0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan41 halaman

Program K3 UPT Laboratorium Kesehatan

Dokumen ini adalah Program Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat untuk tahun 2025, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja dan kesehatan di laboratorium. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pengembangan kebijakan K3, pelatihan, dan pemantauan lingkungan kerja untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukum program ini merujuk pada undang-undang terkait keselamatan kerja dan kesehatan.

Diunggah oleh

Silvia Refnita R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan41 halaman

Program K3 UPT Laboratorium Kesehatan

Dokumen ini adalah Program Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat untuk tahun 2025, yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja dan kesehatan di laboratorium. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti pengembangan kebijakan K3, pelatihan, dan pemantauan lingkungan kerja untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Dasar hukum program ini merujuk pada undang-undang terkait keselamatan kerja dan kesehatan.

Diunggah oleh

Silvia Refnita R
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA K3

UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH

(KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)

UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH

KABUPATEN LAHAT
TAHUN 2025
PROGRAM KERJA KESEHATAN & KESELAMATAN
KERJA (K3)
UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH
DAERAH LAHAT

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum
Laboratorium terpadu memiliki komitmen tinggi untuk menerapkan
misi institusi, fungsi laboratorium yang strategis, kolaboratif, dan
berintegritas bagi dosen, mahasiswa, instansi, dunia industry serta
masyarakat luas. Tidak hanya penelitian dan riset, dalam bidang
pendidikan Laboratorium Terpadu ITK juga melayani praktikum
mahasiswa internal dan eksternal ITK serta pengembangan kegiatan
SDM melalui pelatihan atau workshop sesuai dengan lingkup bidang dan
kompetensi. Dalam keberjalanannya, Laboratorium Terpadu
mengutamakan keselamatan kerja di laboratorium.
Untuk menunjang tercapainya keselamatan kerja, Laboratorium
Terpadu ITK dilengkapi dengan beberapa fasilitas keselamatan seperti
Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hidran, fire alarm system, tanda jalur
evakuasi, titik kumpul darurat, dan kotak P3K. Sebagai bentuk komitmen
Laboratorium Terpadu ITK terhadap keselamatan kerja, dalam
keberjalanannya, didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970
tersebut juga merupakan dasar dalam Pedoman K3 Laboratorium ini.
Dimana pedoman ini menjelaskan mengenai beberapa prosedur K3,
prosedur apabila terjadi kecelakaan kerja, pelaksanaan P3K,
penanggulangan bencana dan beberapa hal lain yang berlaku di
laboratorium.
Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan,
Pasal 165 dinyatakan bahwa “Pengelolaan tempat kerja wajib melakukan
segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya pencegahan, peningkatan,
pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja”.
Keselamatan kerja merupakan suatu upaya penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan laboratorium serta memberikan
lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi pasien, pengunjung dan
petugas serta mencegah terjadinya bahaya kebakaran, kecelakaan dan
penyakit akibat [Link] berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu
upaya mengendalikan, meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya
yang dilaksanakan secara terintergrasi dan menyeluruh, oleh karena itu
penyelenggaraan K3 laboratorium lebih efektif, efisien dan terpadu.
Upaya kesehatan dan keselamatan kerja adalah upaya
penyeresaian antara kapasitas, beban kerja dan lingkungan kerja agar
setiap tenaga kerja/personel dapat bekerja secara sehat tanpa
membahayakan dirinya sendiri maupun masyarakat disekelilingnya agar
dapat produktif kerja yang optimal. Upaya keselamatan dan kesehatan
kerja merupakan berbagai upaya kesehatan yang dilaksanakan secara
paripurna dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan dan
produktifitas kerja seluruh tenaga kerja/personel laboratorium.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Maksud
Agar seluruh personel UPT Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat dapat mengetahui, memahami tentang Kesehatan
dan keselamatan kerja Laboratorium Kesehatan daerah dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawab di masing-masiing unit kerja
b. Tujuan
Agar seluruh personel UPT Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat mampu dan mahir dalam melaksanakan kegiatan/
pelayanan sesuai dengan ketentuan Kesehatan dan Keselamatan
Kerja Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat. Sehingga
dapat mencegah terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit
akibat kerja serta kewaspadaan terhadap bencana, supaya dapat
memberikan pelayanan secara optimal, aman dan nyaman kepada
pasien, pengunjung, keluarga dan lingkungan, sehingga dapat
meningkatkan produktifis, mutu dan citra UPT Laboratorium
Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat.

3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penulisan program kerja Kesehatan dan Keselamatan
Kerja RSUD Lahat, sebagai berikut :
a. Bab I Pendahuluan
b. Bab II Rencana Pelaksanaan
c. Bab III Penutup

4. Dasar
a. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
b. Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
c. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No. 5 Tahun 1996:
Mengatur Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) yang juga berlaku di laboratorium.
d. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2012: Tentang penerapan
Sistem Manajemen K3, menekankan pada penerapan manajemen
risiko di tempat kerja.
e. Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 43 Tahun 2013: Mengatur
tentang Penyelenggaraan Laboratorium Klinik, mencakup prosedur
penanganan alat, bahan, dan pengelolaan limbah di laboratorium medis
BAB II
PROGRAM KERJA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
DI UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN LAHAT

1. PENYUSUNAN PROGRAM KERJA


Program Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di UPT
Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2025 disusun
pada bulan Januari 2025.

2. SASARAN
Seluruh personel UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat dan Tim
Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana UPT Laboratorium
Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat, diharapkan dapat mengerti, memahami dan
mampu melaksanakan pelayanan kesehatan pada pasien, pengunjung/ pengantar
pasien, masyarakat dalam keadaan lingkungan yang aman, sehat dan produktif.

3. PROGRAM KEGIATAN
Kegiatan Kesehatan keselamatan kerja UPT Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat sebagai berikut :

No Jenis program kerja K3 UPT Pencapaian


Laboratorium Kesehatan Daerah sasaran
Kabupaten Lahat Tahun target
1 Pengembangan kebijakan K3LAB
a. Pembentukan atau revitalisasi insidentil 100%
organisasi K3LAB
b. Merencanakan program K3LAB insidentil 100%
selama 3 tahun kedepan (setiap 3
tahun dapat direvisi Kembali,
sesuai dengan kebutuhan)
pembudayaan perilaku K3LAB
2 Advokasi sosialisasi K3 pada seluruh
jajaran laboratorim, baik bagi SDM
Laboratorium
a. Penyebaran media komunikasi dan insidentil 100%
informasi baik melalui leaflet,
poster, pamphlet, dll.
b. Promosi K3 pada setiap pekerja insidentil 100%
yang bekerja di UPT Laboratorium
Kesehatan Daerah Kabupaten
Lahat
3 Pengembangan SDM K3LAB
a. Pelatihan umum K3LAB insidentil 100%
b. Pelatihan internal LAB bagi seluruh insidentil 100%
personal
c. Pengirim SDM LAB untuk insidentil 100%
Pendidikan formal, Pelatihan
lanjutan, seminar dan workshop
yang berkaitan dengan K3
4 Pengembangan pedoman, petunjuk
teknis dan standard operasional
(SOP) K3LAB
a. Penyusunan pedoman pelaksanaan Insidentil 100%
pelayanan kesehatan kerja
b. Penyusunan pedoman pelaksanaan 1X 100%
pencegahan dan penanggulangan
kebakaran
c. Penyusunan control terhadap 1X 100%
penyakit infeksi
d. Penyusunan SOP terhadap bahan 1X 100%
beracun dan berbahaya (B3)
e. Penyusunan SOP kerja dan 1X 100%
peralatan di masing-masing unit
kerja UPT Laboratorium Kesehatan
Daerah Kabupaten Lahat
5 Pemantauan dan evaluasi Kesehatan
lingkungan tempat kerja
a. Mapping lingkungan tempat kerja (area 1X 100%
atau tempat kerja yang dianggap berisiko
dan berbahaya, area/ tempat kerja yang
belum melaksanakan program
K3LAB,area/ tempat kerja yang sudah
melaksanakan program K3LAB. area/
tempat kerja yang sudah melaksanakan
danmendokumentasikan pelaksanaan
program K3LAB).
b. Evaluasi lingkungan tempat kerja Insidentil 100%
(walkthrough danobservasi, wawancara
SDM Laboratorium, survei dankuesioner,
checklist dan evaluasi lingkungan tempat
kerja secara rinci)
6 Pelayanan Kesehatan kerja
a. pemeriksaan kesehatan sebelum Insidentil 100%
bekerja,pemeriksaan kesehatan berkala,
dan pemeriksaan kesehatan khusus bagi
SDM Laboratorium
b. Memberikan pengobatan dan perawatan Insidentil 100%
serta rehabilitasi bagi SDM UPT
Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat
c. Melaksanakan kegiatan surveilans 12 100%
kesehatan kerja.
7 Pelayanan keselamatan kerja
a. Pembinaan dan pengawasan 12 100%
keselamatan/keamanansarana, prasarana
dan peralatan kesehatan di laboratorium
b. Pembinaan dan pengawasan 12 100%
perlengkapan keselamatan kerja
c. Pengelolaan, pemeliharaan dan sertifikasi Insidentil 100%
sarana, prasarana dan peralatan
laboratorium
d. Pengadaan peralatan K 3 LAB Insidentil 100%
8 Pengembangan program pemeliharaan
pengelolaan limbah padat,cair dan gas
a. Penyediaan fasilitas untuk penanganan 365 100%
dan pengelolaanlimbah padat,cair dan
gas.
b. Pengelolaan limbah medis dan non medis 365 100%
Pengelolaan jasa, bahan beracun
berbahaya dan barang berbahaya
c. Inventarisasi jasa, bahan beracun 1X 100%
berbahaya dan barang berbahaya
(Permenkes No. 472 tahun 1996).
d. Membuat kebijakan dan prosedur 1X 100%
pengadaan, penyimpanan dan
penanggulangan bila terjadi kontaminasi
dengan acuan Lembar Data Keselamatan
Bahan ( MSDS/ Material Safety Data
Sheet) atau Lembar Data Pengaman
(LDP) ; lembar informasi dari
4. MEMBUAT JADWAL PELAKSANAAN, EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
Program kerja Kesehatan dan keselamatan UPT Laboratorium Kesehatan
Daerah Kabupaten Lahat tahun anggaran 2025. Program kerja ditinjau dan di
evaluasi Kembali, untuk kegiatan yang belum dilaksanakan dievaluasi hambatan
dan kendalanya, direncanakan untuk dilaksanakan Kembali direncana program
berikutnya.

5. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksaaan program K3 UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten
Lahat, sebagai berikut :

JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM


TIM K3 UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH KABUPATEN LAHAT

NO KEGIATAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
1 Pengembangan
kebijakan
K3LAB
Pembentukan √ √ √ √
atau revitalisasi
organisasi
K3LAB
2 Melakukan
audit:
Audit fasilitas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kebersihan
tangan
Audit √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
kepatuhan
petugas
melakukan
kebersihan
tangan
Audit √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pemakaian
APD
Monitoring √ √
evaluasi :
-pelaksanaan
penggunaan
antimikroba
3 Edukasi & √ √
sosialisasi PPI
4 Rapat √ √ √ √
koordinasi
dengan
manajemen
5 Rapat TIM PPI √ √ √ √
6 Membuat √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
laporan

6. SUMBER DANA
Sumber dana pada Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UPT
Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat adalah APBD
BAB III
KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA LABORATORIUM

Tata Laksana Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium :

1. Pada saat akan memasuki ruang laboratorium, peneliti/mahasiswa/dosen


melakukan pengisian pada barcode yang terdapat di depan tiap pintu
laboratorium.
2. Laboran/PLP menyiapkan alat dan bahan sebelum digunakan.
3. Pengguna laboratorium diwajibkan menaati semua petunjuk keselamatan kerja
dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan.
4. Pengguna laboratorium mengisi logbook yang terdapat pada tiap ruang
laboratorium
5. Apabila terdapat pelanggaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) maupun
peraturan lain yang ditetapkan oleh laboran/PLP, laboran/PLP berhak
memberikan sanksi.
6. Setelah selesai menggunakan laboratorium, pengguna laboratorium harus
merapikan kembali dan menjaga kebersihan laboratorium.
BAB IV
KECELAKAAN KERJA

Tata Laksana Jika Terjadi Kecelakaan Kerja :

1. Bawa korban ke tempat yang aman.


2. Laporkan kepada penanggung jawab ruang/laboran.
3. Berikan pertolongan pertama. Apabila keadaan korban membutuhkan bantuan
medis, bawa korban ke rumah sakit atau puskesmas setempat.
4. Penanggung jawab ruang/laboran melapor ke bagian kepegawaian dan
membuat berita acara kecelakaan. Format berita acara kecelakaan terlampir.
5. Berita acara kecelakaan yang telah diisi, dicetak dan ditandatangani orang-orang
yang bersangkutan.
BAB IV
FASILITAS K3 LABORATORIUM

1. Potensi Bahaya yang terdapat di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten


Lahat.
No Ruang Lab Potensi Bahaya Dampak
1 Lab Biologi Molekuler Terpapar mikrrorganisme / Terpapar virus
sampel
Kabel terkelupas Tersengat listrik
Terinjak, tersandung, Luka ringan
terjatuh kerusakan
istrumen
2 Laboratorium Kimia Suhu tinggi akibat oven Luka bakar, iritasi
dan hot plate
Lingkungan
Glassware pecah Luka akibat
pecahan

2. Fasilitas K3 di Laboratorium Terpadu


a. Kotak P3K di setiap Ruang Laboratorium
Isi kotak P3K
ISI
a. Kasa steril terbungkus
b. Perban
c. Plester roll/gulung
d. Plester cepat
e. kapas
f. Gunting
g. Sarung tangan sekali pakai
h. Povidone iodine/betadine
i. Alcohol 70%
Setiap kotak P3K dilengkapi dengan logbook kotak P3K yang bertujuan
untuk memonitoring ketersediaan isi dari setiap kotak P3K logbook berisikan
tanggal, nama, dan item yang digunakan diisi setiap akan menggunakan isi
dari kotak P3K tersebut.

b. Alat Pelindung Diri


Penyediaan alat pelindung diri disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi
bahaya Kesehatan yang ada di laboratorium. APD ini disiapkan untuk
digunakan dalam pertolongan pertama apabila diperlukan. Berdasarkan
Permenakertrans No. Per. 08/MEN/VII/2010, berikut adalah beberapa alat
pelindung diri beserta fungsinya:

1) Alat Pelindung Kepala


Fungsinya untuk melindungi kepala dari terpukul, terantuk,
kejatuhan atau benturan dengan benda keras atau tajam. Pelindung
kepala juga melindungi dari paparan radiasi panas, mikroorganisme,
percikan bahan kimia, dan suhu ekstrem. Alat pelindung kepala antara
lain;
Nama Alat Gambar Penggunaan

Safety Biasanya
helmet atau digunakan pada
helm proyek pekerja proyek
konstruksi, migas,
dan industri yang
berisiko tinggi
lainnya.

Helm las Digunakan pada


proses
pengelasan.
Fungsi helm
ini adalah;
melindungi mata
dari sinar las,
menghalangi
cipratan api las ke
mata.
Tudung Umumnya
kepala atau digunakan pada
hair cap pekerja industri
manufaktur,
farmasi,
laboratorium.
Tudung kepala ini
difungsikan untuk
Melindungi kepala
dari debu ataupun
bahaya terjeratnya
rambut pada
mesin-mesin
berputar.
Pengaman Umumnya
rambut digunakan pada
pekerja industri
manufaktur,
farmasi,
laboratorium, dan
petugas medis.

2) Alat Pelindung Mata dan Muka


Fungsinya untuk melindungi mata dan wajah agar tidak terpapar secara
langsung terhadap bahan kimia berbahaya. Alat ini juga melindungi terhadap
paparan partikel yang ada di air dan udara serta percikan benda panas dan
uap panas. Alat pelindung mata dan muka juga mempu melindungi dari
benturan benda keras atau tajam, pancaran cahaya serta radiasi gelombang
elektromagnetik. Alat pelindung mata dan muka antara lain;
Nama Alat Gambar Penggunaan

Face shield Digunakan untuk

welding pekerjaan yang


menghasilkan panas
tinggi.

Safety Melindungi mata


goggles
dari debu dan
percikan bahan
kimia cair.
Bisa digunakan
pada pekerjaan
bengkel, kimia,
dan pekerjaan lain
yang
Berhubungan
dengan debu dan
bahan kimia
Masker Digunakan untuk
selam pekerjaan under
full face water welding atau
pengelasan dalam
air.
Full face Digunakan pada
masker pekerjaan yang
berhubungan
dengan zat gas
seperti
ammonia,hydrogen
sulfide

1) Alat Pelindung Telinga

Fungsinya untuk melindungi telinga dari kebisingan atau tekanan. Alat pelindung
telinga antara lain;

Nama Alat Gambar Penggunaan

Sumbat Digunakan pada


telinga
atau earplug bagian luar
telinga
untuk

memblokir
saluran telinga
untuk
membuat
perlindungan
pendengaran
terhadap
kebisingan yang ada
di
lingkungan sekitar.
Penutu Digunakan dengan
p
telinga atau cara menutupi
semua
earmuff bagian telinga dan
dilengkapi dengan
headband sebagai
penahan.

2) Alat Pelindung Pernapasan beserta Kelengkapannya

Alat ini bekerja dengan cara menyalurkan udara bersih atau menyaring polusi
agar tidak masuk ke dalam sistem pernapasan. Fungsinya adalah untuk melindungi
organ pernapasan dari mikroorganisme, bahan kimia, debu, kabut (aerosol), asap,
uap, gas, dan sebagainya.
Alat yang termasuk di dalamnya antara lain;

Nama Alat Gambar Penggunaan

Masker single Cocok untuk


pekerjaan
filter penyemprotan/
fogging,
pengecatan,

pengendara
sepeda motor, pekerja
pabrik, tukang kayu,
seniman grafiti, dll yg
memerlukan
perlindungan
ekstra dari resiko
udara
berpolusi.
Masker Cocok digunakan untuk
double filter pekerja pabrik, tukang
kayu, seniman grafiti,
dan lain sebagainya
yang memerlukan
perlindungan ekstra
dari resiko udara
berpolusi.
Masker Digunakan

sebagai perlindungan
pernafasan bagi
pemakai dari partikel-
partikel biologis seperti
bakteri dan virus dari
udara, sehingga dapat
membantu mencegah
penularan penyakit
infeksi
saluran pernafasan.

3) Alat Pelindung Tangan

Fungsinya untuk memberi perlindungan pada tangan dan jari-jari agar


terhindar dari pajanan langsung terhadap api, suhu panas maupun
dingin, dan radiasi (elektromagnetik maupun radiasi pengion). Alat
pelindung tangan juga dapat melindungi dari paparan bahan kimia, arus
listrik, pukulan, benturan, risiko tergores. Fungsi lainnya yaitu mencegah
infeksi zat patogen (bakteri, virus) dan jasad renik. Alat yang termasuk di
dalamnya antara lain;
Nama Alat Gambar Penggunaan

Sarung Sarung tangan ini


tangan lateks digunakan di area
laboratorium dan
kesehatan. Sarung
tangan ini akan
melindungi Anda dari
minyak, biohazard,
bahan/zat kimia,
pelumas, dan solvent.
Sarung Digunakan untuk
tangan nitril keperluan medis dan
keperluan bisnis kuliner
maupun industri.

Sarung Penggunaan sarung


tangan vinyl tangan vinyl lebih
banyak digunakan untuk
sektor kuliner dan
penggunaan rumahan.
Heat Biasanya dilakukan
resistant pada
gloves pekerjaan las,
blender/cutting torch,
ataupun pekerjaan lain
yang berhubungan
langsung dengan suhu
tinggi.

4) Alat Pelindung Kaki

Fungsinya untuk melindungi kaki dari terkena cairan panas atau dingin,
uap panas, suhu yang ekstrem, serta bahan kimia berbahaya dan jasad
renik. Pelindung kaki juga dapat melindungi dari risiko tertusuk benda tajam,
tertimpa benda berat, dan tergelincir.
Alat yang masuk di dalamnya antara lain;

Nama Gambar Penggunaan


Alat

Safety Digunakan
shoes pada
pekerjaan
industry,
peleburan,
konstruksi
bangunan,
dan
pengecoran
logam.
Sepatu Digunakan
boot untuk pekerja
yang berada
di area basah
(becek atau
berlumpur).

5) Pakaian Pelindung

Fungsinya untuk memberi perlindungan terhadap sebagian atau seluruh


bagian tubuh dari bahaya paparan api dan benda panas, temperature panas
atau dingin yang ekstrem, cairan dan logam panas dan uap panas. Pakaian
pelindung juga melindungi dari bahaya percikan bahan-bahan kimia serta
benturan, tergores, dan radiasi. Selain itu dapat juga melindungi dari bahaya
binatang dan mikroorganisme pathogen seperti bakteri, virus, dan jamur.
Pakaian pelindung antara lain;

Nama Gambar Penggunaan


Alat
Apron Digunakan untuk Anda
yang tengah
memperbaiki barang.
Coverall Melindungi karyawan
dari paparan benda
tajam, permukaan logam
panas, percikan api dan
lain-lain.

Rompi atau Biasanya digunakan di


vest area proyek tambang
maupun konstruksi.
Tujuan dari
penggunaan
rompi ini, agar terlihat
ketika berada di area
gelap dan sebagai
tanda
bahwa pekerja harus
berhati-hati di area
tersebut.

Jas Biasanya digunakan di


Laboratorium area laboratorium
maupun petugas
medis.
Tujuan dari
penggunaan
jas lab adalah untuk
melindungi tubuh dari
paparan zat-zat kimia.
6) Alat Pelindung Jatuh Perorangan

Fungsinya untuk membatasi gerak guna mencegah potensi jatuh atau


bisa disebut juga bahwa alat pelindung jatuh digunakan untuk bekerja di atas
ketinggian. Alat pelindung jatuh dapat menjaga pekerja berada pada posisi
yang diinginkan, misalnya dalam posisi miring atau tergantung. Alat ini juga
mampu menahan jatuh sehingga tidak membentur lantai dasar. Alat yang
termasuk di dalamnya antara lain;

Nama Alat Gambar

Sabuk
pengaman
tubuh
(harness)

7) Pelampung

Fungsinya adalah melindungi pengguna yang bekerja agar tidak


tenggelam di dalam air. Pelampung juga dapat mengatur keterapungan agar
pengguna berada pada posisi tenggelam atau melayang di dalam air.
Perlengkapan yang termasuk di dalamnya antara lain;
Nama Alat Gambar

Rompi
keselamatan
atau life vest

b. Safety Sign
1) Jalur evakuasi

Jalur evakuasi digunakan sebagai tindakan penyelamatan dari segala


bencana seperti kebakaran, gempa bumi dan banjir. Semakin cepat waktu
evakuasi yang dapat dilakukan, semakin besar jumlah orang yang selamat
dalam bencana. Dan itu berlaku juga sebaliknya. Jalur evakuasi didesain
untuk mencari jalan tersingkat dengan menggunakan jalan yang telah ada
sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai daerah yang aman dapat
ditempuh lebih singkat atau cepat.

2) Titik Kumpul Darurat (assembly point)

Titik kumpul darurat atau assembly point merupakan sebuah tempat atau
lokasi yang digunakan oleh sekelompok orang yang berada di area bencana
untuk berkumpul. Hal ini digunakan untuk memudahkan proses upaya
evakuasi dan juga mempermudah bagi petugas untuk mencatat korban
selamat.
Titik kumpul di laboratorium terpadu sendiri terletak di halaman parkir
sebelah utara gedung.
c. Alat Keselamatan Kebakaran
1) Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

APAR adalah alat pemadaman api yang bisa dibawa atau dijinjing dan
digunakan oleh satu orang sendiri. APAR sendiri memiliki standar
penempatan yang sesuai dengan Permenakertrans No. PER. 04/MEN/1980
tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api
Ringan. Poin-poinnya adalah sebagai berikut:
1. Tempatkan APAR di tempat yang mudah diakses dan tidak terhalang
benda lain.
2. Pasang APAR pada dinding minimal 15 cm dari atas lantai atau idealnya
125 cm dari atas lantai.
3. Lengkapi dengan tanda APAR yang dapat dipasang tepat di atas APAR.
4. Jarak pemasangan APAR satu dengan lainnya adalah 15 meter atau
dapat disesuaikan dengan saran yang diberikan oleh ahli K3.
2) Hydrant

Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika


terjadi kebakaran. Hydrant juga berfungsi untuk mempermudah proses
penanggulangan ketika terjadi bencana kebakaran.

3) Alarm kebakaran

Peraturan instalasi alarm kebakaran telah tertuang dalam Permenaker RI


No. PER.02/MEN/1983 tentang instalasi alarm kebakaran automatik. Instalasi
alarm kebakaran ini adalah serangkaian system alarm kebakaran yang
menggunakan detektor api, asap, panas, maupun jenis detektor lain serta
perlengkapan lainnya yang dipasang pada rangkaian alarm. Alarm kebakaran
di laboratorium terpadu terletak di setiap ruang di dalam gedung.

BAB V
SANITASI RUANG DAN PERALATAN LABORATORIUM

1. Kondisi lantai secara umum harus bersih, kedap air, tidak licin, rata sehingga mudah
dibersihkan dan tidak ada genangan air.
2. Dinding tembok, jendela, langit-langit, kerangka bangunan, perpipaan, lampu-lampu
dan benda lain yang berada di sekitar ruang pengujian harus dalam kondisi bersih.
3. Kondisi umum bangunan harus memperhatikan aspek pencahayaan dan ventilasi
yang baik. Ventilasi harus tersedia dengan cukup dan berfungsi dengan baik.
Pencahayaan atau penerangan hendaknya tersebar secara merata dan cukup di
semua ruangan, namun hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga tidak
menyilaukan.
4. Semua peralatan yang digunakan untuk pengujian harus selalu diperhatikan
kebersihannya, dan juga penanganannya harus hati-hati karena kebanyakan
peralatan laboratorium mudah pecah.
5. Setelah penggunaan alat gelas dan non gelas selesai atau pekerjaan telah selesai
semua peralatan tersebut dibersihkan dan ruangan yang digunakan harus
dibersihkan dengan bahan saniter. Air yang digunakan dalam pencucian alat
hendaknya air yang bersih yang memenuhi persyaratan sanitasi, sehingga
mencegah kontaminasi. Air bersih mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berasa, tidak
berwarna, dan tidak berbau.

BAB VI
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT

1. Gempa Bumi

a. Jangan panic

b. Sebaiknya berlindung di bagian yang kuat seperti di bawah meja, kolong


kasur, lemari.
c. Jauhi bangunan yang tinggi, tempat penyimpanan bahan kimia, kaca.

d. Perhatikan bahaya lain seperti kebakaran akibat kebocoran gas, tersengat


listrik.

e. Hubungi pemadam kebakaran, polisi, dll.

2. Kebakaran
Api dapat muncul dikarenakan ada 3 unsur segitiga api yaitu adanya
bahan/material, panas dan oksigen.

a. Penanganan yang perlu dilakukan:

1) Jangan panik.

2) Ambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) terdekat.

3) Beritahu teman anda.

4) Hindari menghirup asap secara langsung.

5) Tutup pintu untuk menghambat api membesar dengan cepat (jangan dikunci).
6) Gunakan tangga darurat.

7) Hubungi pemadam kebakaran.

b. Cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

1) Tarik/lepas pin pengunci tuas APAR/tabung pemadam

2) Pegang selang dan arahkan selang ke titik pusat api

3) Posisi berdiri searah dengan arah angin dan arahkan nozzle ke pusat titik api

4) Tekan tuas atau squeeze untuk mengeluarkan isi APAR

5) Semprot nozzle yang dipegang ke arah kiri dan kanan api, agar media yang
disemprotkan merata hingga api padam
c. Prosedur Pemeliharaan APAR

1) Setiap alat pemadam api ringan harus diperiksa 2 (dua) kali dalam setahun,
yakni pemeriksaan dalam jangka 6 (enam) bulan dan pemeriksaan dalam
jangka 12 (dua belas) bulan. Di laboratorium terpadu, pemeriksaan APAR
dilakukan secara berkala setiap 1 bulan sekali bersamaan dengan inspeksi
berkala perbulan.

2) Jika perlengkapan APAR rusak atau cacat saat ditemui dalam pemeriksaan,
maka segera perbaiki atau diganti dengan APAR yang baik. Laporkan kepada
bagian Sarana dan Prasarana Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten
Lahat.
3) Setiap APAR dilakukan percobaan secara berkala dengan jangka waktu tidak
lebih dari 5 tahun.
4) Melakukan kontrol rutin dan membuat kartu kontrol yang dilakukan oleh
petugas yang ditunjuk.

d. Melakukan pengukuran kebutuhan alat pemadam kebakaran yang dibutuhkan


untuk menanggulangi kebakaran berdasarkan hasil identifikasi potensi kebakaran
dengan mempertimbangkan volume kebakaran dan jangkauan alat pemadam
kebakaran.

Golongan Bahan/Penyebab Jenis APAR


Kebakaran
Kebakaran Kelas A Bahan-bahan padat non a. APAR jenis
logam (kertas, plastik, kain, cairan/water
kayu, karet, dll) b. APAR jenis
busa/foam
c. APAR jenis
tepung kimia/dry
powder
Kebakaran Kelas B Bahan-bahan cair yang 1. APAR jenis
mudah terbakar seperti karbon
minyak (bensin, solar, oli), dioksida/CO2
alkohol, cat, solvent, 2. APAR jenis
methanol, dll busa/foam
3. APAR jenis
tepung kimia/dry
powder
Kebakaran Kelas C Instalasi listrik yang a) APAR jenis
bertegangan karbon
dioksida/CO2
b) APAR jenis
tepung kimia/dry
powder
Kebakaran Kelas D Bahan-bahan logam yang a) APAR khusus
mudah terbakar (sodium,
magnesium, lithium dan
potassium)
e. Penanggung jawab K3 dan kepala bagian melakukan pengawasan terhadap
kelayakan dan penggunaan alat pemadam kebakaran di lapangan.
BAB VII
SIMBOL-SIMBOL BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)

Setiap simbol adalah satu gambar tertentu untuk menandakan


sifat/karakteristik bahan dan limbah B3 dalam suatu pengemasan penyimpanan dan
pengumpulan atau pengangkutan.

Terdapat 10 jenis simbol yaitu:

1. Mudah meledak

Bahan yang pada suhu dan tekanan standar (25 ‘C, 760 mmHg) dapat meledak
atau melalui reaksi kimia dan atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan
tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan di sekitarnya.
Contoh : Asetilen, Diazo, Nitroso, Nitro, Alkil Polinitro, Oksim, Azo, N-Nitroso

2. Mudah terbakar

a. Dapat menjadi panas atau meningkat suhunya dan terbakar karena


kontak dengan udara pada temperatur ambien
b. Padatan yang mudah terbakar karena kontak dengan sumber nyala api

c. Gas yang mudah terbakar pada suhu dan tekanan normal

d. Mengeluarkan gas yang sangat mudah terbakar dalam jumlah yang


berbahaya, jika bercampur atau kontak dengan air atau udara lembab
e. Zat padat mudah terbakar (belerang/sulfur, fosfor, kertas/rayon, hidrida
logam, kapas)
f. Zat cair mudah terbakar (alkohol, aseton, benzenaheksan)

g. Gas mudah terbakar (gas alam, asetilen, hidrogen, etilen oksida)

3. Reaktif
Suatu bahan yang dapat melepaskan banyak panas atau menimbulkan api
ketika bereaksi dengan bahan kimia lainnya, terutama bahan-bahan yang sifatnya
mudah terbakar meskipun dalam keadaan hampa udara.

4. Sifat racun bagi manusia, yang dapat menyebabkan keracunan atau sakit yang
cukup serius apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
5. Korosif

a. Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulita

b. Menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja.

c. Mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk B3 bersifat asam dan sama
atau lebih besar dari 12,5 untuk B3 yang bersifat basa.

6. Berbahaya (harmful)

Suatu bahan baik berupa padatan, cairan ataupun gas yang jika terjadi kontak
atau melalui inhalasi ataupun oral dapat menyebabkan bahaya terhadap kesehatan
sampai tingkat tertentu.

7. Iritasi (irritant)

a. Bahan iritan padat, misal : NaOH, fenol

b. Bahan iritan cair, misal : asam sulfat, asam format

c. Bahan iritan gas, misal : amoniak, formaldehyde, sulfur dioksida


8. Berbahaya bagi lingkungan (dangerous for environment)

Suatu bahan yang dapat menimbulkan bahaya terhadap lingkungan. Bahan


kimia ini dapat merusak atau menyebabkan kematian pada ikan atau organisme
aquatic lainnya atau bahaya lain yang dapat ditimbulkan, seperti merusak lapisan
ozon (misalnya CFC = Chlorofluorocarbon), persistent di lingkungan (misalnya
PCBs = Polychlorinated Biphenyls)

9. Karsinogenik, teratogenik dan mutagenic Efek kesehatan akibat paparan :


a. Karsinogenik yaitu penyebab sel kanker
b. Teratgenik yaitu sifat bahan yang dapat mempengaruhi pembentukan dan
pertumbuhan embrio
c. Mutagenik yaitu sifat bahan yang menyebabkan perubahan kromosom yang
berarti dapat mengubah genetik
d. Toksisitas sistemik terhadap organ sasaran spesifik
e. Toksisitas terhadap sistem reproduksi
f. Gangguan saluran pernapasan
10. Gas bertekanan (pressure gas)

Bahaya gas bertekanan yaitu bahan ini bertekanan tinggi dan dapat meledak
bila tabung dipanaskan/terkena panas atau pecah dan isinya dapat menyebabkan
kebakaran.
BAB VIII
KETENTUAN PEMBUANGAN LIMBAH KIMIA

Semua bahan kimia berbahaya diwajibkan memiliki MSDS, hal ini diatur
dalam berbagai peraturan seperti keputusan menteri Kesehatan nomor 472 tahun 1996,
keputusan menteri tenaga kerja nomor 187 tahun 1999, PP 74 tahun 2001 tentang B3
dan keputusan menteri perindustrian no 87 tahun 2009 tentang global harmonized
system (GHS).

Material safety data sheet atau dalam SK Menteri Perindustrian


No 87/M-IND/PER/9/2009 dinamakan Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB)
adalah lembar petunjuk yang berisi informasi bahan kimia meliputi sifat fisika, kimia,
jenis bahaya yang ditimbulkan, cara penanganan, tindakkan khusus dalam keadaan
darurat, pembuangan dan informasi lain yang diperlukan.

Pengaruh bahan kimia terhadap kesehatan :

1. Iritasi, yaitu terjadinya luka bakar setempat akibat kontak bahan kimia dengan
bagian tubuh.
2. Korosif kerusakan jaringan.
3. Timbulnya alergi, tampak sebagian bintik-bintik merah kecil atau gelembung berisi
cairan atau gangguan pernapasan (tersumbat dan pendek-pendek).
4. Pernapasan terganggu, seperti sulit bernapas sehingga terasa tercekik atau
aspiksian karena kekurangan oksigen akibat diikat oleh gas thinner seperti : nitrogen
dan karbon dioksida.
5. Timbulnya keracunan sistemik, yaitu bahan kimia yang dapat mempengaruhi
bagian-bagian tubuh seperti merusak hati, ginjal, susunan syaraf dan lain-lain.
6. Kanker, akibat paparan bahan kimia sehingga merangsang pertumbuhan sel-sel
yang tidak terkendali dalam bentuk tumor ganas.
7. Kerusakan atau kelalaian janin yang ditandai oleh kelahiran dalam keadaan cacat
atau kemandulan.
8. Pneumokoniosis, yaitu timbunan debu dalam paru-paru sehingga kemampuan paru-
paru untuk menyerap oksigen menjadi kurang akibatnya penderita mengalami nafas
pendek.

Pembuangan limbah

1. Limbah Cair
a. Limbah jangan dibuang di wastafel maupun lingkungan sekitar karena akan
mencemari dan berbahaya bagi lingkungan.
b. Buang limbah di wadah/tempat pembuangan limbah sementara yang
disediakan di setiap ruang laboratorium.
c. Jika wadah/tempat pembuangan limbah sementara sudah terisi ± 75%, PLP
limbah akan mengangkut dan mengganti wadahnya dengan yang baru.
d. Dalam pengangkutan limbah, petugas perlu menggunakan alat pelindung diri
seperti coverall, masker, kaca mata safety, sepatu boots, dan sarung tangan.
e. Limbah cair yang dihasilkan akan dilakukan pengangkutan dan pengolahan oleh
pihak ketiga yang sudah ditunjuk oleh Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat.
2. Limbah Padat
a. Limbah padat yang dihasilkan oleh laboratorium dikemas jadi satu dan
diletakkan di tempat yang sudah ditentukan oleh petugas laboratorium.
b. Limbah yang dihasilkan akan dilakukan pengangkutan dan pengolahan oleh
pihak ketiga yang sudah ditunjuk oleh Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat.
BAB IX
PENUTUP

Demikian program kerja Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) UPT


Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2025 ini disusun
untuk dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan upaya kegiatan K3 UPT
Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Lahat.

Mengetahui,
Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Daerah
Kabupaten Lahat

Martina,[Link].,MKM
NIP :197608071998032002

Anda mungkin juga menyukai