0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Modul Ajar Pendidikan Pancasila 2025

Diunggah oleh

Moh. Imron Khofil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Modul Ajar Pendidikan Pancasila 2025

Diunggah oleh

Moh. Imron Khofil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA


BAB 2 : PEDOMAN NEGARAKU

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Kraksaan
Nama Penyusun : Moh. Imron Khofil, [Link]
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Ganjil
Alokasi Waktu : 18 JP (6 kali pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


● Pengetahuan Awal : Peserta didik telah memahami konsep aturan dan tata tertib di
lingkungan sekolah dan keluarga. Peserta didik memiliki pengetahuan dasar mengenai
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
● Minat : Peserta didik memiliki minat pada sejarah perjuangan kemerdekaan, proses
terbentuknya negara, serta aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari
(seperti tata tertib lalu lintas atau aturan di sekolah).
● Latar Belakang : Peserta didik hidup dalam lingkungan yang diatur oleh berbagai
norma dan hukum, mulai dari norma adat di keluarga hingga peraturan formal di sekolah
dan masyarakat.
● Kebutuhan Belajar :
○ Visual: Membutuhkan alur waktu (timeline) sejarah, bagan proses perumusan UUD,
dan infografis tentang kedudukan UUD NRI Tahun 1945.
○ Auditori: Membutuhkan penjelasan guru, diskusi tentang studi kasus (misalnya, uji
materi UU ke MK), dan mendengarkan cerita sejarah di balik perumusan UUD.
○ Kinestetik: Membutuhkan aktivitas bermain peran (simulasi sidang BPUPK/PPKI),
membuat kliping, dan proyek kampanye untuk memahami implementasi UUD.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
○ Konseptual: Memahami pengertian konstitusi, kedudukan, fungsi, dan sifat UUD
NRI Tahun 1945.
○ Prosedural: Menjelaskan proses perumusan dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945
serta mekanisme perubahannya (amendemen).
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Materi ini sangat relevan karena
menghubungkan konsep hukum dasar negara (konstitusi) dengan aturan nyata yang
mereka temui dan jalani setiap hari, seperti tata tertib sekolah, yang merupakan turunan
dari sistem hukum nasional.
● Tingkat Kesulitan: Sedang menuju tinggi. Materi ini melibatkan pemahaman sejarah
yang detail dan konsep ketatanegaraan yang abstrak. Tantangannya adalah
menyederhanakan konsep hukum dan sejarah agar mudah dipahami.
● Struktur Materi: Materi disusun secara kronologis dan tematik, dimulai dari pengertian
konstitusi, proses perumusan dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945, dilanjutkan dengan
fungsi dan kedudukannya, dan diakhiri dengan komitmen untuk melaksanakannya.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak
Mulia: Menghargai perjuangan para pendiri bangsa sebagai anugerah Tuhan YME.
○ Bernalar Kritis: Menganalisis perbandingan naskah Piagam Jakarta dengan
Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan memahami alasan perubahannya.
○ Kreativitas: Merancang kampanye atau produk kreatif lainnya untuk menunjukkan
komitmen melaksanakan UUD NRI Tahun 1945.
○ Kolaborasi/Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan
simulasi sidang atau membuat proyek kliping.
○ Kemandirian: Melakukan riset mandiri untuk mencari profil tokoh perumus UUD
atau contoh pelaksanaan UUD.
○ Kepedulian: Menunjukkan sikap patuh terhadap hukum dan aturan sebagai bentuk
kepedulian terhadap ketertiban bersama.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN


● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia:
Peserta didik mensyukuri lahirnya UUD NRI Tahun 1945 sebagai pedoman bernegara
yang dilandasi nilai-nilai luhur.
● Kewargaan: Peserta didik memahami UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar yang
mengatur hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
● Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis secara kritis sejarah dan dinamika
perubahan UUD NRI Tahun 1945 serta relevansinya dengan kondisi saat ini.
● Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan karya yang menunjukkan pemahaman
dan komitmen terhadap UUD NRI Tahun 1945.
● Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja dalam tim untuk mendiskusikan dan
memecahkan masalah terkait implementasi konstitusi.
● Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi dan belajar secara mandiri
tentang sistem ketatanegaraan Indonesia.
● Kesehatan: Peserta didik memahami bahwa ketaatan pada hukum akan menciptakan
lingkungan yang tertib dan aman, yang mendukung kesehatan fisik dan mental.
● Komunikasi: Peserta didik mampu mengartikulasikan pemahamannya tentang UUD
NRI Tahun 1945 melalui presentasi, diskusi, dan tulisan.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)


Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Menerapkan norma dan aturan; memahami tata urutan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia; menggunakan hak dan menerapkan kewajiban sebagai warga
negara; memahami sejarah, fungsi, dan kedudukan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945; mempraktikkan kemerdekaan berpendapat sebagai
warga negara dalam era keterbukaan informasi.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU


● Sejarah: Mempelajari secara mendalam kronologi peristiwa seputar sidang BPUPK dan
PPKI.
● Bahasa Indonesia: Menganalisis bahasa hukum yang digunakan dalam naskah UUD dan
membandingkan teks sejarah.
● Sosiologi: Memahami fungsi aturan dan hukum dalam menciptakan ketertiban sosial.
● Seni Budaya: Mendesain poster, komik, atau video kampanye tentang pentingnya
menaati konstitusi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
● Pertemuan 1: Peserta didik mampu menjelaskan pengertian konstitusi (tertulis dan tidak
tertulis) dan proses perumusan UUD NRI Tahun 1945 dalam sidang BPUPK. (3 JP)
● Pertemuan 2: Peserta didik mampu mendeskripsikan proses pengesahan UUD NRI
Tahun 1945 oleh PPKI serta meneladani sikap para pendiri bangsa. (3 JP)
● Pertemuan 3: Peserta didik mampu menganalisis sifat (singkat dan supel) dan fungsi
UUD NRI Tahun 1945 sebagai alat kontrol dan pedoman penyelenggaraan negara. (3 JP)
● Pertemuan 4: Peserta didik mampu menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945
dalam sistem hukum nasional dan dinamika perubahannya melalui amendemen. (3 JP)
● Pertemuan 5: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan memberikan contoh nyata
pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945 di lingkungan keluarga dan sekolah. (3 JP)
● Pertemuan 6: Peserta didik mampu menunjukkan komitmen untuk menjalankan UUD
NRI Tahun 1945 melalui pembuatan proyek kampanye kreatif untuk lingkungan
masyarakat. (3 JP)

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Tata tertib sekolah sebagai contoh konstitusi di lingkup kecil.
● Berita tentang uji materi (judicial review) sebuah Undang-Undang ke Mahkamah
Konstitusi.
● Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) sebagai implementasi UUD NRI Tahun 1945.
● Isu-isu hak dan kewajiban warga negara yang relevan dengan kehidupan remaja (misal:
hak atas pendidikan, kewajiban menjaga ketertiban).

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning),
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning).
● Pendekatan: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
○ Mindful Learning: Peserta didik diajak merefleksikan perilakunya terhadap aturan
(tata tertib) dan menyadari pentingnya hukum untuk ketertiban bersama.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan konsep konstitusi yang abstrak dengan tata
tertib sekolah yang konkret, serta mengaitkan pasal-pasal UUD dengan kegiatan
sehari-hari.
○ Joyful Learning: Menggunakan metode simulasi/bermain peran sidang PPKI,
membuat kliping, dan merancang kampanye kreatif.
● Metode Pembelajaran: Ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, simulasi, penugasan
proyek, analisis berita.
● Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Diferensiasi Konten: Menyediakan ringkasan materi, bagan alur waktu, dan video
dokumenter sejarah perumusan UUD.
○ Diferensiasi Proses: Memberi pilihan kepada siswa untuk mempelajari sejarah
melalui membaca teks, menonton video, atau mendengarkan cerita dari guru. Pilihan
dalam mengerjakan tugas kelompok (diskusi, membuat timeline, atau role playing).
○ Diferensiasi Produk: Hasil belajar dapat ditunjukkan melalui kliping, poster, video,
infografis, atau laporan tertulis sesuai minat dan kemampuan siswa.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Bekerja sama dengan OSIS untuk menyosialisasikan pentingnya
tata tertib sekolah sebagai wujud pelaksanaan konstitusi.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Mengundang praktisi hukum atau aparat desa
(jika memungkinkan) untuk berbagi cerita tentang pentingnya hukum dalam masyarakat.
● Mitra Digital: Memanfaatkan situs resmi Mahkamah Konstitusi (MKRI) atau DPR RI
untuk mencari informasi tentang perundang-undangan.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik:
○ Menata ruang kelas menyerupai ruang sidang saat kegiatan simulasi.
○ Menyediakan sudut baca dengan buku-buku referensi tentang sejarah dan
ketatanegaraan.
○ Memajang hasil karya siswa (poster, infografis) di mading kelas.
● Ruang Virtual:
○ Menggunakan Google Classroom untuk berbagi materi dan video pembelajaran.
○ Mengadakan polling atau kuis singkat menggunakan platform online untuk
mengecek pemahaman.
● Budaya Belajar:
○ Mendorong budaya menghargai pendapat dalam diskusi, meneladani sikap para
pendiri bangsa yang mengutamakan musyawarah.
○ Membangun kesadaran hukum dan ketaatan pada aturan sebagai nilai bersama di
kelas.
○ Mengapresiasi setiap proses dan hasil belajar siswa untuk menumbuhkan
kepercayaan diri.
PEMANFAATAN DIGITAL
● Perpustakaan Digital/Sumber Daring: Mengakses naskah UUD NRI Tahun 1945 dan
perubahannya melalui situs resmi pemerintah (misal: [Link]).
● Forum Diskusi Daring: Diskusi lanjutan mengenai studi kasus atau isu hukum terkini.
● Penilaian Daring: Kuis formatif menggunakan Kahoot! atau Quizziz dengan tema
sejarah perumusan UUD.
● Media Presentasi Digital: Siswa menggunakan platform presentasi untuk menyajikan
hasil riset tentang tokoh perumus UUD.
● Media Publikasi Digital: Mengunggah video kampanye atau poster digital hasil proyek
siswa ke media sosial sekolah.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1 (3 JP : 120 MENIT)
Topik : Konstitusi dan Proses Perumusan UUD NRI 1945 oleh BPUPK
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan memeriksa kehadiran. (Mindful)
● Apersepsi: Guru memulai dengan pertanyaan, "Apa nama buku yang berisi semua
peraturan di sekolah kita?" (Tata Tertib). "Menurut kalian, apakah negara juga punya
'buku peraturan' tertinggi? Apa namanya?"
● Pertanyaan Pemantik: "Mengapa setiap organisasi, termasuk negara, memerlukan
aturan dasar? Siapakah yang merumuskan aturan dasar negara kita?"
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
● Eksplorasi Konsep: Guru menjelaskan pengertian Konstitusi (tertulis/UUD dan tidak
tertulis/konvensi) menggunakan analogi tata tertib sekolah. Peserta didik membaca
materi "Pengertian Konstitusi" dan "Perumusan UUD NRI Tahun 1945". (Meaningful)
● Analisis Sejarah: Peserta didik secara berkelompok menganalisis Tabel 2.2 dan 2.3
tentang agenda sidang BPUPK. Guru menekankan semangat musyawarah para pendiri
bangsa.
● Diskusi Kelompok: Kelompok mendiskusikan perbedaan antara Piagam Jakarta dan
Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 (Tabel 2.1) dan mencari tahu alasan di balik
perubahan tersebut. (Bernalar Kritis)
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Kelompok visual dapat membuat timeline proses perumusan di BPUPK.
Kelompok auditori dapat berdiskusi lebih mendalam tentang argumen para tokoh.
○ Produk: Hasil diskusi dituangkan dalam bentuk tabel perbandingan yang dilengkapi
dengan analisis singkat mengenai nilai persatuan di baliknya.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: "Nilai luhur apa dari para anggota BPUPK yang bisa kita teladani saat
berdiskusi di kelas?" (Mindful)
● Rangkuman: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, guru
memberikan penguatan tentang pentingnya mengutamakan persatuan nasional.
● Tindak Lanjut: Tugas mandiri mencari profil singkat salah satu anggota Panitia
Sembilan.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 2 (3 JP : 120 MENIT)


Topik : Pengesahan UUD NRI 1945 oleh PPKI
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, dan presensi.
● Review: Beberapa siswa membagikan profil singkat tokoh Panitia Sembilan yang
mereka temukan.
● Apersepsi: Guru menampilkan foto suasana sidang PPKI 18 Agustus 1945 dan bertanya,
"Kira-kira, apa keputusan penting yang mereka ambil satu hari setelah Indonesia
merdeka?"
● Pertanyaan Pemantik: "Bagaimana proses UUD negara kita disahkan menjadi hukum
yang berlaku?"
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
● Eksplorasi Konsep: Peserta didik membaca materi "Pengesahan UUD NRI Tahun
1945". Guru menjelaskan peran PPKI dan situasi pasca-proklamasi.
● Simulasi/Bermain Peran: Kelas diubah menjadi "Sidang PPKI". Siswa dibagi menjadi
kelompok-kelompok yang memerankan tokoh-tokoh kunci (Soekarno, Hatta, tokoh dari
Indonesia Timur, dll). Mereka mensimulasikan diskusi alot mengenai perubahan sila
pertama dan pengesahan UUD. (Joyful, Meaningful)
● Analisis Keputusan: Setelah simulasi, kelas mendiskusikan tiga hasil utama sidang
PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Siswa yang percaya diri bisa mengambil peran utama dalam simulasi. Siswa
lain bisa menjadi notulen atau pengamat yang mencatat nilai-nilai penting yang
muncul.
○ Produk: Setiap siswa menuliskan sebuah paragraf refleksi tentang "Hikmah di Balik
Sidang PPKI 18 Agustus 1945".
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: "Jika kamu menjadi salah satu tokoh dalam sidang itu, apakah kamu akan
setuju dengan perubahan sila pertama? Mengapa?" (Mindful)
● Rangkuman: Guru menekankan bahwa pengesahan UUD NRI 1945 adalah bukti
kebesaran jiwa para pendiri bangsa yang mengutamakan persatuan di atas kepentingan
golongan.
● Tindak Lanjut: Membaca materi untuk pertemuan berikutnya tentang fungsi dan sifat
UUD.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 3 (3 JP : 120 MENIT)


Topik : Sifat dan Fungsi UUD NRI Tahun 1945
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Apakah tata tertib sekolah kita sering diubah? Mengapa ada
aturan yang bisa bertahan lama dan ada yang perlu disesuaikan?"
● Pertanyaan Pemantik: "Bagaimana UUD kita yang dibuat tahun 1945 masih relevan
hingga sekarang? Apa saja kegunaan UUD bagi negara?"
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
● Eksplorasi Konsep: Guru menjelaskan sifat UUD NRI Tahun 1945 (singkat dan
supel/luwes) dan tiga fungsinya (alat kontrol, pedoman mengatur, pedoman menyusun
peraturan).
● Analisis Berita: Peserta didik membaca penggalan berita "Ojek Online Ingin Ajukan Uji
Materi UU Lalu Lintas ke MK". Guru memfasilitasi diskusi untuk memahami konsep
"uji materi" sebagai wujud fungsi UUD sebagai alat kontrol. (Meaningful, Bernalar
Kritis)
● Studi Kasus Sederhana: Dalam kelompok, siswa diberikan kasus: "Pemerintah Daerah
mengeluarkan Perda yang melarang siswa bermain di taman kota setelah jam 7 malam
dengan alasan ketertiban. Apakah Perda ini berpotensi bertentangan dengan UUD NRI
Tahun 1945 (misalnya, hak anak untuk bermain)?". Kelompok mendiskusikan dari sudut
pandang fungsi UUD.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Kelompok yang lebih cepat dapat mencari contoh berita lain tentang uji
materi di situs MK. Kelompok yang butuh bimbingan akan dibantu guru untuk
mengidentifikasi pasal UUD yang relevan dengan kasus.
○ Produk: Hasil analisis kasus disajikan dalam bentuk bagan sederhana yang
menunjukkan alur: Perda -> Bertentangan dengan -> UUD NRI 1945 Pasal ... ->
Fungsi UUD sebagai Alat Kontrol.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: "Mengapa penting bagi kita sebagai warga negara untuk mengetahui bahwa
setiap peraturan harus sesuai dengan UUD?" (Mindful)
● Rangkuman: Guru menguatkan pemahaman bahwa UUD NRI Tahun 1945 bersifat
fleksibel dan berfungsi sebagai penjaga agar semua hukum di Indonesia tetap berada di
jalur yang benar.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 4 (3 JP : 120 MENIT)


Topik : Kedudukan dan Amendemen UUD NRI Tahun 1945
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru menggambar piramida di papan tulis dan bertanya, "Dalam sebuah
aturan, pasti ada tingkatan. Mana yang paling tinggi kedudukannya? Peraturan Presiden
atau Tata Tertib Sekolah?". Guru mengarahkan ke konsep hierarki.
● Pertanyaan Pemantik: "Di mana posisi UUD NRI Tahun 1945 dalam piramida hukum
di Indonesia? Apakah UUD kita pernah diubah?"
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
● Eksplorasi Konsep: Guru menjelaskan kedudukan UUD NRI Tahun 1945 sebagai
sumber hukum tertulis tertinggi. Peserta didik membaca materi tentang sejarah
pergantian UUD dan proses amendemen.
● Kerja Kelompok: Peserta didik mengisi "Tabel 2.8 Perbandingan UUD NRI Tahun
1945 Sebelum dan Sesudah Amendemen" untuk melihat perubahan secara kuantitatif
(jumlah bab, pasal, ayat).
● Analisis Perubahan: Guru menyoroti beberapa perubahan mendasar hasil amendemen
(misal: pembatasan masa jabatan presiden, adanya DPD, pasal-pasal HAM). Diskusi
kelas tentang "Mengapa perubahan-perubahan itu diperlukan pasca-reformasi?".
(Meaningful, Bernalar Kritis)
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Konten: Guru menyediakan infografis yang merangkum poin-poin utama
amendemen I-IV untuk membantu siswa visual.
○ Produk: Selain mengisi tabel, kelompok dapat memilih satu hasil amendemen yang
paling menarik dan membuat poster sederhana yang menjelaskan "Sebelum vs
Sesudah".
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: Guru menanyakan tentang kesepakatan dasar dalam amendemen, "Mengapa
Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 tidak boleh diubah?" (Mindful)
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa UUD NRI Tahun 1945 memiliki kedudukan
tertinggi dan dapat diubah sesuai perkembangan zaman, namun dengan tetap
mempertahankan kesepakatan dasar berdirinya negara.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 5 (3 JP : 120 MENIT)


Topik : Pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945 di Keluarga dan Sekolah
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Apersepsi: Guru bertanya, "Siapa yang tadi pagi ikut upacara bendera? Tahukah kalian,
kegiatan itu sebenarnya sedang menjalankan perintah UUD, lho!"
● Pertanyaan Pemantik: "Selain upacara, kegiatan apa lagi di sekolah atau di rumah yang
merupakan wujud pelaksanaan UUD NRI Tahun 1945?"
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
● Menghubungkan Konsep dengan Praktik: Guru menampilkan beberapa pasal kunci
dari UUD NRI Tahun 1945 yang relevan dengan kehidupan siswa (misal: Pasal 31
tentang pendidikan, Pasal 29 tentang agama, Pasal 28 tentang kebebasan berpendapat,
Pasal 30 tentang bela negara).
● Kerja Kelompok - "Constitutional Hunt": Setiap kelompok mendapat satu pasal.
Tugas mereka adalah "berburu" contoh-contoh nyata pelaksanaan pasal tersebut di
lingkungan sekolah dan keluarga. Contoh: Pasal 31 -> Kewajiban belajar dengan rajin,
hak mendapat pengajaran dari guru. Pasal 30 -> Mengikuti upacara bendera, menjaga
nama baik sekolah. (Joyful, Meaningful)
● Presentasi Hasil "Perburuan": Setiap kelompok mempresentasikan temuan mereka.
Kelompok lain bisa menambahkan contoh yang belum disebutkan.
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Proses: Kelompok dapat mencari contoh dengan cara berdiskusi, mengamati
lingkungan sekolah secara langsung (jika memungkinkan), atau mengingat
pengalaman pribadi.
○ Produk: Hasil temuan disajikan dalam bentuk peta pikiran (mind map) dengan pasal
UUD di tengah dan contoh-contohnya di cabang-cabangnya.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Refleksi: "Setelah tahu bahwa banyak kegiatan kita diatur UUD, bagaimana perasaan
dan sikap kalian sekarang terhadap kegiatan seperti belajar dan upacara?" (Mindful)
● Rangkuman: Guru menyimpulkan bahwa UUD NRI Tahun 1945 bukanlah naskah yang
jauh dan asing, melainkan hidup dan dilaksanakan dalam aktivitas kita sehari-hari.
● Tindak Lanjut: Memikirkan satu komitmen pribadi untuk melaksanakan UUD di
sekolah.
● Penutup: Salam dan doa.

PERTEMUAN 6 (3 JP : 120 MENIT)


Topik : Komitmen Menjalankan UUD NRI Tahun 1945 di Masyarakat
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan: Salam, doa, presensi.
● Berbagi Komitmen: Beberapa siswa berbagi komitmen pribadi dari pertemuan
sebelumnya.
● Apersepsi: Guru menampilkan gambar kegiatan di masyarakat (pemilu, siskamling,
kerja bakti) dan bertanya, "Bagaimana UUD mengatur kegiatan-kegiatan ini?"
● Pertanyaan Pemantik: "Sebagai pelajar, apa yang bisa kita lakukan untuk mengajak
orang lain agar lebih peduli dan mau melaksanakan UUD?"
KEGIATAN INTI (90 MENIT)
● Proyek Mini Kampanye: Guru menjelaskan bahwa pada pertemuan ini siswa akan
membuat proyek mini untuk menunjukkan komitmen menjalankan UUD.
● Brainstorming Ide: Dalam kelompok, siswa memilih satu hak atau kewajiban warga
negara dari UUD NRI Tahun 1945 yang ingin mereka kampanyekan (misal: hak
mendapat pendidikan, kewajiban menjaga fasilitas umum, hak mengeluarkan pendapat
dengan sopan, kewajiban membayar pajak di masa depan).
● Perancangan Proyek: Kelompok merancang bentuk kampanye mereka. (Meaningful,
Kreativitas)
● Pembelajaran Berdiferensiasi (Produk):
○ Kelompok visual bisa membuat poster atau infografis.
○ Kelompok auditori/verbal bisa membuat naskah pidato singkat atau iklan layanan
masyarakat.
○ Kelompok kinestetik bisa membuat komik strip atau video pendek/simulasi.
● Eksekusi Proyek: Siswa diberi waktu untuk mengerjakan proyek kampanye mereka.
KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)
● Pameran Karya/Presentasi: Setiap kelompok mempresentasikan atau memamerkan
hasil proyek kampanye mereka. (Joyful)
● Refleksi Akhir Bab: "Apa tantangan terbesar dalam menjalankan UUD di negara kita?
Apa peran generasi muda untuk menjawab tantangan itu?" (Mindful)
● Rangkuman: Guru mengapresiasi semua proyek dan menutup Bab 2 dengan pesan
bahwa memahami UUD saja tidak cukup, yang terpenting adalah komitmen untuk
melaksanakannya dalam kehidupan nyata.
● Informasi Asesmen Sumatif: Mengingatkan kembali tentang tes tertulis di pertemuan
berikutnya.
● Penutup: Salam dan doa.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
● Tanya Jawab: Di awal bab, guru bertanya: "Apa itu tata tertib?", "Siapa yang
membuatnya?", "Mengapa kita harus patuh?".
● Kuis Singkat: Pertanyaan sederhana tentang lembaga negara yang pernah didengar
(BPUPK, PPKI, DPR).
ASESMEN FORMATIF
● Tanya Jawab: Seputar materi yang dibahas, seperti "Apa bedanya BPUPK dengan
PPKI?", "Mengapa UUD perlu bersifat supel?".
● Diskusi Kelompok: Observasi partisipasi siswa dalam diskusi, simulasi, dan analisis
kasus.
● Latihan Soal/LKPD: Pengerjaan tabel perbandingan (Piagam Jakarta vs Pembukaan,
Sebelum vs Sesudah Amendemen).
● Observasi: Pengamatan sikap menghargai pendapat, semangat persatuan, dan tanggung
jawab selama kerja kelompok dan simulasi.
● Produk (Proses):
○ Timeline perumusan UUD.
○ Paragraf refleksi sidang PPKI.
○ Bagan analisis kasus uji materi.
○ Peta pikiran pelaksanaan pasal UUD.
ASESMEN SUMATIF
● Produk (Proyek):
○ Kampanye Kreatif: Menilai poster, infografis, naskah pidato, atau video yang
dibuat kelompok pada pertemuan ke-6 berdasarkan kreativitas, kesesuaian konten,
dan pesan yang disampaikan.
● Praktik (Kinerja):
○ Simulasi/Bermain Peran: Menilai kemampuan siswa dalam memerankan tokoh
sejarah dan menyampaikan argumen yang sesuai dengan konteks sejarah.
○ Presentasi Proyek: Menilai kemampuan komunikasi dan penguasaan materi saat
mempresentasikan hasil proyek.
● Tes Tertulis: Tes akhir bab untuk mengukur pemahaman siswa terhadap sejarah
perumusan, pengesahan, fungsi, kedudukan, dan implementasi UUD NRI Tahun 1945.
Contoh Tes Tertulis :
Pilihan Ganda
1. Hukum dasar tidak tertulis yang tumbuh dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan
negara disebut...
A. Konstitusi
B. Undang-Undang Dasar
C. Yurisprudensi
D. Konvensi
E. Traktat
2. Salah satu keputusan paling fundamental dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945
yang menunjukkan semangat persatuan bangsa adalah...
A. Memilih Presiden dan Wakil Presiden
B. Membentuk Komite Nasional
C. Mengubah rumusan sila pertama Pancasila dalam Piagam Jakarta
D. Menetapkan Jakarta sebagai ibu kota negara
E. Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi
3. Mahkamah Konstitusi menguji sebuah undang-undang terhadap UUD NRI Tahun 1945.
Kegiatan ini merupakan perwujudan dari fungsi UUD sebagai...
A. Alat pemersatu
B. Pedoman hidup
C. Alat kontrol
D. Penentu kebijakan
E. Simbol negara
Esai
1. Jelaskan dengan singkat alur perumusan batang tubuh UUD NRI Tahun 1945, mulai dari
pembentukan Panitia Hukum Dasar hingga disetujui dalam sidang BPUPK!
2. Mengapa MPR menyepakati untuk tidak mengubah Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
saat melakukan amendemen? Jelaskan alasan fundamentalnya!

Mengetahui, Probolinggo, 03 Agustus 2025


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NUR NUHUD, [Link], MM MOH. IMRON KHOFIL, [Link]


NIP. 19700419 199802 1 002 NIP. 1999408042024211017

Anda mungkin juga menyukai