan pengalaman pribadi siswa)
Kegiatan
Guru bertanya:
o“Siapa nama temanmu yang paling kamu suka?”
o“Apa arti nama kamu? Apakah kamu tahu bahwa Allah juga punya nama-nama yang indah
Guru menjelaskan bahwa Allah memiliki 99 nama yang sangat indah dan agung,
Asmaulhusna ()اﻷ َ ْس َما ُء ْال ُح ْسنَى.
ْ
Tujuan:
Menghubungkan minat anak terhadap nama dan identitas dengan pengenalan nama
Allah.
v Experiencing (Mengalami langsung pembelajaran)
Kegiatan
Siswa mendengarkan dan menirukan bacaan beberapa Asmaulhusna melalui lagu atau
murottal:
oAr-Rahman (Maha Pengasih)
oAl-‘Alim (Maha Mengetahui)
oAl-Ghaffar (Maha Pengampun)
oAl-Ha izh (Maha Menjaga)
Guru menampilkan kartu bergambar (Asmaulhusna + maknanya + contoh perilaku).
Tujuan:
v Thinking and Reasoning (Menganalisis dan memahami makna)
Kegiatan
Diskusi sederhana:
o“Kalau Allah Maha Pengasih, bagaimana kita memperlakukan teman?”
o“Jika Allah Maha Mengetahui, apakah boleh berbohong?”
o“Karena Allah Maha Menjaga, apakah kita harus takut sepanjang waktu?”
Tujuan:
Membangun pemahaman mendalam atas makna nama-nama Allah dan kaitannya dengan
perilaku sehari-hari.
v Deepening (Pendalaman makna dan nilai)
Kegiatan
Siswa membuat “Kalung Asmaulhusna”: Kartu kecil berisi satu Asmaulhusna, artinya, dan
gambar/perilaku yang mencerminkan sifat itu.
Bermain “Siapa Aku?”:
oGuru membaca makna: “Aku Maha Pengampun...” → siswa menjawab: Al-Ghaffar!
Siswa menulis:
“Aku ingin meneladani sifat Allah Ar-Rahim, maka aku akan ... (misalnya: menyayangi teman
dan adik).”
Tujuan:
Menginternalisasi nilai melalui
v Tahap Transferring ekspresidalam
(Menerapkan kreatifkehidupan
dan kegiatan bermain bermakna
sehari-hari)
Kegiatan
Siswa diberikan tugas:
oMengamalkan satu sifat Asmaulhusna dalam 3 hari, lalu menuliskan contoh perbuatannya.
Guru memfasilitasi Re leksi Harian Asmaulhusna, misalnya:
“Hari ini aku meneladani Al-Ghaffar. Aku memaa kan teman yang meminjam pensilku tanpa
izin.”
Tujuan:
Mendorong aplikasi nyata dari nilai-nilai Asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari siswa.
PERTEMUAN KE V
Langkah-Langkah Pembelajaran Deep Learning
(Mindful: berkesadaran, Meaningful: bermakna, dan Joyful: menyenangkan)
v Connecting (Menghubungkan dengan pengalaman pribadi siswa)
Kegiatan
0
v Experiencing (Mengalami langsung pembelajaran)
Kegiatan
0
v Thinking and Reasoning (Menganalisis dan memahami makna)
Kegiatan
0
v Deepening (Pendalaman makna dan nilai)
Kegiatan
0
v Tahap Transferring (Menerapkan dalam kehidupan sehari-hari)
Kegiatan
0
v Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
۞Menyimpulkan pembelajaran bahwa Dengan meminta siswa untuk mengungkapkan
pendapatnya terkait dengan materi pembelajaran yang telah dilaksanakan.
۞ Guru Bersama siswa menutup kegiatan dengan doa dan salam
F. ASSESSMENT PEMBELAJARAN
۞Assesment Awal Pembelajaran
۞Assesment Proses Pembelajaran
۞Assesment Akhir Pembelajaran
PROBOLINGGO 15 Juli 2025
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Pendidikan Agama Islam
JAYAWARDANA, [Link]. MOHAMAD FATHONI, [Link].I
198605152009031001 198210122014021001