0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Pembelajaran Al-Qur'an: Hidup Seimbang

Modul ajar ini ditujukan untuk siswa kelas VIII di MTsN 1 Tangerang, dengan fokus pada pemahaman Al-Qur'an dan Hadis terkait kehidupan akhirat serta penolakan terhadap gaya hidup materialistik, hedonis, dan konsumtif. Pembelajaran menggunakan metode discovery learning dan melibatkan kegiatan literasi, diskusi, serta presentasi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Tujuan utama adalah membekali siswa dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis serta membentuk karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil 'Alamin.

Diunggah oleh

gerisuhadan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Pembelajaran Al-Qur'an: Hidup Seimbang

Modul ajar ini ditujukan untuk siswa kelas VIII di MTsN 1 Tangerang, dengan fokus pada pemahaman Al-Qur'an dan Hadis terkait kehidupan akhirat serta penolakan terhadap gaya hidup materialistik, hedonis, dan konsumtif. Pembelajaran menggunakan metode discovery learning dan melibatkan kegiatan literasi, diskusi, serta presentasi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Tujuan utama adalah membekali siswa dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis serta membentuk karakter yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil 'Alamin.

Diunggah oleh

gerisuhadan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

MATA PELAJARAN : AL-QUR'AN HADITS


BAB 5 : KURAIH KEHIDUPAN AKHIRAT DENGAN MENJAUHI GAYA
HIDUP MATERIALISTIK, HEDONIS, DAN KONSUMTIF

I. INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL
Nama Madrasah : MTsN 1 Tangerang
Nama Penyusun : Jenab Habibah, [Link]
Mata Pelajaran : Al-Qur'an Hadits
Kelas / Fase Semester : VIII / D / 2
Alokasi waktu : 2 x 45 Menit

B KOMPETENSI AWAL
 Menganalisis isi kandungan Q.S. al-Ma (87): 14-19, Q.S. al- Qashash (28): 77 dan
Q.S. Ali Imran (3): 148 tentang adanya hubungan kehidupan dunia dan akhirat
 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al-Ma (87): 14-19, Q.S. al-Qashash (28): 77 dan
Q.S. Ali Imran (3): 148
 Menyimpulkan keterkaitan kandungan Q.S. al-Ma (87): 14-19, Q.S. al-Qashash (28):
77 dan Q.S. Ali Imran (3): 148 dengan kesalahan gaya hidup materialistik, hidonis dan
konsumtif pada zaman akhir

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA (PPP) DAN PELAJAR RAHMATAN LIL


ALAMIN (PRA)
 Profil Pelajar Pancasila yang ingin dicapai adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta
kebhinnekaan global.
 Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin yang ingin dicapai adalah taaddub, tawassuth,
tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh.

D. SARANA DAN PRASARANA


Media : LCD proyektor, komputer/laptop, jaringan internet, dan lain-lain
Sumber Belajar : LKPD, Buku Teks, laman E-learning, E-book, dan lain-lain

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik cerdas istimewa berbakat dan peserta didik regular

F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN


Model Pembelajaran : Discovery learning
Metode Pembelajaran : Karya kunjung, market of place, demonstrasi
II. KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur'an dan Hadis.
 Membekali peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam AlQur'an dan Hadis
sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan.
 Meningkatkan kekhusyukan peserta didik dalam beribadah terlebih salat, dengan
menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surah/ayat dalam surat-surat
pendek yang mereka baca

B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik menyadari bahwa dengan mempelajari materi Isi Kandungan QS. Al-A‘la
(87): 14-19, QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan QS. Ali Imran (3): 148 dapat bermanfaat dalam
kehidupan sehari-hari.

C. PERTANYAAN PEMANTIK
Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi Isi Kandungan QS. Al-A‘la (87):
14-19, QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan QS. Ali Imran (3): 148

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
ISI QS. AL-A’LA (87): 14-19
KEGIATAN PENDAHULUAN
 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
 Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
 Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan.
 Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang
sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta
kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)
KEGIATAN INTI
Kegiatan Literasi  Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat,
mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi Isi Qs. Al-A’la
(87): 14-19
Critical Thinking  Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari
pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
Isi Qs. Al-A’la (87): 14-19
Collaboration  Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk
mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan
ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Isi Qs. Al-A’la
(87): 14-19
Communication  Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau
individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh
kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal
yang telah dipelajari terkait Menjelaskan isi teks yang didengar
yang berkaitan: Isi Qs. Al-A’la (87): 14-19
KEGIATAN REFLEKSI DAN KONFIRMASI
 Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
 Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran
yang telah dilaksanakan
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

PERTEMUAN KE-2
ISI QS. AL-QASHASH (28): 77
KEGIATAN PENDAHULUAN
 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
 Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
 Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan.
 Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang
sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta
kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)
KEGIATAN INTI
Kegiatan Literasi  Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat,
mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi Isi Qs. Al-
Qashash (28): 77
Critical Thinking  Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari
pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
Isi Qs. Al-Qashash (28): 77
Collaboration  Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk
mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan
ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Isi Qs. Al-
Qashash (28): 77
Communication  Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau
individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh
kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal
yang telah dipelajari terkait Menjelaskan isi teks yang didengar
yang berkaitan: Isi Qs. Al-Qashash (28): 77
KEGIATAN REFLEKSI DAN KONFIRMASI
 Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
 Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran
yang telah dilaksanakan
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

PERTEMUAN KE-3
ISI QS. ALI IMRAN (3): 148
KEGIATAN PENDAHULUAN
 Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam.
 Melakukan pembiasaan berdoa, memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi
tempat duduk peserta didik dan kebersihan kelas.
 Guru memberikan motivasi, memberikan pertanyaan pemantik materi yang akan
diajarkan.
 Guru memotivasi peserta didik untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang
sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila (bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, bernalar kritis dan kreatif, bergotong royong, serta
kebhinnekaan global) dan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (taaddub,
tawassuth, tathawwur wa ibtikar, dan tasamuh)
KEGIATAN INTI
Kegiatan Literasi  Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat,
mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka
diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi Isi Qs. Ali
Imran (3): 148
Critical Thinking  Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari
pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat
hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi
Isi Qs. Ali Imran (3): 148
Collaboration  Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk
mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan
ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Isi Qs. Ali
Imran (3): 148
Communication  Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau
individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas
presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh
kelompok atau individu yang mempresentasikan
Creativity  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal
yang telah dipelajari terkait Menjelaskan isi teks yang didengar
yang berkaitan: Isi Qs. Ali Imran (3): 148
KEGIATAN REFLEKSI DAN KONFIRMASI
 Guru membimbing peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan
 Melakukan refleksi dan tanya jawab untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran
yang telah dilaksanakan
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap
semangat belajar dan diakhiri dengan berdoa.

E. PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
 Untuk siswa yang sudah memahami materi sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk membaca Isi Kandungan QS.
Al-A‘la (87): 14-19, QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan QS. Ali Imran (3): 148dari berbagai
referensi yang relevan.
 Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan
kondisi masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan
(joyfull learning) sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
 Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata
cara pada pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru
dengan siswa. Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.

F. ASESMEN / PENILAIAN
1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Untuk mengetahui kesiapan siswa dalam memasuki pembelajaran, dengan
pertanyaan:
Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1 Apakah pernah membaca buku terkait ?
2 Apakah kalian ingin menguasai materi pelajaran dengan
baik ?
3 Apakah kalian sudah siap melaksanakan pembelajaran
dengan metode inquiry learning, diskusi ?

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)


Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,
khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
1) Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
2) Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metade inquiry learning
Arpak yang diamati Skor
No Nama Sitwa
Gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Sultan Haykal
2 Aisy Anindya
3 Dias Abdalla
4
5
dst
Nilai akhir x 25

3. Asesmen Sumatif
a. Asesmen Pengetahuan
Teknik Asesmen:
• Tes : Tertulis
• Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
• Asesmen tidak tertulis : Daftar pertanyaan
• Asesmen tertulis : Jawaban singkat
b. Asesmen Keterampilan
• Teknik Asesmen : Kinerja
• Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja

Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung,


khususnya saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.

UJI KOMPETENSI

1. Penilaian Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan gaya hidup materialik, hedonis, dan komsumtif
serta bahanya bagi kehidupan!
Untuk menjawab soal no 2 dan 3 Cermati QS. Al-A‘la (87): 14-15 berikut!

2. Jelaskan isi kandungan ayat tersebut!


3. Tulis beberapa perilaku tiga perilaku baik dan tiga perilaku buruk yang sesuai
dengan ayat tersebut di atas!
Untuk menjawab soal no 4 dan 5 cermati ayat berikut!
4. Sebagian manusia (kaum Ateis) berpandangann bahwa hidup itu hanya sekali, yaitu
di dunia saja. Oleh karenanya mereka berusaha menggapai kesuksesan sebisa
mungkin, dengan berbagai macam cara!
Bagaimana tanggapanmu terhadap pendapat itu jika dihubungkan dengan Q.S. Al-
A‟la (87): 14-19, Q.S. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan Q.S. Ali Imran (3): 148?
Jelaskan!
5. Sebagai seorang pelajar kalian pasti memiliki banyak teman. Jika diantara teman
kalian ada yang berperilaku materialis, hedonis atau konsumtif bagaimana tindakan
kalian?

2. Penilaian Praktik
Tabel 5.15 Daftar Soal Hafalan
No Butir Soal Hafalan Skor
1 Mendemontrasikanlah hafalan Q.S. Al-A‘la (87): 14-19 dan 4
terjemahnya
2 Mendemontrasikanlah hafalan Q.S. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan 4
terjemahnya
3 Mendemontrasikanlah hafalan QS Ali Imran (3): 148 dan 4
terjemahnya
Jumlah skor maksimal (12)

Rubrik Penilaian:
Tabel 1.16 Rubrik Penilaian Praktik
No Rubrik Penilaian Skor
1 Jika peserta didik hafal tidak ada kesalahan 4
2 Jika peserta didik hafal kesalahan <4 3
3 Jika peserta didik hafal kesalahan 5-7 2
4 Jika peserta didik hafal kesalahan > 8 1

Pedoman Nilai Akhir:


Jumlah skor perolehan
Nilai Akhir = X 100
Jumlah skor maksimal

3. Tugas Mandiri
Setelah kalian mempelajari Q.S. Al-A‘la (87): 14-19, Q.S. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan Q.S.
Ali Imran (3): 148, Cobalah buat proyek video dari salah satu surah dan ayat pilihan
kalian secara berkelompok!
Tahap persiapan:
1. Buatlah kelompok, maksimal 5 orang tiap kelompok!
2. Tentukan surat atau ayat yang akan kalian videokan (Q.S. Al-A‘la (87): 14-19 atau
Q.S. Al-Qaṣaṣ (28): 77 , atau Q.S. Ali Imran (3): 148!
3. Isi video minimal berisi qiro‘ah ayat, arti, dan isi kandungan!
4. Tentukan tugas masing-masing anggota kelompok!
5. Siapkan alat-alat yang diperlukan untuk pembuatan video!
6. Buatlah langkah-langkah pembuatan video (skrip)!
Tahap pelaksanaan:
Lakukan pembuatan video yang kalian rencanakan dengan baik!
Tahap akhir (pelaporan):
1. Publikasikan video kalian di media sosial!
2. Buat laporan dan presentasikanlah di depan teman-teman kalian!

Rubrik Penilaian:
Tabel 1.17 Rubrik Penilaian Praktik
No Rubrik Penilaian Skor
1 Jika semua tahapan terpenuhi 4
2 Tahapan hanya terpenuhi 3 3
3 Tahapan hanya terpenuhi 2 2
4 Tahapan terpenuhi 1 1

Pedoman Nilai Akhir:


Jumlah skor perolehan
Nilai Akhir = X 100
Jumlah skor maksimal

G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Pengayaan
 Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran.
 Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah
keluasan dan kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
 Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.

Remedial
 Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran
 Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan
cara/metode yang berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih
memudahkan peserta didik dalam memaknai dan menguasai materi ajar misalnya
lewat diskusi dan permainan.
 Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.

H. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


Refleksi Guru:
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
 Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran iniv ?
 Apakah ada kesulitan yang dialami peserta didik?
 Apakah semua peserta didik sudah dapat melampaui target pembelajaran?
 Sudahkan tumbuh sikap yang mencerminkan profil pelajar pancasila dan profil pelajar
rahmatal lil ‘alamin?
 Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?

Refleksi Peserta Didik:


Setelah kaliam mempelajari Q.S. Al-A‘la (87): 14-19, Q.S. Al-Qaṣaṣ (28): 77 dan Q.S.
Ali Imran (3): 148, lakukanlah refleksi. Jika hasilnya refleksi nilai 4 lebih sedikit, maka
tingkatkanlah usaha kalian untuk lebih baik lagi!
Petunjuk Pengisian: Berilah tanda centang (√) pada kolom 1 (tidak pernah), 2
(kadangkadang), 3 (sering), atau 4 (selalu) sesuai keadaan kalian yang sebenarnya.
Pernyataan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Tabel 5.18 Refleksi
No Aspek Pernyataan 1 2 3 4
1 Berdo‘a agar tidak menjadi orang yang serakah
2 Setelah pulang sekolah langsung ke rumah
3 Tidak berkumpul di pinggir jalan tanpa ada kepentingan
4 Menggunakan uang jajan secukupnya
5 Membeli sesuatu sesuai kebutuhan
6 Berlaku jujur dalam mengerjakan tugas-tugas belajar
7 Mengucapkan selamat kepada teman yang berprestasi
8 Meminta maaf jika saya melakukan kesalahan
9 Berusaha hidup qana‘ah
10 Merawat perlengkapan sekolah agar tidak cepat rusak.

Mengetahui, Tangerang, 15 Juli 2025


Kepala Madrasah Guru Mapel Al-Quran Hadis

Drs. H. Muksil, M. Pd Jenab Habibah [Link]


NIP.196604301999031001 NIP.197009152022212007
III. LAMPIRAN- LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
LKPD 1

Setelah kalian membaca dan menulis QS. Al-A‘la (87): 14-19, tentunya kalian memiliki
pertanyaan, rumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengembangkan wawasanmu dalam
tabel berikut!
Tabel 5.5 Daftar Pertanyaan
No Pertanyaan
1
2
3
dst
Setelah selesai menyusun pertanyaan, maka sampaikanlah pertanyaanmu melalui guru untuk
diskusi kelas kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa yang dimaksud materialistik, hedonis, dan konsumtif?
2. Apa bahaya gaya hidup materialistik, hedonis, dan konsumtif?
3. Bagaimana usaha menghindarkan diri dari gaya hidup materialistis, hedonis, dan
konsumtif?
4. Bagaimana pendapatmu tentang korupsi?

Berlatihlah membaca tartil QS. Al-A‘la (87): 14-19! Simaklah bacaan temanmu sesuai
intruksi guru pendamping dengan membubuhkan ceklis (Ѵ) dalam kolom keterangan!
Tabel 5.6 Praktik Membaca QS. Al-A‘la (87): 14-19
Keterangan
No Nama Siswa Sangat Kurang
Lancar
Lancar Lancar
1
2
3
dst

Ayo diskusikan perilaku orang beriman sesuai QS. Al-A‘la (87): 14-19 dan cara menjaganya!
1 Buatlah kelompok, setiap kelompok 4 - 5 orang!
2 Diskusikan hal-hal berikut:
a. Identifikasi perilaku orang beriman yang mencerminkan QS. Al-A‘la (87): 14-19 dan
cara menjaganya!
b. Identifikasi perilaku gaya hidup materialistik, hedonis, dan konsumtif dan cara
menghindarinya!
3 Presentasikanlah hasil diskusi kalian di depan kelas!
4 Catat hasil diskusi dalam tabel berikut!
Tabel 5.7 Gaya Hidup Orang Beriman
No Perilaku Orang Beriman Cara menjaganya
1
2
3
dst
Gaya Hidup Materialistik, Hedonis,
Cara Menghindarinya
dan Konsumtif
1
2
3
dst

Sebagai bentuk mencintai al-Qur‘an , ayo hafalkan QS. Al-A‘la (87): 14-19!
1. Duduklah berpasangan, kemudian hafalkanlah QS. Al-A‘la (87): 14-19 secara bersama-
sama dengan kawanmu!
2. Bacalah dengan mujawwad atau murattal!
3. Bacalah bergantian dan saling menyimak hafalan!
4. Jika mengalami kesulitan, mintalah petunjuk pada gurumu!

LKPD 2

Setelah kalian membaca dan menulis QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77, tentunya kalian memiliki
pertanyaan, rumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengembangkan wawasanmu dalam
tabel berikut!
Tabel 5.9 Daftar Pertanyaan
No Pertanyaan
1
2
3
dst
Setelah selesai menyusun pertanyaan, maka sampaikanlah pertanyaanmu melalui guru untuk
diskusi kelas kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Bagaimana pendapatmu tentang Qarun?
2. Bagaimana seorang yang beriman menyikapi harta bendanya?
3. Apa balasan bagi orang-orang yang berlaku boros?
4. Bagaimana usaha agar terhindar dari perilaku boros
5. Apa yang akan kalian lakukan jika berteman dengan yang memiliki gaya hidup
materialistis, hedonis, dan konsumtif?

Berlatihlah membaca tartil QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77! Simaklah bacaan temanmu sesuai intruksi
guru pendamping dengan membubuhkan ceklis (Ѵ) dalam kolom keterangan!
Tabel 5.10 Praktik Membaca QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77
Keterangan
No Nama Siswa Sangat Kurang
Lancar
Lancar Lancar
1
2
3
dst

Ayo diskusikan perintan dan larangan Allah Swt. dalam QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77!
1 Buatlah kelompok, setiap kelompok 4 - 5 orang!
2 Diskusikan hal-hal berikut!
a. Identifikasi printah Allah Swt. dalam QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 perilaku untuk kehidupan
akhirat dan jelaskan cara membiasakannya!
b. Identifikasi larangan Allah Swt. dalam QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 perilaku kehidupan dunia
dan jelaskan cara menghindarinya!
3 Presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas!
4 Hasil diskusi catat dalam tabel seperti berikut!
Tabel 5.11 Hasil Diskusi Hidup Seimbang Dunia dan Akhirat
Perilaku Untuk Kehidupan Akhirat
No Cara Membiasakannya
Yang Diperintah Allah Swt.
1
2
3
dst
Perilaku Khidupan Dunia Yang
Cara Menghindarinya
Dilarang Allah Swt.
1
2
3
dst
Sebagai bentuk mencintai al-Qur‘an , ayo hafalkan QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77!
1. Duduklah berpasangan, hafalkanlah QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 secara bersamasama dengan
kawanmu!
2. Bacalah dengan mujawwad atau murattal!
3. Bacalah bergantian dan saling menyimak hafalan!
4. Jika mengalami kesulitan,mintalah petunjuk pada gurumu!

LKPD 3

Setelah kalian membaca dan menulis QS. Ali Imran (3): 148, tentunya kalian memiliki
pertanyaan, cobalah rumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk mengembangkan wawasanmu
dalam tabel berikut!
Tabel 5.12 Daftar Pertanyaan
No Pertanyaan
1
2
3
dst
Setelah selesai menyusun pertanyaan, maka sampaikanlah pertanyaanmu melalui guru untuk
diskusi kelas kemudian jawablah pertenyaan-pertanyaan berikut!
1. Jelaskan apa yang dimaksud “Allah memberikan pahala di dunia” dalam QS Ali Imran (3):
148?
2. Jelaskan apa yang dimaksud Allah membeli pahala di akhirat dalam QS Ali Imran (3):
148?

Berlatihlah membaca tartil QS Ali Imran (3): 148! Simaklah bacaan temanmu sesuai intruksi
guru pendamping dengan membubuhkan ceklis (Ѵ) di kolom keterangan!
Tabel 5.13 Praktik Membaca QS Ali Imran (3): 14
Keterangan
No Nama Siswa Sangat Kurang
Lancar
Lancar Lancar
1
2
3
dst

Ayo diskusikan cara meraih pahala dunia dan akhirat sesuai isi kandungan QS Ali Imran (3):
148 QS Ali Imran (3): 148!
1 Buatlah kelompok, setiap kelompok 4 - 5 orang!
2 Identifikasi bagaimana cara-cara meraih pahala di dunia dan di akhirat sesuai isi
kandungan QS Ali Imran (3): 148?
3 Presentasikanlah hasil diskusi kalian di depan kelas!
4 Hasil diskusi catat dalam tabel seperti berikut!
Tabel 5.14 Cara Meraih Pahala Dinia dan Akhirat sesuai QS Ali Imran (3): 148
Cara Meraih Pahala di Dunia dan
No Alasannya
Akhirat
1 Qana‘ah Dengan qana‘ah kita akan menjauhi korupsi
2
3
dst

Sebagai bentuk mencintai al-Qur‘an , ayo hafalkan QS. Al-Fajr (89): 15-18!
1. Duduklah berpasangan, hafalkanlah QS. Al-Fajr (89): 15-18 secara bersama-sama dengan
kawanmu!
2. Bacalah dengan mujawwad atau murattal!
3. Bacalah bergantian dan saling menyimak hafalan!
4. Jika mengalami kesulitan,mintalah petunjuk pada gurumu!

LAMPIRAN 2
MATERI BAHAN AJAR
BAHAN AJAR 1

1. Makna dan Dalil larangan Gaya Hidup Materialistik, Hedonis, dan Konsumtif
Materialistis adalah sebutan untuk orang-orang yang bergatung pada materi. Mereka ini
menganut paham materialisme yang hanya mementingkan harta, kekayaan, uang, jabatan,
kedudukan dan lain-lain. Materialisme adalah pandangan hidup yang menjadikan
kesenangan, kekayaan sebagai tujuan atau nilai tertinggi dan paling utama tanpa
mempedulikan halal ataupun haram.
Gaya hidup materialistik saat ini sudah merajalela di seluruh lapisan masyarakat.
Korbannya tak hanya orang-orang yang hidup di perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Dari
orang dewasa hingga anak-anak, dari pejabat sampai rakyat biasa sudah banyak yang
terjangkit gaya hidup materialistik.
Akibat gaya hidup materialistik ini banyak orang yang rela menjadi pengemis, pencuri,
penipu, perampok dan perilaku kriminal lainnya. Dan ada pula yang melakukan korupsi
untuk memenuhi ambisi duniawinya. Hal ini mereka lakukan untuk mendapatkan
keuntungan pribadi agar kebutuhan materinya terpenuhi.
Orang-orang yang beriman tidak akan menganut gaya hidup materialistik, karena mereka
tahu Allah Swt. sudah melarang keras bahkan mengancam para pelakunya masuk neraka
huthamah. Firma Allah Swt. dalam QS. al-Humazah (104 ):1 – 9
Artinya:
1. Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung
3. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
4. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam
Huthamah.
5. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
6. (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
7. Yang (membakar) sampai ke hati.
8. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Demikian buruknya orang yang memiliki gaya hidup materialistik di hadapan Allah Swt.
Dengan demikian, sebagai orang yang beriman sudah sepantasnya kembali kepada al-
Qur‘an dan Hadis sebagai pedoman hidup. Tidak tergiur dengan godaan dunia yang penuh
tipu daya.
Hedon atau hedonis adalah sebutan bagi orang-orang yang menjadikan kesenangan dirinya
sebagi tujuan dalam hidup. Ia akan melakukan berbagai cara yang penting merasa bahagia.
Ia tidak memedulikan norma-norma yang berlaku dalam kehidupannya. Ia hanya mencari
kesenangan dunianya.

Gambar 5.4 Gaya Hidup Konsumerisme


Sumber: [Link]
Gaya hidup hedonis dapat menimbulkan gaya hidup konsumtif, yaitu kecenderungan untuk
memiliki sesuatu, belanja sesuatu secara berlebihan, secara boros tanpa terencana yang
penting dirinya senang dan bahagia. Orang yang konsumtif tidak berpikir barang yang ia
beli itu dibutuhkan atau tidak, yang ia pikirkan belanja dan belanja yang penting bahagia.
Orang-orang seperti ini dikutuk oleh Allah sebagai temannya syetan. Firman Allah QS. al-
Isra‘ (17 ):27

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu


adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
Ayat ini sudah banyak dilupakan orang-orang [Link] sedikit yang tergoda untuk
berganti barang lama dengan yang baru padahal yang lama masih dapat digunakan. Lebih
buruk dari itu, ada juga yang membeli sesuatu tetapi hanya ditumpuk tanpa bermanfaat
sedikit pun bagi dirinya dan orang lain.
Maka sebagai orang beriman waspadalah dengan rayuan dunia yang melalaikan. Jangan
sampai kita mengejar kesenangan dunia tetapi lupa bahwa ada kehidupan yang kekal dan
abadi yaitu akhirat. Dunia adalah tempat menanam sedang akhirat adalah tempat
memanen. Maka barangsiapa mengisi dunianya dengan amal saleh maka ia akan
mendapatkan balasan di dua tempat, yaitu di dunia dan akhirat. Tetapi jika menyianyiakan
kehidupan dunia, tidak beramal saleh, maka ia akan kehilangan kebahagiaan di akhiratnya.
Firman Allah dalam QS. al-Hajj (22):11 ;“Rugilah ia di dunia dan di akhirat, yang
demikian itu adalah kerugian yang nyata.”

BAHAN AJAR 2

2. Cara dan Hikmah Menghindari Gaya Hidup Materialistik, Hedonis, Konsumtif


Sehubungan dengan cara menghindari gaya hidup materialistik, hedonis, dan konsumtif
dalam QS. Al-Baqarah (2): 172 Allah Swt. berfirman:

Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan
kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”
Rasulullah Saw. bersabda:

Artinya :
“Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya berkata, Rasul SAW bersabda: “makan
dan minumlah, bersedekahlah serta berpakaianlah dengan tidak berlebihan dan tidak
sombong.” (HR. Nasa‘i)
Berdasar kepada QS. Al-Baqarah (2): 172 dan hadis riwayat Nas‘i, maka cara agar
terhindar dari gaya hidup materialistik, hedonis dan komsumtif sebagi berikut:
1. Kita harus memiliki keimanan yang kuat kepada Allah Swt.
2. Senantiasa bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah Swt.
3. Makan minum yang halal juga baik. Baik dzat makanannya maupun cara
mendapatkannya
4. Bersedekah dengan ikhlas karena Allah Swt.
5. Memenuhi kebutuhan sandang dan papan tidak berlebihan
6. Tidan memiliki sifat sombong
7. Kita harus memiliki sifat qana‘ah atas rezeki yang Allah Swt. anugerahkan
8. Tidak berperilaku hidup boros.
Adapun hikmah menghindari gaya hidup materialistik, hedonis, konsumtif Adalah sebagi
beriku:
1. Akan Mendapat rida Allah Swt.
2. Hidup menjadi tenang karena selalu bersyukur
3. Tubuh menjadi sehat karena menghindarkan makan minum yang haram dan tidak baik
4. Hidup menjadi lebih tenang karena menjalaninya dengan ikhlas karena Allah Swt.
5. Amal ibadahnya diterima oleh Allah Swt.
6. Allah Swt membuka pintu ampunan, dan dihapuskannya dosa serta dijauhkan dari api
neraka
7. Diangkatnya derajat dan martabat oleh Allah Swt.
8. Dekat dengan pertolongan Allah Swt.
9. Dll.

BAHAN AJAR 3
3. Al-Qur’an Surah Al-A’la (87): 14-19
Baca dan pahamilah ayat berikut kemudian tulis sebagaimana petunjuk gurumu!

Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),dan mengingat nama
Tuhannya, lalu dia salat. Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan
dunia,padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih [Link] ini terdapat
dalam kitab-kitab yang dahulu,(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”

Penjelasan Ayat
Arti Mufradat
Tabel 5.4 Arti Mufradat QS. Al-A‘la (87): 14-15

Isi Kandungan
Dalam QS. Al-A‘la (87): 14-15 Allah Swt. menjelaskan bahwa orang-orang yang
beruntung adalah orang-orang yang beriman, dengan keimanannya mereka menyucikan
diri. Mereka selalu ingat kepada Allah dengan tunduk melakukan shalat. Orang-orang yang
beriman akan menyikapi dunia adalah ujian atas keimanannya.
Maka mereka akan senantiasa beramal saleh untuk menuju kehidupan akahirat. Dalam QS.
al-Kahfi (18):7 Allah menjelaskan bahwa “Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang
ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara
mereka yang terbaik perbuatannya.”
Maka tampaklah kehidupan orang-orang yang teruji selalu ruku‘ dan sujud dalam segala
aspek kehidupannya di hadapan Allah Swt. Jiwa, raga, dan hartanya ia peruntukkan untuk
menuju kehidupan akhirat.
Dalam QS. Al-A‘la (87) ayat 16-17, Allah Swt. menjelaskan bahwa orang-orang kafir
lebih mementingkan duni daripada kepentingan akhirat, padahal semestinya mereka
memilih kesenangan akhirat sebagaimana perintah Allah Swt. Kesenangan akhirat adalah
kekal dan abadi sedangkan kesenangan dunia hanyalah sementara. Sebagai orang yang
beriman hendaknya senantiasa menjauhi gaya hidup yang cenderung materialistik,
hedonnis, dan konsumtif. Karena perilaku yang demikian bukan hanya rugi di dunia tetapi
juga kelak di akhirat. Dan Allah Swt. sudah menegaskan bagi orang-orang yang yang
bergaya hedonis dan konsumtif adalah tempatnya di neraka. Dalam QS. Yunus (10):7-8
Allah Swt berfirman:

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan
dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan
kehidupan dunia itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu
tempatnya ialah neraka, disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”
Dalam QS. Al-A‘la (87) ayat 18 -19 Allah menjelaskan bahwa kehidupan orangorang yang
beriman dan orang-orang kafir sudah Allah jelaskan pula dalam kitabkitab terdahulu yaitu
dalam suhufnya Nabi Ibrahim dan Nabi Musa.

BAHAN AJAR 4

4. Al-Qur’an Surah Al-Qaṣaṣ (28): 77


Baca dan pahamilah ayat berikut kemudian tulis sesuai petunjuk gurumu!

Artinya:
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah
kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”

Penjelasan Ayat
Arti Mufradat
Tabel 5.8 Arti Mufradat QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77
Isi Kandungan Ayat
Dalam QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77 ―Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah
kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat”. Ayat ini menjelaskan bahwa hendaknya
manusia menggunakan anugerah Allah Swt. untuk kebahagiaan di akhirat. Hindari tipu
daya dunia. Jika mendapat rezeki berdermalah untuk infak dan sedekah, membantu fakir
miskin dan du‘afa serta amal saleh lainnya. Jika menjadi pegawai, maka bekerjalah dengan
jujur. Bekerjalah sesuai ketentuan, dan terima gaji sesuai ketentuan, jangan ambil yang
bukan hak kita dengan cara-cara yang tidak halal.
Namun demikian, orang-orang yang lemah imannya banyak yang melakukan korupsi
hanya untuk memenuhi ambisi duniawinya. Ia lupa ada balasan atas kejahatannya baik di
dunia maupun akhirat.
Sebagi orang yang beriman hendaknnya kita senantiasa bersyukur. Dalam QS. Ibrahim
(14): 7 Allah berfirman:

Artinya:
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Selanjutnya “Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi”.
Ini menandakan bahwa Allah Swt, melarang pelit terhadap diri sendiri. Kita hendaknya
mencukupkan kebutuhan sandang (pakaian), papan (tempat tinggal), pangan (makanan)
dan kebutuhan sehari-harinya lainnya secara tidak berlebihan. Karena berlaku boros atau
berlebihan adalah perilaku setan. Firman Allah dalam QS. Al-Isra (17): 27

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu


adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”
Kemudian “Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik, kepadamu”. Ini isyarat bagi kita agar peduli kepada sesama. Harta yang Allah
anugerahkan jangan digenggam sendiri karena dalam harta itu terdapat hak orang lain. Ada
hak fakir miskin dan du‘afa.
Pada akhir ayat:“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. Ini larangan jangan berlaku
sombong dengan harta yang Allah anugerahkan. Jangan berbuat semena-mena dengan
harta sehingga bumi menjadi rusak. Allah tidak menyukai kerusakan.
Setelah memahami QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77, pasti kalian dapat menarik kesimpulan bahwa
dengan mengamalkan QS. Al-Qaṣaṣ (28): 77, maka kita akan terhindar dari gaya hidup
materialistis, hedonis, dan konsumtif. Dengan memahami ayat tersebut, kita akan berbagi
rezeki dengan sesama daripada menghambur-hamburkannya untuk kepentingan dunia yang
hanya sementara.

BAHAN AJAR 5

5. Al-Qur’an Surah Ali Imran (3): 148


Baca dan pahamilah ayat berikut kemudian tulis sebagaimana petunjuk gurumu!

Artinya:
“Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah
mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Penjelasan Ayat
Arti Mufradat
Tabel 5.11 Arti Mufradat QS. Ali Imran (3): 148

Isi Kandungan
Al-Qur‘an Surah Ali Imran (3): 148 menjelaskan bahwa orang-orang yang ikhlas, sabar,
dan tetap berjuang di jalan Allah, maka Allah Swt. memberikan balasan di dunia dan
pahala kebaikan di akhirat.
Oleh karena itu orang-orang yang beriman hendaklah bersyukur dan bersabar dalam setiap
keadaan. Bersabar dan bersyukur akan dapat membentengi diri dari perilaku materialistis,
hedonis, dan konsumtif. Mereka yang beriman akan selalu ikhlas menjalani kehidupan
sesuai perintah Allah. Mereka yakin tidak ada yang menjadi tujuan hidup kecuali
keridhaan Allah.

LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
 Akhirat: tempat kehidupan setelah mati di mana segala perbuatan seseorang di dalam
dunia ini akan dibalas.
 Al-Qur’an : bacaan mulia yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw.
melalui Malaikat Jibril secara mutawatir dan ibadah membacanya.
 Ambisi: keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai)
sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu
 Bakhil:perbuatan seseorang menahan/tidak memberikan sesuatu yang semestinya wajib
diberikan kepada orang lain, baik wajib secara agama maupun wajib secara kepatutan
menurut adat istiadat
 Boros: berlebih-lebihan dalam pemakaian uang, barang, dan sebagainya.
 Dermawan: memberikan harta dengan senang hati dalam kondisi memang wajib
member, sesuai kepantasannya dengan tanpa mengharaf imbalan dari yang diberi.
 Hadis: perkataan, perbuatan, ketetapan dan persetujuan Nabi Muhammad yang dijadikan
landasan syri‘at Islam.
 Harakat: tanda baca atau diakritik yang ditempatkan pada huruf arab untuk memperjelas
gerakan dan pengucapan huruf tersebut.
 Husnul Khatimah: akhir hidup yang abaik
 Iffah: memelihara kehormatan diri dari segala hal yang akan merendahkan, merusak, dan
menjatuhkannya.
 Ikhlas: mengerjakan sesuatu hanya karena Allah, tidak ada yang dituju kecuali Allah.
 Iman: membenarkan dan meyakinkan dengan hati, diucapkan oleh lisan, dan diamalkan
dengan perbuatan.
 Korupsi: tindakan seseorang menyalahgunakan kepercayaan dalam sesuatu masalah atau
organisasi untuk mendapatkan keuntungan
 Mujawwad: membaca al-Qur‘an difokuskan pada kebenaran bacaan sekaligus dengan
keindahan lagu dalam melantunkan ayat-ayat al-Qur‘an . Bacaan al-Qur‘an terdengan
lebih lambat.
 Murattal: membaca al-Qur‘an difokuskan pada kebenaran bacaan dan lagu al-Qur‘an
hanya standard saja, bacaan al-Qur‘an terdengar lebih cepat.
 Norma: kaidah, aturan, atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam
masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku pergaulan
dalam masyarakat.
 Qana’ah: sikap rela menerima atau merasa cukup dengan apa yang didapat serta
menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kekurangan yang berlebih-lebihan.
 Skrip: naskah (film, drama, dsb)
 Syari’at: hukum atau peraturan yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Islam, baik
di dunia maupun di akhirat.
 Tajwid: suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan
huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Qur‘an sesui hak-haknya.
 Tamak: cinta kepada dunia (harta) secara berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram
yang mengakibatkan dosa besar.

LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
 Usup Sidik, AL-QUR‘AN HADIS MTS KELAS VIII, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama RI, Jakarta: 2020
 Abu Juhaidah, Tanbihul Ghafilin (Nasehat Bagi Yang Lalai) Jilid 1 dan 2, (Jakarta:
Pustaka Amani,1999).
 Ahmad Fawaid Syadzili, Ensiklopedi Tematis al-Qur‟an Jilid 4 (Kehidupan Dunia),
Jakarta: PT. Kharisma Ilmu, 2010).
 Ahmad Fawaid Syadzili, Ensiklopedi Tematis al-Qur‟an Jilid 5 (Kehidupan Akhirat),
Jakarta: PT. Kharisma Ilmu, 2010).
 Ahmad Soenarto, Pelajaran Tajwid Praktis dan Lengkap, (Jakarta: Bintang Terang, 1988)
Departemen Agama RI, al-Qur‘an danTerjemahannya, (Jakarta: PT. Cahaya Intan
Cemerlang, 2006).
 Hasan bin Ahmad bin Hasan Hamam, Dahsyatnya Terapi Sedekah, Jakarta, Maghfirah
Pustaka, 2013
 Ibrahim Fahd, Dia masuk Surga Padahal Tidak Pernah Shalat (Hadis-Hadis Kisah
Tentang Berpikir dan Bersikap Positif), (Jakarta: PT Serambi Semesta Distirbusi, 2018).
 Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur‘an , Tafsir Ringkas Jilid 1 dan 2, (Jakarta: Lajnah
Pentashihan Mushaf al-Qur‘an , 2016).
 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,Kamus Besar
Bahasa Indonesia, (Jakarta: PT (Persero) Penerbitan dan Percetakan Balai Pustaka,
1997).
 Tim Direktorat Pembinaan SMP, Panduan Penilaian Oleh Pendidik dan Satuan
Pendidikan, (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017)
 Tim Penerjemah Kitab Fadhilah Amal Masjid Jami‘ Kebon Jeruk Jakarta, Kitab Fadhilah
Amal, (Yogyakarta: Ash-Shaff, 2011)
 Ahmad luthfi Fathullah, ―Selangkah Lagi Anda Masuk Surga (Kajian Tematis Kitab
Riyadh Al-Shalihin)‖ dalam [Link], diunduh 2018
 Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah AL-Fauzan, “Pandangan Materialistis Terhadap
Kehidupan dan Bahaya-bahayanya” dalam [Link]
[Link], diunduh 1 Nopember
2019.

Mengetahui, Tangerang, 15 Juli 2025


Kepala Madrasah Guru Mapel Al-Quran Hadis

Drs. H. Muksil, M. Pd Jenab Habibah [Link]


NIP.196604301999031001 NIP.197009152022212007

Anda mungkin juga menyukai