Analisis Kinerja Motor Bakar HDPE dan Pertalite
Analisis Kinerja Motor Bakar HDPE dan Pertalite
Disusun Oleh:
RISKI PRATAMA
2007230023
i
KATA PENGANTAR
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji
dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia
dan nikmat yang tiada terkira. Salah satu dari nikmat tersebut adalah keberhasilan
penulis dalam menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini yang berjudul “Analisis
Kinerja Motor Bakar Menggunakan Bahan Bakar Campuran Limbah Plastik High
Density Polythylene (HDPE) Dan Pertalite” sebagai syarat untuk meraih gelar
akademik Sarjana Teknik pada Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik,
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan.
Banyak pihak telah membantu dalam menyelesaikan Proposal Tugas Akhir
ini, untuk itu penulis menghaturkan rasa terimakasih yang tulus dan dalam
kepada:
1. Bapak Dr. Munawar Alfansury Siregar, S.T., M.T, selaku Dekan Fakultas
Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
2. Bapak Ade Faisal, S.T.,[Link].,Ph.D, selaku Wakil Dekan I Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
3. Bapak Affandi, S.T.,M.T, selaku Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara.
4. Bapak Chandra A Siregar, S.T., M.T, selaku Ketua Program Studi Teknik
Mesin, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
5. Bapak Ahmad Marabdi Siregar, S.T., M.T, selaku sekretaris Program Studi
Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
6. Bapak H. Muharnif M, S.T., [Link], selaku dosen pembimbing yang telah
banyak membimbing dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan Tugas
Akhir ini.
7. Seluruh Bapak/Ibu Dosen di Program Studi Teknik Mesin, Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara yang telah banyak memberikan ilmu
keteknik mesinan kepada penulis.
8. Orang Tua Penulis: Devi Wahyuni, yang telah bersusah payah membesarkan
dan membiayai studi penulis.
9. Bapak/Ibu Staff Administrasi di Biro Fakultas Teknik, Universitas
Muhammadiyah Sumatera Utara.
ii
10. Seluruh rekan juang Teknik angkatan 2020
11. Sahabat - sahabat penulis lainnya yang tidak mungkin namanya disebut satu
per satu.
Laporan Tugas Akhir ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
penulis berharap kritik dan masukan yang konstruktif untuk menjadi bahan
pembelajaran berkesinambungan penulis di masa depan. Semoga laporan Tugas
Akhir ini dapat bermanfaat bagi dunia konstruksi Teknik Mesin.
Riski Pratama
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................i
KATA PENGANTAR............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iv
DAFTAR TABEL.................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR............................................................................................vii
DAFTAR NOTASI.............................................................................................viii
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................3
1.3 Ruang Lingkup..........................................................................................3
1.4 Tujuan Penelitian.......................................................................................3
1.5 Manfaat Penelitian.....................................................................................4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................5
2.1 Motor Bakar..............................................................................................5
2.2 Proses Sistem Pembakaran Bahan Bakar..................................................6
2.2.1 Motor bakar pembakaran dalam (internal combustion engine).........6
2.2.2 Motor bakar pembakaran luar (External Combusion Engine)..........7
2.3 Prinsip Kerja Motor Bensin.......................................................................7
2.3.1 Motor bakar bensin dua langkah (2-tak)............................................7
2.3.2 Motor bakar bensin empat langkah (4-tak)........................................9
2.4 Siklus Udara Volume Konstan (Siklus Otto)..........................................10
2.5 Bahan Bakar............................................................................................11
2.5.1 Pertalite............................................................................................12
2.6 High Density Polythylene (HDPE).........................................................14
2.7 Pirolisis....................................................................................................14
2.8 Parameter Yang Digunakan.....................................................................16
2.8.1 Daya.................................................................................................16
2.8.2 Torsi.................................................................................................17
2.8.3 Konsumsi Bahan Bakar Spesifik (SFC)...........................................18
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.............................................................19
3.1 Tempat dan Waktu..................................................................................19
3.1.1 Tempat Penelitian............................................................................19
3.1.2 Waktu Penelitian..............................................................................19
iv
3.2 Bahan dan Alat........................................................................................19
3.2.1 Bahan Penelitian..............................................................................19
3.2.2 Alat Penelitian..................................................................................20
3.3 Bagan Alir Penelitian..............................................................................25
3.4 Rancangan Alat Penelitian......................................................................25
3.5 Prosedur Penelitian..................................................................................26
3.6 Metode Pengolahan Data.........................................................................26
3.6.1 Pengamatan......................................................................................26
3.6.2 Tahapan Pengujian...........................................................................27
3.7 Prosedur Pengujian Alat Uji....................................................................27
3.7.1 Prosedur Dynotest/ Dynamotmeter..................................................27
3.8 Pengambilan Data....................................................................................28
3.8.1 Pengambilan data dynotest...............................................................28
3.8.2 Pengambilan data konsumsi bahan bakar........................................28
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................29
Lampiran 1. SK Pembimbing
Lampiran 2. Lembar Asistensi
v
DAFTAR TABEL
vi
DAFTAR GAMBAR
vii
DAFTAR NOTASI
viii
BAB 1
PENDAHULUAN
1
material terbuat dari nafta yang merupakan produk turunan minyak bumi yang
diperoleh melalui proses penyulingan. Keunggulan plastik diantaranya adalah
lebih kuat dan lebih flesibel tidak mudah pecah mudah diberi warna mudah
dibentuk serta lebih tahan terhadap panas dan [Link] berbagai keunggulan
tersebut menyebabkan plastik sulit diurai oleh lingkungan yang menyebabkan
pencemaran tingkat tinggi terhadap tanah sehingga perlu dilakukan pengolahan
yang tepat. Dimana sampah pastik yang terbuat dari minyak bumi dapat diolah
kembali menjadi minyak bumi (Iskandar, 2021).
Menurut (Kurniawan & Nasrun, 2017) proses pengolahan sampah plastik
menjadi bahan bakar meliputi beberapa proses, diantaranya :
1. Pirolisis adalah dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan
tanpa atau sedikit oksigen atau reagen kimia lainya dimana material mentah
akan mengalami pemecahan stuktur kimia menjadi fase gas. Teknik seperti ini
mampu menghasilkan gas pembakaran yang berguna dan aman bagi
lingkungan Proses pirolisis ini akan memecah hidrokarbon rantai karbon
panjang dari polimer plastik menjadi rantai hidrokarbon berantai pendek,
selanjutnya molekul-molekul ini didinginkan menjadi fase cair.
2. Distilasi adalah pemisahan campuran dalam suatu larutan berdasarkan
perbedaan titik didih.
Analisa kinerja mesin adalah untuk mengetahui maksimum daya,
maksimum torsi dan konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) dari bahan bakar
campuran limbah plastik HDPE (High Dencity Polyethylene) dan bensin pada
sepeda motor menggunakan dynotest.
Kinerja pada motor bakar yang merupakan hasil dari proses pembakaran
bahan bakar di dalam silinder yang kemudian mentransmisikan gaya piston
tersebut ke poros engkol hingga sampai ke roda bisa didapat dengan nilai yang
berbeda-beda, oleh karena penggunaan bahan bakar dengan variasi angka oktan
dan jenis sistem pengapian. Faktor lain yang mempengaruhi kecocokan bahan
bakar dan sistem pengapian tergantung dari ukuran dan jenis mesin tersebut.
Dengan melakukan pengujian sepeda motor di atas mesin dynamometer pada tiga
jenis bahan bakar dan dua jenis busi dan koil, dapat diketahui karakteristik
perubahan kinerja mesin, diantaranya adalah daya, torsi dan konsumsi bahan
2
bakar spesifik (Putra & Rosyidin, 2018). Semakin tinggi daya motor yang mampu
dihasilkan dengan jumlah bahan bakar yang dikonsumsi sedikit maka dapat
dikatakan kinerja motor tersebut baik. Selain daya mesin, kinerja motor juga
dinilai dari torsi yang dihasilkan dan konsumsi bahan bakar (Segara & Dharma,
2019). Maka dari itu perlunya untuk penulis melakukan penelitian dengan judul
“Analisis Kinerja Motor Bakar Menggunakan Bahan Bakar Campuran Limbah
Plastik High Density Polythylene (HDPE) Dan Pertalite”.
3
2) Menguji kinerja motor bakar menggunakan bahan bakar campuran
limbah plastik High Density Polythylene (HDPE) dan pertalite.
3) Menampilkan kinerja motor bakar menggunakan bahan bakar campuran
limbah plastik High Density Polythylene (HDPE) dan pertalite.
4
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
5
2.2 Proses Sistem Pembakaran Bahan Bakar
Menurut (Aprizal, 2013) Motor bakar dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua)
jenis, adapun klasifikasi motor bakar yaitu berdasarkan sistem pembakarannya.
Sistem penyalaan, dan siklus termodinamika yaitu:
6
2.2.2 Motor bakar pembakaran luar (External Combusion Engine)
Motor bakar pembakaran luar (External Combustion Engine) adalah di
mana proses pembakaran terjadi di luar mesin itu sendiri panas dari bahan bakar
itu tidak di ubah menjadi tenaga gerak tetapi melebihi dahulu media perantara
baru kemudian di ubah mejadi tenaga mekanik. Secara umum mesin uap dan
turbin memiliki karakter yang hanya dapat dipergunakan sebagai penggerak mula
ukuran besar misalnya, lokomotif, kapal, dan power plant dan tidak baik apabila
digunakan sebagai penggerak generator serbaguna, sepeda motor dan kendaraan
(mobil). Jenis dari ECE (External Combustion Engine) adalah turbin uap, turbin
gas, mesin uap, mesin stirling.
Kelebihan motor pembakaran luar adalah dapat digunakan bahan bakar
berkualitas rendah baik bahan bakar padat, cair dan gas, kapasitas lebih besar.
Motor pembakaran luar langkah dengan bahan bakar padat seperti batubara.
7
2.3.1 Motor bakar bensin dua langkah (2-tak)
Menurut (Hafizzullah, 2016) motor bensin dua langkah (2-tak) merupakan
motor bakar yang memiliki dua proses dalam langkah kerjanya yaitu:
8
di dalam ruang bilas akan terpompa masuk ke dalam ruang bakar sekaligus
mendorong gas sisa pembakaran yang ada di ruang bakar keluar melalui lubang
pembuangan. Pada kondisi ini piston akan terus bergerak ke bawah sampai TMB
sekaligus memompa semua campuran udara dan bahan bakar yang ada di ruang
bilas menuju ke ruang bakar.
9
Langkah kerja dimulai ketika torak (piston) bergerak dari titik mati atas
(TMA) menuju titik mati bawah (TMB). Katup isap dan katup buang masih
ditutup. Sesaat piston menjelang titik mati atas busi pijar menyalakan percikan api
seketika campuran bahan bakar dan udara terbakar secara cepat berupa ledakan.
Dengan terjadinya ledakan meghasilkan tekanan sangat tinggi untuk mendorong
piston ke bawah, sebagai tenaga atau usaha yang dihasilkan mesin.
d) Langkah Buang
Langkah terakhir adalah langkah pembuangan, terjadi ketika torak (piston)
bergerak dari titik mati bawah (TMB) menuju titik mati atas (TMA). Katup isap
ditutup dan katup buang dibuka. Pada langkah/proses ini gas-gas bekas
pembakaran didorongan torak (piston) ke atas sampai TMA selanjutnya dibuang
melewati katup buang. Dalam satu siklus kerja motor, poros engkol berputar dua
kali putaran atau empat kali gerak bolak-balik torak.
10
Berikut ini sifat ideal yang dipergunakan dan keterangan mengenai proses
siklusnya yaitu :
1) Proses 0 – 1 adalah langkah hisap tekanan konstan yaitu campuran bahan
bakar dan udara yang di hisap kedalam silinder.
2) Proses 1 – 2 adalah langkah kompresi adiabatik reversibel yaitu campuran
bahan bakar dan udara dikompresikan.
3) Proses 2 – 3 adalah proses pembakaran volume konstan, campuran udara dan
bahan bakar dinyalakan dengan bunga api.
4) Proses 3 – 4 adalah langkah ekspansi adiabatik reversibel, kerja yang
ditimbulkan gas panas yang berekspansi.
5) Proses 4 – 1 adalah proses pembuangan panas pada volume konstan, panas
dibuang melewati dinding ruang bakar.
6) Proses 1 – 0 adalah proses pembuangan kalor, katup buang terbuka maka gas
sisa pembakaran terbuang keluar menuju ke knalpot.
Proses lengkap pada siklus diatas memerlukan empat langkah dari torak,
dua kali putaran poros engkol. Selama proses kompresi dan ekspansi tidak terjadi
pertukaran panas, oleh karena itu selisih panas yang masuk dengan panas yang
keluar merupakan usaha yang dihasilkan tiap siklus.
11
Menurut (Suriansyah, 2010) beberapa sifat utama bahan bakar yang perlu
diperhatikan ialah :
1. Mempunyai nilai bakar yang tinggi.
2. Mempunyai kesanggupan menguap pada suhu rendah.
3. Uap bahan bakar dapat dinyalakan dan terbakar segera dalam campuran dengan
perbandingan yang sesuai terhadap oksigen.
4. Bahan bakar dan hasil–hasil pembakarannya tidak beracun atau
membahayakan kesehatan.
5. Harus mudah diangkut dan disimpan dengan mudah dan aman.
6. Kualitas pengetukan (kecenderungan berdenotasi) tergantung bilangan
oktannya.
Salah satu bahan bakar minyak yang beredar di Indonesia adalah pertalite.
Pertalite adalah bahan bakar minyak jenis baru yang diproduksi oleh Pertamina
yang dimana pertalite ini diperkenalkan pertama kali oleh pertamina pada juli
2015. Pertalite memiliki nilai oktan RON 90, dimana pertalite lebih baik dari
premium yang memiliki RON 88 (Binsar Arthur Stefan Pongbura, 2021).
2.5.1 Pertalite
Pertalite adalah merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yang
diproduksi Pertamina, Jika dibandingkan dengan premium, pertalite memiliki
kualitas bahan bakar lebih sebab memiliki kadar Research Oktan Number (RON)
90, di atas Premium, yang hanya RON 88. Menururt Menteri Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, pertalite merupakan produk yang lebih
bersih dan ramah terhadap lingkungan. kualitas dari pertalite yang lebih bagus.
serta diproduksi untuk cocok dengan segala jenis kendaraan.
Pertalite adalah bahan bakar minyak dari Pertamina dengan RON 90.
Pertalite dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannya di
kilang minyak, diluncurkan tanggal 24 Juli 2015 pertalite diuji coba di 101 SPBU
yanng tersebar pada sekitar kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Selain itu,
pertalite memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan premium. Pertalite
direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki kompresi 9,1-10,1 dan mobil
tahun 2000 ke atas, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan
Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik).
12
Selain itu, RON 90 membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan
teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan premium yang memiliki RON
88. Sehingga sesuai digunakan untuk kendaraan roda dua, hingga kendaraan multi
purpose vehicle ukuran menengah. Hasil uji yang dilakukan Pertamina untuk
kendaraan Avanza satu liter pertalite mampu menempuh jarak 14,78 Km, dengan
premium mampu melaju 13,93 km per liter. Untuk membuat pertalite komposisi
bahannya adalah nafta yang memiliki RON 65-70, agar RON-nya menjadi RON
90 maka dicampurkan HOMC (High Octane Mogas Component), HOMC bisa
juga disebut pertamax, percampuran HOMC yang memiliki RON 92-95, selain itu
juga ditambahkan zat aditif EcoSAVE. Zat aditif EcoSAVE ini bukan untuk
meningkatkan RON tetapi agar mesin menjadi bertambah halus, bersih dan irit.
Keunggulan pertalite adalah membuat tarikan mesin kendaraan menjadi lebih
ringan. Zat adiktif yang diberikan pada BBM pertalite lah yang membuat
kualitasnya ada di atas premium dan bersaing dengan pertamax. pertalite,
berwarna hijau terang sebagai dampak pencampuran bahan premium dengan
pertamax (Binsar Arthur Stefan Pongbura, 2021).
Inilah Beberapa keunggulan pertalite versi Pertamina adalah:
1. Lebih bersih ketimbang premium karena memiliki RON di atas 88.
2. Dibanderol dengan harga lebih murah dari pertamax.
3. Memiliki warna hijau dengan penampilan visual jernih dan terang.
4. Tidak ada kandungan timbal serta memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05
persen m/m atau setara dengan 500 ppm.
Berikut spesifikasi bahan bakar jenis pertalite adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Spesifikasi Pertalite ([Link], 2018)
Batasan
Karakteristik
Min Max Satuan
RON 90 - Ron
Nilai Kalor 43031 - Kj/Kg
Destilasi
10% Vol Penguapan - 74 ⁰C
13
Titik didih akhir - 215 ⁰C
Berat jenis suhu pada 15⁰C 715 770 Kg/mᵌ
Warna Hijau
2.7 Pirolisis
14
Pirolisis berasal dari dua kata yaitu pyro yang berarti panas dan lysis yang
berarti penguraian atau degradasi, sehingga pirolisis berarti penguraian biomassa
oleh panas pada suhu lebih dari 150°C. Pirolisis merupakan proses thermal
cracking yaitu proses perekahan atau pemecahan rantai polimer menjadi senyawa
yang lebih sederhana melalui proses thermal (pemanasan/pembakaran) dengan
tanpa maupun sedikit oksigen. Pirolisis merupakan proses endotermis artinya
proses pirolisis hanya bisa terjadi ketika dalam sistem diberikan energi panas.
Energi panas yang dibutuhkan pada proses ini dapat bersumber dari tenaga listrik
maupun dari tungku pembakaran dengan bahan bakar berupa limbah kayu seperti
potongan-potongan kayu, serbuk gergaji, dan lain-lain. Istilah lain dari pirolisis
adalah “destructive distillation” atau destilasi kering, merupakan proses
penguraian yang tidak teratur dari bahan-bahan organik yang disebabkan oleh
adanya pemanasan tanpa berhubungan dengan udara luar (Wahyudi, 2018). Proses
pirolisis pada penelitian ini dimulai saat sampah plastik dimasukkan kedalam
reaktor kemudian dipanaskan pada suhu 100°C, 150°C, 200°C, 250°C dan 300°C
dan dikontrol menggunakan thermometer agar suhu selalu stabil. Reaktor diisi
dengan sampah plastik berjenis PP dan HDPE dengan massa 0,5 kg. Setelah
sampah telah dimasukkan, lamanya proses pirolisis dihitung menggunakan
stopwatch (Wajdi, 2020).
Limbah plastik HDPE diproses menggunakan teknik pirolisis untuk
menghasilkan minyak pirolisis. Penentuan persentase volume campuran antara
pertalite dengan minyak pirolisis HDPE dalam penelitian ini secara berturut-
turut adalah 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, dan 50:50 dengan volume campuran
100 mililiter. Campuran tersebut akan digunakan sebagai bahan bakar dalam
beberapa pengujian hasil bahwa capaian daya tertinggi tercapai dengan komposisi
campuran bahan bakar 70% pertalite dan 30% minyak limbah HDPE, dengan nilai
8.0 HP pada putaran mesin 5841 rpm, sedangkan capaian terendahnya terjadi pada
komposisi campuran bahan bakar 50%:50% dengan nilai 7.2 HP pada putaran
5765 rpm. Capaian torsi tertinggi tercapai dengan komposisi campuran bahan
bakar 90% pertalite dan 10% minyak limbah HDPE dengan nilai 16.35 N.m pada
putaran mesin 2279 rpm dan nilai terendahnya tercapai pada komposisi campuran
bahan bakar 50%:50% dengan nilai 13.45 N.m pada putaran mesin 2553 rpm,
15
serta capaian top speed tercapai pada kecepatan 86.4 KM/Jam dengan komposisi
campuran bahan bakar 90%:10%. Campuran dengan nilai konsumsi paling rendah
adalah 90% Pertalite dengan 10% minyak HDPE dengan jumlah konsumsi sebesar
20 ml dalam waktu 2 menit dan putaran mesin 1200 rpm, sedangkan konsumsi
paling tinggi terjadi pada campuran 50%:50% dengan jumlah konsumsi sebesar
60 ml dalam waktu dan putaran mesin yang sama. Hal ini dimungkinkan terjadi
karena semakin tinggi nilai oktan digunakan dengan putaran mesin dan rasio
kompresi yang sama maka konsumsi bahan bakar yang dihasilkan akan lebih
rendah, hal ini sejalan dengan hasil penelitian tentang pengaruh nilai RON
terhadap torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar (Danang Yugo Pratomo, Feddy
Wanditya Setiawan, 2023).
16
adalah:
Keterangan:
p = Daya indikator dalam (watt)
pi = Tekanan rata-rata indikator dalam paskal (N/m2)
A = luas piston dalam (m2)
s = langkah piston dalam (m)
n = frekuensi putar dalam hertz (Hz)
[Link] Daya Efektif
Daya efektif adalah daya untuk roda penerus. Oleh panas itu untuk
mendapatkan daya efektif, maka tenaga indikator masih harus dikalikan dengan
efesiensi mekanisnya.
• Motor empat-langkah:
• Motor dua-langkah: Pe = pe ∙ A ∙ s ∙ n ∙ z (watt)
2.8.2 Torsi
Menurut (Rohman Nurdiansyah, 2017) torsi merupakan gaya tekan putar
pada bagian yang berputar, sepeda motor digerakkan oleh torsi dari crankshaft.
Torsi adalah ukuran kemampuan mesin untuk melakukan kerja atau bergerak.
Besaran torsi adalah besaran turunan yang biasa digunakan untuk menghitung
energi yang dihasilkan dari benda yang berputar pada porosnya. Satuan torsi
biasanya dinyatakan dalam N.m (Newton meter). Adapun perumusannya adalah
sebagai berikut:
17
Keterangan:
M = momen putar dalam N. m.
P = daya dalam watt
n = frekuensi putar dalam hertz
Dari rumus tersebut ternyata bahwa kita dapat mengetahui besarnya
momen putar bila kita mengetahui besarnya daya (P) dan frekuensi putarnya
(n).
V
V=
t
𝑠𝑓𝑐 = 𝑚𝑓
�
�
Dimana:
sfc = konsumsi bahan bakar spesifik (kg/kW jam)
mf = konsumsi bahan bakar (kg/jam)
V = volume bahan bakar yang dipakai dalam pengujian (cc)
t = waktu yang diperlukan dalam detik (s)
P = daya (kW)
ρ = berat jenis bahan bakar
18
19
BAB 3
METODOLOGI PENELITIAN
Bulan
Jenis Kegiatan
No
1 2 3 4
1 Pengajuan Judul
2 Studi Literatatur
3 Pembuatan Proposal
4 Pengambilan Data
5 Analisa Data
20
motor bakar menggunakan bahan bakar campuran limbah plastik High Density
Polythylene (HDPE) dan pertalite adalah sebagai berikut:
1) Pertalite
Dalam penelitian ini digunakan bahan bakar bensin jenis pertalite
dengan RON 90. Pertalite dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini.
21
Tabel 3.2 Spesifikasi Sepeda Motor Vario 150 cc
Dengan spesifikasi sebagai berikut:
1) Daya Maksimum = 9.7 Kw (13.1PS) / 8500 rpm
2) Torsi Maksimum Mesin = 13.4 Nm (1.37 kgf.m) / 5000 rpm
3) Langkah Mesin = 4 Langkah
4) Perbandingan kompresi = 10,6 : 1
5) Kapasitas Mesin = 150 cc
6) Diameter x Langkah = 57,3 x 57,9 mm
2) Dynotest
Dynotest/Dynamometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk
mengukur daya dan torsi pada sepeda motor dengan spesifikasi Kowa Seiki
Japan. Dynotest dapat dilihat pada gambar 3.3 dibawah ini.
22
4) Meja Dynotest
Sebagai dudukan dari sepeda motor untuk melakukan pengujian torsi dan
daya. Meja dynotest dapat dilihat pada gambar 3.5 di bawah ini.
23
Control panel berfungsi sebagai tempat pengoprasian alat-alat dynotest.
Control panel dapat dilihat pada gambar 3.7 dibawah ini.
24
motor untuk menghabiskan 10 cc bahan bakar. Stopwatch dapat dilihat pada
gambar 3.9 di bawah ini.
25
3.3 Bagan Alir Penelitian
Mulai
Variabel
Teoritis
Pencampuran
90 % Pertalite + 10
%Bahan Bakar Limbah
HDPE
80 % Pertalite + 20
%Bahan Bakar Limbah
HDPE
70 % Pertalite + 30
Pengujian:
1. Torsi
2. Daya Efektif
3. SFC
Kesimpulan
Selesai
26
Rancangan Alat penelitian dapat dilihat pada gambar 3.11.
27
1) Torsi (T)
2) Daya (P)
3) Konsumsi Bahan Bakar (SFC)
28
6) Setelah tombol power test diklik, pengendara sepeda motor harus
membuka penuh trotel sampai mesin menunjukkan putaran maksimum.
7) Setelah sepeda motor mencapai rpm maksimum, segera pengendara
menurunkan gas sepeda motornya lalu operator dynotest mengklik
tombol stop. Lalu pada monitor dynotest dapat dilihat hasilnya berupa
data.
8) Setelah selesai mendapatkan semua data maka sepeda motor dapat
dimatikan dan melepas pengikat pada roda depan, dan roda belakang.
Lalu sepeda motor diturunkan dari meja dynotest.
29
30
DAFTAR PUSTAKA
Asrianto. (2012). Pengaruh Jenis Bahan Bakar Terhadap Putaran Poros Engkol
Pada Motor Bakar 4 Tak Motor Bensin. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 4(1), 1–
24.
Binsar Arthur Stefan Pongbura. (2021). Skripsi Analisis Kinerja Motor Honda
Beat 2011 Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Perawatan Oleh : Binsar Arthur
Stefan Pongbura Departemen Mesin Fakultas Teknik.
Dian wahyu. (2019). Uji Kinerja Mesin Fiat 4-Tak dengan Kapasitas 1 . 100 CC
Menggunakan Automotive Engine Test Bed T101D Fiat 4-Stroke Engine
Performance Test with 1100 Cc Capacity Using Automotive Engine Test
Bed T101D. 9(2), 2–11.
Iskandar, T., Abrina Anggraini, S. P., & Melinda, M. (2021). Pembuatan Bahan
Bakar Diesel dari Limbah Plastik HDPE dengan Proses Pirolisis. Reka
Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Dan Teknik Kimia, 6(1), 23–29.
[Link]
Kartika, W. (2022). Pemanfaatan Sampah Plastik Jenis Hdpe Dan Pet Sebagai
31
Bahan Baku Pembuatan Bahan Bakar Minyak Alternatif Menggunakan
Metode Pirolisis Dengan Katalis Zeolit Alam. Agroindustrial Technology
Journal, 6(2), 106–117. [Link]
Kurniawan, E., & Nasrun. (2017). Karakterisasi Bahan Bakar dari Sampah Plastik
Jenis High Density Polyethelene (HDPE) Dan Low Density Polyethelene
(LDPE). Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 3(2), 41–52.
Pratiwi, R., & Dahani, W. (2015). Pengaruh Penggunaan Katalis Zeolit Alam
Dalam Pirolisis Limbah Plastik Jenis HDPE menjadi Bahan Bakar Cair
Setara Bensin. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Jakarta, 17 November 2015, November, 1–5.
Putra, R. C., & Rosyidin, A. (2018). Karakteristik Kinerja dengan Variasi Jenis
Bensin Pada Sistem Pengapian Standar dan Racing. penulis 1.
Rohman Nurdiansyah, D., Aditya Putra, S., Azimansyah, R., Dwi Kurniawan, B.,
Dasilva Rustandy Putra, A., & Fatkhurahman, Mh. (2017). Pengaruh Daya
Dan Torsi Untuk Performa Sebuah Mesin Effect of Power and Torque the
Performance of a Machine. Jurnal Tekniik Otomotif, 7.
32
Segara, C. G., & Dharma, U. S. (2019). Kinerja Mesin Sepeda Motor dengan
Sistem Vaporasi Bahan Bakar. 8(1), 56–63.
Wahyudi, J., Prayitno, H. T., Astuti, A. D., Perencanaan, B., Daerah, P., & Pati,
K. (2018). Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan baku pembuatan bahan
bakar alternatif the utilization of plastic waste as raw material for producing
alternative fuel. XIV(1), 58–67.
[Link]
[Link]
Wajdi, B., Sapiruddin, S., Novianti, B., & Zahara, L. (2020). Pengolahan Sampah
Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Dengan Metode Pirolisis
Sebagai Energi Alternatif. Kappa Journal, 4(1), 100–112.
[Link]
Wijayanti, F., & Irwan, D. (2014). Analisis Pengaruh Bentuk Permukaan Piston
Terhadap Kinerja Motor Bensin. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 2(1), 34–42.
33