0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan35 halaman

Pengukuran Kinerja Manajemen Persediaan

Diunggah oleh

Isselia Kurnia Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan35 halaman

Pengukuran Kinerja Manajemen Persediaan

Diunggah oleh

Isselia Kurnia Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INVENTORY

MANAGEMENT
PERFORMANCE
MEASUREMENT
(Pengukuran Kinerja
Manajemen
Persediaan)

Isselia Kurnia Dewi, S. Si.,


[Link]
Latar Belakang

Diperlukan
pengukuran
Kesalahan
Stockout → kinerja inventory
pengelolaan Overstock →
kehilangan agar manajemen
persediaan biaya tinggi
pelanggan tahu apakah
menyebabkan:
sistem stok
sudah efisien.
Tujuan Pengukuran Kinerja Inventory
Menilai efisiensi dan efektivitas sistem persediaan.

Mengukur pemanfaatan modal kerja.

Mengidentifikasi area perbaikan.

Mengoptimalkan pelayanan pelanggan.

Menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.


Pentingnya Key Performance Indicator (KPI)
dalam Inventory Management

Menjaga Menentukan Membantu manajer


keseimbangan antara efektivitas strategi Memonitor efisiensi menentukan
biaya dan pelayanan replenishment dan sistem pergudangan. kebijakan
pelanggan. safety stock. optimalisasi stok.
Konsep Dasar Persediaan
Inventory: barang
yang disimpan untuk Bahan baku (Raw
digunakan atau dijual Material)
di masa depan.

Barang dalam proses


Jenis persediaan:
(Work In Process)

Tujuan utama:
menjaga ketersediaan Barang jadi (Finished
stok dengan biaya Goods)
minimum.
Tanpa KPI, manajer tidak tahu
apakah stok terlalu banyak atau
terlalu sedikit.

KPI menjadi alat untuk:

Pentingnya Mengukur efektivitas perputaran

Pengukuran barang.

Kinerja Mengendalikan biaya penyimpanan.

Menilai pelayanan pelanggan.


KPI INVENTORY MANAGEMENT
DEFINISI KEY PERFORMANCE INDICATOR
(KPI)
KPI = indikator kuantitatif yang digunakan untuk mengukur kinerja
terhadap target tertentu.
Dalam inventory management, KPI menunjukkan keseimbangan
antara biaya, efisiensi, dan tingkat pelayanan.
Menilai
Mengetahui
efisiensi
tingkat akurasi
perputaran
data stok.
persediaan.
TUJUAN KPI
Mendukung
pengambilan
Mengendalikan
keputusan
biaya simpan
pembelian dan
dan stok habis.
perencanaan
produksi.
Jenis-Jenis KPI Inventory

Average Inventory Days of


Inventory
Inventory Turnover Inventory
Accuracy (IA)
Level (AIL) Ratio (ITR) (DOI)

Carrying Cost Inventory-to-


Stockout Rate Service Level
of Inventory Sales Ratio
(SR) (SL)
(CCI) (ISR)
Average Inventory
Level (AIL)

Pengertian:
Menunjukkan rata-rata nilai persediaan yang dimiliki
selama periode tertentu.
Menunjukkan seberapa besar modal kerja tertahan di
dalam inventori.
Rumus:
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑤𝑎𝑙 + 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟
𝐴𝐼𝐿 =
2
Average Inventory Level
(AIL) Kriteria Interpretasi

Over-stock → modal
Tinggi (≫ kebutuhan
kerja menganggur,
• Makna: rata-rata nilai uang yang permintaan)
biaya simpan tinggi
tertahan dalam stok.
Semakin rendah AIL (dengan service Sedang (seimbang
level tetap baik) → semakin efisien Kondisi ideal
dengan permintaan)
modal kerja.
• Kesimpulan: Rendah (stok minim
Risiko stockout
Nilai AIL optimal jika mendukung tapi pelayanan
meningkat
service level ≥ 95% tanpa terganggu)
menyebabkan carrying cost berlebih.
Pengertian:
Inventory Turnover Mengukur seberapa sering persediaan berputar
Ratio (ITR) atau terjual dalam satu periode.
Semakin tinggi rasio → semakin efisien
perputaran stok.
Rumus:
𝐶𝑂𝐺𝑆
𝐼𝑇𝑅 =
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
Keterangan:
COGS (Cost of Goods Sold) = total biaya barang
yang dijual dalam periode.
Average Inventory = hasil dari perhitungan AIL.
Semakin tinggi ITR → semakin cepat perputaran
barang.
Inventory Turnover Ratio
(ITR)
Nilai ITR Interpretasi

<4 Stok lambat berputar →


• Makna: menunjukkan berapa kali kali/tahun overstock, inefisien
stok berputar dalam setahun.
• Kesimpulan: 4–8 Cukup baik untuk industri
Semakin tinggi ITR → semakin efisien kali/tahun manufaktur umum
penggunaan modal dan ruang gudang.
>8 Sangat efisien, stok cepat
kali/tahun berpindah
Days of Inventory (DOI)

Pengertian:
Mengukur rata-rata waktu (dalam hari) yang dibutuhkan agar persediaan
terjual habis.
Semakin kecil DOI → semakin efisien pengelolaan stok.
Rumus:
365
𝐷𝑂𝐼 =
𝐼𝑇𝑅
Keterangan:
365 = jumlah hari dalam setahun.
ITR = Inventory Turnover Ratio.
Menunjukkan lamanya barang disimpan sebelum terjual.
Days of Inventory (DOI)
Nilai DOI Interpretasi
Rotasi stok lambat → modal
> 90 hari
Makna: berapa hari barang tertahan
rata-rata tersimpan sebelum
terjual. Wajar untuk industri
Nilai ideal tergantung jenis 45–90 hari
industri. manufaktur
Kesimpulan:
Semakin rendah DOI (tanpa Cepat berputar → efisien, tapi
< 45 hari
menurunkan service level), risiko stockout tinggi
semakin baik efisiensi
inventory.
Inventory Accuracy (IA)

Pengertian:
Mengukur tingkat keakuratan catatan inventori sistem dibandingkan hasil
perhitungan fisik di gudang.
Rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑎𝑘𝑢𝑟𝑎𝑡
𝐼𝐴 % = × 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑖𝑡𝑒𝑚 𝑑𝑖ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
Keterangan:
Jumlah item akurat = item yang datanya sesuai antara sistem dan fisik.
Total item dihitung = seluruh item yang diperiksa.
Nilai ideal ≥ 98%.
Persentase
Interpretasi
IA
Inventory Accuracy (IA)
< 95% Buruk, kontrol gudang lemah
• Makna: akurasi data
stok sistem vs stok fisik.
Cukup baik, masih perlu
• Kesimpulan: 95–98%
Target minimal 98% agar peningkatan
data inventory valid untuk
perencanaan produksi & Sangat baik, world class
pembelian. > 98%
warehouse
Stockout Rate (SR)

Pengertian:
Mengukur frekuensi terjadinya kekosongan stok terhadap total
permintaan pelanggan.
Rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑡𝑜𝑐𝑘𝑜𝑢𝑡
𝑆𝑅 % = × 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛
Keterangan:
Jumlah stockout = jumlah permintaan yang tidak terpenuhi.
Total permintaan = total order pelanggan.
Semakin kecil SR → semakin baik performa pelayanan.
Stockout Rate (SR)
SR (%) Interpretasi

Sangat buruk, kehilangan


> 5%
peluang penjualan
Makna: proporsi permintaan pelanggan
yang gagal dilayani karena stok kosong. Dapat diterima untuk
2–5%
industri ritel/manufaktur
Sangat baik, layanan
< 2%
pelanggan optimal
Service Level (SL)

Pengertian:
Menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi permintaan
pelanggan tanpa kekurangan stok.
Rumus:
𝑃𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖
𝑆𝐿 % = 1 − 𝑆𝑅 atau 𝑆𝐿 = × 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛
Keterangan:
SR = Stockout Rate.
Permintaan terpenuhi = permintaan pelanggan yang dapat dilayani.
Nilai ideal di atas 95%.
Service Level (SL)

SL (%) Interpretasi

< 90% Buruk, sering terjadi stockout

90–95% Cukup baik, standar rata-rata


Makna: proporsi permintaan yang
terpenuhi tepat waktu.
95–99% Sangat baik (benchmark industri)

100% Ideal tapi mungkin overstock


Carrying Cost of Inventory (CCI)

Pengertian:
Mengukur total biaya tahunan yang timbul akibat menyimpan
inventori.
Rumus:
𝐶𝐶𝐼 = 𝐻𝑜𝑙𝑑𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑜𝑠𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑒 × 𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒
Keterangan:
Holding Cost Rate = persentase biaya penyimpanan tahunan
(biasanya 15–30%).
Average Inventory Value = nilai rata-rata stok (hasil AIL).
Semakin tinggi nilai CCI → semakin besar potensi efisiensi.
Carrying Cost of
Inventory (CCI)
• Makna: total biaya tahunan untuk menyimpan Nilai CCI (% dari
persediaan.
Interpretasi
nilai stok)
• Kesimpulan:
Menurunkan CCI dapat dilakukan dengan
Efisien (biasanya
< 15%
mempercepat perputaran stok, mengefisienkan otomatisasi tinggi)
ruang, dan digitalisasi manajemen gudang. Normal untuk
15–25%
kebanyakan industri
Tidak efisien → biaya
> 25%
penyimpanan tinggi
Carrying Cost of Inventory (CCI)

Pengertian:
Mengukur total biaya tahunan yang timbul akibat menyimpan
inventori.
Rumus:
𝐶𝐶𝐼 = 𝐻𝑜𝑙𝑑𝑖𝑛𝑔 𝐶𝑜𝑠𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑒 × 𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒
Keterangan:
Holding Cost Rate = persentase biaya penyimpanan tahunan
(biasanya 15–30%).
Average Inventory Value = nilai rata-rata stok (hasil AIL).
Semakin tinggi nilai CCI → semakin besar potensi efisiensi.
Carrying Cost of Inventory (CCI)
Nilai CCI (% dari nilai
Interpretasi
stok)
• Makna: total biaya tahunan untuk Efisien (biasanya
menyimpan persediaan. < 15%
otomatisasi tinggi)
• Kesimpulan: Normal untuk
Menurunkan CCI dapat dilakukan 15–25%
kebanyakan industri
dengan mempercepat perputaran
stok, mengefisienkan ruang, dan Tidak efisien → biaya
> 25%
digitalisasi manajemen gudang. penyimpanan tinggi
Inventory-to-Sales Ratio (ISR)

Pengertian:
Menunjukkan proporsi antara nilai rata-rata persediaan dengan
total penjualan.
Rumus:
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑜𝑟𝑦
𝐼𝑆𝑅 % = × 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠
Keterangan:
Average Inventory = nilai rata-rata persediaan.
Total Sales = total penjualan selama periode.
Semakin rendah ISR → semakin efisien modal kerja.
Inventory-to-Sales
Ratio (ISR)
• Makna: menunjukkan seberapa besar investasi ISR (%) Interpretasi
stok dibandingkan total penjualan.
• Kesimpulan: Terlalu besar → stok
ISR ideal berkisar 10–20%, tergantung industri. > 25%
Menurunkan ISR tanpa menurunkan service level berlebih
menandakan kinerja inventori sangat efisien.
Ideal (umum di ritel dan
10–25%
manufaktur)
Efisien, tapi waspadai
< 10%
risiko stockout
Target Umum
KPI Interpretasi Ideal
(Benchmark)

Penilaian AIL
Sedang, seimbang
dengan demand
Tidak over/understock

Kinerja ITR 4–8x per tahun Efisien

Inventori DOI 45–75 hari Seimbang

Secara Umum IA ≥ 98% Akurat

SR ≤ 2% Sangat baik

SL ≥ 95% Tinggi

CCI 15–25% per tahun Wajar

ISR 10–20% Ideal


Keterangan Nilai
COGS Rp [Link]
Persediaan awal Rp [Link]
Persediaan akhir Rp [Link]

Contoh Kasus (PT. Holding cost rate 22% per tahun

Prima Logistik) Item dihitung 4.500 item


Item akurat 4.410 item
Data tahunan:
Permintaan 20.000 unit
Stockout 500 unit
Penjualan (Sales) Rp [Link]

Buatlah analisis KPI kuantitatifnya?


Penyelesaian
1️⃣ Average Inventory Level (AIL)
= ([Link] + [Link]) / 2
= Rp [Link]
2️⃣ Inventory Turnover Ratio (ITR)
= [Link] / [Link]
= 4,8 kali/tahun
3️⃣ Days of Inventory (DOI)
= 365 / 4,8 = 76,04 hari
Penyelesaian
4️⃣ Inventory Accuracy (IA)
= (4.410 / 4.500) × 100% = 98%
5️⃣ Stockout Rate (SR)
= (500 / 20.000) × 100% = 2,5%
6️⃣ Service Level (SL)
= 1 − 0,025 = 97,5%
Penyelesaian
7️⃣ Carrying Cost of Inventory (CCI)
= 0,22 × [Link] = Rp 440.000.000/tahun
8️⃣ Inventory-to-Sales Ratio (ISR)
= ([Link] / [Link]) × 100% = 16,7%
nalisis Keseluruhan

Turnover (4,8x) tergolong rendah → rotasi perlu dipercepat.


Accuracy (98%) sangat baik.
Service level (97,5%) memadai.
Carrying cost Rp 440 juta menunjukkan peluang efisiensi.
ISR 16,7% → modal kerja sedang, masih bisa dioptimalkan.
Referensi
Chopra, S. & Meindl, P. (2020). Supply Chain Management: Strategy,
Planning, and Operation. Pearson.
Heizer, J., Render, B. & Munson, C. (2020). Operations Management.
Pearson Education.
Rushton, A., Croucher, P., & Baker, P. (2017). The Handbook of
Logistics and Distribution Management. Kogan Page.
Stevenson, W. J. (2021). Operations Management. McGraw-Hill
Education.
Data simulasi oleh penulis (PT. Prima Logistik).

Anda mungkin juga menyukai