MODUL PEMBELAJARAN DEEP LEARNING INFORMATIKA
Nama : Fardian, SE Kelas/Semester : 7 / Ganjil
Mata Pelajaran : INFORMATIKA Tahun Ajaran : 2025 – 2026
Satuan Pendidikan : SMPS IUT Alokasi : 3JP x 40 menit
Identifikasi Murid
Pengetahuan Awal : Murid di kelas VII umumnya memiliki latar belakang yang beragam,
baik dari segi pengetahuan awal, minat maupun gaya belajar.
Minat : Minat mereka terhadap berpikir komputasi dan teknologi informasi
dan komunikasi bervariasi, ada yang antusias karena merasa
terhubung dengan kegiatan sehari-hari, ada pula yang
merasa
kesulitan karena kompleksitasnya
Latar Belakang : Beberapa mungkin sudah akrab dengan berpikir komputasi dan
teknologi informasi dan komunikasi dari jenjang sebelumnya atau
lingkungan keluarga, sementara yang lain mungkin baru
mengenalnya
Kebutuhan Belajar : Kebutuhan belajar akan disesuaikan dengan tingkat kesiapan
mereka: bagi yang sudah memiliki dasar kuat, akan diberikan
tantangan lebih; bagi yang masih kesulitan, akan diberikan
bimbingan intensif dan materi pendukung. Pendekatan
pembelajaran akan berupaya menyentuh minat mereka melalui
kegiatan yang interaktif dan relevan
dengan kehidupan sehari-hari.
Materi Pelajaran
Relevansi : Berpikir komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi
merupakan realisasi cara menyelesaikan masalah sesuai sistematis
di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Murid dapat
mempelajarinya untuk membantu memahami esensi dari
berpikir
komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi.
Kesulitan : Materi berpikir komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi
memiliki tingkat kesulitan sedang hingga tinggi karena memerlukan
pemahaman komprehensif dan kompleks.
Struktur Materi : Materi akan distrukturkan mulai dari manusia sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa, makhluk individu, dan makhluk sosial,
pengertian norma, macam-macam norma, bertindak sesuai norma.
Integrasi Nilai : Pembelajaran berpikir komputasi dan teknologi informasi dan
komunikasi mengintegrasikan nilai-nilai seperti ketelitian,
kesabaran, kemandirian dalam belajar, dan kolaborasi saat berlatih.
Dimensi Profil Lulusan
DPL1: Keimanan dan Taqwa pada DPL5: Kolaborasi
Tuhan
DPL2: Kewargaan DPL6: Kemandirian
DPL3: Bernalar Kritis DPL7: Kesehatan
DPL4: Kreativitas DPL8: Komunikasi
Capaian Pembelajaran:
Memahami konsep dan penerapan konektivitas jaringan lokal dan internet baik kabel maupun
nirkabel
Tujuan Pembelajaran:
1. (Menjelaskan internet dan jaringan lokal serta manfaatnya)
2. (Menjelaskan konektivitas internet melalui jaringan kabel dan nirkabel)
3. (Menjelaskan bagian-bagian sebuah sistem komputer)
4. (Menjelaskan bagaimana sistem komputer bekerja)
Praktik Pedagogis
Model Pembelajaran Strategi Pembelajaran Metode Pembelajaran
Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Aktif: Diskusi Kelompok: Untuk
Masalah: Murid akan Melibatkan murid secara membahas konsep berpikir
terlibat dalam sebuah topik langsung dalam kegiatan komputasi dan
permasalahan. Ini belajar, seperti diskusi,
mendorong murid bernalar latihan menulis, dan teknologi informasi dan
kritis, kolaborasi dan permainan edukasi. komunikasi.
komunikasi Pembelajaran Kolaboratif: Permainan Edukasi:
Pembelajaran Mendorong interaksi antar Menggunakan media
Berdiferensiasi: Guru akan murid melalui kerja interaktif atau aplikasi
mengakomodasi berbagai kelompok dan diskusi digital untuk belajar
gaya belajar dan tingkat untuk memecahkan berpikir komputasi dan
kesiapan murid dengan masalah bersama. teknologi informasi dan
menyediakan beragam Pembelajaran Kontekstual: komunikasi dengan cara
sumber belajar (visual, Menghubungkan materi yang menyenangkan.
audio, kinestetik) dan tugas berpikir komputasional dan Presentasi: Murid
yang bervariasi tingkat teknologi informasi dan mempresentasikan hasil
kesulitannya. komunikasi dengan kerja atau pemahaman
kehidupan sehari-hari dan mereka.
budaya lokal, sehingga Umpan Balik
pembelajaran menjadi lebih Konstruktif: Guru dan
bermakna. teman saling
Pembelajaran memberikan masukan
Berkesadaran (Mindful untuk
Learning): Mengajak murid
untuk fokus dan hadir
sepenuhnya dalam proses
belajar, menyadari setiap
langkah dan tantangan
yang dihadapi, serta
merefleksikan
pemahaman mereka.
Kemitraan Pembelajaran
Lingkungan Sekolah:
Guru Mata Pelajaran Lain: Kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia untuk
integrasi materi.
Perpustakaan Sekolah: Menyediakan buku-buku atau sumber digital tentang
berpikir komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi
Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat:
Orang Tua/Wali: Mengajak orang tua untuk mendukung pembelajaran di rumah.
Perpustakaan Daerah: Mengunjungi perpustakaan daerah untuk melihat sumber-
sumber pembelajaran yang relevan dengan berpikir komputasi dan teknologi
informasi dan komunikasi.
Lingkungan Pembelajaran
Ruang Fisik:
Kelas yang Fleksibel: Penataan meja dan kursi yang mudah diubah untuk diskusi
kelompok, presentasi, atau kerja individu.
Pojok Literasi Informatika: Dinding kelas atau sudut khusus yang menampilkan
uraian-uraian berpikir komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi, dan
informasi terkait.
Media Pembelajaran Visual: Penggunaan papan tulis interaktif, proyektor, atau
poster untuk menampilkan materi berpikir komputasi dan teknologi informasi
dan
komunikasi secara jelas.
Ruang Virtual:
Platform Pembelajaran Daring: Penggunaan Google Classroom, Moodle, atau
platform lain untuk berbagi materi, tugas, dan forum diskusi.
Website Belajar berpikir komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi:
Memanfaatkan aplikasi atau website interaktif.
Sumber Belajar Daring: Mengakses video tutorial, artikel, atau video
pembelajaran daring.
Grup Diskusi Online: Membuat grup chat atau forum untuk diskusi di luar jam
pelajaran.
Budaya Belajar:
Suasana Inklusif dan Aman: Menciptakan lingkungan di mana murid merasa
nyaman untuk bertanya, berpendapat, dan membuat kesalahan tanpa takut
dihakimi.
Penghargaan Terhadap Proses: Menekankan pentingnya usaha dan kemajuan,
bukan hanya hasil akhir.
Keterbukaan Terhadap Ide Baru: Mendorong murid untuk berpikir kreatif dan
mencoba pendekatan yang berbeda.
Refleksi Diri: Mengajak murid untuk secara rutin merefleksikan proses belajar
mereka, apa yang telah dipelajari, dan bagaimana mereka dapat
meningkatkannya.
Pembelajaran Berkesadaran: Mendorong murid untuk hadir sepenuhnya, fokus
pada tugas, dan menyadari emosi serta pikiran mereka selama proses belajar.
Pembelajaran Bermakna: Menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi
murid dan relevansi budaya, sehingga mereka melihat nilai dan tujuan dari apa
yang dipelajari.
Pembelajaran Menggembirakan/Menyenangkan: Mengintegrasikan unsur
permainan, humor, dan kegiatan yang menstimulasi rasa ingin tahu untuk menjaga
motivasi dan antusiasme belajar.
Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan teknologi digital akan diintegrasikan secara menyeluruh untuk menciptakan
pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual:
Penyajian Materi Interaktif:
Menggunakan presentasi multimedia (PowerPoint, Google Slides) yang dilengkapi
dengan animasi, video penjelasan, dan audio.
Memanfaatkan website atau aplikasi.
Latihan dan Penugasan Digital:
Memberikan kuis interaktif melalui platform seperti Kahoot!, Quizizz, atau Google
Forms untuk menguji pemahaman Informatika dan keterampilan generik.
Menugaskan murid untuk membuat poster digital, infografis, atau video pendek
menggunakan Informatika dan keterampilan generik melalui aplikasi desain grafis
(Canva, Piktochart) atau editor video sederhana.
Menggunakan Google Docs atau Microsoft Word memungkinkan guru memberikan
umpan balik secara daring.
Kolaborasi Daring:
Memanfaatkan Google Docs atau Jamboard untuk kerja kelompok dalam menyusun
kalimat secara real-time.
Membuat forum diskusi di platform pembelajaran (Google Classroom) untuk
membahas kesulitan atau berbagi tips dalam belajar berpikir komputasi dan
teknologi informasi dan komunikasi.
Menggunakan fitur breakout rooms pada video conference untuk diskusi kelompok
kecil jika pembelajaran dilakukan secara hybrid atau daring.
Akses Sumber Belajar Luas:
Menyediakan tautan ke website ensiklopedia Informatika, atau kanal YouTube yang
menyediakan materi berpikir komputasi dan teknologi informasi dan komunikasi.
Mendorong murid untuk mencari sumber belajar berpikir komputasi dan teknologi
informasi dan komunikasi asila di media sosial atau platform digital lainnya.
Refleksi Digital:
Membuat jurnal refleksi daring (misalnya melalui Google Forms atau blog
sederhana) di mana murid dapat menuliskan pengalaman, tantangan, dan
pemahaman mereka setelah setiap pertemuan.
Menggunakan fitur polling atau survei singkat untuk mengumpulkan umpan balik
tentang efektivitas pembelajaran.
Langkah-Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1. Pembukaan dan Penerimaan Penuh: Guru menyambut murid dengan hangat,
menciptakan suasana yang nyaman. Mengajak murid melakukan aktivitas "Silent
Start": duduk tenang sejenak, mengambil napas dalam-dalam, dan merasakan
kehadiran mereka di kelas. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan
mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
2. Apersepsi: Guru memantik diskusi dengan pertanyaan: "Alat teknologi apa saja
yang paling sering kalian gunakan di rumah atau di sekolah? Apa gunanya?" Guru
mencatat jawaban murid di papan tulis.
3. Motivasi: Guru memutarkan video singkat (2-3 menit) tentang perkembangan TIK
dari masa lalu hingga sekarang (misalnya, dari surat ke email, dari telepon rumah
ke smartphone).
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Eksplorasi Konsep (Discovering):
o Guru membagi murid menjadi kelompok-kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan kartu bergambar berbagai perangkat TIK
(komputer, laptop, smartphone, tablet, printer, proyektor, router, modem,
headset, webcam).
o Secara berkelompok, murid diminta untuk:
Mengidentifikasi nama perangkat.
Menuliskan fungsi utama dari masing-masing perangkat.
Mendiskusikan bagaimana perangkat-perangkat tersebut saling
terhubung.
o Guru berkeliling, memfasilitasi diskusi, dan memberikan stimulus
pertanyaan.
2. Presentasi Kelompok (Connecting):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
o Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.
o Guru meluruskan miskonsepsi dan memberikan penjelasan tambahan
tentang fungsi dan kategori perangkat TIK (perangkat input, output, proses,
penyimpanan).
3. Refleksi Diri (Mindful Reflection):
o Guru mengajak murid untuk menuliskan 2 hal baru yang mereka pelajari
dan 1 pertanyaan yang masih mereka miliki tentang TIK di buku catatan
mereka.
o Murid diminta untuk berbagi salah satu poin yang mereka tulis.
Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Rangkuman Bersama: Guru bersama murid merangkum poin-poin penting yang
telah dipelajari pada pertemuan ini.
2. Asesmen Formatif (Diskusi): Guru mengajukan pertanyaan singkat seperti: "Apa
perbedaan antara input device dan output device? Berikan contohnya!"
3. Antisipasi Pertemuan Berikutnya: Guru memberikan pengantar singkat materi
selanjutnya tentang konsep dasar sistem TIK dan konektivitas.
4. Penutupan Berkesadaran: Guru meminta murid untuk menarik napas dalam-
dalam, menghela napas, dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi mereka.
Pertemuan 2
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1. Pembukaan dan Fokus: Guru menyambut murid, mengingatkan kembali materi
pertemuan sebelumnya. Mengajak murid melakukan aktivitas "Focus Breath":
menempatkan tangan di perut, merasakan napas masuk dan keluar, untuk
membantu mereka memusatkan perhatian.
2. Apersepsi: Guru bertanya: "Bagaimana sebuah komputer bisa memahami perintah
kita? Dan bagaimana internet bisa sampai ke rumah kalian?"
3. Motivasi: Guru menampilkan gambar sederhana atau skema alur data pada sistem
komputer (misalnya, keyboard -> CPU -> monitor) dan gambar koneksi internet
(modem -> router -> perangkat).
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Eksplorasi Konsep Sistem TIK (Inquiring):
o Guru menjelaskan konsep input, proses, dan output dalam sistem TIK
dengan analogi sederhana (misalnya, otak manusia sebagai prosesor, mata
sebagai input, suara sebagai output).
o Murid secara berpasangan mencari contoh perangkat atau aktivitas yang
merepresentasikan input, proses, dan output dalam kehidupan sehari-hari
yang menggunakan TIK.
o Guru memfasilitasi diskusi dan koreksi.
2. Konektivitas Internet (Exploring Connections):
o Guru memutarkan video singkat (3-4 menit) tentang cara kerja internet dan
jenis-jenis konektivitas (Wi-Fi, kabel LAN, data seluler).
o Murid diminta untuk mencatat poin-poin penting.
o Dalam kelompok, murid mendiskusikan kelebihan dan kekurangan masing-
masing jenis konektivitas, serta kapan mereka akan menggunakannya.
o Setiap kelompok diberikan tugas untuk membuat peta pikiran sederhana
(mind map) tentang jenis konektivitas internet dan karakteristiknya.
3. Diskusi Terbuka (Open Dialogue):
o Setiap kelompok mempresentasikan peta pikirannya.
o Guru memfasilitasi diskusi tentang pengalaman murid menggunakan
berbagai jenis konektivitas.
o Guru menekankan pentingnya konektivitas yang stabil dalam mendukung
aktivitas TIK.
Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Rangkuman Berkesadaran: Guru meminta beberapa murid untuk secara sukarela
merangkum apa yang mereka pahami tentang konsep input-proses-output dan
jenis konektivitas.
2. Asesmen Formatif (Kuis Singkat): Guru memberikan 3 pertanyaan pilihan ganda
atau isian singkat mengenai materi yang telah dipelajari.
3. Persiapan Proyek Mini: Guru memberikan pengantar tentang proyek mini yang
akan dimulai pada pertemuan berikutnya: membuat presentasi tentang
pemanfaatan TIK.
4. Penutupan Bersyukur: Guru mengajak murid untuk bersyukur atas kemudahan
akses informasi dan komunikasi melalui TIK, dan berterima kasih atas partisipasi
aktif mereka.
Pertemuan 3
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1. Pembukaan dan Keterhubungan: Guru menyambut murid, mengingatkan kembali
pentingnya TIK dalam kehidupan. Mengajak murid melakukan aktivitas "Heart-
Centered Opening": meletakkan tangan di dada, merasakan detak jantung, dan
menghubungkan diri dengan niat belajar yang positif.
2. Apersepsi: Guru memantik diskusi: "Apakah semua informasi di internet itu benar?
Mengapa kita harus hati-hati dalam menggunakan media sosial?"
3. Motivasi: Guru menampilkan beberapa kasus sederhana (anonim) tentang
dampak positif dan negatif penggunaan TIK (misalnya, berita palsu, cyberbullying
vs. online learning, komunikasi keluarga).
Kegiatan Inti (60 menit)
1. Etika dan Keamanan TIK (Critical Thinking & Responsibility):
o Guru menjelaskan konsep etika digital (misalnya, tidak menyebarkan berita
palsu, menghargai privasi orang lain, tidak melakukan cyberbullying) dan
keamanan digital (misalnya, pentingnya password kuat, tidak membuka
tautan mencurigakan, menjaga data pribadi).
o Murid diberikan studi kasus pendek (1-2 kasus per kelompok) yang
berkaitan dengan etika atau keamanan TIK.
o Setiap kelompok mendiskusikan kasus tersebut dan merumuskan solusi
atau saran tindakan.
o Presentasi dan diskusi kelompok.
o Guru memberikan klarifikasi dan penguatan konsep.
2. Proyek Mini: Presentasi Pemanfaatan TIK (Creative Application):
o Murid secara berpasangan atau kelompok kecil (2-3 orang) memilih satu
bidang (misalnya, pendidikan, kesehatan, hiburan, bisnis, lingkungan) dan
mengidentifikasi bagaimana TIK dimanfaatkan dalam bidang tersebut.
o Mereka diminta untuk membuat presentasi sederhana (minimal 3-5 slide)
menggunakan aplikasi presentasi (Google Slides/PowerPoint).
o Isi presentasi meliputi:
Nama bidang dan mengapa TIK penting di bidang tersebut.
Contoh penggunaan TIK di bidang tersebut (minimal 2 contoh).
Manfaat penggunaan TIK.
Potensi tantangan/risiko.
Saran penggunaan TIK yang bertanggung jawab.
o Guru memberikan waktu untuk pengerjaan presentasi dan berkeliling
memberikan bimbingan.
Kegiatan Penutup (10 menit)
1. Refleksi Proyek dan Pembelajaran: Guru meminta setiap kelompok untuk secara
singkat mempresentasikan satu poin menarik dari presentasi mereka dan satu hal
yang paling mereka pelajari selama proyek ini.
2. Asesmen Akhir (Presentasi & Rubrik): Penilaian presentasi kelompok (akan
dijelaskan lebih lanjut di bagian asesmen).
3. Penguatan Nilai-Nilai: Guru menegaskan kembali pentingnya menjadi warga
digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.
4. Penutupan Mendalam: Guru mengajak murid untuk merenungkan sejenak,
membayangkan bagaimana TIK akan terus berkembang, dan bagaimana mereka
dapat berkontribusi positif di masa depan. Mengucapkan terima kasih atas kerja
keras dan semangat mereka.
Asesmen Pembelajaran
Asesmen pada Awal Pembelajaran (Diagnostik):
Tujuan: Mengukur pemahaman awal murid tentang TIK.
Bentuk: Kuesioner singkat atau diskusi kelas tentang pengalaman menggunakan
perangkat TIK.
Asesmen pada Proses Pembelajaran (Formatif - Assessment as learning & Assessment for
learning):
Tujuan: Memantau pemahaman murid selama proses belajar dan memberikan
umpan balik langsung.
Bentuk:
Pertemuan 1: Diskusi kelompok dan refleksi diri (2 hal baru, 1 pertanyaan).
Pertemuan 2: Peta pikiran kelompok dan kuis singkat (3 pertanyaan).
Pertemuan 3: Diskusi kasus etika/keamanan, pengamatan partisipasi dalam proyek
mini.
Strategi: Guru mencatat observasi, memberikan umpan balik lisan atau tertulis
singkat.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Sumatif - Assessment of learning):
Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.
Bentuk: Presentasi Kelompok Proyek Mini
Uraian: Murid akan mempresentasikan hasil proyek mini mereka yang membahas
pemanfaatan TIK di bidang tertentu. Presentasi ini akan menjadi indikator
kemampuan mereka dalam mengidentifikasi, menjelaskan, dan menerapkan
konsep TIK, serta memahami aspek etika dan keamanan.
Rubrik Penilaian (Presentasi Kelompok)
Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1)
Isi & Menjelaskan konsep Menjelaskan Menjelaskan enjelasan konsep
Relevansi TIK dan konsep TIK dan konsep TIK dan TIK dan
pemanfaatannya di pemanfaatannya di pemanfaatannya di pemanfaatannya
bidang yang dipilih bidang yang bidang yang masih sangat
dengan sangat dipilih dengan dipilih, namun kurang atau tidak
detail, akurat, dan cukup detail dan kurang detail atau relevan dengan
relevan. relevan. beberapa contoh bidang yang
Memberikan contoh Memberikan kurang relevan. dipilih.
yang spesifik dan beberapa contoh
jelas. yang jelas.
Etika & Menjelaskan aspek Menjelaskan aspek Menjelaskan Tidak membahas
Keamanan etika dan keamanan etika dan aspek etika dan aspek etika dan
TIK dengan sangat keamanan TIK keamanan TIK keamanan TIK
baik, dengan baik, secara minimal sama sekali atau
mengintegrasikan namun mungkin atau kurang jelas. salah konsep.
dalam contoh, dan kurang terintegrasi
memberikan saran dalam contoh.
yang konstruktif.
Kreativitas & Desain presentasi Desain presentasi Desain presentasi Desain presentasi
Desain sangat menarik, menarik dan cukup sederhana dan tidak menarik,
Presentasi kreatif, dan mudah mudah dipahami. kadang kurang sulit dipahami, dan
dipahami. Penggunaan visual menarik. visual tidak
Penggunaan visual cukup efektif. Penggunaan visual mendukung.
efektif dan kurang
mendukung materi. mendukung.
Keterampilan Menyajikan dengan Menyajikan Menyajikan Menyajikan
Presentasi sangat percaya diri, dengan percaya kurang percaya dengan sangat
jelas, artikulasi baik, diri dan cukup diri atau kurang kurang percaya
dan mampu jelas. Mampu jelas. Kesulitan diri, tidak jelas,
menjawab menjawab menjawab atau tidak mampu
pertanyaan dengan sebagian besar pertanyaan. Hanya menjawab
lugas. Keterlibatan pertanyaan. beberapa anggota pertanyaan.
semua anggota Keterlibatan kelompok yang Keterlibatan
kelompok aktif. anggota kelompok aktif. anggota kelompok
baik. minim.
Padang Sibusuk, 18 Juli 2025
Guru Mata Pelajaran, Guru Mata Pelajaran,
Irfan Hadi Susanto, [Link]. Luqman Ali, [Link].I.
NIP 199303062024211016
NIP 199603032024211022
Mengetahui
Kepala Satuan Pendidikan
Drs. Budi Prasetyo
NIP. 196511061994031005