PROGRAM KERJA K3
UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH
(KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH
KABUPATEN LAHAT
TAHUN 2025
PROGRAM KERJA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
(K3) UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH
DAERAH LAHAT
BAB I
PENDAHULUAN
1. Umum
a. Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan
oleh masyarakat maka tuntutan pengelolaan program Kesehatan
dan Keselamatan Kerja di rumah sakit (K3) semakin tinggi karena
sumber daya manusia, pasien dan pengunjung/pengantar pasien
dan masyarakat sekitar rumah sakit ingin mendapatkan
perlindungan dari gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja, baik
sebagai dampak proses kegiatan pemberian pelayanan maupun
karena kondisi sarana dan prasarana
yang ada di rumah sakit yang tidak memenuhi standar.
b. Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan, Pasal 165 dinyatakan bahwa “Pengelolaan tempat kerja
wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan melalui upaya
pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja”.
c. Dalam Undang-Undang No. 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit, yang tercantum
pasal 7 ayat 1 bahwa “Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan lokasi,
bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian dan peralatan”,
yang mana persyaratan-
persyaratan tersebut salah satunya harus harus memenuhi unsur K3 di
dalamnya.
d. Potensi-potensi di Rumah Sakit selain penyakit-penyakit
infeksi juga ada potensi bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan
kondisi di rumah sakit yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran,
kecelakaan yang berhubungan dengan instalasi listrik dan sumber-
sumber cidera lainnya), radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-
gas anastesi, gangguan psikososial dan ergonomi.
e. Keselamatan kerja merupakan suatu upaya penting dalam
meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit serta memberikan
lingkungan kerja yang aman dan nyaman
bagi pasien, pengunjung dan petugas serta mencegah terjadinya bahaya
kebakaran, kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
f. Dari berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu upaya
mengendalikan, meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya
yang dilaksanakan secara terintergrasi dan menyeluruh, oleh karena itu
penyelenggaraan K3 rumah sakit lebih efektif, efisien dan terpadu.
g. Upaya kesehatan dan keselamatan kerja adalah upaya penyeresaian
antara kapasitas, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap tenaga
kerja/personel dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendiri
maupun masyarakat disekelilingnya agar dapat produktif kerja yang optimal.
Upaya keselamatan dan kesehatan kerja merupakan berbagai upaya
kesehatan yang dilaksanakan secara paripurna dengan tujuan
meningkatkan derajat kesehatan dan produktifitas kerja seluruh tenaga
kerja/personel rumah sakit.
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Agar seluruh personel RSUD Lahat dapat mengetahui, memahami tentang
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawab di masing-masing unit kerja.
b. Tujuan
Agar seluruh personel RSUD Lahat mampu dan mahir dalam
melaksanakan kegiatan/ pelayanan sesuai dengan ketentuan Kesehatan
dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Sehingga dapat mencegah
terjadinya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja serta
kewaspadaan terhadap bencana, supaya dapat memberikan pelayanan
secara optimal, aman dan nyaman kepada pasien, pengunjung, keluarga dan
lingkungan, sehingga dapat meningkatkan produktifis, mutu dan citra rumah
sakit.
3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penulisan program kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja RSUD Lahat, sebagai berikut :
a. Bab I Pendahuluan
b. Bab II Rencana Pelaksanaan
c. Bab III Penutup
4. Dasar
a. Surat Edaran Ditjen Yan Med Depkes RI nomor HK [Link].01497 tanggal 27 pebruari 1995
tentang Program K3 Rumah Sakit.
b. Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
c. Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
d. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
e. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor : 1087/MENKES/SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja Di
Rumah Sakit.
f. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman
Manajemen K3 di Rumah Sakit dan OHSAS 18001 tentang Standar SistemManajemen K3.
g. Keputusan Direktur RSUD Lahat Nomor 445.1/142 / KEP/RSUD/I/2023 tanggal 4 Januar 2023
tentang K3 RSUD Lahat
BAB II
PROGRAM KERJA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)DI RUMAH
SAKIT UMUM DAERAH LAHAT
1. Penyusunan Program Kerja
Program Kerja Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di RSUD Lahat Tahun Anggaran 2023 disusun pada
bulan Januari 2023.
2. Sasaran
Seluruh personel RSUD Lahat dan Tim Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana RSUD
Lahat, diharapkan dapat mengerti, memahami dan mampu melaksanakan pelayanan kesehatan pada
pasien, pengunjung/ pengantar pasien, masyarakat dalam keadaan lingkungan yang aman, sehat dan produktif.
3. Program Kegiatan
kegiatan Kesehatan Keselamatan Kerja RSUD Lahat sebagai berikut :
No Jenis Program Kerja K3 RS RSUD LAHAT Pencapaian Sasaran
Tahun Target
20
( kali)
I Pengembangan Kebijakan K3RS
Pembentukan atau revitalisasi organisasi K3RS Insidentil 100 %
Merencanakan program K3RS selama 3 tahun kedepan ( Insidentil 100 %
setiap 3 tahun dapat direvisi kembali, sesuai dengankebutuhan)
II Pembudayaan Perilaku K3RS
a. Advokasi sosialisasi K3 pada seluruh jajaran RumahSakit, baik
bagi SDM Rumah Sakit,pasien maupun Insidentil 100 %
pengantar pasien/pengunjung Rumah Sakit.
b. Penyebaran media komunikasi dan informasi baikmelalui film, Insidentil 100 %
leaflet, poster, pamflet, dll.
c. Promosi K3 pada setiap pekerja yang bekerja disetiapunit RS Insidentil 100 %
dan pada para pasien serta para
pengantar pasien/ pengunjung Rumah Sakit.
III Pengembangan SDM K3RS
a. Pelatihan umum K3RS
Insidentil 100 %
b. Pelatihan
internal RS bagi seluruh personel 100 %
c. Pengirim SDM Rumah Sakit untuk
Insidentil 100 %
pendidikan formal, pelatihan lanjutan, seminar
dan workshop yang berkaitan dengan K3
IV PENGEMBANGAN PEDOMAN, PETUNJUK
TEKNIS DAN STANDARD OPERASIONAL
PROCEDURE (SOP) K3RS
a. Penyusunan pedoman praktis ergonomi di Rumah Insidentil 100 %
Sakit
b. Penyusunan pedoman pelaksanaan pelayanan kesehatan Insidentil 100 %
kerja
c. Penyusunan pedoman pelaksanaan tanggap darurat di 1x 100 %
RS
d. Penyusunan pedoman pelaksanaan pencegahan dan 1x 100 %
penanggulangan kebakaran
e. Penyusunan pedoman pelaksanaan pengelolaan 1x 100 %
penyehatan lingkungan Rumah Sakit
f. Penyusunan pedoman pengelolaan factor risiko dan 1x 100 %
pengelolaan limbah Rumah Sakit
g. Penyusunan petunjuk teknis pencegahan 1x 100 %
kecelakaan dan
penanggulangan bencana
h. Penyusunan kontrol terhadap penyakit infeksi 1x 100 %
h. Penyusunan SOP angkat angkut pasien di Rumah Sakit 1x 100 %
j. Penyusunan SOP terhadap Bahan Beracun dan 1x 100 %
Berbahaya (B3).
k. Penyusunan SOP kerja dan peralatan di masing-masing 1x 100 %
unit kerja Rumah Sakit
V PEMANTAUAN DAN EVALUASI KESEHATANLINGKUNGAN TEMPAT 100
KERJA
- Mapping lingkungan tempat kerja (area atau tempat kerja yang
dianggap berisiko dan berbahaya, area/ tempat kerja yang belum melaksanakan 1x 100
program K3RS,area/ tempat kerja yang sudah melaksanakan program K3RS,
area/ tempat kerja yang sudah melaksanakan danmendokumentasikan
pelaksanaan program K3RS).
- Evaluasi lingkungan tempat kerja (walkthrough danobservasi,
wawancara SDM RumahSakit, survei dankuesioner, checklist
Insidentil 100 %
danevaluasi lingkungan tempat kerja secara rinci)
VI PELAYANAN KESEHATAN KERJA
- Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja, Insidentil 100 %
- pemeriksaan kesehatan berkala, dan pemeriksaan
-kesehatan khusus bagi SDM Rumah Sakit
- Memberikan pengobatan dan perawatan serta Insidentil 100 %
rehabilitasi bagi SDM Rumah Sakit yang menderita.
- Meningkatkan kesehatan badan, kondisi mental (rohani) dan 12 100 %
kemampuan fisik personel Rumah Sakit.
- Pelindungan spesifik dengan pemberian imunisasi pada Insidentil 100 %
personel Rumah Sakit yang bekerja pada area/ tempat kerja yang beresiki
dan berbahaya
- Melaksanakan kegiatan
surveilans kesehatan kerja. 12 100 %
VI PELAYANAN KESELAMATAN KERJA
- Pembinaan dan
pengawasan keselamatan/keamanan 12 100 %
sarana, prasarana dan peralatan kesehatan di Rumah sakit.
- Pembinaan dan pengawasan perlengkapan keselamatan 12 100 %
kerja di Rumah Sakit
- Pengelolaan, pemeliharaan dan sertifikasi sarana, Insidenti 100 %
l
prasarana dan peralatan Rumah Sakit.
- Pengadaan peralatan K 3RS. Insidenti 100 %
l
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMELIHARAAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT, CAIR DAN GAS
- Penyediaan fasilitas untuk penanganan dan pengelolaanlimbah padat,cair 365 100 %
dan gas.
- Pengelolaan limbah m edis d an n on m edis 365 100 %
Pengelolaan jasa, bahan beracun berbahaya dan barang berbahaya
- Inventarisasi jasa, bahan beracun berbahaya dan barang 1x 100 %
berbahaya (Permenkes No. 472 tahun 1996).
- Membuat kebijakan dan prosedur pengadaan, 1x 100 %
- penyimpanan dan penanggulangan bila terjadi
kontaminasi dengan acuan Lembar Data Keselamatan
Bahan ( MSDS/ Material Safety Data Sheet) atau
Lembar Data Pengaman (LDP) ; lembar informasi dari
PENGEMBANGAN MANAJEMEN TANGGAP DARURAT
- Menyusun rencana tanggap darurat (survey bahaya, 1x 100 %
membentuk tim tanggap darurat, menetapkan prosedurpengendalian,
pelatihan,
- Pembentukan organisasi/ tim kewaspadaan bencana. 1x 100 %
- Pelatihan dan uji coba terhadap kesiapan petugas tanggap darurat 1x 100 %
- Inventarisasi tempat-tempat yang berisiko dan 1x 100 %
berbahaya serta membuat denahnya (laboratorium, rontgen, farmasi,
CSSD, kamar operasi, genset, kamarisolasi penyakit menular, dan
lain-lain).
- Menyiapkan sarana dan prasarana tanggap darurat/ bencana. 1x 100 %
- Membuat kebijakan dan prosedur kewaspadaan, upaya
pencegahan dan pengendalian bencana pada tempat-tempat yang 1x 100 %
berisiko tersebut.
- Membuat rambu-rambu/ tanda khusus jalan keluaruntuk
1x 100 %
evakuasi apabila terjadi bencana
- Membuat kebijakan dan prosedur kewaspadaan, upaya
1x 100 %
pencegahan dan pengendalian bencana pada tempat-
tempat yang berisiko tersebut
- Membuat rambu-rambu/ tanda khusus jalan keluaruntuk evakuasi 1x 100 %
apabila terjadi bencana
- Memberikan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas ditempat-
tempat yang berisiko (masker, apron, kaca mata, sarung tangan, dan 1x 100 %
lain-lain)
- Sosialisasi dan penyuluhan Keselamatan Kerja danKewaspadaan
Bencana ke seluruh personel Rumah Sakit 1x 100 %
- Pembentukan sistem komunikasi internal dan eksternaltanggap darurat
Rumah Sakit
- Evaluasi sistem tanggap darurat. darurat/ bencana 1x 100 %
1x 100 %
XI PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, DOKUMENTASI DATADAN
PELAPORAN KEGIATAN DATA KESELAMATAN KERJA DAN
KEWASPADA ANBENCANA
- Menyusun prosedur pencatatan dan pelaporan serta
penanggulangan kecelakaan kerja, PAK, kebakaran dan Insidentil 100 %
bencana (termasuk format pencatatan dan pelaporan
yang sesuai dengan kebutuhan)
- Pembuatan sistem pelaporan kejadian dan tindak 1x 100 %
lanjutnya (alur pelaporan kejadian nyaris celaka dan
celaka serta SOP pelaporan, penanganan dan tindak
lanjut kejadian nyaris celaka (near miss) dan celaka
- Pendokumentasian data Insidentil 100 %
- Data seluruh personel Rumah Sakit 1x 100 %
- Data personel Rumah Sakit yang sakit dilayani 1x 10
0
- Data pemeriksaan kesehatan personel Rumah Sakit : 1x 100 %
sebelum bekerja, berkala, khusus
- Cakupan MCU bagi personel Rumah Sakit 1x 100 %
- Angka absensi personel R umah Sakit 1x 100 %
- Kasus penyakit umum pada personel Rumah Sakit 1x 100 %
- Jenis penyakit yang terbanyak di kalangan pekerja 1x 100 %
Rumah Sakit
- Kasus diduga penyakit akibat kerja (personel Rumah 1x 100 %
Sakit)
12x 100 %
- Kasus kecelakaan akibat kerja (personel Rumah Sakit)
- Kasus kebakaran/ peledakan akibat bahan Kimia Insidentil 100 %
- Data keja dian nyaris celaka (near miss) dan Celaka Insidentil 100 %
- Data sarana, prasarana dan peralatan keselamatan kerja Insidentil 100 %
- Data perizinan Insidentil 100 %
- Data kegiatan pemantauan keselamatan Kerja Insidentil 100 %
- Data p elatihan d an sertifikasi Insidentil 100 %
- Data pembinaan dan pengawasan terhadap kantin dan 12x 100 %
pengelolaan makanan di Rumah Sakit
- Data promosi
kesehatan dan keselamatan kerja bagi Insidentil 100 %
personel Rumah Sakit, pasien danpengunjung/pengantar
pasien
- Data petugas
1x 100 %
kesehatan Rumah Sakit yan berpendidikan
formal kesehatan kerja, sudah dilatih Kesehatan dan
XI REVIEW PROGRAM TAHUNAN
1x 100 %
- Melakukan internal audit
Keselamatan Kerja danKewaspadaan Bencana
dengan Menggunakan
instrumen self assessment akreditasi Rumah Sakit.
- Umpan balik personel Rumah Sakit melalui wawancara 1x 100 %
langsung, observasi singkat, survey tertulis
dan
kuesioner, dan evaluasi ulang
- Analisis biaya terhadap personel Rumah Sakit atas Insidentil 100 %
kejadian penyakit dan kecelakaan akibat kerja.
- Mengikuti a kreditasi R umah S akit. Insidentil 10
0
4. Membuat Jadwal pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut
Program Kerja Kesehatan dan Keselamatan RSUD OKU Timur Tahun Anggaran2019. Program Kerja
ditinjau
dan dievaluasi kembali, untuk kegiatan yang belumdilaksanakan dievaluasi hambatan dan kendalanya,
direncanakan untuk dilaksanakankembali di rencana program berikutnya. Dilaksanakan pada bulan juli 2023
JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM TIM K3 RS RSUD LAHAT TAHUN 2023
N KEGIATAN JA FE MA AP ME JU JU AG SE OK NO DE
O N B R R I N L S P T V S
1 Pengembangan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
KebijakanK3RS
a. Pembentukan atau revitalisasi organisasi
K3RS
2 Melakukan audit :
- - √ √ √
Audit
Fasilitas √
kebersihan tangan
- - Audit kepatuhan
petugas melakukankebersihan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
ta√ngan
- - Audit pemakaian
APD
√ √
-
Monitoring evaluasi:
-
pelaksanaan √ √
penggunaan
antimikroba.
□ Bersama KPRA melakukan monitoring
penggunaan
antibiotik propilaksis
pada pasien
operasi dan
pemakaian
antimikroba
lainnya.
➢ -Monitoring
pelaksanaan penggunaan
bundle pencegahan
infeksi
➢ - √ √
Monitoring
pelaksanaan
isolasi
pasien.
√ √ √ √
➢ -Monitoring
penatalaksanaan
CSSD, Loundri dan
Instalasi Kamar
Gizi,
Jenazah √ √ √ √
Ç
3 Perlindungan
terhadap kesehatan
petugas.
- Vaksinasi
rutin terhadap √
petugas
dengan
resikotinggi
- Penatalak
sana an
petugasterken
a Setiap ada kejadian pajanan
pajanan
4 Melakukan
investigasi Jika ada Kejadian Luar Biasa (KLB)/Outbreak
outbreak
5 Membu
at Infection
Control
Risk Assesment (ICRA) √
a. ICRA HAIs Setiap ada kegia an pembangunan dan renovasi
b. ICRA
Bangunan
6 Edukasi & sosialisasi √ √
PPI
7 Rapat Koordinasi √ √ √ √
dengan Manajemen
8 Rapat Komite √ √ √ √
PPI
9 Rapat √ √ √ √ √
TIM PPI & Link
10 Membuat laporan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
√ √