Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No.
2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
PERANCANGAN TAMAN JINGGA KELURAHAN MERJOSARI KOTA MALANG
Sri Winarni1*, Hamka2, Suryo Tri Harjanto3
1,2,3
Program Studi Arsitektur, Institut Teknologi Nasional Malang
*Korespondensi: sriwinarni@[Link]
ABSTRAK. Taman Jingga adalah taman tematik yang berada di perumahan Joyogrand RT.02 RW.09
Kelurahan Merjosari Kota Malang. Taman Jingga ini merupakan ruang terbuka yang menjadi tempat
kegiatan bersama warga RT. 02, yang saat ini kondisinya masih belum termanfaatkan dengan maksimal,
sehingga belum sepenuhnya bisa digunakan dengan baik. Penataan desain taman jingga ini sangat
dibutuhkan oleh warga RT.02, Namun karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki warga akan
pembuatan perancangan desain taman, maka tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah
merekomendasikan desain Taman Jingga tanpa menghilangkan identitas tematiknya sebagai taman jingga,
namun tetap mengakomodasi kebutuhan dan kegiatan warga yang akan diwadahi. Kegiatan pengabdian
masyarakat ini dilakukan melalui tiga tahapan; studi tapak, studi desain dan tahap digital. Studi tapak
dengan pengumpulan data terkait dengan pengukuran tapak dan analisis kondisi tapak yang ada, hasil dari
studi tapak di gunakan sebagai dasar dalam melakukan studi desain, yang kemudian di lanjutkan ke dalam
tahap digital penggambaran pengembangan desain. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu berupa
gambar kerja yang dapat menjelaskan proses pembangunan taman seperti site plan, layout plan, denah,
tampak, potongan, rencana struktur, rencana utilitas, serta detail-detail pendukung gambar kerja.
Kata kunci : penataan desain, taman tematik, Kota Malang
ABSTRACT. Taman Jingga is a thematic park located in Joyogrand housing RT.02 RW.09 Merjosari
Village, Malang [Link] orange park is an open space accomodating activities the residents of RT. 02,
whose current condition is still not maximally utilised. Therefore, it cannot be fully functioned properly.
The orange garden structural design is urgently needed by the residents of RT.02, but due to the limited
resources owned by residents for making garden design designs, the purpose of this community service is
to recommend an orange garden design without losing its thematic identity as an orange garden, regarding
the needs and activities of residents. This community service activity is carried out through 3 stages: site
study, design study and digital stage. Site studies with data collection related to site measurements and
analysis of existing site conditions, the results of site studies are used as a basis for conducting design
studies, which are then continued into the digital stage of depicting design development. The results of this
community service are in the form of working drawings that can explain the process of building parks such
as site plans, layout plans, plans, views, cuttings, structural plans, utility plans, and supporting details of
working drawings.
Keywords : structuring design, thematic park, Kota Malang.
DOI:[Link]
249
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No. 2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
PENDAHULUAN Saat ini Taman Jingga kondisinya masih
belum termanfaatkan dengan maksimal, dan
Eksistensi Ruang Terbuka Hijau (RTH) penataan masih kurang efektif, sehingga perlu
pada permukiman kota semakin berkurang, penataan taman dengan mengoptimalkan
karena lahan yang semakin sempit dan pemanfaatan RTH yang ada dengan
pembangunan yang terus meningkat. Ruang memfungsikan kembali taman tematik tersebut.
terbuka hijau terdiri dari Ruang Terbuka Hijau Penataan desain Taman Jingga ini sangat
Lindung (RTHL) dan Ruang Terbuka Hijau dibutuhkan warga RT.02, karena keterbatasan
Binaan (RTBH) (Hakim, 2014). Kawasan Ruang sumber daya yang dimiliki warga akan
Terbuka Hijau Binaan merupakan kawasan yang pembuatan perancangan desain taman, maka
menjadi penyeimbang antara ruang yang tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah
terbangun dan ruang terbuka hijau, Manfaat dari membantu merekomendasikan desain taman
RTBH adalah sebagai paru-paru kota, resapan air, jingga tanpa menghilangkan identitas
mengurangi polusi udara serta perlindungan tematiknya, namun tetap mengakomodasi
terhadap tanaman (Hakim, 2014). Taman kebutuhan dan kegiatan warga yang akan
memiliki beberapa fungsi antara lain fungsi diwadahi.
ekologis terkait dengan kualitas lingkungan,
fungsi sosial terkait dengan intensitas, durasi, METODE
jenis kegiatan, dan variasi manfaat taman, fungsi
ekonomi terkait dengan meningkatnya jumlah Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa
pengunjung yang beragam dan fungsi estetika pendampingan dalam merencanakan desain
terkait dengan keindahan lingkungan yang serasi taman untuk warga RT 02. Tahapan yang
dan seimbang (Rahman et al., 2020). dilakukan dalam kegiatan PkM ini ada tiga, yaitu
Salah satu kawasan Ruang Terbuka Hijau studi tapak, studi desain dan tahap digital. Untuk
Binaan (RTHB) adalah taman di lingkungan penjabaran tahapan kegiatannya sebagai berikut:
perumahan (Hakim, 2014), contohnya seperti 1. Studi Tapak, pada tahapan ini tim yang
pada Taman Jingga. Taman Jingga merupakan terlibat dalam PkM melakukan penelitian dan
salah satu taman di perumahan Joyogrand RT. 02 analisis terkait dengan kondisi tapak yang
RW. 09, Kelurahan Merjosari, Kota Malang. mencakup pemetaan masalah, identifikasi
Taman Jingga merupakan taman tematik yang kebutuhan, analisis lingkungan fisik, sosial,
menjadi tempat berkumpulnya warga RT.02 di ekonomi, budaya, sumber daya yang tersedia
berbagai kegiatan, taman tematik ini memiliki serta hambatan yang mungkin bisa terjadi.
ciri khusus dengan jenis tanaman produktif 2. Studi Desain, pada tahapan ini tim
berupa tanaman labu, sehingga dijuluki dengan merancang program tindakan untuk
nama Taman Jingga. Konsep tematik adalah agar mengatasi masalah atau memenuhi
ada pembeda antara taman satu dan taman kebutuhan yang telah diidentifikasi dalam
lainnya, serta memiliki keunikan sendiri studi tapak. Cakupan yang ada pada studi
(Ilmiajayanti & Dewi, 2015). Taman tematik desain adalah pengembangan konsep,
dibangun untuk meningkatkan rasio kepuasan penyusunan strategi dan pra desain. Tahapan
masyarakat (Widyahantari & Rudiarto, 2019). ini melibatkan mitra untuk melakukan
Taman tematik merupakan taman yang diskusi dan konsultasi terkait dengan desain
mempromosikan nilai-nilai budaya dan alam rancangan.
suatu daerah, harus dibuat di daerah yang bernilai 3. Tahap Digital, pada tahap ini tim
dari sudut pandang budaya dan lanskap (Bieske- menggunakan perangkat lunak software 2D
Matejak, 2015). Taman tematik diklasifikasikan dan 3D program AutoCAD dan SketchUp
menurut ukuran, keragaman dan lingkup untuk pengembangan studi desain. Kegiatan
kawasannya. Prinsip-prinsip perencanaan taman tim pada tahap digital ini yaitu
tematik berbeda-beda sesuai dengan jenis dan mengembangkan konsep dan mendetailkan
fungsinya (Çelik Turan & Altinok, 2023). gambar pra desain secara lengkap sebelum
Perancangan Taman Jingga Kelurahan Merjosari Kota Malang
(Sri Winarni, Hamka, Suryo Tri Harjanto)
250
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No. 2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
tahap implementasi fisik. Gambar rancangan 2. Taman yang dapat menampung semua
lengkap digunakan sebagai acuan dalam kegiatan warga RT.02.
pelaksanaan pembangunan fisik. 3. Taman yang dapat menfasilitasi media parkir
Keseluruhan proses tahapan kegiatan pengabdian bagi warga.
kepada masyarakat akan dikonsultasikan,
didiskusikan dan dipresentasikan kepada Ketua Aspek fisik
RT.02 dan tim pembangunan RT agar tercipta Hasil analisis fisik tapak menunjukkan
pemahaman yang sama antara pengguna (warga bahwa penataan taman belum tertata dengan
RT 02) dengan tim peneliti untuk mendapatkan jelas, hanya terdapat bangunan pos, sedangkan
rancangan yang sesuai dengan kebutuhan warga. vegetasinya hanya tanaman semak dan juga
tanaman pisang, pepaya di bibir sungai. Belum
HASIL DAN PEMBAHASAN adanya plengsengan/retainingwall pada area
dekat dengan sungai guna pengendali longsor.
Studi Tapak
Taman Jingga merupakan fasilitas ruang Aspek Sosial-Budaya
terbuka hijau yang ada di wilayah RT. 02. Berdasarkan hasil diskusi dan data wilayah
Perumahan Joyogrand RT.02 merupakan RT 02, kegiatan yang dibutuhkan masyarakat
perumahan yang berada disisi utara wilayah adalah berkumpul, berolahraga, bersantai dan
RW.09 kelurahan Merjosari, Lowokwaru Kota bercocok tanam. Kebersamaan warga tergambar
Malang. Posisi Taman Jingga di sisi utara jelas pada saat warga berkumpul di area Taman
berbatasan dengan sungai dan kawasan Jingga ini.
perumahan milik perumahan Depag. Kondisi
taman saat ini berupa ruang terbuka yang belum Aspek Ekonomi- budidaya
tertata dengan baik, tanah kosong, dan sebagian Hasil analisis aspek ekonomi menunjukkan
ada tempat duduk. Berikut adalah gambaran bahwa warga RT 02 sebelumnya sudah
lokasi Taman Jingga yang ada di RT. 02 RW. 09 mempunyai kegiatan usaha hasil olahan produk
Kelurahan Merjosari seperti pada Gambar 1. tanaman labu, untuk itu yang menjadi ciri tematik
taman RT 02 yaitu tanaman labu, sehingga
dijuluki dengan Taman Jingga.
Studi Desain
Hasil penelitian Winarni et al., 2023 bahwa
konsep desain Taman Jingga terbagi menjadi 3
zona, antara lain yang pertama Zona budidaya
ekonomi, zona dengan penataan tanaman
budidaya labu, sayur dan tanaman pendukung
taman yang lain. Hasil dari tanaman produktif ini
diharapkan dapat meningkatkan kualitas
lingkungan dan kemandirian pangan warga
sekitar. Zona yang kedua adalah Zona Ekonomi,
Gambar 1. Eksisting Tapak Taman zona ini merupakan zona penataan parkir,
Sumber: Dokumen peneliti, 2022 penataan lahan parkir yang disewakan dengan
memberikan retribusi pada pengurus RT.
Berdasarkan hasil survey dan diskusi Retribusi yang didapat nantinya akan
bersama pengurus RT 02, penataan desain taman dimanfaatkan untuk pemeliharaan taman. Zona
ini diharapkan dapat menampung kebutuhan yang ketiga adalah Zona Sosial, zona ini
warga serta mencirikan karakter wilayah RT 02. merupakan zona ruang bersama mempererat
Kebutuhan warga RT 02 yang diharapkan adalah hubungan sosial warga, pada zona ini terdapat
sebagai berikut : stage lengkap dengan km/wc, ruang terbuka
1. Taman tematik dengan ciri khas tanaman pelataran untuk berkumpul, senam, dan lain
labu, tanaman toga, dan sayur.
Perancangan Taman Jingga Kelurahan Merjosari Kota Malang
(Sri Winarni, Hamka, Suryo Tri Harjanto)
251
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No. 2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
sebagainya. Pembagian zona pada layout Taman
Jingga dapat dilihat pada Gambar 2.
Zona sosial
Zona ekonomi
Zona Budidaya
Gambar 2. Konsep Taman Jingga
Sumber : Hasil penelitian, 2022
Gambar 4. Detail Planter boxs tanaman dan
Tempat Duduk
Sumber : Hasil Abdimas 2023
Tahap digital
Pada tahap digital ini merupakan tahapan
pengembangan dari konsep yang sudah ada dan 2. Zona Ekonomi
mendetailkan gambar pra desain. Adapun Zona ekonomi berada di tengah antara
pengembangan desain yang akan diusulkan ke bangunan zona budidaya-ekonomi dan zona
warga RT. 02 adalah sebagai berikut: sosial. Zona ekonomi ini terdapat parkiran
kendaraan mobil yang rencananya akan di
sewakan bagi masyarakat yang tidak mempunyai
1. Zona Budidaya – Ekonomi
Zona budidaya dan Ekonomi terdapat lahan parkir, dari hasil pengukuran dan survey
tanaman labu, tanaman sawi, bayem, kangkung, yang didapat kapasitas kendaraan yang didapat
tanaman pendukung taman serta tanaman hanya empat (4) kendaraan. Area parkir ini
sempadan sungai. Selain tanaman terdapat pula dengan menggunakan material paving block yang
tempat duduk-duduk santai, dan plengsengan / memiliki tekstur lubang-lubang sebagai media
retaining wall di sepanjang area tapak yang tanam rumput, sedangkan untuk bangunan
berdekatan dengan sungai. Bukti visual zona penutup parkir menggunakan rangka baja dan
budidaya–ekonomi ditunjukkan pada Gambar 3 penutup atap polycarbonat seperti pada gambar
dan 4. 5.
Gambar 5. Zona Ekonomi (pengembangan)
Gambar 3. Zona budidaya dan ekonomi
Sumber. Hasil Abdimas 2023
Sumber. Hasil Abdimas 2023
Perancangan Taman Jingga Kelurahan Merjosari Kota Malang
(Sri Winarni, Hamka, Suryo Tri Harjanto)
252
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No. 2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
3. Zona Sosial
Zona sosial ini merupakan zona bersama
berkumpul dan berkegiatan bersama. Zona ini
tetap mempertahankan bangunan pos, namun
nantinya akan direnovasi menjadi
backstage/panggung serta km/wc. Bangunan
backstage/panggung dan km/wc area ini akan
dilengkapi ruang terbuka dengan material paving,
tempat sampah, tempat duduk dan papan nama
bertuliskan Taman Jingga seperti detail pada
Gambar 6 dan 7. Gambar 8. Pengembangan desain Gazebo
Sumber. Hasil Abdimas 2023
Konsep utama tanaman pada Taman Jingga
adalah tanaman labu, untuk membuat tatanan
taman menjadi lebih indah dan menarik taman ini
dilengkapi dengan berbagai tanaman lain. Untuk
tanaman yang ada di bibir sungai atau dekat
Gambar 6. Zona sosial dengan plengsengan akan ditanami tanaman
Sumber. Hasil Abdimas 2023 produktif seperti pohon mangga, jambu dan
blimbing. Tanaman labu berada di antara tatanan
tanaman produktif di pinggir sungai, serta disisi
utara berdekatan dengan tanaman hidroponik.
Sedangkan tanaman estetika selalu melengkapi
area-area tempat duduk di berbagai zona. Adapun
jenis-jenis tanaman yang akan ditanam di Taman
Jingga dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Jenis Tanaman yang digunakan
Nama Tanaman Fungsi Tanaman
1. Tanaman Budidaya
Sayur Labu Budidaya Produktif
(ciri khas tanaman
wilayah)
Sayur Hidroponik Budidaya
(Sawi, Bayem dan
Kangkung)
2. Tanaman Produktif dan Peneduh
Gambar 7. Detail backstage dan km/wc Tabebuya Tanaman Peneduh
Sumber. Hasil Abdimas 2023 Mangga Tanaman Produktif dan
Peneduh
Selain backstage/panggung, km/wc area Jambu Tanaman Produktif dan
zona sosial dilengkapi juga dengan gazebo yang Peneduh
digunakan warga untuk berdiskusi, berikut Belimbing Tanaman Produktif dan
denah, tampak, dan 3D gazebo yang tertuang Peneduh
pada Gambar 8. 3. Tanaman Estetika
Krisan Tanaman Bunga
sebagai estetika
Drasena Tanaman Hias Daun
sebagai estetika
Alamanda Tanaman Bunga
sebagai estetika
Perancangan Taman Jingga Kelurahan Merjosari Kota Malang
(Sri Winarni, Hamka, Suryo Tri Harjanto)
253
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No. 2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
Nama Tanaman Fungsi Tanaman
Anyelir Tanaman Bunga
sebagai estetika
Lily Tanaman Bunga Studi tapak
sebagai estetika Pengukuran Lahan
Bugenvil Tanaman Bunga
sebagai estetika
Bromelia Tanaman Hias Daun
sebagai estetika
Krokot Tanaman Bunga Diskusi
sebagai estetika Bersama Tim Abdimas
4. Tanaman Penutup Tanah
Rumput Gajah Penutup Tanah
Sedangkan peletakan tanaman pada masing-
masing zona dapat dilihat pada layout tatanan
taman yang tersebar di sisi utara dan sisi timur Presentasi
Bersama warga & ketua RT.
dekat dengan tanaman hidroponik, berikut
peletakan jenis tanaman ditunjukkan pada
Gambar 9. Gambar 10. Foto Kegiatan PkM dengan
mahasiswa dan warga RT 02.
Sumber : Hasil Abdimas 2023
Berdasarkan dari hasil tahapan kegiatan ini
bahwa hasil PkM berupa gambar kerja dalam
bentuk dokumentasi visual yang memuat detail-
detail teknis yang menjelaskan proses
implementasi fisik. Dokumentasi visual dan
detail-detail teknis yang dimaksud adalah gambar
site plan, layout plan, denah, tampak, potongan,
rencana struktur, rencana utilitas, serta detail-
detail pendukung gambar kerja yang lain.
Dokumentasi gambar kerja dapat memberikan
panduan yang jelas dalam proses
pembangunannya serta memastikan juga bahwa
gambar kerja yang sudah ada sesuai dengan
kebutuhan dan harapan warga setempat.
Gambar 9. Peletakan Tanaman Pada
masing-masing Zona SIMPULAN
Sumber : Hasil Abdimas 2023
Ruang Terbuka Hijau Binaan (RTHB) pada
Kegiatan PkM setiap prosesnya selalu lingkungan permukiman sangat diperlukan oleh
dilengkapi dengan pendokumentasian baik dari warga, karena keterbatasan lahan di lingkungan
dokumentasi rencana hingga hasil. Dokumentasi perkotaan yang semakin sempit mendorong
sangat bermanfaat untuk memantau progres, masyarakat permukiman menyediakan fasilitas
mengevaluasi pekerjaan serta ruang terbuka bersifat multifungsi. Fasilitas
mengkomunikasikan hasil. Berikut ini kegiatan ruang terbuka yang multifungsi tidak hanya
PkM dari awal survey sampai tahap akhir berfungsi sebagai taman/rekreasi saja namun
presentasi bersama pengurus RT 02 yang dapat mewadahi kegiatan lainnya seperti
terdokumentasi pada Gambar 10. berkumpul, berolahraga dan juga bercocok
tanam, seperti pada Taman Jingga ini taman
multifungsi yang memiliki konsep tematik,
Perancangan Taman Jingga Kelurahan Merjosari Kota Malang
(Sri Winarni, Hamka, Suryo Tri Harjanto)
254
Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 13, No. 2, Bulan Juni 2024: 248 - 254
ISSN 1410-5675 eISSN 2614-2392
dengan cirikhas tanaman utama berupa tanaman Evaluation of Thematic Parks in
labu. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian Bandung City Based on Spatial Equity
kepada masyarakat pada perancangan Taman Perspective. KnE Social Sciences, 2019,
Jingga ini menghasilkan dokumen berupa gambar 658–673.
kerja yang dapat menjelaskan proses [Link]
pembangunan taman seperti site plan, layout Winarni, S., Hamka, & Suryo Tri Harjanto.
plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, (2023). Konsep Arsitektur Lansekap
rencana utilitas, serta detail-detail pendukung Berkelanjutan Pada Desain Taman
gambar kerja. Jingga Rt.02 Rw. 09 Kelurahan
Merjosari, Kota Malang. Pawon: Jurnal
UCAPAN TERIMA KASIH Arsitektur, 7(1), 95–110.
[Link]
Ucapan terima kasih kepada LPPM Institut 10
Teknologi Nasional Malang yang telah
memfasilitasi kegiatan Pengabdian Kepada
Msyarakat ini, kepada mitra terutama pengurus
dan warga RT. 02. RW. 09 Perumahan Joyogrand
yang telah menerima kami melaksanakan
pendampingan serta semua pihak yang telah
membantu kegiatan hingga selesai dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Bieske-Matejak, A. (2015). Thematic Parks in the
Context of Rural Development in
Peripheral Regions. Barometr
Regionalny. Analizy i Prognozy, 13(1),
107–111.
[Link]
Çelik Turan, A., & Altinok, M. (2023). Thematic
Park Congruence Analysis with
Ecological Threshold Analysis Method,
Case Study Çanakkale. European
Journal of Science and Technology, 48,
10–18.
[Link]
Hakim, R. (2014). Komponen Perancangan
Arsitektur Lansekap. In PT Bumi Aksara
(Vol. 17, Issue 2, p. 384).
Ilmiajayanti, F., & Dewi, D. I. K. (2015). Presepsi
Pengguna Taman Tekamtik Kota
Bandung Terhadap Aksesbilitas dan
Pemanfaatannya. Ruang, 1(1), 21–30.
Rahman, B., Noviani, A., & Rosyadea, R. (2020).
The Effect of Street Vendors’ Activities
in City Park on the Functions of Park as
a Public Space. Journal of Physics:
Conference Series, 1655(1).
[Link]
6596/1655/1/012114
Widyahantari, R., & Rudiarto, I. (2019).
Perancangan Taman Jingga Kelurahan Merjosari Kota Malang
(Sri Winarni, Hamka, Suryo Tri Harjanto)