4.
1 Analisis Kapasitas Dermaga (X1)
4.1.1 Berth Occupancy Ratio (BOR)
o Analisis tingkat penggunaan dermaga.
4.1.2 Berth Throughput Productivity (BTP)
o Pengukuran produktivitas dermaga dalam menangani kapal.
4.1.3 Yard Occupancy Ratio (YOR)
o Evaluasi rasio pemanfaatan lapangan penumpukan kontainer.
4.2 Analisis Alat Bongkar Muat (X2)
4.2.1 Produktivitas Alat Bongkar Muat
o Kapasitas penanganan alat per satuan waktu.
4.2.2 Waktu Bongkar Muat
o Dampak alat bongkar muat terhadap efisiensi waktu operasional.
4.3 Analisis Arus Kapal (Y1)
4.3.1 Frekuensi Kedatangan Kapal
o Jumlah kapal yang dilayani dalam periode tertentu.
4.3.2 Waktu Sandar dan Waktu Tunggu Kapal
o Hubungan efisiensi dermaga dan alat bongkar muat terhadap waktu
operasional kapal.
4.4 Analisis Arus Kontainer (Y2)
4.4.1 Volume Kontainer yang Ditangani
o Analisis peningkatan kapasitas penanganan kontainer.
4.4.2 Rasio Produktivitas Kontainer
o Hubungan waktu bongkar muat dengan jumlah kontainer yang diproses.
4.5 Pengaruh Peningkatan Kapasitas terhadap Arus Kapal dan Kontainer
4.5.1 Pengaruh Kapasitas Dermaga (X1) terhadap Arus Kapal (Y1)
o Efek BOR dan BTP terhadap frekuensi kapal.
4.5.2 Pengaruh Kapasitas Dermaga (X1) terhadap Arus Kontainer (Y2)
o Hubungan YOR dengan kelancaran arus kontainer.
4.5.3 Pengaruh Alat Bongkar Muat (X2) terhadap Arus Kapal (Y1)
o Dampak kecepatan alat bongkar muat terhadap waktu sandar kapal.
4.5.4 Pengaruh Alat Bongkar Muat (X2) terhadap Arus Kontainer (Y2)
o Produktivitas alat bongkar muat terhadap volume kontainer.
4.5.5 Analisis Gabungan X1 dan X2 terhadap Y1 dan Y2
o Sinergi antara kapasitas dermaga dan alat bongkar muat dalam meningkatkan
arus kapal dan kontainer.